Your browser does not support JavaScript!
 29 Aug 2020    21:00 WIB
Berapa Ukuran Normalnya Vagina?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai bagaimana sebenarnya ukuran vagina yang normal? Vagina atau yang juga dikenal dengan miss V memang merupakan bagian tubuh wanita yang cukup misterius. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, para ahli melakukan pengukuran vagina pada sekitar 50 orang wanita, berikut hasil pengukurannya.  Labia Minora Labia minora merupakan bibir dalam yang berukuran lebih kecil yang mengelilingi lubang vagina seorang wanita. Labia minora terbagi menjadi kiri dan kanan. Lebar rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 2.1 cm dengan variasi antara 0.4-6.4 cm. Lebar rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 1.9 cm, dengan variasi antara 0.3-7 cm. Panjang rata-rata labia minora kiri adalah sekitar 4 cm (hampir sama dengan panjang baby wortel), dengan variasi antara 1.2-7.5 cm. Panjang rata-rata labia minora kanan adalah sekitar 3.8 cm, dengan variasi antara 0.8-8 cm. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran panjang dan lebar labia minora setiap wanita dapat berbeda-beda. Selain itu, ukuran antara labia minora kanan dan kiri pun berbeda. Labia Majora Labia majora merupakan bibir luar yang mengelilingi labia minora Anda. Panjang rata-rata dari labia majora adalah sekitar 8.1 cm (hampir sama dengan panjang sebotol kutek), dengan variasi antara 4-11.5 cm. Perlu diketahui bahwa seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka ukuran labia minora dan majora Anda juga akan semakin mengecil. Klitoris Seperti halnya ukuran labia minora dan labia majora berbeda pada setiap wanita, demikian pula halnya dengan klitoris. Menurut penelitian, lebar rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 0.8 cm, dengan variasi antara 0.2-2.5 cm. Sementara itu, panjang rata-rata klitoris para peserta adalah sekitar 1.6 cm (sedikit lebih kecil daripada kancing celana Anda), dengan variasi antara 0.4-4 cm. Satu hal menarik yang ditemukan para ahli adalah bahwa ukuran klitoris ini berhubungan dengan seberapa sering seorang wanita berhasil mencapai orgasme saat berhubungan intim. Jika Anda dapat mencapai orgasme setiap kali berhubungan intim dengan pasangan, maka Anda mungkin memiliki klitoris yang lebih besar dibandingkan dengan para wanita yang hanya dapat mencapai orgasme dengan cara lain. Liang Vagina Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 9.6 cm (hampir sama dengan panjang sebotol lip gloss), dengan variasi antara 6.5-12.5 cm. Sementara itu, lebar liang vagina rata-rata seorang wanita adalah sekitar 2.1-3.5 cm. Lebar liang vagina yang terlalu kecil (2.1 cm) dapat membuat seorang wanita merasa nyeri setiap kali berhubungan intim. Perlu diingat bahwa ukuran kedalaman dan lebar liang vagina ini dapat berubah saat seorang wanita berhubungan intim dan melahirkan. Intinya adalah bila Anda tidak mengalami keluhan atau nyeri saat berhubungan intim, maka kemungkinan besar Anda memiliki bentuk dan ukuran kemaluan yang normal. Sumber: womenshealthmag
 25 Jul 2020    18:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Bau Tidak Sedap di Vagina
Kebersihan yang kurang, memakai tampon atau pembalut dalam waktu yang sama atau infeksi vagina merupakan penyebab umum timbulnya bau tidak sedap di vagina. Tetapi dengan mengubah kebiasaan dengan tips dibawah ini akan membantu Anda mencegah munculnya bau tidak sedap di vagina dan mempertahankan kesehatan vagina. DietHindarilah konsumsi gula dan ragi dan perbanyaklah konsumsi yoghurt. Gula dan ragi akan semakin meningkatkan resiko terjadinya infeksi jamur di vagina. Sementara yoghurt akan meningkatkan munculnya bakteri baik yaitu laktobasilus yang akan menjaga keseimbangan pH di daerah intim Anda. Obat-obatanBau vagina yang tidak enak bisa disebabkan berbagai penyakit misanya penyakit menular seksual, infeksi bakteri atau kanker serviks. Setelah mengetahui jenis infeksi yang terjadi, dokter Anda akan menyarankan obat-obatan yang diperlukan untuk mengobati infeksi. Mandi Air HangatMandi air hangat akan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di vagina. Anda bisa juga berganti-ganti dengan mandi air dingin untuk menyeimbangkan jumlah bakteri di vagina. Pembalut Memakai pembalut dalam waktu yang lama akan membuat bakteri tumbuh dengan subur. Wangi yang timbul dari produk pembalut juga dapat merusak keseimbangan bakteri di vagina. Pakaian DalamPakailah pakaian dalam dari bahan katu yang baik untuk kulit dan membuat sirkulasi berjalan dengan baik. Sangat penting untuk memilih pakaian dalam yang baik agar kesehatan vagina tetap terjaga. SabunHindari penggunaan sabun yang keras pada daerah intim Ada. Sabun dan body washdapat meningkatkan kadar pH di vagina dan mematikan bakteri baik. Untuk mempertahankan kesehatan vagina gunakanlah sabun khusus untuk vagina atau Anda bisa hanya menggunakan air biasa. Baca juga: Cara Mencegah Terjadinya Infeksi Vagina  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: healthmeup
 09 Jun 2020    18:00 WIB
Tips Untuk Vagina yang Sehat dan Kencang
Vagina adalah organ yang sangat sensitif dan memerlukan perawatan ekstra. Vagina dapat kehilangan elastisitasnya dan juga timbul bau yang tidak sedap. Tetapi dengan kebiasaan yang baik dan beberapa tips akan mecegah terjadinya masalah pada vagina. Latihan untuk mengencangkan vaginaolahraga, dan lebih spesifik lagi latihan kegel dapat membantu membuat vagina lebih kencang. Latihan kegel tidak hanya meningkatkan kekuatan otot pelvis, tetapi juga dapat mencegah terjadinya hernia dan inkonsinensia urin. Lakukan latihan kegel dengan mengkontraksikan otot-otot paggul Anda, yang biasanya Anda gunakan saat menahan buang air kecil. Tetapi jangan libatkan kaki, otot perut atau otot bokong. Setelah Anda menemukan otot pelvis, tahan kontraksi selama Anda mampu dan lepaskan, kemudian ulang lagi. Atau kontraksikan otot panggul dan hitung sampai lima dan lepaskan. Anda bisa melakukan ini tiga kali sehari. Direkomendasikan untuk melakukan latihan ini 50 kali setiap harinya. Metode alternatif untuk mengencangkan vagina•  Bedah plastik direkomendasikan untuk wanita yang sudah memiliki anak atau wanita yang sudah berumur•  Terdapat gel atau obat yang dapat digunakan untuk mengencangkan vagina, tetapi pastikan penggunaannya dibawah pengawasan dokter. Pembersih vagina untuk kesehatan vaginaSelama masa menstruasi. Sangat disarankan untuk mencuci area feminim Anda agar mencegah bau yang disebabkan menstruasi. Juga gantilah pembalut atau tampon lebih sering untuk menghindari perkembangan bakteri di vagina Hindari penggunaan sabun yang keras untuk membersihkan area sensitif Anda. Sabun dan body wash mengandung pH yang lebih tinggi sehingga dapat mematikan bakteri baik yang hidup di daerah feminim Anda. untuk mempertahankan kesehatan vagina Anda, gunakan pembersih khusus untuk vagina jika diperlukan, atau membersihkan dengan air mengalir juga sudah cukup. Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan kesehatan area sensitif Anda adalah dengan memendekkan rambut disekitar vagina karena jika dibiarkan akan membuat kelembaban berkurang dan bakteri tumbuh subur hingga menyebabkan infeksi. Selain itu akan menyebabkan bau yang tidak sedap. Saat udara lembab atau saat musim hujan, gunakanlah pakaian dalam berbahan katun sehingga kulit Anda bisa bernafas dengan baik dan sirkulasi juga baik. Jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam Anda dengan teratur untuk mencegah munculnya bakteri. Pakaian dalam yang lembab akan membuat bakteri tumbuh dengan subur.Sumber: healthmeup
 19 May 2020    18:00 WIB
Otot Vagina Terlalu Kencang? Hati-Hati Vaginismus
Apakah selama ini Anda mengalami masalah penetrasi yang sulit saat berhubungan seksual? Apakah Anda mengalami kesulitan saat harus melakukan pemeriksaan vaginal di dokter kandungan? Jika iya, kemungkinan Anda menderita vaginismus, yaitu suatu kondisi dimana seorang wanita mengalami pengencangan otot-otot di sekitar vagina yang tidak disadari setiap ada upaya untuk mempenetrasikan (menyusupkan) sesuatu ke dalam vagina. Penetrasi dapat berupa jari, tampon dan penis. Berikut adalah gejala dari vaginismus:•  Pengencangan vagina•  Rasa tersengat atau terbakar di sekitar vagina•  Rasa ketidaknyamanan saat berhubungan seksual•  Takut akan rasa sakit•  Menghindari penetrasi seksual atau penetrasi terhadap hal apapun•  Penurunan nafsu seksual•  Kontraksi otot tubuh, terutama pada otot tungkai bawah dan punggung•  Stress Jika Anda mengenali salah satu atau beberapa gejala diatas sebagai masalah yang Anda juga alami, maka Anda harus segera menghubungi dokter kandungan Anda secepatnya. Hal ini penting karena vaginismus dapat mempengaruhi Anda baik secara fisik, emosi dan juga kehidupan seksual Anda. Tindakan Anda menghindari seks atau perasaan tidak nyaman karena situasi fisik tertentu akan sangat menyulitkan diri Anda sendiri, karena Anda tidak menciptakan kondisi tersebut dengan sengaja. Penelitian mengungkapkan bahwa beberapa wanita melakukan sesuatu diluar kehendak mereka dan menahan rasa sakit yang mereka alami untuk memuaskan pasangannya. Tetapi semakin lama situasi menjadi semakin rumit sehingga dapat merusak kehidupan seksual mereka selamanya. Satu hal yang perlu Anda ketahui saat Anda menderita vaginismu bukanlah akhir dunia, karena vaginismus dapat diobati. Kebanyakan wanita yang mengalami vaginismus primer ternyata lebih banyak disebabkan oleh masalah kejiwaan, bukan masalah fisik. Jika itu penyebabnya maka dapat diatasi dengan konseling dan terapi seks. Vaginismus tidak hanya mempengaruhi kehidupan seksual wanita tetapi juga merusak kepercayan dirinya dan hubungannya dengan pasangan. Vaginismus juga dapat menyebabkan depresi. Tetapi selalu ada jalan keluar. Peneliti mengatakan kebanyakan wanita yang menderita vaginismus tetap akan memiliki gairah akan seks dan mereka dapat menemukan kepuasan melalui oral seks, masturbasi dan foreplay karena mereka tidak dapat mengalami penetrasi. Jadi kuncinya adalah menemukan metode alternatif.Sumber: magforwomen
 18 May 2020    18:00 WIB
Masukkin Jari Ke Miss V, Boleh Ga Sih ?
Hampir setiap makhluk di dunia ingin merasakan kepuasan seksual. Seperti yang Kita ketahui salah satu cara untuk mendapatkan kepuasan seksual selain dengan melakukan hubungan seks dengan pasangan maka seseorang akan melakukan masturbasi. Cara yang dilakukan oleh pria dan wanita tentu berbeda. Saat melakukan masturbasi terkadang seseorang merasa lebih mampu memuaskan diri sendiri. Melakukan masturbasi sebenarnya juga memberikan manfaat. Namun bila Anda melakukan dengan cara yang salah, hal ini juga bisa berbahaya bagi Anda. Baca juga: Manfaat Masturbasi Pada Wanita Salah satu cara yang dilakukan wanita saat melakukan masturbasi adalah dengan memasukkan jari ke dalam vagina. Hampir 90% tangan dijadikan sebagai media pemuas diri, baik itu pada pria maupun wanita. Namun siapa sangka, bahwa memasukan jari tangan ke dalam vagina dapat berbahaya? Berikut adalah efek samping akibat memasukkan jari ke dalam vagina: Merusak selaput dara Untuk wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, tindakan memasukkan jari ke dalam vagina dan melakukan gerakan maju mundur dapat merusak selaput dara. Meski arti kehilangan perawan adalah saat dilakukannya penetrasi oleh penis dan melakukan gerakan maju mundur. Selain itu selaput dara wanita memiliki tingkat elastisitas atau kelenturan yang berbeda-beda dan para wanita juga tidak pernah mengetahui bagaimana bentuk dan sekuat apa tingkat kelenturan atau elastisitas pada selaput dara yang dimilikinya. Ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit untuk terjadinya robekan. Namun bukan berarti Anda boleh  seenaknya memasukkan jari ke dalam vagina. Tentu Anda tidak ingin kan selaput dara rusak dan dianggap seolah-olah sudah tidak perawan lagi, meski Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan pria. Risiko infeksi Saat memasukkan jari ke dalam vagina merupakan kegiatan yang menyenangkan. Banyak juga pria yang melakukan hal ini untuk membantu wanita mencapai klimaks. Namun yang perlu Anda perhatikan adalah kebersihan jari Anda sendiri. Apabila tangan Anda terkontaminasi dengan bakteri jahat, seperti jari-jari kuku yang kotor dan belum mencuci tangan dengan bersih maka dapat memperluas perkembangbiakan bakteri jahat di dalam vagina sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri yang menyebabkan peradangan maupun infeksi pada organ kewanitaan tersebut. Oleh karena itu perhatikan selalu kebersihan tangan Anda, sebelum Anda melakukan kegiatan yang satu ini. Termasuk bila pasangan Anda yang ingin melakukannya. Daerah vagina merupakan daerah intim dan sangat sensitif maka perlakukanlah dengan lembut dan sewajarnya. Bila bukan Anda yang mempehatikan organ intim Anda, siapa lagi??? Baca juga: 5 Hal Tentang Masturbasi yang Perlu Anda Ketahui  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 08 May 2020    18:00 WIB
Hal Sepele Yang Memicu Terjadinya Keputihan Pada Wanita
Jangan anggap remeh keputihan! Tahukah Anda bahwa keputihan yang tidak segera diobati dapat berakibat fatal bagi masa depan Anda? Bagi Anda yang ingin memiliki momongan nantinya, pastikan Anda segera berobat bila mulai mengalami gejala keputihan.   Selain dapat menyebabkan kemandulan dan kehamilan ektopik, keputihan juga dapat merupakan gejala awal dari adanya kanker serviks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat memicu terjadinya keputihan.   STRESS Stress dapat menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari stress dan kurangi stress Anda dengan berolahraga secara teratur.   OBAT-OBATAN Penggunaan antibiotika dalam jangka waktu lama dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh seseorang, serta mengganggu keseimbangan biota di daerah kemaluan seorang wanita. Gangguan keseimbangan ini dapat memicu terjadinya keputihan. Selain itu, penggunaan pil KB yang mengandung  hormon tertentu juga dapat mengganggu keseimbangan kadar hormonal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya keputihan.   INFEKSI JAMUR Keputihan juga dapat terjadi akibat infeksi jamur di daerah kemaluan. Beberapa gejala keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah keluarnya cairan putih kental seperti susu, keluarnya cairan berbau tidak sedap, dan rasa gatal di daerah kemaluan.   Beberapa keadaan yang dapat memicu terjadinya infeksi jamur pada vagina adalah menderita diabetes, menggunakan pil KB, dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah (misalnya saat hamil atau mengalami infeksi HIV/AIDS).   INFEKSI VIRUS Keputihan yang disebabkan oleh infeksi virus sebenarnya merupakan suatu penyakit menular seksual. Beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan terjadinya keputihan adalah HIV dan herpes. Keduanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.   Gejala yang dapat ditemukan adalah adanya luka seperti lepuhan di sekitar lubang vagina, terasa panas dan gatal. Terjadinya kanker serviks juga dapat merupakan akibat dari infeksi virus pada daerah kemaluan.   INFEKSI BAKTERI Pada vagina, selain jamur juga terdapat suatu jenis bakteri yang memang hidup pada vagina, yaitu lactobacilli. Saat jumlah bakteri ini menurun, maka dapat terjadi keputihan. Hal ini dikarenakan "tempat" bakteri ini akan digantikan oleh bakteri lainnya yang akan menyebabkan terjadinya keputihan seperti gardnerella.   Gejala yang dapat ditemukan adalah keluarnya cairan kental atau keputihan atau cairan jernih yang licin. Penderita biasanya tidak akan merasa gatal atau panas. Vagina biasanya akan berbau amis, terutama saat berhubungan seksual.   INFEKSI PARASIT Selain virus, jamur, dan bakteri; parasit juga dapat menyebabkan terjadinya keputihan. Parasit yang seringkali menyebabkan terjadinya keputihan adalah trichomonas vaginalis. Parasit ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga termasuk dalam salah satu penyakit menular seksual.   Gejala yang sering ditemukan adalah keluarnya cairan berwarna kuning keabuan atau kuning kehijauan yang berbau amis; vagina terasa seperti terbakar, tampak kemerahan, dan membengkak. Pada beberapa orang wanita, dapat ditemukan nyeri saat buang air kecil.   Baca Juga: 11 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Vagina Anda                 Untuk mencegah terjadinya keputihan, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:        -Keringkan daerah kemaluan hingga benar-benar kering setelah mandi        - Gunakanlah pakaian dalam yang kering, bersih, dan tidak terlalu ketat        - Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat        - Pilihlah celana berbahan katun karena lebih mampu menyerap keringat sehingga daerah kemaluan pun tidak terlalu lembab        - Saat menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin       -  Hindari stress   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: everydayhealth
 23 Mar 2020    08:00 WIB
Infeksi Trikomonas Buat Vagina Berbuih, Bernanah, dan Berbusa
Trichomonas (biasanya disebut sebagai "trich") adalah penyakit menular seksual yang paling umum ditemukan di dunia yang sebenarnya dapat disembuhkan. Penyakit ini membuat daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Selain itu, bila sang ibu menderita penyakit ini saat hamil, maka ada kemungkinan bayinya akan terlahir secara prematur. Infeksi trikomonas atau biasa dikenal dengan nama trikomoniasis  ini disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, suatu protozoa patogen yang sebagian besar menyerang organ reproduksi wanita bagian bawah (vagina). Infeksi trikomonas ini dapat bergejala dan dapat juga tidak bergejala. Organisme ini dapat dikenali dari gerakannya pada cairan vagina. Selain Trichomonas vaginalis, sebenarnya ada dua jenis spesies lainnya yang juga dapat ditemukan pada manusia, yaitu T. tenax yang hidup di rongga mulut dan Pentatrichomonas hominis yang hidup di dalam usus besar. Gejala infeksi trikomonas pada wanita biasanya muncul 5-28 hari setelah terpapar kuman. Akan tetapi, gejala tersebut dapat juga muncul dalam waktu beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian. Beberapa gejala infeksi trikomoniasis yang dapat ditemukan adalah: Peradangan pada vagina (wanita) dan peradangan pada saluran kencing di dalam penis (pria) Keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan atau keabu-abuan dari dalam vagina, yang kadang juga berbusa Bau tidak sedap pada daerah kemaluan Nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual Iritasi atau gatal di daerah vagina dan sekitarnya Nyeri perut bagian bawah (jarang) Keluarnya nanah dari ujung kepala penis (pria)   Sumber: seksiology
 15 Mar 2020    18:00 WIB
Miss V Bau? Ini Penyebabnya
Apakah Anda pernah mengalami miss V atau Vagina yang bau? Bila iya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Untuk menjaga agar vagina tetap sehat adalah dengan menjaga daerah vagina dengan PH sekitar 4,5. Hal ini agar tidak terjadi pertumbuhan bakteri berlebihan. Cairan vagina bila bercampur dengan bakteri akan menimbulkan bau tidak sedap.   Berikut penyebab umum terjadinya bau pada vagina: Vaginosis Bakterialis Infeksi vagina oleh bakteri akan menganggu ekosistem di daerah vagina. Biasanya akan timbul gejala cairan putih kekuningan dan timbul bau amis yang kuat. Bau semakin tajam ketika kontak dengan air mani. Makanan Pepatah lama "Anda adalah apa yang dimakan" adalah benar. Bawang putih, bawang merah, asparagus, dan kari adalah beberapa makanan yang akan mempengaruhi bau badan. Obat  atau Suplemen Obat-obatan seperti antibiotik dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri vagina menyebabkan vagina bau dan timbul banyak cairan. Obat antihistamin dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada vagina dan berkurangnya produksi cairan vagina. Selain itu, terapi herbal dan minyak esensial yang sekarang ini populer dapat menyebabkan bau pada vagina. Keringat Sama seperti ketiak Anda, kulit di sekitar alat kelamin Anda rentan terhadap keringat berlebihan. Keringat bercampur dengan cairan vagina juga dapat menimbulkan bau. Ini adalah bau alami, meskipun kadang-kadang sedikit tidak menyenangkan. Untuk meminimalkan bau, ganti baju setelah berolahraga dan memakai kain yang tipis. Perubahan hormonal Jumlah cairan vagina bervariasi sepanjang siklus menstruasi. Terapi hormonal, pil KB dan krim vagina dapat menganggu PH vagina dan menimbulkan bau. Menopause juga penurunan estrogen biasanya akan terjadi infeksi bakteri. Lupa mengganti pembalut atau pantyliner Hal ini juga dapat menyebabkan vagina menjadi bau. Sehingga Anda harus memperhatikan kebiasaan mengganti pembalut atau pantyliner.   Baca juga: Bagaimana Cara Mencuci Miss V Yang Baik   Sumber: webmd
 25 Jan 2020    18:00 WIB
Kuatir Punya Penis Berukuran Kecil? Coba Baca Artikel Berikut
Seringkali seorang pria berpikir bahwa ukuran penis adalah hal yang begitu penting. Namun harus Anda ketahui bahwa ukuran bukan segalanya. Coba simak pernyataan dibawah ini Ukuran penis kecil mudah terjadi disfungsi ereksi? Banyak pria yang mengeluhkan karena ukuran penisnya yang kecil maka mudah terjadi disfungsi ereksi. Harus Anda ketahui bahwa ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi saat berhubungan seks bukan dikarenakan ukuran penis yang kecil. Ini semua tentang persepsi Saat Anda berpikir mengenai ukuran penis adalah segalanya maka ini akan membuat hal itu seolah penting. Padahal yang perlu Anda ketahui saat Anda merasa memiliki penis yang kecil hal ini dapat dipengaruhi dari cara Anda melihat ke arahnya. Lemak perut juga berpengaruh dan menutupi daerah penis Anda, sehingga penis terlihat begitu kecil.   Ukuran tidak penting bagi perempuan Bagi wanita, seks tidak hanya tentang penis. Sebaliknya, beberapa wanita justru mengaku takut dengan penis 'panjang'. Jika kita benar-benar peduli tentang ukuran, sebagian besar wanita mengaku lebih terkesan dengan ketebalan daripada panjang penis. Bahkan ketika terangsang, daerah liang vagina perempuan hanya sekitar 10 cm (4 inci).Jadi untuk seorang wanita berharap memiliki pasangan dengan penis yang kecil namun dapat mengisi liang vagina wanita sepenuhnya. Dan untuk seorang wanita ada hal yang lain yang dapat membuatnya merasakan orgasme selain penetrasi seperti foreplay, seks oral. Sumber: thehealthsite
 14 Jan 2020    18:00 WIB
Atasi Nyeri Pada Miss V Setelah Melahirkan
Melahirkan merupakan impian untuk semua wanita. Dikatakan dengan melahirkan maka seorang wanita sudah lengkap menjadi seorang wanita. Saat Anda hamil, akan terjadi perubahan berat badan dan permasalahan yang Anda hadapi tidak hanya sampai disitu. Untuk wanita yang melahirkan secara normal. Kemungkinan besar akan merasakan nyeri pada daerah miss V. Apabila saat melahirkan secara normal Anda mengalami robekan pada vagina dan dilakukan episiotomi, sebuah tindakan yang dilakukan dengan melakukan irisan di daerah perineum untuk memperlebar daerah miss V untuk memperluas jalan lahir dan membantu proses kelahiran bayi. Hal ini akan menimbulkan luka yang membuat Anda merasa nyeri dan merasa tidak nyaman untuk sementara waktu. Maka untuk membantu mengatasi rasa nyeri pada miss V setelah melahirkan, berikut adalah hal yang dapat Anda lakukan: Bila Anda merasa nyeri atau tidak nyaman saat duduk, Anda bisa duduk dibantal bulat berbentuk seperti donat Anda bisa menuangkan air hangat pada vagina Anda saat Anda sedang buang air kecil. Tekan kain lap pada daerah yang luka ketika Anda mengejan untuk buang air besar. Mendinginkan luka dengan kompres es Gunakan pelunak feses agar anda tidak perlu mengejan saat buang air besar Gunakan obat penghilang rasa sakit Sementara dalam proses penyembuhan, lama-lama keadaan akan membaik. Hubungi dokter apabila lukanya terasa semakin sakit, luka menjadi panas, bengkak ataupun ada nanah. Baca juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Hamil Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: mayoclinic