Your browser does not support JavaScript!
 09 Aug 2019    08:00 WIB
Menilai Kondisi Kesehatan dari Warna Urin
Saat Anda buang air kecil, Anda memiliki kesempatan untuk belajar tentang tubuh Anda. Seperti yang Anda ketahui urin merupakan aliran sisa yang diekskresikan ginjal dan dikeluarkan setiap hari. Biasanya cairan urin memiliki warna yang beragam mulai dari warna putih bening sampai berwarna kuning. Warna urin yang dihasilkan ternyata memiliki fungsi untuk mendeteksi masalah kesehatan. Untuk membantu orang memecahkan makna dibalik warna urin mereka. Para ahli di Cleveland Clinic di Ohio menciptakan gambar diagram untuk mengilustrasikan warna air seni yang normal dan tidak. Warna yang terdapat pada diagram ini bervariasi mulai dari transparan, kuning, pink, yang dapat mengindikasikan kesehatan seseorang. Dalam diagram tersebut dikatakan, jika urine tidak berwarna, kemungkinan orang tersebut terlalu banyak minum. Mereka mungkin harus mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Sementara urine yang berwarna sepucat jerami menandakan, jumlah air yang dikonsumsi sudah cukup dan mereka terhidrasi dengan baik. Status kesehatan yang baik ini berlaku juga bagi pemilik urine berwarna kuning transparan. Berikut adalah arti warna urine Anda, cocokkan dan ketahui melalui diagram warna urine berikut ini:TranparanJika urin Anda transparan dan bersih, kemungkinan Anda minum air putih terlalu banyak. Ada banyak resiko kesehatan yang bisa didapat karena minum air terlalu banyak, walaupun hal ini jarang terjadi. Secara umum saat Anda mendapati urin berwarna transparan artinyaAnda meminum terlalu banyak air melebihi kebutuhan tubuh Anda. Kuning pucatWarna kuning pucat adalah warna yang normal untuk urine. Ini menunjukkan bahwa Anda sehat dan tidak dehidrasi. Tetapi jika warna urin menggelap artinya Anda kekurangan sedikit cairan. Kuning tua atau coklatKuning tua juga merupakan warna urine yang normal. Ini berarti mulai mengalami kekurang cairan, tetapi hanya sedikit. Jika Anda melihat warna urine kuning tua, sebaiknya Anda segera minum air putih setelahnya. Karena warna ini menunjukkan bahwa Anda hampir mengalami dehidrasi jika tak minum dalam waktu dekat. Pink kemerahan atau merahPada bidang urologi, warna urin merah merupakan tanda bahaya yang harus segera dicari penyebabnya. Urin merah bisa disebabkan makanan yang Anda makan atau zat-zat lain yang Anda konsumsi. Jika warna merah ini berasal dari darah makan ini berarti bahaya. Jika Anda menemukan urin Anda berwarna pink atau terdapat semburat merah seperti darah berarti Anda harus segera menemui dokter. Kondisi seperti kanker mulai dari ginjal sampai kandung kencing dapat menyebabkan darah. Kondisi lain yang membuat urin merah misalnya batu ginjal, batu saluran kemih, prostat dan lain-lain. Hijau atau biruUntuk kebanyakan orang, melihat urin berwarna hijau tentu akan sangat mengejutkan, dan memang urin berwarna hijau dan biru sangat jarang terjadi. Beberapa penyakit yang menyebabkan urin berwarna hijau atau biru misalnya porphiria. Terkadang urin berwarna hijau karena mengkonsumsi sayur-sayuran dan zat lain yang tidak dapat diserap oleh saluran pencernaan. Faktor diluar warnaApakah urin ada berbau aneh? Mungkin Anda tidak harus khawatir jika hal ini terjadi karena bau bukan merupakan indikasi suatu penyakit.Jika urin berbusa kemungkinan karena hasil dari buang air kecil lebih kuat dari biasanya sehingga menghasilkan busa lebih banyak dari biasanya.Sumber: foxnews
 02 Jan 2019    11:00 WIB
Kenali 6 gejala medis yang berbahaya (part 2)
Tubuh Anda mengeluarkan sinyal-sinyal untuk memperingatkan anda jika tubuh anda bermasalah. Terkadang tanda-tanda yang dikeluarkan bukanlah suatu hal yang serius. Contohnya, sebagian besar gejala sakit kepala berasal dari stress, kurang tidur, dehidrasi, mata lelah, kekurangan kafein dan gejala-gejala sepele lainnya. Tetapi sakit kepala yang menyerang tiba-tiba dan menusuk kepala dapat berarti adanya perdarahan di otak. Mampu mengenal gejala-gejala serius dan menghubungi Unit Gawat Darurat secepatnya dapat menyelamatkan hidup anda. Pada artikel ini gejala akan kami pisahkan menjadi 2 bagian. Berikut ini adalah  gejala penting yang harus anda ketahui 4. Darah di urine tanpa ada keluhan nyeri Kapan saja anda melihat darah di urine anda, segera hubungi dokter, bahkan jika anda tidak punya keluhan nyeri. Batu ginjal, batu kandung kemih, atau infeksi prostat merupakan penyebab terbentuknya darah di urine. Tetapi gejala ini biasanya disertai nyeri dan rasa tidak nyaman, rasa nyeri inilah yang membuat orang dating ke dokter. Berlawanan dengan keadaan jika orang melihat adanya darah di urine tanpa disertai nyeri, maka orang-orang akan melakukan tindakan "wait and see", terlebih jika hanya mengalami 1 kali episode gejala ini. Tetapi anda harus meninggalkan kebiasaan ini. Tidak adanya gejala nyeri bukan berarti tidak ada penyakit serius. Kanker ginjal, kanker ureter, kanker kandung kemih atau kanker prostat dapat menyebabkan darah dalam urine. Ketika kanker ini kecil dan masih bisa diobati, kanker ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Jadi jangan abaikan tanda dan gejala ini karena dapat merupakan tanda stadium awal dari kanker. 5. Gejala asma yang tidak membaik atau bahkan memburuk Serangan asma ditandai dengan bunyi nafas mengi dan kesulitan bernafas. Ketika serangan tidak membaik bahkan semakin memburuk, anda harus segera menghubungi gawat darurat. Jika serangan asma semakin memburuk, hal ini dapat menyebabkan kelelahan otot dada yang berat dan dapat menyebabkan kematian. Kebanyakan penderita asma yang mengalami episode serangan asma yang berat  menolak untuk pergi ke unit gawat darurat karena mereka merasa sudah sering mengalami serangan seperti itu, atau mereka tidak adapat menemukan orang lain untuk mengantar mereka ke rumah sakit, sehingga daripada pergi mencari pertolongan, mereka tetap bertahan, mereka akan menaikkan dosis obat inhalasi untuk mengurangi gejala. Karena asma menyebabkan kesulitan bernafas, otot-otot pernafasan menjadi lelah dan volume pertukaran udara menjadi mengecil. Hasilnya tingkat oksigen didarah akan menurun, tingkat carbondioksida darah meningkat. Kadar carbondioksida meningkat dapat menimbulkan efek sedasi di otak yang menyebabkan rasa pusing dan kantuk. Anda dapat kehilangan motivasi untuk berusaha bernafas. Pasien akan terlihat santai dari luar, tidak tampak berusaha keras untuk bernafas, sesungguhnya ini merupakan tanda bahaya karena sebenarnya pasien berhenti untuk berusaha bernafas. Pasien menjadi tidak sadar jika mereka sedang menuju kematian karena pengaruh sedasi carbondioksida. Jika anda mendapat gejala-gejala diatas segeralah hubungi gawat darurat  untuk menghilangkan gejala anda. 6. Depresi dan pikiran bunuh diri Depresi pada beberapa orang akan menyebabkan nyeri dada dan sesak nafas, tetapi pada beberapa orang depresi dapat menjadi ekstrim hingga membahayakan keselamatan jiwanya. Depresi dapat menjadi persoalan yang sangat serius karena dapat menyebabkan orang bunuh diri.  Banyak orang depresi tidak mencari pertolongan karena mereka takut dianggap lemah atau gila, mereka idak menyadari adaya ketidakseimbangan kimiawi terjadi di otak mereka. Depresi juga suatu penyakit, sama seperti penyakit yang lain. Tanda dari depresi dapat berupa kesedihan, rasa lelah, gugup, perubahan pola tidur dan penurunan nafsu makan. Depresi dapat diobati dengan obat-obatan dan psikoterapi. Sumber : webmd    
 25 Dec 2018    16:00 WIB
Ada Darah Pada Tinja Anda? Ini Dia Penyebabnya!
Banyak wanita mungkin merasa enggan untuk menceritakan apa yang terjadi saat mereka sedang buang air besar. Akan tetapi, adanya darah di dalam tinja dapat merupakan suatu tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera.   Baca juga: Sehat Atau Enggak Bisa Dilihat Dari Tinja Lho!   Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda menemukan adanya darah pada tinja Anda. Warna darah yang ada pada tinja Anda dapat menjadi petunjuk di mana sebenarnya gangguan terjadi di dalam tubuh Anda. Bila darah tampak berwarna gelap, nyari hitam, maka hal ini berarti bahwa darah berasal dari saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau kerongkongan. Adanya darah kehitaman pada tinja Anda menunjukkan bahwa Anda mungkin mengalami ulkus lambung. Ulkus lambung merupakan hal yang cukup sering terjadi. Sekitar 10% orang di dunia pernah mengalami hal ini di sepanjang hidup mereka. Pada sebagian besar kasus, penanganan ulkus lambung cukup mudah, yaitu dengan mengkonsumsi obat, mengatasi stress, membatasi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok. Sementara itu, bila Anda melihat darah berwarna merah tering atau merah tua, maka kemungkinan besar darah berasal dari saluran pencernaan bagian bawah seperti usus halus atau usus besar. Wasir merupakan gangguan yang paling sering menyebabkan adanya darah berwarna merah terang pada tinja. Untuk mencegahnya, konsumsilah banyak serat. Selain wasir, hal lainnya yang juga dapat menyebabkan adanya darah berwarna merah terang pada tinja Anda adalah fisura ani (luka lecet pada anus), yang dapat disebabkan oleh sembelit atau melahirkan. Walaupun demikian, jangan langsung mengasumsikan bahwa darah yang ada pada tinja Anda disebabkan oleh wasir hingga dokter melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan adanya darah di dalam tinja Anda juga dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang lebih serius seperti kanker usus besar. Karena adanya darah di dalam tinja tidak selalu dapat dilihat oleh mata telanjang (karena jumlah terlalu sedikit), maka pencegahan merupakan hal yang sangat penting. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker usus besar secepat mungkin adalah dengan melakukan pemeriksaan kolonoskopi secara teratur (bahkan sebelum Anda berusia 50 tahun), terutama bila ada anggota keluarga Anda yang pernah menderita kanker saluran pencernaan. Intinya adalah adanya darah di dalam tinja PASTI bukanlah sesuatu hal yang normal. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter terdekat bila Anda melihat adanya darah di dalam tinja Anda sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan penyebab dari adanya darah pada tinja Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag