Your browser does not support JavaScript!
 27 Jan 2021    19:00 WIB
Bau Tak Sedap pada Miss V? Ini Penyebabnya
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. 1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika. 2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur. 3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap. 4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik. 5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat. Sumber: sheknows
 12 Oct 2016    15:00 WIB
Ada Belatung di Kepalanya Justru Menyelamatkan Nyawa Pria Ini!!!
Seorang pria warga Negara Vietnam yang mengalami infeksi pada luka di kepalanya telah diselamatkan oleh para belatung yang memakan jaringan mati di sekitar lukanya tersebut! Pham Quang Lanh, 28 tahun, tertimpa oleh besi batangan yang jatuh dari atas gedung tempatnya bekerja di Malaysia. Setelah itu, ia pun harus menjalani tindakan pembedahan untuk memperbaiki tulang tengkoraknya yang patah. Sebuah plat titanium pun dipasangkan pada tulang tengkoraknya dan lukanya tersebut tampak lebih menyembuh. Paska kecelakaan dan operasinya tersebut, Lanh mengaku ia kadang-kadang mengalami nyeri kepala. Akan tetapi sekitar 1 tahun lalu, ia menyadari bahwa luka kepalanya tersebut membengkak dan terasa sakit saat disentuh. Ia mengatakan bahwa ia enggan pergi berobat ke rumah sakit karena tidak mampu membayar biaya pengobatan, bahkan hingga sekarang ini, 3 tahun setelah kecelakaan naas tersebut, ia masih harus mencicil biaya operasinya. Jadi, ia berharap luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, saat keluarganya memeriksa keadaan lukanya tersebut, mereka menemukan banyak belatung pada kulit kepalanya dan akhirnya memutuskan untuk membawa Lanh berobat ke Hanoi’s Viet Duc Hospital.   Baca juga: Lebih dari 100 Belatung Hidup di dalam Hidung Pria ini   Para dokter di rumah sakit tersebut menyatakan bahwa pembengkakan pada daerah luka di kepala Lanh disebabkan oleh infeksi dan akibatnya sejumlah jaringan kulit kepala Lanh mati, yang akhirnya membuat luka tersebut membusuk. Setelah melakukan pemeriksaan pada luka tersebut, para dokter pun memutuskan bahwa Lanh kembali membutuhkan tindakan pembedahan untuk mengangkat seluruh belatung yang telah masuk terlalu dalam di kepalanya. Walaupun aneh, para dokter menemukan bahwa adanya belatung pada luka tersebut sebenarnya justru menyelamatkan nyawa Lanh karena belatung tersebut memakan semua jaringan kulit yang telah mati di sekitar luka tersebut. Adanya belatung pada luka di kulit kepala manusia (yang masih hidup) amat sangat jarang ditemukan. Pada beberapa kasus lainnya, adanya belatung pada luka yang terinfeksi membuat penderitanya meninggal karena belatung memakan otak penderita. Akan tetapi, pada kasus Lanh, adanya plat titanium pada tulang tengkoraknya mencegah belatung masuk ke dalam otak dan justru memakan jaringan kulit mati pada luka yang justru menyelamatkan nyawanya. Karena jika tidak demikian, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan darah dan membunuhnya. Menurut CEN, penggunaan belatung sebagai "alat" pembersih luka telah banyak dikenal sejak zaman dahulu kala karena dapat membantu membersihkan jaringan mati dan membersihkan luka.  Baca juga: NGERI, Ditemukan 15 Belatung Pada Gusi Seorang Anak! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: foxnews