Your browser does not support JavaScript!
 25 Oct 2016    12:00 WIB
7 Hal Tentang Penis
1.      Olahragakan Penis Anda Untuk menjaga bentuk dan fungsi penis anda, maka anda perlu membuat penis anda berereksi secara teratur. Untuk menjaga tonus otot penis, maka otot ini harus mendapat oksigen dalam jumlah yang cukup dari aliran darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi terjadi. Bagaimana bila anda tidak pernah berereksi karena tidak adanya stimulasi seksual atau tidak adanya gairah ? Jangan khawatir, otak dapat menghantarkan impuls yang menyebabkan terjadinya ereksi saat seorang pria tertidur, yaitu saat fase REM (rapid eye movement). Ereksi yang terjadi saat anda tidur ini tidak berhubungan dengan mimpi apa yang sedang anda alami. Apapun mimpi anda, penis anda tetap akan berereksi saat anda berada pada fase REM. Akan tetapi, pada beberapa pria yang mengalami cedera pada saraf yang mengatur ereksi atau yang mengalami kerusakan saraf atau penyumbatan pembuluh darah akibat diabetes, maka ereksi mungkin tidak terjadi. Bila anda tidak melakukan sesuatu agar penis anda tetap dapat berereksi sesekali, maka penis anda mungkin akan memendek. Bila anda tidak mengalami ereksi secara teratur, maka elastisitas jaringan penis akan berkurang dan membuat penis memendek, bahkan hingga 1-2 cm.   2.      Perubahan Ukuran Penis Berdasarkan suatu penelitian, tidak ada hubungan antara ukuran penis anda saat sedang tidak ereksi dengan seberapa besar ukuran penis anda saat berereksi. Penis yang berereksi dapat berukuran sedikit lebih besar atau bahkan jauh lebih besar dibandingkan saat penis sedang tidak berereksi.   3.      Di Manakah Letak Kenikmatan Berasal ? Banyak pria menganggap bahwa bagian bawah kepala penis (glans penis) dan bagian bawah badan penis merupakan area yang paling sensitif terhadap stimulasi seksual. Akan tetapi, daerah ini bukanlah satu-satunya tempat di mana stimulasi seksual terasa menyenangkan. Terdapat beberapa tempat lainnya, seperti: Bagian atas kepala penis Bagian kiri dan kanan kepala penis Bagian samping badan penis Bagian atas dari badan penis Pada pria yang tidak disunat, kulit penutup kepala penis juga dapat memberikan rasa nikmat   4.      Penurunan Sensitivitas dan Penuaan Berbagai penelitian menemukan bahwa penis mengalami penurunan sensitivitas secara perlahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Penurunan sensitivitas penis ini biasanya mulai terjadi saat anda berusia 25 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 65-75 tahun.   5.      Fungsi Vibrator Bagi Penis Anda Tahukah anda apa itu vibrator ? Vibrator merupakan suatu alat yang dapat bergetar dan digunakan oleh para wanita untuk mencapai orgasme sebagai pengganti penis pria. Akan tetapi, ternyata vibrator tidak hanya berguna bagi para wanita, pria pun dapat menggunakannya untuk menstimulasi penis dan menyebabkan terjadinya ejakulasi, terutama pada pria yang mengalami cedera medulla spinalis. Vibrator biasanya ditempelkan pada bagian bawah kepala penis.   6.      Penis dan Kuman Normalnya Kulit pada penis anda sama seperti halnya dengan kulit pada vagina wanita merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Berdasarkan penelitian, terdapat perbedaan jumlah kuman pada penis pria yang belum dan telah disunat. Penis yang telah disunat memiliki lebih sedikit bakteri daripada penis yang tidak disunat. Hal ini diduga juga berhubungan dengan lebih rendahnya resiko terkena HIV pada pria yang telah disunat. Sebuah teori mengemukakan bahwa bakteri anaerob (tidak membutuhkan oksigen untuk hidup) yang biasa terdapat pada bagian dalam kulit penutup kepala penis membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi sedemikian rupa sehingga lebih rentan terhadap infeksi HIV.   7.      Sudahkah Anda Disunat ? Disunat atau tidak itu merupakan pilihan setiap pria. Akan tetapi, terdapat beberapa manfaat dari sunat yang perlu anda ketahui, seperti: Menurunkan resiko penularan penyakit menular seksual pada pasangan anda Menurunkan resiko terjadinya kanker penis Menurunkan resiko terinfeksi HIV  Baca juga: Fakta Menarik Mengenai Ukuran Penis  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd