Your browser does not support JavaScript!
 28 May 2020    11:00 WIB
Migrain Dapat Menyebabkan Terjadinya Stroke, Benarkah?
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang lanjut usia yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke tersembunyi. Stroke tersembunyi merupakan suatu cedera otak yang tidak bergejala, yang disebabkan oleh adanya bekuan darah yang menyebabkan gangguan aliran darah yang menuju ke otak. Para peneliti menduga bahwa cedera otak ini merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya stroke di masa yang akan datang. Walaupun migrain dapat menyebabkan meningkatkan resiko terjadinya stroke iskemik, bukan berarti setiap orang yang menderita migrain pasti akan mengalami stroke. Akan tetapi, penderita migrain yang juga memiliki resiko gangguan pembuluh darah harus lebih memperhatikan keadaan kesehatannya.  Perubahan gaya hidup seperti berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi diet sehat (rendah lemak dan banyak mengkonsumsi buah serta sayuran) dapat membantu menurunkan resiko stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekelompok orang lanjut usia dengan berbagai ras di Amerika. Sekitar 100 orang peserta penelitian memiliki riwayat serangan migrain, sementara 450 peserta lainnya tidak pernah menderita migrain. Sekitar 41% peserta penelitian merupakan pria yang rata-rata berusia 71 tahun. Karena ras Hispanik dan orang kulit hitam memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita stroke, maka sekitar 65% peserta penelitian merupakan ras Hispanik. Dengan menggunakan pemeriksaan MRI, para peneliti membandingkan gambaran otak peserta yang menderita migrain dengan peserta yang tidak pernah menderita migrain. Setelah mempertimbangkan bebagai faktor resiko stroke lainnya, penelitian ini menunjukkan bahwa peserta yang menderita migrain memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk menderita stroke tersembunyi. Pada penelitian ini, para peneliti juga menemukan bahwa resiko stroke tersembunyi meningkat, baik pada orang yang menderita migrain dengan aura maupun migrain tanpa aura. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti menduga bahwa mengobati migrain mungkin dapat membantu menurunkan resiko terjadinya stroke.   Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya hubungan antara migrain dan stroke, tetapi penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa migrain dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.   Sumber: newsmaxhealth
 12 Apr 2020    16:00 WIB
Cegah Stroke dengan Minyak Zaitun
Apa itu minyak zaitun?Minyak zaitun adalah asam lemak yang berasal dari buah Olea europaea (tanaman zaitun), yang merupakan tanaman tradisional di daerah mediteranian. Minyak zaitun dihasilkan dari buah zaitun yang dipress. Minyak zaitun banyak dipergunakan dalam kosmetik, obat-obatan, bahan masakan dan sabut. Walaupun berasal dari mediteranian, minyak zaitun saat ini sudah cukup mendunia. Yunani memiliki konsumsi minyak zaitun paling tinggi di dunia. Menurut the North American Olive Oil Association, rata-rata orang Yunani mengkonsumsi 24 liter minyak zaitu pertahunnya. Sedangkan orang Spanyol dan Italia rata-rata mengkonsumsi 13-15 liter minyak zaitun pertahunnya. Apa saja manfaat minyak zaitun untuk kesehatan tubuh?Selama lebih dari 50 tahun telah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui apa saja manfaat minyak zaitun untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa contoh dari manfaat minyak zaitun untuk tubuh:Sistem jantung dan pembuluh darah Minyak zaitun merupakan sumber utama dari diet lemak saat melakukan diet mediteranian. Diet mediteranian telah banyak dihubungkan dengan penurunan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah di seluruh dunia. Suatu penelitian yang dipublikasikan di Pharmacological Research mengatakan mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur setiap harinya akan menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk darah tinggi, stroke dan hiperlipidemia. Selain itu dengan mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur akan mencegah terjadinya inflamasi, disfungsi dari dinding pembuluh darah, trombosis dan metabolisme karbohidrat. Memasak dengan menggunakan minyak zaitun tidak akan meningkatkan resiko penyakit jantungMereka yang secara teratur mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan cara digoreng menggunakan minyak zaitun tidak akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung atau kematian dini. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang diterbitkan oleh BMJ (British Medical Journal). Pada penelitian ini para peneliti menfokuskan penelitian kepada metode memasak dan pola diet yang dijalani seseorang. Tidak ada seorangpun partisipan yang memiliki penyakit jantung saat penelitian ini dimulai. Para peneliti menyimpulkan di negara-negara mediteranian dimana minyak zaitun dan minyak bunga matahari merupakan lemak utama yang digunakan untuk menggoreng dan sebagian besar makanan baik yang berasal dari luar rumah maupun yang dimasak dirumah ternyata diteliti tidak ada hubungannya antara makanan yang digoreng dengan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah atau kematian. Minyak zaitun membantu mencegah terjadinya strokeSebuah jurnal yang diterbitkan di journal Neurology mengungkapkan jika minyak zaitun dapat mencegah terjadinya stroke pada orang yang lebih tua. Para peneliti mengatakan bahwa orang tua yang menggunakan minyak zaitun untuk memasak dan dressing salad memiliki resiko terkena stroke lebih rendah 41% dibandingkan mereka yang tidak pernah mengkonsumsinya. Minyak zaitun menurunkan resiko depresiOrang yang banyak mengkonsumsi lemak trans dan makanan produksi mahal seperti pastries ternyata memiliki resiko lebih tinggi terkena depresi dibandingkan mereka yang menjalani deit lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Minyak zaitun menurunkan resiko terjadinya kanker payudaraTim peneliti di Universitat Autonoma de Barcelona di Spanyol menemukan kunci mekanisme minyak zaitun dapat melindungi tubuh dari serangan kanker payudara dibandingkan minyak sayur biasa.Para peneliti menemukan jika minyak zaitu dapat mencegah kerusakan DNA yang disebabkan oleh serangan sel kanker dan mencegah kematian sel karena tumor. Penelitijuga menemukan bahwa minyak jagung yang kaya akan asam lemak tidak jenih ganda dapat meningkatkan agresifitas dari pertumbuhan tumor, sedangkan minyak zaitun mempunyai efek sebaliknya.Minyak zaitun mampu meningkatkan kadar kolesterol baik Penelitian yang dilakukan di Jepang menunjukkan kadar LDL (kolesterol jahat) menurun pada 28 pasien yang diberikan suplemen minyak zaitun sekali sehari selama enam minggu.Sumber: medicalnewstoday
 13 Mar 2020    08:00 WIB
Tips Untuk Mencegah Terjadinya Serangan Stroke Berikutnya
Untuk dapat mencegah terjadinya serangan stroke berulang, Anda perlu mengendalikan berbagai faktor resiko stroke dan mengobati berbagai jenis gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya stroke Beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke adalah: Menderita fibrilasi atrium Merokok Menderita tekanan darah tinggi Memiliki kadar kolesterol yang tinggi Menderita diabetes Memiliki berat badan berlebih Tidak atau jarang berolahraga Mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan Selain menghindari beberapa faktor resiko di atas, untuk mencegah terjadinya serangan stroke berikutnya, Anda juga perlu mengatasi berbagai gangguan kesehatan lain yang Anda miliki seperti: Kendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol Anda dengan berobat secara teratur Kendalikan kadar gula darah Anda Konsumsilah obat pengencer darah bila dianjurkan oleh dokter Konsumsilah obat sesuai dengan ketentuan dokter Mengubah gaya hidup Anda menjadi gaya hidup yang lebih sehat juga penting untuk mencegah terjadinya serangan stroke ulangan. Beberapa perubahan gaya hidup yang perlu Anda lakukan adalah: Jangan merokok atau menjadi perokok pasif dengan berada di sekitar perokok Batasi konsumsi minuman beralkohol yaitu tidak lebih dari 2 gelas bagi pria dan 1 gelas bagi wanita Jaga berat badan tetap ideal untuk menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes Berolahraga secara teratur terutama yang menyebabkan peningkatan denyut jantung, setidaknya 30 menit di hampir setiap hari Konsumsi makanan sehat dan seimbang, seperti buah, sayuran, makanan tinggi serat, rendah garam, rendah lemak jenuh, rendah lemak trans, dan rendah kolesterol. Konsumsilah ikan setidaknya 2 kali seminggu, terutama ikan yang mengandung asam lemak omega 3 seperti salmon, mackerel, dan sarden. Sumber: webmd
 19 Dec 2019    18:00 WIB
Deteksi Stroke Sejak Dini
Stroke sampai saat ini memang masih merupakan penyakit yang menakutkan dan mengancam setiap orang. Data dari WHO 2011 menunjukkan bahwa di dunia, stroke merupakan penyebab kematian kedua (6.15 juta kematian per tahun / 10.8%) setelah penyakit jantung (7.25 juta kematian per tahun / 12.8 %). Bahkan stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama pada tubuh manusia. Belakangan ini sering terjadi stroke menyerang mereka yang berusia relatif muda. Hal itu terlihat dari data yang berhasil dihimpun pada tahun 2004 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menyebutkan bahwa penderita stroke yang masih relatif muda dan produktif di negeri kita mencapai 18.5 %. Stroke terjadi karena adanya penyumbatan atau perdarahan di pembuluh darah otak. Stroke akibat adanya penyumbatan biasanya melanda mereka yang mengidap kencing manis, penyakit jantung, kolesterol tinggi, stress, dan sebagainya. Sedangkan stroke akibat perdarahan menyerang mereka yang mengidap hipertensi, tumor otak, aneurisma, penyakit darah ( leukemia, anemia), kelainan bentuk pembuluh darah otak, dan sebagainya Untuk mencegah kemungkinan terserang stroke,bagi yang sehat sedini mungkin sebaiknya menjalankan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, tidur cukup, tidak stress, juga berolahraga teratur. Olah raga dan pola hidup sehat dapat memperbaiki penyakit-penyakit yang dapat mencetuskan stroke. Namun, yang lebih penting lagi adalah secara rutin melakukan skrining pemeriksaan darah di laboratorium. Skrining ini perlu dilakukan karena bila terjadi kelainan seperti meningkatnya kolestrol atau kadar gula dalam tubuh, dan sebagainya, dapat segera diketahui sehingga kita dapat melakukan antisipasi sesuai petunjuk dokter agar terhindar dari penyakit yang dapat memicu terjadinya stroke. Sedangkan bagi mereka yang telah mengidap penyakit seperti tersebut di atas, apalagi disertai dengan keluhan kesemutan, pingsan sejenak (blackout), lumpuh (baik yang kemudian pulih maupun menetap), pusing (vertigo) muntah, kejang, menurunnya tingkat kesadaran, dan gejala saraf lain yang tidak biasa, dalam pemeriksaannya perlu dilakukan deteksi menggunakan peralatan radiologi seperti MRI, MRA, CT Scan, CT Angiografi dan sebagainya, sehingga bila diketahui ada kelainan pada pembuluh darah otak (misalnya kelainan pembuluh darah bawaan lahir: AVM, aneurisma, dan sebagainya) dapat segera ditangani sesuai diagnosanya. Yang pasti sebagian besar stroke dapat dihindarkan dengan cara mendeteksi faktor pencetusnya , yang kemudian dilanjutkan dengan penanganan yang baik dan benar. Apabila stroke sudah terjadi, deteksi stroke tetap diperlukan dan penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat setelah diagnosanya diperoleh. Hal ini sangat penting untuk memperkecil risiko kematian dan mengurangi risiko kecacatan yang mungkin timbul. Akhir-akhir ini di rumah sakit-rumah sakit besar sering dianjurkan untuk pemeriksaan skrining (general check up) stroke bagi segala usia. Hal ini sangat baik untuk pemeriksaan kelainan di luar tengkorak. Apabila menjumpai gejala saraf yang lain daripada keadaan biasa sebaiknya segera dikonsulkan ke dokter ahlinya untuk mencari penyebabnya.
 13 Dec 2019    08:00 WIB
Seperti Apa Tanda Awal Penyakit Stroke ?
Stroke merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kematian jaringan otak yang dapat diakibatkan oleh peyumbatan pembuluh darah otak atau perdarahan yang menyebabkan penekanan jaringan otak. Baik penyumbatan maupun perdarahan ini dapat menyebabkan kematian jaringan otak dalam waktu singkat. Kematian jaringan otak ini disebabkan oleh otak tidak mendapat suplai darah yang cukup.   Tanda Awal Stroke Kekurangan suplai darah ini dapat menyebabkan beberapa tanda awal stroke. Tanda awal ini berupa: Mati rasa atau kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki dan biasanya pada satu sisi tubuh Kesulitan mengerti bahasa atau pembicaraan orang lain Kesulitan berbicara Gangguan penglihatan, dapat pada satu atau kedua mata Kesulitan berjalan Gangguan koordinasi Gangguan keseimbangan Pusing Nyeri kepala hebat tanpa penyebab yang jelas   Klasifikasi Stroke Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada jenis stroke yang terjadi, bagian otak mana yang mengalami kerusakan, dan seberapa parah penyakit. Stroke Iskemik Stroke iskemik terjadi bila terdapat penyumbatan pada pembuluh darah yang mensuplai otak. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Kadangkala, bekuan darah terbentuk akibat gangguan irama jantung (atrial fibrilasi). Bekuan darah ini kemudian terbawa aliran darah dan kemudian tersangkut di pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Stroke Hemoragik Stroke hemoragik dapat terjadi karena pecahnya atau robeknya dinding pembuluh darah otak yang lemah, yang menyebabkan terkumpulnya darah di sekitar jaringan otak. Selain itu, perdarahan ini juga dapat disebabkan oleh hal lain, seperti pecahnya aneurisma otak. Serangan Iskemik Sesaat Serangan iskemik sesaaat adalah serangan stroke ringan yang disebabkan oleh penyumbatan sementara pada pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Walaupun serangan iskemik sesaat tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun penyakit ini dapat menyebabkan tanda awal stroke yang dapat berlangsung selama beberapa menit atau jam. Anggaplah serangan iskemik sesaat ini sebagai tanda peringatan sebelum serangan stroke yang sebenarnya.   Kapan Hubungi Dokter Anda sebaiknya segera pergi ke dokter atau rumah sakit bila anda mengalami beberapa gejala di atas untuk mendapatkan pertolongan segera. Berapa lama gejala telah berlangsung dapat menjadi penentu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan selanjutnya. Selain itu, perlu diingat bahwa serangan stroke adalah suatu kegawatdaruratan medis. Jangan pernah membiarkan gejala terus berlangsung tanpa melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Akan lebih baik bila anda memeriksakan diri secepatnya daripada tidak memeriksakan diri dan menyesal di kemudian hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: Womenshealth
 04 Nov 2019    16:00 WIB
Bahaya Mengonsumsi Aspirin Setiap Hari
Mengkonsumsi aspirin setiap hari memang dapat mencegah munculnya serangan jantung dan stroke pada ornag-orang yang menderita gangguan jantung di masa lalu, tetapi tidak demikian dengan mereka yang tidak memiliki masalah pada jantung. Hal ini diungkapkan oleh U.S. Food and Drug Administration. Sejak tahun 1990an, data klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengalami serangan jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya, dengan mengkonsumsi aspirin dosis rendah setiap harinya dapat mencegah penyakit jantung kembali menyerang. tablet dosis rendah mengandung 80mg aspirin, dibandingkan dengan tablet dosis tinggi yang mengandung 325 mg aspirin. Tetapi analisis data dari penelitian yang baru saja dilakukan tidak mendukung menggunaan aspirin sebagai obat pencegahan bagi orang yang tidak memiliki masalah serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. pada orang normal, aspirin tidak menyediakan keuntungan apapun dan malah dapat menimbulkan resiko efek samping berbahaya seperti perdarahan pada otak dan perut. Juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi aspirin aman dan efektif untuk orang yang tidak memiliki masalah jantung atau stroke tetapi mempunyai riwayat keluarga yang terserang penyakit jantung dan stroke. Sejauh ini FDA masih melakukan penelitian dan monitoring untuk masalah ini. Setiap orang yang berfikir jika ia perlu mengkonsumsi aspirin dosis rendah harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Sangat penting juga untuk dokter Anda menentukan seberapa besar dosis dan seberapa sering Anda harus mengkonsumsi obat tersebut. Jika dokter Anda memang menyarankan Anda untuk mengkonsumsi aspirin setiap hari dengan tujuan menurunkan resiko serangan jantung dan stroke maka bacalah baik-baik apa yang tertera di label obat. Beberapa jenis obat yang jika dikombinasikan dengan aspirin dapat menghasilkan efek yang merugikan Anda.Sumber: webmd
 25 Oct 2019    16:00 WIB
Kondisi Yang Menyebabkan Tubuh Gemetar
Tubuh gemetar atau tremor melibatkan gerakan tidak disadari dari berbagai bagian tubuh yang spesifik, misalnya di tangan, lengan,kepala dan pita suara. Jika tidak diobati, tremor dapat menjadi kondisi yang serius dan sangat menganggu dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Tremor dapat dikaregorikan menjadi dua bagian. Rest tremor terjadi pada saat tubuh sedang beristirahat. Tremor istirahat ini biasanya dihubungkan dengan stress mental dan penyakit parkinson. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan tubuh gemetar. Gangguan tidur merupakan salah satu penyebab dari tubuh gemetar. Kategori kedua disebut action tremor yang terjadi saat tubuh melakukan pekerjaan seperti memegang atau menggenggam suatu benda. Gejala ini biasanya berkaitan denga beberapa kondisi medis seperti stroke, tumor otak dan multiple sklerosis. Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan tubuh gemetar: Multipel sklerosis Multipel sklerosis terjadi ketika pembungkus sel syaraf di otak dan di tabung syaraf terbuka. Secara umum multipel sklerosis merupakan penyakit inflamasi yang mempengaruhi kemampuan komunikasi dari sel syaraf. Hal ini akan menyebabkan berbagai masalah neurologi, sayah satunya tubuh gemetar atau tremor Stroke Stroke disebabkan karena suplai darah ke otak tidak mencukupi karena iskemia ataupun perdarahan. Gejala yang dihasilkan oleh stroke sangat bergantung pada daerah otak mana yang terkena. Gejala bisa sangat serius dan bervariasi. Stroke menjadi alasan utama tubuh gemetar karena terjadinya kerusakan di cerebelum atau otak kecil. Cedera otak traumatik Cedera otak traumatik bisa disebabkan oleh cedera otak karena kekuatan eksternal ataupun karena terbentur benda.  Cedera otak traumatik merupakan salah satu penyebab dari kematian dan kecacatan terbanyak di dunia. Slaah satu gangguan gerak yang ditimbulkan oleh cedera otak traumatik salah satunya adalah tremor berat. Penyakit parkinson Karena parkinson merupakan kelompok penyakit degeneratif dari sistem syaraf pusat maka gejala yang timbul salah satunya tremor di salah satu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan, terutama di tangan. Hal ini bisa terjadi karena kerusakan di bagian otak yang mengatur pergerakan tubuh. Tremor merupakan salah satu tanda utama dari parkinson yang membantu penegakan diagnosa dari penyakit ini. Gangguan tidur Ada berbagai macam kondisi yang terkait dengan gangguan tidur yang menyebabkan tubuh gemetar saat tertidur. Gangguan tidur apnu, gerakan kaki periodik dan parasomnia merupakan contoh gangguan tidur yang menyebabkan munculnya gejala Rapid Eye Movement atau gerakan mata cepat. Tubuh gemetar saat tertidur juga dapat menyebabkan penutupan sebagian dari jalan nafas.   Sumber: boldsky
 13 Oct 2019    16:00 WIB
8 Cara Menurunkan Resiko Stroke
Dengan pola diet yang kita jalani saat ini dan pola hidup statis kita, akan meningkatkan resiko terjadinya stroke. Serangan stroke dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja dan salah satu cara tidak terkena stroke adalah dengan mengetahui gejalanya dan juga mencoba mencegahnya. Pencegahan merupakan pengobatan yang terbaik dan berikut adalah beberapa cara menurunkan terjadinya resiko stroke. 1.  Kontrol tekanan darah AndaHipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya stroke jika tidak segera diobati sejak dini. Pastikan Anda memeriksakan tekanan darah Anda dengan teratur dan jika keluarga Anda ada yang mengidap hipertensi, maka Anda harus lebih berhati-hati lagi. 2.  Atrial fibrilasi atau abnormalitas jantung yang lainAtrial fibrilasi merupakan bentuk abnormalitas jantung dimana irama jantung tidak teratur dan dapat meningkatkan resiko terkena stroke sebanyak 50%. Pergilah ke dokter jika Anda menyadari atau menemukan ketidakberesan pada jantung Anda atau saat Anda merasa ketidaknyamanan disekitar dada. Seorang dokter akan dapat mengidentifikasi masalah Anda dan membantu mencegah terjadinya stroke. 3.  Kurangi merokok atau berhenti sama sekaliPerokok memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena stroke dibanding mereka yang tidak merokok. Rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, mempercepat terjadinya sumbatan pada arteri, meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras. 4.  Mengontrol konsumsi alkoholWalaupun minum alkohol tidak seburuk merokok tetapi alkohol juga merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke. 5.  Kontrol kadar kolesterolKolesterol dapat diam-diam membunuh Anda dalam hitungan hari. Sama seperti saat Anda ingin menurunkan tekanan darah dengan memeriksakannya dengan teratur, maka periksakan kadar kolesterol Anda dengan teratur juga. Anda harus menjaga kadar kolesterol Anda tetap dibawah 200. 6.  DiabetesSama seperti hipertensi dan kolesterol tinggi, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat meningkatkan resiko terjadi stroke. 7.  Konsumsi makanan sehat dan olahraga teraturTerlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak dan timbunan lemak didalam tubuh akan menyebabkan serangan stroke. Lakukanlah diet rendah lemak, sodium dan perbanyak sayuran hijau dan buah-buahan. Olahraga yang teratur juga dapat membuat tubuh lebih kuat dan terhindar dari stroke. 8.  Serangan iskemik sesaat/transient iskemik attack (TIA)TIA merupakan kondisi yang mirip dengan stroke dan tidak menyebabkan kerusakan permanen seperti stroke. Jika Anda mengidentifikasi hal ini, maka segeralah menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan segera.Sumber: magsforwomen
 01 Sep 2019    08:00 WIB
Tanda Awal dan Penanganan Stroke
Setiap tahunnya lebih dari 795.000 orang Amerika mengalami stroke, menurut  Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Banyak penderita stroke meningga; disebabkan oleh komplikasi dari stroke.Stroke merupakan penyebab ketiga kematian di seluruh dunia, menurut Internet Stroke Center. Stroke juga menyebabkan kecacatan untuk jangka waktu yang lama. Secara umum stroke kebanyakan menyerang pria, berusia lanjut, dan perokok.Kemampuan mengenali stroke akan dapat menyelamatkan nyawa. Jika Anda melihat dan mencurugai seseorang akan terkena stroke, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat. Apakah stroke itu?Stroke mengindikasikan adanya kekurangan aliran darah ke otak. Hal tersebut bisa disebabkan karena sumbatan didalam pembuluh darah atau karena pecahnya pembuluh darah.Jika disebabkan kerena sumbatan di pembuluh darah maka pasien memerlukan obat pengencer sumbatan dengan segera setelah terlihat tanda-tanda stroke. Tindakan dan pengobatan segera sangat diperlukan untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan dari strokeTanda dari disfungsi otakStroke sering ditandai dengan kehilangan kemampuan untuk berbicara, ekspresi wajah yang datar dan kebingungan. Penderita stroke mengalami kesulitan untuk berbicara dan mengerti pembicaraan. Gejala lain yang menunjukkan adanya kerusakan pada otak adalah:    •    Pusing    •    Kehilangan koordinasi tubuh dan keseimbangan    •    Nyeri kepala tiba-tiba Stroke dapat menyerang beberapa bagian tubuh, seperti:    •    Mata: penurunan penglihatan baik pada satu mata atau keduanya    •    Wajah, tangan atau kaki: kelemahan dan rasa baal, lebih sering terjadi pada satu bagian tubuh    •    Perut: mual, muntah    •    Tubuh: merasa kelelahan yang luar biasa    •    Kaki: kesulitan berjalan Gejala yang dialami setiap orang bisa sangat bervariasi tergantung dari lokasi otak yang terkena serangan. Stroke sering hanya satu bagian dari kedua hemisfer otak (kanan dan kiri). Stroke di salah satu hemisfer akan mempengaruhi tubuh yang berada di posisi berlawanan. Apakah F.A.S.T itu?Jika Anda melihat seseorang memiliki kemungkinan terkena stroke, lakukanlah tiga tes sederhana berikut ini kemudian lakukan tindakan:    •    F – Face: mintalah orang tersebut untuk tersenyum, periksalah apakah salah satu sisi wajah ada yang terjatuh atau tidak simetris    •    A – Arms: mintalah orang tersebut untuk mengangkat tangan, lihatlah apakah salah satu tangan tertinggal    •    S – Speech: minta orang tersebut untuk mengulang kata-kata yang sederhana, lihatlah apakah ada kata aneh yang keluar    •    T – Time: jika Anda melihat tanda-tanda diatas, segera telfon 119 atau nomor gawat darurat lain.Sumber: Healthline