Your browser does not support JavaScript!
 28 Feb 2018    16:00 WIB
5 Alasan Traveling Sendirian Adalah Obat Sakit Hati Paling Ampuh Buat Yang Baru Putus
Oke, putus cinta memang terasa menyakitkan dan bisa membuat siapapun yang mengalaminya akan merasa sakit hati, terutama adalah untuk pihak yang diputus. Pasti rasanya akan sangat menyakitkan. Kemudian bila merasa sakit, Anda harus berdiam diri dan menangis di kamar? Bersedih boleh saja tapi jangan terlalu lama. Daripada menangis meratapi keadaan lebih baik Anda bangkit dan mencari cara untuk mengatasi rasa sakit yang dialami. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi patah hati adalah traveling, Anda tidak perlu orang lain untuk traveling ramai-ramai. Cukup diri Anda sendiri, dengan traveling sendirian akan membantu menyembuhkan hati dan memberikan pengalaman baru dalam hidup Anda.   Berikut adalah alasan traveling sendirian merupakan obat patah hati yang ampuh: 1.     Membuat Anda lupa dengan perasaan sakit hati Saat traveling ada banyak hal yang Anda lakukan. Mulai dari beli tiket, atur barang yang akan dibawa, perjalanan menuju tempat wisata dan hal-hal lainnya akan membuat Anda menjadi sibuk. Kesibukan Anda ini memaksa Anda untuk melupakan perasaan sakit hati Anda. Yang ada hanyalah perasaan akan senang-senang saat traveling. 2.      Hanya ada kebahagiaan Saat Anda traveling maka pada saat inilah adalah saat dimana Anda harus menservis diri Anda sendiri. Jangan pernah memikirkan hal-hal yang membuat Anda merasa galau, seperti memikirkan si mantan yang mungkin tidak pernah lagi memikirkan Anda. Bukan egois, tapi lakukanlah hal yang Anda sukai selama perjalanan Anda ini. Seperti mengunjungi tempat wisata yang Anda sukai, kuliner ke sana kemari dan melakukan hal-hal seru lainnya. 3.      Menemukan hobi baru Oke-oke, mungkin saat Anda jalan-jalan maka rasa sakit hati Anda akan hilang. Kemudian saat pulang nanti akan kembali teringat dengan mantan? Ya, jangan sampai. Oleh karena itu Anda harus membuat diri Anda selalu sibuk yaitu dengan menemukan hobi yang baru. Saat traveling Anda bisa mencoba beberapa hobi baru yang mungkin bisa Anda coba dan Anda sukai seperti fotografi. Hobi baru tentunya akan membuat Anda sibuk dan tidak ingat lagi dengan dia yang sudah menyakiti Anda.  4.      Menemukan banyak hal baru Saat Anda traveling maka Anda akan menemui banyak hal baru dalam hidup Anda. Saat Anda merasa hidup Anda sudah sangat menyedihkan mungkin Anda akan bertemu orang lain yang hidupnya ternyata lebih menyedihkan dari Anda. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih menghargai apa yang Anda miliki sehingga membuat Anda merasa lebih positif dan bersyukur. 5.      Bertemu dengan orang baru Nah ini adalah alasan terbaik dari seluruh alasan yang ada, yaitu bisa bertemu dengan orang baru. Saat traveling maka Anda akan bertemu banyak orang-orang baru dan menyadari bahwa ada banyak orang yang unik. Saat dalam perjalanan, mungkin Anda akan saling berbagi pengalaman. Mana tau ada yang cocok, bisa jadi dia adalah kandidat untuk menjadi pasangan Anda.   5 alasan diatas adalah alasan terbaik mengapa Anda harus traveling sendirian saat sedang patah hati. Dijamin Anda akan merasa lebih tenang dan merasa lebih bahagia. Jadi tunggu apalagi? Segera pesan tiket dan siapkan keperluan traveling Anda.   Baca juga: 5 Tanda Pria Yang Cinta Mati Dengan Kamu    Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: womansday
 02 Nov 2016    09:00 WIB
10 Tips Untuk Mencegah Atau Mengurangi Jet Lag
Walaupun berbagai gejala jet lag sebenarnya hanya berlangsung sementara, akan tetapi gejala tersebut dapat sangat mengganggu kenyamanan Anda saat berlibur atau bekerja. Untungnya, ada beberapa tips dan perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi keparahan dan lamanya gejala jet lag berlangsung. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 tips untuk mencegah atau mengurangi keparahan gejala jet lag selama berpergian.   1.      Ubah Pola Tidur Anda Sebelum Pergi Selain mempersiapkan barang-barang apa saja yang akan Anda bawa, penting juga untuk mengubah pola tidur Anda beberapa hari sebelum waktu keberangkatan Anda. Hal ini dapat membantu "jam tubuh" Anda beradaptasi dengan lebih mudah di zona waktu yang baru. Ubahlah pola tidur Anda hingga mendekat waktu tidur di tempat tujuan Anda. Misalnya bila Anda berpergian ke arah timur, tidurlah 1 jam lebih awal daripada biasanya. Sedangkan bila Anda pergi ke arah barat, tidurlah 1 jam lebih lambat daripada biasanya. Lakukanlah perubahan pola tidur ini 1 minggu sebelum waktu keberangkatan Anda. Selain itu, pastikan Anda juga cukup tidur dan istirahat sebelum pergi untuk mengatasi rasa lelah, yang akan membuat gejala jet lag semakin memburuk. Jangan terlalu sibuk semalam sebelum Anda pergi dan siapkan semua barang yang diperlukan beberapa hari sebelumnya.   2.      Pastikan Anda Sampai di Tempat Tujuan Pada Siang Hari Jika Anda tiba di tempat tujuan Anda di siang hari, maka sangat penting untuk meluangkan sedikit waktu untuk menikmati sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dapat membantu otak Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru. Dengan demikian, gejala jet lag yang Anda alami pun dapat berkurang. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus berjemur di bawah sinar matahari. Berdiamlah di tempat yang teduh atau di dalam ruangan yang terkena banyak sinar matahari. Jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya pada bagian tubuh yang sering terpapar oleh sinar matahari untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari.   3.      Konsumsi Cukup Air Putih Menjaga tubuh Anda tetap mendapatkan air yang dibutuhkannya merupakan langkah pertama dan paling penting untuk mencegah terjadinya jet lag. Anda harus memastikan tubuh Anda mendapatkan cukup cairan sebelum, selama, dan setelah travelling. Udara yang kering di dalam pesawat dapat membuat tubuh Anda lebih cepat mengalami dehidrasi, yang akan memperburuk gejala jet lag saat Anda mendarat.   Baca juga: Tips Traveling Saat Hamil   4.      Batasi Konsumsi Minuman Berkafein atau Beralkohol Beberapa hari sebelum waktu keberangkatan Anda dan juga saat Anda berada di dalam pesawat terbang, batasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol. Hal ini dikarenakan keduanya dapat mengganggu tidur Anda. Selain itu, minuman berkafein dan beralkohol juga dapat meningkatkan rasa lelah serta membuat tubuh mengalami dehidrasi.   5.      Ubah Waktu Makan Anda Seperti halnya pola tidur Anda, perubahan zona waktu juga akan mempengaruhi rutinitas saluran pencernaan Anda. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan apa saja yang Anda makan. Jika memungkinkan, ubahlah pola makan Anda sebelum pergi, makanlah berdekatan dengan waktu Anda akan makan di tempat tujuan Anda. Selain itu, Anda juga dapat melakukan diet jet lagi. Cara melakukannya adalah makan banyak selama beberapa hari sebelum berangkat dan berpuasa pada hari keberangkatan Anda. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat atau makanan berlemak berdekatan dengan waktu tidur karena dapat mengganggu saluran pencernaan Anda, yang pada akhirnya akan mengganggu tidur Anda di malam hari. Saat Anda mencapai tempat tujuan Anda, konsumsilah makanan yang mengandung banyak protein untuk membantu Anda tetap terjaga dan bertenaga. Kurangilah porsi makan Anda dan pilihlah makanan sehat untuk menjaga agar saluran pencernaan Anda dapat berfungsi dengan baik. Makan banyak dapat mengganggu kerja sistem pencernaan Anda, yang dapat memicu terjadinya diare dan sembelit.   6.      Konsumsilah Melatonin, Bila Perlu Melatonin merupakan sebuah hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh biasanya mendekati waktu tidur Anda. Hormon ini berfungsi untuk mengatur "jam tubuh" dan mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh Anda mengenai kapan Anda harus tidur dan bangun. Dengan mengkonsumsi suplemen melatonin, Anda dapat mengatur ulang "jam tubuh" Anda. Konsumsilah suplemen ini sebelum tidur selama beberapa hari setelah Anda sampai di tempat tujuan Anda. Suplemen ini direkomendasikan bagi orang dewasa yang pergi ke daerah dengan perbedaan zona waktu selama 5 jam atau lebih, terutama bagi mereka yang berpergian kea rah timur. Akan tetapi, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi suplemen ini untuk memastikan bahwa suplemen ini aman dikonsumsi oleh Anda.   7.      Sering Berjalan di Dalam Pesawat Saat Anda berada di dalam pesawat terbang, bangun dan berjalan kaki di dalam pesawat. Bila lama penerbangan cukup lama, pastikan Anda berjalan kaki selama sekitar 10 menit di sekitar kabin untuk mencegah gangguan sirkulasi darah. Sering berjalan kaki juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya deep vein thrombosis. Saat duduk, dianjurkan agar Anda juga melakukan olahraga peregangan untuk mengurangi nyeri otot dan pembengkakan pada kaki saat tiba di tempat tujuan.   8.      Gunakan Alat Bantu Tidur di Pesawat Jika Anda berada di dalam pesawat selama semalam atau melakukan perjalanan dari barat ke timur, pastikan Anda memperoleh cukup tidur selama penerbangan berlangsung. Hal ini dapat membantu mengurangi gejala jet lag. Untuk memudahkan Anda tertidur di dalam pesawat, gunakanlah berbagai alat bantu tidur seperti penutup mata, penutup telinga, atau earphone untuk mengurangi paparan cahaya dan suara. Bantal leher juga dapat membuat Anda duduk dengan lebih nyaman. Anda bahkan dapat melepaskan sepatu Anda untuk mengurangi tekanan pada kaki Anda.   9.      Mandi Air Hangat Berpergian ke luar negeri dapat membuat Anda merasa amat sangat lelah. Untuk mengatasinya, mandi merupakan cara yang paling baik. mandilah dengan air hangat sebelum tidur untuk membantu meredakan nyeri otot dan membuat Anda merasa lebih rileks. Jika Anda sampai pada pagi atau siang hari di tempat tujuan Anda, mandi dengan air dingin dapat membantu Anda tetap terjaga dan merasa lebih segar di sepanjang hari.   10.  Gunakan Pakaian yang Nyaman Jika Anda akan melakukan perjalanan panjang, gunakanlah pakaian yang nyaman. Bila memungkinkan, gunakanlah beberapa lapis pakaian untuk mencegah Anda kedinginan saat berada di dalam pesawat.   Selain berbagai tips di atas, ada beberapa tips tambahan yang dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala jet lag yang mungkin Anda alami seperti: Jika memungkinkan, atur agar Anda sampai di tempat tujuan pada siang hari Jika berpergian cukup jauh, pilihlah penerbangan yang melakukan transit untuk membantu tubuh Anda beradaptasi dengan perubahan zona waktu Sesuaikan jam tangan Anda dengan tempat tujuan segera setelah Anda berada di dalam pesawat Jangan mengkonsumsi pil tidur untuk mengatasi gejala jet lag Jika Anda benar-benar kelelahan akibat perjalanan yang jauh, tidur siang selama 20 menit dapat membantu. Usahakan untuk tidak tidur lebih lama dari 20 menit hingga malam tiba, tidak peduli betapa lelahnya Anda Jika Anda menggunakan lensa kontak, pastikan Anda membawa obat tetes mata dan gunakanlah secara teratur selama berada dalam penerbangan untuk mencegah mata menjadi kering Bawalah pelembab kulit dan bibir untuk digunakan selama penerbangan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies  
 01 Nov 2016    12:00 WIB
Apakah Sebenarnya yang Dimaksud Dengan Jet Lag?
Bagi Anda yang sering berpergian ke luar negeri, maka Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya jet lag. Jet lag merupakan suatu kumpulan gejala yang terjadi saat seseorang berpergian ke suatu Negara yang memiliki zona waktu berbeda. Jet lag terjadi saat "jam tubuh" seseorang mengalami gangguan akibat perubahan zona waktu yang terjadi secara mendadak saat seseorang berpergian. Hal ini terjadi karena "jam tubuh" Anda memerlukan sejangka waktu untuk beradaptasi dengan perubahan waktu yang mendadak. Selain mempengaruhi waktu tidur Anda, "jam tubuh" Anda juga mempengaruhi beberapa hal lainnya seperti nafsu makan, proses pencernaan, pola BAB, produksi air kemih, suhu tubuh, dan tekanan darah. Salah satu gejala jet lag yang paling sering ditemukan adalah gangguan pola tidur. Gejala jet lag lainnya yang dapat ditemukan adalah merasa amat sangat lelah, gangguan pencernaan, mual, nyeri otot, nafsu makan buruk, sakit kepala, gangguan daya ingat, gangguan kemampuan otak untuk menilai, gangguan konsentrasi, dan mudah marah. Lamanya gejala berlangsung dapat bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya, di mana gejala biasanya berlangsung antara 5-6 hari jika Anda berpergian ke zona waktu yang berbeda 9 jam atau lebih, terutama bila Anda berpergian ke arah timur. Sebenarnya jet lag dapat terjadi pada semua orang, akan tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya jet lag seperti: Banyaknya perbedaan waktu Berpergian ke arah timur Dehidrasi Konsumsi minuman beralkohol dan berkafein pada saat penerbangan Kurang tidur Stress berlebih Berusia lebih dari 60 tahun Jadi, bagi Anda yang berencana untuk berpergian cukup jauh, apalagi ke arah timur, pastikan Anda telah mempersiapkan diri untuk mengatasi berbagai gejala tidak menyenangkan di atas dan cobalah tips berikut ini: Ubah pola tidur Anda sebelum pergi Pastikan Anda sampai di siang hari di tempat tujuan Konsumsi cukup air putih Hindari minuman berkafein dan beralkohol Ubah waktu makan Anda   Baca juga: Selain Keren, Kacamata Hitam Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Lho…   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 19 Aug 2016    18:00 WIB
Sering Berpergian Dengan Pesawat Terbang? Hati-hati Kanker Kulit!
Berjemur di bawah sinar matahari dan memiliki kulit yang terlalu pucat memang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, melanoma. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya melanoma, yaitu sering berpergian dengan pesawat terbang. Berdasarkan data dari 19 penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa para awak pesawat terbang seperti pilot dan pramugara/i memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita melanoma dibandingkan dengan pekerja lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati berapa banyak awak pesawat yang mengalami melanoma dan berapa angka kematian yang terjadi di antara 266.000 awak pesawat tersebut di antara tahun 1990-2013.  Para peneliti menemukan bahwa selain para awak pesawat memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita melanoma (2 kali lipat dibandingkan dengan orang dewasa lainnya), para pilot ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat melanoma, yaitu sekitar 83% lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. Para peneliti menduga hal ini mungkin diakibatkan oleh tingginya paparan radiasi sinar UV pada awak pesawat. Pada ketinggian tertentu, yaitu pada ketinggian di mana pesawat komersial biasanya berada, kadar sinar UV ternyata lebih banyak 2 kali lipat dibandingkan dengan kadarnya di atas permukaan tanah. Kadar ini bahkan lebih tinggi lagi (85% lebih tinggi) bila pesawat terbang melintasi awan tebal atau salju.  Terdapat 2 macam sinar UV, yaitu UVA dan UVB. Radiasi sinar UVA dan UVB dapat memicu terjadinya berbagai perubahan pada DNA yang terdapat di kulit, yang dapat menyebabkan terjadinya melanoma. Kaca depan kokpit pesawat tempat pilot berada sebenarnya telah dapat menghalangi radiasi sinar UVB, akan tetapi tidak demikian dengan radiasi sinar UVA, di mana radiasi sinar UVA ini dapat menembus kaca pesawat. Jadi, bila Anda bukan seorang pilot tetapi sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, apakah resiko melanoma Anda juga meningkat? Walaupun penelitian ini tidak dapat memberikan kepastian mengenai hal ini, akan tetapi para peneliti menyatakan bahwa resiko melanoma memang lebih tinggi pada orang yang sering berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan kebenaran hal ini, akan tetapi tetap lebih baik bila Anda menggunakan tabir surya saat akan berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, terutama bila Anda berada cukup lama di dalamnya. Baca juga: Gejala Tidak Terduga dari Kanker Kulit Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 14 Feb 2015    14:00 WIB
Merayakan Valentine Tanpa Kekasih
Bagi Anda yang masih single tentu menjelang datangnya hari valentine akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Mengapa demikian? Hari valentine atau yang biasa disebut hari kasih sayang tentu identik dengan pasangan yang saling berbagi kado sebagai ungkapan kasih sayang satu sama lain. Dan bagi Anda yang masih jomblo, tentu kondisi ini akan cukup menyiksa jika terlalu dipikirkan, dan ujungnya bisa mengganggu kesehatan Anda. Nah, daripada perayaan valentine menjadi hari paling menyedihkan bagi Anda, sebaiknya lakukan  hal – hal berikut agar valentine Anda tak lagi sengsara. Jangan bersedih Jangan merasa orang yang paling sengsara didunia jika Anda single saat valentine. Menurut sensus, ada jutaan orang lain di dunia ini yang menghabiskan hari valentine tanpa kekasih. Manjakan Diri Hari valentine juga menjadi momen yang tepat untuk memanjakan diri setelah sekian lama Anda bergelut dengan kesibukan. Datang ke salon, spa, atau sekedar menikmati fasilitas massage, tentu akan membuat tubuh kembali bugar dan mood Anda kembali membaik. Manjakanlah diri Anda seolah Anda memanjakan pasangan Anda. Beli Kado buat Diri Sendiri Jangan membatasi diri Anda dengan manganggap valentine adalah hubungan kasih sayang antara dua orang. Konsep kasih sayang secara luas tak hanya untuk orang lain, namun juga diri Anda pribadi. Tidak ada salahnya membeli kado buat diri sendiri sebagai bentuk kasih sayang kepada diri Anda. Single Party Jangan berkecil hati karena status single Anda, karena tidak hanya Anda yang menyandangnya. Ajak teman-teman Anda, yang sama-sama jomblo, untuk berkumpul dan mengadakan pesta bersama. Jangan memandang gender. Ajak semua teman Anda baik pria atau wanita untuk berkumpul bersama. Selain meningkatkan keakraban, Anda juga berpeluang menjalin hubungan. Travelling Bagi Anda yang suka bepergian sendiri tentu hari valentine tidak akan memberi pengaruh yang besar. Menghabiskan sehari penuh dengan travelling ke luar kota untuk sekedar menikmati kesendirian dan mengunjungi tempat-tempat favorit bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan di hari valentine. Anda pun bebas melakukan apa saja tanpa ada pasangan yang cemburu ketika Anda bertemu dengan seseorang yang menarik di tengah perjalanan. Berolahraga Olahraga akan menjadi kegiatan yang membuat Anda sibuk dan sehat pada haru valentine. Dengan berolahraga anda akan menjaga hormon endophine berproduksi. Hormon endorphine akan membuat tubuh Anda lebih relaks dan tidur lebih nyenyak. Berkumpul bersama Keluarga Jangan lupa jika Anda masih punya keluarga yang selalu siap mendukung apapun kondisi Anda. Ambillah cuti sehari dan temuilah ayah, ibu, dan saudara-saudara Anda di hari valentine. Ingatlah bahwa kasih sayang dan kehangatan sejati ada di dalam keluarga Anda. Ingat pula bahwa keluarga adalah sebaik-baik tempat untuk merayakan valentine. Berbagi Gunakanlah hari valentine sebagai momen Anda untuk berbagi dengan orang lain. Dengan melakukakan sesuatu yang berguna dengan orang lain akan membuat Anda merasakan kebahagiaan tersendiri. Lakukan Aktivitas Biasa Dari sekian banyak cara yang bisa dilakukan para jomblo menghadapi hari valentine, cara inilah yang paling simple dilakukan. Anggap saja tidak ada hari valentine dan beraktivitaslah seperti biasa! mudah bukan?