Your browser does not support JavaScript!
 12 May 2014    10:30 WIB
Apakah Steroid Dapat Menyebabkan Kecanduan?
Pernahkah anda mendengar tentang penggunaan steroid (steroid anabolik) untuk membesarkan otot tubuh anda? Sekarang ini, steroid banyak digunakan oleh para atlet ataupun orang-orang yang ingin membentuk otot tubuhnya, dalam waktu yang lebih singkat. Akan tetapi, seperti halnya alkohol, penggunaan steroid pun dapat menyebabkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan anda.Steroid anabolik dapat membantu anda memperbesar dan memperkuat otot anda dalam waktu yang lebih singkat. Steroid anabolik juga dapat membuat anda merasa lebih kuat dan agresif, yang hampir tidak dapat dikendalikan. Akan tetapi, efek ini hanya dapat anda rasakan selama anda masih menggunakannya dan menghilang saat anda berhenti menggunakannya. Hilangnya efek saat penghentian penggunaan steroid inilah yag mungkin menyebabkan beberapa orang mengalami kecanduan untuk terus menggunakannya. Kecanduan di sini berbeda daripada kecanduan yang terjadi akibat penggunaan alkohol atau narkotika. Kecanduan ini tidaklah bersifat fisiologis, tetapi psikologis. Banyak orang ingin terus memiliki otot yang besar dan kuat serta ingin terus merasa kuat dan bertenaga seperti saat menggunakan steroid. Hal inilah yang membuat seseorang dari sekedar mencoba-coba menjadi pengguna kronik (terus menggunakannya dalam jangka waktu lama).Sebuah penelitian di Belanda pada tahun 2004 menemukan bahwa sekitar setengah pengguna steroid anabolik mengalami tanda-tanda ketergantungan, walaupun jarang ditemukan berbagai gangguan akibat tidak lagi menggunakan steroid ini. Pada tahun 2006, the National Institute on Drug Abuse (NIDA) menemukan bahwa steroid anabolik telah disalahgunakan karena adanya bukti yang menunjukkan tanda-tanda kecanduan, di mana orang tetap menggunakan obat ini walaupun telah mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat penggunaan dalam jangka waktu lama dan berlebihan. Beberapa gangguan yang timbul saat seseorang berusaha berhenti menggunakan steroid anabolik adalah:•  Mood berubah-ubah•  Merasa lelah•  Merasa gelisah•  Penurunan gairah seksual•  Merasakan keinginan mendesak untuk menggunakan steroid kembali•  Depresi Walaupun para ahli jarang menemukan orang yang mengalami gejala lepas obat di atas, bukan berarti tidak ada. Beberapa orang bahkan berusaha melakukan tindakan bunuh diri akibat depresi. Sumber: askmen