Your browser does not support JavaScript!
 26 Feb 2017    08:00 WIB
5 Cara Mengatasi Luka Bakar Akibat Sinar Matahari
Sinar matahari memang dapat membuat anda merasa lebih segar dan dapat membantu pembentukan vitamin D di dalam tubuh anda. Akan tetapi, radiasi sinar UV di dalam sinar matahari juga dapat berpengaruh buruk bagi kulit anda dan menyebabkan terbentuknya kerutan dan garis halus pada kulit, warna kulit yang tidak merata, kerusakan pembuluh darah, bintik-bintik hitam, dan bahkan kanker kulit. Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, paparan sinar UVA dalam 2 hari, walaupun hanya sedikit juga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi kulit anda dari paparan berbahaya sinar UV matahari.   Gunakanlah Tabir Surya Menggunakan tabir surya dan pelembab wajah setiap hari, baik di saat hujan maupun panas dapat melindungi kulit anda dari kerusakan lebih lanjut dan membantu proses penyembuhannya secara alami. Gunakanlah tabir surya yang dapat melindungi anda dari radiasi sinar UVA dan UVB, dengan SPF 30-50, tahan air atau keringat selama setidaknya 40-80 menit, serta mengandung seng oksida atau titanium oksida.   Konsumsi Berbagai Antioksidan Berbagai antioksidan berfungsi untuk menetralisasi berbagai efek radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar UV dan membantu memperbaiki kerusakan kulit. Pilihlah krim dan pelembab yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan resveratrol. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan adalah blueberi, tomat, the hijau, dan anggur merah.   Eksfoliasi Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit sehat anda lebih tertampak. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai apa yang dapat anda gunakan untuk melakukan eksfoliasi kulit.   Gunakanlah Pelindung Radiasi sinar UVA dapat mengenai kulit anda melalui jendela mobil atau jendela rumah anda, baik saat panas maupun hujan. Oleh karena itu, pastikan anda selalu menggunakan kacamata hitam, pakaian lengan panjang, dan carilah tempat berteduh dari sinar matahari saat berada di luar ruangan.   Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Bila anda telah berusia lebih dari 18 tahun, pastikan anda melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada kulit anda setiap tahunnya sehingga dapat mendeteksi kanker kulit sedini mungkin.   Sumber: foxnews
 08 Nov 2016    08:00 WIB
Luka Bakar Akibat Sinar Matahari Dapat Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Kulit
Seringnya terpapar oleh sinar matahari telah banyak diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit dan melanoma merupakan yang paling jarang. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa seringnya terpapar sinar matahari sejak usia dini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit ganas, seperti melanoma.  Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengalami luka bakar akibat sinar matahari sebanyak 5 kali atau lebih sebelum berusia 20 tahun memiliki resiko melanoma yang lebih tinggi, yaitu hingga 80% dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami luka bakar akibat sinar matahari sejak muda ini. Penelitian ini berlangsung selama 20 tahun. Pada penelitian ini para peneliti mengamati sekitar 109.000 wanita Kaukasia yang berusia antara 25-42 tahun yang tinggal pada berbagai tempat berbeda di Amerika. Para peneliti kemudian memeriksa beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya kanker kulit seperti paparan sinar matahari dalam waktu lama pada usia dewasa dan ada tidaknya paparan sinar matahari di usia dini. Para peserta penelitian diminta untuk memberikan berbagai informasi mengenai keadaan kesehatan mereka dan berbagai faktor resiko kanker kulit lainnya sesperti  jumlah tahi lalat pada kaki, berapa kali mereka pernah mengalami luka bakar akibat sinar matahari, dan apakah mereka pernah melakukan tanning. Karena banyak orang mungkin tidak dapat mengingat dengan pasti jumlah paparan sinar matahari yang mereka alami, para peneliti juga menghitung jumlah paparan radiasi sinar UV selama penelitian berlangsung berdasarkan pada berapa lama mereka telah tinggal di suatu daerah tertentu dan perubahan sudut sinar matahari berdasarkan ketinggian tempat tinggal mereka. Pada akhir masa penelitian, hampir sekitar 7.000 peserta penelitian terdiagnosa menderita jenis kanker kulit yang paling sering yaitu karsinoma sel basal dan sekitar 900 peserta menderita jenis kanker kulit lainnya yaitu karsinoma sel skuamosa. Sekitar 800 peserta menderita jenis kanker kulit terparah yaitu melanoma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok wanita yang memiliki paparan sinar matahari terbanyak selama masa penelitian setelah mereka dewasa mengalami peningkatan resiko terjadinya kanker kulit jenis karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa sebanyak 2 kali lipat dibandingkan dengan kelompok wanita yang paling jarang terpapar oleh sinar matahari. Akan tetapi, para peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara paparan sinar UV matahari di usia dewasa dengan resiko terjadinya melanoma. Para peneliti justru menemukan bahwa resiko melanoma meningkat pada orang yang sering terpapar oleh sinar matahari sejak usia dini. Terlepas dari di mana mereka tinggal, para peserta yang mengalami setidaknya 5 luka bakar akibat sinar matahari saat berusia antara 15-20 tahun memiliki resiko melanoma yang lebih tinggi yaitu sebanyak 80% dan 68% untuk karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.  Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa para wanita yang memiliki rambut berwarna merah dan memiliki kulit yang sensitif terhadap paparan sinar matahari sejak anak-anak memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis kanker kulit. Adanya anggota keluarga yang menderita melanoma dan jumlah tahi lalat pada kaki juga memiliki hubungan yang kuat dengan resiko terjadinya melanoma.   Sumber: foxnews