Your browser does not support JavaScript!
 13 Jan 2018    13:00 WIB
Perubahan Warna Pada Tinja, Berbahayakah?
Tinja merupakan produk sisa dari makanan dan minuman yang anda konsumsi setelah melalui proses pencernaan. Tinja memiliki banyak warna. Warna tinja yang dianggap normal adalah kecoklatan dan hijau. Walaupun jarang, perubahan warna tinja dapat menandakan adanya gangguan berat pada usus anda. Apa yang Membuat Tinja Berwarna?Secara umum, warna tinja anda dipengaruhi oleh apa yang anda makan dan kadar cairan empedu (suatu cairan berwarna kuning kehijauan yang berfungsi untuk mencerna lemak) di dalamnya.Saat pigmen di dalam cairan empedu ini melalui saluran pencernaan anda, maka akan terjadi perubahan warna pigmen dari hijau menjadi coklat akibat kerja berbagai enzim pencernaan.Segera hubungi dokter anda bila tinja anda berwarna merah terang atau hitam, yang merupakan tanda adanya darah di dalam tinja anda. Arti Warna Tinja Anda Tinja Berwarna HijauBila tinja anda berwarna hijau, maka hal ini mungkin akibat makanan bergerak terlalu cepat di dalam usus besar anda, misalnya akibat diare. Akibatnya, saluran pencernaan anda tidak memiliki cukup waktu untuk mengubah warna pigmen cairan empedu di dalam tinja anda. Berbagai jenis makanan yang juga dapat membuat tinja anda berwarna hijau adalah sayuran hijau dan berbagai makanan yang berwarna hijau (minuman berwarna atau es krim atau suplemen zat besi). Tinja Berwarna Terang atau Putih atau Seperti DempulBila tinja anda berwarna terang atau putih atau seperti dempul, maka hal ini mungkin diakibatkan oleh kurangnya cairan empedu di dalam tinja anda. Hal ini dapat menandakan adanya sumbatan pada saluran empedu. Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan tinja anda berwarna terang, yaitu penggunaan bismuth subsalisilat dalam dosis besar dan berbagai obat anti diare lainnya. Tinja Berwarna Kuning, Tampak Berminyak, dan Berbau Tidak SedapBila tinja anda berwarna kuning, tampak berminyak, dan berbau tidak sedap; maka hal ini dapat disebabkan oleh berlebihannya jumlah lemak di dalam tinja anda. Hal ini dapat terjadi akibat gangguan malabsoprsi (gangguan penyerapan), misalnya pada penyakit seliak.Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan perubahan warna tinja ini aadalah akibat protein tepung yang terdapat dalam roti dan sereal. Tinja Berwarna HitamBila tinja anda berwarna hitam, maka hal ini dapat menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, yaitu pada lambung. Beberapa hal lain yang juga dapat membuat tinja berwarna hitam adalah suplemen zat besi dan bismuth subsalisilat. Tinja Berwarna Merah TerangBila tinja anda berwarna merah terang, maka hal ini dapat menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah, yaitu pada usus besar atau rektum (bagian usus besar yang berhubungan dengan anus), atau dapat pula akibat wasir/ambeien.Beberapa hal lain yang juga dapat membuat tinja berwarna merah terang adalah perwarna makanan (merah), bit, cranberry, jus atau sup tomat, gelatin merah, dan berbagai jenis minuman. Sumber: mayoclinic
 07 Nov 2016    12:00 WIB
Ini Dia Cara Terbaik Mencegah Terjadinya Wasir…
Buang air besar sambil membaca atau bermain telepon genggam memang dapat membantu mengatasi kebosanan, akan tetapi hal ini justru dapat memicu terjadinya suatu gangguan yang tidak menyenangkan lho! Mengapa? Hal ini dikarenakan orang-orang yang sering membaca atau bermain telepon genggam saat buang air besar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami hemoroid atau wasir. Hemoroid atau wasir terjdi saat pembuluh darah di daerah anus mengalami pelebaran, yang akan terasa sangat nyeri saat terjadi peningkatan tekanan di jaringan ikat di sekitar anus. Seorang ahli mengatakan bahwa duduk di kloset dalam jangka waktu lama akan mengiritasi dan menyebabkan jaringan ikat tersebut mengalami peradangan. Hal yang sama juga terjadi saat Anda mengalami sembelit atau saat Anda duduk. Beberapa orang pria bahkan dapat mengalami wasir jika mereka mengangkat beban terlalu banyak saat fitness. Hal ini dikarenakan Anda akan mengalami kontraksi otot perut yang sama seperti saat Anda mengejan, yang akan meningkatkan tekanan pada jaringan ikat di daerah anus. Resiko seseorang untuk mengalami wasir akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut. Hal ini dikarenakan jaringan ikat di daerah anus akan semakin melemah seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, yang akan membuat pembuluh darah lebih mudah melebar dan menonjol saat mereka mengalami iritasi atau tertekan.   Baca juga: Apakah Saya Menderita Wasir?   Kabar baiknya adalah wasir bukanlah suatu gangguan yang sulit untuk diobati. Langkah pengobatan pertama bagi wasir adalah dengan mengoleskan salep atau memasukkan obat yang mengandung hidrokortison pada anus Anda. Obat ini dapat membantu mengurangi radang, nyeri, dan rasa gatal. Jika gejala Anda tidak juga membaik dalam waktu 1 minggu setelah melakukan hal di atas, segera periksakan diri ke seorang dokter. Anda mungkin memerlukan kombinasi obat untuk mengatasi pembengkakan dan nyeri yang Anda rasakan. Pada kasus yang berat, misalnya ada bekuan darah, perdarahan terus-menerus, atau keluarnya benjolan dari dalam anus; maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi wasir. Untuk mencegah kekambuhan wasir, pastikan Anda tidak mengalami sembelit dengan meningkatkan konsumsi serat dan air putih. Konsumsilah setidaknya 25 gram serat setiap harinya. Selain itu, jika pekerjaan Anda membuat Anda harus duduk dalam waktu lama, berdirilah dan bergerak setiap 20 menit sekali untuk mencegah peningkatan tekanan di daerah anus. Hal lain yang perlu diingat adalah jangan membawa ponsel Anda ke kamar mandi, karena hal ini akan membuat Anda duduk lebih lama daripada yang diperlukan. Bagi Anda yang suka berolahraga, Anda tidak perlu berhenti melakukan olahraga angkat beban yang Anda sukai, akan tetapi pastikan Anda tidak mengangkat beban yang terlalu berat. Jika wasir terus saja kambuh, ganti beban Anda dengan yang lebih ringan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth  
 02 Jun 2014    15:00 WIB
Pengobatan Wasir Menggunakan Tehnik Infrared Photocoagulation
Infrared Photocoagulation juga disebut terapi koagulasi merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk mengobati masalah wasir berukuran kecil sampai medium. Selama prosedur berlangsung, dokter akan menggunakan alat yang menghasilkan cahaya infrared. Panas yang dihasilkan oleh cahaya infrared ini akan menimbulkan jaringan parut, yang akan memotong suplai darah ke daerah wasir. Dengan demikian, wasir akan mati dan membentuk jaringan parut di dinding anus. Jaringan parut ini akan memegang pembuluh darah vena tetap ditempatnya sehingga pembuluh darah ini tidak menghambat lubang anus.Hanya satu wasir saja yang dapat diobati pada satu tindakan. Jika ada banyak wasir, maka diperlukan interval waktu 10-14 hari untuk melakukan terapi koagulasi berikutnya.Prosedur medis ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat lain misalnya saja menggunakan laser atau peralatan listrik lain yang akan memotong aliran darah ke daerah wasir.Prosedur ini dapat dilakukan seorang dokter ahli di kliniknya. Anda mungkin akan merasa sedikit panas dan nyeri saat melakukan prosedur ini. Setelahnya Anda akan merasakan sensasi penuh di perut bagian bawah atau Anda akan merasa pergerakan usus di perut bagian bawah. Apa yang diharapkan setelah terapi?Perdarahan dari anus mungkin akan terjadi 7-10 hari setelah melakukan prosedur ini, ketika wasir terlepas dari jaringannya. Perdarahan yang terjadi biasanya ringan dan berhenti dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun.Anda mungkin akan memerlukan obat pereda nyeri dan dudk di bak berisi air hangat selama 15 menit untuk meredakan nyeri yang Anda rasakan.Untuk mengurangi resiko terjadinya perdarahan, hindari konsumsi aspirin dan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) 4-5 hari sebelum dan sesudah prosedur dilakukan.Dokter akan merekomendasikan Anda untuk memakai obat pengencer tinja yang mengandung serat untuk memastikan pergerakan usus berlangsung lebih lembut. Jika Anda mengalami pergerakan usus yang kaku maka wasir kemungkinan akan terjadi kembali. Faktor resikoResiko melakukan terapi koagulasi termasuk:    •    Nyeri yang dirasakan selama prosedur berlangsung    •    Perdarahan dari anus    •    Infeksi didaerah anus    •    Kehilangan kemampuan berkemih untuk sementara waktuKeberhasilan dari prosedur ini bergantung pada kemampuan dokter dan kemampuan Anda mengubah kebiasaan harian dari usus untuk dapat mengeluarkan tinja lebih mudah. Prosedur ini membutuhan biaya lebih besar tetapi lebih kecil dibandingkan harus melakukan operasi karena prosedur ini tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.Sumber: webmd