Your browser does not support JavaScript!
 28 Feb 2017    18:00 WIB
Benarkah Bermain Video Games Baik Bagi Anak-anak?
Membuat Anak Lebih Tabah Menghadapi Berbagai RintanganPada berbagai penelitian, video games telah terbukti dapat membantu mengatasi rasa cemas dan depresi. Selain itu, bermain video games juga membantu anak-anak lebih tabah dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik fisik, emosional, dan sosial.Bermain Menghasilkan Banyak Emosi PositifSelain itu, bermain video games juga dapat membuat anda merasakan 10 emosi positif, yaitu:•  Bahagia•  Keyakinan•  Cinta•  Kejutan•  Bangga•  Penasaran•  Kesenangan•  Kagum•  Kepuasan•  Kreativitas Para pembuat permainan video games mengetahui bahwa untuk membuat orang-orang ingin dan tertarik untuk memainkan suatu permainan, permainan tersebut harus menimbulkan suatu perasaan yang kuat, oleh karena itu, pada pembuat permainan video games pun membuat suatu permainan yang dapat membuat anda merasakan berbagai perasaan kuat yang membuat anda ingin terus memainkan permainan tersebut. Sebagian besar permainan video games membutuhkan kerja sama dan hubungan dengan orang lain, dengan demikian melalui bermain anak-anak dapat belajar mengenai bagaimana membangun suatu hubungan dengan orang lain. Selain itu, penelitian lainnya juga menemukan bahwa anak-anak yang bermain video games atau permainan lainnya bersama orang tuanya merasa lebih dekat dengan orang tuanya.Mengurangi Gejala ADHDSalah satu hal yang menakjubkan dari bermain video games adalah dapat mengurangi gejala ADHD, terutama saat mereka memainkan permainan favorit mereka. Selain itu, bermain juga tampaknya dapat meningkatkan kemampuan anak-anak autis untuk bersosialisasi.Membantu Memecahkan Berbagai Masalah SulitBerdasarkan berbagai bukti penelitian yang kuat, video games sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat didapatkan atau dipuaskan pada dunia nyata. Para gamer (pemain) dapat membantu memecahkan berbagai masalah sulit, seperti bagaimana mereka dapat membantu menemukan cara baru untuk membungkus protein yang dapat membantu menyembuhkan kanker atau mencegah terjadinya penyakit Alzheimer. Selain itu, anak-anak yang bermain video games juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berpikir logis, memecahkan masalah, mengamati, membuat strategi, mengerjakan beberapa hal sekaligus, dan memiliki penglihatan yang lebih tajam.Meningkatkan KreativitasTidak seperti dunia nyata, saat bermain video games anda dapat memperoleh 4 hal penting yang ingin dicapai sebagian besar orang dalam hidupnya, yaitu:•  Pekerjaan yang memuaskan•  Harapan untuk menjadi orang sukses•  Hubungan sosial yang dekat dnegan orang lain•  Kesempatan untuk mengambil bagian dalam sesuatu hal yang lebih besar daripada diri anda sendiri Selain itu, anak-anak yang bermain video games juga memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi (30% lebih tinggi) dibandingkan dengan anak-anak seumuran lainnya yang tidak bermain video games.Satu hal yang perlu diingat adalah walaupun bermain video games memiliki banyak dampak positif bagi anak anda, akan tetapi, berbagai tindakan kekerasan dalam permainan tersebut juga dapat berdampak negatif bagi anak anda. Oleh karena itu, akan sangat membantu bila orang tua tetap mengawasi berbagai permainan yang dimainkan oleh anak-anaknya.Sumber: huffingtonpost
 01 Jun 2016    11:00 WIB
Video Games Penuh Kekerasan Bikin Anak Lebih Agresif, Benarkah?
Sebuah penelitian besar yang dilakukan di Singapura menemukan bahwa kekerasan yang terdapat di dalam berbagai video games ternyata dapat mempengaruhi bagaimana pandangan anak mengenai perilaku agresif. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 3.034 orang anak yang berusia antara 8-17 tahun di Singapura selama lebih dari 3 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa berbagai tindakan kekerasan yang terdapat di dalam video games dapat mempengaruhi perilaku agresif seorang anak dengan mengubah cara pandang anak mengenai kekerasan. Walaupun berbagai penelitian sebelumnya tidak menemukan adanya efek negatif dari video games yang penuh dengan tindakan kekerasan pada perilaku anak, akan tetapi penelitian baru ini justru menemukan hal yang berbeda. Para peneliti menemukan bahwa adanya tindakan kekerasan pada berbagai video games dapat mengubah cara pandang anak mengenai tindakan kekerasan secara umum dan mempengaruhi bagaimana perilaku agresif pada diri anak. Hasil penelitian ini pun tidak terpengaruh oleh beberapa hal lainnya yang turut berperan dalam perkembangan perilaku anak seperti jenis kelamin, usia, tingkat agresivitas anak yang memang telah ada, dan peran orang tua. Akan tetapi, karena para peneliti memperoleh informasi seputar tindakan kekerasan di dalam video games melalui para peserta penelitian, maka hasil penelitian ini mungkin memiliki bias tertentu. Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut di mana informasi seputar tindakan kekerasan di dalam video games juga diperoleh dari orang tua, guru, dan peneliti. Sementara itu, para ahli kejiwaan yang juga meneliti hal yang sama di tahun 2010 menemukan bahwa tindakan kekerasan yang terdapat di dalam berbagai video games mungkin dapat mempengaruhi perilaku anak yang memang beresiko tinggi yaitu anak yang menderita gangguan mood, memiliki rasa empati yang rendah, dan memiliki nilai moral yang rendah. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: healthline