Your browser does not support JavaScript!
 13 Aug 2019    18:00 WIB
10 Makanan Manusia yang Berbahaya Bagi Kucing
1.  KismisSegenggam kismis dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal akut pada kucing anda. Hindari memberikan kismis dan juga anggur pada kucing anda. Waspadai tanda-tanda keracunan bila kucing anda tidak sengaja memakannya.Tanda-tanda keracunan ini biasanya terjadi dalam waktu 24 jam, yaitu berupa diare, penurunan nafsu makan, terlihat lemas, lesu, nyeri perut, dan berkurangnya volume air kemih.2.  Bawang BombaySulfoksida dan disulfida di dalam bawang bombay dapat menghancurkan sel darah merah dan menyebabkan gangguan berat pada darah, termasuk anemia. Bubuk bawang bombay dapat ditemukan di dalam makanan bayi dan berbagai makanan olahan lainnya. Pastikan anda memeriksa komposisi suatu makanan sebelum memberikannya pada kucing kesayangan anda.3.  Bawang PutihSeperti halnya bawang bombay, bawang putih juga berbahaya bagi kucing anda, bahkan lebih berbahaya karena racun di dalam bawang putih lebih banyak daripada bawang bombay. Jangan memberikan makanan apapun yang mengandung bawang putih pada kucing anda.4.  Telur MentahTelur mentah dapat mengandung salmonella atau E. coli yang dapat menyebabkan gangguan berat pada kucing anda. Jangan berikan putih telur pada kucing anda, baik mentah maupun matang, karena putih telur mengandung avidin yang dapat menghentikan penyerapan vitamin B.5.  AlkoholAlkohol dapat menyebabkan terjadinya keracunan. Karena ukurannya lebih kecil dari manusia, maka kucing dapat mengalami keracunan alkohol setelah mengkonsumsi sedikit alkohol.6.  KafeinBerbagai makanan dan minuman yang mengandung kafein sangat berbahaya bagi kucing anda. Kafein yang bekerja sebagai suatu agen diuretika (mengeluarkan cairan dari dalam tubuh) dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Selain itu, kafein juga menstimulasi kerja jantung dan sistem saraf. Coklat sangat berbahaya bagi kucing anda karena mengandung kafein dan teobromin (suatu zat kimia yang dapat membunuh kucing anda).7.  LemakMemberikan kucing anda makanan yang banyak mengandung lemak dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare. Berikanlah kucing anda makanan yang memang khusus dibuat untuk kucing.8.  TulangWalaupun tulang tidak mengandung zat-zat yang berbahaya, akan tetapi pecahan tulang dapat menyebabkan terjadinya luka pada organ pencernaan kucing anda atau justru menyumbat saluran pencernaannya.Tulang mentah juga dapat membuat kucing anda tersedak. Jangan berikan tulang ayam atau bebek atau burung pada kucing anda. Selain menyebabkan gangguan pada usus kucing anda, tulang yang berminyak atau banyak lemak juga dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan secara menyeluruh dan membuat kucing anda mengalami diare atau muntah.9.  Susu atau KrimKucing akan mengalami intoleransi laktosa setelah mereka dewasa. Seperti halnya manusia, kucing dengan intoleransi laktosa yang mengkonsumsi susu atau produk olahannya dapat mengalami diare. Bila anda ingin memberikan susu atau krim, pastikan bahwa keduanya tidak mengandung laktosa.10.  AlpukatPersin yang terdapat di dalam alpukat sangat beracun bagi hewan, termasuk kucing. Bahkan, seluruh pohon alpukat mengandung racun. Oleh karena itu, jangan biarkan kucing anda bermain di dekatnya.Tergantung pada berapa banyak persin yang termakan, kucing anda dapat mengalami gangguan saluran pencernaan, gangguan pernapasan, atau bahkan terjadi penumpukkan cairan di sekitar jantungnya. Pada beberapa kasus, alpukat dapat menyebabkan kematian pada kucing. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: womanitely
 10 Aug 2019    16:00 WIB
3 Tanda Tubuh Sedang Kekurangan Kalsium
Saat tubuh Anda kekurangan kalsium, maka tidak hanya tulang dan gigi Anda saja yang menderita, seluruh tubuh Anda juga akan terkena dampaknya. Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan serta kekuatan tulang dan gigi, kalsium juga membantu pembentukan bekuan darah, menghantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, dan mengatur tekanan darah. Jadi, bila Anda tidak mengkonsumsi 1.000 mg kalsium setiap harinya, maka berbagai fungsi di atas akan mengalami gangguan. Yang lebih parahnya lagi adalah Anda tidak akan menyadari adanya masalah hingga sudah terlambat. Kekurangan kalsium biasanya tidak akan menimbulkan gejala hingga sudah terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis) dan patah tulang akibat melemahnya tulang. Namun demikian, ada beberapa gejala tidak jelas yang ternyata merupakan tanda bahwa tubuh Anda kekurangan kalsium. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja tanda tersembunyi dari kekurangan kalsium.   Baca juga: 9 Tips Meningkatkan Kadar Kalsium   Kram Otot Kalsium merupakan sebuah elektrolit, yaitu sebuah zat yang berfungsi untuk menghantarkan impuls listrik ke dalam otot. Jadi, saat Anda kekurangan kalsium, maka otot Anda akan mengalami kram. Meregangkan otot betis dan paha sebelum tidur dapat membantu mencegah terjadinya kram otot.   Gigi Berlubang Sekitar 99% cadangan kalsium tubuh disimpan di dalam tulang dan gigi. Saat Anda kekurangan kalsium, maka tubuh Anda pun akan mengambil cadangan kalsiumnya, yang akan membuat gigi Anda menjadi berlubang. Menurut sebuah penelitian, orang yang mengkonsumsi kurang dari 500 mg kalsium setiap hari (sekitar 1 cup yogurt) memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan gusi dan gigi dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi cukup kalsium setiap harinya.   Kuku Menjadi Rapuh Seperti halnya tulang dan gigi, kuku juga membutuhkan cukup kalsium untuk bertumbuh kuat dan sehat. Jadi, bila kuku Anda tampak rapuh, maka hal ini dapat merupakan tanda bahwa Anda kekurangan kalsium. Susu dan produknya, sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale, serta makanan lain yang diperkaya dengan kalsium dapat membantu mencukupi kebutuhan harian kalsium Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 10 Jun 2019    11:00 WIB
Mengenal Penyakit Tulang Langka Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP)
Halo guys, senang sekali kita bisa kembali lagi dengan berita medis yang sangat menarik tentang kelainan tulang Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP), FOP adalah kelainan genetik langka yang mengubah ligamen, otot, dan tendon menjadi tulang di luar kerangka yang mengganggu gerakan. Ini pertama kali dijelaskan pada 1692 dan ditandai oleh osifikasi heterotropik progresif dalam struktur anatomi. Pada awalnya ia diberi nama Myositis Ossificans Progressiva yang berarti "otot yang berubah menjadi tulang." Nama itu kemudian diubah menjadi Fibrodysplasia Ossificans Progressiva yang menunjukkan "jaringan lunak yang berubah menjadi tulang." Nama Fibrodysplasia Ossificans Progressiva berarti ligamen dan tendon juga berubah menjadi tulang bukan hanya otot yang membedakannya dari Myositis Ossificans Progressiva. Perbedaan ini ditemukan oleh Dr. Victor McKusick dari Universitas Johns Hopkins pada tahun 1970-an. Satu dari setiap dua juta orang didiagnosis dengan Fibrodysplasia Ossificans Progressiva. Penyakit ini sebagian besar dimulai pada masa kanak-kanak, biasanya didiagnosis sebelum usia sepuluh tahun. Hampir 90% dari waktu penyakit salah didiagnosis dan salah dikelola oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya. Namun, ada 800 kasus yang dikonfirmasi di dunia dan 285 di Amerika Serikat. 67% menjalani prosedur invasif untuk diagnosis dan pengobatan seperti, osteotomi, sampel darah, atau MRI. Fibrodysplasia Ossificans Progressiva belum terbukti dikaitkan dengan gender, etnis, atau ras tertentu. Penyebab dari FOP adalah: Mutasi pada gen ACVR1 menyebabkan fibrodysplasia ossificans progressiva. Gen ACVR1 memberikan instruksi untuk memproduksi anggota keluarga protein yang disebut reseptor tipe I protein morphogenetic tulang (BMP). Protein ACVR1 ditemukan di banyak jaringan tubuh termasuk otot rangka dan tulang rawan. Ini membantu untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tulang dan otot, termasuk penggantian tulang rawan secara bertahap (pengerasan) yang terjadi pada pematangan kerangka normal dari lahir hingga dewasa muda. Para peneliti percaya bahwa mutasi pada gen ACVR1 dapat mengubah bentuk reseptor dalam kondisi tertentu dan mengganggu mekanisme yang mengontrol aktivitas reseptor. Akibatnya, reseptor dapat terus-menerus dihidupkan (aktivasi konstitutif). Aktivasi reseptor konstitutif menyebabkan pertumbuhan berlebih tulang dan tulang rawan dan fusi sendi, menghasilkan tanda dan gejala fibrodysplasia ossificans progressiva. Gejala-gejala FOP adalah: Fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP) ditandai dengan penggantian bertahap jaringan otot dan jaringan ikat (seperti tendon dan ligamen) oleh tulang, membatasi pergerakan. Proses ini umumnya menjadi nyata pada anak usia dini, dimulai dengan leher dan bahu dan melanjutkan ke bawah tubuh dan ke anggota tubuh. Pembentukan tulang ekstra-rangka menyebabkan hilangnya mobilitas yang progresif saat persendian menjadi terpengaruh. Berbicara dan makan juga menjadi sulit karena mulut menjadi terpengaruh. Seiring waktu, orang-orang dengan FOP mungkin menjadi kurang gizi karena ketidakmampuan untuk makan. Mereka juga dapat mengalami kesulitan bernapas sebagai akibat dari pembentukan tulang ekstra di sekitar tulang rusuk yang membatasi ekspansi paru-paru. Setiap trauma pada otot-otot individu dengan FOP (jatuh atau prosedur medis invasif) dapat memicu episode pembengkakan otot dan peradangan diikuti oleh osifikasi yang lebih cepat di daerah yang terluka. Flare-up juga dapat disebabkan oleh penyakit virus seperti flu. Orang dengan FOP umumnya terlahir dengan jari kaki cacat besar. Kelainan jari kaki ini adalah ciri khas yang membantu membedakan gangguan ini dari masalah tulang dan otot lainnya. Individu yang terkena mungkin juga memiliki ibu jari pendek dan kelainan tulang lainnya. Tabel ini mencantumkan gejala yang mungkin dialami penderita penyakit ini. Untuk sebagian besar penyakit, gejalanya akan bervariasi dari orang ke orang. Orang dengan penyakit yang sama mungkin tidak memiliki semua gejala yang terdaftar. Informasi ini berasal dari database yang disebut Human Phenotype Ontology (HPO). HPO mengumpulkan informasi tentang gejala yang telah dijelaskan dalam sumber daya medis. HPO diperbarui secara berkala. Gunakan ID HPO untuk mengakses lebih banyak informasi mendalam tentang suatu gejala. Fibrodysplasia Ossificans Progressiva dapat salah didiagnosis dengan mudah, tetapi dapat dihindari dengan memeriksa jari kaki individu untuk hallux valgus dan fitur jari kaki pendek yang hebat, bersama dengan pemeriksaan klinis menyeluruh dan tes positif untuk gen ACVR1. Pengujian genetik sekarang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis FOP sebelum munculnya osifikasi heterotropik, yang dapat menghindari kemungkinan perawatan invasif dan pengujian diagnostik. Juga dengan: Sampel darah. Positif untuk mutasi R206H heterozigot dari gen ACVR1. Tomografi Terkomputasi. Pencitraan Resonansi Magnetik. Pemindaian Tulang. ESR meningkat selama flare-up akut. Pengobatan dini fibrodysplasia ossificans progressiva membantu menghindari faktor gangguannya, memperlambat perkembangan penyakit, dan memberi anak-anak kualitas hidup yang lebih baik. Tidak ada terapi medis yang efektif yang dikenal untuk fibrodysplasia ossificans progressiva; bifosfonat dan kortikosteroid hanya bermanfaat selama gejala mendadak. Terapi gen mungkin menjanjikan dalam pengobatan progresif fibrodysplasia ossificans. Steroid sistemik kadang-kadang digunakan untuk gejala akut. Iontoforesis dengan steroid atau asam asetat dapat meningkatkan rentang gerak yang berkurang. Penemuan gen FOP mengungkapkan target yang sangat terkonservasi dalam jalur pensinyalan protein-beta / tulang yang mentransformasikan faktor pertumbuhan dan mendorong pendekatan terapeutik untuk pengembangan penghambat transduksi sinyal molekul kecil untuk kinase-kinase aktif-2. Terapi yang efektif untuk fibrodysplasia ossificans progressiva mungkin didasarkan pada pemblokiran activinlike kinase-2 atau pemblokiran aktivin seperti reseptor IA. Demikianlah pembahasan kita hari ini tentang FOP, jika ada pertanyaan atau ingin berkonsultasi jangan ragu dan segera hubungi pakar kesehatan kami di Dokter.ID, salam sehat dan sampai jumpa dengan pengalaman menarik lainnya.   Sumber:www.physiopedia.com, ghr.nlm.nih.gov, rarediseases.info.nih.gov, emedicine.medscape.com, dmm.biologists.org, www.iofbonehealth.org
 21 May 2019    11:00 WIB
Selain Penting Untuk Tulang, Ini Fakta Lain Kalsium Yang Harus Diketahui
Anda mungkin sudah sering mendengar kata kalsium. Kalsium adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, namun apakah Anda sudah mengetahui fakta-fakta mengenai kalsium. Agar Anda menjadi lebih tahu simak ulasan dibawah ini mengenai kalsium. Berikut adalah fakta mengenai kalsium yang perlu Anda ketahui: Kalsium adalah mineral yang paling banyak diperlukan oleh tubuh Kebutuhan kalsium harian anak-anak, remaja, dewasa dan ibu hamil berbeda seperti dibawah ini: Bayi berumur s.d. 5 bulan       : 400 mg Bayi 6 bulan s.d. 1 tahun        : 600 mg Anak usia 1 s.d. 10 tahun       : 800 mg Remaja usia 11 s.d. 24 tahun  : 1200 mg Diatas 25 tahun                       : 800 mg Diatas 50 tahun                       : 1000 mg Ibu hamil dan menyusui          : 1200 mg Berada di jaringan tulang dan gigi Sekitar 99% kalsium berada pada jaringan tulang dan gigi, sisanya berada di darah dan sel-sel tubuh. Penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi Anak-anak sangat memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan giginya. Mineral di tulang dan gigi Anda tergantikan 100% setiap tujuh tahun sekali. Mencegah osteoporosis Apabila Anda tidak mengkonsumsi cukup kalsium, maka tubuh akan menguras kalsium dari simpanan kalsium yang ada di tangan, kaki dan tulang panjang lainnya. Sehingga lama kelamaan tulang akan kekurangan kalsium sehingga tulang menjadi keropos dan mudah mengalami patah tulang. Apabila seorang wanita dari umur 20 tahun setiap harinya mengkonsumsi kurang kalsium sampai 400 mg lebih rendah daripada yang dibutuhkan, maka pada umur 55 tahun tulangnya menjadi keropos sampai sekitar 1/3 tulang di tubuhnya. Penting untuk fungsi otot, otak dan sistem syaraf Otot, otak dan sistem syaraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kejang otot dan gangguan fungsi otak dan sistem syaraf. Terlalu banyak kalsium dapat berbahaya bagi tubuh Tubuh tidak boleh kekurangan kalsium namun juga tidak boleh terlalu berlebihan, karena tubuh tidak dapat menyerap kalsium bila tidak memiliki cukup magnesium dan fosfor. Magnesium dan fosfor mengubah bentuk kalsium sehingga dapat diserap tubuh. Kalsium dan magnesium diedarkan oleh tubuh melalui albumin dalam darah. Terlalu banyak kalsium akan membuat magnesium terdesak dari albumin sehingga tidak tersalurkan lewat darah dan tubuh akan kekurangan magnesium Bila tidak cukup mendapat magnesium, ginjal tidak dapat memproses kalsium sehingga dapat terjadi endapan batu ginjal. Selain fosfor dan magnesium, vitamin D, zinc dan zat besi juga diperlukan dalam pengolahan kalsium dan dapat terdesak peranannya oleh kalsium yang berlebihan. Sehingga bila Anda ingin memiliki tubuh yang sehat maka harus mendapatkan nutrisi yang seimbang seperti kalsium, magnesium, fosfor, vitamin D, zinc dan zat besi. Tidak perlu suplemen Anda tidak memerlukan suplemen bila asupan harian Anda sudah mengandung kadar kalsium yang cukup. Jadi Anda harus memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya sehingga tidak mengkonsumsi kalsium secara berlebihan. Diatas merupakan fakta penting mengenai kalsium, sekarang Anda sudah mengerti mengapa Anda memerlukan kalsium??? Tunggu apalagi segera penuhi kebutuhan kalsium harian Anda. Baca juga: Makanan Berkalsium Tinggi Untuk Anak-Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: fitday
 12 Mar 2019    18:00 WIB
Bikin Ngeri, Tulang Sering Nyeri Itu Gejala Kanker Tulang???
Tahukah Sobat bahwa, jenis kanker yang sering dialami banyak orang seperti kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru. Selain itu ada jenis kanker yang tidak sering diwaspadai orang kebanyakan yaitu kanker tulang. Penyakit ini sering tidak diketahui dan didiagnosa setelah terlambat. Menurut seorang dokter spesialis bedah tulang di sebuah rumah sakit kanker mengatakan bahwa prevalensi kanker tulang di Indonesia belum diketahui karena tidak ada registrasi mengenai hal itu. Namun yang jelas dirumah sakitnya setiap tahun merawat 50-60 pasien kanker tulang ganas. Kanker tulang adalah jenis kanker menyerang semua tulang pada tubuh, namun sebagian besar terjadi pada tulang kaki dan lengan. Penyakit ini dapat diidap oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pada orang dewasa, gejala nyeri tulang kadang-kadang disalahartikan sebagai radang sendi. Pada anak-anak dan remaja, kadang-kadang disalahartikan sebagai efek samping dari pertumbuhan tulang.   Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer kondisi dimana kanker  muncul dan berkembang langsung di dalam tulang Kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari bagian tubuh lain yang menjalar ke tulang.   Untuk mengetahui apakah seseorang berisiko terkena kanker tulang atau tidak. Berikut adalah gejala kanker tulang yang harus Anda ketahui: Nyeri Apabila Anda mengalami nyeri pada tulang yang makin lama makin meningkat dan terasa makan memburuk. Selain itu terasa semakin nyeri saat digerakkan dan saat malam hari. Bisa jadi ini merupakan gejala dari kanker tulang. Tulang mudah rapuh Kanker tulang biasanya menyebabkan tulang menjadi lemah dan mudah rapuh. Sehingga apabila mengalami cedera yang mungkin tidak terlalu berat bisa menyebabkan patah tulang. Pembengkakan Gejala kanker tulang yang lain adalah terjadi pembengkakan dan berwarna kemerahan pada daerah sekitar tulang yang terkena kanker  sehingga terasa semakin sulit untuk digerakkan. Penurunan berat badan yang cukup signifikan Salah satu gejala umum yang sering terjadi pada pasien penyakit kanker adalah mengalami penurunan badan yang signifikan. Sulit melakukan berbagai hal Penekanan sel saraf pada saraf akan mempengaruhi kualitas dan kemampuan seseorang dalam beraktivitas biasanya seseorang yang mengalami kanker tulang akan merasa sulit melakukan berbagai hal seperti sulit untuk dipakai berjalan, tangan terasa kaku untuk dipakai berpegangan atau meraih suatu benda. Penyebab kanker tulang sampai sekarang masih belum diketahui dengan pasti, namun ada baiknya Anda melakukan pola hidup sehat mulai dari sekarang dan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mengetahui dengan pasti apabila Anda mengalami gejala diatas.   Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa kanker tulang: Biopsi Dilakukkan dengan cara pengambilan jaringan tumor untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui keberadaan kanker tulang, pemeriksaan ini juga berguna untuk menentukan tingkat keparahan penyakit tersebut. Pemeriksaan ini merupakan cara paling akurat untuk mendiagnosis kanker tulang. X-ray Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui kerusakan tulang yang dialami oleh pasien dan adanya pertumbuhan tulang yang tidak wajar Scan Tulang Dilakukan dengan cara yakni menyuntikkan bahan kontras serta memakai perangkat kamera khusus guna menampilkan struktur dan gambaran tulang. Tulang yang bermasalah atau tidak normal lebih cepat melakukan penyerapan dibandingkan tulang yang normal. CT scan Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah kanker tulang telah menyebar, misalnya ke paru-paru. Dan pemeriksaan ini memberikan hasil gambar bagian tubuh yang lebih rinci. MRI scan Pemeriksaan ini akan memberikan gambar tulang yang lebih rinci dan berguna untuk mengetahui tingkat keparahan penyebaran kanker di dalam tulang Penanganan kanker tulang Penanganan kanker tulang sangat bergantung pada tingkat keparahan kanker, lokasi kanker, dan jenis kanker Penanganan utama kanker tulang biasanya dilakukan melalui operasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan radioterapi. Jadi bila Anda mengalami gejala seperti diatas tidak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan sejak awal untuk mencegah kerusakan tulang semakin parah.   Baca juga: Dari Buat Awet Muda Sampai Bebas Kanker, Brokoli Solusinya...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 28 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Sel Kanker Dapat Menyebar ke Tulang?
Tulang, paru-paru, dan hati merupakan tiga organ yang paling sering diserang oleh sel kanker saat proses penyebarannya. Beberapa jenis kanker yang seringkali menyebar ke tulang adalah kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, kanker ginjal, dan kanker tiroid. Sekitar 3 dari 4 kasus, metastasis (penyebaran sel kanker) ke tulang paling sering disebabkan oleh kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, dan kanker ginjal.   Mengapa Sel Kanker yang Menyebar ke Tulang Seringkali Tampak Berbeda? Untuk menyebar, sel kanker biasanya akan menginvasi jaringan normal terdekat, kemudian sel kanker akan masuk ke dalam kelenjar getah bening atau pembuluh darah terdekat dan mulai menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran getah bening atau aliran darah. Setelah mencapai pembuluh darah kecil di bagian tubuh lainnya, sel kanker akan kembali menginvasi dinding pembuluh darah dan bermigrasi ke jaringan di sekitarnya. Sel kanker kemudian akan berkembang biak dan membentuk tumor yang lebih kecil di tempat baru tersebut. Akan tetapi, karena setelah mencapi tulang, sel kanker harus menghindari berbagai "serangan" dari sistem kekebalan tubuh, maka sel-sel kanker ini mungkin akan mengalami beberapa perubahan. Hal inilah yang menyebabkan mengapa tumor yang baru akan tampak berbeda dengan tumor primernya. Keadaan ini dapat membuat pengobatan semakin sulit dilakukan.   Mengapa Sel Kanker Menyebar ke Tulang? Jenis kanker mungkin memiliki suatu hubungan dengan mengapa sel kanker menyebar ke tulang dan membentuk tumor baru. Beberapa jenis kanker mungkin melepaskan berbagai jenis protein yang dapat mempengaruhi bagaimana tumor baru terbentuk di dalam tulang. Tulang merupakan tempat yang subur bagi pertumbuhan sel-sel kanker karena tulang merupakan suatu tempat di mana banyak sel mati dan bertumbuh. Selain itu, sel-sel tulang juga melepaskan suatu komponen yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan sel kanker. Sel kanker mungkin juga lebih mudah menempel pada tulang dibandingkan dengan jaringan tubuh lainnya karena sesuatu alasan yang sampai saat ini belum diketahui oleh para ahli. Sel kanker dapat menyebar ke tulang manapun di dalam tubuh, akan tetapi sel kanker seringkali menempel pada tulang yang memiliki paling banyak suplai darah seperti tulang belakang, tulang panggul, tulang rusuk, tulang lengan atas, dan tulang paha.   Apa Gejalanya? Pada beberapa keadaan, tulang mungkin akan hancur, sementara itu pada kasus lainnya, mungkin akan terbentuk suatu tulang baru sebagai reaksi tulang terhadap adanya sel kanker. Pada kanker payudara, dapat terjadi kedua hal ini, yaitu ada bagian tulang yang hancur dan ada tulang baru yang terbentuk. Gejala metastasis sel kanker pada tulang yang dapat ditemukan adalah: Nyeri tulang Patah tulang karena melemahnya kekuatan tulang akibat metastasis sel kanker Berkurangnya nafsu makan Mual Merasa sangat haus Berbagai gejala kelebihannya kalsium di dalam tubuh karena proses penghancuran tulang akan menyebabkan pelepasan kalsium dari tulang ke dalam aliran darah Tertekannya saraf di antara tulang belakang yang dapat menimbulkan mati rasa, kelemahan otot, gangguan buang air kecil, dan kelumpuhan   Pengobatan Apa yang Dapat Dilakukan? Sebagian besar metastasis sel kanker ke tulang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan biasanya bertujuan untuk membantu mengurangi gejala yang timbul. Pengobatan metastasis sel kanker ke tulang tergantung pada jenis kanker utama, tulang mana yang terkena, kerusakan apa yang telah disebabkan sel kanker pada tulang, pengobatan kanker apa yang telah diterima oleh penderita, dan bagaimana keadaan kesehatan penderita. Pada sebagian besar kasus, dokter akan mengobati metastasis sel kanker ke tulang dengan cara mengobati kanker utama. Kemoterapi dan terapi hormon merupakan jenis pengobatan yang paling sering digunakan untuk mengatasi kanker utama.   Sumber: webmd
 14 Jan 2019    16:00 WIB
Kenali Gejala Patah Tulang Selangka
Patah tulang selangka merupakan jenis patah tulang yang seringkali dialami oleh para atlet. Tulang selangka merupakan dua tulang tipis yang menghubungkan tulang dada dengan tulang bahu anda. Anda dapat melihat dan meraba tulang selangka anda pada bagian atas dada anda, tepat di bawah bahu anda. Patah tulang selangka biasanya terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan anda terpukul atau terjatuh dan mengenai bahu anda atau anda terjatuh dan menahannya dengan tangan anda sehingga tekanan ini mengenai tulang selangka anda. Patah tulang selangka sering terjadi akibat terjatuh dari sepeda.   Gejala Patah tulang selangka biasanya mudah terlihat, anda bahkan mungkin dapat merasa ada sesuatu yang patah saat patah tulang selangka terjadi. Selain itu, anda pun dapat mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri dan pembengkakan daerah cedera Kesulitan menggerakkan lengan dan bahu anda Merasakan adanya kertakan tulang saat anda mencoba untuk mengangkat lengan anda Bahu terlihat turun Adanya benjolan pada daerah cedera   Apakah Saya Mengalami Patah Tulang Selangka? Untuk mendiagnosa patah tulang selangka, dokter anda harus melakukan pemeriksaan fisik dan foto rontgen tulang.   Pengobatan Patah tulang selangka biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Untuk membantu mempercepat penyembuhan, terdapat beberapa hal yang harus anda lakukan, yaitu: Sebuah peyangga untuk menjaga agar bahu anda tidak bergerak Menyangga tangan anda selama beberapa hari Obat anti nyeri dan obat anti inflamasi (peradangan) untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak Fisioterapi untuk mengembalikan jangkauan pergerakan dan memperkuat tulang serta otot Pada kasus yang jarang, yaitu bila ligamen ikut cedera, maka anda memerlukan tindakan pembedahan untuk memperbaiki patah tulang selangka Diperlukan waktu sekitar 6-12 minggu bagi tulang selangka yang patah kembali sembuh. Akan tetapi, setiap orang memiliki waktu penyembuhan yang berbeda-beda. Anda telah dapat kembali melakukan aktivitas rutin anda sehari-hari bila: Anda telah dapat menggerakan lengan dan bahu anda tanpa merasa nyeri Dokter anda telah melakukan tindakan foto rontgen dan memastikan bahwa tulang anda telah kembali menyatu Ingatlah agar tidak memaksakan diri anda kembali beraktivitas sebelum waktunya, karena hal ini dapat membuat tulang selangka anda kembali patah.   Pencegahan Pencegahan patah tulang selangka sulit dilakukan karena terjadi pada saat kecelakaan (terjatuh).   Sumber: webmd
 28 Dec 2018    11:00 WIB
Penyakit Skoliosis (Penyebab, Jenis, Gejala dan Perawatan)
Halo Sobat sehat! Hari ini kita akan membahas tentang Skoliosis, Skoliosis apa yah? Pernahkah ketika kita bercermin, kita melihat dan memperhatikan bentuk tubuh kita secara keseluruhan atau pernahkah kita melihat dan memperhatikan bentuk tubuh anak kita ketika mereka berdiri. Dan kita menyadari bahwa ada kelainan pada bentuk tubuh kita atau anak kita, posisi tulang belakang kita atau anak kita melengkung dari sisi ke sisi, seperti bentuk huruf "S" atau huruf "C". perlu diketahui bahwa kemungkinan kita atau anak kita mengalami Skoliosis. Lalu apa penyebabnya? Bisa banyak hal, yaitu: Kondisi neuromuskular: Ini mempengaruhi saraf dan otot dan termasuk cerebral palsy, poliomielitis, dan distrofi otot. Skoliosis kongenital (hadir saat lahir) Ini jarang terjadi dan terjadi karena tulang di tulang belakang berkembang secara tidak normal ketika janin tumbuh di dalam ibu. Gen spesifik: Setidaknya satu gen diduga memiliki skoliosis. Panjang kaki: Jika satu kaki lebih panjang dari yang lain, hal ini menyebabkan skoliosis. Syndromic scoliosis: Skoliosis dapat berkembang sebagai bagian dari penyakit lain, termasuk neurofibromatosis dan sindrom Marfan. Osteoporosis: Ini dapat menyebabkan skoliosis sekunder akibat degenerasi tulang. Penyebab lainnya: Postur tubuh yang buruk, membawa ransel atau tas, gangguan jaringan ikat, dan beberapa cedera. Lalu apa saja tipe-tipe Skoliosis ? The Scoliosis Assocition of The United Kingdom menjelaskan lima tipe utama scoliosis, yaitu: Skoliosis kongenital, ketika tulang belakang tidak terbentuk dengan benar sebelum lahir. Skoliosis serangan awal muncul antara kelahiran dan 10 tahun. Skoliosis idiopatik remaja, yang terjadi saat anak tumbuh, yang menyebabkan bentuk tubuh melengkung dan memutar tulang belakang. Skoliosis degeneratif dapat mempengaruhi orang dewasa karena keausan sistem skeletal, baik mereka sudah memiliki skoliosis ataupun tidak. Skoliosis neuromuskular berasal dari masalah dengan otot atau sistem saraf. Scheuermann's kyphosis, di mana bagian depan tulang belakang tumbuh lebih lambat daripada yang bagian belakang, membuat mereka menjadi lebih kecil. Syndromic scoliosis terkait dengan salah satu dari berbagai sindrom, termasuk sindrom Marfan dan trisomi 21. Bagaimana dengan gejala-gejala dari Skoliosis ? Gejala Skoliosis bervariasi, tergantung pada tingkat skoliosisnya. Gejala umum yang terkait dengan skoliosis meliputi: satu pundak yang lebih tinggi dari yang lain. satu bahu yang lebih menonjol daripada yang lain. pinggul tidak rata. tulang belakang berputar. masalah pernapasan karena area yang berkurang di dada untuk paru-paru mengembang. sakit punggung. Untuk mengatasi Skoliosis perawatan yang dilakukan sangat bergantung dengan faktor, namun tingkat kelengkungan tulang belakang menjadi yang utama. Dokter kita juga akan mempertimbangkan beberapa hal pada diri kita, yaitu: usia kita. apakah kita akan terus bertumbuh. Tingkat Skoliosis yang dialami dan jenis kelengkungannya. jenis skoliosis yang kita alami. Ada dua hal yang bisa dilakukan, ketika kita mengalami Skoliosis, yaitu, dengan alat penyangga atau melalui operasi. Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, seseorang dengan skoliosis mungkin perlu menggunakan alat penyokong atau penahan, seperti spinal brace atau penyangga tulang belakang, korset Skoliosis, dll, dan kita memerlukannya jika: Skoliosis kita masih terus bertumbuh dan kelengkungannya lebih dari 25 hingga 30 derajat. Skoliosis terus berkembang dengan kelengkungan antara 20 hingga 29 derajat, tetapi kelengkungan semakin memburuk. Kelengkungan adalah antara 20 hingga 29 derajat dan kita memiliki setidaknya dua tahun lagi untuk skoliosis terus tumbuh (juga berlaku untuk gadis yang belum mulai menstruasi). Alat penyokong (Spinal brace atau penyangga tulang belakang) tidak akan meluruskan tulang belakang, tetapi dapat mencegah tingkat kelengkungan. Metode perawatan ini lebih efektif untuk kasus-kasus yang dideteksi sejak awal. Bagi kita yang memakai alat penyokong, perlu memakainya selama 24 jam sehari untuk efektivitas maksimum. Hanya dilepas ketika kita mau mandi atau berenang. Dokter biasanya menyarankan agar anak-anak memakai alat penyokong sampai mereka mencapai usia remaja dan scoliosis tidak lagi berkembang. Ada dua tipe penyangga utama: Model Ketiak: Terbuat dari plastik dan pas dekat dengan tubuh, penjepit ini hampir tidak terlihat. Ini digunakan untuk mengobati kurva tulang belakang bawah dan cocok di sekitar bagian bawah tubuh. Milwaukee: Penjepit ini dimulai dari bagian leher dan menutupi seluruh tubuh, dengan pengecualian kaki dan tangan. Ini digunakan untuk kurva yang tidak bisa ditangani penjepit ketiak. Operasi. Pembedahan biasanya disediakan untuk kita dengan kurva lebih besar dari 45 atau 50 derajat. Jika kita telah didiagnosis mempunyai skoliosis dan merasa kelengkungan tubuh kita mengganggu kehidupan sehari-hari kita atau menyebabkan ketidaknyamanan pada diri kita, kita perlu membahasnya dengan dokter kita. Fusi tulang belakang adalah operasi skoliosis standar. Dalam prosedur ini, dokter menggabungkan tulang belakang kita bersama-sama menggunakan cangkok tulang, batang, dan sekrup. Cangkok tulang terdiri dari tulang atau bahan seperti itu. Batangnya menahan tulang belakang kita dalam posisi lurus, dan sekrup menahannya di tempatnya. Akhirnya, cangkok tulang dan tulang belakang menjadi satu tulang. Batang dapat disesuaikan pada anak-anak saat mereka tumbuh. Tetapi ada beberapa risiko jika kita mengambil tindakan operasi fusi tulang belakang, yaitu: pendarahan yang berlebihan. kegagalan untuk menyembuhkan. Infeksi. rasa sakit. kerusakan saraf. Jadi teman-teman, tingkat Skoliosis yang ringan sekalipun sudah perlu diwaspadai yah terutama pada anak-anak, jadi silahkan kunjungi Dokter Spesialis Ortopedi atau Chiropractic. Sumber : webmd, medicalnewstoday, healthline.
 04 Dec 2018    11:00 WIB
Ternyata Ada 7 Jenis RACUN di Dalam Minuman Soda
Udara panas membuat Anda sangat haus? Minuman bersoda biasanya merupakan pilihan banyak orang untuk melepas dahaga pada saat cuaca panas. Minuman bersoda atau yang juga dikenal dengan nama soft drink biasanya mengandung air bersoda, pemanis, dan perasa alami atau buatan. Minuman bersoda juga mungkin mengandung kafein, pewarna, pengawet, dan berbagai bahan lainnya. Selain karena banyaknya iklan dan promosi, rasanya yang enak, mudah didapat, dan murah membuat minuman ini sangat populer. Bahkan, sebenarnya banyak orang mengalami kecanduan akan minuman bersoda. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa minuman bersoda memiliki banyak dampak negatif pada tubuh Anda? Minuman bersoda mengandung banyak sekali gula, yang tidak baik bagi kesehatan Anda. Gula akan meningkatkan kadar hormon insulin, yang dapat memicu terjadinya diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, penuaan dini, dan banyak dampak negatif lainnya. Selain itu, minuman bersoda juga tidak mengandung nutrisi penting sama sekali. Minuman bersoda bahkan telah diketahui berhubungan dengan terjadinya berbagai jenis gangguan kesehatan seperti obesitas, gangguan gigi, dan gangguan persendian. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 jenis bahan beracun di dalam minuman bersoda yang dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.   Asam Fosfat Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda. Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya. Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.   Sirup Jagung Tinggi Fruktosa Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan bentuk gula yang diperoleh dari jagung. Gula ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Sebagian besar pabrik minuman bersoda menggunakan gula ini sebagai ganti gula biasa. Selain itu, gula ini juga memiliki masa kadarluarsa yang lebih lama. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda berkalori tinggi dan mengandung sirup jagung tinggi fruktosa secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya sindrom metabolik, kumpulan gejala yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, lemak tubuh berlebih di daerah perut, dan kadar kolesterol yang abnormal atau kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung, serangan jantung, stroke, dan diabetes.   Asam Sitrat Asam sitrat yang terdapat di dalam soda diet dan soda biasa merupakan bahan berbahaya lainnya, terutama bagi kesehatan mulut Anda. Hal ini dikarenakan asam sitrat dapat merusak lapisan email gigi. Kerusakan lapisan ini akan membuat gigi lebih mudah berlubang, mengalami perubahan warna, dan akhirnya membusuk. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa asam sitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat menyebabkan erosi gigi. Mengunyah permen karet bebas gula atau berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi minuman bersoda dapat membantu meningkatkan produksi air liur untuk menetralkan keasaman mulut akibat minuman bersoda.   Baca juga: Bahaya Soda Diet   Bisphenol A (BPA) Botol plastik minuman bersoda mengandung sejenis zat kimia yang disebut dengan bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah terjadinya karat dan mengeliminasi bakteri. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa paparan BPA telah diketahui berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah. Zat kimia ini juga diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan organ reproduksi pada pria dan terjadinya pubertas dini pada wanita. Selain itu, BPA juga dapat mengganggu aktivitas hormonal, yang dapat memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan.   Natrium Benzoat Natrium benzoate atau yang juga dikenal sebagai E211, biasanya digunakan sebagai bahan pengawet dalam minuman bersoda, acar, bumbu salad, jus buah, selai, dan jelly untuk mencegah terbentuknya jamur. Akan tetapi, E211 ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel berat dan mempercepat proses penuaan sel. Jadi, sering mengkonsumsi minuman bersoda dapat memicu terjadinya penyakit metabolik karena penuaan dini. Efek samping lainnya dari E211 adalah hiperaktivitas, pusing, kepala terasa ringan, dan sulit tidur.   Perwarna Karamel dan Pewarna Buatan Pewarna karamel akan memberikan warna cokelat klasik pada cola. Pewarna ini dan pewarna buatan lainnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker. Kedua zat kimia ini juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi serangan asma dan memicu terjadinya gejala asma.   Kafein Sebagian besar minuman bersoda mengandung kafein, yang berfungsi untuk memberikan sedikit rasa pahit dan menetralisir rasa gula dan pemanis di dalam minuman bersoda. Jumlah kafein di dalam minuman bersoda dapat bervariasi, tergantung pada merk minuman bersoda. Akan tetapi, kandungan kafein yang biasa ditemukan di dalam minuman bersoda adalah antara 34-38 mg untuk setiap 240 ml. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menemukan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung pada orang dewasa muda yang sudah menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan. Seiring dengan berlalunya waktu, hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi berat dan diabetes. Kafein juga telah diketahui merupakan salah satu penyebab gangguan kesuburan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda secara teratur akan mengalami gangguan kesuburan. Selain itu, karena kafein merupakan sebuah stimulan, maka konsumsi kafein juga dapat menyebabkan terjadinya insomnia. Kafein juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi.   Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi jumlah minuman bersoda yang Anda konsumsi dan meminimalisir efeknya adalah: Mengganti minuman bersoda dengan minuman yang lebih sehat seperti jus buah segar, smoothies, atau teh herbal Untuk mengatasi rasa haus, air putih merupakan pilihan terbaik Jika Anda tidak suka rasa tawar air putih, Anda dapat menambahkan buah-buahan segar di dalamnya (infused water) Jika Anda ingin mengkonsumsi minuman bersoda, minumlah dalam jumlah sedang dan jangan dalam waktu yang lama Setelah minum minuman bersoda, pastikan Anda berkumur dengan air putih untuk menetralkan asam dan gula di dalam mulut Jangan mengkonsumsi minuman bersoda sebelum tidur   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 17 Sep 2018    08:00 WIB
Makanan Berbahaya yang Dapat Membuat Tulang Menjadi Rapuh!!
Memang benar diperlukan kombinasi antara kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu keadaan di mana tulang sangat rapuh (mudah patah) karena menurunnya kepadatan tulang. Selain vitamin dan mineral, ada hal lain yang juga penting untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang Anda. Hal lain yang dimaksud di sini adalah makanan! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari untuk mencegah terjadinya osteoporosis.   Garam Tahukah Anda bahwa garam ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tulang Anda? Para peneliti telah menemukan bahwa wanita yang telah memasuki masa menopause dan mengkonsumsi banyak garam akan mengalami penurunan kepadatan tulang yang lebih parah dibandingkan dengan wanita lain yang seumuran dengannya. Hal ini dikarenakan garam akan mengikat kalsium di dalam tulang, yang bila berlangsung lama akan membuat tulang menjadi rapuh. Untuk setiap 2.300 mg garam (anjuran konsumsi harian garam) yang Anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium akan dikeluarkan di dalam air kemih. Oleh karena itu, mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D setiap harinya dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang akibat konsumsi garam. Orang dewasa yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3 gelas susu atau 720 ml susu). Sedangkan untuk orang yang berusia lebih dari 50 tahun, mereka memerlukan sekitar 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3.5 gelas susu). Untuk vitamin D, orang yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 200 IU vitamin D, orang yang berusia 51-70 tahun membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D, dan orang yang telah berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D. Beberapa jenis makanan olahan yang mengandung banyak sekali garam adalah: Daging olahan seperti ham dan sosis Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng Makanan olahan seperti berbagai jenis makanan beku Makanan kalengan, sayuran kalengan, dan jus buah Makanan panggang seperti roti dan sereal sarapan pagi Bila Anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam harian Anda, maka tingkatkanlah konsumsi makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena dapat membantu mengurangi kehilangan kalsium.   Minuman Bersoda Banyak minuman bersoda mengandung asam fosfor, yang sebenarnya dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh melalui air kemih dan hampir semua jenis minuman bersoda tidak atau hanya sedikit mengandung kalsium. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.   Kafein Seperti halnya minuman bersoda, minuman berkafein juga akan "menarik" kalsium keluar dari dalam tulang Anda. Anda akan kehilangan sekitar 6 mg kalsium untuk setiap 100 mg minuman berkafein yang Anda konsumsi. Memang tidak banyak, akan tetapi hal ini tetap saja berbahaya bagi Anda yang tidak memperoleh cukup kalsium setiap harinya. Walaupun teh juga mengandung kafein, akan tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh tampaknya tidak membahayakan tulang dan justru membantu membuat kepadatan tulang tetap terjaga pada orang-orang lanjut usia. Para ahli menduga hal ini dikarenakan teh juga mengandung komponen lainnya yang dapat melindungi tulang.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Osteoporosis Pada Pria   Kedelai Walaupun berbagai jenis produk kedelai seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kacang mengandung banyak protein yang baik bagi pertumbuhan tulang, akan tetapi kedelai juga mengandung suatu zat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium. Oksalat yang terdapat di dalam kedelai akan berikatan dengan kalsium sehingga kalsium pun tidak dapat digunakan oleh tubuh. Masalah baru akan muncul bila Anda mengkonsumsi banyak kedelai tetapi tidak mengkonsumsi banyak kalsium. Berbagai penelitian menemukan hasil yang bervariasi mengenai kedelai. Beberapa penelitian kecil menemukan bahwa kedelai dapat mengganggu kepadatan tulang, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa jenis kedelai yang tepat (isoflavon genistein dan daidzein), kedelai justru dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Jadi, pastikan Anda mengkonsumsi cukup atau bahkan banyak kalsium setiap harinya untuk mencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis minuman susu kacang yang telah diperkaya oleh kalsium. Akan tetapi, jangan sampai Anda tertipu! Menurut para ahli, kalsium di dalam susu kacang dan berbagai jenis minuman lainnya akan tertinggal di dasar pembungkus dan tidak dapat kembali "masuk" ke dalam minuman tersebut, walaupun Anda telah mengocok minuman tersebut. Jika menu makanan Anda mengandung banyak kedelai di dalamnya, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd