Your browser does not support JavaScript!
Seseorang
Seseorang
 11 Jan 2019  09:37 WIB  1 komentar
Dok saya mau tnx tentang radang Kronis dgn infeksi coccoid . Saya sudah Pap smear dan hasil nx itu . Apa kah itu berbahaya, saya di kasih gel multi gyn axtigel di masukan ke vagina . Klu obat minum yg bagus apa ya? Trus di vagina saya Ada daging se rupa kutil apa hubungan kutil dgn infeksi coccoid. Thx
 11 Jan 2019  14:36 WIB

Selamat  Siang

Terimakasih telah berkonsultasi dengan layanan dokter.id

 

Pap smear merupakan salah satu metode untuk mendeteksi dini kanker serviks. Adanya bakteri pada hasil pemeriksaan harus disesuaikan dengan kondisi klinis anda, tidak dapat ditarik kesimpulan tanpa adanya pemeriksaan secara langsung pada pasien. 

 

Mendiagnosis suatu benjolan tidak cukup dengan keterangan singkat seperti yang anda berikan. Mendiagnosis suatu benjolan diperlukan inspeksi (pengamatan), palpasi (perabaan), dan berbagai pemeriksaan lainnya, misalnya biopsi jaringan. Ada beberapa kemungkinan penyebab benjolan di vagina yang perlu diwaspadai:

 

1. Kista Bartolin

Kelenjar Bartholin berfungsi memproduksi cairan yang melembapkan kelamin luar (vulva). Cairan ini keluar melalui 2 saluran yang terdapat di dekat mulut vagina. Apabila saluran kelenjar Bartholin tersumbat, cairan akan menumpuk di dalam kelenjar. Kista bartolin biasanya berupa benjolan kecil berisi cairan yang terletak pada bibir vagina, tidak terasa sakit dan tidak keras. Bila kista ini mengalami infeksi, benjolan akan membengkak, kemerahan, terasa panas dan nyeri, dan berisi kumpulan nanah. Selain itu dapat juga benjolan di vagina berupa kista kelenjar Gartner yang muncul setelah lahir dan tidak menghilang seperti seharusnya sehingga akan tetap muncul di kemudian hari.

2. Infeksi

Infeksi karena penyakit menular seksual seperti sifilis, herpes genital, chancroid, dll

3. Kista duktus Gartner, Kista sebasea, dll

4. Kutil kelamin (infeksi Human Papilloma Virus)

5. Tumor di kemaluan

misal: lipoma, mioma geburt, keganasan, dll

 

Apabila benjolan yang anda alami adalah suatu kista yang tidak terinfeksi biasanya dapat menghilang sendiri tanpa pengobatan. Namun bila kista terinfeksi dan sangat nyeri, sebaiknya dilakukan pembersihan oleh dokter dan pemberian antibiotik.

 

Kami sarankan anda sebaiknya segera berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk menentukan apakah sebenarnya benjolan yang anda alami, karena perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter, sehingga anda mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat