Your browser does not support JavaScript!
 14 Mar 2019    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Memperpanjang Usia Penderita Kanker Usus Besar?
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita kanker usus besar tahap lanjut yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi tampaknya berespon lebih baik terhadap kemoterapi dan obat anti kanker lainnya. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D tertinggi di dalam tubuhnya memiliki angka ketahanan hidup dan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D terendah. Para penderita dengan kadar vitamin D yang tinggi dapat hidup sepertiga kali lebih lama dibandingkan dengan penderita lain yang memiliki kadar vitamin D yang rendah. Rata-rata lama  hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang tinggi adalah 32.6 bulan, sedangkan lama hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang rendah adalah 24.5 bulan. Hasil penelitian ini membuat para ahli semakin yakin bahwa vitamin D mungkin memang berguna sebagai salah satu suplemen pelawan kanker. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D dengan angka ketahanan hidup seorang penderita kanker usus besar dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, para ahli tetap tidak menganjurkan para penderita kanker usus besar untuk meningkatkan konsumsi vitamin D nya hingga melebihi batas normal. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur kadar vitamin D pada 1.043 orang penderita kanker usus besar yang mengikuti uji klinis obat (tahap 3) bagi kanker usus besar tahap lanjut. Pengobatan tersebut meliputi kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat anti kanker lainnya seperti bevacizumab dan atau cetuximab (targeted anti-cancer). Vitamin D sendiri sebenarnya merupakan vitamin yang dapat dibentuk di dalam tubuh manusia dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan berbagai mineral penting lainnya di dalam usus; yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi fungsi selular dalam berbagai aspek yang tampaknya bermanfaat untuk pengobatan kanker. Vitamin D dapat mengurangi atau memperlambat pertumbuhan sel, memicu terjadinya kematian sel kanker, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tertentu cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Orang-orang yang biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah adalah orang yang tinggal di negara yang memiliki 4 musim (terutama di musim dingin dan musim gugur), orang yang tinggal di Amerika bagian utara dan timur laut, orang lanjut usia, keturunan Afrika, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, orang yang jarang berolahraga, dan orang yang memiliki keadaan kesehatan yang buruk. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada kadar vitamin D di dalam darahnya, yaitu dari rendah hingga tinggi. Setelah menyesuaikan data dengan prognosis dan perilaku sehat setiap penderita, para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D paling tinggi ternyata dapat hidup sekitar 8 bulan lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D paling rendah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi sel kanker untuk berkembang pada orang yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi yaitu sekitar 12.2 bulan dibandingkan dengan para penderita yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah, yaitu sekitar 10 bulan. Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan di antara para penderita yang menerima pengobatan kanker yang berbeda-beda.   Sumber: newsmaxhealth  
 18 Jan 2019    08:00 WIB
Jenis Makanan Yang Kaya Akan Sumber Vitamin D
Halo Sobat Sehat, masih ingatkah teman-teman kehebatan dari vitamin D? Yup kemarin kita sudah membahasnya, sekarang kita juga perlu tahu sumber makanan yang mengandung Vitamin D. Vitamin D adalah satu-satunya nutrisi yang diproduksi tubuh kita ketika terkena sinar matahari. Namun, hingga 50% dari populasi dunia mungkin tidak mendapatkan cukup sinar matahari, dan 40% penduduk AS kekurangan vitamin D. Ini sebagian karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, memakai tabir surya di luar dan makan makanan Barat yang rendah sumber vitamin ini. Sedangkan Reference Daily Intake (RDI) adalah 600 IU vitamin D per hari dari makanan. Jika kita tidak mendapatkan cukup sinar matahari, asupan kita kemungkinan harus mendekati 1.000 IU per hari. Baiklah teman-teman, sekarang mari kita kembali keluarkan catatan kecil kita sebagai pengingat, makanan apa saja sih yang kaya akan sumber Vitamin D. Ikan Salmon. Salmon adalah ikan berlemak populer dan sumber vitamin D. Menurut Database Komposisi Makanan USDA, satu porsi 3,5 ons (100 gram) salmon mengandung antara 361 dan 685 IU vitamin D. Namun, biasanya tidak ditentukan apakah salmon itu liar atau bertani. Ini mungkin tidak tampak penting, tetapi dapat membuat perbedaan besar. Rata-rata, salmon hasil tangkapan liar mengemas 988 IU vitamin D per porsi 3,5 ons (100 gram), atau 165% dari RDI. Beberapa penelitian telah menemukan level yang lebih tinggi pada salmon liar - hingga 1.300 IU per porsi. Namun, salmon yang dibudidayakan hanya mengandung 25% dari jumlah itu. Dan satu porsi salmon yang dibudidayakan menyediakan sekitar 250 IU vitamin D, atau 42% dari RDI. Ikan herring dan sarden. Adalah ikan yang dimakan di seluruh dunia. Dapat disajikan mentah, kalengan, diasapi, atau diasamkan. Ikan kecil ini juga merupakan salah satu sumber vitamin D. Ikan haring Atlantik segar menyediakan 1.628 IU per 3,5 ons (100 gram) sajian, yang hampir tiga kali lipat RDI. Jika ikan segar bukan pilihan kita, acar herring juga merupakan sumber vitamin D yang baik, menyediakan 680 IU per 3,5 ons (100 gram) porsi, atau 113% dari RDI. Namun, acar herring juga mengandung natrium dalam jumlah tinggi, yang dikonsumsi terlalu banyak oleh banyak orang. Sarden juga merupakan sumber vitamin D yang baik - satu porsi mengandung 272 IU, atau 45% dari RDI. Jenis ikan berlemak lainnya juga merupakan sumber vitamin D yang baik. Halibut dan makarel masing-masing menyediakan 600 dan 360 IU. Minyak Hati Ikan Cod. Adalah suplemen yang populer. Jika kita tidak suka ikan, mengonsumsi minyak ikan cod bisa menjadi kunci untuk mendapatkan nutrisi tertentu yang tidak tersedia di sumber lainnya. Ini adalah sumber vitamin D yang sangat baik - sekitar 450 IU per sendok teh (4,9 ml), ini menghabiskan 75% RDI. Tuna kaleng. Banyak orang menikmati tuna kalengan karena rasanya dan metode penyimpanannya yang mudah. Biasanya juga lebih murah daripada membeli ikan segar. Tuna kalengan kemasan hingga 236 IU vitamin D dalam porsi 3,5 ons (100 gram), yang hampir setengah dari RDI. Sayangnya, tuna kalengan mengandung methylmercury, racun yang ditemukan di banyak jenis ikan. Jika menumpuk di tubuh kita, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Maka itu lebih disarankan makan ikan yang fresh dari market atau pasar. Tiram adalah jenis kerang yang hidup di air asin. Mereka lezat, rendah kalori dan penuh nutrisi. Satu porsi tiram liar 3,5 ons (100 gram) hanya mengandung 68 kalori tetapi mengandung 320 IU vitamin D - lebih dari setengah RDI. Udang. Tidak seperti kebanyakan sumber makanan laut lainnya dari vitamin D, udang sangat rendah lemak. Namun, mereka masih mengandung jumlah vitamin D-152 IU yang baik per porsi, atau 25% dari RDI. Mereka juga mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah daripada banyak makanan lain yang kaya vitamin D. Kuning telur. Orang yang tidak makan ikan harus tahu bahwa makanan laut bukan satu-satunya sumber vitamin D. Telur utuh adalah sumber lain yang baik, serta makanan yang sangat bergizi. Sementara sebagian besar protein dalam telur ditemukan dalam putih, lemak, vitamin dan mineral kebanyakan ditemukan dalam kuning telur. Satu kuning telur khas dari ayam yang dipelihara di dalam ruangan mengandung 18-39 IU vitamin D, yang tidak terlalu tinggi. Namun, ayam yang dipelihara di padang rumput yang berkeliaran di luar di bawah sinar matahari menghasilkan telur dengan tingkat 3-4 kali lebih tinggi. Selain itu, telur dari ayam yang diberi pakan kaya vitamin D memiliki hingga 6.000 IU vitamin D per kuningnya. Jamur. Tidak termasuk makanan yang diperkaya, jamur adalah satu-satunya sumber vitamin D. Seperti halnya manusia, jamur dapat mensintesis vitamin ini ketika terkena sinar UV. Namun, jamur menghasilkan vitamin D2, sedangkan hewan menghasilkan vitamin D3. Meskipun vitamin D2 membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, vitamin D2 mungkin tidak seefektif vitamin D3. Meskipun demikian, jamur liar adalah sumber vitamin D2 yang sangat baik. Bahkan, beberapa varietas mengemas hingga 2.300 IU per porsi 3,5 ons (100 gram) - hampir empat kali lipat RDI. Di sisi lain, jamur yang ditanam secara komersial sering tumbuh di tempat gelap dan mengandung sangat sedikit D2. Namun, merek tertentu diperlakukan dengan sinar UV. Jamur ini dapat menyediakan vitamin D2 130-450 IU per 3,5 ons (100 gram). Makanan yang diperkaya. Sumber alami vitamin D terbatas, terutama jika kita vegetarian atau tidak suka ikan. Untungnya, beberapa produk makanan yang tidak secara alami mengandung vitamin D diperkaya dengan nutrisi ini. Makanan seperti susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal kadang-kadang diperkaya dengan vitamin D. Ini mengandung 55-130 IU per sajian.   Jadi sahabat, mulai dari hari ini kita bisa mulai mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan Vitamin D, bagi para pecinta ikan, pertahankan terus yah konsumsi ikan-ikan di atas, khususnya yang fresh. Dan jika butuh informasi tentang vitamin D, silahkan berkonsultasi dengan ahli gizi. Baca juga : Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh Sumber : www.healthline.com, www.webmd.com.
 17 Jan 2019    20:00 WIB
Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh
Halo sahabat setia dokter.Id!, hari ini kita akan membahas tentang Vitamin D, apakah kita tahu bahwa terlepas dari namanya, vitamin D dianggap sebagai pro-hormon dan sebenarnya bukan vitamin. Karena Vitamin adalah nutrisi yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan karenanya harus dikonsumsi melalui makanan kita. Namun, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh kita ketika sinar matahari mengenai kulit kita. Diperkirakan bahwa paparan sinar matahari yang masuk akal pada kulit kita selama 5-10 menit 2-3 kali per minggu memungkinkan sebagian besar orang untuk memproduksi vitamin D yang cukup. Lalu bagaimana Vitamin D bekerja? Pada dasarnya Vitamin D diperlukan untuk pengaturan mineral kalsium dan fosfor yang ditemukan dalam tubuh. Ini juga memainkan peran penting dalam mempertahankan struktur tulang yang tepat. Paparan sinar matahari adalah cara yang mudah dan andal bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan vitamin D. Paparan tangan, wajah, lengan, dan kaki pada sinar matahari dua hingga tiga kali seminggu selama sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kulit ringan. sengatan matahari akan menyebabkan kulit menghasilkan cukup vitamin D. Waktu paparan yang diperlukan bervariasi tergantung usia, jenis kulit, musim, waktu, dll. Sungguh menakjubkan betapa cepatnya kadar vitamin D yang cukup dapat dipulihkan oleh sinar matahari. Lemak tubuh bertindak seperti semacam baterai penyimpanan untuk vitamin D. Selama periode sinar matahari, vitamin D disimpan dalam lemak berlemak dan kemudian dilepaskan ketika sinar matahari hilang. Namun demikian, kekurangan vitamin D lebih umum dari yang kita harapkan. Orang yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari, terutama orang yang tinggal di Kanada dan bagian utara AS, sangat beresiko. Kekurangan vitamin D juga terjadi bahkan di iklim yang cerah, mungkin karena orang lebih banyak tinggal di dalam rumah, menutupi ketika berada di luar, atau menggunakan tabir surya secara konsisten akhir-akhir ini untuk mengurangi risiko kanker kulit. Orang yang lebih tua juga berisiko kekurangan vitamin D. Mereka cenderung menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, memiliki lebih sedikit "reseptor" di kulit mereka yang mengubah sinar matahari menjadi vitamin D, mungkin tidak mendapatkan vitamin D dalam makanan mereka, mungkin mengalami kesulitan menyerap vitamin D bahkan jika mereka mendapatkannya dalam makanan mereka , dan mungkin lebih sulit mengubah vitamin D makanan menjadi bentuk yang bermanfaat karena penuaan ginjal. Bahkan, risiko kekurangan vitamin D pada orang di atas 65 tahun sangat tinggi. Nah sekarang kita yang perlu jadi catatan kita juga adalah, kita perlu mengetahui Penggunaan & Keefektifannya, ternyata Vitamin D, bisa membantu, mencegah ataupun mengobati : Rendahnya kadar fosfat dalam darah karena kelainan bawaan yang disebut familial hypophosphatemia. Kadar fosfat dalam darah rendah karena penyakit yang disebut sindrom Fanconi. Kadar kalsium darah rendah karena kadar hormon paratiroid rendah. Pelunakan tulang (osteomalacia). Psoriasis (penyakit peradangan kronis dan bersifat autoimun, penyakit yang muncul sebagai akibat dari reaksi sistem kekebalan atau sistem imun tubuh) yang terjadi pada kulit yang ditandai dengan bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal di berbagai bagian tubuh terutama pada kaki, punggung bawah, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Kelainan tulang yang disebut osteodistrofi ginjal, yang terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Rakhitis (penyakit anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D, ditandai dengan kalsifikasi yang tidak sempurna, pelunakan, dan distorsi tulang yang biasanya mengakibatkan kaki busur). Keropos tulang pada orang yang memakai obat yang disebut kortikosteroid. Jatuh dengan mengurangi goyangan tubuh dan tekanan darah. Osteoporosis. Gigi berlubang atau kehilangan gigi. Gagal jantung. Keropos tulang yang disebabkan oleh terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme). Multiple sclerosis (MS). Infeksi pernapasan. Berikut adalah rekomendasi asupan vitamin D: Asupan vitamin D dapat diukur dengan dua cara: dalam mikrogram (mcg) dan Unit Internasional (IU). Satu mikrogram vitamin D sama dengan 40 IU vitamin D. Asupan vitamin D yang direkomendasikan sepanjang hidup diperbarui oleh Institut Kedokteran AS (IOM) pada 2010 dan saat ini ditetapkan di: Bayi 0-12 bulan - 400 IU (10 mcg). Anak-anak 1-18 tahun - 600 IU (15 mcg). Dewasa hingga usia 70 - 600 IU (15 mcg). Dewasa lebih dari 70 - 800 IU (20 mcg). Wanita hamil atau menyusui - 600 IU (15 mcg). Well, sahabat setia Dokter.ID, setelah kita semua mengetahui betapa pentingnya vitamin D, jangan sampai kekurangan vitamin ini yah, kalau kita ada mengalami penyakit-penyakit di atas, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com.
 14 Nov 2018    11:00 WIB
Apa Hubungan Antara Vitamin D dan Eksim?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya dapat membantu mengurangi gejala eksim pada anak yang biasanya memburuk saat cuaca dingin. Eksim merupakan suatu keadaan di mana terjadi reaksi inflamasi (radang) kronik pada kulit. Para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa konsumsi vitamin D dapat mengurangi berbagai gejala tidak mengenakkan dari eksim dengan cukup signifikan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada sebagian besar penderita eksim, yang mungkin juga mengalami kekurangan vitamin D, mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya telah terbukti cukup membantu. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gejala eksim berat adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet, yang memicu produksi vitamin D di dalam kulit. Para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa gejala eksim biasanya memburuk di saat cuaca dingin adalah dikarenakan kurangnya sinar matahari, yang berarti kurangnya produksi vitamin D di dalam tubuh, yang menyebabkan penderita kekurangan vitamin D. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 107 orang anak di Mongolia, yang berusia antara 2-17 tahun, yang berasal dari 9 klinik rawat jalan di ibu kota Ulaanbaatar, Mongolia. Semua anak yang menjadi peserta penelitian ini menderita eksim yang biasa mengalami kekambuhan di saat cuaca dingin. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama merupakan peserta penelitian yang menerima 1.000 IU vitamin D setiap harinya, sedangkan kelompok kedua merupakan peserta penelitian yang hanya menerima plasebo. Para peneliti kemudian mengamati berbagai gejala yang dialami oleh semua peserta penelitian saat awal penelitian, 1 bulan kemudian, dan pada akhir penelitian. Para peneliti juga bertanya pada para orang tua peserta penelitian mengenai apakah mereka merasakan adanya perbaikan gejala eksim yang dialami oleh anak-anak mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang menerima suplemen vitamin D setiap harinya mengalami perbaikan gejala (sekitar 29%). Sebaliknya, anak-anak yang menerima plasebo setiap harinya hanya mengalami perbaikan gejala sebesar 16%. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak memeriksa apakah para peserta penelitian mengalami kekurangan vitamin D saat penelitian dimulai, mereka menyatakan bahwa sebuah penelitian lainnya yang lebih besar, yang juga dilakukan pada anak-anak di Mongolia, menemukan bahwa sekitar 98% anak-anak di Mongolia memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, para peneliti menduga bahwa para peserta penelitian di dalam penelitian ini kemungkinan besar juga mengalami kekurangan vitamin D. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi gejala eksim pada orang dewasa dan anak-anak yang mengalami gejala eksim di sepanjang tahun (tidak hanya saat cuaca dingin). Selain itu, para peneliti juga menganjurkan agar anak-anak yang mengalami perburukkan gejala eksim di musim dingin untuk mencoba mengkonsumsi suplemen vitamin D selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah mereka mengalami perbaikan gejala. Dianjurkan agar para orang tua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak setempat.     Sumber: webmd
 17 Mar 2018    10:00 WIB
6 Vitamin dan Mineral Penting Untuk Anak Anda
Anak-anak dan remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan anak anda akan dibahas di bawah ini: 1.      Kalsium Kalsium merupakan mineral penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi anak anda. Semakin banyak tulang yang dibentuk di masa kanak-kanak, maka akan semakin banyak tulang yang ada setelah proses penipisan tulang dimulai nantinya. Kebutuhan kalsium berdasarkan usia anak adalah: Usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg kalsium setiap harinya Usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya Usia 9-18 tahun membutuhkan sekitar 1.300 mg kalsium setiap harinya Beberapa jenis makanan sumber kalsium adalah susu, salmon, sayuran hijau, dan berbagai jenis makanan serta minuman yang telah diperkaya dengan kalsium.   2.      Serat Serat memang bukan vitamin ataupun mineral, akan tetapi berbagai jenis makanan yang mengandung serat biasanya juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin E, vitamin C, kalsium, magnesium, dan kalium. Anda membutuhkan sekitar 14 gram serat bagi setiap 1.000 kalori yang anda konsumsi. Walaupun tubuh anak-anak lebih kecil daripada orang dewasa, akan tetapi tubuh mereka memerlukan serat sebanyak orang dewasa untuk menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Seorang anak berusia 4-8 tahun memerlukan sekitar 25 gram serat bagi 1.500 kalori setiap harinya. Oleh karena itu, anak balita yang makan lebih sedikit daripada anak yang lebih tua, mungkin membutuhkan sekitar 18 gram setiap harinya. Beberapa jenis makanan tinggi serat adalah strawberi, blueberi, raspberi, brokoli, alpukat, dan oatmeal. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber serat yang sempurna. Selain serat, kacang-kacangan juga mengandung protein dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin A dan kalium.   3.      Vitamin B Kompleks Vitamin B kompleks merupakan komponen penting bagi metabolisme, energi, dan bagi kesehatan jantung serta sistem saraf anda. Vitamin B yang paling penting adalah vitamin B12. Kebutuhan vitamin B berdasarkan usia adalah: Bayi membutuhkan sekitar 0.5 mcg setiap harinya Balita membutuhkan sekitar 0.9 mcg setiap harinya Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.2 mcg setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan sekitar 1.8 mcg setiap harinya Remaja membutuhkan sekitar 2.4 mcg setiap harinya dan 2.6 mcg setiap harinya bagi remaja yang sedang hamil Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin B12 adalah daging, unggas, ikan, dan telur.   4.      Vitamin D Vitamin D merupakan vitamin yang bekerja sama dengan kalsium untuk membentuk tulang. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu tubuh melawan penyakit kronik di masa tua. Bayi dan anak-anak membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D setiap harinya. Bayi yang disusui membutuhkan suplemen vitamin D hingga mereka dapat mengkonsumsi susu sapi. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah salmon, mackerel, sardin, dan susu.   5.      Vitamin E Vitamin E merupakan vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga pembuluh darah anda tetap bersih sehingga aliran darah dapat mengalir dengan lancar. Kebutuhan vitamin E berdasarkan usia adalah: Anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 9 IU vitamin E setiap harinya Anak beruisa 4-8 tahun membutuhkan 10.4 IU vitamin E setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan 16.4 IU vitamin E setiap harinya Remaja dan orang dewasa membutuhkan 22 IU vitamin E setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin E adalah minyak sayuran, kacang-kacangan serperti almond dan hazelnut.   6.      Zat Besi Zat besi merupakan salah satu mineral yang membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anak-anak membutuhkan sekitar 7-10 mg zat besi setiap harinya. Remaja laki-laki memerlukan sekitar 11 mg zat besi setiap harinya, sedangkan remaja perempuan membutuhkan sekitar 15 mg zat besi setiap harinya. Beberapa jenis makanan sumber zat besi adalah daging merah dan daging lainnya yang kaya zat besi, sayuran hijau, kedelai, dan kacang-kacangan.     Sumber: webmd
 20 Feb 2018    11:00 WIB
Konsumsi Vitamin D Membuat Anda Tampak Lebih Muda, Benarkah?
Sebuah penelitian baru pada hewan percobaan (tikus) menemukan bahwa vitamin D ternyata dapat meningkatkan kerja otak dan memperlambat proses penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan sejumlah vitamin D setiap harinya dapat menemukan arah dengan lebih baik saat dimasukkan ke dalam sebuah maze air yang sulit dibandingkan dengan tikus percobaan lainnya yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih rendah setiap harinya. Nada Porter, seorang farmakologis biomedical di University of Kentucky College of Medicine mengatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin dapat membantu proses penerimaan dan pemrosesan sinyal di dalam otak yang berhubungan dengan daya ingat.   Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?   Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa perbaikan fungsi daya ingat tampak pada para tikus percobaan yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih banyak daripada yang dianjurkan oleh Institute of Medicine untuk menjaga kesehatan tulang, yaitu sekitar 50% lebih banyak. Sebagian besar proses produksi vitamin D di dalam tubuh manusia terjadi saat kulit terpapar oleh sinar UV dari matahari. Beberapa sumber vitamin D lainnya adalah susu dan suplemen vitamin D. Akan tetapi, karena terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen vitamin D tertentu.   Sumber: newsmaxhealth
 20 Jan 2018    16:00 WIB
Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?
Vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya beberapa jenis penyakit mulai dari masalah tulang, masalah rambut sampai ke kelemahan otot. Matahari merupakan sumber vitamin D terbaik, tetapi berjemur terlalu lama di bawah matahari juga tidak disarankan.   Untuk itu, jika Anda ingin meningkatkan kadar vitamin D, konsumsilah makanan dibawah ini: Jamur Jamur dapat memproduksi vitamin D saat terekspose sinar matahari. Jamur merupakan jenis makanan yang mengandung vitamin D paling tinggi dan merupakan pilihan terbaik untuk para vegetarian. Selain itu jamur juga mengandung vitamin B5 dan tembaga. Lemak ikan Lemak ikan seperti salmon, tuna, makarel merupakan jenis ikan yang kaya akan vitain D. iakn mentah seperti sushi memang mengandung vitamin D lebih tinggi dibanding ikan yang sudah dimasak. Ikan juga mengandung asam lemak omega 3 yang menyehatkan jantung Minyak hati ikan Cod Minyak hati ikan cod merupakan suplemen yang diketahui dapat meningkatkan kadar vitamin D dan A. Kuning telur Kuning telur juga mengandung vitamin D. kuning telur juga merupakan sumber protein dan vitamin B12 Produk yang diperkaya Vitamin D juga bisa ditemukan di produk-produk makanan yang sudah diperkaya berbagai vitamin. Banyak produk seperti susu sapi, susu kedelai. Jus jeruk, sereal dapat diperkaya atau ditambahkan kandungan vitamin D. bacalah di label untuk mendapat informasi lebih lengkap. Sumber: healthmeup
 09 Dec 2017    13:00 WIB
Manfaat Vitamin D Bagi Tubuh Anda
Berikut ini manfaat dari Vitamin D utnuk tubuh kita: Meningkatkan Kekuatan TulangVitamin D sangat penting untuk menjaga kekuatan tulang anda, mulai dari bayi hingga dewasa, bahkan hingga lanjut usia. Vitamin D membantu proses penyerapan kalsium dari dalam makanan. Pada orang lanjut usia, vitamin D dan kalsium membantu mencegah tulang menjadi rapuh dan bahkan patah. Anak-anak membutuhkan vitamin D untuk membentuk tulang yang kuat dan mencegah terjadinya rickettsia (suatu gangguan perkembangan tulang) yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah dan mengalami kelainan bentuk. Menurunkan Resiko Terjadinya Sklerosis MultipelSklerosis multipel lebih sering terjadi pada negara yang jauh dari khatulistiwa. Selama bertahun-tahun, para ahli menduga adanya suatu hubungan antara sinar matahari, kadar vitamin D, dan sklerosis multipel (suatu gangguan autoimun yang merusak saraf). Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara suatu kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh memiliki kadar vitamin D yang rendah dengan peningkatan resiko sklerosis multipel. Walaupun demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah vitamin D dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati sklerosis multipel.Membantu Menurunkan Berat BadanBerbagai penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengalami obesitas seringkali memiliki kadar vitamin D yang rendah. Lemak membuat vitamin D terperangkap di dalamnya sehingga tidak dapat digunakan oleh bagian tubuh lainnya. Para ahli masih belum menemukan apakah obesitas yang menyebabkan rendahnya kadar vitamin D atau justru sebaliknya. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa dengan menambahkan vitamin D pada diet rendah kalori dapat membantu orang-orang dengan berat badan berlebih yang memiliki kadar vitamin D yang rendah untuk menurunkan berat badannya.Mengurangi Gejala DepresiSelain berperan dalam menjaga kekuatan tulang anda, vitamin D pun berperan dalam perkembangan dan fungsi otak anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian vitamin D dosis tinggi dapat mengurangi gejala depresi ringan. Walaupun terdapat berbagai penelitian lain yang memiliki hasil berbeda. Berkonsultasilah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi vitamin D.Menurunkan Resiko Kanker Usus BesarSebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang cukup tinggi di dalam darahnya mungkin memiliki resiko kanker usus besar yang lebih rendah.Vitamin D dan Penyakit JantungKadar vitamin D yang rendah di dalam darah dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan berbagai penyakit jantung lainnya. Akan tetapi, para ahli juga masih tidak mengetahui apakah meningkatkan kadar vitamin D dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan berapa dosis vitamin D yang dibutuhkan.Perlu diingat bahwa kadar vitamin D yang sangat tinggi di dalam darah justru dapat membahayakan pembuluh darah dan jantung karena menyebabkan peningkatan kadar kalsium di dalam aliran darah.Vitamin D dan Gangguan Daya IngatOrang lanjut usia seringkali memiliki kadar vitamin D yang sangat rendah di dalam darahnya. Para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia yang mengalami kekurangan vitamin D memiliki hasil yang lebih buruk pada pemeriksaan daya ingat, kemampuan memusatkan perhatian, dan kemampuan analisis dibandingkan dengan orang lanjut usia yang memiliki kadar vitamin D yang cukup di dalam darahnya.Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai apakah pemberian suplemen vitamin D benar-benar dapat mencegah terjadinya demensia (gangguan daya ingat) atau memperlambat penurunan fungsi mental.   Baca Juga: Manfaat Vitamin A Bagi Tubuh Anda   Sumber: webmd
 30 Aug 2017    12:00 WIB
Garam Dapat Melemahkan Tulang Anda
Garam merupakan hambatan besar pada pembentukan tulang kuat. Para peneliti menemukan bahwa wanita paska menopause yang mengkonsumsi diet tinggi garam mengalami kehilangan mineral tulang yang lebih banyak daripada wanita lain yang seusia. Banyak penelitian telah menemukan bahwa garam dapur biasa dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga membuat tulang menjadi lemah bila berlangsung dalam waktu lama. Batas konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah 2.300 mg natrium setiap harinya, yang sama dengan satu sendok teh garam. Untuk setiap 2.300 mg natrium atau garam yang anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium dikeluarkan melalui air kemih. Mengurangi konsumsi garam dapat membantu mencegah penipisan tulang. Hindarilah mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang telah diproses. Beberapa jenis makanan tinggi garam yang sebaiknya anda hindari atau batasi konsumsinya adalah:•    Daging olahan seperti ham, sosis, atau daging asap•    Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng•    Makanan olahan seperti makanan beku •    Makanan kalengan dan jus buah•    Makanan yang dipanggang seperti roti dan sereal Mengkonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup setiap harinya dapat membantu mencegah penipisan tulang akibat garam. Setiap orang dewasa yang berusia 50 tahun dan lebih muda membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 800 ml susu). Orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 1.2 L susu). Setiap orang berusia 50 tahun dan kurang membutuhkan 200 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia 51-70 tahun membutuhkan 400 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan 600 IU vitamin D setiap harinya. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah susu, kuning telur, ikan laut, hati, dan suplemen. Periksa label pada kemasan makanan anda untuk melihat kadar natrium di dalamnya. Pilihlah makanan dengan kadar natrium yang lebih rendah karena lebih baik bagi tulang anda. Jika anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam anda, maka konsumsilah makanan kaya kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena kalium dapat membantu menurunkan pengeluaran kalsium. Untuk membantu menjaga kekuatan tulang anda, konsumsilah makanan rendah garam dan konsumsilah makanan segar (hindari makanan beku, makanan siap saji, atau makanan olahan) seperti gandum, buah, dan sayuran segar. Konsumsilah kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan anda, baik melalui makanan maupun suplemen bila diperlukan. Sumber: webmd
 15 Jul 2017    18:00 WIB
Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Resiko Terjadinya Gangguan Jantung, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami kekurangan vitamin D di masa kanak-kanak dan remajanya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah. Pengerasan pembuluh darah ini telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 2.100 orang di Finlandia. Para peneliti mengukur kadar vitamin D para peserta penelitian mulai dari saat mereka berusia 3 tahun hingga mereka berusia 18 tahun. Para peneliti kemudian memeriksa keadaan pembuluh darah para peserta penelitian (apakah mengalami pengerasan atau tidak) saat mereka berusia 30 hingga 45 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah saat masih muda memiliki resiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami pengerasan pembuluh darah saat dewasa. Para peneliti menyatakan bahwa hubungan antara kadar vitamin D dan pengerasan pembuluh darah ini tidak berhubungan dengan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, merokok, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan obesitas. Akan tetapi, perlu diingat bahwa pada penelitian ini, para peneliti hanya menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D di masa kanak-kanak dan remaja dengan keadaan kesehatan jantung di usia dewasa dan tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya. Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa sebenarnya peranan rendahnya kadar vitamin D terhadap pengerasan pembuluh darah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sangatlah penting bagi setiap anak untuk memiliki kadar vitamin D yang mencukupi di masa mudanya.   Sumber: newsmaxhealth