Your browser does not support JavaScript!
 04 Oct 2019    08:00 WIB
Menebak Jenis Kelamin Janin (Mitos dan Fakta)
Mengandung dan menjadi calon ibu adalah anugrah luarbiasa bagi setiap wanita. Setiap ibu hamil pasti penasaran dan bertanya-tanya jenis kelamin calon anaknya, terutama calon ibu yang sengaja tidak menggunakan USG untuk mengetahui  jenis kelamin janinnya. Apakah Anda penasaran dengan jenis kelamin bayi mungil yang ada dalam kandungan Anda? Cara modern memang membantu Anda dengan menggunakan teknologi USG. Tetapi  jika Anda sengaja ingin membuat kejutan untuk diri Anda sendiri, cobalah untuk menerka-nerka apa sih jenis kelamin janin Anda. Berikut kami coba jabarkan mitos dan fakta berikut akan membantu Anda untuk menebak jenis kelamin janin anda. 1.       Tabel Cina kuno Tabel kuno ini ditemukan di sebuah kuburan kerajaan kuno di dekat Peking. Dokumen aslinya disimpan oleh Institute of Science Peking. Indikator yang digunakan pada tabel ini adalah umur ibu berdasarkan penanggalan Cina dan bulan terjadinya pembuahan. Banyak juga ibu-ibu hamil yang mempercayainya untuk memprediksi jenis kelamin bayi yang sedang dikandungnya. 2.       Denyut jantung bayi Mitos : Kalau denyut jantung bayi Anda di bawah 140 denyut per menit, berarti Anda mengandung bayi laki-laki. Tetapi jika denyut jantung bayi Anda lebih dari 140 denyut per menit, berarti calon bayi Anda adalah perempuan. Fakta : penilitian membuktikan bayi perempuan cenderung memiliki denyut jantung lebih cepat dibanding bayi laki-laki, namun perbedaan itu hanya diukur setelah bayi lahir.  Mitos ini juga didukung oleh sebuah penelitian dari University of Kentucky pada tahun 1993. Penelitian ini mengatakan bahwa 91% jenis kelamin laki-laki dan 74% janin perempuan dapat diprediksi dari denyut jantung. Tetapi banyak pula penelitian yang menyangkal hal ini. Para peneliti ini mengatakan bahwa denyut jantung tidak dapat digunakan untuk memprediksi jenis kelamin si bayi. 3.       Bentuk perut Mitos : jika perut Anda menonjol agak ke atas, maka bayi yang Anda kandung adalah perempuan. Tetapi jika tonjolan agak ke bawah maka bayi Anda adalah laki-laki. Jika selama 9 bulan Anda menunggu dan ternyata tebakan Anda tepat ketika hanya melihat bentuk perut, Anda patut bersyukur. Mitos seperti ini berasal dari Inggris. Mereka percaya bahwa bayi laki-laki terletak agak ke bawah karena mereka sudah membiasakan diri sejak kecil untuk mandiri. Sedangkan letak bayi perempuan agak ke atas karena mereka masih butuh perlindungan dari ibunya. 4.       Morning sickness Mitos : jika Anda sering mengalami morning sickness, Anda akan memiliki bayi perempuan, jika Anda jarang mengalami morning sickness, Anda akan memiliki bayi laki-laki. Fakta : para peneliti dari Swedia menemukan bahwa 56% wanita yang melahirkan bayi perempuan di rumah sakit, mengalami morning sickness yang para selama masa kehamilan. Penyebabnya diduga adalah perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki 5.       Gerak janin Mitos : jika bayi Anda aktif bergerak, maka bayi Anda adalah laki-laki. Fakta : teori ini rupanya dibuat karena fenomena hidup sehari-hari. Anak laki-laki cenderung tidak bisa diam dan anak perempuan adalah sosok anggun yang lemah lembut. Mitos ini masih diperhitungkan kebenarannya. Bagaimanapun juga, aktivitas ibu juga berpengaruh pada si janin. Jika Anda melakukan banyak aktivitas seharian, maka bayi Anda juga akan aktif bergerak. 6.       Pilihan rasa saat ngidam Mitos : mengidam makanan manis-manis maka bayi anda adalah perempuan, jika mengidam makanan asin maka anak anda laki-laki Fakta : tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini 7.       Suhu di telapak kaki Mitos : jika kaki ibi hamil terasa dingin maka kemungkinan mengandung anak laki-laki. Fakta : seorang peneliti jerman membenarkan mitos ini, wanita yang mengandung anak laki-laki sering mengalami ganguan peredaran darah sehingga telapak kakinya terasa lebih dingin. 8.       Pendulum Mitos : Jika cincin kawin atau jarum yang digantungkan pada perut Anda bergerak melingkar, maka Anda akan mempunyai bayi perempuan. Tetapi jika berputar secara tak terarah, maka Anda akan memiliki bayi laki-laki. Fakta : metode untuk memprediksi jenis bayi dengan cara ini bekerja dengan seperti papan ouija. Padahal otot Anda ketika melakukan cara ini ikut menentukan perputaran cincin atau jarum yang digantung.  Baca juga: Daftar Negara Dengan Jumlah Pembesaran Kelamin Pria Terbanyak  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 01 Jun 2018    08:00 WIB
Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Kelahiran Bayi
Meskipun sebagian besar kehamilan yang normal dan sehat berlangsung selama sekitar sembilan bulan, tidak semua bayi yang lahir dalam jangka waktu yang tepat selama 9 bulan. Waktu kelahiran bayi tergantung pada beberapa faktor seperti: Apakah ibu mengandung bayi kembar atau lebih? Kesehatan janin Kesehatan ibu hamil Metode yang digunakan untuk menghitung tanggal perkiraan kelahiran bayi   Ada dua metode yang digunakan untuk memperkirakan waktu kelahiran bayi: Aturan Naegele Berasumsi bahwa seorang wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur. Tanggal perkiraan kelahiran bayi dihitung 40 minggu setelah hari pertama siklus menstruasi terakhir. Oleh karena itu jika Anda mengalami menstruasi terakhir Anda mulai pada 1 Juli 2009, maka bayi Anda akan lahir kira-kira 7 April 2010, sekitar satu minggu sebelum atau sesudah tanggal tersebut.  USG Dengan USG dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan bayi dan menghitung tanggal perkiraan kelahiran bayi. Saat Anda pergi untuk melakukan pemeriksaan USG sebaiknya Anda meminta gambar hasil USG  Tidak ada satupun metode yang selalu 100 persen akurat akurat dan karenanya bayi dapat lahir sedikit lebih awal atau terlambat. Bayi dapat lahir antara 39-41 minggu dari hari pertama siklus menstruasi terakhir masih dianggap kelahiran yang normal.    Kehamilan dan kelahiran adalah peristiwa yang paling menakjubkan dalam hidup para pasangan. Sehingga Anda dan pasangan harus mendapatkan banyak informasi untuk pengalaman Anda yang luar biasa.     Sumber: medindia
 02 Dec 2017    16:00 WIB
5 Fakta Menarik Tentang Pemeriksaan USG
Pemeriksaan ultrasonogafi atau USG adalah pemeriksaan menggunakan gelombang suara dengan frekuensi sangat tinggi yang tidak dapat didengar telinga manusia karena berada diatas ambang dengar manusia. Gelombang suara ini ditransmisikan ke rongga perut menggunakan suatu alat yang dinamakan transducer untuk melihat ke dalam rongga perut. Saat memeriksakan kandungan menggunakan USG, maka alat USG akan merekam pantulan suara yang ditransformasikan ke bentuk video atau fotografi. Dengan USG, Anda tidak hanya bisa melihat perkembangan janin Anda tetapi dapat mengetahui juga ukuran dan berat janin Anda. Dokter yang ahli akan menunjukkan bagaimana keadaan bayi didalam rahim,plasenta, air ketuban dan ovarium.   Berikut adalah fakta tentang USG yang harus Anda ketahui: 1.  USG dapat dilakukan dari luar maupun melalui trans-vaginalSecara normal, pemeriksaan USG dilakukan dari luar tubuh, menggunakan gel sebagai media konduksi untuk menghasilkan gambar. Tetapi USG juga dapat dilakukan secara transvaginal menggunakan probe berbentuk tabung dan dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini dipergunakan untuk memperkuat gambar yang dihasilkan tetapi prosedur ini jarang dilakukan. 2.  USG sangat aman untuk ibu dan janinProsedur USG tidak akan menyakiti janin Anda karena tidak menggunakan radiasi seperti x-ray. Anda tidak perlu khawatir karena prosedur ini benar-benar non-invasive. 3.  USG dapat dilakukan setelah kehamilan 20 mingguUSG dapat dilakukan setelah 20 minggu kehamilan. Pada waktu ini janin Anda sudah terbentuk dan masalah yang terjadi dapat mudah dideteksi. Setelah 20 minggu jenis kelamin janin Anda juga sudah dapat ditentukan. 4.  Prosedur USG tidak akan menimbulkan ketidaknyamananKecuali Anda diminta melakukan prosedur dengan kandung kemih yang penuh, maka prosedur ini tidak akan menyakitkan. Gel yang digunakan tidak akan meninggalkan noda di baju Anda dan dapat dihapus dengan mudah. 5.  USG dapat dilakukan pada awal kehamilanUSG dapat dilakukan pada saat awal kehamilan dan dapat mendeteksi apakah ada lebih dari satu janin di dalam rahim Anda.Anda juga dapat mengetahui tanggal taksiran kelahiran dan usia dari janin.USG juga merupakan prosedur yang dapat memperkuat ikatan antara Anda dan janin. Sama seperti Anda mengambil foto bayi Anda hanya saja saat ini bayiAnda masih ada di dalam rahim. Dengan menggunakan USG 3D atau 4D akan menghasilkan gambar atau video yang lebih baik.   Sumber: magforwomen
 04 Feb 2016    11:00 WIB
Faktor Resiko dan Penyebab Kanker Rahim
Kanker rahim atau kanker endometrium merupakan tipe kanker yang tumbuh disepanjang garis rahim. Kebanyakan kanker ini dapat dideteksi sejak awal karena biasanya ditandai dengan munculnya perdarahan vagina yang abnormal. Sebanyak 25% penderita kanker rahim mengidap penyakit ini sebelum masuk masa menopause dan mengeluhkan keluarnya darah per vagina yang tidak teratur sebelum masa menopause dan sebanyak 75% penderita kanker rahim mengeluhkan perdarahan per vagina setelah masa menopause.Faktor resiko dari kanker rahim:    •    Obesitas    •    Hipertensi    •    Wanita yang tidak pernah melahirkan    •    Hipotiroid    •    Diabetes    •    Riwayat kanker payudara dan kanker usus Penyebab dari kanker rahimPenyebab utama dari kanker rahim adalah peningkatan level hormon estrogen didalam tubuh. Jika pasien tersebut pernah menjalani terapi hormon estrogen akan mengalami peningkatan resiko terkena kanker rahim. Jika seorang wanita harus melakukan terapi pengganti hormonal maka harus ditambahkan hormon progesteron juga jika kondisi rahim masih sehat.Jika seorang wanita dengan riwayat kanker payudara sebelumnya, ia harus mengkonsumsi obat yang disebut tomoxifen selama lima tahun untuk mencegah kekambuhan dari kanker. Tomoxifen sangat dibutuhkan untuk penderita kanker payudara tetapi juga mempunyai efek buruk terhadap lapisan dinding rahim dan dapat meningkatkan resiko terkena kanker rahim. Jadi jika seorang wanita harus mengkonsumsi tomoxifen maka ia harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk mengetahui secara dini apakah muncul penebalan dari dinding rahim yang diperiksa melalui ultrasonografi.Jika seorang dokter mencurigai adanya tanda-tanda keganasan, maka ia akan melakukan pemeriksaan sitologi dan USG transvaginal. Jika kedua pemeriksaan ini tidak memberikan hasil yang cukup jelas maka akan dilakukan pemeriksaan histeroskopi atau kuretase dari dinding rahim. Jika benar ditemukan tanda keganasan melalui pemeriksaan histologi maka diperlukan pemeriksaan USG/MRI/CT scan untuk membantu penegakkan diagnosa.Pengobatan yang dapat dilakukan untuk kanker rahim:    •    Terapi bedah    •    Terapi radiasi    •    Kemoterapi tambahanSumber: healthmeup
 02 Feb 2015    10:00 WIB
Apakah Pemeriksaan USG Berbahaya Bagi Bayi?
Anda tentunya telah mengetahui bahwa setiap wanita hamil harus melakukan pemeriksaan USG perut untuk mengetahui bagaimana keadaan bayinya dan bahkan apa yang sedang dilakukan oleh sang bayi di dalam kandungan ibunya. Walaupun sebenarnya pemeriksaan USG ini hanya boleh dilakukan untuk tujuan medis, akan tetapi sekarang ini telah tersedia suatu tempat di mana Anda dapat menonton “siaran” atau rekaman video USG sehingga Anda dan keluarga dapat melihat apa yang sedang dilakukan oleh bayi Anda di dalam kandungan. Karena banyak sekali tempat yang tidak menggunakan tenaga ahli seperti dokter untuk melakukan pencitraan USG ini, maka hal ini dapat membuat ibu dan bayi terpapar oleh banyak gelombang energi USG yang tidak diperlukan, yang mungkin dapat berdampak negatif terhadap kesehatan bayi di dalam kandungan. Walaupun saat ini para ahli masih tidak memiliki terlalu banyak bukti yang menunjukkan pengaruh berbahaya dari paparan gelombang energi USG terhadap bayi di dalam kandungan, akan tetapi BPOM Amerika mengatakan bahwa akan lebih bila pemeriksaan USG dilakukan oleh seorang tenaga medis professional, yaitu dokter. Hal ini dikarenakan USG dapat sedikit memanaskan jaringan tubuh dan pada beberapa kasus juga dapat memicu terbentuknya lubang-lubang kecil pada beberapa jaringan tubuh tertentu. Karena efek jangka panjang dari pemanasan jaringan dan adanya lubang pada jaringan tubuh masih tidak diketahui, maka BPOM Amerika mengatakan bahwa pemeriksaan USG sebaiknya hanya dilakukan untuk tujuan medis dan oleh petugas terlatih. Sampai saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa pemeriksaan USG yang menggunakan gelombang suara dapat berbahaya bagi bayi. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan yang hamil di Amerika, para peneliti menemukan bahwa paparan USG, dengan jumlah yang sama dengan yang diterima oleh manusia, dapat mengganggu perkembangan otak normal pada bayi tikus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan USG pada manusia juga dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas otak. Beberapa penelitian lainnya menemukan adanya hubungan antara paparan USG dengan terjadinya perdarahan otak. Selain itu, sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa kematian perinatal (bayi mati di dalam kandungan) pada manusia dapat menjadi 2 kali lebih tinggi bila bayi terpapar oleh 2 atau lebih pemeriksaan USG Doppler. Jika pemeriksaan USG memang diperlukan dengan alasan medis, maka batasilah lama dan intensitas paparan. Pastikan Anda tidak melakukan pemeriksaan USG Doppler pada trimester pertama kehamilan.     Sumber: newsmaxhealth
 01 Jan 2015    09:00 WIB
Apa Itu Keguguran ?
Keguguran atau abortus merupakan keluarnya janin atau bagian janin secara spontan, tanpa provokasi, sebelum kehamilan berusia 20 minggu. Sebagian besar keguguran terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Kasus keguguran lebih jarang terjadi setelah kehamilan berusia di atas 20 minggu.   Penyebab Keguguran Tidak semua penyebab keguguran dapat diketahui. Sebagian besar keguguran yang terjadi pada trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan disebabkan oleh kelainan kromosom pada bayi. Kromosom merupakan suatu struktur di dalam sel-sel tubuh yang membawa berbagai gen. Gen merupakan penentu beberapa hal berikut ini seperti jenis kelamin, warna rambut dan mata, dan golongan darah. Sebagian besar kelainan kromosom terjadi secara kebetulan dan tidak berhubungan dengan status kesehatan anda atau pasangan anda. Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran adalah: Infeksi Paparan terhadap lingkungan atau zat berbahaya seperti radiasi tinggi atau zat beracun lainnya Gangguan hormon Kelainan rahim Leher rahim yang tidak kompeten, di mana leher rahim melebar dan membuka terlalu cepat, di tengah waktu kehamilan tanpa adanya tanda-tanda persalinan Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, atau penggunaan obat-obatan terlarang Gangguan sistem imunitas, seperi pada penyakit lupus Penyakit ginjal berat Kelainan jantung kongenital Diabetes yang tidak terkontrol Gangguan kelenjar tiroid Radiasi Obat-obatan tertentu Malnutrisi berat Selain itu, resiko keguguran semakin meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Berdasarkan suatu penelitian, wanita berusia 20 tahun memiliki resiko keguguran sebanyak 12-15%, sedangkan wanita berusia 40 tahun memiliki resiko keguguran sebanyak 25%. Keguguran yang disebabkan oleh kelainan kromosom meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Akan tetapi, stress, kegiatan fisik tertentu, maupun aktivitas seksual belum terbukti dapat menyebabkan terjadinya keguguran.   Gejala Keguguran Berbagai gejala yang dapat ditemukan saat anda mengalami keguguran adalah: Keluarnya darah dari kemaluan dari ringan sampai berat Nyeri perut hebat Kram perut Demam Badan terasa lemah Nyeri punggung atau pinggang Jika anda mengalami gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Apakah Saya Keguguran ? Perdarahan dan rasa tidak nyaman di perut merupakan gejala umum keguguran. Jika anda mengalami perdarahan, demam, menggigil, atau nyeri perut, segera hubungi dokter anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina dan USG perut untuk memastikan apakah anda benar-benar mengalami keguguran.   Pengobatan yang Dapat Dilakukan Jika keguguran terjadi secara menyeluruh (seluruh janin dan plasenta telah keluar) dan rahim kosong, maka tidak diperlukan penanangan selanjutnya. Akan tetapi, bila rahim belum kosong dan masih terdapat bagian janin atau plasenta di dalam rahim maka diperlukan tindakan kuretase untuk mengeluarkan seluruh bagian janin dan plasenta dari dalam rahim. Jika anda mengalami beberapa gejala keguguran, akan tetapi belum ada bagian janin yang keluar dari dalam rahim, maka dianjurkan untuk tirah baring sealam beberapa hari di rumah sakit. Pengukuran kadar HCG di dalam darah diperlukan untuk menentukan progresifitas keguguran yang terjadi. Bila anda mengalami keguguran lebih dari dua kali berturut-turut, maka dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan darah, genetika, dan berbagai pemeriksaan lainnya untuk mencari penyebab keguguran.   Hamil Kembali Setelah Keguguran Anda dapat kembali hamil setelah mengalami keguguran. Keguguran bukan berarti anda tidak subur. Bila anda mengalami keguguran lebih dari dua kali secara berturut-turut, hubungi dokter anda untuk mencari penyebabnya. Dokter biasanya menyarankan agar anda menunggu 1-3 bulan sebelum kembali hamil.   Pencegahan Keguguran Keguguran biasanya tidak dapat dicegah dan sering terjadi bila kehamilan tidak normal (kelainan kromosom). Jika keguguran disebabkan oleh suatu hal tertentu, maka pengobatan terhadap hal tersebut dapat mencegah terjadinya keguguran pada kehamilan selanjutnya. Memperbaiki status kesehatan ibu juga dapat mencegah terjadinya keguguran pada kehamilan berikutnya.   Sumber: webmd