Your browser does not support JavaScript!
 25 Sep 2018    11:00 WIB
Sakit di Ulu Hati? Ternyata Stress Bisa Jadi Penyebabnya
Mual dan nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai hal. Infeksi oleh bakteri dan virus merupakan penyebab utama terjadinya mual dan muntah. Selain faktor fisik, faktor psikologis pun memegangn peranan. Cemas, stress, dan bahkan senang juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan nyeri ulu hati adalah: Kecemasan sosial seperti pada saat anda pertama kali masuk kerja atau sekolah Rasa cemas saat anda harus menjadi pembicara di suatu acara atau rapat kantor Rasa stress atau takut yang dapat disebabkan oleh masalah keuangan, masalah di kantor, masalah dengan pasangan Merasa terlalu gembira pun dapat menyebabkan gangguan pada perut anda, seperti saat anda hendak menikah, lulus kuliah, atau bahkan berlibur   Emosi dan Efeknya Pada Tubuh Anda Emosi apapun yang anda rasakan, baik senang, sedih, marah, stress, bahagia, atau takut dapat membuat tubuh berespon secara berbeda-beda dan dapat terjadi secara tiba-tiba serta dalam waktu singkat. Contohnya di saat anda marah maka anda akan merasa berdebar-debar, peningkatan tekanan darah, dan pengeluaran adrenalin, demikian juga dengan sistem pencernaan anda. Seorang ahli mengatakan bahwa emosi berlebihan dapat menyebabkan tubuh anda bekerja secara berlebihan dan dengan demikian menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, dan diare.   Apa yang Dapat Saya Lakukan ? Segera periksakan diri anda ke dokter bila anda atau anak anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati atau mual untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi virus atau bakteri, refluks asam lambung, intoleransi laktosa, dan sembelit yang biasanya menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati dan muntah pada anak-anak. Pada anak-anak yang lebih besar, nyeri ulu hati atau muntah juga dapat disebabkan oleh adanya rasa cemas atau stress seperti pada orang dewasa. Untuk itu, anda perlu memperhatikan kapan nyeri ulu hati timbul. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi timbulnya nyeri ulu hati akibat stress atau cemas, yaitu: Tarik napas dalam-dalam Olahraga ringan seperti berjalan atau merenggangkan tubuh dapat membantu mengurangi stress pada tubuh anda dan mengurangi rasa senang yang berlebihan Meditasi juga dapat membantu anda merasa lebih tenang dan relaks Beristirahat sejenak dari pekerjaan atau kesibukan anda dapat membantu mengatasi rasa stress. Lakukanlah berbagai hal yang anda sukai seperti menonton televisi, membaca, atau bermain Menyemangati diri anda dengan berpikir positif dapat mengurangi rasa cemas Hubungi keluarga atau teman atau pasangan anda untuk mendapatkan dukungan Tidur siang dan waktu tidur yang cukup di malam hari juga dapat membuat tubuh anda terasa lebih relaks dan mengurangi stress Bila gejala memburuk, maka anda atau anak anda mungkin memerlukan pertolongan medis. Pertolongan medis ini dapat berupa pemberian cairan yang cukup, obat-obatan, atau perubahan gaya hidup. Penuhi Kebutuhan Cairan Anda Bila stress atau cemas membuat anda atau anak anda mual dan muntah, maka pemberian cairan merupakan suatu hal yang sangat penting. Tunggulah sekitar 30-60 menit setelah muntah sebelum mencoba memakan atau meminum apapun. Jangan paksakan diri anda atau anak anda untuk meminum banyak cairan sekaligus. Hal ini justru akan menimbulkan rasa mual dan akhirnya muntah. Minumlah air sedikit-sedikit tetapi sering, satu sendok makan setiap kalinya. Hindari mengkonsumsi makanan padat hingga 6 jam setelah muntah. Makanan dan Minuman Untuk Mengurangi Mual Banyak orang mengatakan bahwa teh atau jahe dapat mengatasi rasa tidak nyaman pada perut anda serta mengurangi rasa mual. Ketahuilah makanan atau minuman apa yang dapat meredakan rasa mual atau nyeri ulu hati pada anda dan anak anda. Obat-obatan Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan apa yang dapat anda gunakan untuk mengatasi mual dan nyeri ulu hati. Hindari Mencium Bau-bauan Berbagai bau-bauan kuat seperti bau masakan, asap rokok, dan parfum dapat membuat anda merasa lebih mual atau bahkan muntah. Menghindari bau-bauan ini dapat membantu mencegah muntah di saat anda mual. Perubahan Gaya Hidup Sembelit atau konstipasi dapat merupakan salah satu gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya tingkatkan konsumsi serat anda. Diare pun dapat merupakan gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Pemberian probiotik dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut anda.   Sumber: webmd
 08 Sep 2018    16:00 WIB
Cegah Depresi Sebelum Terlambat Dengan Tips Berikut
Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya depresi yang mengganggu hidup Anda. Depresi adalah suatu kondisi yang serius yang dapat dialami oleh jutaan orang di dunia. Depresi dapat menimbulkan masalah dalam setiap aspek kehidupan seseorang. Itulah mengapa kita memerlukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya depresi: Berusaha optimis Dengan optimis akan menimbulkan rasa percaya diri untuk mengatasi semua masalah yang sedang dihadapi. Tidur yang cukup Pola tidur yang buruk akan berefek terjadinya depresi. Tidur 8 jam sehari akan membantu Anda untuk menghindarkan Anda dari depresi.  Olahraga Olahraga sangat efektif untuk mencegah terjadinya depresi. Olahraga akan merangsang pengeluaran endorfin. Endorfin akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan membantu melawan depresi. Olahraga juga akan membantu tubuh tetap sehat. Dalam keadaan sehat akan membantu seseorang mencegah terjadinya depresi. Senyum Dengan tersenyum akan membuat Anda menjadi lebih bahagia dapat membantu untuk melawan depresi. Dukungan dari orang terdekat Dukungan dari orang-orang terdekat yang menyayangi Anda adalah kekuatan yang dapat membantu Anda melawan depresi, seperti keluarga, saudara dan teman-teman terdekat Anda. Tertawa Tertawa adalah salah satu hal yang efektif melawan depresi dan akan membuat Anda jauh lebih bahagia. Bersenang-senang Untuk Anda yang sibuk jangan lupakan hal yang satu ini. Bersenang-senanglah, jalan-jalan dengan teman ataupun belanja bareng akan membantu Anda melawan depresi. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan depresi. Jangan biarkan masalah Anda membuat Anda semakin terpuruk dan depresi.  Baca juga: Hobi Tepat Atasi Stress Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: allwomenstalk
 07 Sep 2018    08:00 WIB
Atasi Stress Dengan 6 Tips Berikut
1.      Hirup Napas Dalam-dalam Menghirup napas dalam-dalam dapat membantu anda menurunkan kadar hormon stress, menurunkan denyut jantung, dan menurunkan tekanan darah anda. Beberapa langkah yang dapat anda lakukan adalah: Duduk dengan satu tangan diletakkan pada perut dan tangan lainnya pada dada Tariklah napas dengan perlahan dan dalam melalui hidung anda sampai paru-paru anda terasa penuh Tahanlah napas anda selama beberapa detik Hembuskan napas secara perlahan melalui mulut anda Ulangi hal ini beberapa kali   2.      Meditasi Meditasi dapat membantu tubuh dan pikiran terasa lebih santai dan tenang. Duduklah dengan tenang dan nyaman setiap harinya, kemudian mulai fokuskanlah pikiran anda pada napas anda, sebuah benda atau bahkan sebuah kata. Bila sebuah pikiran atau hal lainnya mengganggu konsentrasi anda, segera singkirkan hal tersebut dan kembali fokus pada napas anda.   3.      Olahraga Berolahraga selama 20 menit setiap harinya dapat membantu menenangkan pikiran anda dan menurunkan hormon stress di dalam tubuh anda. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga seperti berjalan, bersepeda, dan berenang. Selain itu, berolahraga juga dapat meningkatkan kadar endorfin, suatu bahan kimia di dalam otak yang dapat memperbaiki mood anda. Bahkan berolahraga ringan dapat membuat anda merasa lebih santai.   4.      Diet Sehat Berbagai jenis makanan kaya vitamin C seperi jeruk dan jeruk bali dapat menurunkan kadar hormon stress di dalam tubuh anda. Makanan yang mengandung omega 3 seperti salmon dan kacang-kacangan dapat membuat anda merasa lebih santai dan tenang. Selain itu, diet sehat dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh anda dan dengan demikian membuat anda dapat menangani stress dengan lebih baik. Perbanyaklah mengkonsumsi sayur dan buah-buahan. Dark coklat juga dapat menurunkan kadar hormon stress.   5.      Berpikir Positif Berpikir negatif dan terus mengkritik diri anda dapat membuat anda merasa semakin stress. Berpikir positif tentang diri anda dapat membuat anda merasa lebih tenang.   6.      Tidur yang Cukup Tidur yang cukup di malam hari dapat membantu anda melawan stress di esok hari. Tidurlah selama minimal 7 jam setiap harinya. Jika anda mengalami kesulitan tidur, di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda, yaitu: Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan juga pada waktu libur Hindari mengkonsumi kafein setelah pukul 15.00 dan jangan mengkonsumsi alkohol berdekatan dengan waktu tidur Jika anda ingin tidur siang, lakukanlah jauh sebelum waktu tidur anda di malam hari Berolahraga secara teratur   Sumber: webmd  
 06 Sep 2018    16:00 WIB
Apakah Saya Stress ?
Stress merupakan suatu keadaan yang dapat dialami oleh setiap orang, bahkan anak-anak. Akan tetapi, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang stress. Sakit kepala berulang, nyeri perut, rasa lelah, mudah marah, dan sulit tidur dapat merupakan tanda-tanda bahwa anda sedang stress.   Apa Sajakah Gejala Stress ? Stress dapat mempengaruhi berbagai hal dalam diri anda, mulai dari pikiran, perasaan, perilaku, dan bahkan kesehatan anda. Stress berkepanjangan yang tidak ditangani dapat mengganggu kesehatan anda dan merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan obesitas. Stress dapat menimbulkan berbagai gejala pada tubuh anda, emosi anda, dan bahkan perilaku anda. Gejala stress yang dapat ditemukan pada tubuh anda adalah: Sakit kepala Nyeri otot Nyeri dada Rasa lelah Gangguan pencernaan Rasa tidak enak di perut Sulit tidur Penurunan gairah seksual Gejala stress yang dapat ditemukan pada emosi anda adalah: Rasa cemas dan gelisah Berkurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian Menurunnya motivasi atau keinginan untuk melakukan sesuatu Mudah marah Mood berubah-ubah Rasa sedih yang lama-kelamaan dapat menyebabkan depresi Selain beberapa gejala di atas, stress juga dapat mempengaruhi nafsu makan anda. beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan, sedangkan yang lainnya mengalami peningkatan nafsu makan. Oleh karena itu, stress seringkali berhubungan dengan obesitas, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan anda. Rasa stress juga dapat memperburuk kebiasaan merokok dan minum alkohol. Saat anda stress, anda akan merokok dan minum lebih banyak daripada biasanya untuk membuat anda melupakan permasalahan yang ada. Pada remaja dan pemuda; tekanan hidup, pergaulan, dan kurangnya perhatian orang tua dapat membuat anak terjerumus ke dalam penggunaan obat-obatan terlarang.   Apa yang Harus Saya Lakukan ? Olahraga, tidur yang cukup, diet sehat, atau melakukan kegiatan yang anda sukai dapat membantu anda mengurangi stress. Bila rasa stress anda tidak berkurang setelah mencoba beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mencari penyebab dan bagaimana cara mengatasinya. Bila anda mengalami nyeri dada, ada beberapa hal lainnya yang perlu anda perhatikan saat nyeri dada terjadi, karena hal ini dapat merupakan tanda serangan jantung dan bukan hanya gejala stress. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah: Kapan nyeri dada terjadi, saat istirahat atau beraktivitas Apakah nyeri dada tersebut menjalar ke tangan kiri, bahu, punggung, leher, atau rahang Apakah disertai dengan sesak napas, mual, berkeringat banyak, atau pusing Berapa lama nyeri dada berlangsung Bila anda mengalami nyeri dada disertai gejala lainnya di atas, segeralah hubungi dokter anda. Baca juga: Stres Bisa Membuat Orang Cuek
 29 Jul 2018    16:00 WIB
Perut Buncit, Kenapa Ya?
Beberapa orang memiliki jumlah lemak di perut yang normal, namun ada juga yang berlebihan. Mungkin Anda bertanya-tanya alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut alias perut buncit? Berikut adalah alasan mengapa Anda memiliki lemak berlebihan di perut: Genetik Para ilmuwan telah menemukan bahwa jumlah sel-sel lemak Anda berkembang sepenuhnya tergantung pada gen Anda. Apabila orang tua Anda atau kakek-nenek memiliki kelebihan lemak perut, Anda juga kemungkinan memiliki lemak perut yang sama. Metabolisme yang lemah Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda. Metabolisme adalah tingkat kecepatan tubuh membakar energi. Metabolisme dipengaruhi oleh genetik, aktivitas fisik, makanan yang Anda makan, kadar lemak tubuh, olahraga dan keseluruhan pola hidup yang Anda lakukan. Perubahan hormonal Bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan hormon sehingga terjadi penumpukan lemak di daerah perut. Stres Stres meningkatkan kadar kortisol dalam darah dan menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Otot yang kendur Apabila otot-otot di sekitar daerah perut Anda kendor, maka akan menyebabkan penumpukan lemak perut. Postur tubuh yang buruk Membungkuk adalah alasan utama di balik penumpukan lemak di tubuh. Duduk dengan punggung melengkung dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak di sekitar daerah perut Anda. Gaya hidup Gaya hidup yang santai juga bisa menjadi penyebab utama penumpukan lemak di daerah perut. Terlalu banyak makan Semakin banyak makanan yang Anda makan terutama makanan yang tidak sehat maka akan memperbesar penumpukan lemak di daerah perut. Sumber: stylecraze
 24 Jul 2018    11:00 WIB
Hati-hati! Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan!
Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan. Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita. Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti: Kebosanan : ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas. Kebiasaan : ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek. Kelelahan : ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan. Pengaruh sosial : entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak? Srategi mengatasinya Langakah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya. Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga. Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya : Perkembangan pada masa kanak-kanak Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik. Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan. Dampak fisik dari stress Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini : Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan. Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat. Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita. Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi Waktu terjadinya : rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan. Jenis makanan : lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan. Sumbernya : lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan. Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 13 Jul 2018    11:00 WIB
6 Cara Menghilangkan Ketombe
Ketombe memang sangat mengganggu dan memalukan! Ketombe membuat kita sering menyapu bahu kita, menggaruk kepala saat tidak ada orang yang melihat dan harus sering-sering mencuci rambut. Ya ketombe memang sering sekali terjadi, bahkan saat kita sudah menggunakan produk shampo, kondisioner dan tonik untuk mengusir ketombe tetap saja ketombe muncul. Ketombe bisa disebabkan kerena kulit kepala yang berminyak, kulit kering, stress, kebiasaan yang tidak bersih, polusi dan perubahan cuaca. Memang sangat sulit untuk menemukan pengobatan yang efektif untuk ketombe, bahkan kadang Anda merasa kesulitan untuk melakukan perawatan rambut ditengah-tengah kesibukan Anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menghilangkan ketombe. 1.  Diet seimbangDiet kita memainkan peranan penting untuk kesehatan rambut dan kulit. Ketika kita melakukan diet yang tidak seimbang, akan menyebabkan perkembangan ketombe. Biasanya mereka yang mengalami masalah ketombe mengkonsumsi makanan yang berminyak, berlemak dan asin. Semua jenis makanan itu dapat menyebabkan munculnya ketombe. Untuk menyingkirkan ketombe Anda harus menjalankan diet kaya buah dan sayur, dan jangan lupa hindari junk food. 2.  Sisir, minyal dan cuci rambut AndaSisirlah rambut Anda secara teratur. Dengan menyisir rambut dengan teratur akan menghilangkan sel kulit yang mati. Untuk efek yang lebih baik, campurkan minyak kelapa dengan minyak zaitun ke seluruh kulit kepala Anda. Dengan mengaplikasikan minyak ke kulit kepala akan menurunkan tingkat stress di tubuh Anda dan akan mengurangi munculnya ketombe. Cucilah rambut Anda dengan shampo yang baik untuk menjaga rambut tetap sehat dan bersih. 3.  Olahraga teraturDengan berolahraga secara teratur maka imunitas tubuh Anda akan semakin meningkat. Ketika tubuh Anda semakin kuat maka perkembangan ketombe juga semakin berhenti. Selain itu olahraga juga dapat mengurangi stress. 4.  Tidur cukupIni adalah penyebab utama terjadinya ketombe. Ketika kita tidak mendapat istirahat yang cukup maka tubuh akan merasa stress. Dan seperti yang Anda ketahui stress yang Anda hadapi itu memungkinkan munculnya ketombe. 5.  Jangan warnai rambut AndaAnda mungkin alergi terhadap beberapa bahan kimia yang ada di produk pewarna rambut. Bahan kimia tersebut bisa menjadi alasan utama munculnya ketombe. Jika Anda ingin mewarnai rambut, pastikan Anda menggunakan produk pewarna rambut dari bahan alami. 6.  Pilihan perawatan alami di rumahCobalah beberapa perawatan alami berikut ini jika Anda mengalami masalah ketombe. Anda bisa memilih cara perawatan yang paling mudah Anda lakukan. Anda bahkan bisa merasakan manfaat dari perawatan ini hanya dengan sekali percobaan. •  Biji fanugreekAmbil segenggam biji fanugreek dan rendam semalaman didalam air. Giling biji fanugreek tersebut dengan campuran air hingga berbentuk pasta. Aplikasikan pasta tersebut ke kulit kepala Anda dan biarkan selama satu jam. Setelah itu cuci bersih rambut Anda. Ramuan ini tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan stress tetapi juga menghilangkan stress •  YoghurtAplikasikan yoghurt segar ke kulit kepala dan diamkan selama setengah jam kemudian cuci bersih rambut Anda. Anda bisa tambahkan perasan lemon untuk hasil yang lebih baik. •  Lidah buayaBelah daun lidah buaya dan ambil gel didalamnya. Tambahkan air perasan lemon dan aplikasikan ke rambut Anda. Diamkan selama 10 menit kemudian cuci bersih rambut Anda.Sumber: magforwomen
 05 Jul 2018    08:00 WIB
Gampang Depresi ? Mungkin Ini Penyebabnya
Guys pernah kepikir tidak bahwa ternyata kesukaan kita bangun entah di pagi atau siang hari ternyata mempengaruhi keadaan mental kita? Ternyata suatu studi menunjukan bahwa preferensi atau kesukaan kita tidur dan bangun mempengaruhi kebugaran dan keadaan mentalitas kita. Entahkah kita ini jenis burung yang suka tidur dan bangun lebih awal ataukan kita ini jenis burung hantu (kalau di masyarakat Indonesia ada yang menyebut sebagai kalong/kelelawar) yang tidur dan bangun telat ternyata berdampak pada kemungkinan berkembangnya kesehatan mental seperti depresi. Penelitian ini dilakukan oleh beberapa lembaga seperti the University of Colorado Boulder, the Channing Division of Network Medicine di Brigham, dan Women's Hospital di Boston. Tim peneliti melakukan penelitian atas 32.470 perempuan yang usia rata-ratanya 55 tahun. Tim ini juga meneliti hal-hal yang mempengaruhi siklus tidur-bangun seseorang seperti paparan sinar matahari dan jadwal kerja. Selain itu juga mencatat faktor lain yang berhubungan dengan depresi seperti berat badan, akttivitas fisik, penyakit kronis dan tentu saja durasi tidur juga. Dari peserta yang diteliti teridentifikasi 37 persen adalah mereka yang bangun pagian, 10 persennya adalah yang tipe "burung hantu", dan 53 persen adalah diantaranya dua kategori ini. Nah hasil yang di dapat ternyata mereka suka suka tidur terlambat dan bangun siang ada kecenderungan lebih suka hidup menurut maunya, cenderung mau menikah, cenderung memiliki kebiasaan merokok dan pola tidurnya tidak teratur. Mereka yang bangun lebih pagian dibandingkan dengan rata-rata orang memiliki resiko mengalami depresi lebih rendah sekitar 12-27 persen. Sedangkan mereka yang termasuk tipe burung hantu atau kalong ini 6 persen lebih tinggi kemungkinannya mengalami gangguan mood atau suasana hati. Jadi sobat sekalian kalau kita suka galau, gelisah tidak menentu mungkin ada baiknya kita coba untuk bangun bagi, Hindari hang out hingga malam atau pagi hari yang tidak perlu supaya kita bisa istirahat cukup dan bangun lebih pagi dengan tubuh dan otak yang lebih segar….selamat belajar bangun pagi!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.medicalnewstoday.com
 04 Jul 2018    11:00 WIB
Perbaiki Kesehatan dengan Memelihara Binatang
Tahukah anda bahwa memelihara binatang dapat menangkal depresi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ? Menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan anda, seperti anjing, kucing, atau binatang lainnya dapat memperbaiki mood anda dan juga berpengaruh baik bagi kesehatan anda. Memiliki binatang peliharaan juga dapat melawan stress.   1.      Miliki Jantung yang Lebih Sehat Dengan memiliki anjing sebagai binatang peliharaan anda, anda dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan bila anda memiliki anjing, maka anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk berjalan saat menemani anjing anda berjalan-jalan dan dengan demikian dapat menurunkan tekanan darah anda sehingga resiko anda untuk mengalami penyakit jantung pun menjadi lebih rendah. Berdasarkan penelitian, walaupun anda telah memiliki penyakit jantung, memelihara anjing tetap dapat memberikan pengaruh yang baik bagi jantung dan kesehatan anda secara keseluruhan.   2.      Pereda Stress Bermain bersama binatang peliharaan anda atau sekedar mengelus-elus badan binatang peliharaan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Dengan melakukan ini, tekanan darah anda dapat menurun, membuat tubuh mengeluarkan hormon relaksasi, dan juga menurunkan kadar hormon stress. Selain bermanfaat bagi kesehatan anda, hal ini pun baik bagi kesehatan binatang peliharaan anda.   3.      Membantu Kehidupan Sosial Anda Saat anda berjalan-jalan dengan anjing anda akan lebih mudah bagi orang lain untuk menyapa dan bahkan berbincang-bincang dengan anda. Bila anda sedang berjalan sendirian dan ada seseorang yang mengajak anda berbicara, anda tentunya akan merasa canggung. Akan tetapi, saat anda bersama anjing atau binatang peliharaan anda, maka hal ini dapat memudahkan orang lain untuk memulai perbincangan dengan anda tanpa membuat anda atau orang lain tersebut merasa canggung.   4.      Memperbaiki Mood Orang yang memiliki binatang peliharaan biasanya merasa lebih bahagia, lebih mudah mempercayai orang lain, dan tidak merasa terlalu kesepian, serta lebih jarang sakit. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perasaan bahwa anda diperlukan dan selalu ada yang menunggu anda dan menyambut anda dengan senang saat anda pulang ke rumah.   5.      Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Beberapa penelitian menemukan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memelihara binatang peliharaan memiliki resiko yang lebih rendah terhadap asma dan berbagai jenis alergi. Efek ini hanya terjadi bila paparan terjadi saat bayi berusia di bawah 6 bulan. Sebuah penelitian lainnya menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dalam keluarga yang memiliki anjing atau kucing lebih jarang mengalami demam dan infeksi telinga selama satu tahun pertama kehidupannya daripada bayi yang terlahir dalam keluarga yang tidak memiliki hewan peliharaan.   6.      Membantu Anak Dengan Autisme Seorang ahli menemukan bahwa anak-anak akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan temannya yang menderita autisme saat terdapat binatang peliharaan di dalam kelas. Hal ini mungkin disebabkan oleh anak-anak akan bereaksi secara lebih positif dan dapat bekerja sama dengan lebih baik dengan satu sama lain saat ada hewan peliharaan di antara mereka.   Sumber: webmd
 05 Jun 2018    11:00 WIB
Stress Ternyata Memperburuk Gejala Alergi
Stress ternyata dapat memicu munculnya gejala alergi pada orang-orang. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di Annals of Allergy, Asthma & Immunology. Penelitian diikuti oleh 179 orang dengan alergi serbuk selama 12 minggu dan menemukan sebanyak 39% dari mereka memiliki gejala yang lebih buruk dari yang lain. Pasien tersebut memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami gejala alergi selama periode waktu penelitian.64% dari partisipan dengan tingkat stress lebih tinggi mengalami gejala alergi selama 14 hari periode penelitian. Memang tidak ada hubungan signifikan antara stress dan beratnya gejala alergi di hari yang sama, tetapi jumlah orang yang mengalami alergi diikuti stress semakin banyak setiap harinya. Stress dapat menyebabkan beberapa pengaruh negatif terhadap tubuh, termasuk gejala alergi. Para peneliti juga menyebutkan jika beratnya gejala alergi yang terjadi dapat membawa mood yang negatif yang akan memperburuk gejala yang terjadi. Gejala seperti bersin, hidung berair dan mata berair dapat terjadi karena stress dan juga dapat menjadi akar penyebab stress. Sementara menurunkan kadar stress memang tidak mengobati alergi, tetapi dapat mempercepat proses pemulihan alergi. Cara mengurangi dan menurunkan stress termasuk meditasi dan mengambil nafas dalam-dalam, meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan relaksasi. Makan dengan benar, tidur cukup dan menjaga kesehatan dengan baik akan membantu Anda mengurangi tingkat stress.Sumber: webmd