Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
Dok saya mau tanya apakah setelah minum 4 gelasi air ukuran 300 mili air kencing yang dikeluarkan 150 milil dan warna urine bening apakah normal? Jika normal 1050 air tersebut dikeluarkan ke mana? Soalnya akhir akhir ini saya hanya memproduksi air kencing setelah minum saja. terima kasih sebelumnya
Dok,digusi saya ada benjolan dua warnanya kuning,kalau lagi bengkak sakit banget dok,itu tuh sariawan atau apa yaa dok?cara ngobatinnya gimana?
dok mau tanya, saya mengalami sakit trnggorokan ketika banguntidur setelah nya saya tidak merasakan sakit, namun hidung saya mengeluarkan lendir yang mana keluarnya bisanya lewat mulut. bagaimana solusinya dok?..............
mlm dok. saya mau tanya. apa bahaya nya jika menghentikan obat CLD300MG dok.
Dok saya mau tanya knp kaki saya terasa sgt pegal sekali bahkan bikin ngilu karna sakitnya. Itu terjadi saat saya bangun dr tidur pagi. Mohon responnya Dok
22 Sep 2017 18:00 WIB
Memiliki pacar baru tidak hanya terasa menyenangkan tetapi juga sedikit mendebarkan. Bingung apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda saat baru saja memulai hubungan asmara yang baru.   Lupakan Masa Lalu Saat Anda memulai suatu hubungan asmara, Anda perlu memulainya dengan dasar yang kuat dan bebas dari kebohongan. Jika Anda ingin memberitahukan sesuatu mengenai masa lalu Anda, sekarang ini adalah saat yang tepat. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di masa mendatang.   Jangan Berfokus Pada Komitmen Saat Anda baru saja jadian, jangan langsung berpikir mengenai masa depan seperti apa yang Anda inginkan bersama pasangan. Hal ini dapat membuat si dia merasa tertekan. Akan lebih baik bila Anda menikmati hubungan baru ini dan bersenang-senanglah bersama pasangan. Jika dari awal hubungan Anda sudah membicarakan mengenai pernikahan, maka Anda justru akan membuatnya ketakutan dan akhirnya meninggalkan Anda. Nikmatilah hubungan Anda saat ini dan jangan terlalu mengkhawatirkan masa depan.   Beritahu Apa yang Anda Suka dan Tidak Suka Banyak pasangan tidak dapat memberitahu apa sebenarnya hal yang mereka suka dan tidak suka karena ingin berusaha untuk menyenangkan pasangannya. Hal ini dapat membuat pasangan Anda salah mengerti diri Anda. Awal masa pacaran merupakan saat yang tepat untuk memberitahu pasangan Anda apa yang Anda suka dan tidak sukai.   Baca juga: 7 Kebiasaan Buruk Perusak Hubungan Asmara!!!   Jadikan Pengalaman Sebagai Guru Jika Anda sudah pernah berpacaran sebelumnya, maka jadikanlah pengalaman Anda sebagai pelajaran dan buatlah hubungan Anda saat ini menjadi lebih baik. ingatlah bahwa pengalaman merupakan guru yang terbaik.   Jangan Menunjukkan Kasih Sayang Secara Berlebihan Pada masa awal pacaran, rasa cinta dan kasih sayang Anda terhadap pasangan tentu saja sedang mencapai puncaknya, akan tetapi bukan berarti Anda boleh menunjukkan perasaan Anda ini secara berlebihan, misalnya dengan memberikan hadiah, surat cinta, pesan singkat, telepon, dan sebagainya secara terus-menerus. Hal ini dapat membuat Anda tampak seperti pacar yang obsesif. Jadi, tunjukkanlah kasih sayang Anda secara wajar dan sesekali berikanlah kejutan pada pasangan Anda untuk membuatnya semakin jatuh cinta pada Anda.   Jangan Berharap Si Dia Akan Segera Mengumumkan Hubungan Anda Dengannya di Depan Umum Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengungkapkan sesuatu mengenai kehidupan pribadinya. Jadi, jangan berharap pacar Anda akan langsung mengumumkan hubungan Anda dengannya pada teman atau keluarganya. Jangan memaksanya untuk segera mengubah status hubungannya di berbagai akun media sosialnya. Berikan si dia sejangka waktu sehingga ia pun tidak merasa terkekang dan tertekan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: magforwomen
22 Sep 2017 15:00 WIB
Pada sebagian besar kasus, obesitas sebenarnya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurang aktif, yang membuat seseorang memiliki berat badan berlebihan atau indeks massa tubuh lebih dari 25. Indeks massa tubuh sendiri dihitung dengan cara membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Obesitas sekunder adalah suatu keadaan di mana gangguan medis tertentu yang Anda derita menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan. Beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas sekunder adalah: Gangguan endokrin seperti sindrom cushing, hipotiroidisme, diabetes tipe 2, pseudohipoparatiroidisme, sindrom polikistik ovarium Gangguan genetika seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Bardet-Biedel, sindrom Cohen Gangguan sistem saraf pusat seperti tumor hipotalamus, trauma atau peradangan pada bagian hipotalamus Penyebab lainnya seperti obat anti psikotik, obat anti depresan, gangguan makan, bulimia nervosa   Baca juga: Berbagai Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan Anda!   Bagaimana cara mengatasi obesitas sekunder? Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas sekunder tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, maka menghentikan konsumsi obat biasanya dapat membantu. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Anda. Bila disebabkan oleh gangguan lain seperti gangguan endokrin dan gangguan sistem saraf pusat, maka pengobatan terhadap penyebabnya biasanya dapat membantu menurunkan berat badan. Dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memulai suatu diet atau regimen olahraga tertentu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine, utmb
22 Sep 2017 12:00 WIB
Stroke yang sudah tidak asing lagi bagi kita, merupakan penyakit pembuluh darah otak yang dapat terjadi pada semua kelompok usia. Stroke terjadi karena adanya gangguan pembuluh darah otak yang dapat berupa perdarahan maupun penyumbatan. Perdarahan terjadi karena pecahnya pembuluh darah otak yang dapat pecah spontan atau merupakan akibat dari penyakit pembuluh darah otak (seperti aneurisma, AVM) hipertensi, atau penyakit kelainan darah seperti leukemia dan hemofilia. Penyumbatan pembuluh darah otak terdiri dari dua mekanisme, yaitu aterosklerosis / trombosis (penyumbatan yang disebabkan karena penimbunan plak dalam pembuluh darah itu sendiri sehingga menyumbat aliran darahnya) dan emboli (penyumbatan yang terjadi karena adanya gumpalan komponen darah yang terbawa dari tempat lain/ sebagai akibat dari penyakit lain). Beberapa penyakit dapat mempermudah tersumbatnya pembuluh darah otak, yaitu kencing manis, penyakit jantung, penyakit kolesterol, penyakit darah, infeksi / radang pembuluh darah, dan lain-lain. Semua gangguan itu, baik perdarahan maupun penyumbatan, sangat mempengaruhi fungsi otak, karena aliran darah yang menuju ke bagian otak tertentu akan berkurang, dan bahkan dapat terhenti. Sel-sel otak yang mengalami gangguan aliran darah itu akan rusak dan mati sehingga kehilangan fungsinya untuk mengatur kerja bagian tubuh yang dikendalikannya. gangguan fungsi otak tersebut diantaranya dapat berupa kelumpuhan separuh sisi tubuh, kesulitan bicara (bicara pelo, sulit berkata-kata), gangguan menelan, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, gangguan kesadaran, mual-muntah, nyeri kepala, perasaan nyeri / baal separuh sisi tubuh, bahkan kejang dan penurunan kesadaran sampai koma Sampai saat ini pengobatan stroke belum dapat memulihkan kembali fungsi sel-sel otak yang sudah mati. Pengobatan stroke masih terbatas pada usaha penyelamatan daerah otak yang rusak agar tidak menjadi lebih parah lagi kerusakannya. Pada stroke perdarahan, disamping pemberian obat-obatan yang membantu melancarkan sirkulasi pembuluh darah otak, apabila jumlah perdarahannya banyak seringkali diperlukan tindakan operasi untuk mengangkat gumpalan darah. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi desakan dan kerusakan otak akibat adanya gumpalan darah tersebut. Pada kasus kelainan pembuluh darah seperti aneurisma dan AVM, tindakan operasi selain mengangkat gumpalan darahnya, juga mengangkat pembuluh darah yang mengalami kelainan tersebut Pada stroke penyumbatan, apabila pengobatan dilakukan selama golden time (6 jam pertama setelah serangan stroke) diharapkan dapat membuka kembali sirkulasi yang tersumbat, sehingga diharapkan sel-sel otak yang fungsinya mulai lemah akibat kekurangan aliran darah dapat kembali pulih. Selain pemberian obat-obatan, tindakan operasi juga dapat dilakukan pada beberapa kasus stroke penyumbatan, seperti pemasangan stent (cincin), bypass pembuluh darah otak, atau memberikan obat penghancur bekuan darah (trombolisis) secara langsung ke dalam pembuluh darah. Semua tindakan pengobatan ini bertujuan untuk mencegah bertambahnya kerusakan otak akibat penyumbatan yang terus berlangsung Tidak kalah penting  bagi para penderita stroke, usaha pengendalian terhadap faktor risiko (misalnya kencing manis, penyakit jantung, darah tunggi, kolesterol) dan usaha rehabilitasi bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi tubuh akibat stroke juga perlu diperhatikan.
22 Sep 2017 11:00 WIB
Bagi Anda yang ingin tetap sehat atau menurunkan berat badan, olahraga merupakan suatu hal yang wajib Anda lakukan. Namun, karena sekarang ini sudah banyak sekali pilihan olahraga yang dapat dilakukan, seperti yoga, pilates, aerobik, dan sebagainya. Bila Anda merupakan seorang pemula dalam hal berolahraga, maka aerobik merupakan pilihan yang baik. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja manfaat dari olahraga aerobik bagi kesehatan Anda.   Membuat Anda Dapat Berpikir Jernih Walaupun merupakan olahraga fisik, akan tetapi dengan bergerak mengikuti irama, aerobik tidak hanya dapat melatih otot dan refleks tubuh Anda, tetapi juga dapat membuat Anda berpikir lebih jernih dan lebih tajam. Oleh karena itu, olahraga ini sangat dianjurkan bagi mereka yang kesulitan mengendalikan anggota geraknya, misalnya karena sudah terlalu lama berbaring di atas ranjang.   Membakar Lemak dan Meningkatkan Metabolisme Tubuh Aerobik merupakan salah satu olahraga kardio, yang berarti dapat membantu Anda membakar lemak, meningkatkan laju pernapasan untuk memaksimalkan kadar oksigen di dalam darah, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan demikian, aerobik dapat membantu meningkatkan aliran darah ke dalam paru-paru dan otot-otot tubuh Anda. Selain itu, saat Anda berolahraga, tubuh Anda juga akan melepaskan endorfin, yang akan membuat Anda merasa lebih bahagia dan dapat membantu mengurangi stress.   Baca juga: Ini Dia Olahraga yang Paling Efektif Membakar Lemak!   Manfaat Lainnya Selain kedua hal di atas, ada beberapa manfaat lain dari olahraga aerobik, yaitu: Menguatkan jantung Meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) Membantu menurunkan berat badan Meningkatkan aktivitas otak Mengatasi stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: lifespan
22 Sep 2017 08:00 WIB
Pada sebagian besar kasus, penderita dapat sembuh dengan sempurna paska cedera kepala. Akan tetapi, pada beberapa kasus lainnya, dapat terjadi gejala fisik sisa paska cedera kepala. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala fisik sisa yang mungkin terjadi paska cedera kepala.   Kemampuan Bergerak Kemampuan Anda untuk bergerak dapat terganggu paska cedera kepala. Pergerakan Anda mungkin menjadi sangat lambat dan keseimbangan Anda dapat terganggu. Beberapa orang mungkin akan membutuhkan kursi roda atau alat bantu lainnya karena gangguan koordinasi otot atau keseimbangan, yang membuat mereka tidak dapat berjalan tanpa bantuan.   Kekakuan Otot Anggota gerak Anda mungkin akan terasa kaku atau lemah dan membatasi ruang gerak Anda. Kadangkala, hanya salah satu sisi tubuh yang terkena. Hal ini tergantung pada bagian otak yang mengalami cedera. Kekakuan otot dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Kelemahan Atau Kelumpuhan Otot Kelemahan atau kelumpuhan otot seringkali hanya mengenai salah satu sisi tubuh. Hal ini disebut dengan hemiplegia dan merupakan hal yang biasa terjadi pada orang yang menderita stroke. Keadaan ini akan membuat penderita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan berbagai aktivitasnya, termasuk saat mandi atau berpakaian. Kelemahan otot juga dapat menyebabkan penderita tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar.   Baca juga: Dampak Cedera Kepala Pada Kemampuan Berpikir Seseorang   Ataksia Ataksia merupakan gerakan tidak terkendali, tidak teratur, atau gemetar yang menyebabkan gangguan koordinasi otot untuk bergerak. Tangan penderita mungkin tampak gemetar atau kaku dan menulis dapat menjadi sangat sulit atau bahkan tidak memungkinkan.   Gangguan Sensoris Cedera kepala mungkin akan membuat indera peraba Anda menjadi berkurang atau menghilang atau justru menjadi berlebihan. Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengetahui di mana kakinya berada bila tidak melihatnya secara langsung. Penglihatan juga dapat terganggu dan mungkin tidak dapat diperbaiki oleh penggunaan kacamata. Penderita juga dapat memiliki posisi tubuh yang aneh atau cara berjalan yang aneh. Kemampuan indera perasa atau penciuman juga dapat terganggu atau hilang, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.   Fatigue Rasa lelah berlebihan juga sering dialami oleh orang yang baru saja mengalami cedera kepala, termasuk pada cedera kepala ringan. Memakai pakaian atau berjalan dapat terasa sangat sulit paska cedera kepala. Oleh karena itu, dianjurkan untuk beristirahat selama sejangka waktu dan sepanjang beraktivitas hingga keluhan dirasa membaik.   Kesulitan Berbicara Berbicara menjadi lambat, tidak jelas, atau lebih cepat juga sering terjadi paska cedera kepala. Pada awalnya, pembicaraan penderita mungkin sulit untuk dimengerti. Beberapa orang penderita dapat kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Akan tetapi, hal ini bukan berarti mereka telah kehilangan kecerdasannya.   Epilepsi Cedera kepala juga dapat membuat sejumlah orang lebih mudah mengalami kejang epilepsi. Dokter biasanya akan memberikan obat anti kejang selama beberapa tahun untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekambuhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: headway
21 Sep 2017 18:00 WIB
Tahukah Anda bahwa tidak semua serangan jantung memiliki gejala nyeri dada dan berkeringat dingin? Menurut penelitian yang dilakukan oleh the National Institutes of Health (NIH), beberapa serangan jantung terjadi secara "tersembunyi", di mana tidak timbul atau hanya ada sedikit gejala yang ditemukan. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 1.800 orang yang berusia 45 tahun atau lebih, yang tidak menderita gangguan jantung apapun. Para peneliti kemudian memeriksa kembali keadaan jantung peserta 10 tahun kemudian. Hasilnya adalah 8% peserta mengalami pembentukan jaringan parut atau kerusakan jaringan pada jantungnya. Di antara 8% peserta tersebut, sebagian besarnya tidak menyadari bahwa jantung mereka mengalami kerusakan, artinya mereka mungkin pernah mengalami serangan jantung tetapi tidak menyadarinya. Pada beberapa kasus, peserta penelitian mengalami gejala yang membuat mereka merasa sangat tidak enak badan sehingga akhirnya pergi ke dokter. Beberapa gejala yang dialami oleh peserta adalah nyeri dada ringan, mual, muntah, merasa amat sangat lelah tanpa penyebab yang jelas, dada terasa seperti terbakar, sesak napas, dan rasa tidak nyaman pada leher atau rahang. Kesimpulannya adalah gejala serangan jantung yang tersembunyi dapat menyerupai gejala gangguan lambung atau flu atau gangguan pencernaan.   Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung   Walaupun tersembunyi, serangan jantung tetaplah serangan jantung, artinya tetap saja meninggalkan jaringan parut pada otot jantung. Hal ini tentu saja dapat mengganggu aliran listrik di dalam jantung Anda, yang dapat menyebabkan denyut jantung menjadi tidak normal atau tidak teratur (aritmia). Aritmia akan membuat jantung memompa darah terlalu cepat, sehingga fungsi pompa jantung pun menjadi kurang efisien, yang dapat berujung pada henti jantung. Jadi, apa yang harus dilakukan? Selalu perhatikan berbagai gejala gangguan kesehatan yang Anda alami, apapun itu! Untuk pria muda dan sehat, kemungkinan terjadinya serangan jantung tentu saja sangat jarang. Akan tetapi, bila Anda telah berusia lebih dari 50 tahun atau berusia lebih dari 40 tahun tetapi memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan jantung atau bila Anda memiliki faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, atau merokok; maka segera periksakan diri Anda bila beberapa gejala di atas berlangsung selama lebih dari 20 menit atau dirasa memburuk saat Anda beraktivitas. Jangan tunggu hingga gejala tersebut menghilang dengan sendirinya. Bahkan jika Anda tidak mengalami beberapa gejala di atas, ada baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 1 tahun sekali. Hal ini dikarenakan serangan jantung tersembunyi bukanlah satu-satunya hal yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada jantung. Beberapa hal lain seperti tekanan darah tinggi kronis, diabetes, obesitas, dan merokok juga dapat merusak otot jantung Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth