Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
dok saya ingin bertanya, cairan sebelum ejakulasi itu apa ya? apakah mengandung sperma?
maaf dok saya mau tanya, Bagaimana jika demam panggung yang saya alami tidak di atasi? Oiya dok saya mau tanya apakah saya sebegitu takutnya apabila di panggung sampai-sampai saya menangis ? makasih dok
Selamat sore dok.. saya selang setahun dah cek ureum dan kreatinin, yg jadi pertanyaan saya kenapa kadar kreatinin saya 1.2 aja dok dah 3 kali di cek, walapun masih dibilang normal, di lab batasnya sampe 1.5... sedangkan ureum selalu robah, sekarang 14, waktu 6 bulan yg lalu 20..... nah dok... kadar kreatinin itu bisa berubah gk pada ginjal yg masih normal dengan pola makan yg baik ? Misal dari 1.2 jadi turun setelah minum air putih rutin dan mengurangi protein ? Makasih dok sebelum dan sesudahnya....
halo sore dok, saya sudah beberapa bulan ini sering mengalami menstruasi yang tidak teratur. dari saya belum menikah dan sampai akhirnya saya menikah. haid hanya datang 2-3 hari saja. saya juga sering merasakan rasa nyeri dan mengganggu di perut bagian bawah. dan bulan ini saya sudah terlambat haid satu minggu dan mengalami gejala seperti mual muntah muntah dan juga masih sama merasakan perut yang nyeri di bagian bawah. kira kira penyakit apa yang saya derita dok?
Dok, dulu mata saya sering bintitan, setelah sembuh kenapa bekasnya bintitan gk bs hilang ya? Tp tdk terasa sakit apa2 hanya ada tonjolan saja
24 Nov 2017 16:00 WIB
Apakah ibu Anda mengatakan bahwa berbahaya naik turun tangga saat sedang hamil? Apakah hal ini benar? Sebenarnya naik turun tangga selama hamil tidak berbahaya, selama Anda berhati-hati. Bahaya terbesar dari naik turun tangga saat sedang hamil adalah resiko tersandung dan terjatuh. Terjatuh dari tangga saat sedang hamil muda (trimester pertama) dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Sedangkan terjatuh dari tangga saat sedang hamil tua (trimester dua dan tiga) dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Pada awal masa kehamilan resiko jatuh biasanya cukup kecil karena Anda masih dapat berjalan dengan baik, akan tetapi pada saat kehamilan berkembang dan perut Anda mulai membesar, maka resiko jatuh akan meningkat karena pusat gravitasi tubuh Anda sudah berubah.   Baca juga: Penyebab Perdarahan Selama Kehamilan   Kapan Anda Perlu Menghindari Naik Turun Tangga Saat Hamil? Kecuali bila dilarang oleh dokter Anda, maka naik turun tangga pada trimester pertama kehamilan sebenarnya cukup aman. Di bawah ini ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa Anda sebaiknya tidak naik turun tangga saat hamil: Pernah mengalami perdarahan pada trimester pertama kehamilan Memiliki resiko tinggi keguguran, mengalami kram perut, atau memiliki kadar hormon yang rendah Kehamilan Anda dinilai beresiko tinggi oleh dokter Anda atau bila Anda menderita diabetes atau penyakit autoimun lain Anda pernah mengalami keguguran sebelumnya Anda berusia lebih dari 35 tahun Anda mengalami pusing hebat atau pernah pingsan Anda hamil anak kembar Anda memiliki tekanan darah yang lebih tinggi atau rendah daripada normal Anda pernah dianjurkan untuk bed rest total   Tips Aman Naik Turun Tangga Saat Hamil Tidak peduli berapa usia kehamilan Anda, Anda perlu lebih berhati-hati saat naik dan turun tangga. Di bawah ini ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin naik turun tangga selama hamil: Selalu berpegangan pada susuran tangga saat naik atau turun tangga. Jika Anda sedang membawa barang, pastikan salah satu tangan Anda bebas dari barang bawaan sehingga Anda bisa berpegangan dengan nyaman pada susuran tangga Pastikan tangga memiliki penerangan yang baik Jika anak tangga berkarpet, berhati-hatilah agar Anda tidak tersandung atau jatuh Selalu berjalan dengan perlahan saat naik atau turun tangga Jika Anda jatuh atau terpeleset saat naik atau turun tangga, segera periksakan diri ke seorang dokter   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
24 Nov 2017 12:30 WIB
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
24 Nov 2017 11:30 WIB
Kekuatan cinta dapat mengubah Anda. Saat Anda bertemu dengan seseorang yang spesial, mereka dapat menginspirasi anda untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya, ada pula orang yang dapat membuat Anda menyimpang dari jalan yang benar. Untuk mencegah Anda berada pada hubungan asmara yang salah alias tidak sehat, Anda perlu mengevaluasi ulang bagaimana hubungan asmara Anda dan pasangan saat ini. Apakah hubungan asmara dengan si dia membuat Anda merasa bahagia, sehat, dan puas atau justru sebaliknya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda bahwa Anda sedang terjebak dalam sebuah hubungan asmara yang tidak sehat.   Anda dan Pasangan Memiliki Kebiasaan Olahraga yang Berbeda Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang berolahraga bersama biasanya memiliki hubungan yang lebih langgeng dan lebih rajin berolahraga dibandingkan dengan mereka yang berolahraga sendirian. Berolahraga bersama dapat membuat pasangan merasa lebih dekat satu sama lain dan meningkatkan gairah seksual wanita, sambil membakar kalori dan membentuk otot. Sebaliknya, bila Anda berpacaran dengan seseorang yang tidak mendukung kegiatan olahraga Anda, maka Anda pun akan menjadi lebih jarang berolahraga.   Anda dan Pasangan Memiliki Kebiasaan Minum-minum yang Berbeda Sebuah penelitian yang dilakukan di Norwegia menemukan bahwa pasangan yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang hampir sama lebih jarang bercerai dibandingkan dengan pasangan yang mana salah satunya lebih suka minum daripada lainnya. Akan tetapi, bila pasangan sama-sama merupakan pecandu alkohol, maka resiko terjadinya perceraian akan tetap tinggi, tidak peduli siapa yang minum lebih banyak. Selain akan menjadi lebih sering bertengkar, mabuk dan kebiasaan minum alkohol juga dapat menjadi sumber masalah dalam hubungan Anda dengan pasangan. Memiliki kesukaan yang sama mengenai kebiasaan travelling dan mengkonsumsi minuman beralkohol dapat membantu menjaga kelanggengan hubungan Anda dan pasangan.   Baca juga: Bagaimana Caranya Mendapatkan Hubungan Asmara yang Berbahagia?   Anda dan Pasangan Saling Mengkritik Bertengkar merupakan hal yang normal dalam suatu hubungan, akan tetapi saling mengkritik karakter masing-masing dapat menjadi sumber masalah dalam hubungan Anda dan pasangan. Dengan melakukan hal ini, Anda akan mendorong pasangan Anda untuk meninggalkan Anda.   Pertengkaran Tidak Pernah Adil Bertengkar, saling menyakiti, dan berdebat merupakan hal yang normal dalam suatu jalinan asmara. Akan tetapi, bila saat bertengkar salah satu pihak mendiamkan pihak lain atau terjadi tindakan kekerasan atau kemarahan yang meledak-ledak atau mengeluarkan kata-kata kasar atau sumpah serapah; maka hal ini menunjukkan betapa tidak sehatnya hubungan Anda dan pasangan. Memang benar bahwa Anda boleh mengekspresikan kemarahan Anda pada pasangan, tetapi pastikan Anda tetap dapat mengendalikan diri Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
24 Nov 2017 08:00 WIB
Apakah Anda merasa bingung mengapa tiba-tiba timbul memar di beberapa bagian tubuh Anda tanpa penyebab yang jelas? Anda mungkin tidak perlu merasa terlalu khawatir, karena timbulnya memar ini jarang sekali merupakan suatu gejala penyakit serius. Terjadinya memar tanpa penyebab yang jelas biasanya dikarenakan Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Ketiga obat ini dapat mengencerkan darah Anda, sehingga Anda pun lebih mudah mengalami memar. Biasanya memar hanya terjadi bila Anda telah mengkonsumsi obat ini selama seminggu atau lebih. Akan tetapi, pada beberapa kasus, memar dapat timbul setelah Anda hanya mengkonsumsi 1 atau 2 dosis. Selain obat, suplemen seperti minyak ikan juga dapat menyebabkan timbulnya memar. Hal ini dikarenakan minyak ikan juga mengandung zat antikoagulan.   Baca juga: Tips Untuk Mempercepat Hilangnya Memar…   Lalu apa yang harus Anda lakukan? Jika memar pada tubuh Anda mulai memudar dalam waktu seminggu, maka Anda tidak perlu melakukan apapun. Mungkin Anda hanya perlu mengurangi konsumsi ketiga obat di atas. Akan tetapi, bila memar Anda tidak juga tampak memudar atau membaik setelah lebih dari 1 bulan, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter, terutama bila Anda juga mengalami gejala perdarahan lain seperti mimisan. Kedua gejala ini dapat merupakan gejala dari suatu kelainan darah, seperti anemia, penyakit Von Willebrand (suatu kelainan pembekuan darah), idiopatik trombositopenik purpura (suatu gangguan di mana penderita hanya memiliki sedikit sel-sel darah), dan leukemia (kanker darah, walaupun sangat jarang).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
23 Nov 2017 18:00 WIB
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa pemeriksaan kesehatan rutin biasanya harus dilakukan 1 tahun sekali, akan tetapi menurut sebuah penelitian baru, jika Anda merasa baik-baik saja, Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap tahunnya.   Baca juga: Pemeriksaan Kesehatan Penting yang Harus Dilakukan Para Pria…   Walaupun demikian, pemeriksaan kesehatan rutin sebenarnya sangat bermanfaat walaupun Anda tidak sedang menderita penyakit apapun. Dengan melkaukan pemeriksaan kesehatan rutin, Anda dapat mengetahui gangguan kesehatan yang Anda alami sedini mungkin. Lalu sebenarnya seberapa sering Anda harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin? Tidak ada aturan tertentu yang menentukan seberapa sering seseorang harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini tergantung pada riwayat kesehatan pribadi, riwayat kesehatan keluarga, dan apakah ada faktor resiko penyakit tertentu. Jadi, bila Anda tidak sedang menderita penyakit apapun, Anda mungkin hanya perlu melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 4 tahun sekali. Untuk lebih pastinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai hal ini. Akan tetapi, karena tekanan darah perlu diperiksa setiap 5 tahun sekali, maka pastikan Anda selalu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, setidaknya 5 tahun sekali.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag                                                                                                                
23 Nov 2017 16:00 WIB
Bingung mengapa rambut Anda terus saja rontok atau rontok lebih banyak daripada biasanya? Hal ini mungkin dikarenakan Anda menderita kekurangan vitamin D dan zat besi. Sebuah penelitian yang dilakukan di Cairo University menemukan bahwa wanita yang mengalami rambut rontok biasanya juga mengalami kekurangan vitamin D2 dan zat besi, di mana kerontokkan rambut akan semakin berat seiring dengan semakin rendahnya kadar vitamin D2 dan zat besi di dalam darah penderita.   Baca juga: 10 Gangguan Medis Penyebab Rambut Rontok   Apa hubungan antara kekurangan vitamin D dengan rambut rontok? Para ahli memperkirakan hal ini dikarenakan vitamin D turut berperan dalam gen yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan folikel rambut. Sedangkan untuk zat besi, para ahli menemukan bahwa kadar zat besi yang rendah akan menghambat kerja enzim yang berhubungan dengan kerontokan rambut. Untuk mencegah kerontokan rambut Anda semakin parah, konsumsilah setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya atau 800 IU jika Anda berusia lebih dari 71 tahun. Beberapa makanan yang diketahui mengandung vitamin D adalah salmon (mengandung sekitar 450 IU vitamin D untuk setiap 90 gramnya), susu yang telah diperkaya, dan jus jeruk yang telah diperkaya; yang mengandung antara 115-135 IU vitamin D. Selain dari makanan, dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D untuk mencegah kerontokan rambut. Selain mencegah kerontokan rambut, vitamin D ternyata juga dapat mencegah terjadinya gangguan jantung, kanker, dan patah tulang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention