Your browser does not support JavaScript!
 31 Jul 2019    11:00 WIB
Mengapa Infeksi Vagina Bisa Terjadi ?
Ribuan wanita di seluruh dunia pernah mengalami infeksi vagina atau vaginitis minimal sekali seumur hidupnya. Vaginitis memang sangat menggangu dan jika tidak ditangani dengan baik akan sangat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari. Oleh karena itu kami memberikan beberapa informasi penting mengenai vaginitis. Vaginitis adalah suatu kondisi terjadinya inflamasi di vagina. Gejala yang muncul dapat beruba gatal di vagina, iritasi disekitar vagina, nyeri saat berkemih, perubahan warna urin, perubahan jumlah urin, keluar cairan dari vagina yang berbau tidak sedap, terkadang bisa keluar darah dari vagina diluar masa menstruasi. Vaginitis biasanya terjadi karena infeksi bakteri atau jamur. Penyebab lain dari vaginitis adalah penyakit menular seksual atau reaksi alergi terhadap sabun yang mengandung parfum, cairan pembersih vagina dan lainnya. Vaginitis juga dapat disebabkan karena penurunan kadar esterogen saat memasuki masa menopause, setelah melahirkan atau sebelum masa pubertas. Untuk mengobati vaginitis, penting untuk Anda menemui dokter untuk membicarakan gejala-gejala yang alami. Dokter Anda akan memeriksa kembali riwayat kesehatan Anda dan juga memeriksa fisik Anda. pemeriksaan fisik akan membantu dokter Anda menemukan penyebab pasti dari infeksi vagina dan akan memberikan resep obat yang tepat. Biasanya Anda perlu mengaplikasikan krim atau tablet yang akan menghilangkan nyeri dan berbagai tanda dari vaginitis. Dengan mengikuti pola hidup sehat, menjaga kebersihan dengan baik dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan Anda bisa mencegah terjadinya vaginitis. Jangan memakai pakaian, terutama pakaian dalam yang tidak menyerap keringat dan menyebabkan tubuh lembab. Pilihlah pakaian dari bahan katun dibanding nilon atau jeans ketat. Terakhir adalah melakukan hubungan seksual yang aman. Jika vaginitis disebabkan oleh penyakit menular seksual, pasangan Anda juga akan mendapat masalah medis yang sama. Jadi pencegahan lebih baik dibanding pengobatan. Sumber: magforwomen