Your browser does not support JavaScript!
 31 May 2019    16:00 WIB
Yuk Ketahui Berbagai Penyebab Dari Nyeri Perut
Setiap orang selama hidupnyan tentu pernah merasakan nyeri di perut. Kebanyakan penyebab dari nyeri perut tidaklah serius dan dapat segera didiagnosa dan diobati. Tetapi ada nyeri perut yang menjadi tanda terjadinya penyakit serius. Sangat penting untuk kita mampu mengenali gejala dari nyeri perut yang berat dan tahu kapan haru menghubungi dokter. Apa yang menjadi penyebab dari nyeri perut? Baik itu nyeri perut yang ringan, tajam, atau kram perut, nyeri perut memiliki berbagai kemungkinan penyebab. Berikut adalah beberapa penyebab dari nyeri perut: Gangguan pencernaan Konstipasi Infeksi virus di perut Kram karena menstruasi Keracunan makanan Alergi makanan Gas Intoleransi laktosa Luka di usus atau saluran cerna Hernia Batu empedu Endometriosis Penyakit crohn Infeksi saluran kemih Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung Usus buntu Bagaimana gejala dari nyeri perut yang harus mendapat perhatian lebih? Jika nyeri perut yang Anda rasakan berat atau diikuti gejala dibawah ini, segera hubungi penyedia kesehatan yang terdekat dengan Anda: Demam Ketidakmampuan menelan makanan selama beberapa hari Tidak mampu buang air besar, terutama jika diikuti dengan muntah Nyeri saat berkemih atau gangguan lain yang dirasakan saat berkemih Perut terasa sangat nyeri saat disentuh Nyeri yang disebabkan cedera perut Nyeri yang berlangsung beberapa hari Gejala-gejala diatas dapat mengindikasikan masalah di bagian dalam rongga perut yang memerlukan pengobatan sesegera mungkin. Segera mencari bantuan jika nyeri perut disertai tanda: Muntah darah BAB disertai darah yang banyak Kesulitan bernafas Nyeri perut yang dialami selama masa kehamilan Bagaimana  penyebab dari nyeri perut diketahui peyebabnya? Karena begitu banyak penyebab potensial yang mungkin menimbulkan gejala nyeri perut, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, menganamnesa gejala yang Anda alami dan menanyakan kepada Anda beberapa pertanyaan berkaitan dengan nyeri yang Anda rasakan. Pertanyaan dapat berupa: Apa tipe dari nyeri yang Anda rasakan? Apakah nyeri dirasakan diseluruh daerah perut atau hanya di daerah tertentu di perut? Didaerah perut bagian mana nyeri berlokasi? Apakah tipe nyeri yang Anda rasakan? Apakah seperti tertusuk atau berat? Apakah tajam atau tumpul? Kapan nyeri terjadi? Selalu? Lebih sering pagi atau malam? Apakah nyeri datang dan pergi atau terus menerus? Apakah nyeri dipicu setelah makan makanan tertentu, minum alkohol? Selama menstruasi? Berapa lama Anda mengalami nyeri ini Apakah nyeri menjalar ke bagian bawah, bahu, selangkangan atau bokong? Apakah Anda telah mengkonsumsi obat-obatan atau herbal? Apakah Anda hamil? Apakah aktivitas seperti berbaring pada salah satu sisi akan meringankan nyeri? Apakah Anda mengalami cedera baru-baru ini? Setelah evaluasi awal selesai dilakukan, dokter Anda akan meminta Anda melakukan beberapa tes untuk memeriksa penyebab dari nyeri Anda. Pemeriksaan dapat berupa pemeriksaan tinja dan urin, tes darah, menelan barium atau enema, endoskopi, x-ray, USG atau CT scan. Bagaimana nyeri perut diobati? Mengobati nyeri perut sangat bergantung pada penyebabnya. Pengobatan dapat berupa obat-obatan untuk inflamasi, GERD atau antibiotik untuk infeksi, sampai ke perubahan perilaku terhadap nyeri yang disebabkan oleh makanan dan minuman tertentu. Pada beberapa kasus seperti usus buntu dan hernia, mungkin akan memerlukan operasi.   Sumber: webmd
 16 Oct 2018    08:00 WIB
Cegah Kanker Usus Dengan Mengkonsumsi Minuman Tradisional
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa teh hijau dapat membantu mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, akan tetapi benarkah teh hijau dapat mencegah terjadinya kanker usus besar? Menurut berbagai penelitian baru, hal ini mungkin saja. Teh hijau sendiri sebenarnya dibuat dari tanaman Camellia sinensis, yang juga digunakan untuk membuat teh hitam dan teh putih. Teh putih merupakan jenis teh yang paling sedikit melalui proses (daun teh hanya dikukus dan dikeringkan), sedangkan teh hitam merupakan jenis teh yang paling banyak melalui proses (daun teh dibiarkan layu, digulung, difermentasi, kemudian dipanggang). Teh hijau berada di antaranya. Perbedaan terbesar antara teh hijau dengan teh hitam adalah daun teh hitam melalui proses fermentasi, sedangkan daun teh hijau tidak. Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu yang dilakukan pada hewan percobaan dan sel, teh hijau memiliki beberapa manfaat di bawah ini, yaitu: Menyebabkan kematian sel kanker Menghambat penyebaran sel kanker Menghambat pembentukan dan pertumbuhan sel kanker Menurunkan proses radang di dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya kanker Menghambat aktivitas gen yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan tumor di dalam berbagai sel Mengurangi kerusakan sel Memperbaiki komunikasi antar sel tubuh Mengatur siklus pertumbuhan sel Mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel   Baca juga: 7 Manfaat Teh Hijau   Untuk mencari tahu apakah benar teh hijau dapat mencegah terjadinya kanker usus besar, para peneliti pun melakukan sebuah percobaan klinis. Dengan bantuan 136 orang penderita adenoma usus besar, para peneliti pun memulai percobaannya. Adenoma usus besar adalah tumor jinak pada usus besar yang dapat berubah menjadi kanker bila tidak segera diobati (diangkat). Setelah para peserta melakukan 2 tindakan kolonoskopi untuk mengangkat adenoma, para peneliti pun membagi para peserta penelitian menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok pertama diminta untuk mengkonsumsi teh hijau setiap hari (rata-rata mengkonsumsi 6 gelas teh hijau setiap harinya), sedangkan kelompok kedua diminta untuk mengkonsumsi teh hijau dan suplemen teh hijau (setara dengan 10 gelas teh hijau setiap harinya, 6 gelas teh hijau biasa ditambah dengan suplemen). Satu tahun kemudian, para peserta penelitian diminta untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi kembali. Para peneliti pun menemukan 3 hal di bawah ini, yaitu: 31% peserta di kelompok pertama kembali menderita adenoma 15% peserta di kelompok kedua kembali menderita adenoma Dibandingkan dengan kelompok pertama, para peserta penelitian di kelompok kedua memiliki resiko yang lebih rendah untuk kembali menderita adenoma (50% lebih rendah) Jadi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi 10 gelas teh hijau setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya lesi pra kanker pada usus besar secara signifikan. Walaupun demikian, para peserta penelitian telah merasakan adanya manfaat baik teh hijau pada kesehatan mereka hanya dengan mengkonsumsi 3-5 gelas teh hijau setiap harinya. Satu hal yang perlu diingat adalah bila Anda mengkonsumsi bortezomib, salah satu jenis obat kemoterapi, dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsi teh hijau dan suplemennya karena dapat menurunkan efektivitas obat tersebut. Bila Anda tidak mengkonsumsi obat di atas, maka tidak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi teh hijau setiap harinya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: abouthealth
 06 Sep 2018    11:00 WIB
5 Tanda Usus Buntu Akan Segera Pecah!
Setiap orang pasti pernah mengalami sembelit dan diare setidaknya sekali di sepanjang kehidupannya. Akan tetapi, walaupun lebih jarang, radang usus buntu atau apendisitis juga cukup sering ditemui. Bila tidak segera diobati, radang usus buntu dapat membuat usus robek (pecah) dan menyebarkan berbagai kuman di dalamnya ke dalam rongga perut. Hal ini dapat membahayakan jiwa penderitanya. Walaupun tidak semua kasus apendisitis akan menyebabkan usus robek, akan tetapi semakin lama gangguan ini tidak diobati, maka semakin besarlah resikonya. Untuk itu, mengetahui gejala apendisitis sedini mungkin sangatlah penting. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala usus buntu yang perlu Anda waspadai. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami gejala ini.   Nyeri Perut yang Lebih Hebat Daripada Biasanya Apendisitis biasanya akan menyebabkan nyeri perut hebat yang menjalar dari pusar ke perut kanan bawah. Namun, bukan berarti bila Anda mengalami gejala ini, usus buntu Anda akan segera pecah. Akan tetapi, untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan USG perut atau CT scan perut. Pada beberapa kasus, nyeri perut yang dirasakan penderita apendisitis dapat berbeda. jika perut Anda terasa nyeri saat Anda berjalan, batuk, atau karena guncangan saat berada di dalam mobil; maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa dinding perut Anda sudah meradang. Pada keadaan ini, usus buntu Anda sudah hampir pecah atau mungkin sudah pecah.   Mual, Muntah, dan Tidak Nafsu Makan Saat Anda mengalami mual, muntah, dan tidak nafsu makan; Anda mungkin hanya mengalami flu perut dan tidak semua penderita apendisitis mengalami gejala ini. Akan tetapi, bila Anda mengalami gejala ini dan nyeri perut hebat; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Peradangan pada usus buntu kadangkala dapat mempengaruhi bagian lain dari saluran pencernaan dan menyebabkan terjadinya mual dan muntah.   Baca juga: Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?   Menjadi Lebih Sering BAK Pada beberapa orang, usus buntu terletak lebih rendah daripada orang lainnya, yaitu sangat dekat dengan kandung kemih. Bila usus buntu ini meradang, maka kandung kemih juga akan meradang dan teriritasi. Akibatnya, orang tersebut pun akan merasa ingin terus buang air kecil dan merasa nyeri saat berkemih. Karena hal ini juga dapat merupakan gejala dari infeksi saluran kemih, maka perlu dilakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikannya.   Demam dan Menggigil Demam dan menggigil menandakan bahwa ada peradangan pada suatu bagian tubuh Anda. Jika usus buntu Anda meradang, maka tubuh Anda akan melepaskan sejumlah zat kimia untuk "membunyikan" tanda bahaya dan melawan infeksi yang terjadi, yang dapat menimbulkan rasa nyeri lokal, demam, dan menggigil. Jadi, bila Anda mengalami nyeri perut atau demam Anda menjadi semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Kesadaran Menurun Jika Anda mulai merasa bingung atau mengalami disorientasi, maka hal ini merupakan tanda bahwa infeksi di dalam tubuh Anda sudah semakin memburuk dan mungkin sudah mulai memasuki aliran darah Anda (sepsis), yang dapat berakibat fatal. Hal ini bukan berarti infeksi sudah menyebar hingga ke otak, akan tetapi karena infeksi sudah sangat berat, maka tubuh pun memerlukan lebih banyak oksigen untuk melawan infeksi, sehingga oksigen yang masuk ke dalam otak akan berkurang, yang membuat otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 29 Jun 2018    13:00 WIB
Tanda Awal Usus Buntu
Radang usus buntu atau istilah medisnya appendicitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada jaringan usus buntu atau appendiks. Jaringan appendiks adalah kantung kecil jaringan yang memanjang dari usus besar pada sisi sebelah kanan bawah perut, yang dapat diangkat dengan mudah tanpa menyebabkan efek samping pada tubuh. Appendisitis terjadi ketika terdapat penyumbatan di lumen appendiks (lubang tempat untuk masuk kedalam jaringan appendiks) menyebabkan jaringan appendiks terisi oleh lendir dan hal ini membuat jaringan appendiks lebih rentan terkena infeksi bakteri yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan dari jaringan appendiks. Appendisitis memerlukan penanganan medis yang segera, karena apabila terlambat dapat menyebabkan appendiks ini pecah dan menyebarkan bakteri dan terjadi infeksi di seluruh daerah perut, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya. Ada 3 tipe appendisitis: Akut Kronis appendisitis perforata. Tanda-tanda awal dari usus buntu adalah nyeri di perut bagian bawah. Namun selain gejala tersebut, kenali gejala lain dari penyakit usus buntu Nyeri di pusar Tanda awal dari radang usus buntu adalah rasa nyeri atau ketidaknyamanan di daerah pusar. Nyeri ini kemudian menjalar hingga ke perut kanan bagian bawah. Rasa sakit perut yang sangat menyiksa Rasa sakit yang dirasakan pada awal hanya berupa rasa sakit yang ringan dan kemudian akan bertahap menjadi rasa sakit yang berat dan menyiksa. Hal ini bisa terjadi dalam beberapa jam dan dapat mengganggu aktivitas Anda. Salah satu tanda khas usus buntu adalah nyeri perut kanan bawah yang tidak tertahankan, bahkan terkadang sampai menimbulkan keringat dingin. Demam Radang usus buntu biasanya diawali dengan demam ringan dan sakit perut. Apabila penyakit ini semakin bertambah, maka demam akan naik. Mual dan muntah Gejala lain dari pecahnya usus buntu adalah mual yang diikuti dengan muntah. Diare Dalam banyak kasus, sakit perut diikuti dengan diare ringan. Apabila Anda juga mengalami hal ini, segera kunjungi dokter. Kembung Kembung dan gas di perut mungkin adalah gejala yang tidak berat. Namun apabila kembung disertai dengan rasa sakit luar biasa di perut bagian bawah, berkonsultasilah dengan dokter. Itulah tanda-tanda awal penyakit usus buntu. Apabila Anda merasakan tanda tersebut, segera kunjungi dokter.  Baca juga: Pengobatan Untuk Usus Buntu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: merdeka
 27 Aug 2016    11:00 WIB
Kisah Seorang Dokter yang Memotong dan Mengeluarkan Usus Buntunya Sendiri!
Di Kutub Utara, pada tanggal 29 April 1961, seorang dokter dari ekspedisi Antartika Rusia (Kutub Selatan Bumi) yang ditugaskan di stasiun ekspedisi "Novolazarevskaya", Leonid Rogozof, 27 tahun, mengalami demam dan merasakan nyeri hebat pada perut bagian bawahnya.   Baca Juga: Tanda Awal Usus Buntu (Tanda Awal Radang Usus Buntu)   Karena ketika itu mustahil baginya untuk menyewa pesawat dan pergi ke rumah sakit terdekat, serta tidak ada dokter lain di stasiun tersebut;  maka ia pun terpaksa melakukan tindakan pembedahan usus buntu pada dirinya sendiri pada malam tanggal 30 April 1961 untuk mengeluarkan usus buntunya yang telah meradang. Pada operasi ini, ia menggunakan obat bius lokal dan dibantu oleh seorang mekanik dan seorang ahli meteorologi yang ada dalam ekspedisi tersebut. Sambil berbaring setengah membungkuk ke arah sisi kiri, ia menyuntikkan dirinya cairan obat bius lokal "novocaine", kemudian melakukan torehan sepanjang 12 cm di perut bagian kanannya (iliac) dengan pisau bedah. Dengan melihat melalui cermin kecil dan meraba-raba, Leonid melakukan pembedahan, mengeluarkan usus buntunya, dan menyuntikkan antibiotik di bagian perut, dan kemudian menjahit lukanya. Kedua orang "asisten" (mekanik dan metrologist) membantu memegang cermin kecil ke dekat perut dan memberi peralatan kedokteran kepada Leonid. Operasi ini berlangsung selama 1 jam 45 menit. Lima hari paska operasi, suhu tubuh Leonid kembali normal, dan 2 hari berikutnya benang jahitan lukanya pun dilepaskan karena lukanya telah mengering. Seluruh peralatan yang dipakai untuk melakukan operasi spektakuler itu kini berada dan dipamerkan di museum "Artik dan Antartika" di St. Petersburg, Rusia.  Baca juga: Faktor Risiko Usus Buntu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: WOW Fact
 01 May 2016    15:00 WIB
Mengetahui Lebih Jauh Tentang Usus Buntu
Apakah usus buntu itu?Usus buntu merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks). Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Usus buntu mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tetapi bukan merupakan organ yang penting. Usus buntu sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Apakah penyebab usus buntu?Penyebab usus buntu belum sepenuhnya dimengerti. Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu dapat pecah. Usus buntu yang pecah dapat menyebabkan:•  Masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang dapat berakibat fatal•  Terbentuknya abses•  Pada wanita, indung telur dan salurannya dapat terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang dapat menyebabkan kemandulan•  Masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang dapat berakibat fatal Apakah gejala dari usus buntu?Usus buntu memiliki kombinasi gejala yang khas, terdiri dari:•  Mual•  Muntah•  Nyeri hebat di perut kanan bawah•  Nyeri secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar•  Nyeri tumpul di perut kanan bawah•  Nyeri tajam di perut kanan bawah saat penekanan dilepaskan•  Demam dapat mencapai 37,8-38,8°CPada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut. Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam menjadi berat. Infeksi yang bertambah buruk dapat menyebabkan syok. Apa saja pengobatan untuk usus buntu?Pembedahan segera dilakukan untuk mencegah terjadinya pecahnya usus buntu dan juga untuk mencegah terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntu ditemukan dalam keadaan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perut, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi dapat pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah timbulnya gejala. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: deltanews
 18 Aug 2014    13:00 WIB
Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?
Para peneliti di Amerika menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan tempat di mana bakteri baik dapat hidup dengan aman. Walaupun penelitian ini tidak dapat dilakukan dalam waktu lama karena kekurangan bukti langsung mengenai fungsi usus buntu ini, para ahli tetap berkeyakinan kuat bahwa usus buntu memang merupakan suatu tempat di mana bakteri baik usus dapat hidup dengan aman berdasarkan pada bagaimana bakteri baik turut berperan dalam menjaga kesehatan usus Anda. Walaupun para peneliti tidak dapat memberikan bukti kuat mengenai manfaat usus buntu ini, akan tetapi para peneliti telah berhasil menemukan sangat banyak bukti tidak langsung mengenai fungsi usus buntu ini, yaitu sebagai gudang pembentukan dan penyimpanan bakteri baik usus, tanpa gangguan apapun. Usus buntu merupakan suatu bagian kecil dari usus, yaitu hanya sepanjang 5-10 cm, yang berlokasi di dekat pertemuan antara usus halus dengan usus besar. Para ahli di seluruh dunia telah banyak berdebat mengenai apa sebenarnya fungsi usus buntu karena proses pengangkatan usus buntu tampaknya tidak menimbulkan gangguan apapun. Kesulitan para ahli menemukan apa sebenarnya fungsi dari usus buntu juga diakibatkan oleh sangat sedikitnya hewan yang juga memiliki usus buntu. Selain itu, usus buntu yang terdapat pada hewan juga sangat berbeda dengan usus buntu yang terdapat pada manusia. Para ahli menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan suatu tempat yang memang dibentuk secara khusus untuk melindungi bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik sangat diperlukan di dalam saluran pencernaan karena dapat membantu mengurangi jumlah bakteri jahat di dalam usus dan mencegah serta mengatasi berbagai gangguan pada saluran cerna termasuk diare. Akan tetapi, pada zaman modern ini, kebutuhan akan bakteri baik telah mulai berkurang karena semakin baiknya pengetahuan masyarakat akan pentingnya higienitas, yang membuat usus buntu tampak seperti organ yang tidak memiliki fungsi apapun. Selain itu, karena semakin baiknya tingkat higienitas, maka jumlah bakteri jahat di dalam usus pun menjadi semakin sedikit. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap bakteri baik dan menyerang bakteri baik yang terdapat di dalam usus buntu dan menyebabkan terjadinya peradangan usus buntu (apendisitis) yang dapat menimbulkan penyumbatan pada usus dan menyebabkan radang usus buntu akut (akut apendisitis). Sumber: webmd
 10 Jun 2014    10:00 WIB
Pengobatan Untuk Usus Buntu
Menegakkan diagnosa usus buntu bisa sangat menyulitkan karena waktu sangat penting dan gejala yang muncul hampir mirip dengan gejala penyakit lain yang tidak terlalu darurat sifatnya, misalnya saja infeksi saluran kemih, kolitis, penyakit crohn, gastritis, gastroenteritis dan masalah di ovarium. Apendisitis atau usus buntu sering didiagnosa oleh dokter Anda dengan cara menekan perut kanan bagian bawah, yang sering menjadi titik maksimum dari nyeri. Tes urin juga dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosa infeksi kandung kemih. Usus buntu juga dapat menyebabkan nyeri didaerah rektum atau anus dibandingkan nyeri perut secara keseluruhan, oleh karena itu dokter juga mungkin akan memeriksa anus Anda dengan cara memasukkan jari yang dibungkus sarung tangan dan juga telah diberi zat lubrikasi. Tes darah juga akan menunjukkan bahwa sel darah putih Anda meningkat, dimana hal ini merupakan indikasi tubuh Anda sedang melakukan perlawanan terhadap infeksi. CT scan dan USG juga dapat dengan cepat membantu mendiagnosa usus buntu, walaupun tidak sepenuhnya benar menunjukkan usus buntu. Apa saja pengobatan untuk usus buntu? Operasi untuk mengeluarkan usus buntu yang dikenal dengan nama appendectomy merupakan pengobatan standar untuk usus buntu. Obat-obatan konvensional untuk usus buntu Jika dokter Anda menduga Anda menderita usus buntu, dia akan dengan cepat bertindak untuk mengeluarkan usus buntu Anda untuk mencegah pecahnya usus buntu. Jika usus buntu sudah membentuk abses, Anda mungkin akan menjalankan dua prosedur, satu adalah drainase dari nanah dengan menggunakan penuntun dari CT dan kedua mengeluarkan usus buntu dengan jalan operasi 12 minggu kemudian. Penundaan dari operasi ini dikenal dengan nama interval appendectomy. Antibiotika akan diberikan sebelum tindakan appendectomy dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya peritonitis, atau infeksi di pembatas rongga perut. Pembedahan bisa menggunakan anestesi umum maupun anestesi regional dan usus buntu akan dikeluarkan melalui lubang kecil yang dibuat di kuadran kanan bawah perut. Jika Anda mengalami gejala peritonitis maka nanah didalam rongga perut juga akan dikeluarkan. Jika Anda menjalani prosedur anestesi umum maka Anda akan bangun kurang lebih 12 jam setelah operasi selesai dilakukan, setelah itu Anda akan diminta melakukan mobilisasi. Jika pembedahan dilakukan dengan prosedur laparoskopi (menggunakan alat menyerupai teleskop kecil untuk melihat bagian dalam perut), maka akan dibuat tiga sampai empat lubang yang lebih kecil sehingga proses penyembuhan akan lebih cepat. Perawatan di rumah setelah operasi usus buntu Setelah melakukan operasi usus buntu, jaga supaya lubang bekas operasi bersih untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah timbulnya infeksi. Bagaimana tindakan pencegahan dari usus buntu? Tidak ada cara mencegah terjadinya usus buntu. Tetapi usus buntu lebih jarang terjadi pada orang yang makan makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayuran.   Sumber: webmd