Your browser does not support JavaScript!
Seseorang
Seseorang
 13 Jun 2018  17:36 WIB  1 komentar
Selamat sore dok,saya mau tanya....
Kemarin anak saya mengeluh perutnya sakit dan buang-buang air...pertama tinja nya hanya lembek...terus jadi cair tapi berampas...nafsu makan nya berkurang dan lemes....
Lalu semalam saya berobat ke puskesmas di kasih obat parasetamol,zink tablet,dan oralit....tapi anak saya tidak mau minum oralit.dan sampai sekarang msh diare dan badannya lemes....saya mau kasih diapet anak....kan dari bahan herbal...boleh tidak dok...
Td terakhir kasih obat jam satu...Tpi hanya parasetamol ajjh...soalnya yg zink hya 1x sehari(malam)...
N kalo boleh minum diapet anak,takarannya berapa...dan obat yg dari puskesmas(parasetamol dan zink) d lanjutkan minum atau tidak?
Trima kasih .
 13 Jun 2018  18:30 WIB

Selamat sore

Terimakasih telah berkonsultasi dengan dokter.id

 

Diare ditandai dengan perubahan feses menjadi lebih cair, dan terjadi >tiga kali sehari, dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Penyebabnya bisa karena bakteri ataupun virus. Jika anak berumur kurang dari 2 tahun, penyebab paling sering adalah rotavirus, karena saat berumur kurang dari 2 tahun, daya tahan anak masih belum sempurna. Diare akibat rotavirus biasanya ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan disertai demam.  Penyebab diare pada anak antara lain karena kebiasaan: memasukkan benda ke dalam mulut, jajan sembarangan, lupa cuci tangan, bermain di sembarang tempat. Diare pada anak biasanya akan berlangsung dalam waktu 5-7 hari. Perlu diwaspadai diare pada anak, karena tubuh anak sebagian besar terdiri atas cairan sehingga mudah sekali terjadi dehidrasi. 

 

Beberapa yang dapat dilakukan saat anak diare:

-  Hal terpenting untuk mengatasi diare adalah meningkatkan asupan cairan. Berikan banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Berikan minuman lebih sering, namun dalam porsi yang sedikit-sedikit. Berikan lebih banyak ASI apabila anda menyusui anak anda. Setiap kali anak BAB atau muntah segera berikan cairan oralit sesuai takaran yang dianjurkan.

-  Pemberian zink sampai 10 hari dan dosisnya disesuaikan dengan usia

- Selama diare, hindari makanan yang padat. Berikan anak bubur atau makanan berkuah. Hindari makanan yang berlemak dan pedas. Berikan porsi lebih sedikit dengan frekuensi lebih sering, minimal 6 kali dalam sehari

- Pemberian probiotik

- Pemberian obat simptomatik seperti obat demam jika demam, obat muntah jika anak muntah

- Obat antidiare lainnya tidak disarankan jika anak belum berkonsultasi langsung ke dokter.  

 

Cara melihat apakah anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Kalau BAK anak sudah mulai berkurang dan berwarna pekat adalah tanda anak kekurangan cairan. Tanda lainnya adalah anak menjadi lemas, berkurangnya/tidak adanya air mata sewaktu anak menangis. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat.

 

Anda dapat tetap memberikan obat dari puskesmas (Paracetamol , zink, oralit). Apabila diare dirasakan memberat dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan, segera bawalah ke dokter/ rumah sakit terdekat. Pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak. Perlu diingat bahwa penanganan diare yang paling penting pada anak adalah dengan mencegah anak dehidrasi. Jadi, cairan adalah terapi utama diare pada anak.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat