Your browser does not support JavaScript!
 27 Aug 2015    20:00 WIB
Botol Susu Tepat untuk Anak Sehat
Para ibu sebaiknya teliti ya dalam memilih botol susu. Karena salah dalam memilih botol susu dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak. Peneliti asal Amerika dan Kanada pada tahun 2008 menyebutkan bahwa telah ditemukannya botol susu bayi yang berbahaya karena mengandung plastik polikarbonat. Polikarbonat merupakan plastik kaku yang dapat menghasilkan produk samping saat dipanaskan berupa Bisphenol-A (BPA). Jadi, secara otomatis BPA yang terbentuk sangat berpotensi untuk larut dalam susu yang diminum anak Apa efek samping BPA? Paparan BPA terhadap anak dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti gangguan hormon, gangguan sistem reproduksi, gangguan saraf, dan sistem daya tahan tubuh yang berpengaruh pada proses perkembangan anak. Bahaya tersebut dapat dihindari dengan memilih botol susu yang aman, tepat, dan terjaga kualitasnya Lalu bagaimana cara memilih botol susu yang aman? Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus pemilihan botol susu dalam dunia kesehatan.Yang harus Anda perhatikan adalah dari segi keamanan. Banyaknya botol susu yang beredar di pasaran dengan berbagai merk, bentuk, dan keunggulannya sering membuat para ibu menjadi bingung dalam memilih. Dalam artikel ini akan dibahas, bagaimana cara memilih botol susu yang aman dan baik untuk bayi Anda. Ayo disimak! Berikut ini adalah kriteria dalam memilih dan menggunakan botol susu dengan aman: Bahan botol susu Botol kaca Botol kaca biasanya tidak mengandung bahan kimia yang berpotensi terserap oleh susu dan tertelan bayi. Namun botol kaca lebih mudah pecah dan retak terutama saat proses sterilisasi. Botol juga bisa pecah ketika dipegang bayi dan akan sangat berbahaya jika pecahan kaca masuk ke dalam makanan. Untuk orang tua yang memilih botol kaca, sebaiknya gunakan botol kaca saat anak sudah mampu memegang botol dengan baik atau orang tua yang memegang botol saat pemberian makan. Lakukan dengan benar proses sterilisasi sesuai petunjuk agar botol tidak pecah atau retak Botol plastik Nilai plus yang dimiliki adalah ringan, kuat, dan tidak mudah pecah. Namun, dalam proses pembuatannya, botol susu bayi mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini biasa digunakan untuk memproduksi compact disk dan juga pembuatan kaleng. Untuk orang tua yang memilih botol plastik, pastikan Anda memilih botol yang aman. Botol plastik yang aman adalah botol dengan lambang #2HDPE, #4LDPE, dan #5PP. Plastik tergolong aman karena terbuat dari polypropylene atau polyethylene. Bahan tersebut diketahui tidak melarutkan kasinogen atau zat penyebab kanker. Ukuran Pilihlah botol susu dengan ukuran yang sesuai mulut bayi dan tahap perkembangannya. Tujuannya agar bayi merasa nyaman ketika minum susu dari dot, seperti pada payudara ibu. Bila Anda memberikan ukuran dot dan botol susu yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Selalu baca dan ikuti petunjuk yang ada pada kemasan botol. Sesuaikan dengan usia bayi Anda Mudah dibersihkan Pilihlah botol susu yang mudah dibersihkan. Botol yang mudah dibersihkan akan memudahkan pekerjaan Anda. Jangan lupa selalu sterilkan botol menggunakan air mendidih atau peralatan steril elektronik untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin tertinggal pada sisa - sisa susu yang telah diberikan. Setelah memilih botol susu dengan tepat, Anda tidak perlu khawatir buah hati tersayang akan terpapar zat kimia berbahaya. Lengkapi selalu kebutuhan nutrisi bayi Anda. Namun yang harus Anda ketahui bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi kesehatan serta tumbuh kembang bayi. Baca juga: Susu Formula Membuat Bayi Keracunan Arsenik, Benarkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: baby
 31 May 2015    18:00 WIB
Konsumsi Susu Bantu Turunkan Nafsu Makan, Benarkah?
Sebenarnya, susu bukanlah suatu makanan ajaib yang dapat langsung menurunkan berat badan Anda dan juga bukan suatu makanan yang pasti akan membuat Anda mengalami peningkatan berat badan. Tergantung daripada jumlah kalori yang Anda konsumsi setiap harinya, susu dapat membantu menurunkan atau justru meningkatkan berat badan anda. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, menambahkan susu di dalam menu makanan Anda setiap harinya dapat memudahkan Anda mengendalikan nafsu makan Anda sehingga proses penurunan berat badan pun dapat terjadi. Hal ini sangat mungkin dikarenakan susu mengandung kalsium dan protein. Walaupun sebagian besar susu kedelai juga telah diperkaya dengan kalsium, akan tetapi karena susu jenis ini mengandung jumlah protein yang lebih sedikit dibandingkan susu sapi, maka mereka mungkin tidak akan menimbulkan efek yang sama (penurunan nafsu makan) dengan susu sapi. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005, mengkonsumsi makanan yang mengandung 1.200 mg kalsium setiap harinya, termasuk 3 porsi susu, dapat membantu menurunkan jumlah lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang hanya mengkonsumsi 500 mg kalsium setiap harinya (kurang dari 1 gelas susu setiap harinya). Penurunan lemak tubuh ini akan terjadi walaupun berat badan Anda tidak tampak menurun. Jadi, konsumsi makanan tinggi kalsium mungkin hanya akan menimbulkan efek (penurunan berat badan) jika Anda juga mengurangi jumlah konsumsi kalori harian Anda.   Baca juga: Benarkah Susu Justru Berbahaya Bagi Tulang Anda?   Sumber: healthyeating.sfgate
 20 Jan 2015    16:00 WIB
Minum Susu 3 Gelas Sehari Meningkatkan Angka Kematian?
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah mengkonsumsi susu baik untuk tubuh. Sebuah tim penelitian dari Swedia melakukan penelitian pada 61.000 wanita berusia 39 sampai 74 tahun dan dipantau selama 20 tahun.  Para relawan ini mengkonsumsi susu.   Para relawan memberikan rincian tentang diet dan gaya hidup, berat badan, kebiasaan merokok, frekuensi olahraga, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Pada akhir penelitian ditemukan ada 25.500 orang meninggal dan 22.000 menderita patah tulang. Asupan susu tinggi tidak disertai dengan rendahnya risiko patah tulang tetapi "mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi", kata penelitian tersebut. Ada sekitar 180 wanita yang meninggal setiap dari 1000 wanita yang mempunyai kebiasaan konsumsi tiga gelas susu dalam sehari atau lebih, dibandingkan dengan kelompok yang tidak konsumsi susu ada sekitar 126 kematian setiap 1000 perempuan. "Wanita yang mengkonsumsi tiga gelas atau lebih per hari memiliki risiko sekitar 90 persen kematian lebih tinggi, sekitar 60 persen risiko mengalami patah tulang pinggul lebih tinggi dan sekitar 15 persen mengalami patah tulang dibagian manapun dibandingkan dengan mereka yang minum susu hanya satu gelas Risiko kematian lebih tinggi ternyata bergantung dengan jenis susu yaitu susu tinggi lemak Selain itu produk susu mengandung banyak D-galaktosa, jenis gula yang pada hewan percobaan ternyata menunjukkan dapat mempercepat penuaan dan memperpendek umur. Sumber: medindia
 05 Dec 2014    13:00 WIB
Benarkah Susu Justru Berbahaya Bagi Tulang Anda?
Sebuah penelitian di Swedia menemukan bahwa susu dan produk olahan susu saat ini mungkin bukanlah perlindungan utama bagi tulang Anda dari terjadinya osteoporosis, berbeda dari dugaan banyak orang selama ini. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 3-5 gelas susu setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami patah tulang dan bahkan kematian dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi kurang dari 1 gelas susu setiap harinya. Hal ini mungkin dikarenakan jumlah gula yang terdapat di dalamnya. Susu biasanya mengandung banyak laktosa dan galaktosa, 2 jenis gula. Berbagai penelitian sebelumnya pada hewan percobaan telah menemukan adanya hubungan antara gula di dalam susu dengan stress oksidatif dan radang di dalam tubuh. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang biasa mengkonsumsi susu memiliki kadar biomarker stress oksidatif dan radang yang lebih tinggi. Anda tidak perlu langsung berhenti mengkonsumsi susu setelah membaca artikel ini. Anda hanya perlu lebih memperhatikan berapa banyak gula yang terdapat di dalam susu yang Anda konsumsi dan berapa banyak susu yang Anda konsumsi setiap harinya. Hal ini dikarenakan hasil penelitian ini hanya berdasarkan pada sebuah survei yang dilakukan pada 61.433 orang wanita dan 45.339 orang pria. Bila Anda tetap ingin mengganti susu yang biasa Anda konsumsi, susu almond, keju, dan susu fermentasi dapat menjadi pilihan.     Sumber: womenshealthmag