Your browser does not support JavaScript!
 18 Aug 2018    18:00 WIB
Pro dan Kontra Seputar Sunat
Pro dan kontra seputar sunat atau sirkumsisi adalah perlu atau tidaknya sunat dilakukan. Apakah manfaat dan resiko tindakan sunat. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menyebabkan timbulnya pro dan kontra seputar sunat, yaitu: Ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat baru lahir bukan merupakan indikasi tindakan sunat Sunat dapat mencegah terjadinya fimosis (ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat mencapai usia tertentu), parafimosis (ketidakmampuan untuk mengembalikan kulit khatan ke posisinya semula dan menyebabkan nyeri), dan balanopostitis (peradangan kepala penis dan kulit khatan) Sunat meningkatkan resiko terjadinya meatitis (peradangan pada lubang penis) Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih Sunat dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan menurunkan resiko penularan HIV Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker serviks pada pasangan seksual anda Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker penis Tidak ada indikasi khusus yang mengharuskan anda untuk melakukan sunat pada bayi anda yang baru lahir   Sunat dari Sudut Pandang Medis Penis merupakan sebuah organ berbentuk seperti tabung atau batang dengan ujung membulat, yang disebut dengan glans penis. Kulit yang menutupi glans penis disebut dengan kulit khatan. Kulit inilah yang akan diangkat pada saat proses sunat dilakukan. Sunat pada bayi baru lahir yaitu sebelum bayi berusia 2 bulan saat ini telah banyak dilakukan oleh para orang tua dengan mempertimbangkan berbagai manfaat dan resiko sunat. Kulit khatan biasanya tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir (sekitar 96%). Pada saat anak mencapai usia 1 tahun, kulit khatan telah dapat menutupi sebagian glans penis, dan saat anak mencapai usia 3 tahun barulah kulit khatan dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis. Hal ini berarti bahwa, kulit khatan belum berkembang secara maksimal pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, kulit khatan yang tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir bukanlah indikasi dilakukannya sunat. Berdasarkan penelitian, terjadi penurunan angka penularan HIV pada pria yang telah disunat hingga 60% dibandingkan dengan pria yang tidak disunat. Baca juga: Menguak Misteri Sebenarnya dari Sunat  Sumber: medicinenet
 19 Apr 2018    11:00 WIB
Manfaat Kesehatan Dari Sunat
Sunat merupakan tindakan yang dilakukan dengan membuang kulup penis, jaringan yang menutupi kepala (kelenjar) penis. Sunat merupakan hal yang dianjurkan dan sunat memiliki manfaat kesehatan.   Berikut Manfaat Kesehatan Dari Sunat: Kebersihan Sunat akan membantu, membuang kotoran yang menempel pada Mr.P. Selain itu setelah sunat akan membuat mereka lebih mudah membersihkan penis.  Masalah Mr. P Kulup penis yang tidak disunat terkadang sulit atau tidak mungkin ditarik kembali (phimosis). Hal ini bisa meningkatkan risiko radang kulup atau kepala penis 3x lipat.  Jenis peradangan yang bisa terjadi adalah pada kelenjar (balanitis), pada kulup (posthitis), dan pada kelenjar dan kulup (balanoposthitis). Pria juga bisa mengalami ketidakmampuan untuk menarik kembali kulup (phimosis) dan penyempitan penis karena kulup ketat yang tidak kembali (paraphimosis). Data menunjukkan bahwa salah satu dari kondisi ini bisa terjadi pada 18% anak laki-laki yang tidak disunat pada usia delapan tahun. Karena penyunatan menghilangkan kulup, kejadiannya jauh lebih rendah pada pria yang disunat. Kanker Penis dan Kanker Prostat Meski kasus kanker penis merupakan kasus yang jarang, namun ini tetap bisa terjadi. Kejadian kanker penis pada pria yang disunat 20 kali lebih rendah dibandingakan dengan pria yang belum di sunat. Hal ini sangat penting mengingat penyakit serius ini bisa menyebabkan ¼ pasien meninggal dan pada mereka yang dapat disembuhkan, terkadang dibutuhkan amputasi penis. Begitu juga dengan kejadian kanker prostat yang meningkat sekitar 50-100% pada pria yang tidak disunat dibandingkan dengan pria yang sudah disunat. PMS (Penyakit Menular Seksual) Kulup yang utup dapat meningkat risiko PMS, 2-4 kali lipat. Herpes genital, HPV (human papillomavirus, jamur, sifilis. Wanita yang menjadi pasangan pria yang tidak disunat akan mengalami risiko PMS yang meningkat seperti trikomonas vaginalis, bacterial vaginosis. HPV (penyebab kanker serviks) dan klamidia sampai 5 kali lipat. 2-8 kali berisiko tertular HIV. Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih pada pria sebenarnya merupakan kasus yang jarang karena bentuk anatominya yang berbeda dengan wanita. Namun bila tidak melakukan sunat maka risiko ISK meningkat 12 kali lipat yang bisa berisiko sampai dewasa.   Baca juga: Khawatir Terkena Penyakit Menular Seksual Saat Berhubungan Seks Dengan Pria yang Tidak Disunat?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: medhealthdaily
 29 Oct 2016    08:00 WIB
8 Jenis Penis yang Dapat Anda Temukan Pada Pria
Sudah bukan merupakan suatu rahasia lagi bahwa setiap pria memiliki penis yang berbeda-beda, baik bentuk maupun ukurannya. Di bawah ini Anda dapat melihat 8 jenis penis yang mungkin dimiliki oleh para pria.   1.      Penis yang Sudah Disunat Pada penis yang telah disunat, maka kulit pembungkus kepala penis telah diangkat. Berbagai penelitian sebelumnya menemukan bahwa penis yang telah disunat mungkin tidak sesensitif penis yang belum disunat karena mereka tidak lagi memiliki kulit pembungkus yang sangat sensitif tersebut.   2.      Penis yang Belum Disunat Penis yang belum disunat masih memiliki kulit pembungkus pada kepala penis. Akan tetapi, karena kulit pembungkus ini merupakan tempat yang mudah bagi bakteri untuk berkembang biak, maka pastikan Anda selalu membersihkannya dengan baik setiap harinya.   3.      Grower Grower merupakan istilah untuk penis yang akan tampak lebih besar saat berereksi daripada saat tidak berereksi.   4.      Shower Shower merupakan istilah untuk penis yang memiliki ukuran yang kurang lebih sama baik pada saat berereksi maupun saat tidak berereksi.   5.      Penis Melengkung Penis jenis ini tampak sedikit membengkok ke kanan atau ke kiri saat berereksi, tetapi tampak normal saat tidak berereksi.   6.      Penis yang Berukuran Kecil Secara medis, sebuah penis dianggap kecil bila hanya mencapai 7.5 cm saat berereksi. Hal ini dikarenakan sebagian besar penis pria berukuran sekitar 12.5 cm saat berereksi.   7.      Penis yang Berukuran Besar Secara medis, sebuah penis dianggap besar bila memiliki panjang sekitar 17.5 cm atau lebih saat berereksi. Jika penis pasangan Anda termasuk dalam kategori ini, maka pastikan Anda telah menghasilkan pelumas yang cukup atau gunakan pelumas dan lakukanlah pemanasan yang cukup sebelum penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina).   8.      Penis yang Tidak Terduga Yang dimaksud dengan penis yang tidak terduga adalah penis yang tidak selalu berereksi di saat ia seharusnya berereksi. Sekitar 40% pria di dunia memiliki penis yang tidak selalu berfungsi sebagaimana mestinya. Keadaan ini dapat merupakan petunjuk adanya suatu gangguan kesehatan yang lebih serius.  Baca juga: Penis Pasangan Terlalu Besar Untuk Vagina Anda, Mungkinkah?  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 25 Oct 2016    12:00 WIB
7 Hal Tentang Penis
1.      Olahragakan Penis Anda Untuk menjaga bentuk dan fungsi penis anda, maka anda perlu membuat penis anda berereksi secara teratur. Untuk menjaga tonus otot penis, maka otot ini harus mendapat oksigen dalam jumlah yang cukup dari aliran darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi terjadi. Bagaimana bila anda tidak pernah berereksi karena tidak adanya stimulasi seksual atau tidak adanya gairah ? Jangan khawatir, otak dapat menghantarkan impuls yang menyebabkan terjadinya ereksi saat seorang pria tertidur, yaitu saat fase REM (rapid eye movement). Ereksi yang terjadi saat anda tidur ini tidak berhubungan dengan mimpi apa yang sedang anda alami. Apapun mimpi anda, penis anda tetap akan berereksi saat anda berada pada fase REM. Akan tetapi, pada beberapa pria yang mengalami cedera pada saraf yang mengatur ereksi atau yang mengalami kerusakan saraf atau penyumbatan pembuluh darah akibat diabetes, maka ereksi mungkin tidak terjadi. Bila anda tidak melakukan sesuatu agar penis anda tetap dapat berereksi sesekali, maka penis anda mungkin akan memendek. Bila anda tidak mengalami ereksi secara teratur, maka elastisitas jaringan penis akan berkurang dan membuat penis memendek, bahkan hingga 1-2 cm.   2.      Perubahan Ukuran Penis Berdasarkan suatu penelitian, tidak ada hubungan antara ukuran penis anda saat sedang tidak ereksi dengan seberapa besar ukuran penis anda saat berereksi. Penis yang berereksi dapat berukuran sedikit lebih besar atau bahkan jauh lebih besar dibandingkan saat penis sedang tidak berereksi.   3.      Di Manakah Letak Kenikmatan Berasal ? Banyak pria menganggap bahwa bagian bawah kepala penis (glans penis) dan bagian bawah badan penis merupakan area yang paling sensitif terhadap stimulasi seksual. Akan tetapi, daerah ini bukanlah satu-satunya tempat di mana stimulasi seksual terasa menyenangkan. Terdapat beberapa tempat lainnya, seperti: Bagian atas kepala penis Bagian kiri dan kanan kepala penis Bagian samping badan penis Bagian atas dari badan penis Pada pria yang tidak disunat, kulit penutup kepala penis juga dapat memberikan rasa nikmat   4.      Penurunan Sensitivitas dan Penuaan Berbagai penelitian menemukan bahwa penis mengalami penurunan sensitivitas secara perlahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Penurunan sensitivitas penis ini biasanya mulai terjadi saat anda berusia 25 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 65-75 tahun.   5.      Fungsi Vibrator Bagi Penis Anda Tahukah anda apa itu vibrator ? Vibrator merupakan suatu alat yang dapat bergetar dan digunakan oleh para wanita untuk mencapai orgasme sebagai pengganti penis pria. Akan tetapi, ternyata vibrator tidak hanya berguna bagi para wanita, pria pun dapat menggunakannya untuk menstimulasi penis dan menyebabkan terjadinya ejakulasi, terutama pada pria yang mengalami cedera medulla spinalis. Vibrator biasanya ditempelkan pada bagian bawah kepala penis.   6.      Penis dan Kuman Normalnya Kulit pada penis anda sama seperti halnya dengan kulit pada vagina wanita merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Berdasarkan penelitian, terdapat perbedaan jumlah kuman pada penis pria yang belum dan telah disunat. Penis yang telah disunat memiliki lebih sedikit bakteri daripada penis yang tidak disunat. Hal ini diduga juga berhubungan dengan lebih rendahnya resiko terkena HIV pada pria yang telah disunat. Sebuah teori mengemukakan bahwa bakteri anaerob (tidak membutuhkan oksigen untuk hidup) yang biasa terdapat pada bagian dalam kulit penutup kepala penis membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi sedemikian rupa sehingga lebih rentan terhadap infeksi HIV.   7.      Sudahkah Anda Disunat ? Disunat atau tidak itu merupakan pilihan setiap pria. Akan tetapi, terdapat beberapa manfaat dari sunat yang perlu anda ketahui, seperti: Menurunkan resiko penularan penyakit menular seksual pada pasangan anda Menurunkan resiko terjadinya kanker penis Menurunkan resiko terinfeksi HIV  Baca juga: Fakta Menarik Mengenai Ukuran Penis  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd