Your browser does not support JavaScript!
 20 May 2021    13:00 WIB
Mengenal Apa Itu Vertigo Posisional
Apakah vertigo posisional itu?Vertigo posisi atau Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan gangguan yang sering terjadi yang menimbulkan episode-episode singkat vertigo pada perubahan posisi kepala yang menstimulasi kanalis semisirkularis posterior di telinga bagian dalam. •  Seseorang tiba-tiba merasa dirinya atau lingkungan sekitarnya berputar ketika ia menggerakan kepalanya•  Seseorang dapat merasa mual dan muntah, serta bola matanya dapat bergerak abnormalVertigo merupakan suatu sensasi berputar yang khas. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar.   Apakah penyebab dari vertigo posisional?Perubahan posisi kepala, terutama saat membalikkan kepala di bantal saat hendak bangun tidur pagi hari, atau saat mendongakkan kepala saat meraih rak tinggi, merupakan pemicu paling banyak terjadinya serangan ini. BPPV biasanya terjadi karena partikel kalsium yang normalnya terjapat pada bagian tertentu di telinga bagian dalam (utrikulus dan sakulus) berpindah ke bagian lain di telinga bagian dalam (yaitu ke kanalis semisirkularis posterior).   Apa saja gejala dari vertigo posisional?Pada BPPV akan terjadi episode-episode singkat vertigo. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar. Vertigo jenis ini dapat menakutkan, tetapi biasanya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Serangan dapat disertai dengan rasa mual, muntah, dan gerakan abnormal bola mata tertentu (nystagmus). Episode vertigo dimulai 5-10 detik setelah gerakan kepala dan berlangsung kurang dari satu menit. Serangan biasanya mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Terkadang, serangan dapat menetap untuk beberapa bulan dan dapat menyebabkan dehidrasi karena adanya mual dan muntah. Tidak terjadi bising (tinitus) atau hilangnya pendengaran.   Apa saja pengobatan untuk vertigo posisional?BPPV mudah untuk diobati. Partikel-partikel dapat dikeluarkan dari kanalis semisirkularis posterior dan kembali ke tempat asalnya. Reposisi partikel ini dibuat dengan melakukan manuver Epley. Manuver ini segera menyembuhkan vertigo pada sekitar 90% penderita. Pengulangan manuver ini dapat menyembuhkan sekitar 5% penderita lainnya. Pada beberapa orang, vertigo dapat muncul kembali. Jika hal ini terjadi, manuver ini dapat kembali dilakukan. Seseorang dapat diajari untuk melakukan manuver ini sendiri di rumah jika seandainya vertigo muncul kembali. Pada sekitar 5% penderita yang tidak sembuh dengan manuver ini, dapat diberikan obat-obatan. Pada kasus yang jarang, pembedahan diperlukan. Terkadang kanalis horizontal terkena, dan berguling seperti batang kayu dapat mengurangi gejala.  
 08 May 2020    11:00 WIB
Beberapa Hal Untuk Mengurangi Gejala Vertigo
Vertigo adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami pusing disertai perasaan dirinya / lingkungan berputar. Saat mengalami vertigo, anda dapat mengalami sensasi sekeliling anda berputar. Gejala vertigo dapat disertai dengan gangguan keseimbangan, sulit berdiri / berjalan, mual, dan muntah. Untuk mengobati vertigo, dokter perlu menelusuri terlebih dahulu kemungkinan penyebabnya. Vertigo merupakan suatu kondisi gangguan keseimbangan tubuh akibat adanya kelainan pada pusat keseimbangan di otak (vertigo sentral,  disebabkan masalah pada otak atau batang otak, misalnya tumor, stroke) atau di organ keseimbangan lain seperti telinga (vertigo perifer). Diagnosis vertigo diketahui dari keluhan yang timbul, pemeriksaan fisik (misalnya: tes keseimbangan) dan  pemeriksaan lebih lanjut misal dengan memicu vertigo, pemeriksaan nistagmus, uji kalorik, posturography, dan CT scan atau MRI bila perlu. Vertigo diatasi dengan pemberian obat untuk membantu meredakan gejala vertigo, misalnya betahistin ataupun obat untuk mengurangi gejala yang timbul, misalnya obat antimual. Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu mengurangi gejala vertigo: Menghindari perubahan posisi secara mendadak/terlalu cepat dan tiba-tiba, misalnya dari tidur-duduk-berdiri Menghindari gerakan menunduk/membungkuk, kepala tengadah Hindari melakukan gerakan tiba-tiba. Bangun dari tempat tidur ke berjalan dilakukan secara perlahan-lahan Tidur dengan bantal tinggi Jika keluhan anda tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter spesialis saraf untuk mendapatkan terapi yang sesuai.
 23 Feb 2019    08:00 WIB
Atasi Vertigo Dengan Cara Ini
Vertigo atau yang biasa di kenal dengan pusing tujuh keliling bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari gejala yang ringan hingga yang cukup berat. Vertigo bisa ditandai dengan rasa pusing seperti kepala berputar dan penglihatan terbalik. Akibatnya penderita mengalami rasa pusing yang sangat dan tidak akan mampu bangun karena rasa pusingnya. bahkan kerap kali disertai mual dan muntah. Ada orang yang berkali-kali vertigonya kambuh bahkan ketika sudah minum obat. Gejala vertigo memang bisa hilang, namun bila dibiarkan tanpa dicari jelas penyebabnya maka vertigo bisa semakin parah. Umumnya vertigo yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan gangguan keseimbangan atau istilah kedokterannya disebut vertibular. Gejala vertigo bisa juga dicetuskan dengan berbagai hal, seperti gangguan hormonal yang salah satunya ditandai dengan adanya jerawat, kelelahan, stress, kurang istirahat dan sebagainya. Ada satu bentuk latihan yang bisa dicoba dilakukan untuk mengatasi serangan vertigo. Latihan khusus yang disebut latihan Vestibular ini adalah sebagai berikut : 1. Berdiri tegak, buka kedua mata kemudian tutup. Lakukan lima kali.2. Melatih gerakan kepala memutar. Pertama, tempelkan dagu ke dada, kemudian gerakkan atau putar kepala ke kiri, terus sampai kepada posisi semula. Kemudian ganti arah, dengan memulai ke arah kanan. Masing-masing arah lakukan 3 kali.3. Lakukan juga gerakan menunduk perlahan-lahan, lalu menengadah, ulangi 3 kali.4. Latih juga gerakan kepala miring, yaitu usahakan telinga kiri menempel ke pundak kiri. Tahan hingga 15 detik, kemudian lakukan gerakan yang sebaliknya. Ulangi masing-masig arah 3 kali.5. Duduk dengan tulang punggung tetap tegak, mata terbuka. Lalu berdirilah. Pada saat badan sudah tepat berdiri, tutuplah mata. Ulangi 3 kali.6. Melatih gerakan bola mata ke kanan dan ke kiri (horizontal) dengan mata tetap terbuka. Ulangi masing-masing arah 3 kali. Lalu sambung dengan menggerakkan bola mata secara vertical, atas dan bawah.7. Latih otot mata dengan mengikuti arah benda yang sedang bergerak, lalu fokuskan pandangan mata pada benda yang diam. Terapi rehabilitasi vestibular (vestibular rehabilitation therapy/VRT) merupakan terapi fisik untuk menyebuhkan vertigo. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular. Secara naturopati gangguan vertigo ini bisa dibantu dengan mengkonsumsi atau menghindari makanan tertentu. Setiap makan, usahakan porsi yang cukup, jangan terlalu banyak, hindari makanan yang tinggi karbohidrat, makanan-makanan yang bisa merangsang alergi (misalnya seafood, pedas, asam yang berlebihan), makanan yang mengandung alkohol, kafein, minyak dan lemak. Selain itu gangguan vertigo ini bisa dikurangi dengan mengkonsumsi enzim Bromelain, Magnesium, Vitamin B12 yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan sistem syaraf. Jahe dan Ginko juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi ke dan dalam otak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  
 02 Oct 2018    16:00 WIB
Kenali Jenis dan Gejala Gangguan Pendengaran
Hilangnya pendengaran (tuli) dapat membuat dunia yang begitu ramai menjadi sunyi senyap. Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang dapat berakhir pada hilangnya pendengaran, mulai dari polusi suara sampai pada penyakit tertentu. Diagnosis dini dan pengobatan sedini mungkin dapat mencegah terjadinya hal ini. Rentang pendengaran normal adalah 0-20 dB. Rentang gangguan pendengaran ringan adalah 26-40 dB. Rentang gangguan pendengaran sedang adalah 41-55 dB. Rentang gangguan pendengaran berat adalah 71-90 dB. Untuk menentukan derajat gangguan pendengaran yang anda alami, dokter anda akan melakukan pemeriksaan audiogram. Orang dengan pendengaran yang normal dapat mendengar suara pada semua desibel (suatu ukuran intensitas suara). Sedangkan orang dengan gangguan pendengaran berat hanya dapat mendengar suara yang sangat keras. Orang dengan gangguan pendengaran berat dapat mengalami kesulitan dalam mendengar pembicaraan orang lain, tetapi mereka masih dapat mendengar berbagai suara keras lainnya.   Jenis Gangguan Pendengaran 1.      Tuli Konduktif Tuli konduktif terjadi akibat adanya gangguan pada liang telinga, membrane timpani, atau pada telinga tengah. Gangguan ini menghambat impuls suara untuk sampai ke telinga dalam. Hal ini disebabkan oleh infeksi telinga, tumor, cairan, atau adanya benda asing di dalam telinga. 2.      Tuli Sensorineural Tuli sensorineural seringkali disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut di telinga dalam. Penyebab lainnya adalah kerusakan saraf ke 8 (vestibulokoklear) atau otak. Hal ini biasanya terjadi akibat proses penuaan. 3.      Tuli Kombinasi Tuli kombinasi merupakan gabungan antara tuli konduktif dan tuli sensorineural. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam (koklea atau saraf pendengaran). Gangguan ini dapat disebabkan oleh cedera kepala, infeksi kronik pada telinga, atau gangguan yang diturunkan (herediter).   Hilangnya pendengaran dapat mengenai satu atau kedua telinga. Hal ini dapat terjadi secara mendadak (akut) atau memburuk secara perlahan. Segera hubungi dokter bila anda mengalami gangguan pendengaran.   Gejala Gangguan Pendengaran Hilangnya pendengaran dapat terjadi secara mendadak atau perlahan, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain yang sering terjadi bersamaan dengan hilangnya pendengaran tersebut adalah: Nyeri pada salah satu atau kedua telinga Pusing Pusing berputar atau vertigo Telinga berdengung Rasa tertekan atau penuh di satu atau kedua telinga
 09 Jan 2014    10:00 WIB
Vertigo
Rasa pusing tujuh keliling, pusing berputar, atau nggeliyeng dalam bahasa kedokteran dinamakan vertigo. Vertigo dapat terjadi akibat gangguan alat keseimbangan pada ujung saraf no.8 yang terletak di dalam telinga atau pada pusat pengatur keseimbangan di otak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya gangguan aliran darah (misalnya pada penyakit kurang darah/anemia, penyakit jantung, kencing manis, aterosklerosis/ kekakuan pembuluh darah, stroke pada pusat pengatur keseimbangan), infeksi/ peradangan (misalnya infeksi di tulang karang telinga, infeksi di dalam telinga, infeksi di pusat pengatur keseimbangan di otak), cedera kepala (gegar otak), pengaruh obat tertentu, bisul / tumor di daerah pusat pengatur keseimbangan, gangguan hormonal, dapat juga disebabkan oleh masalah kejiwaan, dan lain-lain Untuk dapat menangani keluhan vertigo dengan tuntas, perlu dicari penyebabnya. Yaitu dengan melakukan dilakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan jantung, serta MRI/ MRA otak. Dengan demikian, pengobatan dapat diberikan secara tepat sesuai dengan penyebabnya. Gejala pusing berputar diredakan dengan pemberian obat-obat yang dapat mengendalikan fungsi keseimbangannya. Kemudian apabila penyebabnya bisul/ tumor, perlu dilakukan operasi. Bila penyebabnya infeksi, maka infeksinya diatasi dengan obat-obatan atau tindakan operasi. Demikian juga bila penyebabnya adalah gangguan pembuluh darah otak maupun jantung, diberikan obat-obatan yang bertujuan melancarkan aliran darah dan menjaga agar bagian organ yang rusak tidak meluas. Hal yang tidak kalah penting, penderita sebaiknya istirahat sampai gejalanya membaik dan dapat beraktivitas kembali. Pada umumnya bila penyebabnya bisa diatasi, keluhannya akan membaik. Maka apabila terdapat keluhan pusing berkepanjangan, sebaiknya berobat kepada dokter ahli saraf untuk dicari penyebabnya