Your browser does not support JavaScript!
 04 Nov 2018    18:00 WIB
Apakah Ada Makanan Yang Lebih Efektif Dibanding Viagra ?
Ingin suasana malam Anda semakin romantis??? Jawabannya pasti iya, namun bagaimana caranya??? Wanita dikatakan adalah makhluk yang sulit untuk mencapai orgasme. Untuk membantu wanita mencapai hal tersebut. Ada obat baru yang diluncurkan yaitu viagra untuk wanita. Menurut BPOM Amerika Serikat menurut kasus yang dilaporkan wanita yang rutin konsumsi obat ini hanya mengalami hubungan intim yang berkualitas hanya 1x dalam sebulan dan sebaiknya dihentikan apabila sudah minum selama 8 minggu dan belum ada perubahan. Selain itu obat ono memiliki efek samping seperti merasa mengantuk, mual dan pusing, dan untuk wanita yang minum obat ini disarankan untuk menahan diri dari alkohol dan waspada terhadap tekanan darah sangat rendah. Melihat banyaknya efek samping yang ditimbulkan sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk meningkatkan suasana hati, meningkatkan keseimbangan hormon dan meningkatkan aliran darah tanpa efek samping yang memusingkan. Yaitu dengan mencoba makanan ini. Makin penasaran, makanan apa sajakah??? Berikut makanan yang dapat meningkatkan gairah untuk Anda para wanita: Bayam Bayam tidak hanya membantu membuat Anda mendapatkan tubuh langsing ideal karena kemampuannya yang mampu menekan nafsu makan. Namun bayam juga dapat meningkatkan aliran darah ke organ intim. Hal ini dikarenakan bayam kaya akan magnesium, mineral yang mengurangi peradangan di pembuluh darah dan membantu meningkatkan aliran darah. Peningkatan aliran darah ke arah organ intim akan meningkatkan gairah dan membuat seks terasa lebih menyenangkan, sehingga wanita akan merasa lebih mudah untuk mengalami orgasme. Teh hijau Rahasia untuk kehidupan malam yang panas dimulai dengan secangkir teh. Teh hijau kaya akan senyawa yang disebut katekin, yang telah terbukti meluruhkan lemak perut dan  mempercepat kemampuan hati untuk mengubah lemak menjadi energi. Katekin juga meningkatkan aliran darah yang nantinya meningkatkan gairah dalam bercinta. Katekin membunuh radikal bebas yang merusak pembuluh darah, meningkatkan kemampuan pembuluh darah untuk mengangkut darah. Katekin juga menyebabkan sel-sel pembuluh darah untuk melepaskan oksida nitrat, yang meningkatkan ukuran pembuluh darah, yang menyebabkan peningkatan aliran darah. Ikan Bukan sebuah rahasia bahwa minyak ikan seperti salmon, sarden, dan tuna yang dipenuhi dengan asam lemak omega-3, tapi di sini adalah sesuatu yang Anda mungkin tidak tahu: nutrisi tersebut tidak hanya menguntungkan bagi jantung Anda, tetapi juga meningkatkan kadar dopamin di otak. Lonjakan dopamin ini meningkatkan sirkulasi dan aliran darah, memicu gairah. Selain itu dopamin akan membuat Anda merasa lebih santai dan terhubung dengan pasangan Anda, yang membuat seks lebih menyenangkan. Coklat hitam Kabar baiknya, untuk Anda para chocolate lovers. Karena coklat tidak hanya dapat memperbaiki mood Anda namun coklat juga bisa meningkatkan gairah Anda. Namun coklat yang dimaksud disini adalah dark chocolate. Dark chocolate mengandung flavonoid yang telah terbukti mengurangi stres dan melebarkan pembuluh darah, sehingga membantu meningkatkan aliran darah ke organ intim. Flavonoid juga dapat membantu mengurangi lemak tubuh, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda di tempat tidur, sehingga lebih mudah untuk fokus dan tidak teralihkan pada bentuk tubuh yang mungkin kurang oke. Jadi tunggu apalagi segera konsumsi makanan diatas dan dapatkan malam-malam Anda yang istimewa. Baca juga: Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Viagra Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: eatthis
 18 Feb 2018    18:00 WIB
Apakah Viagra Boleh Untuk Wanita?
Viagra ® - adalah obat yang paling sering dipublikasikan untuk melawan disfungsi ereksi. Mungkin ada pertanyaan apakah akan berefek apabila dikonsumsi oleh wanita.    Ternyata berhasil! Dalam beberapa tahun terakhir, laboratorium yang memasarkan obat tersebut telah memutuskan untuk mengkaji secara terperinci efek obat tersebut kepada wanita. "Kami menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi vagina, mereka juga merasakan kegembiraan yang lebih besar dikarenakan terjadi peningkatan pelumasan vagina setelah konsumsi 1 tablet 2 jam sebelum berhubungan," kata Dr Mimoun. Salah satu dokter yang ikut dalam penelitian ini.  Meskipun Viagra memiliki efek pada "hal" tersebut namun hal ini tidak memperkuat keinginan untuk melakukan hubungan seks. Perempuan tidak mengharapkan hal yang sama seperti laki-laki mengenai seks.  Menurut para ahli "Para wanita lebih menginginkan pil yang dapat merangsang keinginan mereka untuk bercinta" Ini lah yang menjadi alasan mengapa laboratorium farmasi akhirnya menyerah untuk berusaha mendapatkan otorisasi agar obat ini dapat digunakan untuk wanita.    Apakah Viagra bisa diberikan untuk wanita? Obat ini dikatakan sebagai penguat hanyalah kata-kata yang digunakan oleh media. Namun sebagian besar obat ini berisi hormon laki-laki, termasuk testosteron. Yang dimaksudkan untuk merangsang keinginan dibandingkan meningkatkan kegembiraan atau kesenangan.    Apakah ada efek samping? Viagra ® adalah obat resep untuk pria. Jadi kami tidak bisa merekomendasikan untuk wanita. Namun, jika Anda memutuskan untuk mencobanya, Anda harus menyadari bahwa mungkin akan ada efek samping (sebagian besar sakit kepala) dan risiko gangguan akibat interaksi dengan zat lain. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk konsumsi Viagra apabila Anda sedang dalam masa  pengobatan dengan nitrat untuk mengobati penyakit jantung    Sumber: foxnews
 17 Jun 2017    08:00 WIB
Bercinta Picu Serangan Jantung?
Bercinta seharusnya dapat memberikan kenikmatan dan membuat pasangan bahagia. Bercinta juga bisa disamakan dengan olahraga karena bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karena itu, orang-orang dengan kondisi tertentu sebaiknya menunda aktivitas seks karena bisa membahayakan nyawa. Meski berhubungan seksual adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association para peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, menyimpulkan bahwa olahraga dan hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak, meski risikonya kecil. Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan seks, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu. Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali. Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak. Kendati risikonya disebut 2,7 kali, tetapi sebenarnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak saat sedang berhubungan seks sangat kecil, terutama jika kegiatan intim itu dilakukan dengan pasangan yang terikat. Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat bercinta juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang bercinta. Lantas, haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan seks? Menurut seorang peneliti dari pusat jantung, stroke dan kanker,  tahan gairah seks Anda jika mengalami napas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada, Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan seks, berhentilah. Pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung (heart rate) mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan seks, bahkan tanpa obat. Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika bercinta. Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya. Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin atau isosorbid bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastik karena  isosorbid  mengendurkan pembuluh darah, meningkatkan persediaan darah dan oksigen ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan obat jantung ini berkontra-indikasi pada pemberian obat bersamaan dengan inhibitor phosphodiesterase (Viagra).   Sumber: asiaone
 10 Nov 2014    11:00 WIB
Efek Samping Menakutkan dari Viagra
Sebagian besar orang, terutama kaum pria tentunya sudah mengetahui apa itu Viagra atau yang biasa dikenal dengan nama obat kuat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa mengkonsumsi obat yang dapat membantu ereksi ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit paling mematikan alias melanoma? Pada sebuah penelitian baru yang mengamati lebih dari 25.000 orang pria selama lebih dari 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa para pria yang mengkonsumsi sildenafil (Viagra) dalam waktu 3 bulan sebelum penelitian dimulai memiliki resiko lebih tinggi (hingga 84%) untuk menderita melanoma. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para pria yang menggunakan obat ini sebelum penelitian dimulai juga lebih beresiko (hingga 92%) untuk menderita berbagai jenis kanker lainnya dibandingkan dengan para pria lainnya yang tidak pernah menggunakan obat ini. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab dari peningkatan resiko terjadinya kanker pada para pengguna Viagra ini. Akan tetapi, para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan Viagra menekan kerja enzim PDE5A, yang bertujuan untuk membantu mempertahankan ereksi, yang ternyata juga menyebabkan terjadinya mutasi, yang banyak ditemukan pada para penderita melanoma. Sebelum memutuskan untuk menghentikan penggunaan Viagra Anda, para peneliti memberitahukan bahwa penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat antara penggunaan Viagra dan terjadinya melanoma. Selain itu, para peneliti juga mengatakan bahwa terjadinya melanoma pada para pria pengguna Viagra terbilang cukup kecil, yaitu hanya 14 orang pria di antara 1.378 orang pria. Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah dosis dan frekuensi penggunaan obat ini juga berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya melanoma.   Sumber: menshealth