Your browser does not support JavaScript!
 19 May 2019    16:00 WIB
Perubahan Warna Tinja Bayi, Normalkah?
Menjadi orang tua baru dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Anda mungkin seringkali merasa khawatir mengenai apakah anda telah memberikan yang terbaik bagi anak anda dan apakah anda telah merawat anak anda dengan baik. Salah satu hal yang seringkali membuat para ayah dan ibu baru merasa khawatir adalah mengenai kebiasaan buang air besar bayinya dan warna tinjanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menjawab berbagai pertanyaan anda. Tinja Pertama BayiTinja pertama bayi disebut dengan mekonium. Mekonium merupakan tinja padat dan lengket yang berwarna hijau kehitaman. Mekonium biasanya hanya dihasilkan pada 3 hari pertama kehidupan bayi anda. Setelah 3 hari, warna dan bentuk tinja bayi anda mungkin akan mengalami perubahan. Baunya pun dapat ikut berubah. Perubahan bentuk, warna, dan bau tinja ini tergantung pada apa yang dimakan oleh bayi anda dan bagaimana kerja sistem pencernaannya. Perbedaan ASI dan Susu FormulaSeperti telah dikatakan di atas, apa yang bayi anda makan menentukan seperti apa tinjanya. ASI cenderung lebih banyak diserap oleh tubuh dan hanya menyisakan sangat sedikit zat sisa sehingga bayi anda mungkin tidak akan BAB (buang air besar) selama beberapa hari. Akan tetapi, ada pula bayi yang mengkonsumsi ASI yang sering BAB dengan tinja berwarna kuning kusam.Sementara itu, bayi yang mengkonsumsi susu formula biasanya memiliki tinja yang berwarna lebih gelap, yaitu agak kecoklatan yang biasanya juga hanya dihasilkan setelah beberapa hari (BAB tidak setiap hari). Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap bayi berbeda, termasuk dalam hal kerja saluran pencernaan dan tinja yang dihasilkannya. Kapan Harus Waspada?Jangan langsung merasa khawatir bila warna tinja bayi anda selalu berubah-ubah. Bayi sehat, biasanya akan mengalami perubahan kebiasaan (berapa kali) BAB dan warna tinja seiring dengan perubahan makanan, saat saluran pencernaan telah terbentuk dan bekerja dengan sempurna, dan adanya bakteri baru yang hidup di dalamnya. Perubahan warna tinja bayi sangat jarang menandakan adanya gangguan pencernaan tertentu. Biasanya, perubahan warna tinja hanya berarti berapa banyak pigmen atau cairan empedu yang terdapat di dalamnya. Segera hubungi dokter anak anda bila anda menemukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: •  Jika warna tinja bayi anda tetap berwarna putih seperti kapur, yang mungkin menandakan tidak adanya cairan empedu dari hati untuk mencerna makanan•  Jika tinja berwarna hitam seperti ter, yang mungkin menandakan adanya darah di dalam saluran pencernaan•  Jika tinja disertai dengan darah (merah terang), yang menandakan adanya perdarahan di dekat anus. Tinja yang berwarna merah juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat-obatan, bit, dan pewarna makanan Anda tidak perlu merasa khawatir bila bayi anda mengeluarkan tinja yang berwarna hijau, oranye, atau kuning. Hal ini biasanya terjadi karena perbedaan kandungan cairan empedu di dalam tinja dan jarang sekali diakibatkan oleh gangguan saluran pencernaan. Sumber: webmd
 15 Mar 2019    16:00 WIB
5 Alasan Mengapa Susu Skim Tidak Baik Untuk Kesehatan
Karena gaya hidup modern yang kita jalani sekarang ini, kita cenderung memilih makanan dan minuman yang tersedia dalam bentuk kemasan dan membeli produk-produk yang mencantumkan label rendah lemak didalam kemasannya. Banyak orang mengganti jenis susu yang mereka konsumsi menjadi susu skim dan berpikir akan lebih sehat, tetapi apakah benar? Apakah susu skim memiliki efek samping?   Berikut adalah alasan mengapa susu skim tidak sehat untuk Anda:1.  Rendah Kandungan Vitamin ASaat komposisi lemak dikeluarkan dari susu, kandungan vitamin A didalam susu akan menurun dengan drastis. Hal ini terjadi karena vitamin A adalah jenis vitamin yang larut lemak. Saat Anda tidak mendapat suplay vitamin A yang cukup, maka tubuh akan mengambilnya dari hati dan hal ini akan menyebabkan turunnya persediaan vitamin A tubuh. 2.  Dapat Menurunkan FertilitasBanyak mengkonsumsi susu rendah lemak atau susu skim dapat menghambat ovulasi pada wanita. Sangat penting untuk kita mendapat asupan dari produk susu utuh sehingga tidak ada kandungan vitamin yang hilang, terutama pada masa kehamilan atau jika Anda ingin memiliki anak. Susu skim atau susu rendah lemak tidak menyediakan lemak penting untuk tubuh, kalsium dan vitamin yang juga diperlukan oleh tubuh. 3.  Menyebabkan Proses Inflamasi di Pembuluh DarahSusu skim mungkin memiliki kandungan gizi yang baik dan memiliki manfaat kesehatan yang sama seperti yang dijanjikan oleh susu biasa. Tetapi susu dalam bentuk cenderung membentuk produk nitrat solid yang dapat membentuk endapan dan menyebabkan inflamasi pada pembuluh darah. 4.  Kurang Vitamin KSusu skim juga tidak mengandung jumlah vitamin K yang memadai seperti pada susu biasa. Jika Anda ingin memperoleh vitamin K dalam jumlah memadai, maka Anda harus mengkonsumsi susu skim dibarengi dengan sepotong butter atau sepotong keju. Tetapi dengan melakukan hal tersebut justru akan merusak tujuan awal meminum susu skim. Anda meminum susu skim dengan tujuan menurunkan berat badan, tetapi akan percuma jika Anda tidak mendapat tingkat vitamin K yang mencukupi. 5.  Dapat Menyebabkan Penyakit JantungSaat lemak jenuh dikeringkan dari susu skim dengan tujuan mengurangi kadarnya dan memanaskannya dalam suhu sangat tinggi dan kemudian ditekan, maka banyak nutrisi akan rusak. Faktanya, kebanyakan aspek nutrisi dari susu, seperti lemak jenuh akan hilang karena proses ini, dan menyebabkan kolesterol tetap mengendap didalam arteridan meningkatkan resiko terkena stroke dan serangan jantung.   Sumber: magforwomen
 04 Feb 2019    16:00 WIB
Susu Formula Bagi Buah Hati
Apapun susu formula yang anda pilih bagi buah hati, berapa banyak susu dan air yang anda gunakan sangatlah penting bagi kecukupan nutrisi bayi anda, terutama pada bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram). Hal ini dikarenakan kedua bayi tersebut memiliki gangguan fungsi organ (belum tumbuh secara maksimal) yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan susu formula yang tidak disiapkan dengan benar. Mencampur susu formula dengan terlalu banyak air dapat membahayakan kesehatan bayi anda karena kurangnya kandungan kalori di dalamnya. Kekurangan kalori ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan bayi anda dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya kejang serta kerusakan otak.   Cara Tepat Membuat Susu Formula Mencampur dan membuat susu formula dengan tepat tergantung pada jenis susu formula yang anda gunakan. Pada sebagian besar susu formula bubuk, anda dapat membaca cara pembuatannya pada kemasannya, yang berupa 1 sendok susu bubuk bagi setiap 200 ml air. Masukkan susu bubuk ke dalam air dan kocoklah dengan benar hingga susu dan air tercampur rata. Pada susu formula cair, tambahkanlah 100 ml air pada 100 ml susu formula cair dan kemudian kocok hingga rata. Pada susu formula siap minum, anda tidak perlu mencampur susu ini dengan air. Anda hanya perlu menuangkan susu tersebut ke dalam botol susu bayi anda. Setelah dibuka, susu ini hanya dapat bertahan selama 2 hari di dalam kulkas.   Ukur Suhunya Sebelum memberikan susu pada bayi anda, selalu ukur suhunya. Tidak terlalu panas atau dingin adalah suhu yang tepat. Untuk mengukur suhu, anda dapat meneteskan beberapa tetes campuran susu formula tersebut ke punggung tangan anda. Jangan pernah memasukkan botol susu bayi anda ke dalam microwave karena dapat menyebabkan beberapa bagian botol terasa sangat panas dan dapat menyebabkan terjadinya luka bakar pada mulut bayi anda. Terdapat beberapa cara untuk menghangatkan campuran susu formula yang telah anda buat, yaitu: Rendamlah botol susu pada air hangat atau air panas selama beberapa menit Gunakanlah pemanas botol susu Setelah memanaskan botol susu ini, kocoklah kembali campuran susu formula tersebut hingga rata. Kemudian teteskan beberapa tetes di atas punggung tangan anda. Bila terasa lebih panas daripada air hangat, tunggulah sebentar untuk mendinginkan susu formula tersebut.   Berapa Banyak Susu yang Diperlukan Bayi Anda Setiap Harinya? Sebagian besar bayi lahir mengkonsumsi 150-300 ml susu setiap 2-3 jam. Akan tetapi, jumlah ini dapat bervariasi pada setiap bayi. Bila bayi anda memiliki berat badan lahir rendah atau prematur, maka anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak anda mengenai berapa banyak susu yang harus diberikan pada bayi anda setiap harinya.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Beberapa hal penting yang harus anda ingat bagi kesehatan bayi anda adalah: Jangan menambahkan jumlah air saat membuat campuran susu formula. Sangat penting agar anda membuat susu formula sesuai dengan petunjuknya. Hal ini berhubungan dengan kandungan nutrisi yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi anda. Selain itu, terlalu banyak air juga dapat menyebabkan terjadinya intoksikasi air, yang dapat menyebabkan terjadinya kejang Cucilah tangan anda dengan sabun sebelum membuat campuran susu formula. Selain itu, perhatikan juga kebersihan botol susu atau sendok pengukurnya Gunakanlah air bersih yang matang. Bila anda merebus air hingga mendidih, tunggulah hingga air menghangat sebelum mencampurkannya dengan susu formula Jangan biarkan campuran susu formula yang telah anda buat pada suhu ruangan. Segera berikan pada bayi anda atau simpan di dalam kulkas dalam waktu 1 jam setelah pembuatannya. Buanglah campuran susu formula yang telah berada pada suhu ruangan lebih dari 1 jam dan buanglah sisa susu pada botol susu bila bayi anda tidak dapat menghabiskannya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 05 Nov 2018    18:00 WIB
Berapa Banyak Susu Yang Harus Diminum Oleh Anak-anak?
Susu dan produk susu lainnya adalah sumber protein dan kalsium yang baik, nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak-anak. Jumlah susu yang harus dikonsumsi setiap hari bergantung pada usianya. Ukuran persajian susu setara dengan 1 cangkir, atau 235 ml.   Usia 0 - 12 bulan Bayi usia 0 - 12 bulan sebaiknya tidak mengonsumsi susu sapi, dan sebaiknya minum ASI atau susu formula khusus bayi sebagai gantinya. Menurut MedlinePlus, bayi yang baru lahir harus mengkonsumsi 475 – 700 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 4 - 6 bulan harus mengkonsumsi 825 – 1185 ml ASI atau susu formula setiap hari, bayi usia 6 - 8 bulan harus minum ASI atau susu formula 3 – 5 kali per hari dan bayi usia 8 - 12 bulan harus minum ASI atau susu formula bayi 3 – 4  kali setiap hari. Usia 1 – 2 Tahun Anda bisa memberikan anak Anda susu sapi utuh setelah usia 1 tahun, menurut American Academy of Pediatrics. Anak-anak berusia antara 1 - 2 tahun membutuhkan diet berlemak tinggi untuk pengembangan otak yang tepat, karena itulah disarankan susu utuh. Pada usia ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membatasi susu sapi 950 ml atau 4 cangkir, per hari. KidsHealth mendorong anak-anak berusia 1 - 2 untuk mengkonsumsi 475 – 700 ml, atau 2 - 3 cangkir susu setiap hari. Usia 2 – 8 Tahun U.S. Department of Agriculture merekomendasikan anak-anak usia 2 - 3 tahun mengonsumsi setidaknya 2 cangkir susu setiap hari, dan anak-anak berusia 4 - 8 tahun mengonsumsi setidaknya 2,5 cangkir susu setiap hari. Ini mungkin termasuk susu sapi, susu kedelai, yogurt, keju cottage atau keju biasa. Usia 9 Tahun dan Lebih Tua Anak-anak berusia 9 tahun keatas dan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 3 cangkir dari susu setiap hari. Remaja aktif dengan kebutuhan kalori tinggi sekitar 3.000 kalori atau lebih mungkin memerlukan 4 cangkir susu setiap hari.   Pengganti Jika anak Anda tidak suka minum susu, produk susu kaya protein dan kalsium lainnya dapat menggantikan susu sapi dalam makanan sehat. Ini termasuk yogurt, keju, keju cottage dan susu kedelai. Menurut U.S. Department of Agriculture 1 cangkir susu setara dengan 1 cangkir susu sapi, 1 cangkir susu kedelai, 1 cangkir yogurt, 2 cangkir keju cottage, 60 gram keju olahan atau 45 gram keju padat seperti cheddar.   Baca juga: Manfaat Keju Bagi Kesehatan   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 28 Sep 2018    11:00 WIB
Balita Sangat Suka Minum Susu, Apakah Baik Atau Tidak?
Hampir kebanyakan anak suka minum susu, susu adalah cara yang baik untuk menjamin asupan kalsium anak. Tapi untuk anak Anda yang masih balita apakah kebiasan minum susu itu adalah hal yang baik atau tidak? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Jumlah Yang Disarankan Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak-anak berusia antara 1-5 tahun seharusnya mengonsumsi tidak lebih dari tiga gelas, 235 ml susu per hari. Minum sekitar satu setengah cangkir susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak-anak antara usia 1-3 tahun atau batita.   Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi merupakan perhatian utama kebanyakan balita yang terlalu banyak minum susu. Susu rendah zat besi dan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga anak kecil yang banyak minum susu bisa mengalami kekurangan zat besi. Balita sangat rentan mengalami hal ini karena mereka mungkin tidak mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, jadi mereka tidak dapat menebus kekurangan dengan cara lain. Selain itu, karena saluran pencernaan balita masih berkembang, mungkin mengalami reaksi ringan terhadap susu yang menyebabkan kehilangan darah di usus dalam jumlah kecil. Kehilangan darah mengurangi zat besi dalam tubuh, jadi ini bisa membuat kemungkinan mengalami anemia kekurangan zat besi lebih besar lagi.   Kalori dan Nutrisi Seorang balita yang minum terlalu banyak susu mungkin mendapatkan banyak kalsium, tapi mungkin dia menghindari makanan dan minuman lain yang memiliki nutrisi lain. Jika anak Anda minum lebih dari tiga cangkir susu setiap hari, dia mungkin mendapatkan setengah, atau lebih, asupan kalori hariannya hanya dari susu saja. Jika Anda memiliki riwayat keluarga obesitas, penyakit jantung atau diabetes, maka dokter spesialis anak Anda mungkin akan menyarankan untuk membatasi asupan susu atau beralih ke susu rendah lemak.   Intoleransi dan Alergi Laktosa Beberapa balita mengalami alergi susu. Anak-anak dengan alergi parah bisa mengalami mengi, muntah atau cegukan jika mereka minum susu. Terkadang alergi susu bisa mengancam nyawa. Berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berbahaya, tapi bisa membuat tidak nyaman. Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh perlahan berhenti memproduksi laktase, enzim yang mencerna gula dalam susu.   Intoleransi laktosa pada bayi jarang terjadi karena mereka membutuhkan laktase untuk mencerna ASI mereka, namun kemampuan untuk memproduksi laktase dapat mulai berkurang saat balita. Balita yang tidak toleran terhadap laktosa dapat mengalami sakit perut atau diare jika dia minum terlalu banyak susu. Jumlah susu yang bisa ditangani balita bergantung pada berapa banyak laktase yang masih dihasilkannya, sehingga setiap anak memiliki batas yang berbeda.   Baca juga: Tips Untuk Membuat Anak Mau Memakan Buah dan Sayuran   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 05 Sep 2018    11:00 WIB
Apakah Bayi Yang Sudah Bisa Makan Masih Butuh Minum Susu ?
Saat bayi kesayangan Anda sudah berusia 1 tahun maka biasanya kebiasaan minum susu akan berkurang karena sudah mulai makan beberapa jenis makanan. Padahal ternyata kebiasaan minum susu ini adalah hal yang penting. Bahkan WHO merekomendasikan untuk Anda para ibu agar menyusui sampai bayi usia 2 tahun. Hal ini dikarenakan susu memiliki kandungan nutrisi yang penting.   Berikut Kandungan Nutrisi Susu Yang Dibutuhkan Bayi Anda: Kalsium Susu dan produk susu lainnya menyediakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat. 1 cangkir susu memasok 300 miligram kalsium. Balita membutuhkan sekitar 500 miligram per hari. Yogurt dan keju serta makanan yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak Anda.   Vitamin D Susu yang difortifikasi memasok vitamin D, yang dibutuhkan balita Anda untuk membantunya menyerap kalsium. Balita yang tidak mendapatkan cukup vitamin D dapat mengalami rakhitis, penipisan tulang yang bisa menyebabkan bungkuk dan nyeri. Bayi yang diberi ASI yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D setelah usia 6 bulan berisiko kekurangan vitamin D, terutama jika berkulit gelap, tidak terkena sinar matahari yang cukup atau memiliki ibu kekurangan vitamin D.   Menyediakan Lemak Balita membutuhkan lemak untuk pertumbuhan persarafan yang optimal, meski anak sudah konsumsi makanan yang mengandung lemak. Namun masih memerlukan susu, susu utuh mengandung 4 persen lemak. Setelah usia 2 tahun, Anda bisa memberi makan susu rendah lemak kepada balita Anda, namun jangan beri susu skim.   Penggantian Susu Balita tertentu tidak bisa minum susu apapun, tapi mereka bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kalsium dan lemak dengan cara lain. Dua faktor yang dapat mempengaruhi asupan susu balita adalah alergi susu dan intoleransi laktosa. Sekitar 2,5 persen balita di bawah usia 3 tahun memiliki alergi susu, menurut Stanford School of Medicine.   Intoleransi laktosa terjadi pada orang yang kekurangan enzim laktase, yang memecah gula susu laktosa. Intoleransi laktosa jarang terjadi sebelum usia 2 tahun, Dr. Richard Grand of Children's Hospital Boston menjelaskan. Balita dengan alergi susu atau intoleransi laktosa dapat minum susu kedelai yang diperkaya kalsium atau sumber susu alternatif lainnya. Jus yang diperkaya dengan kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium balita Anda.   Baca juga: Susu Formula Bagi Buah Hati Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: sfgate
 26 Sep 2015    12:00 WIB
Perlukah Susu Formula Berbeda Untuk Bayi Laki-laki dan Perempuan?
Susu formula harus diformulasi ulang yang khusus untuk laki-laki dan perempuan. Peneliti Katie Hinde mengatakan “saat kita memproduksi deodorant khusus untuk laki-laki dan perempuan, maka kitapun harus membuat susu formula khusus yang dibedakan sesuai gender”. Dr Hinde juga mengatakan jika kandungan ASI dapat bervariasi pada tiap-tiap wanita, dan terbukti jika ASI memang lebih baik dari susu formula. Dr Hinde berbicara setelah menunjukkan  monyet yang menyusui membuat susu yang berbeda untuk anak laki-laki dan perempuan.  Susu untuk bayi laki-laki berlemak dan tinggi protein dan susu yang dibentuk untuk laki-laki sulung sangat kaya lemak dan protein.  Sebaliknya, susu untuk bayi perempuan kurang kaya lemak dan protein, tetapi memiliki kelebihan lain yaitu lebih tinggi kalsium pembentuk tulang. The American Association for the Advancement of Science’s annual conference juga mendengar bahwa beberapa studi yang dilakukan pada manusia memiliki hasil yang beragam. Tetapi beberapa juga telah mengisyaratkan adanya perbedaan jenis kelamin tertentu. Ada juga perbedaan dalam cara perbedaan jenis kelamin berespon terhadap ASI. Dr Hinde, dari Harvard University di Amerika Serikat, telah menunjukkan monyet jantan dan betina menanggapi hormon stress kortisol dengan cara yang berbeda. Dan penelitian pada bayi manusia ditemukan bahwa anak-anak perempuan mendapat ASI yang lebih kaya kortisol, tetapi tidak ditemukan pada bayi laki-laki. Pada studi yang dilakukan pada tikus, perbedaan ini membawa keuntungan untuk masa depan dimana pada hewan lebih baik dalam menghadapi situasi yang tertekan dibanding yang lain. Penelitian juga memunjukkan jika kualitas ASI yang berbeda pada tiap-tiap wanita, dengan perbedaan jumlah vitamin, mineral, gula, lemak dan lainnya. Pada kasus-kasus tertentu kualitas dari ASI akan lebih rendah sehingga susu formula akan lebih baik. “Tetapi bagaimanapun seorang ibu akan merasa bersalah jika tidak menyusui anaknya” kata dr.Hinde.   Sumber: dailymail
 03 Sep 2015    09:00 WIB
Mau Mental Anak Baik? Minum Ini!
Anda tentunya familiar dengan istilah ASI eksklusif bukan? ASI eksklusif merupakan suatu keadaan di mana bayi baru lahir hanya diberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa makanan tambahan atau bantuan susu formula. Proses menyusui ini biasanya dimulai segera setelah bayi lahir atau yang biasa disebut dengan inisiasi dini, yaitu segera setelah bayi lahir, bayi akan diletakkan pada dada ibu sehingga kulit ibu dan bayi saling menempel. Proses ini biasanya dilakukan selama minimal 1 jam. Selain untuk membentuk ikatan yang kuat antara ibu dan bayinya, inisiasi dini juga bertujuan untuk menghangatkan tubuh bayi dan menstabilkan denyut jantung serta pernapasan bayi baru lahir. Pemberian ASI eksklusif sendiri sebenarnya memiliki beberapa manfaat. Selain dapat membuat bayi Anda menjadi lebih sehat dan lebih jarang sakit, pemberian ASI eksklusif ini ternyata juga dapat membantu menjaga kesehatan mental anak Anda lho! Menurut sebuah penelitian; semakin lama seorang anak disusui, maka resiko terjadinya gangguan mental pada anak tersebut pun akan semakin rendah. Penelitian lainnya juga menemukan bahwa anak yang diberikan ASI saat masih bayi biasanya akan tumbuh menjadi anak yang lebih cerdas dan memiliki nilai IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak pernah memperoleh ASI. Selain bermanfaat bagi sang bayi, pemberian ASI eksklusif sendiri juga memberikan manfaat tersendiri bagi para ibu. Karena proses pembentukan ASI juga membutuhkan kalori, maka ibu yang menyusui biasanya akan mengalami penurunan berat badan yang lebih cepat dibandingkan dengan para ibu yang tidak menyusui paska melahirkan.   Baca Juga: Trik Jitu Menyetok ASI   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: IPMG