Your browser does not support JavaScript!
 19 Sep 2019    16:00 WIB
4 Penyebab Adanya Darah Dalam Tinja
Bagi sebagian besar wanita, berbicara mengenai masalah buang air besar adalah suatu hal yang cukup memalukan, termasuk adanya darah di dalam tinja. Akan tetapi, karena tinja merupakan salah satu cara untuk mengetahui keadaan kesehatan saluran pencernaan Anda, maka sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke seorang dokter bila Anda menemukan adanya darah di dalam tinja Anda. Ulkus Peptikum Adanya darah pada tisu atau di dalam kloset dapat disebabkan oleh berbagai hal. Warna darah yang Anda temukan juga dapat menjadi petunjuk penyebab adanya darah di dalam tinja. Darah yang berwarna lebih gelap atau hampir hitam biasanya berasal dari saluran cerna bagian atas (lambung atau kerongkongan), yang dapat merupakan gejala dari ulkus.   Baca juga: Sehat Atau Enggak Bisa Dilihat Dari Tinja Lho!   Ulkus peptikum merupakan penyakit yang cukup sering ditemui dan pada sebagian besar kasus dapat segera diatasi dengan pengobatan yang tepat. Mengkonsumsi obat yang tepat, mengatasi stress, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok dapat membantu proses penyembuhan ulkus. Wasir Sementara itu, bila Anda menemukan darah yang berwarna merah terang atau merah tua, maka kemungkinan besar darah tersebut berasal dari saluran pencernaan bagian bawah, yaitu usus halus atau usus besar. Hemoroid atau wasir merupakan salah satu penyebab tersering dari adanya darah berwarna merah terang pada tisu toilet atau di dalam kloset. Wasir dapat tampak sangat menakutkan akibat banyaknya darah yang keluar. Untuk mencegah terjadinya wasir, dianjurkan agar Anda mengkonsumsi makanan tinggi serat. Fisura Ani Penyebab lain dari adanya darah berwarna merah terang adalah adanya luka pada anus (fisura ani), yaitu suatu robekan pada anus yang disebabkan oleh sembelit atau melahirkan. Kanker Kolorektal Selain ketiga hal di atas, adanya darah di dalam tinja juga dapat merupakan gejala dari kanker kolorektal. Perlu diingat bahwa adanya darah di dalam tinja tidak selalu dapat dilihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kolonoskopi lebih dini daripada usia yang dianjurkan, yaitu sebelum berusia 50 tahun. Intinya adalah adanya darah di dalam tinja bukanlah suatu hal yang normal. Jadi, bila Anda menemukan adanya darah pada tisu toilet yang Anda gunakan atau di dalam kloset, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 12 Feb 2019    08:00 WIB
Pelihara Kucing Tapi Takut Kena Toksoplasma ? Cegah Dengan Cara Ini
Apakah Anda suka memelihara kucing? Bila iya mungkin Anda merasa takut akan terinfeksi toksoplasma.  Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii (T.gondii). Apa akibat toksoplasma pada manusia? WanitaInfeksi toksoplasma dapat menginfeksi saluran telur wanita dan menyebabkan saluran ini menyempit atau tertutup. Sehingga sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. Janin Kista toksoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan saraf seperti terjadi gangguan saraf mata yang berakibat kebutaan. Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan atau hidrosefalus PriaToksoplasma juga dapat menginfeksi pria. Infeksi akut toksoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan kemandulan. Toksoplasma dapat menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Ada beberapa cara mengapa seseorang dapat terinfeksi parasit toksoplasma : - Menyentuh atau kontak dengan kotoran binatang misalnya kucing atau anjing yang terinfeksi. Kucing biasanya mendapatkan infeksi ini jika makan tikus, burung atau binatang lain yang mengonsumsi daging mentah.- Mengonsumsi daging mentah yang terkontaminasi atau dimasak kurang matang.- Mencuci buah atau sayuran kurang bersih, yang telah terkontaminasi oleh pupuk kandang.- Anak yang lahir dari ibu yang terkontaminasi, hal ini karena parasit bisa melewati aliran darah dan menginfeksi janin.- Umumnya toksoplasma dikeluarkan dari tubuh kucing melalui kotorannya dan bukan dari bulunya. Selain itu kasus toksoplasma umumnya paling banyak terjadi akibat kucing atau anjing mengonsumsi daging mentah atau kurang matang yang sudah terinfeksi. Berikut cara yang dapat Anda ikuti dalam merawat kucing Anda agar terhindar dari toksoplasma yaitu : 1.      Hindari kontak langsung dengan kotoranApabila ingin membersihkan kotak kotorannya sebaiknya menggunakan sarung tangan dan cuci tangan setelahnya. Rajin membersihkan tempat kotorannya 1-2 kali dalam sehari dan gunakan pasir khusus untuk kotoran kucing 2.      Makanan khusus Beri makanan kering atau basah yang memang khusus untuk kucing dan hindari memberikan makanan mentah seperti ikan atau daging mentah. 3.      Pelihara kucing dalam rumahDengan memelihara kucing di dalam rumah akan membantu mencegah kucing mengonsumsi tikus atau binatang lain yang mungkin terkontaminasi toksoplasma. 4.      Jaga kebersihan kucingMandikan kucing setidaknya 3 kali dalam sebulan atau seminggu sekali dengan menggunakan sampo kucing, dan mengeringkan bulunya hingga kering. 5.      Berikan vaksinBerilah vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya, untuk mencegah toksoplasma berikan vaksin tokso dan juga kucing bisa diberi vaksin rabies. 6.      Konsultasi dokter hewanJika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam atau kurang lincah, pilek atau diare, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan. 7.      Cuci tanganSelain itu jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setiap kali bermain atau kontak dengan kucing.Jadi rawat terus kucing Anda atau binatang peliharaan Anda agar Anda dan binatang peliharaan kesayangan Anda selalu sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: KF
 06 May 2017    08:00 WIB
Ingin Tahu Apa yang Membuat Anda Sakit Perut?
Setiap orang pasti pernah mengalami nyeri perut di sepanjang hidupnya. Sebagian besar nyeri perut biasanya hanya merupakan gangguan ringan yang dapat segera diatasi. Akan tetapi, karena nyeri perut juga dapat merupakan pertanda dari suatu penyakit berbahaya, maka Anda pun perlu tahu apa saja tanda-tanda bahaya tersebut dan kapan Anda perlu menghubungi dokter Anda.   Baca juga: Penyebab Nyeri Perut di Saat Tidak Menstruasi Maupun Hamil   Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa hal yang biasanya menyebabkan Anda mengalami nyeri perut, mulai dari gangguan kesehatan ringan hingga berat seperti: Gangguan pencernaan Sembelit Infeksi virus Nyeri menstruasi Irritable bowel syndrome (IBS) Keracunan makanan Alergi makanan Banyaknya gas di dalam saluran pencernaan Intoleransi laktosa Ulkus lambung atau usus Penyakit radang panggul Hernia Batu ginjal Batu empedu Endometriosis Penyakit Crohn Infeksi saluran kemih Refluks asam lambung (GERD) Radang usus buntu Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami nyeri perut berat atau nyeri perut berulang atau bila disertai dengan beberapa gejala berikut ini: Demam Diare terus-menerus atau menetap Mengalami tanda-tanda dehidrasi Tidak dapat buang air besar, terutama bila Anda juga muntah Nyeri saat buang air kecil Frekuensi buang air kecil meningkat Perut teraba keras Nyeri disebabkan oleh adanya luka pada perut Nyeri perut berlangsung selama lebih dari beberapa jam Muntah darah Ada darah pada tinja Tinja berwarna hitam dan lengket Sulit bernapas Nyeri perut saat hamil Berbagai hal di atas ini dapat merupakan pertanda bahwa nyeri perut yang Anda alami merupakan gejala dari suatu gangguan organ dalam yang lebih berat sehingga membutuhkan penanganan segera. Pengobatan nyeri perut biasanya tergantung pada penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: webmd