Your browser does not support JavaScript!
 07 Jun 2019    16:00 WIB
Cara Atasi Iritasi Daerah Miss V
Daerah miss V merupakan daerah yang sangat sensitif, bila Anda tidak merawat dengan baik daerah vagina akan mudah mengalami iritasi. Hampir semua wanita pernah mengalami iritasi pada daerah vaginanya. Iritasi pada daerah vagina bisa sangat mengganggu, rasanya yang mungkin perih namun mau periksa ke dokter merasa enggan. Ada beberapa hal penyebab dari iritasi pada vagina seperti kurang menjaga kebersihan daerah vagina, sering menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung deterjen, tidak mengganti pakaian dalam, tidak sering mengganti pembalut, menggunakan pakaian dalam yang bahannya kasar. Nah agar organ intim Anda tidak lagi mengalami iritasi, berikut ini cara yang dapat Anda ikuti: Ganti pakaian dalam Anda Vagina sangat sensitif bila dalam keadaan basah, usahakan selalu agar daerah sana kering dan tidak lembab. Menurut WH penasihat Shari Brasner, MD, asisten profesor ginekologi klinis di Mount Sinai School of Medicine untuk itu gantilah pakaian dalam Anda, gunakan yang berbahan katun, mudah menyerap keringat dan tidak mudah lembab. Hindari penggunaan bahan kimia Sebaiknya Anda menghindari menggunakan produk yang mengandung bahan kimia seperti pembalut, celana dalam dari bahan sintetis yang ketat, kondom, sabun mandi, sabun pembersih kewanitaan dan tisu toilet wangi yang digunakan untuk membersihkan daerah kewanitaan, semua itu bisa menyebabkan iritasi dan gatal-gatal di vagina. Sebaiknya Anda mencari produk yang sesuai dengan kulit vagina Anda, perhatikan penggunaan produk tersebut apakah membuat iritasi atau tidak, bila iya hentikan penggunaan. Oleskan salep Terlalu keras saat membersihkan daerah vagina dan hubungan seks yang dilakukan dengan cepat juga bisa membuat iritasi daerah sekitar vagina. Anda bisa menggunakan salep yang mengandung petroleum jelly yang dapat membantu melindungi dan menyembuhkan daerah vagina yang mengalami iritasi. Menyembuhkan infeksi Vagina yang gatal adalah ciri dari terjadinya infeksi jamur. Untuk mengatasinya menggunakan krim antijamur atau supositoria yang dimasukkan kedalam vagina. Hubungi dokter Anda. Bila Anda merasakan rasa sangat tidak nyaman didaerah vagina, seperti timbul rasa nyeri, rasa terbakar. Kemungkinan terjadi infeksi yang harus diberikan antibiotik dibawah pengawasan dokter. Biasanya dokter akan memeriksa apakah Anda terinfeksi penyakit menular seksual atau tidak. Beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, trikomoniasis, dan gonore dapat menyebabkan iritasi vagina. Secara keseluruhan, iritasi pada vagina umumnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim. Jaga selalu kesehatan organ intim Anda, karena organ intim ini merupakan aset yang harus dijaga selalu kesehatannya. Baca juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 20 May 2019    11:00 WIB
Otot Vagina Terlalu Kencang? Hati-Hati Vaginismus
Apakah selama ini Anda mengalami masalah penetrasi yang sulit saat berhubungan seksual? Apakah Anda mengalami kesulitan saat harus melakukan pemeriksaan vaginal di dokter kandungan? Jika iya, kemungkinan Anda menderita vaginismus, yaitu suatu kondisi dimana seorang wanita mengalami pengencangan otot-otot di sekitar vagina yang tidak disadari setiap ada upaya untuk mempenetrasikan (menyusupkan) sesuatu ke dalam vagina. Penetrasi dapat berupa jari, tampon dan penis. Berikut adalah gejala dari vaginismus:•  Pengencangan vagina•  Rasa tersengat atau terbakar di sekitar vagina•  Rasa ketidaknyamanan saat berhubungan seksual•  Takut akan rasa sakit•  Menghindari penetrasi seksual atau penetrasi terhadap hal apapun•  Penurunan nafsu seksual•  Kontraksi otot tubuh, terutama pada otot tungkai bawah dan punggung•  Stress Jika Anda mengenali salah satu atau beberapa gejala diatas sebagai masalah yang Anda juga alami, maka Anda harus segera menghubungi dokter kandungan Anda secepatnya. Hal ini penting karena vaginismus dapat mempengaruhi Anda baik secara fisik, emosi dan juga kehidupan seksual Anda. Tindakan Anda menghindari seks atau perasaan tidak nyaman karena situasi fisik tertentu akan sangat menyulitkan diri Anda sendiri, karena Anda tidak menciptakan kondisi tersebut dengan sengaja. Penelitian mengungkapkan bahwa beberapa wanita melakukan sesuatu diluar kehendak mereka dan menahan rasa sakit yang mereka alami untuk memuaskan pasangannya. Tetapi semakin lama situasi menjadi semakin rumit sehingga dapat merusak kehidupan seksual mereka selamanya. Satu hal yang perlu Anda ketahui saat Anda menderita vaginismu bukanlah akhir dunia, karena vaginismus dapat diobati. Kebanyakan wanita yang mengalami vaginismus primer ternyata lebih banyak disebabkan oleh masalah kejiwaan, bukan masalah fisik. Jika itu penyebabnya maka dapat diatasi dengan konseling dan terapi seks. Vaginismus tidak hanya mempengaruhi kehidupan seksual wanita tetapi juga merusak kepercayan dirinya dan hubungannya dengan pasangan. Vaginismus juga dapat menyebabkan depresi. Tetapi selalu ada jalan keluar. Peneliti mengatakan kebanyakan wanita yang menderita vaginismus tetap akan memiliki gairah akan seks dan mereka dapat menemukan kepuasan melalui oral seks, masturbasi dan foreplay karena mereka tidak dapat mengalami penetrasi. Jadi kuncinya adalah menemukan metode alternatif.Sumber: magforwomen
 16 May 2019    18:00 WIB
7 Penyebab Timbulnya Rasa Gatal Pada Ms. V
Rasa gatal tentunya akan membuat siapa saja merasa tidak nyaman, apalagi bila rasa gatal tersebut justru berasal dari organ intim Anda, yang tentu saja tidak mudah untuk digaruk. Rasa gatal pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pembalut hinggga berbagai penyakit serius. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyakit yang dapat membuat vagina Anda terasa gatal.   Baca juga: Tips Untuk Mencegah Timbulnya Bau Tidak Sedap Pada Miss. V   Infeksi Bakteri Infeksi bakteri pada vagina atau biasa disebut dengan vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya rasa gatal pada vagina dan disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan karena perubahan pH vagina. Vaginosis bakterial memiliki gejala yang hampir sama dengan infeksi jamur, perbedaannya adalah cairan yang keluar dari dalam vagina lebih encer dan biasanya berbau.   Infeksi Jamur Seperti halnya vaginosis bakterial, infeksi jamur (kandidiasis) seringkali disebabkan oleh perubahan pH vagina. Infeksi jamur dapat terjadi sewaktu-waktu atau saat Anda mengkonsumsi obat antibiotika, setelah berhubungan seks, stress, saat pola makan Anda berubah, atau bila Anda menderita diabetes (penderita diabetes beresiko tinggi untuk mengalami infeksi jamur karena tingginya kadar gula darah). Selain menimbulkan rasa gatal, biasanya penderita juga akan menyadari adanya cairan kental berwarna putih yang keluar dari vagina.   Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap beberapa produk tertentu. Berbagai produk ini dapat berupa parfum atau pengawet, termasuk kondom dan pelumas. Selain rasa gatal; kulit juga tampak berwarna kemerahan, membengkak, dan menebal. Jika Anda memang memiliki kulit yang sensitif, dianjurkan agar menggunakan berbagai produk hipoalergenik; termasuk shampo, pelembut pakaian, dan deterjen. Hindarilah berbagai jenis produk yang mengandung zat-zat kimia, sabun, dan pelumas yang mengiritasi. Bahkan tisu toilet yang mengandung pewangi atau berwarna juga dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit Anda. Pastikan juga Anda tidak mencukur rambut kemaluan Anda bila Anda memiliki kulit yang sensitif dan jangan pernah menggunakan berbagai produk pembersih kewanitaan.   Eksim atau Psoriasis Gangguan kulit yang disebabkan oleh faktor genetika seperti eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis dapat menyebabkan kulit kemerahan dan gatal di daerah kemaluan, serta timbulnya bercak kemerahan pada daerah selangkangan.   Penyakit Menular Seksual (PMS) Beberapa penyakit menular seksual seperti klamidia, herpes, trikomonas, dan gonorea dapat membuat vagina Anda terasa gatal. Selain itu, kutu juga dapat hidup pada rambut kemaluan dan menimbulkan rasa gatal yang akan berlanjut menjadi rasa nyeri dan rasa seperti terbakar di daerah kemaluan. Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami rasa gatal di daerah kemaluan disertai dengan beberapa gejala penyakit menular seksual lainnya seperti rasa seperti terbakar saat buang air kecil, keluarnya cairan berbau tidak sedap dari vagina, adanya luka terbuka pada daerah kemaluan, dan nyeri saat berhubungan seksual.   Liken Sklerosus Liken sklerosus merupakan suatu gangguan seirus yang menyebabkan vagina terasa gatal. Gejalanya adalah adanya bintik putih pada kulit kemaluan. Gangguan ini dapat terjadi secara mendadak dan para ahli menduga bahwa gangguan ini  disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal atau karena sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.   Perubahan Kadar Hormonal Berbagai hal yang menyebabkan terjadinya perubahan kadar hormon di dalam tubuh seperti menstruasi, kehamilan, menopause, dan konsumsi pil KB dapat membuat vagina Anda terasa gatal. Saat menstruasi, berbagai jenis pembalut yang Anda gunakan seringkali juga mengandung pewangi atau pewarna yang membuat vagina terasa gatal. Jika hal ini sering terjadi, maka gunakanlah pembalut berbahan katun organik, yang tidak terlalu mengiritasi kulit vagina Anda.   Sumber: womenshealthmag
 11 Apr 2019    18:00 WIB
Jarang Bercinta Baik Buat Miss.V, Masa Sih???
Jika Anda pernah mendengar anggapan yang mengatakan bahwa jarang berhubungan seks akan membuat vagina Anda menjadi lebih kencang, maka Anda sebaiknya melupakan hal tersebut karena anggapan tersebut sama sekali salah!   Baca juga: Penyebab Miss V Sakit   Banyak orang mengira bahwa seorang wanita yang jarang berhubungan seks tentunya akan memiliki vagina yang lebih kencang dan seorang wanita yang sering berhubungan seks pastinya akan memiliki vagina yang lebih longgar. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu kesalahan besar! Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan otot-otot vagina Anda merupakan otot-otot yang sangat elastis. Otot-otot ini akan berkontraksi dan kembali ke ukurannya semula setelah Anda selesai berhubungan intim dengan pasangan dan bahkan setelah Anda melahirkan. Walaupun demikian, memang ada saatnya di mana vagina seorang wanita akan mengalami perubahan di sepanjang hidupnya. Pertama adalah setelah mereka melahirkan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa otot-otot vagina membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk kembali ke bentuk dan ukurannya semula (sebelum melahirkan). Saat kedua adalah saat Anda mulai menua. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, maka kadar hormonnya pun akan menurun, yang berakibat pada menipisnya dinding vagina sehingga otot-otot vagina pun menjadi tidak terlalu elastis, jadi memang otot vagina akan terasa sedikit kendor. Kabar baiknya adalah kekencangan otot vagina ini dapat kembali Anda peroleh dengan melakukan olahraga Kegel, tidak perduli berapa usia Anda. Jadi, bila vagina Anda terasa lebih kaku saat berhubungan intim dengan pasangan, hal ini bukan dikarenakan Anda dan pasangan telah lama tidak berhubungan intim, tetapi karena Anda kurang bergairah sehingga perlu lebih banyak pemanasan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 20 Mar 2019    16:00 WIB
5 Penyebab Bau Tidak Sedap Pada Kemaluan Wanita
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita.   1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika.   2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur.   3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap.   4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik.   5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat.   Sumber: sheknows
 12 Mar 2019    08:00 WIB
Kenali Bermacam-macam Perbedaan Warna Dan Bau Cairan Miss V
Keluarnya cairan vagina adalah normal, cairan ini berguna untuk menjaga keseimbangan pH vagina. Namun keluarnya cairan vagina yang berbeda dari cairan vagina yang normal juga dapat mengindikasikan kondisi tubuh yang tidak sehat. Keluarnya cairan yang lain bisa menjadi gejala masalah yang lebih serius sehingga perlu segera ditangani. Cairan vagina berwarna abu-abu, putih atau kuning, baunya juga amis kemungkinan disebabkan bakteri vaginosis Jika seseorang menderita gonore, maka akan keluar cairan vagina yang keruh atau kekuningan. Untuk infeksi jamur akan keluar cairan putih yang tebal. Cairan yang ini sering digambarkan memiliki konsistensi seperti keju cottage. Cairan seperti ini juga merupakan karakteristik klamidia, IMS (Infeksi Menular Seksual) pada umumnya. Jika seseorang mengalami menstruasi yang tidak teratur, kanker endometrium atau kanker serviks, maka mungkin akan mengeluarkan cairan vagina yang berdarah atau berwarna coklat. Jika seseorang menderita trikomoniasis, maka akan mengeluarkan cairan vagina yang berwarna kuning hijau berbusa dan berbau busuk. Semua keadaan yang menyebabkan perubahan pada cairan vagina harus ditangani dengan baik karena setiap infeksi yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti Gonore atau klamidia yang tidak diobati dapat menyebar ke atas dan menyebabkan penyakit radang panggul, infeksi serius rahim, saluran tuba atau ovarium. Baca juga: Cara Mencegah Jamur Di Kulit Sumber: wikihow
 16 Feb 2019    11:00 WIB
Hal Sepele Yang Memicu Terjadinya Keputihan Pada Wanita
Jangan anggap remeh keputihan! Tahukah Anda bahwa keputihan yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal bagi masa depan Anda? Bagi Anda yang ingin memiliki momongan nantinya, pastikan Anda segera berobat bila mulai mengalami gejala keputihan.   Selain dapat menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopik, keputihan juga dapat merupakan gejala awal dari adanya kanker serviks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya keputihan.   STRESS Stress dapat menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari stress dan kurangi stress Anda dengan berolahraga secara teratur.   OBAT-OBATAN Penggunaan antibiotika dalam jangka waktu lama dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh seseorang, serta mengganggu keseimbangan biota di daerah kemaluan seorang wanita. Gangguan keseimbangan ini dapat memicu terjadinya keputihan. Selain itu, penggunaan pil KB yang mengandung  hormon tertentu juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan.   INFEKSI JAMUR Keputihan juga dapat terjadi akibat infeksi jamur di daerah kemaluan. Beberapa gejala keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah keluarnya cairan putih kental seperti susu, keluarnya cairan berbau tidak sedap, dan rasa gatal di daerah kemaluan.   Beberapa keadaan yang dapat memicu terjadinya infeksi jamur pada vagina adalah menderita diabetes, menggunakan pil KB, dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah (misalnya saat hamil atau mengalami infeksi HIV/AIDS).   INFEKSI VIRUS Keputihan yang disebabkan oleh infeksi virus sebenarnya merupakan suatu penyakit menular seksual. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan terjadinya keputihan adalah HIV dan herpes. Keduanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.   Gejala yang dapat ditemukan adalah adanya luka seperti lepuhan di sekitar lubang vagina, terasa panas dan gatal. Terjadinya kanker serviks juga dapat merupakan akibat dari infeksi virus pada daerah kemaluan.   INFEKSI BAKTERI Pada vagina, selain jamur juga terdapat suatu jenis bakteri yang memang hidup pada vagina, yaitu lactobacilli. Saat jumlah bakteri ini menurun, maka dapat terjadi keputihan. Hal ini dikarenakan "tempat" bakteri ini akan digantikan oleh bakteri lainnya yang akan menyebabkan terjadinya keputihan seperti gardnerella.   Gejala yang dapat ditemukan adalah keluarnya cairan kental atau keputihan atau cairan jernih yang licin. Penderita biasanya tidak akan merasa gatal atau panas. Vagina biasanya akan berbau amis, terutama saat berhubungan seksual.   INFEKSI PARASIT Selain virus, jamur, dan bakteri; parasit juga dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Parasit yang seringkali menyebabkan terjadinya keputihan adalah trichomonas vaginalis. Parasit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga termasuk dalam salah satu penyakit menular seksual.   Gejala yang sering ditemukan adalah keluarnya cairan berwarna kuning keabuan atau kuning kehijauan yang berbau amis; vagina terasa seperti terbakar, tampak kemerahan, dan membengkak. Pada beberapa orang wanita, dapat ditemukan nyeri saat buang air kecil.   Baca Juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda                 Untuk mencegah terjadinya keputihan, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:        -Keringkan daerah kemaluan hingga benar-benar kering setelah mandi        - Gunakanlah pakaian dalam yang kering, bersih, dan tidak terlalu ketat        - Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat        - Pilihlah celana berbahan katun karena lebih mampu menyerap keringat sehingga daerah kemaluan pun tidak terlalu lembab        - Saat menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin       -  Hindari stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: everydayhealth
 07 Feb 2019    16:00 WIB
Berbagai Hal yang Perlu Diketahui Seputar Organ Reproduksi Wanita
Tahukah Anda bahwa banyak wanita di dunia ini yang tidak mengetahui apa pun seputar organ reproduksinya? Berdasarkan sebuah survei di Amerika, sekitar 64% wanita ternyata tidak mengetahui seperti apa bentuk leher rahimnya (serviks) sendiri. Sekitar sepertiga dari peserta survei mengira bahwa vagina yang sehat adalah vagina yang sama sekali tidak berbau, akan tetapi, sebenarnya vagina yang sehat pun sedikit berbau dan berusaha untuk menghilangkan bau dengan menggunakan cairan pembersih kewanitaan justru dapat membuat kuman yang tidak diinginkan berkembang biak dan menyebabkan terjadinya infeksi. Sepertiga peserta survei lainnya mengatakan bahwa mengkonsumsi wine baik bagi kesehatan vagina. Hal ini tidak benar karena minuman beralkohol dapat mengganggu keseimbangan hormonal. Sekitar dua pertiga peserta penelitian tidak mengetahui seberapa besar ukuran vagina rata-rata dan beberapa orang bahkan tidak mengetahui di mana letak uretra (lubang tempat air kemih dikeluarkan). Para peneliti di Amerika menemukan bahwa sekitar 40% wanita mengira bahwa indung telurnya akan terus menghasilkan atau membuat telur saat mereka berusia 20-30 tahun. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya jumlah telur Anda sudah ditentukan sejak hari Anda dilahirkan ke dunia ini. Penelitian lainnya bahkan menemukan bahwa sekitar 40% wanita tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan proses ovulasi atau pelepasan sel telur yang matang dari dalam indung telur. Banyak wanita tidak mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan vagina yang sehat dan normal. Hal ini membuat para wanita akhirnya berakhir pada 2 keadaan yaitu, mereka tidak menghiraukan berbagai gangguan kesehatan yang terjadi pada organ kewanitaannya tersebut atau justru sangat memperhatikan keadaan kesehatan organ kewanitaannya tersebut.     Sumber: womenshealthmag
 29 Jan 2019    18:00 WIB
23 Fakta Menarik Mengenai Miss V yang Belum Di Ketahui
Tahukah Anda bahwa vagina ternyata bukan hanya sekadar alat kelamin wanita tetapi juga merupakan suatu "pintu masuk" dari organ reproduksi seorang wanita? Di bawah ini Anda dapat melihat 23 fakta menarik seputar Miss V yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Rambut kemaluan ternyata berfungsi sebagai "bantalan" saat Anda dan pasangan bercinta untuk mencegah terjadinya luka akibat gesekan antar kulit yang berlangsung cukup lama Rambut kemaluan ternyata juga berfungsi untuk "menyimpan" bau khas vagina, yang dapat membuat para pria merasa bergairah Tahukah Anda berapa ukuran vagina Anda? Saat seorang wanita tidak merasa bergairah, maka lebar vagina seorang wanita dewasa bervariasi antara 6.25-7.5 cm dan memiliki kedalaman sekitar 8.75 cm. Saat seorang wanita merasa bergairah atau saat melahirkan, maka luas liang vaginanya pun dapat melebar hingga 200% Rambut kemaluan hanya dapat hidup selama 3 minggu, berbeda dengan rambut kepala yang dapat hidup hingga 7 tahun lamanya Seperti halnya mata Anda, vagina juga merupakan salah satu organ tubuh yang dapat membersihkan dirinya sendiri Walaupun liang vagina cukup besar untuk dimasuki penis, akan tetapi celah pada leher rahim (serviks) sangatlah kecil sehingga hanya sperma yang dapat masuk ke dalam celah tersebut dan mencapai saluran telur untuk membuahi sel telur Penggunaan berbagai sabun pembersih atau pewangi di daerah vagina dapat mengganggu keseimbangan pH pada vagina, yang justru akan menimbulkan iritasi dan berbagai gangguan kesehatan vagina lainnya Untuk mencegah terjadinya infeksi jamur pada vagina, gunakanlah pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat, cepat kering, dan memudahkan aliran udara. Hindarilah penggunaan pakaian dalam berbahan lace, sutra, atau materi sintetik Walaupun sangat jarang, beberapa orang wanita mungkin memiliki vagina yang alergi terhadap protein di dalam cairan mani; yang akan membuat wanita tersebut mengalami iritasi (vagina terasa gatal, membengkak, dan terasa seperti terbakar) di daerah vagina setelah berhubungan seks Menurut sebuah penelitian, beberapa vagina tertentu tampaknya hanya alergi terhadap beberapa penis tertentu Seperti halnya payudara dan bokong, vagina juga dapat menjadi kendur. Mengendurnya vagina ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar hormonal, proses persalinan, dan faktor genetika Olahraga Kegel dapat membantu mengatasi dan mencegah mengendurnya vagina Peningkatan berat badan, merokok, dan sembelit merupakan beberapa hal lain yang juga dapat membuat vagina menjadi kendur Cairan yang keluar dari dalam vagina setiap wanita pasti berbeda-beda. Dalam waktu 8 jam, dari dalam vagina seorang wanita dapat keluar cairan sebanyak ¼ sendok teh. Jumlah ini akan meningkat saat wanita tersebut mengalami ovulasi (keluarnya sel telur matang dari dalam indung telur dan masuk ke dalam saluran telur) yaitu menjadi sekitar 1.96 gram Vagina ternyata juga dapat kentut, akan tetapi berbeda dengan kentut yang dikeluarkan dari bokong, kentut dari vagina tidak berbau Bau setiap vagina dapat berbeda-beda tergantung pada bakteri yang hidup di vagina, makanan yang dikonsumsi, tingkat kebersihan, serta jumlah keringat dan minyak yang dikeluarkan Vagina tidak berbau saat seorang wanita baru selesai mandi, berbau apek saat Anda berkeringat setelah berolahraga, berbau seperti besi saat seorang wanita sedang menstruasi, berbau seperti roti bila jumlah jamur pada vagina sangat banyak, berbau seperti pemutih setelah berhubungan seks, dan berbau tidak sedap saat pertumbuhan bakteri pada vagina berlebihan Minuman beralkohol, bawang Bombay, bawang putih, dan kopi dapat mempengaruhi bau vagina Cara terbaik untuk membersihkan vagina adalah dengan mencukur rambut kemaluan Nyeri saat pertama kali berhubungan seks merupakan suatu hal yang normal, akan tetapi bila hal ini terus berlangsung atau menetap; maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu peradangan atau akibat kontraksi otot vagina yang tidak disadari (vaginismus) atau akibat alergi terhadap kondom Menurut seorang ahli, daerah paling sensitif di dalam vagina adalah 5-7.5 cm dalam liang vagina, tepat di bawah uretra Menurut dokter ahli kandungan, masturbasi merupakan suatu hal yang dapat membantu mengurangi stress, memperbaiki mood, dan mengencangkan otot-otot dasar panggul   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: indiatimes
 02 Jan 2019    16:00 WIB
Jaga Daerah Kebersihan Kewanitaan Anda Dengan 7 Cara
Menjaga daerah kebersihan kewanitaan penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan karena selain mencegah bau, rasa gatal, dan ketidaknyamanan, selain itu mencegah infeksi dari bakteri yang dapat menyebabkan kemandulan, penyakit, kanker, dan masalah kesehatan lainnya.Berikut adalah cara untuk menjaga daerah kewanitaan Anda: 1.      Gunakan pakaian yang sesuaiGunakan pakaian yang longgar, terbuat dari bahan katun yang memungkinkan kulit untuk dapat bernapas Menggunakan celana yang terbuat dari kain sintetis dapat mengurangi sirkulasi udara di sekitar vagina dan menyebabkan berkeringat, sehingga dapat menimbulkan bau dan terjadinya infeksi. 2.      Ganti pakaian dalam AndaGanti pakaian dalam Anda minimal dua kali dalam sehari. Celana luar dan celana dalam yang basah dapat menyebabkan bakteri berkembang biak, sehingga dapat menimbulkan bau dan terjadinya infeksi. 3.      Cuci vagina Anda setiap hariCukup gunakan air. Hindari penggunaan sabun yang mengandung deterjen atau bahan kimia berbahaya lainnya. Sabun antibakteri digunakan bila benar-benar diperlukan misalnya Anda mengalami infeksi  atau keputihan hebat. 4.      Usahakan daerah kewanitaan Anda bersih dan keringLap vagina Anda setiap habis buang air kecil gunakan kertas toilet yang tidak mengandung pewarna atau bahan kimia berbahaya lainnya.Lap diri dari depan ke belakang setelah buang air besar untuk mencegah kotoran kontak dengan vagina, yang dapat menyebabkan infeksi bakteri. 5.      Ganti pembalut atau pantyliner AndaUsahakan untuk menggantinya minimal dua kali sehari. Gunakan pembalut atau pantyliner yang tidak mengandung aroma atau pewarna, karena produk ini mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. 6.      Cuci vagina setelah berhubungan seksualCairan tubuh ataupun bahan dari kondom dan produk intim lainnya dapat menyebabkan infeksi, iritasi, dan bau bila tidak segera dibersihkan dari daerah vagina Anda setelah hubungan seksual. 7.      Makan makanan yang mempunyai nutrisi yang seimbangMakan banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian seperti beras merah akan membantu mencegah tubuh Anda dan vagina mengalami infeksi atau penyakit. Sumber: wikihow