Your browser does not support JavaScript!
 10 Jul 2019    11:00 WIB
Usia Muda Bukan Berarti Terbebas dari Stroke
Walaupun stroke lebih sering mengenai orang lanjut usia, akan tetapi bukan berarti stroke tidak dapat mengenai orang yang berusia lebih muda (18-50 tahun). Sekitar sepertiga orang yang mengalami stroke sebelum berusia 50 tahun masih harus terus berjuang untuk mengatasi ketidakmampuan dan gangguan fungsi bahkan hingga 9 tahun kemudian. Sebuah penelitian di Belanda yang mengamati bagaimana kehidupan orang-orang yang mengalami stroke di usia muda menemukan bahwa banyak penderita stroke yang tidak lagi dapat hidup mandiri atau membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk dalam mengatur keuangannya atau kebersihan dirinya. Penelitian ini menemukan bahwa 1 dari 8 orang penderita tidak lagi dapat hidup mandiri. Para ahli seringkali memprediksi bahwa penderita stroke di usia muda dapat memperoleh kesembuhan sempurna karena usianya yang masih muda, akan tetapi data yang diperoleh dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesembuhan sempurna sangat sulit atau bahkan mustahil tercapai. Berbagai Hal yang Mempengaruhi Kesembuhan Paska Serangan Stroke Beratnya Serangan dan Usia PenderitaOrang yang mengalami serangan stroke yang lebih berat memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk memperoleh kembali berbagai fungsi anggota geraknya, seperti halnya orang yang mengalami stroke di usia tuanya. Jenis Serangan StrokeJenis serangan stroke yang terjadi pun mempengaruhi kesembuhan penderitanya. Orang yang mengalami serangan stroke ringan (transient ischemic attack/TIA), di mana gejala terjadi dan menghilang dalam waktu singkat memiliki kemungkinan penyembuhan yang terbaik. Walaupun sekitar 11% di antaranya mengalami gangguan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, termasuk mengendarai mobil, berbelanja, memasak, mengurus rumah, dan menggunakan telepon. Sementara itu, sekitar 15% penderita stroke iskemik yaitu jenis serangan stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri.Sedangkan sekitar 18% penderita stroke hemoragik, yaitu serangan stroke yang terjadi akibat perdarahan di dalam otak mengalami kelumpuhan.Faktor Resiko StrokeWalaupun orang berusia muda (18-50 tahun) memiliki resiko stroke yang lebih rendah, akan lebih baik bila mereka dapat menghindari berbagai faktor resiko stroke di bawah ini untuk mencegah terjadinya stroke di usia muda, yaitu:•    Merokok•    Menderita tekanan darah tinggi•    Menderita diabetes•    Obesitas•    Tidak atau kurang berolahragaSumber: npr
 31 May 2019    18:00 WIB
6 Pilihan Terapi Alternatif Untuk Stroke
Terapi alternatif untuk stroke dapat membantu melengkapi terapi yang diberikan diresepkan oleh dokter Anda untuk pulih dari stroke. Tetapi Anda harus memahami bahwa tidak satupun dari terapi ini dapat langsung mengobati stroke, tetapi pilihan terapi ini dapat membantu untuk program rehabilitasi dari stroke dan mencoba untuk mencegah kekambuhan dari stroke dan masalah kesehatan lain yang terkait. Belum ada bukti kuat yang membuktikan satupun dari terapi alternatif ini lebih baik dibandingkan terapi medis. Jadi jika Anda berniat melakukan salah satu dari terapi alternatif ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sehingga tidak ada pertentangan dengan terapi medis yang diberikan dokter Anda. Akupuntur Selama berabad-abad di budaya Asia, menusukkan jarum kecil ke titik spesifik tubuh dapat membantu meringankan nyeri dan mengobati kelumpuhan dan berbagai masalah otot lainnya yang disebabkan oleh stroke. Terapi yang hampir mirip, acupressure menggunakan titik sama dengan akupuntur, tetapi tidak menggunakan jarum. Perubahan diet Jika Anda mengalami stroke iskemik, yang melibatkan endapan dari darah, Anda akan diinstruksikan untuk memperhatikan lagi kadar kolesterol Anda, karena peningkatan kadar kolesterol jahat dapat menyebabkan emboli dan endapan yang akan mengganggu peredaran darah. Kadar kolesterol yang sehat dapat dicapai dengan melakukan olahraga yang teratur dan pola makan yang sehat. Hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, lemak jenuh, sodium dan zat berbahaya lain yang tidak baik untuk darah dan juga pembuluh darah. Selain itu Anda juga memerlukan pengobatan yang membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Pemijatan  Pemijatan merupakan terapi yang sering digunakan untuk meringankan berbagai gejala, salah satunya juga dapat membantu pasien stroke meningkatkan mood, menurunkan tekanan darah, meredakan kegugupan dan juga membuat tubuh lebih rileks. Selain itu pemijatan juga dapat mengobati masalah otot yang sering terjadi pada stroke dengan cara meningkatkan aliran darah didaerah yang lumpuh. Yoga Yoga dapat membantu pasien stroke dengan meningkatkan gerakan halus dari tubuh dan meningkatkan kemampuan bernafas. Selain itu yoga juga dapat meningkatkan aliran darah, tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan. Aromaterapi Aroma tertent dapat membantu seseorang untuk lebih tenang dan meredakan nyeri. Rosemary, lavender dan peppermint merupakan tiga jenis aromaterapi yang paling sering digunakan untuk meredakan nyeri yang sering muncul pada pasien stroke. Pengobatan herbal Beberapa jenis pengobatan herbal dapat digunakan untuk meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan fungsi otak dan melindungi otak dari serangan stroke berikutnya. Tetapi Anda harus berhati-hati dengan penggunaannya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.   Sumber: healthline
 03 Mar 2019    11:00 WIB
Faktor Risiko dan Gejala Orang Terkena Stroke
  Guys, penyakit yang satu ini, juga merupakan penyakit yang banyak ditemui di Negara kita, Indonesia. Siapa yang tidak tahu penyakit stroke. Penyakit Stroke merupakan salah satu silent killer di dunia. Lalu apa penyebab penyakit Stroke? stroke disebabkan oleh pembekuan darah yang menyebabkan kurangnya sirkulasi ke daerah-daerah di dalam otak dan kematian sel; atau kebocoran darah dari pembuluh darah yang rusak yang menyebabkan kerusakan sel-sel otak secara lokal. Mayoritas stroke disebabkan oleh gumpalan. Hingga 30% orang yang mengalami stroke meninggal dalam waktu satu bulan. Dari mereka yang mengalami stroke, secara nasional 25% berada di bawah usia 65 tahun.   Stroke adalah masalah kesehatan utama bagi Negara Inggris dan merupakan pembunuh terbesar ketiga setiap tahun dengan 11% kematian disebabkan oleh stroke. Ini adalah penyebab kecacatan terbesar di Inggris namun secara tradisional tidak memiliki profil tinggi. Faktor-faktor risiko orang terkena stroke meliputi: Faktor keturunan. Tekanan darah tinggi, atau hipertensi menyebabkan stroke iskemik. Kolesterol tinggi, seperti Hipertensi dan Diabetes, dapat merusak arteri jantung, arteri karotis, dan otak. Kolesterol memiliki kecenderungan untuk menumpuk dan menyebabkan lengket di dalam pembuluh darah. Hal ini meningkatkan kemungkinan bekuan darah tersangkut di pembuluh darah dan mengganggu pasokan darah ke otak. Penyakit serebrovaskular. Penyakit arteri koroner (CAD). Denyut jantung yang tidak teratur, atau aritmia, dapat berkontribusi pada pembentukan gumpalan darah. Gumpalan darah ini dapat melakukan perjalanan ke otak dan terjebak dalam pembuluh darah kecil, mengakibatkan stroke iskemik. Gagal jantung. Setelah serangan jantung atau akibat tekanan berlebih pada jantung, otot jantung menjadi melemah, sehingga sulit untuk memompa darah secara efisien. Penyakit katup dapat bersifat bawaan (hadir saat lahir) atau dapat berkembang di kemudian hari. Ini juga dapat menyebabkan perubahan aliran darah ke seluruh tubuh, meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah dan berpotensi menyebabkan stroke iskemik. Penyakit Arteri Karotis. Cacat jantung yang hadir saat lahir dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk stroke. Peradangan dan infeksi jantung jarang terjadi, tetapi mereka dapat menyebabkan pembekuan darah, gagal jantung, serangan jantung, dan infeksi lebih lanjut atau peradangan yang dapat mempengaruhi otak. Gangguan pendarahan adalah sekelompok penyakit yang memiliki ketidakmampuan untuk membentuk pembekuan darah yang tepat secara umum. Hal ini menyebabkan pendarahan yang berlebihan dan berkepanjangan di bagian tubuh mana pun, termasuk otak, setelah semua jenis cedera. Gangguan Pembekuan Darah. Ketika pembekuan darah tidak normal, itu dapat mempengaruhi pembentukan gumpalan darah. Pada gilirannya, gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah dan perjalanan dan tinggal di otak atau di tempat lain di tubuh. Anemia sel sabit adalah kelainan genetik sel darah merah. Sel-sel abnormal itu kaku dan dapat menempel pada dinding pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke. Bagi sebagian wanita, kehamilan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Ada sedikit peningkatan risiko stroke selama kehamilan. Ini biasanya terkait dengan kelainan pembekuan darah yang mendasarinya atau kondisi peradangan. Beberapa gangguan autoimun dapat meningkatkan risiko stroke dengan predisposisi kita terhadap perkembangan penyakit pembuluh darah atau pembentukan gumpalan darah. Jika kita telah didiagnosis menderita penyakit autoimun seperti lupus, psoriasis, atau alopecia areata, ada sedikit peningkatan. Infeksi Parah. Infeksi dapat mempengaruhi pembentukan gumpalan darah, dehidrasi, atau gagal jantung. Hubungan antara infeksi dan stroke diyakini terkait dengan peningkatan peradangan yang dapat membuat stroke lebih mungkin terjadi. Aneurisma Otak. Kegemukan (obesitas). Gaya hidup yang tidak sehat. Malformasi Arteriovenous (AVM) adalah kelainan pembuluh darah yang, ketika pecah, menyebabkan stroke hemoragik. Stres dan Mood. Merokok. Stroke juga terbagi menjadi tiga tipe, yaitu: Stroke iskemik. Stroke hemoragik. Serangan iskemik sementara (peringatan atau "mini-stroke"). Selama stroke, setiap menit amat penting! Perawatan yang cepat dapat mengurangi kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke. karena itu ketika mengetahui gejalanya, harus segera mengambil langkah perawatan, ke dokter atau ke rumah sakit. Dengan mengetahui tanda-tanda dan gejala-gejala stroke, kita dapat mengambil tindakan cepat dan mungkin menyelamatkan hidup — bahkan mungkin hidup kita sendiri. Gejala umum stroke pada umumnya adalah: Mati rasa atau kelemahan tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh. Kebingungan yang tiba-tiba, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami ucapan. Tiba-tiba kesulitan melihat di satu atau kedua mata. Tiba-tiba kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kurang koordinasi. Tiba-tiba sakit kepala parah tanpa sebab yang diketahui. Stroke biasanya dapat berhasil diobati dan juga dicegah. Makan makanan yang sehat, berolahraga teratur, minum alkohol dalam jumlah sedang dan tidak merokok akan secara dramatis mengurangi risiko terkena stroke. Menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol dengan obat-obatan juga menurunkan risiko stroke secara substansial. Terapi Trombolisis, (terapi Trombolitik) juga merupakan pengobatan untuk melarutkan gumpalan berbahaya dalam pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan mencegah kerusakan pada jaringan dan organ. Rehabilitasi Stroke juga merupakan cara terbaik untuk menjadi lebih baik setelah stroke. Baiklah sahabat, demikianlah pembahasan kita hari ini tentang penyakit stroke. jika ada gejala sekecil apapun yang menyerupai stroke, segeralah pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Jangan ditunda karena bisa berbahaya. Salam sehat!!!   Sumber : www.stroke.org.uk, www.sciencedaily.com, www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.wwl.nhs.uk
 06 Dec 2018    16:00 WIB
Wow Ternyata Ini Manfaat Makan Buah Setiap Hari
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang makan buah setiap hari akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke hingga 40 %. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang makan lebih banyak buah, semakin menurunkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular dan tekanan darah yang menurun. Penelitian ini dilakukan pada 451.682 orang yang terdaftar dalam penelitian kesehatan di Cina dan dipresentasikan pada kongres European Society of Cardiology di Barcelona. Para peserta yang ikut dalam penellitian tersebut berasal dari beberapa daerah pedesaan dan perkotaan yang berbeda, dan tidak satu pun dari mereka memiliki riwayat penyakit jantung. Jumlah buah yang mereka makan dibagi dalam lima kategori: Tidak pernah Setiap bulan 1-3 hari per minggu 4-6 hari per minggu Setiap hari Sekitar 18% dari jumlah peserta makan buah setiap hari dan 6,3% tidak pernah makan buah. Jumlah rata-rata buah yang dimakan oleh orang-orang tersebut setiap hari sekitar 1,5 porsi. Selama 7 tahun, ditemukan ada 19.300 kasus penyakit jantung dan 19.689 kasus stroke. Tekanan Darah Para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang makan buah lebih sering memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Terlebih lagi, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah makan buah, mereka yang makan buah setiap hari mengurangi risiko penyakit kardiovaskular antara 25% dan 40%. Rincian penurunan risiko yaitu: Sekitar 15% penurunan risiko penyakit jantung Sekitar 25% penurunan risiko stroke iskemik (kerusakan yang terjadi disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di otak) Sekitar 40% penurunan risiko stroke hemoragik (kerusakan yang terjadi disebabkan oleh perdarahan dari pembuluh darah) Semakin banyak buah yang dimakan, semakin rendah risiko penyakit kardiovaskular, kata para peneliti tersebut yang diterbitkan dalam jurnal European Heart Sumber: webmd
 19 Nov 2018    11:00 WIB
Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke
Anda tentu sudah pernah mendengar pepatah "an apple a day keeps the doctor away", sebuah apel sehari dapat membuat dokter pergi. Ternyata hal itu bukanlah sebuah pepatah kosong. Para peneliti di the University of Oxford, membandingkan efek memakan sebuah apel dengan mengkonsumsi obat statin (obat yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol) pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di Inggris. Para peserta dalam penelitian ini diminta untuk tidak mengubah pola diet dan gaya hidupnya, kemudian peneliti akan mencatata tingkat kematian yang terjadi yang disebakan oleh penyakit serangan jantung dan stroke. Hasil dari studi tersebut diterbitkan oleh BMJ. Para peneliti menemukan jika orang-orang yang memakan apel setiap hari dengan orang-orang yang mengkonsumsi statin memiliki penurunan angka kematian yang sama. Para ilmuwan juga memperkirakan jika 70% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris secara rutin memakan sebuah apel setiap harinya maka sebanyak 8500 kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke dapat dihindari. Dan jika 90% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris rutin memakan apel, jumlah nyawa bisa diselamatkan akan naik menjadi 11.000 per tahun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa dengan peresepan obat statin pada pasien berusia 50 tahun keatas akan menyebabkan 1.200 kasus myopathy tambahan, 2.000 kasus rhabdomyolysis tambahan dan 12.300  kasus diabetes baru setiap tahunnya. Sedangkan jika orang hanya memakan sebuah apel setiap harinya tanpa mengkonsumsi statin, mampu mencegah serangan jantung dan stroke tanpa disertai resiko terjadi penyakit serius lainnya.  Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: care2
 27 Sep 2018    11:00 WIB
Bagaimana Cara Mencegah Stroke?
Pencegahan terjadinya stroke hampir mirip dengan cara pencegahan terjadinya serangan jantung. Oleh karena itu, untuk mencegah stroke, milikilah gaya hidup yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah terjadinya pengerasan pembuluh darah akibat penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Kunci untuk melakukan gaya hidup sehat adalah dengan mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, menjaga berat badan sehat, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, batasi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok. Beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke adalah: Pastikan Anda memperoleh pengobatan yang tepat bila menderita fibrilasi atrium atau gangguan jantung lainnya yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke Lakukan pengobatan untuk mengatasi gangguan tidur apnea Lakukan berbagai teknik yang dapat membantu mengatasi stress Olahraga secara teratur Jaga kadar gula darah Anda tetap stabil bila Anda menderita diabetes Batasi konsumsi minuman beralkohol Pastikan Anda memeriksakan diri secara teratur pada dokter Anda bila Anda memiliki resiko tinggi untuk menderita stroke karena menderita aterosklerosis berat, tekanan darah tinggi, memiliki riwayat penyakit jantung, atau pernah menderita stroke sebelumnya. Pada beberapa orang yang menderita sumbatan parsial (sebagian) pada arteri karotis (arteri yang terdapat di leher yang mensuplai darah ke otak), mungkin diperlukan sebuah tindakan pembedahan (karotis endarterektomi) untuk mencegah terjadinya stroke atau TIA (suatu serangan stroke ringan dengan gejala yang biasanya tidak permanen atau dapat membaik dengan sendirinya). Pada tindakan pembedahan ini, dokter akan membuang lemak dan plak lemak yang terbentuk di dalam arteri ini. Jika dapat diketahui sedini mungkin karena adanya berbagai gejala awal, aneurisma karotis juga dapat diperbaiki dan mencegah terjadinya stroke.  
 03 Jun 2018    16:00 WIB
Wow.. Konsumsi Coklat Dapat Turunkan Resiko Kematian Akibat Stroke
Penelitian lainnya mengenai coklat menemukan bahwa mengkonsumsi sedikit coklat setiap minggunya ternyata tidak hanya mampu menurunkan resiko terjadinya stroke, tetapi juga menurunkan resiko terjadinya kematian akibat stroke. Berdasarkan hasil 2 buah penelitian besar mengenai hubungan coklat dan resiko stroke, para peneliti menemukan bahwa coklat mungkin cukup bermanfaat untuk menurunkan resiko terjadinya stroke.   Pada penelitian pertama, para peneliti menemukan bahwa 44.489 orang yang mengkonsumsi 1 porsi coklat setiap minggunya memiliki resiko yang lebih rendah (22% lebih rendah) untuk menderita stroke dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengkonsumsi coklat.   Pada penelitian kedua, para peneliti menemukan bahwa 1.169 yang mengkonsumsi 50 gram coklat sekali seminggu memiliki resiko yang lebih rendah (46% lebih rendah) untuk mengalami kematian akibat stroke dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengkonsumsi coklat.   Sedangkan penelitian lainnya tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi coklat dengan resiko terjadinya kematian akibat stroke. Para peneliti mengatakan bahwa coklat, terutama dark coklat, mengandung banyak antioksidan yang disebut flavonoid, yang memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah coklat benar-benar dapat menurunkan resiko terjadinya stroke atau apakah hasil penelitian ini dikarenakan orang-orang sehat lebih sering mengkonsumsi coklat dibandingkan dengan orang lainnya.       Sumber: webmd
 03 May 2018    16:00 WIB
Tanda Awal Stroke
Stroke merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh kematian jaringan otak yang dapat diakibatkan oleh peyumbatan pembuluh darah otak atau perdarahan yang menyebabkan penekanan jaringan otak. Baik penyumbatan maupun perdarahan ini dapat menyebabkan kematian jaringan otak dalam waktu singkat. Kematian jaringan otak ini disebabkan oleh otak tidak mendapat suplai darah yang cukup.     Tanda Awal Stroke Kekurangan suplai darah ini dapat menyebabkan beberapa tanda awal stroke. Tanda awal ini berupa: Mati rasa atau kelemahan pada wajah, tangan, atau kaki dan biasanya pada satu sisi tubuh Kesulitan mengerti bahasa atau pembicaraan orang lain Kesulitan berbicara Gangguan penglihatan, dapat pada satu atau kedua mata Kesulitan berjalan Gangguan koordinasi Gangguan keseimbangan Pusing Nyeri kepala hebat tanpa penyebab yang jelas   Klasifikasi Stroke Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada jenis stroke yang terjadi, bagian otak mana yang mengalami kerusakan, dan seberapa parah penyakit. Stroke Iskemik Stroke iskemik terjadi bila terdapat penyumbatan pada pembuluh darah yang mensuplai otak. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti adanya penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Kadangkala, bekuan darah terbentuk akibat gangguan irama jantung (atrial fibrilasi). Bekuan darah ini kemudian terbawa aliran darah dan kemudian tersangkut di pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Stroke Hemoragik Stroke hemoragik dapat terjadi karena pecahnya atau robeknya dinding pembuluh darah otak yang lemah, yang menyebabkan terkumpulnya darah di sekitar jaringan otak. Selain itu, perdarahan ini juga dapat disebabkan oleh hal lain, seperti pecahnya aneurisma otak. Serangan Iskemik Sesaat Serangan iskemik sesaaat adalah serangan stroke ringan yang disebabkan oleh penyumbatan sementara pada pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Walaupun serangan iskemik sesaat tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun penyakit ini dapat menyebabkan tanda awal stroke yang dapat berlangsung selama beberapa menit atau jam. Anggaplah serangan iskemik sesaat ini sebagai tanda peringatan sebelum serangan stroke yang sebenarnya.   Kapan Hubungi Dokter Anda sebaiknya segera pergi ke dokter atau rumah sakit bila anda mengalami beberapa gejala di atas untuk mendapatkan pertolongan segera. Berapa lama gejala telah berlangsung dapat menjadi penentu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan selanjutnya. Selain itu, perlu diingat bahwa serangan stroke adalah suatu kegawatdaruratan medis. Jangan pernah membiarkan gejala terus berlangsung tanpa melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Akan lebih baik bila anda memeriksakan diri secepatnya daripada tidak memeriksakan diri dan menyesal di kemudian hari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: Womenshealth
 17 Apr 2018    12:30 WIB
Bahaya Tekanan Darah Tinggi Pada Otak
Selain menyebabkan berbagai gangguan dan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada otak dan ginjal akibat gangguan aliran darah yang menyebabkan sel otak dan ginjal kekurangan nutrisi dan oksigen yang penting bagi fungsi kedua organ tersebut.   1.      Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attack) Serangan iskemik sesaat atau serangan stroke ringan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh gangguan aliran darah sementara ke otak. Serangan iskemik sesaat dapat disebabkan oleh aterosklerosis maupun bekuan darah pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyumbatan sementara pada pembuluh darah otak. Kedua hal ini dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. 2.      Stroke Stroke terjadi akibat adanya gangguan aliran darah dan nutrisi ke sel otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menyempit, robek, atau bocor. Selain itu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah otak anda dan menyebabkan terjadinya serangan stroke. 3.      Demensia Demensia merupakan suatu kelainan pada otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, berbicara, membuat keputusan, mengingat, penglihatan, dan pergerakan. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab demensia adalah gangguan pada pembuluh darah (demensia vaskular). Demensia jenis ini disebabkan oleh penyempitan dinding pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak. Penyebab demensia lainnya adalah suatu serangan stroke, yang juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Baik penyempitan dinding pembuluh darah maupun stroke, keduanya dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita demensia di kemudian hari daripada orang lain yang tidak menderita tekanan darah tinggi. 4.      Gangguan Kognitif Ringan Gangguan koginitif ringan merupakan suatu gangguan yang menyebabkan penurunan kemampuan seseorang dalam mengerti dan mengingat sesuatu, yang sering terjadi seiring dengan makin bertambahnya usia. Keadaan berat gangguan kognitif dapat ditemukan pada penderita Alzheimer. Gangguan ini juga disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.    Baca juga: Anak Muda Pun Bisa Mengalami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa Demikian?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     sumber: mayoclinic
 21 Feb 2018    11:00 WIB
Berapa Banyak Kopi yang Boleh Anda Konsumsi Setiap Harinya?
Berdasarkan penelitian, kopi merupakan salah satu minuman yang dapat membantu mencegah terjadinya stroke dan bahkan dapat membuat anda lebih panjang umur. Akan tetapi, walaupun memiliki manfaat bagi kesehatan, kopi pun dapat membahayakan kesehatan anda bila dikonsumsi secara berlebihan. Batasi konsumsi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 3 gelas setiap harinya.   Sebuah penelitian lainnya melakukan pengamatan pada 45.000 orang yang berusia antara 20-87 tahun, mulai dari tahun 1979-1989, dan kematian yang terjadi (akibat apapun) hingga tahun 2003. Para peneliti mengamati bagaimana gaya hidup mereka mempengaruhi kesehatan mereka. Selama pengamatan tersebut, para peneliti menemukan bahwa orang yang berusia 55 tahun atau kurang yang mengkonsumsi lebih dari 28 gelas kopi setiap minggunya memiliki resiko kematian yang lebih tinggi (sekitar 2 kali lipat) daripada orang yang tidak mengkonsumsi kopi. Akan tetapi, hal ini bukan berarti anda tidak boleh mengkonsumsi kopi sama sekali. Anda hanya perlu membatasi jumlah kopi yang anda konsumsi setiap harinya.   Menurut seorang ahli, batasi konsumsi kopi anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 4 gelas setiap harinya atau tidak lebih dari 28 gelas setiap minggunya, sehingga tidak terjadi peningkatan resiko kematian. Walaupun mengkonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan anda, akan tetapi para peneliti juga menemukan bahwa mengkonsumsi kopi secara teratur dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2, berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan bahkan beberapa jenis kanker.   Sumber: mensjournal