Your browser does not support JavaScript!
 12 Jan 2021    19:00 WIB
Vaginitis, Infeksi pada Vagina
Apa itu vaginitis ? Ini ialah infeksi yang terjadi pada vagina dalam wujud keputihan. Data menunjukan bahwa 7 dari 10 wanita pernah mengalami keputihan karena area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya, dan 5 % mengalami infeksi berulang. Apa dampaknya? Kondisi ini bisa membuat kamu tidak nyaman beraktivitas, tidak percaya diri sampai aktivitas seksual jadi terganggu. Seperti dikutip dari Herworld menurut Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, dr. Mery Sulastri, banyak wanita yang memiliki keluhan keputihan, hanya mengira keputihan itu hanya satu jenis saja. Padahal keputihan ada tiga jenisnya, yakni jamur, trikomonas, dan bakteri. Dan tiga jenis sumber keputihan memunculkan keluhan yang berbeda, dan berbeda pula cara mengatasinya. Berikut penjelasannya. Keputihan akibat bakteri Keputihan karena bakteri biasanya muncul bau amis dan muncul bau tak sedap. Jika di bawa ke aktivitas seksual akan memunculkan rasa nyeri. Keputihan akibat jamur Ini hal yang sudah umum dirasakan wanita. Ciri keputihan yang diakibatkan jamur ialah warna putih susu, kental, dan disertai dengan gatal yang dominan. Jenis keputihan ini biasanya muncul karena wanita kurang menjaga kebersihan Miss V-nya. Keputihan akibat trikomonas Trikomoniasis ialah penyakit menular seksual yang muncul karena paparan bernama Trichomonas vaginalis. 70 % penderita tidak muncul gejala apapun. Dan yang khas dari keputihan trikomonas itu warna keputihan kuning kehijauan. Keputihan apa yang paling banyak wanita alami? Keputihan akibat bakteri, kata dokter Merry. Hal itu bisa terjadi karena area kelembapan di area yang tinggi.  "Biasanya, saat sedang haid tuh. Kan gampang banget lembap area Miss V. Efeknya, bikin muncul bau yang tak sedap," jelasnya. Baca juga: Otot Vagina Kencang, Hati-hati Vaginismus
 12 Jan 2021    11:00 WIB
Lakukan Hal Ini Agar Kesehatan Vagina Terjaga
Pastikan pasangan mengganti kondom saat mengubah posisi bercinta dari oral ke vaginal sex (atau sebaliknya). Langkah ini dapat menghindari Anda dari bakteri yang akan masuk ke organ intim. Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat. Pakaian jenis ini hanya akan membuat area intim jadi lebih lembab sehingga lebih rawan akan infeksi jamur. Cuci dengan hati-hati. Saat mandi, bersihkan vulva Anda menggunakan sabun yang lembut. Tak perlu khawatir, area vagina Anda bisa membersihkan bagiannya sendiri. Hindari juga menyemprotkan air atau cairan lain secara langsung ke dalam vagina. Hal ini bisa mengurangi level pH sehingga membuat Anda rentan akan infeksi jamur. Lakukan diet yang aman bagi vagina. Konsumsi lebih banyak makanan yang tinggi akan vitamin A seperti tahu, soya, dan flaxseed untuk menghindari vagina yang terlalu kering. Yoghurt juga bisa menjadi pilihan tepat karena memiliki lactobacillus yang mampu menunda infeksi kandung kemih. Buang air kecil setelah bercinta. Ini merupakan cara terbaik untuk menghindari UTI (infeksi di saluran kemih) karena mampu membuang bakteri yang ada. Lakukan check-up rutin ke dokter untuk pemeriksaan Pap smearsaat Anda berusia 21 tahun atau telah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan satu kali setiap tiga tahun hingga menginjak usia 65 tahun. Hindari penggunaan panty liner. Meski fungsinya yang cukup membantu, menggunakan panty liner terlalu lama hanya akan mengunci keputihan Anda dalam satu tempat hingga melembapkan area vagina. Bukan tak mungkin Anda akan terkena infeksi jamur akibat hal ini. Baca juga: Lima Penyebab Vagina Selalu Basah Sumber: Herworld
 06 Jan 2021    10:00 WIB
Lima Fakta Tentang Vagina, Wanita Wajib Tahu
Organ intim wanita atau vagina itu memiliki banyak keunikan lho. Apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini: 1. Vagina punya pembersih alami Vagina memiliki sistem kebersihan sendiri dari dalam. Di dalam vagina terdapat beberapa kelenjar yang memproduksi cairan pembersih. Cairan itulah yang akan membersihkan kuman dan bakteri di dalam vagina, sekaligus berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual. 2. Ada ribuan saraf di dalam klitoris Di bagian dalam lipatan vagina terdapat klitoris yang bersifat sensitif. Organ yang berbentuk seperti biji kacang ini berfungsi memberikan kenikmatan seksual. Hmm... Nah di dalam klitoris itu ternyata ada 8.000 sel saraf. Duh, pantes yaa organ ini sensitif banget! 3. Vagina bisa keriput lho! Selain kulit tubuh, vagina juga bisa keriput seiring bertambahnya usia wanita. Penyebabnya yaitu menurunnya kadar esterogen, yaitu hormon seksual wanita. Eits, tapi tak perlu khawatir, kalian bisa lakukan senam kegel untuk kembali mengencangkan otot vagina. Gerakan senamnya seperti menahan kencing. 4. Vagina punya banyak titik rangsangan Berbeda dengan pria, wanita punya banyak titik rangsangan seksual di vaginanya. Selain klitoris, beberapa bagian lain seperti lubang vagina dan labia juga bisa memberikan sensasi kenikmatan seksual. Oia, tidak semua wanita memiliki titik rangsang yang sama ya, maka tak perlu membanding-bandingkannya. 5. Masa subur bisa diketahui dari lendir vagina Ketika masa subur, lendir vagina berasal dari serviks, sementara jika lendir stimulasi seksual keluar dari kelenjar atau dinding vagina. Untuk membedakannya, larutkan lendir ke dalam segelas air. Lendir serviks akan menggumpal membentuk bola dan tenggelam sementara lendir vagina akan larut di dalam air. Nah, sudah tahu kan fakta-fakta soal vagina. Lindungi selalu vagina-mu ya dengan menjaga kebersihan serta menerapkan gaya hidup sehat. Baca juga: Lima Penyebab Vagina Selalu Basah
 05 Jan 2021    15:00 WIB
Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum
Selaput dara adalah selaput tipis yang menutupi lubang vagina dari dalam. Selaput dara memiliki bentuk yang bervariasi, dengan bentuk paling umum adalah bentuk setengah bulan yang memungkinkan darah menstruasi mengalir keluar melalui vagina. Selaput dara memiliki lubang kecil seukuran jari Anda. Ukuran ini sebenarnya cukup besar untuk memasukkan tampon. Namun Anda harus berhati-hati saat memasukkan tampon karena bila tidak hati-hati maka bisa saja merusak selaput dara Anda. Dalam budaya Indonesia, keutuhan selaput dara adalah hal yang paling penting untuk seorang wanita. Hal inilah yang membuat banyak wanita merasa takut apabila selaput dara mengalami kerusakan. Lalu, bagaimana cara mengetahui selaput dara sudah sobek atau belum? Gunakan cermin dan senter untuk membantu melihat saluran dalam vagina Anda. Caranya:- Berbaring telentang- Tempatkan cermin tepat diantara kaki Anda- Buka bibir vagina bagian dalam dan luar untuk melihat ke dalam vagina- Sinari dengan senter akan membuat lebih mudah untuk melihat jauh ke dalam saluran vagina. Apabila Anda melihat lapisan tipis kulit dengan lubang kecil di dalamnya maka selaput dara Anda masih utuh.- Namun bila Anda melihat kulit sekitar lubang vagina tampak rusak tanpa membrane, kemungkinan selaput dara sudah robek. Penyebab selaput dara bisa robek tidak hanya karena telah melakukan hubungan seksual melainkan beberapa hal berikut ini: - Seseorang yang mengalami kecelakaan dan terkena benda yang cukup keras pas sekitar daerah vagina.- Masturbasi menggunakan jari atau benda besar seperti vibrator atau candlestick bisa merobek selaput dara Anda. Baca juga: Keperawanan
 29 Dec 2020    20:00 WIB
Kondom Tersangkut di Vagina, Jangan Panik!
Kondom yang menyangkut di dalam vagina jelas bikin panik. Mengutip dari Health, Dokter obstetri dan ginekologi Alyssa Dweck mengatakan, hal ini bukanlah sesuatu yang tidak pernah terjadi, banyak pasangan yang kebingungan bagaimana menyelesaikannya. Jika kondom tertinggal di dalam vagina setelah penetrasi, jangan panik dan tetaplah berusaha untuk rileks. "Jika Anda panik, otot-otot dalam vagina justru dapat mengencang dan kondom akan makin sulit untuk diraih dan dikeluarkan," jelas Dweck. Ia menambahkan, cobalah untuk menenangkan tubuh sendiri, misalnya dengan mandi air hangat. Setelahnya, gunakan jari yang sudah bersih dan tidak berkuku untuk meraba secara perlahan ke dalam dinding vagina. Carilah ujung kondom yang mungkin dapat ditarik. Apa pun yang terjadi, jangan pernah menggunakan alat apa pun seperti pinset untuk mengeluarkan kondom yang tersangkut. Alat-alat lain memiliki risiko tinggi untuk melukai dinding vagina Anda. Baca juga: Cegah Kehamilan dengan Pil Kontrasepsi Darurat "Anda bisa langsung hubungi dokter kandungan dan buat janji pada hari yang sama untuk mengeluarkan kondom. Bisa juga Anda mengambilnya sendiri, kuncinya adalah relaksasi," kata Dweck. Lalu bagaimana agar kondom tidak tersangkut di dalam vagina? Memastikan ukuran kondom yang digunakan sudah sesuai adalah langkah pertama yang harus diperhatikan oleh setiap orang sebelum berhubungan seksual, menurut Dweck, karena dengan begitu kondom tidak akan terlepas apalagi tertinggal. Gunakan juga kondom yang bagus. Pilihan bahan dan merk kondom bisa jadi sangat berpengaruh dan belum tentu cocok untuk semua orang. Selanjutnya, jangan pernah terlalu terburu-buru menarik penis dari vagina maupun anus setelah berhubungan seksual. Selepas orgasme, biasanya penis tidak lagi ereksi penuh dan kemungkinan kondom dapat terlepas menjadi lebih besar. Tarik penis secara perlahan agar kondom masih tetap terpasang. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari kemungkinan kondom tersangkut atau sperma yang bocor dari kondom. Baca juga: Penyebab Kegagalan Menggunakan Kondom
 29 Dec 2020    15:00 WIB
Lima Penyebab Vagina Selalu Basah
Suka ngerasa vaginamu selalu basah? Padahal kondisimu bukan habis buang air kecil, enggak keputihan juga enggak lagi terangsang? Jangan khawatir dulu ya, Ladies. Terkadang hal ini normal, karena vagina memang butuh pelumasan agar tidak kering dan infeksi. Berikut ini lima penyebab yang bikin vaginamu basah. Simak yuk! Hormon Ketika hormon esterogen tinggi, biasanya produksi cairan pada vagina menjadi lebih banyak. Jadi enggak heran kalau kamu ngerasa vaginamu menjadi lebih basah. Untuk mengatasinya, kamu bisa makan-makanan yang rendah esterogen dulu ya, seperti sayuran brokoli, kol, kangkung, jamur dan buah anggur. Baca juga: Lima Fakta Tentang Vagina, Wanita Wajib Tahu Fistula Fistula adalah kondisi ketika saluran kandung kemih dan vagina menjadi terhubung. Saat kamu ingin pipis, airnya keluar dari vagina sehingga vagina menjadi terasa basah terus-menerus. Fistula sendiri bisa menutup sendirinya. Namun, fistula terkadang juga butuh penanganan dokter. Beberapa kasus harus dilakukan operasi agar bisa ditutup dengan sempurna. Pelvic Congestion Ini adalah kondisi yang mirip seperti varises pada kaki. Dengan kata lain, pembuluh vena dalam panggul kita membengkak, sehingga panggul menjadi lebar dan menekan daerah lain, seperti usus, ovarium, rahim, hingga kandung kemih. Karena kondisi itu, maka biasanya vagina akan lebih sering mengeluarkan cairan karena terstimulasi terus dari dalam tubuh. Pelvic Organ Prolapse Penyakit ini bisa terjadi karena otot yang menyokong organ di sekitar panggul melemah, sehingga organ-organ tersebut jadi menekan bagian rahim, kandung kemih, hingga dubur. Uterus Fibroids Ini adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Tumor ini bisa hanya kecil atau sebesar bola. Kondisi tumor yang menekan bagian usus dan kandung kemih inilah yang menyebabkan vagina menjadi selalu basah. Baca juga: Jaga Kesehatan Vagina dengan Tips Berikut Ini Sumber: Grid
 20 Dec 2020    21:00 WIB
Keperawanan
Apa artinya perawan? Tergantung pada budaya, agama, dan pengalaman hidup seseorang, pria, wanita, remaja, atau orang dewasa mungkin memiliki pandangan berbeda tentang apa arti keperawanan. Banyak orang akan mengatakan "kamu masih perawan sampai kamu melakukan hubungan seksual", tetapi istilah "hubungan seksual" dapat memiliki banyak interpretasi. Ketika kebanyakan orang berbicara tentang hubungan seksual, yang mereka maksud adalah ketika penis dimasukkan ke dalam vagina, tetapi itu juga bisa merujuk pada seks oral atau anal, "berjari," atau jenis aktivitas seksual lainnya dengan pasangan yang sama atau berbeda jenis kelamin. Bagaimana saya tahu jika saya masih perawan? Ini bergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan "keperawanan". Tidak ada definisi medis tentang "keperawanan". Anda dapat memutuskan bahwa Anda adalah "perawan" sampai Anda melakukan hubungan seks penis-dalam-vagina, sampai Anda melakukan seks oral, atau sampai Anda pernah melakukan hubungan intim secara seksual dengan pasangan Anda. Budaya dan agama yang berbeda mungkin memiliki definisi yang berbeda sehingga Anda harus memutuskan apa artinya "kehilangan keperawanan" bagi keluarga, budaya, dan artinya bagi Anda. Yang lebih penting daripada mengetahui apakah Anda seorang "perawan" atau tidak adalah memastikan Anda merasa aman dengan pasangan Anda dan Anda tidak pernah merasa tertekan untuk berhubungan seks. Menjadi aktif secara seksual bukan hanya keputusan besar, itu harus selalu menjadi pilihan ANDA dan bukan keputusan orang lain. Beberapa orang percaya bahwa Anda masih perawan sampai selaput dara Anda "patah". Ini hanya mitos. Selaput dara adalah selaput tipis berbentuk bulan sabit yang menutupi sebagian lubang vagina (lihat diagram di bawah). Ini tidak "pecah" atau "meletus," tetapi biasanya meregang sedikit ketika sesuatu dimasukkan ke dalam vagina (jari, penis, dll.). Terkadang peregangan dapat menyebabkan robekan kecil, yang dapat menyebabkan sedikit darah. Ini terjadi terutama jika lubang di selaput dara kecil atau ada rasa sakit saat penyisipan. Beberapa wanita mungkin memiliki sedikit bercak darah saat pertama kali melakukan hubungan seks vaginal, yang lainnya tidak. Bagaimana Anda bisa tahu jika seseorang pernah berhubungan seks sebelumnya? Tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual. Di masa lalu, orang percaya bahwa seorang wanita masih perawan hanya jika dia mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan intim (dengan pasangan pria). Sementara beberapa orang masih mempercayai mitos ini, banyak orang menyadari bahwa seks dapat dilakukan dengan seseorang dari jenis kelamin yang sama atau berbeda dan banyak wanita tidak mengeluarkan darah dari selaput dara mereka saat pertama kali melakukan hubungan seks vaginal. Jika seorang wanita mengalami pendarahan, biasanya hanya beberapa tetes darah. Juga tidak ada cara nyata untuk mengetahui apakah seorang pria pernah berhubungan seks sebelumnya (selain bertanya). Terlepas dari sejarahnya, penting untuk menggunakan pelindung seperti kondom atau pelindung gigi setiap kali Anda berhubungan seks untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit menular seksual. Apakah saya akan kehilangan keperawanan saya jika saya menggunakan tampon? Tidak. Kebanyakan orang setuju bahwa perawan adalah seseorang yang belum pernah berhubungan seks dengan pasangan. Seks memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda, tetapi menggunakan tampon tidak mengubah selaput dara atau "keperawanan" Anda. Namun, beberapa budaya tidak menyetujui penggunaan tampon pada wanita sampai mereka menikah. Baca juga: Tips Masturbasi untuk Perawan Sumber: Young Womens Health
 18 Dec 2020    20:00 WIB
Berapakah Ukuran Vagina yang Normal?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai bagaimana sebenarnya ukuran vagina yang normal? Vagina atau yang juga dikenal dengan miss V memang merupakan bagian tubuh wanita yang cukup misterius. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, para ahli melakukan pengukuran vagina pada sekitar 50 orang wanita. Di bawah ini Anda dapat melihat hasil pengukuran yang dilakukan oleh para ahli tersebut. Labia Minora Labia minora merupakan bibir dalam yang berukuran lebih kecil yang mengelilingi lubang vagina seorang wanita. Labia minora terbagi menjadi kiri dan kanan. Lebar rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 2.1 cm dengan variasi antara 0.4-6.4 cm. Lebar rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 1.9 cm, dengan variasi antara 0.3-7 cm. Panjang rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 4 cm (hampir sama dengan panjang baby wortel), dengan variasi antara 1.2-7.5 cm. Panjang rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 3.8 cm, dengan variasi antara 0.8-8 cm. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran panjang dan lebar labia minora setiap wanita dapat berbeda-beda. Selain itu, ukuran antara labia minora kanan dan kiri pun berbeda. Labia Majora Labia majora merupakan bibir luar yang mengelilingi labia minora Anda. Panjang rata-rata dari labia majora adalah sekitar 8.1 cm (hampir sama dengan panjang sebotol kutek), dengan variasi antara 4-11.5 cm. Perlu diketahui bahwa seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka ukuran labia minora dan majora Anda juga akan semakin mengecil. Klitoris Seperti halnya ukuran labia minora dan labia majora berbeda pada setiap wanita, demikian pula halnya dengan klitoris. Menurut penelitian, lebar rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 0.8 cm, dengan variasi antara 0.2-2.5 cm. Sementara itu, panjang rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 1.6 cm (sedikit lebih kecil daripada kancing celana Anda), dengan variasi antara 0.4-4 cm. Satu hal menarik yang ditemukan para ahli adalah bahwa ukuran klitoris ini berhubungan dengan seberapa sering seorang wanita berhasil mencapai orgasme saat berhubungan intim. Jika Anda dapat mencapai orgasme setiap kali berhubungan intim dengan pasangan, maka Anda mungkin memiliki klitoris yang lebih besar dibandingkan dengan para wanita yang hanya dapat mencapai orgasme dengan cara lain. Baca juga: Apakah Mungkin Penis Terlalu Besar untuk Vagina Anda? Liang Vagina Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 9.6 cm (hampir sama dengan panjang sebotol lip gloss), dengan variasi antara 6.5-12.5 cm. Sementara itu, lebar liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 2.1-3.5 cm. Lebar liang vagina yang terlalu kecil (2.1 cm) dapat membuat seorang wanita merasa nyeri setiap kali berhubungan intim. Perlu diingat bahwa ukuran kedalaman dan lebar liang vagina ini dapat berubah saat seorang wanita berhubungan intim dan melahirkan. Intinya adalah bila Anda tidak mengalami keluhan atau nyeri saat berhubungan intim, maka kemungkinan besar Anda memiliki bentuk dan ukuran kemaluan yang normal. Sumber: womenshealthmag
 09 Dec 2020    09:00 WIB
Ingin Vagina yang Sehat dan Kencang? Ini Tipsnya
Vagina adalah organ yang sangat sensitif dan memerlukan perawatan ekstra. Vagina dapat kehilangan elastisitasnya dan juga timbul bau yang tidak sedap. Tetapi dengan kebiasaan yang baik dan beberapa tips akan mecegah terjadinya masalah pada vagina. Latihan untuk mengencangkan vagina Olahraga, dan lebih spesifik lagi latihan kegel dapat membantu membuat vagina lebih kencang. Latihan kegel tidak hanya meningkatkan kekuatan otot pelvis, tetapi juga dapat mencegah terjadinya hernia dan inkonsinensia urin. Lakukan latihan kegel dengan mengkontraksikan otot-otot paggul Anda, yang biasanya Anda gunakan saat menahan buang air kecil. Tetapi jangan libatkan kaki, otot perut atau otot bokong. Setelah Anda menemukan otot pelvis, tahan kontraksi selama Anda mampu dan lepaskan, kemudian ulang lagi. Atau kontraksikan otot panggul dan hitung sampai lima dan lepaskan. Anda bisa melakukan ini tiga kali sehari. Direkomendasikan untuk melakukan latihan ini 50 kali setiap harinya. Metode alternatif untuk mengencangkan vagina • Bedah plastik direkomendasikan untuk wanita yang sudah memiliki anak atau wanita yang sudah berumur• Terdapat gel atau obat yang dapat digunakan untuk mengencangkan vagina, tetapi pastikan penggunaannya dibawah pengawasan dokter. Pembersih vagina untuk kesehatan vagina Selama masa menstruasi. Sangat disarankan untuk mencuci area feminim Anda agar mencegah bau yang disebabkan menstruasi. Juga gantilah pembalut atau tampon lebih sering untuk menghindari perkembangan bakteri di vagina. Hindari penggunaan sabun yang keras untuk membersihkan area sensitif Anda Sabun dan body wash mengandung pH yang lebih tinggi sehingga dapat mematikan bakteri baik yang hidup di daerah feminim Anda. untuk mempertahankan kesehatan vagina Anda, gunakan pembersih khusus untuk vagina jika diperlukan, atau membersihkan dengan air mengalir juga sudah cukup. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan kesehatan area sensitif Anda adalah dengan memendekkan rambut disekitar vagina karena jika dibiarkan akan membuat kelembaban berkurang dan bakteri tumbuh subur hingga menyebabkan infeksi. Selain itu akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Saat udara lembab atau saat musim hujan, gunakanlah pakaian dalam berbahan katun sehingga kulit Anda bisa bernafas dengan baik dan sirkulasi juga baik. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam Anda dengan teratur untuk mencegah munculnya bakteri. Pakaian dalam yang lembab akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Baca juga: Tips untuk Mencegah Bau Tak Sedap pada Vagina
 20 Nov 2020    11:00 WIB
Bau Tak Sedap pada Miss V? Ini Penyebabnya
Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami gangguan yang satu ini, yaitu bau tidak sedap pada daerah kemaluan. Bau tidak sedap pada daerah kemaluan ini dapat membuat seorang wanita merasa malu, frustasi, dan bahkan jijik pada dirinya sendiri. Di bawah ini Anda dapat melihat 5 hal yang paling sering menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. 1.      Vaginosis Bakterial Walaupun terdengar menakutkan, akan tetapi vaginosis bacterial sebenarnya merupakan hal yang sangat sering terjadi. Vaginosis bakterial merupakan penyebab tersering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan wanita. Setiap vagina sebenarnya dipenuhi oleh flora alami (bakteri yang memang umum ditemukan pada vagina) dan vaginosis bakterial sebenarnya terjadi akibat pertumbuhan berlebihan dari bakteri. Menurut seorang dokter spesialis kandungan, sebagian besar wanita yang masih berada pada usia produktif biasanya pasti akan mengalami vaginosis bakterial ini setidaknya satu kali. Sampai saat ini, para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti dari vaginosis bakterial, akan tetapi seks yang tidak aman dan seringnya membersihkan daerah kewanitaan dengan berbagai pembersih vagina yang dijual secara bebas dapat meningkatkan resiko terjadinya vaginosis bakterial. Selain bau tidak sedap, vaginosis bakterial biasanya juga menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan adanya cairan yang keluar dari dalam vagina. Beberapa kasus vaginosis bakterial dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi dianjurkan agar setiap wanita yang mengalami vaginosis bakterial untuk berobat ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian antibiotika. 2.      Infeksi Jamur Infeksi jamur juga merupakan penyebab paling sering dari timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Gejalanya biasanya hampir sama dengan vaginosis bakterial, akan tetapi pada infeksi jamur gejala biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih dan kental dari dalam vagina. Untuk mengatasi infeksi jamur, tidak diperlukan pemberian antibiotik. Infeksi jamur biasanya diatasi dengan pemberian obat anti jamur. 3.      Penyakit Menular Seksual Beberapa jenis penyakit menular seksual dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap pada kemaluan. Penyakit menular seksual yang paling sering ditemukan adalah klamidia dan gonorea. Keduanya dapat diobati dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius bila tidak diobati. Akan tetapi, keduanya seringkali tidak terdiagnosa karena tidak menimbulkan gejala apapun atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Gejala yang paling sering ditemukan pada klamidia dan gonorea adalah nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kuning seperti nanah dari kemaluan, serta bau tidak sedap. 4.      Penyakit Radang Panggul Penyakit radang panggul terjadi saat bakteri, biasanya yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual, masuk ke dalam vagina dan sampai ke rahim. Penyakit radang panggul seringkali merupakan tahap akhir dari penyakit menular seksual yang tidak terdiagnosa seperti klamidia. Penyakit radang panggul biasanya tidak terdiagnosa hingga Anda mengalami nyeri kronik atau sulit hamil karena seringkali tidak bergejala. Jika bergejala, penyakit radang panggul biasanya menyebabkan timbulnya nyeri panggul, bau tidak sedap pada daerah kemaluan, keluarnya cairan dari dalam vagina dalam jumlah banyak, demam, merasa sangat lelah, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri saat buang air kecil. Penyakit radang panggul dapat diatasi dengan pemberian antibiotika, akan tetapi dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut yang akan menimbulkan efek permanen seperti nyeri kronik, kemandulan, atau kehamilan ektopik. 5.      Kurangnya Kebersihan Pada Daerah Kemaluan Kurangnya kebersihan pada daerah kemaluan juga dapat menyebabkan timbulnya bau tidak sedap. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu membersihkan daerah kewanitaan Anda setiap harinya. Karena pada daerah kemaluan terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat, maka merupakan hal yang normal bila daerah tersebut berbau tidak sedap bila jarang dibersihkan. Bersihkanlah daerah kemaluan Anda dengan sabun ringan yang tidak mengandung pewangi untuk mencegah terjadinya iritasi pada daerah sensitif Anda tersebut dan menimbulkan terjadinya berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Pastikan Anda selalu membersihkan vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil dan selalu gunakan pakaian dalam bersih setiap harinya, bahkan bila Anda tidak mandi seharian. Hindarilah penggunaan berbagai jenis pembersih daerah kewanitaan, spray, pakaian, dan krim yang berfungsi untuk membuat daerah kewanitaan menjadi super bersih karena mereka justru dapat menimbulkan berbagai gangguan lainnya yang lebih berat. Hal ini dikarenakan berbagai pembersih tersebut berfungsi untuk menyingkirkan berbagai bakteri, yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan vagina Anda. Berbagai pewangi yang terdapat di dalamnya juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kemaluan. Gunakanlah pakaian dalam berbahan katun untuk membuat daerah kewanitaan tetap kering sepanjang hari karena katun dapat menyerap keringat. Sumber: sheknows