Your browser does not support JavaScript!
 12 Oct 2018    08:00 WIB
8 Tanda Kekurangan Vitamin B12 dan Cara Mengatasinya
Vitamin B12 atau yang juga dikenal dengan nama kobalamin, merupakan vitamin yang larut did alam air. Vitamin B12 merupakan salah satu dari 8 vitamin yang menyusun vitamin B kompleks. Sekarang ini, kekurangan vitamin B12 merupakan hal yang cukup sering ditemukan, terutama pada mereka yang berusia lanjut. Mengapa vitamin B12 sangat penting bagi kesehatan? Hal ini dikarenakan vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah, yang berfungsi untuk membawa oksigen di dalam tubuh. Vitamin B12 juga diperlukan oleh jaringan saraf agar dapat tetap sehat dan berfungsi dengan baik. vitamin B12 turut berperan dalam proses pembentukan mielin, yang berfungsi sebagai selubung saraf dan penghantar sinyal saraf. Vitamin B12 juga akan bekerja sama dengan asam folat dalam proses metabolisme sel, terutama pada proses pembentukan DNA dan metabolisme asam lemak serta asam amino. Vitamin B12 juga akan membantu tubuh Anda menyerap asam lemak, yang diperlukan oleh tubuh untuk melepaskan energi. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin B12, maka tubuh sangat memerlukannya dari berbagai jenis makanan (terutama produk hewani) atau suplemen. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja gejala yang mungkin timbul bila seseorang mengalami kekurangan vitamin B12 dan bagaimana cara mengatasinya.   Baca juga: Vitamin yang Baik Bagi Kesehatan Hati   Fatigue dan Rasa Tidak Bertenaga Vitamin B12 memiliki peran penting dalam metabolisme energi, sehingga kekurangan vitamin B12 akan berpengaruh langsung pada energi dan stamina Anda. Vitamin B12 juga meningkatkan kemampuan tubuh Anda untuk membentuk DNA bagi sel-sel baru untuk membentuk energi. Vitamin B12 juga diperlukan untuk membentuk sel darah merah sehat yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila tubuh Anda kekurangan oksigen, maka Anda akan merasa lelah dan lesu. Selain itu, vitamin B12 juga diperlukan untuk mengubah makanan yang Anda konsumsi menjadi energi sebagai bahan bakar metabolisme tubuh Anda.   Mati Rasa dan Kesemutan Vitamin B12 berperan penting untuk menjaga kesehatan sistem saraf Anda. Oleh karena itu, kekurangan vitamin B12 biasanya menyebabkan terjadinya gejala neurologis seperti mati rasa atau kesemutan di daerah tangan dan kaki. Vitamin B12 membantu proses pembentukan saraf dan berperan penting dalam penghantaran oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan oksigen merupakan penyebab utama terjadinya mati rasa dan kesemutan. Kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan.   Tekanan Darah Rendah Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia, yang akan menyebabkan tekanan darah menjadi rendah (hipotensi). Vitamin B12 membantu tubuh Anda menghasilkan sel darah merah sehingga oksigen dapat sampai ke seluruh bagian tubuh, termasuk jantung. Jadi, bila Anda menderita tekanan darah rendah, coba periksa kadar vitamin B12 di dalam tubuh Anda. Tekanan darah rendah yang ringan sekalipun dapat menyebabkan sesak napas, pusing, badan terasa lemah, pingsan, dan meningkatkan resiko terjadinya cedera karena terjatuh.   Gangguan Kulit Kadar vitamin B12 yang rendah juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kulit dan perubahan rambut. Bila Anda memiliki suatu luka yang tidak diketahui penyebabnya pada kulit dan tidak juga membaik, hal ini dapat merupakan gejala dari kekurangan vitamin B12, jadi, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Selain menyebabkan luka (lesi kulit), kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit, yang akan membuat warna kulit tidak merata.   Depresi Vitamin B yang satu ini juga penting bagi kesehatan mental. Hal ini dikarenan vitamin B12 berperan penting dalam proses pembuatan sel darah merah, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Selain itu, vitamin B12 juga berfungsi untuk membantu menurunkan kadar homosistein, suatu produk sampingan dari metabolisme protein. Kadar homosistein yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya depresi.   Gangguan Berpikir Kadar vitamin B12 yang rendah juga dapat merupakan penyebab dari buruknya daya ingat dan menurunnya kemampuan berpikir. Hal ini dikarenakan vitamin B12 membantu sel-sel otak membentuk suatu koneksi baru, yang merupakan proses pembentukan daya ingat. Selain itu, vitamin B12 juga merupakan komponen penting dari mielin, selubung saraf yang berfungsi untuk melindungi sel-sel otak. Hal inilah yang menjadi alaasan mengapa kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf berat dan menurunnya fungsi otak.   Hipotiroidisme Kekurangan vitamin B12 telah diketahui berhubungan dengan kurang aktifnya kelenjar tiroid atau yang juga dikenal dengan nama hipotiroidisme. Hal ini dikarenakan kelenjar tiroid membutuhkan vitamin B12 untuk memproduksi hormon tiroid.     Gangguan Kesuburan Kekurangan vitamin B12 ternyata juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Meningkatnya kadar homosistein akibat kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan terjadinya pengentalan darah yang akan berakibat pada kematian janin atau keguguran. Kekurangan vitamin B12 yang berlangsung lama juga dapat menyebabkan perubahan pada proses ovulasi atau perkembangan sel telur atau penempelan janin yang tidak sempurna dan akhirnya dapat memicu terjadinya gangguan kesuburan. Jadi, kekurangan vitamin B12 tidak hanya akan membuat Anda sulit hamil, tetapi juga sulit mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan. Jika Anda sedang berusaha untuk hamil, cobalah memeriksa kadar vitamin B12 di dalam tubuh Anda.   Jika Anda menduga Anda mengalami berbagai gejala kekurangan vitamin B12 di atas, segera periksakan diri ke seorang dokter untuk mengetahui pemeriksaan darah apa yang perlu dilakukan. Untuk mengatasi kekurangan vitamin B12 ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti: Konsumsilah berbagai jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B12 seperti ikan, kerang, daging (terutama hati), telur, susu, dan produk susu Bagi Anda yang tidak mengkonsumsi daging, cobalah mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang telah diperkaya oleh vitamin B12 seperti sereal, produk kedelai, dan energy bars Bagi Anda yang mengkonsumsi obat diabetes atau menderita refluks asam lambung, ada baiknya bila Anda melakukan pemeriksaan kadar B12 karena kedua obat tersebut dapat mempengaruhi kadar vitamin B12 di dalam tubuh Anda dapat mengkonsumsi suplemen, baik dalam bentuk pil atau suntikan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun karena dapat mempengaruhi efektivitas obat-obatan tertentu   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 21 Apr 2018    12:30 WIB
Kekurangan Vitamin Bisa Sebabkan Penurunan Daya Ingat?
Pola diet yang sehat akan menjaga fisik Anda tetap berenergi, tetapi tahukan Anda jika pola diet kaya nutrisi juga sangat berguna untuk otak dan saraf Anda? Masalah neurologi seperti penurunan daya ingat ternyata terkait dengan kekurangan vitamin. Selain itu kekurangan vitamin yang berat juga bisa menyebabkan gangguan neurologi lain seperti demensia dan penyakit otak alkohol.   Vitamin esensial Ada 13 jenis vitamin esensial yang diperlukan tubuh untuk dapat berfungsi dengan baik. Vitamin A, D, E, dan K merupakan jenis lemak yang dapat disimpan di sel lemak Anda. Vitamin C dan ke delapan vitamin B merupakan vitamin yang larut air. Tubuh Anda menggunakan vitamin ini dan mengeluarkan produk sisa dari vitamin melalui urin.    Defisiensi tiamin Tiamin, sama seperti vitamin B lainnya merupakan nutrisi penting untuk energi dan mampu melindungi fungsi dari berbagai jenis sistem saraf. Tempat penyimpanan terbesar dari tiamin berada di otak dan memerlukan enzim untuk memproduksi neurotransmiter yang diperlukan untuk berpikir, bergerak, mood dan daya ingat. Walaupun tiamin banyak ditemukan di daging ayam, gandum utuh, dan kacang tetapi pola diet yang tidak mengkonsumsi makanan tersebut dapat menyebabkan tubuh mengalami defisiensi (kekurangan) tiamin. Selain itu konsumsi alkohol juga dapat mengganggu penyerapan dari tiamin dan sebabkan defisiensi tiamin. Gejala berat dari defisiensi tiamin adalah sindrom wernicke-korsakoff yaitu sebuah gangguan neurologi yang ditandai dengan kebingungan, penurunan daya ingat jangka panjang dan jangka pendek. Kadar tiamin yang direkomendasikan pada orang dewasa adalah antara 1.1-1.2 mg.   Vitamin B-3, B-6, B-9 dan B-12 Setiap jenis vitamin B mempunyai fungsi kimia yang dapat menjaga tubuh Anda dapat berfungsi dengan baik, dan beberapa jenis vitamin tidak dapat berfungsi dengan baik jika tidak ada vitamin B. Contohnya vitamin B-3 yang berfungsi untuk menjaga supaya proses metabolisme dan percernaan berjalan dengan baik dan juga memperkuat kadar vitamin B-6 untuk menjalankan proses metabolisme dengan baik. Kekurangan salah satu jenis vitamin di atas dapat menyebabkan peningkatan kadar homosistein yang bisa menjadi tanda awal dari demensia dan alzheimer. Makanan yang mengandung vitamin B adalah gandum utuh, kentang, kacang, daging unggas, dan sayuran hijau.   Kekurangan vitamin D Penelitian yang dilakukan mengindikasikan bahwa kekurangan vitamin D terkait dengan penurunan kemampuan kognitif yang menjadi tanda awal dari demensia. Vitamin D memang erat kaitannya dengan kesehatan tulang, tetapi penelitian tersebut menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan penurunan daya ingat. Jadi cukupi kebutuhan vitamin D 400-600IU perhari untuk menjaga kesehatan otak dan juga tulang Anda.     Sumber: livestrong
 23 Dec 2017    16:00 WIB
Menurunkan Berat Badan Dengan Vitamin
Program penurunan berat badan seharusnya tidak berhenti saat Anda hasilnya terlihat di wajah atau tubuh Anda. Anda tetap harus mempertahankan pola makanan sehat dan mempertahankan metabolisme tubuh sehingga Anda dapat mempertahankan berat badan yang Anda inginkan.   Berikut merupakan zat yang Anda perlukan agar metabolisme tetap berlangsung dengan baik. KolinKolin dapat mempercepat metabolisme tubuh dan juga merupakan jenis vitamin yang sangat penting untuk tubuh. Saat tubuh kekurangan kolit maka lemak-lemak dari makanan yang Anda makan akan tertimbun di hati. Makanan yang mengandung kolin antara lain kacang, kuning telur dan gandum YodiumYodium sangat penting untuk proses regulasi tiroid dan juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Makanan yang kaya akan yodium adalah iakn tuna, telur, kacang polong dan udang. InositolInositol bekerja sama dengan kolin dapat membantu metabolisme lemak. Inositol ditemukan pada telur, kacang kedelai dan berbagai macam kacang-kacangan. KromiumVitamin kromium berfungsi untuk memproses karbohidrat dan juga dapat menghambat timbulnya rasa lapar sehingga sangat dibutuhkan dalam proses penurunan berat badan. Vitamin B2, B3, dan B6Vitamin ini dapat mempercepat metabolisme sehingga mendukung proses penurunan berat badan dan juga membantu proses regulasi tiroid. Makanan yang kaya akan vitamin B adalah telur dan gandum. Vitamin CDengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C akan meningkatkan proses perubahan glukosa menjadi energi dan sehingga mencegah terjadinya peningkatan berat badan. Cobalah tambahkan jeruk, strawberries, brokoli ke dalam menu diet Anda untuk mendapatkan kadar vitamin C yang cukup. Sumber: healthmeup
 30 Jun 2017    18:00 WIB
Berbagai Nutrisi yang Tidak Terdapat di Dalam Madu
Madu merupakan pemanis alami yang dapat memperkaya rasa, bentuk, dan ketahanan suatu makanan. Tergantung pada jenisnya, madu mengandung cukup banyak antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Selain itu, madu juga dapat membantu mencegah buah dan sayuran berwarna kecoklatan. Satu takaran saji madu sama dengan satu sendok teh atau 21 gram madu.Apakah Madu Mengandung Gluten?Madu merupakan salah satu bahan makanan yang sama sekali tidak mengandung gluten. Gluten merupakan suatu jenis protein yang terdapat di dalam berbagai jenis gandum. Jika anda menderita penyakit seliak atau mengalami intoleransi gluten, maka anda sebaiknya tidak mengkonsumsi gluten. Penyakit seliak merupakan suatu gangguan autoimun yang menyebabkan kerusakan usus sehingga terjadi gangguan penyerapan nutrisi dari makanan yang anda konsumsi.Intoleransi gluten menyebabkan gejala yang tidak terlalu berat, seperti nyeri perut dan tidak menyebabkan kerusakan usus. Apakah Madu Mengandung Zat Besi?Madu hanya mengandung sangat sedikit zat besi, yaitu sekitar 0.5 mg/satu sendok teh madu. Zat besi merupakan mineral yang dapat membantu transportasi oksigen ke seluruh bagian tubuh anda. Berbagai makanan sumber utama dari zat besi adalah daging, seafood, dan kacang-kacangan.Apakah Madu Mengandung Serat?Madu tidak mengandung serat. Madu mengandung karbohidrat jenis lain yaitu gula. Tubuh akan mengubah gula menjadi glukosa untuk digunakan sebagai sumber energi. Madu dapat digunakan sebagai penambah rasa dalam berbagai makanan kaya serat seperti roti gandum dan oatmeal.Serat merupakan suatu jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh manusia yang dapat menjaga kadar kolesterol tetap sehat, meningkatkan fungsi saluran cerna, dan mengendalikan nafsu makan anda.Apakah Madu Mengandung Kalium?Madu mengandung sekitar 11 mg kalium. Kalium merupakan suatu mineral yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh anda. Orang dewasa membutuhkan sekitar 4.700 mg kalium setiap harinya. Berbagai makanan lain yang juga mengandung kalium adalah kacang-kacangan, pisang, kentang, dan buah belewah.Apakah Madu Mengandung Vitamin B?Vitamin B merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk tetap sehat dan bertenaga. Baik madu maupun caramel mengandung sangat sedikit vitamin B (bahkan tidak dapat diukur). Berbagai jenis makanan yang mengandung banyak vitamin B adalah sereal, daging, susu, dan yogurt.Sumber: healthyeating.sfgate
 24 Nov 2016    15:00 WIB
Kekurangan Vitamin B12, Bahaya Enggak Sih???
Vitamin B12 atau yang juga dikenal dengan nama kobalamin, merupakan vitamin yang larut did alam air. Vitamin B12 merupakan salah satu dari 8 vitamin yang menyusun vitamin B kompleks. Sekarang ini, kekurangan vitamin B12 merupakan hal yang cukup sering ditemukan, terutama pada mereka yang berusia lanjut. Mengapa vitamin B12 sangat penting bagi kesehatan? Hal ini dikarenakan vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah, yang berfungsi untuk membawa oksigen di dalam tubuh. Vitamin B12 juga diperlukan oleh jaringan saraf agar dapat tetap sehat dan berfungsi dengan baik. vitamin B12 turut berperan dalam proses pembentukan mielin, yang berfungsi sebagai selubung saraf dan penghantar sinyal saraf. Vitamin B12 juga akan bekerja sama dengan asam folat dalam proses metabolisme sel, terutama pada proses pembentukan DNA dan metabolisme asam lemak serta asam amino. Vitamin B12 juga akan membantu tubuh Anda menyerap asam lemak, yang diperlukan oleh tubuh untuk melepaskan energi. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin B12, maka tubuh sangat memerlukannya dari berbagai jenis makanan (terutama produk hewani) atau suplemen. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun. Jadi, berapa banyak vitamin B12 yang Anda perlukan? Kebutuhan vitamin B12 pada setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada usianya seperti: Usia 0-6 bulan: sekitar 0.4 mcg Usia 7-12 bulan: sekitar 0.5 mcg Usia 1-3 tahun: sekitar 0.9 mcg Usia 4-8 tahun: sekitar 1.2 mcg Usia 9-13 tahun: sekitar 1-8 mcg Usia 14 tahun atau lebih: sekitar 2.4 mcg Wanita hamil membutuhkan sekitar 2.6 mcg Wanita menyusui membutuhkan sekitar 2.8 mcg   Baca juga: Vitamin Untuk Kulit Sehat Bercahaya   Apa yang Menyebabkan Terjadinya Kekurangan Vitamin B12? Kekurangan vitamin penting ini biasanya terjadi karena seseorang jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Selain itu, seorang vegetarian seringkali juga kekurangan vitamin ini karena vitamin ini lebih sering ditemukan pada berbagai produk hewani. Penyebab lain dari kekurangan vitamin B12 adalah anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa merupakan gangguan autoimun yang terjadi karena menghilangnya sel-sel lambung yang berfungsi untuk membentuk faktor intrinsik, suatu protein yang berfungsi untuk membantu tubuh menyerap vitamin B12 di dalam usus. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin B12.   Siapa yang Beresiko Lebih Tinggi? Beberapa orang yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kekurangan vitamin B12 adalah: Berusia 50 tahun atau lebih Seorang vegetarian atau vegan Bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu vegetarian dan hanya diberi ASI eksklusif Orang yang menderita gangguan pencernaan seperti penyakit seliak dan penyakit Crohn Orang yang baru saja menjalani pembedahan saluran pencernaan Orang yang menderita malnutrisi Seorang pecandu minuman beralkohol kronik   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies  
 20 Jul 2016    11:00 WIB
Apa yang Anda Makan Mempengaruhi Kesehatan Ginjal Anda
Ginjal terdiri dari berjuta-juta nefron, memiliki peranan penting bagi kesehatan anda. Ginjal memiliki suatu sistem penyaringan yang membuat berbagai nutrisi penting di dalam darah anda tidak dapat keluar dari dalam tubuh anda, tetapi berbagai zat beracun dapat melalui sistem penyaringan ini dan keluar melalui air kemih anda. Ginjal juga berfungsi untuk mencegah penumpukkan cairan yang berlebihan di dalam tubuh anda dan menghasilkan hormon, yaitu renin, yang dapat mengatur tekanan darah anda. Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Faktor genetika merupakan salah satu faktor yang tidak dapat anda kendalikan yang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal anda. Akan tetapi, apa yang anda makan merupakan salah satu faktor yang berperan bagi kesehatan ginjal anda, yang dapat anda kendalikan. Diet sehat dan seimbang dapat membantu ginjal anda berfungsi dengan baik, sebaliknya diet yang buruk dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Di bawah ini terdapat beberapa hal dalam makanan anda yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal anda.1.  Natrium (Garam)Awasi konsumsi garam anda untuk menjaga kesehatan ginjal anda. Natrium (garam) dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh untuk mencegah terjadinya tekanan darah rendah, akan tetapi terlalu banyak mengkonsumsi natrium dapat meningkatkan tekanan darah anda lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Seiring dengan berlalunya waktu, tekanan darah anda yang tinggi akan membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gagal ginjal. Batasi konsumsi natrium anda, yaitu sebesar 2.3 gram setiap harinya atau sama dengan 5.8 gram garam setiap harinya.2.  Vitamin B6Mengkonsumsi vitamin B6 dapat membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal anda.Menurut sebuah penelitian, rendahnya kadar vitamin B6 dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal terjadi akibat terbentuknya kristal-kristal mineral di dalam ginjal anda, yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pinggang. Batu ginjal yang besar bahkan dapat menghambat fungsi normal ginjal atau menyumbat saluran kemih anda. Pemberian suplemen vitamin B6 dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal pada orang yang rentan terhadapnya, walaupun diperlukan pengawasan ketat oleh dokter. Konsumsilah setidaknya 1.3 mg vitamin B6 setiap harinya untuk mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) vitamin B6.3.  ProteinDiet tinggi protein dapat berdampak negatif pada ginjal anda. Untuk menjaga kesehatan berbagai jaringan tubuh, anda memerlukan sejumlah protein, akan tetapi proses pencernaan protein menghasilkan amonia. Amonia merupakan suatu zat racun yang harus diubah oleh ginjal menjadi zat lain yang tidak terlalu berbahaya. Mengkonsumsi banyak protein membuat ginjal anda harus bekerja lebih keras untuk memproses zat hasil metabolisme protein yang berbahaya tersebut. Bila terus berlangsung, hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, terutama bila ginjal anda memang telah mengalami gangguan.Pastikan anda mengkonsumsi berbagai jenis makanan sumber vitamin B6 dan batasi konsumsi garam anda untuk membantu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal. Hindari berbagai jenis makanan siap saji, junk food, dan makanan olahan; karena semuanya mungkin mengandung banyak garam. Batasi juga konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak garam seperti ham, jus tomat, dan acar. Konsumsilah berbagai jenis daging, ikan, gandum, alpukat, kentang, kacang, pisang, dan semangka yang merupakan sumber vitamin B6.Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Sep 2015    16:00 WIB
Berbagai Suplemen Untuk Membantu Mengatasi Rasa Nyeri
Benarkah konsumsi suplemen tertentu dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik? Menurut seorang dokter ahli di Scripps Center for Integrative Medicine, hal ini mungkin saja. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis suplemen yang sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri.   Baca juga: Berbagai Suplemen Pencegah Jerawat   Tanaman Herbal Adanya proses peradangan kronik di dalam tubuh memiliki peranan yang cukup penting dalam terjadinya berbagai nyeri kronik di dalam tubuh, termasuk radang sendi (osteoartritis) dan nyeri punggung serta pinggang. Selain berbagai jenis obat golongan NSAID (non steroid anti inflammatory drugs) yang memang telah banyak digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang ternyata memiliki cara kerja yang hampir sama dengan berbagai jenis obat golongan NSAID tersebut. Beberapa jenis tanaman herbal tersebut adalah kunyit, teh hijau, jahe, rosemary, cakar kucing (tanaman), cakar setan (tanaman), dan willow bark (tanaman). Menurut para ahli, di antara berbagai jenis tanaman herbal di atas, kunyit merupakan tanaman herbal terbaik untuk membantu mengatasi nyeri. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki cara kerja yang sama dengan obat golongan NSAID. Oleh karena itu, suplemen kunyit pun memiliki efek samping yang sama dengan obat golongan NSAID, yaitu perdarahan dan nyeri lambung. Akan tetapi, efek samping ini biasanya tidak seberat efek samping NSAID. Bila Anda menggunakan obat pengencer darah, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan berbagai jenis suplemen anti nyeri di atas.   Minyak Ikan Anda mungkin sudah familiar dengan suplemen minyak ikan. Suplemen minyak ikan merupakan salah satu jenis suplemen yang telah terbukti dapat membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan jantung dan pembuluh darah hingga depresi serta asma. Selain itu, minyak ikan juga telah terbukti dapat membantu mengurangi proses radang (inflamasi) dan nyeri yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan kesehatan kronik. Kandungan asam lemak omega 3 di dalam minyak ikan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri kronik seperti nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri pinggang, beberapa jenis nyeri saraf, dan nyeri akibat penyakit autoimun (radang sendi reumatoid/reumatoid artritis).   Vitamin D Berbagai penelitian telah berhasil menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan peningkatan resiko terjadinya nyeri kronik. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 menemukan bahwa seorang penderita nyeri kronik yang juga memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuhnya membutuhkan dosis obat anti nyeri yang lebih banyak, yaitu hingga 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan penderita nyeri yang tidak menderita kekurangan vitamin D. Para ahli menganjurkan pemberian suplemen vitamin D untuk membantu mengurangi rasa nyeri bila kadar vitamin D penderita kurang dari 50-70 nanogram/mL. Para ahli menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D ini dapat membantu mengatasi rasa nyeri pada penderita fibromialgia, nyeri tulang, dan nyeri sendi.   Capsaicin Anda dapat menemukan capsaicin di dalam berbagai jenis cabai. Capsaicin ini ternyata dapat membantu mengurangi rasa nyeri bila dioleskan langsung pada kulit. Pemberian capsaicin topikal (dioleskan langsung pada kulit) dapat membantu mengurangi segala jenis nyeri. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa senyawa capsaicin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi reumatoid, radang sendi, psoriasis, herpes, neuropati diabetikum, nyeri punggung, fibromialgia, dan nyeri kepala. Akan tetapi, satu hal yang perlu Anda ingat adalah rasa nyeri Anda mungkin akan memburuk selama beberapa hari sebelum mulai membaik bila Anda menggunakan capsaicin. Selain itu, penggunaan capsaicin secara langsung pada kulit juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit.   Glukosamin Sulfat Bila Anda menderita nyeri sendi, maka konsumsi suplemen glukosamin tampaknya adalah yang paling tepat bagi Anda. Berbagai penelitian telah menemukan bukti kuat bahwa suplemen glukosamin ini dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi di daerah lutut. Suplemen glukosamin biasanya dikombinasikan dengan kondroitin, yang juga bermanfaat untuk membantu mengatasi rasa nyeri sendi. Menurut berbagai penelitian, selain dapat membantu mengatasi rasa nyeri akibat radang sendi, glukosamin ternyata juga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut.   Magnesium Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplemen magnesium dapat membantu mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti migrain, kram otot, dan fibromialgia.   Bromelain Enzim yang dapat ditemukan pada buah nanas ini ternyata dapat membantu mengurangi proses radang dan nyeri di dalam tubuh. Beberapa penelitian menemukan bahwa enzim bromelain dapat membantu mengatasi nyeri akibat radang sendi dan nyeri lutut. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu seberapa baik suplemen ini diserap oleh saluran pencernaan manusia.   Riboflavin (Vitamin B2) Menurut sebuah penelitian, riboflavin mungkin dapat membantu menurunkan frekuensi terjadinya migrain. Akan tetapi, sebuah penelitian lainnya tidak mendukung hasil penelitian di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 15 Dec 2014    12:00 WIB
Ingin Meningkatkan Kemampuan Berpikir dan Daya Ingat? Vitamin B Mungkin Bukan Solusinya!
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin B12 atau asam folat mungkin tidak dapat menurunkan resiko terjadinya penurunan daya ingat (pikun) pada orang lanjut usia. Beberapa penelitian terdahulu menduga bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan asam folat mungkin dapat membantu melindungi daya ingat dan kemampuan berpikir seseorang. Akan tetapi, berbagai penelitian lanjutan yang dilakukan tidak menemukan adanya bukti yang mendukung dugaan tersebut. Pada penelitian baru ini, para peneliti mengamati sekitar 3.000 orang, yang rata-rata berusia 74 tahun. Sekitar setengah peserta penelitian diminta untuk mengkonsumsi 500 mcg tablet vitamin B12 setiap harinya dan 400 mcg asam folat, sedangkan sisanya hanya diberikan plasebo setiap harinya selama 2 tahun. Semua peserta penelitian ini memiliki kadar homosistein (sejenis asam amino) yang tinggi, yang diduga berhubungan dengan terjadinya demensia (pikun) dan penyakit Alzheimer. Pada saat penelitian dimulai, para peneliti meminta para peserta penelitian untuk melakukan pemeriksaan daya ingat dan kemampuan berpikir. Pemeriksaan ini pun kembali diulangi pada akhir penelitian. Apa hubungan antara homosistein dan vitamin B12 serta asam folat? Karena suplemen asam folat dan vitamin B12 dapat menurunkan kadar homosistein, maka para peneliti berharap bahwa dengan pemberian keduanya, maka resiko terjadinya demensia dan penyakit Alzheimer pun menurun. Pada akhir penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi suplemen vitamin B12 dan asam folat memang memiliki kadar homosistein yang lebih rendah dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya yang hanya diberi plasebo. Akan tetapi, walaupun kadar homosistein telah menurun, para peneliti tidak menemukan perbedaan yang berarti di antara kedua kelompok peserta penelitian tersebut saat melakukan pemeriksaan daya ingat dan kemampuan berpikir.     Sumber: webmd