Your browser does not support JavaScript!
 08 Jul 2019    08:00 WIB
Tips Meningkatkan Kekuatan Tulang Saat Masa Penuaan
Mengapa Tulang Melemah Seiring Dengan Penuaan? Selama masa anak-anak dan remaja, tubuh anda membentuk jaringan tulang lebih cepat daripada resorpsinya (penyerapan kembali sel tulang oleh tubuh). Pada saat anda berusia 18-20 tahun, anda telah membentuk 90% tulang anda. Pertumbuhan tulang akan terus berlangsung hingga anda memasuki usia 30 tahun (masa puncak pertumbuhan tulang). Setelah berusia 30 tahun, laju pertumbuhan tulang akan melambat sedangkan laju resorpsinya akan mulai meningkat. Anda tidak dapat menumbuhkan kembali tulang yang telah terresorpsi, akan tetapi anda dapat memaksimalkan pembentukan tulang dan meminimalisasi resorpsinya. Resorpsi tulang yang berlangsung lebih cepat daripada pembentukan tulang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya osteoporosis. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kepadatan tulang anda seperti faktor genetika, jenis kelamin, usia, dan ras. Dengan berolahraga dan mencukupi kebutuhan nutrisi anda, maka anda dapat melindungi tulang anda dan menurunkan resiko osteoporosis.   Nutrisi Untuk Menguatkan Tulang Jika anda ingin mempunyai tulang yang kuat, anda membutuhkan 3 nutrisi penting, yaitu kalsium, protein, dan vitamin D. Sebagian besar tulang dibentuk oleh protein (kolagen) yang disatukan oleh kalsium dan berbagai mineral lainnya. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh anda. Vitamin D dibutuhkan untuk membentuk tulang yang kuat dan berperan dalam kepadatan tulang. Sebagian besar orang dewasa membutuhkan 600-800 UI vitamin D setiap harinya, dan 1.000-1.300 mg kalsium setiap harinya. Dosis yang lebih tinggi direkomendasikan pada wanita yang telah memasuki masa menopause, remaja, wanita hamil, dan menyusui. Terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi dan juga protein, seperti susu, yogurt, dan keju. Makanan lain yang juga mengandung kalsium adalah jus buah, sereal, dan oatmeal yang telah diperkaya oleh kalsium, kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran hijau (brokoli dan bok choy), salmon, sardin, dan almond. Anda juga dapat mengkonsumsi suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan kalsium harian anda. Makanan yang mengandung vitamin D adalah telur, salmon, mackerel, tuna, minyak ikan, produk susu dan sereal yang diperkaya oleh vitamin D, hati sapi, dan jus jeruk yang diperkaya dengan vitamin D. Makanan yang mengandung protein adalah daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dan keju.   Olahraga yang Dapat Menguatkan Tulang Olahraga sangat penting bagi kekuatan tulang anda. Orang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya orang yang harus berbaring terus di ranjang dapat kehilangan 10% kepadatan tulangnya hanya dalam waktu 4 bulan, sedangkan dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kepadatan tulang yang telah hilang ini. Selain itu, orang yang mengalami cedera dan menyebabkannya tidak dapat lagi menggerakkan kaki atau tangannya serta astronot juga mengalami hal yang sama. Seorang ahli mengatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan pembentukan tulang hingga 1-3%. Selain itu, olahraga juga dapat menguatkan tulang yang telah terbentuk. Satu penelitian menemukan bahwa wanita yang berjalan setidaknya selama 4 jam setiap minggunya mengalami penurunan resiko patah tulang panggul hingga 40%. Beberapa jenis olahraga yang baik bagi kesehatan tulang anda adalah berjalan, dansa, jogging, dan tenis. Intinya adalah agar anda tetap aktif secara fisik, melakukan aktivitas fisik dapat sangat membantu dalam menjaga kesehatan tulang anda.   Hal yang Sebaiknya Dihindari Terdapat beberapa hal yang sebaiknya anda hindari untuk menjaga kesehatan tulang anda. Salah satunya adalah merokok. Kehilangan massa tulang yang cukup signifikan telah ditemukan pada pria dan wanita yang merokok. Semakin lama anda merokok, maka semakin besar resiko anda mengalami patah tulang. Selain itu, seseorang yang telah menjadi perokok pasif sejak kecil dapat memiliki massa (kepadatan) tulang yang rendah setelah dewasa.   Sumber: webmd
 29 Jun 2019    08:00 WIB
5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D
Anda telah mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, tidur yang cukup, berolahraga beberapa kali setiap minggunya, dan menggunakan tabir surya untuk mencegah efek radiasi pada kulit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kekurangan satu jenis vitamin ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi  dan diabetes hingga 2.5 kali lipat??? Kekurangan vitamin D ternyata dapat membuat gaya hidup sehat yang telah Anda jalani dengan susah payah menjadi percuma! Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan darah untuk mencari tahu berapa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda. Bila Anda enggan melakukan pemeriksaan darah, di bawah ini terdapat beberapa gejala kekurangan vitamin D yang mungkin dapat membantu Anda.  1.      Keringat BerlebihSaat Anda tidak melakukan aktivitas fisik berat, suhu tubuh Anda berada pada kisaran normal, dan cuaca di lingkungan sekitar Anda juga tidak terlalu panas tetapi entah mengapa dahi Anda tampak berkeringat, Anda mungkin harus memeriksa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda, segera! 2.      Badan Terasa Lemah Tanpa Penyebab yang JelasSaat Anda kekurangan vitamin D, maka Anda dapat merasa amat sangat lelah, walaupun telah tidur dengan cukup. Hal ini dikarenakan vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga setiap serat otot di dalam tubuh Anda, berapa pun usia Anda.Menurut sebuah penelitian, dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D selama 6 bulan, Anda telah dapat mengatasi kelemahan otot yang terjadi akibat kekurangan vitamin D. Baca juga: 3 Tanda Anda Mungkin Kekurangan Vitamin K 3.      Tulang Mudah Patah  Tubuh manusia biasanya akan berhenti membentuk massa tulang saat berusia 30 tahun dan kekurangan vitamin D akan mempercepat atau memperburuk gejala osteoporosis. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh Anda, makanan saja tampak tidak cukup. Masih dibutuhkan bantuan dari sinar matahari dan suplemen. 4.      Nyeri Kronik Walaupun biasanya tidak begitu jelas, beberapa orang yang kekurangan vitamin D dapat mengalami nyeri pada tulang (osteomalasia). Selain itu, orang-orang yang didiagnosa menderita radang sendi atau fibromialgia mungkin juga kekurangan vitamin D yang membuat sendi dan otot menjadi nyeri.Jika nyeri otot yang Anda rasakan sudah berlangsung selama beberapa minggu, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mencari tahu apakah kekurangan vitamin D merupakan penyebabnya. Tercukupinya kebutuhan vitamin D juga dapat mencegah terjadinya nyeri otot setelah berolahraga dan mempercepat masa penyembuhan otot. 5.      Diagnosa depresi ternyata seringkali berhubungan dengan kekurangan kadar vitamin D di dalam tubuh penderita. Walaupun belum mengetahui secara pasti, para ahli menduga bahwa vitamin D mungkin mempengaruhi area otak tertentu dan hormon serotonin, yang berfungsi untuk mengendalikan mood seseorang. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: prevention  
 01 May 2019    16:00 WIB
Hati-Hati Garam Dapat Melemahkan Tulang!
Garam merupakan hambatan besar pada pembentukan tulang kuat. Para peneliti menemukan bahwa wanita paska menopause yang mengkonsumsi diet tinggi garam mengalami kehilangan mineral tulang yang lebih banyak daripada wanita lain yang seusia. Banyak penelitian telah menemukan bahwa garam dapur biasa dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga membuat tulang menjadi lemah bila berlangsung dalam waktu lama. Batas konsumsi garam harian yang direkomendasikan adalah 2.300 mg natrium setiap harinya, yang sama dengan satu sendok teh garam. Untuk setiap 2.300 mg natrium atau garam yang anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium dikeluarkan melalui air kemih. Mengurangi konsumsi garam dapat membantu mencegah penipisan tulang. Hindarilah mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang telah diproses. Beberapa jenis makanan tinggi garam yang sebaiknya anda hindari atau batasi konsumsinya adalah:•    Daging olahan seperti ham, sosis, atau daging asap•    Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng•    Makanan olahan seperti makanan beku •    Makanan kalengan dan jus buah•    Makanan yang dipanggang seperti roti dan sereal Mengkonsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup setiap harinya dapat membantu mencegah penipisan tulang akibat garam. Setiap orang dewasa yang berusia 50 tahun dan lebih muda membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 800 ml susu). Orang dewasa yang berusia lebih dari 50 tahun membutuhkan 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 1.2 L susu). Setiap orang berusia 50 tahun dan kurang membutuhkan 200 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia 51-70 tahun membutuhkan 400 IU vitamin D setiap harinya. Orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan 600 IU vitamin D setiap harinya. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah susu, kuning telur, ikan laut, hati, dan suplemen. Periksa label pada kemasan makanan anda untuk melihat kadar natrium di dalamnya. Pilihlah makanan dengan kadar natrium yang lebih rendah karena lebih baik bagi tulang anda. Jika anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam anda, maka konsumsilah makanan kaya kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena kalium dapat membantu menurunkan pengeluaran kalsium. Untuk membantu menjaga kekuatan tulang anda, konsumsilah makanan rendah garam dan konsumsilah makanan segar (hindari makanan beku, makanan siap saji, atau makanan olahan) seperti gandum, buah, dan sayuran segar. Konsumsilah kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan anda, baik melalui makanan maupun suplemen bila diperlukan. Sumber: webmd
 14 Mar 2019    08:00 WIB
Benarkah Konsumsi Vitamin D Dapat Memperpanjang Usia Penderita Kanker Usus Besar?
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita kanker usus besar tahap lanjut yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi tampaknya berespon lebih baik terhadap kemoterapi dan obat anti kanker lainnya. Para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D tertinggi di dalam tubuhnya memiliki angka ketahanan hidup dan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D terendah. Para penderita dengan kadar vitamin D yang tinggi dapat hidup sepertiga kali lebih lama dibandingkan dengan penderita lain yang memiliki kadar vitamin D yang rendah. Rata-rata lama  hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang tinggi adalah 32.6 bulan, sedangkan lama hidup seorang penderita kanker usus besar dengan kadar vitamin D yang rendah adalah 24.5 bulan. Hasil penelitian ini membuat para ahli semakin yakin bahwa vitamin D mungkin memang berguna sebagai salah satu suplemen pelawan kanker. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D dengan angka ketahanan hidup seorang penderita kanker usus besar dan bukannya suatu hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, para ahli tetap tidak menganjurkan para penderita kanker usus besar untuk meningkatkan konsumsi vitamin D nya hingga melebihi batas normal. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur kadar vitamin D pada 1.043 orang penderita kanker usus besar yang mengikuti uji klinis obat (tahap 3) bagi kanker usus besar tahap lanjut. Pengobatan tersebut meliputi kemoterapi yang dikombinasikan dengan obat anti kanker lainnya seperti bevacizumab dan atau cetuximab (targeted anti-cancer). Vitamin D sendiri sebenarnya merupakan vitamin yang dapat dibentuk di dalam tubuh manusia dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan berbagai mineral penting lainnya di dalam usus; yang berfungsi untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi fungsi selular dalam berbagai aspek yang tampaknya bermanfaat untuk pengobatan kanker. Vitamin D dapat mengurangi atau memperlambat pertumbuhan sel, memicu terjadinya kematian sel kanker, dan menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel-sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tertentu cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Orang-orang yang biasanya memiliki kadar vitamin D yang rendah adalah orang yang tinggal di negara yang memiliki 4 musim (terutama di musim dingin dan musim gugur), orang yang tinggal di Amerika bagian utara dan timur laut, orang lanjut usia, keturunan Afrika, orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, orang yang jarang berolahraga, dan orang yang memiliki keadaan kesehatan yang buruk. Para peneliti membagi peserta penelitian menjadi 5 kelompok berdasarkan pada kadar vitamin D di dalam darahnya, yaitu dari rendah hingga tinggi. Setelah menyesuaikan data dengan prognosis dan perilaku sehat setiap penderita, para peneliti menemukan bahwa para penderita yang memiliki kadar vitamin D paling tinggi ternyata dapat hidup sekitar 8 bulan lebih lama dibandingkan dengan penderita lainnya yang memiliki kadar vitamin D paling rendah. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa diperlukan waktu lebih lama bagi sel kanker untuk berkembang pada orang yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi yaitu sekitar 12.2 bulan dibandingkan dengan para penderita yang memiliki kadar vitamin D yang paling rendah, yaitu sekitar 10 bulan. Para peneliti tidak menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan di antara para penderita yang menerima pengobatan kanker yang berbeda-beda.   Sumber: newsmaxhealth  
 18 Jan 2019    08:00 WIB
Jenis Makanan Yang Kaya Akan Sumber Vitamin D
Halo Sobat Sehat, masih ingatkah teman-teman kehebatan dari vitamin D? Yup kemarin kita sudah membahasnya, sekarang kita juga perlu tahu sumber makanan yang mengandung Vitamin D. Vitamin D adalah satu-satunya nutrisi yang diproduksi tubuh kita ketika terkena sinar matahari. Namun, hingga 50% dari populasi dunia mungkin tidak mendapatkan cukup sinar matahari, dan 40% penduduk AS kekurangan vitamin D. Ini sebagian karena orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, memakai tabir surya di luar dan makan makanan Barat yang rendah sumber vitamin ini. Sedangkan Reference Daily Intake (RDI) adalah 600 IU vitamin D per hari dari makanan. Jika kita tidak mendapatkan cukup sinar matahari, asupan kita kemungkinan harus mendekati 1.000 IU per hari. Baiklah teman-teman, sekarang mari kita kembali keluarkan catatan kecil kita sebagai pengingat, makanan apa saja sih yang kaya akan sumber Vitamin D. Ikan Salmon. Salmon adalah ikan berlemak populer dan sumber vitamin D. Menurut Database Komposisi Makanan USDA, satu porsi 3,5 ons (100 gram) salmon mengandung antara 361 dan 685 IU vitamin D. Namun, biasanya tidak ditentukan apakah salmon itu liar atau bertani. Ini mungkin tidak tampak penting, tetapi dapat membuat perbedaan besar. Rata-rata, salmon hasil tangkapan liar mengemas 988 IU vitamin D per porsi 3,5 ons (100 gram), atau 165% dari RDI. Beberapa penelitian telah menemukan level yang lebih tinggi pada salmon liar - hingga 1.300 IU per porsi. Namun, salmon yang dibudidayakan hanya mengandung 25% dari jumlah itu. Dan satu porsi salmon yang dibudidayakan menyediakan sekitar 250 IU vitamin D, atau 42% dari RDI. Ikan herring dan sarden. Adalah ikan yang dimakan di seluruh dunia. Dapat disajikan mentah, kalengan, diasapi, atau diasamkan. Ikan kecil ini juga merupakan salah satu sumber vitamin D. Ikan haring Atlantik segar menyediakan 1.628 IU per 3,5 ons (100 gram) sajian, yang hampir tiga kali lipat RDI. Jika ikan segar bukan pilihan kita, acar herring juga merupakan sumber vitamin D yang baik, menyediakan 680 IU per 3,5 ons (100 gram) porsi, atau 113% dari RDI. Namun, acar herring juga mengandung natrium dalam jumlah tinggi, yang dikonsumsi terlalu banyak oleh banyak orang. Sarden juga merupakan sumber vitamin D yang baik - satu porsi mengandung 272 IU, atau 45% dari RDI. Jenis ikan berlemak lainnya juga merupakan sumber vitamin D yang baik. Halibut dan makarel masing-masing menyediakan 600 dan 360 IU. Minyak Hati Ikan Cod. Adalah suplemen yang populer. Jika kita tidak suka ikan, mengonsumsi minyak ikan cod bisa menjadi kunci untuk mendapatkan nutrisi tertentu yang tidak tersedia di sumber lainnya. Ini adalah sumber vitamin D yang sangat baik - sekitar 450 IU per sendok teh (4,9 ml), ini menghabiskan 75% RDI. Tuna kaleng. Banyak orang menikmati tuna kalengan karena rasanya dan metode penyimpanannya yang mudah. Biasanya juga lebih murah daripada membeli ikan segar. Tuna kalengan kemasan hingga 236 IU vitamin D dalam porsi 3,5 ons (100 gram), yang hampir setengah dari RDI. Sayangnya, tuna kalengan mengandung methylmercury, racun yang ditemukan di banyak jenis ikan. Jika menumpuk di tubuh kita, itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Maka itu lebih disarankan makan ikan yang fresh dari market atau pasar. Tiram adalah jenis kerang yang hidup di air asin. Mereka lezat, rendah kalori dan penuh nutrisi. Satu porsi tiram liar 3,5 ons (100 gram) hanya mengandung 68 kalori tetapi mengandung 320 IU vitamin D - lebih dari setengah RDI. Udang. Tidak seperti kebanyakan sumber makanan laut lainnya dari vitamin D, udang sangat rendah lemak. Namun, mereka masih mengandung jumlah vitamin D-152 IU yang baik per porsi, atau 25% dari RDI. Mereka juga mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah daripada banyak makanan lain yang kaya vitamin D. Kuning telur. Orang yang tidak makan ikan harus tahu bahwa makanan laut bukan satu-satunya sumber vitamin D. Telur utuh adalah sumber lain yang baik, serta makanan yang sangat bergizi. Sementara sebagian besar protein dalam telur ditemukan dalam putih, lemak, vitamin dan mineral kebanyakan ditemukan dalam kuning telur. Satu kuning telur khas dari ayam yang dipelihara di dalam ruangan mengandung 18-39 IU vitamin D, yang tidak terlalu tinggi. Namun, ayam yang dipelihara di padang rumput yang berkeliaran di luar di bawah sinar matahari menghasilkan telur dengan tingkat 3-4 kali lebih tinggi. Selain itu, telur dari ayam yang diberi pakan kaya vitamin D memiliki hingga 6.000 IU vitamin D per kuningnya. Jamur. Tidak termasuk makanan yang diperkaya, jamur adalah satu-satunya sumber vitamin D. Seperti halnya manusia, jamur dapat mensintesis vitamin ini ketika terkena sinar UV. Namun, jamur menghasilkan vitamin D2, sedangkan hewan menghasilkan vitamin D3. Meskipun vitamin D2 membantu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, vitamin D2 mungkin tidak seefektif vitamin D3. Meskipun demikian, jamur liar adalah sumber vitamin D2 yang sangat baik. Bahkan, beberapa varietas mengemas hingga 2.300 IU per porsi 3,5 ons (100 gram) - hampir empat kali lipat RDI. Di sisi lain, jamur yang ditanam secara komersial sering tumbuh di tempat gelap dan mengandung sangat sedikit D2. Namun, merek tertentu diperlakukan dengan sinar UV. Jamur ini dapat menyediakan vitamin D2 130-450 IU per 3,5 ons (100 gram). Makanan yang diperkaya. Sumber alami vitamin D terbatas, terutama jika kita vegetarian atau tidak suka ikan. Untungnya, beberapa produk makanan yang tidak secara alami mengandung vitamin D diperkaya dengan nutrisi ini. Makanan seperti susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, sereal dan oatmeal kadang-kadang diperkaya dengan vitamin D. Ini mengandung 55-130 IU per sajian.   Jadi sahabat, mulai dari hari ini kita bisa mulai mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan Vitamin D, bagi para pecinta ikan, pertahankan terus yah konsumsi ikan-ikan di atas, khususnya yang fresh. Dan jika butuh informasi tentang vitamin D, silahkan berkonsultasi dengan ahli gizi. Baca juga : Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh Sumber : www.healthline.com, www.webmd.com.
 17 Jan 2019    20:00 WIB
Pentingnya Vitamin D Untuk Tubuh
Halo sahabat setia dokter.Id!, hari ini kita akan membahas tentang Vitamin D, apakah kita tahu bahwa terlepas dari namanya, vitamin D dianggap sebagai pro-hormon dan sebenarnya bukan vitamin. Karena Vitamin adalah nutrisi yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan karenanya harus dikonsumsi melalui makanan kita. Namun, vitamin D dapat disintesis oleh tubuh kita ketika sinar matahari mengenai kulit kita. Diperkirakan bahwa paparan sinar matahari yang masuk akal pada kulit kita selama 5-10 menit 2-3 kali per minggu memungkinkan sebagian besar orang untuk memproduksi vitamin D yang cukup. Lalu bagaimana Vitamin D bekerja? Pada dasarnya Vitamin D diperlukan untuk pengaturan mineral kalsium dan fosfor yang ditemukan dalam tubuh. Ini juga memainkan peran penting dalam mempertahankan struktur tulang yang tepat. Paparan sinar matahari adalah cara yang mudah dan andal bagi kebanyakan orang untuk mendapatkan vitamin D. Paparan tangan, wajah, lengan, dan kaki pada sinar matahari dua hingga tiga kali seminggu selama sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kulit ringan. sengatan matahari akan menyebabkan kulit menghasilkan cukup vitamin D. Waktu paparan yang diperlukan bervariasi tergantung usia, jenis kulit, musim, waktu, dll. Sungguh menakjubkan betapa cepatnya kadar vitamin D yang cukup dapat dipulihkan oleh sinar matahari. Lemak tubuh bertindak seperti semacam baterai penyimpanan untuk vitamin D. Selama periode sinar matahari, vitamin D disimpan dalam lemak berlemak dan kemudian dilepaskan ketika sinar matahari hilang. Namun demikian, kekurangan vitamin D lebih umum dari yang kita harapkan. Orang yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari, terutama orang yang tinggal di Kanada dan bagian utara AS, sangat beresiko. Kekurangan vitamin D juga terjadi bahkan di iklim yang cerah, mungkin karena orang lebih banyak tinggal di dalam rumah, menutupi ketika berada di luar, atau menggunakan tabir surya secara konsisten akhir-akhir ini untuk mengurangi risiko kanker kulit. Orang yang lebih tua juga berisiko kekurangan vitamin D. Mereka cenderung menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, memiliki lebih sedikit "reseptor" di kulit mereka yang mengubah sinar matahari menjadi vitamin D, mungkin tidak mendapatkan vitamin D dalam makanan mereka, mungkin mengalami kesulitan menyerap vitamin D bahkan jika mereka mendapatkannya dalam makanan mereka , dan mungkin lebih sulit mengubah vitamin D makanan menjadi bentuk yang bermanfaat karena penuaan ginjal. Bahkan, risiko kekurangan vitamin D pada orang di atas 65 tahun sangat tinggi. Nah sekarang kita yang perlu jadi catatan kita juga adalah, kita perlu mengetahui Penggunaan & Keefektifannya, ternyata Vitamin D, bisa membantu, mencegah ataupun mengobati : Rendahnya kadar fosfat dalam darah karena kelainan bawaan yang disebut familial hypophosphatemia. Kadar fosfat dalam darah rendah karena penyakit yang disebut sindrom Fanconi. Kadar kalsium darah rendah karena kadar hormon paratiroid rendah. Pelunakan tulang (osteomalacia). Psoriasis (penyakit peradangan kronis dan bersifat autoimun, penyakit yang muncul sebagai akibat dari reaksi sistem kekebalan atau sistem imun tubuh) yang terjadi pada kulit yang ditandai dengan bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal di berbagai bagian tubuh terutama pada kaki, punggung bawah, lutut, siku, tangan, dan kulit kepala. Kelainan tulang yang disebut osteodistrofi ginjal, yang terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Rakhitis (penyakit anak-anak yang disebabkan oleh defisiensi vitamin D, ditandai dengan kalsifikasi yang tidak sempurna, pelunakan, dan distorsi tulang yang biasanya mengakibatkan kaki busur). Keropos tulang pada orang yang memakai obat yang disebut kortikosteroid. Jatuh dengan mengurangi goyangan tubuh dan tekanan darah. Osteoporosis. Gigi berlubang atau kehilangan gigi. Gagal jantung. Keropos tulang yang disebabkan oleh terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme). Multiple sclerosis (MS). Infeksi pernapasan. Berikut adalah rekomendasi asupan vitamin D: Asupan vitamin D dapat diukur dengan dua cara: dalam mikrogram (mcg) dan Unit Internasional (IU). Satu mikrogram vitamin D sama dengan 40 IU vitamin D. Asupan vitamin D yang direkomendasikan sepanjang hidup diperbarui oleh Institut Kedokteran AS (IOM) pada 2010 dan saat ini ditetapkan di: Bayi 0-12 bulan - 400 IU (10 mcg). Anak-anak 1-18 tahun - 600 IU (15 mcg). Dewasa hingga usia 70 - 600 IU (15 mcg). Dewasa lebih dari 70 - 800 IU (20 mcg). Wanita hamil atau menyusui - 600 IU (15 mcg). Well, sahabat setia Dokter.ID, setelah kita semua mengetahui betapa pentingnya vitamin D, jangan sampai kekurangan vitamin ini yah, kalau kita ada mengalami penyakit-penyakit di atas, ada baiknya segera konsultasikan dengan dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.webmd.com, www.medicalnewstoday.com.
 14 Nov 2018    11:00 WIB
Apa Hubungan Antara Vitamin D dan Eksim?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya dapat membantu mengurangi gejala eksim pada anak yang biasanya memburuk saat cuaca dingin. Eksim merupakan suatu keadaan di mana terjadi reaksi inflamasi (radang) kronik pada kulit. Para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa konsumsi vitamin D dapat mengurangi berbagai gejala tidak mengenakkan dari eksim dengan cukup signifikan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada sebagian besar penderita eksim, yang mungkin juga mengalami kekurangan vitamin D, mengkonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya telah terbukti cukup membantu. Pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi gejala eksim berat adalah dengan menggunakan sinar ultraviolet, yang memicu produksi vitamin D di dalam kulit. Para peneliti menduga salah satu penyebab mengapa gejala eksim biasanya memburuk di saat cuaca dingin adalah dikarenakan kurangnya sinar matahari, yang berarti kurangnya produksi vitamin D di dalam tubuh, yang menyebabkan penderita kekurangan vitamin D. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 107 orang anak di Mongolia, yang berusia antara 2-17 tahun, yang berasal dari 9 klinik rawat jalan di ibu kota Ulaanbaatar, Mongolia. Semua anak yang menjadi peserta penelitian ini menderita eksim yang biasa mengalami kekambuhan di saat cuaca dingin. Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama merupakan peserta penelitian yang menerima 1.000 IU vitamin D setiap harinya, sedangkan kelompok kedua merupakan peserta penelitian yang hanya menerima plasebo. Para peneliti kemudian mengamati berbagai gejala yang dialami oleh semua peserta penelitian saat awal penelitian, 1 bulan kemudian, dan pada akhir penelitian. Para peneliti juga bertanya pada para orang tua peserta penelitian mengenai apakah mereka merasakan adanya perbaikan gejala eksim yang dialami oleh anak-anak mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang menerima suplemen vitamin D setiap harinya mengalami perbaikan gejala (sekitar 29%). Sebaliknya, anak-anak yang menerima plasebo setiap harinya hanya mengalami perbaikan gejala sebesar 16%. Walaupun pada penelitian ini para peneliti tidak memeriksa apakah para peserta penelitian mengalami kekurangan vitamin D saat penelitian dimulai, mereka menyatakan bahwa sebuah penelitian lainnya yang lebih besar, yang juga dilakukan pada anak-anak di Mongolia, menemukan bahwa sekitar 98% anak-anak di Mongolia memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam darahnya. Oleh karena itu, para peneliti menduga bahwa para peserta penelitian di dalam penelitian ini kemungkinan besar juga mengalami kekurangan vitamin D. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi gejala eksim pada orang dewasa dan anak-anak yang mengalami gejala eksim di sepanjang tahun (tidak hanya saat cuaca dingin). Selain itu, para peneliti juga menganjurkan agar anak-anak yang mengalami perburukkan gejala eksim di musim dingin untuk mencoba mengkonsumsi suplemen vitamin D selama beberapa minggu untuk mengetahui apakah mereka mengalami perbaikan gejala. Dianjurkan agar para orang tua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak setempat.     Sumber: webmd
 17 Mar 2018    10:00 WIB
6 Vitamin dan Mineral Penting Untuk Anak Anda
Anak-anak dan remaja memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan anak anda akan dibahas di bawah ini: 1.      Kalsium Kalsium merupakan mineral penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi anak anda. Semakin banyak tulang yang dibentuk di masa kanak-kanak, maka akan semakin banyak tulang yang ada setelah proses penipisan tulang dimulai nantinya. Kebutuhan kalsium berdasarkan usia anak adalah: Usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg kalsium setiap harinya Usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya Usia 9-18 tahun membutuhkan sekitar 1.300 mg kalsium setiap harinya Beberapa jenis makanan sumber kalsium adalah susu, salmon, sayuran hijau, dan berbagai jenis makanan serta minuman yang telah diperkaya dengan kalsium.   2.      Serat Serat memang bukan vitamin ataupun mineral, akan tetapi berbagai jenis makanan yang mengandung serat biasanya juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti vitamin E, vitamin C, kalsium, magnesium, dan kalium. Anda membutuhkan sekitar 14 gram serat bagi setiap 1.000 kalori yang anda konsumsi. Walaupun tubuh anak-anak lebih kecil daripada orang dewasa, akan tetapi tubuh mereka memerlukan serat sebanyak orang dewasa untuk menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Seorang anak berusia 4-8 tahun memerlukan sekitar 25 gram serat bagi 1.500 kalori setiap harinya. Oleh karena itu, anak balita yang makan lebih sedikit daripada anak yang lebih tua, mungkin membutuhkan sekitar 18 gram setiap harinya. Beberapa jenis makanan tinggi serat adalah strawberi, blueberi, raspberi, brokoli, alpukat, dan oatmeal. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber serat yang sempurna. Selain serat, kacang-kacangan juga mengandung protein dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin A dan kalium.   3.      Vitamin B Kompleks Vitamin B kompleks merupakan komponen penting bagi metabolisme, energi, dan bagi kesehatan jantung serta sistem saraf anda. Vitamin B yang paling penting adalah vitamin B12. Kebutuhan vitamin B berdasarkan usia adalah: Bayi membutuhkan sekitar 0.5 mcg setiap harinya Balita membutuhkan sekitar 0.9 mcg setiap harinya Anak berusia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 1.2 mcg setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan sekitar 1.8 mcg setiap harinya Remaja membutuhkan sekitar 2.4 mcg setiap harinya dan 2.6 mcg setiap harinya bagi remaja yang sedang hamil Beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin B12 adalah daging, unggas, ikan, dan telur.   4.      Vitamin D Vitamin D merupakan vitamin yang bekerja sama dengan kalsium untuk membentuk tulang. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu tubuh melawan penyakit kronik di masa tua. Bayi dan anak-anak membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D setiap harinya. Bayi yang disusui membutuhkan suplemen vitamin D hingga mereka dapat mengkonsumsi susu sapi. Berbagai makanan sumber vitamin D adalah salmon, mackerel, sardin, dan susu.   5.      Vitamin E Vitamin E merupakan vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin E juga membantu menjaga pembuluh darah anda tetap bersih sehingga aliran darah dapat mengalir dengan lancar. Kebutuhan vitamin E berdasarkan usia adalah: Anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 9 IU vitamin E setiap harinya Anak beruisa 4-8 tahun membutuhkan 10.4 IU vitamin E setiap harinya Anak berusia 9-13 tahun membutuhkan 16.4 IU vitamin E setiap harinya Remaja dan orang dewasa membutuhkan 22 IU vitamin E setiap harinya. Berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin E adalah minyak sayuran, kacang-kacangan serperti almond dan hazelnut.   6.      Zat Besi Zat besi merupakan salah satu mineral yang membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anak-anak membutuhkan sekitar 7-10 mg zat besi setiap harinya. Remaja laki-laki memerlukan sekitar 11 mg zat besi setiap harinya, sedangkan remaja perempuan membutuhkan sekitar 15 mg zat besi setiap harinya. Beberapa jenis makanan sumber zat besi adalah daging merah dan daging lainnya yang kaya zat besi, sayuran hijau, kedelai, dan kacang-kacangan.     Sumber: webmd
 20 Feb 2018    11:00 WIB
Konsumsi Vitamin D Membuat Anda Tampak Lebih Muda, Benarkah?
Sebuah penelitian baru pada hewan percobaan (tikus) menemukan bahwa vitamin D ternyata dapat meningkatkan kerja otak dan memperlambat proses penuaan. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa tikus percobaan yang diberikan sejumlah vitamin D setiap harinya dapat menemukan arah dengan lebih baik saat dimasukkan ke dalam sebuah maze air yang sulit dibandingkan dengan tikus percobaan lainnya yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih rendah setiap harinya. Nada Porter, seorang farmakologis biomedical di University of Kentucky College of Medicine mengatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin dapat membantu proses penerimaan dan pemrosesan sinyal di dalam otak yang berhubungan dengan daya ingat.   Baca Juga: Bagaimana Meningkatkan Asupan Vitamin D Anda?   Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa perbaikan fungsi daya ingat tampak pada para tikus percobaan yang diberikan vitamin D dengan dosis yang lebih banyak daripada yang dianjurkan oleh Institute of Medicine untuk menjaga kesehatan tulang, yaitu sekitar 50% lebih banyak. Sebagian besar proses produksi vitamin D di dalam tubuh manusia terjadi saat kulit terpapar oleh sinar UV dari matahari. Beberapa sumber vitamin D lainnya adalah susu dan suplemen vitamin D. Akan tetapi, karena terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kadar vitamin D di dalam tubuh seseorang, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen vitamin D tertentu.   Sumber: newsmaxhealth