Your browser does not support JavaScript!
 01 Jul 2019    18:00 WIB
6 Hal yang Dilakukan Oleh Pria yang Dapat Mengganggu Kesuburannya
Sebagian besar orang beranggapan bila sepasang suami istri belum juga memiliki momongan setelah lama menikah, maka kesalahan pasti ada di pihak istri. Akan tetapi, sekarang ini para ahli telah menemukan sebuah terobosan baru yang dapat menyingkirkan pandangan negatif dan tidak adil tersebut. Menurut seorang ahli, sekitar 50% kasus gangguan kesuburan terjadi akibat adanya gangguan pada alat reproduksi pria dan gaya hidup pria tersebut. Sebuah penelitian baru yang dilakukan pada hewan menemukan adanya suatu hubungan antara gangguan produksi sperma dan bisphenol A (BPA), sejenis bahan kimia yang banyak ditemukan pada botol plastik dan makanan kalengan. Hal ini dikarenakan BPA dapat mengganggu kerja endokrin dan menurunkan kualitas dan jumlah sperma karena BPA menyerupai hormon estrogen, yang pada akhirnya dapat mengganggu kadar hormon seks pria (testosteron). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kesuburan seorang pria selain daripada BPA.   1.      Membawa Telepon Genggam Pada Kantong Celana Depan Berdasarkan pada hasil dari 10 buah penelitian, para ahli menemukan adanya penurunan jumlah sperma hidup (sekitar 9%) pada setiap contoh cairan mani akibat radiasi telepon genggam yang diletakkan berdekatan dengan buah zakar.   2.      Sering Stress Stress dapat menyebabkan gangguan pada setiap fungsi tubuh, termasuk proses produksi sperma. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang sering merasa cemas atau stress cenderung memiliki sperma dengan bentuk abnormal dan sperma yang tidak dapat bergerak dengan baik   3.      Merokok Selain dapat mengganggu kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga memiliki dampak negatif pada kualitas sperma. Oleh karena itu, semakin cepat Anda berhenti merokok, maka tubuh Anda pun dapat semakin cepat membentuk sperma yang sehat.   4.      Memiliki Berat Badan Berlebih Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dapat menurunkan produksi sperma. Hal ini dikarenakan sel lemak memproduksi hormon estrogen. Selain itu, pria yang memiliki berat badan berlebih juga lebih sering mengalami disfungsi ereksi.   5.      Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Ruangan Panas Tahukah Anda bahwa terlalu lama duduk di sauna atau terlalu lama berendam di dalam bak yang berisi air panas dapat mengganggu proses produksi sperma Anda? Akan tetapi, efek ini hanya akan terjadi bila Anda terpapar panas setiap harinya misalnya karena pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk duduk di atas benda panas. Mengapa panas berbahaya bagi kesehatan sperma? Hal ini dikarenakan buah zakar (penghasil sperma) tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik pada lingkungan panas. Buah zakar memerlukan suhu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.   6.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Para pria yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan cenderung memiliki keadaan kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan pria lainnya. Selain mengganggu keadaan kesehatan seorang pria secara keseluruhan, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa seorang pria yang mengkonsumsi 5 gelas minuman beralkohol setiap minggunya sudah dapat mengalami gangguan pada kualitas spermanya.   Sumber: womenshealthmag
 24 May 2019    18:00 WIB
5 Cara Membuat Sperma Lebih Sehat
Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki momongan? Bagaimana keadaan kesehatan sperma Anda merupakan salah satunya. Kesuburan seorang pria dipengaruhi oleh berapa jumlah spermanya, bagaimana pergerakkannya, berapa jumlah sperma yang dapat bergerak dengan baik, dan bagaimana bentuk dan ukuran spermanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat sperma Anda menjadi lebih kuat dan sehat, yang tentu saja akan membuat keinginan Anda untuk memiliki momongan menjadi lebih cepat terwujud.  1.      Turunkan Berat BadanJika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, maka menurunkan berat badan akan membuat organ reproduksi Anda berfungsi dengan lebih baik. Lemak berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, yang tentu saja dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi sperma. Selain itu, lemak di daerah perut dan paha juga dapat meningkatkan suhu tubuh, yang dapat berpengaruh buruk bagi sperma Anda karena suhu tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan dan jumlah sperma yang bergerak serta dapat menyebabkan kerusakan DNA. 2.      Hentikan Konsumsi KedelaiJika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka hindarilah konsumsi edamame dan berbagai produk olahan kedelai lainnya. Hal ini dikarenakan kedelai dapat mempengaruhi produksi sperma.Kedelai mengandung fitoestrogen, yang menyerupakan hormon estrogen pada wanita. Memiliki kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh dapat membuat kadar hormon testosteron menurun, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi sperma. Pada sebuah penelitian, para peneliti membandingkan jumlah sperma tikus percobaan yang diberi makanan tinggi kedelai dengan yang tidak diberi makan kedelai. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi makanan yang mengandung banyak kedelai memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (25% lebih rendah) dan memiliki lebih sedikit anak (21% lebih sedikit) dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan kedelai. 3.      Periksa Kadar Gula DarahPeningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi kemampuan vesika seminalis untuk mendorong sperma keluar dari saluran reproduksi seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa kadar gula darah secara teratur sehingga diabetes pun dapat diketahui sedini mungkin. 4.      Berolahraga Secara TeraturPara peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga selama sekitar 7 jam setiap minggunya memiliki jumlah sperma yang lebih banyak (48% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang berolahraga kurang dari 1 jam setiap minggunya. Selain dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal, olahraga juga dapat membantu mengurangi stress. Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa pria yang mengalami banyak stress dan sering merasa cemas memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah, memiliki jumlah sperma bergerak lebih rendah, dan lebih sering mengalami kerusakan DNA dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar stress yang rendah. 5.      Diet Sehat dan SeimbangSatu hal utama yang mempengaruhi pergerakkan sperma Anda adalah mitokondria atau baterai atau sumber tenaga sel tubuh Anda. Pergerakkan sperma tergantung pada jumlah energi yang terdapat di dalam sperma Anda, yang ditentukan oleh mitokondria. Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang mengkonsumsi sayuran dapat meningkatkan kerusakan sel-sel di dalam tubuh akibat radikal bebas, yang tentu akan berdampak negatif pada mitokondria. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi paling banyak lemak memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (43% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi lemak paling sedikit. Mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan dalam jumlah banyak seperti buah, sayuran, dan gandum dapat membantu tubuh melawan efek radikal bebas dan memperbaiki kualitas serta kuantitas sperma Anda. Selain itu, mengkonsumsi suplemen L-carnitine juga telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki pergerakan sperma. Beberapa jenis makanan yang mengandung L-carnitine adalah ungags, ikan, susu dan produknya, serta alpukat.  Sumber: womenshealthmag
 04 Feb 2019    09:30 WIB
Mengapa Air Mani Berwarna Kuning ?
Air mani yang tampak berwarna kuning tentu saja akan membuat setiap pria merasa khawatir. Pada keadaan normal, air mani biasanya berwarna abu-abu terang dan agak kental. Air mani biasanya akan menjadi lebih cair dalam waktu 20-30 menit. Perubahan pada tampilan atau warna air mani untuk sementara waktu biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, bila perubahan warna air mani ini telah berlangsung lebih dari 3-4 minggu, maka perubahan warna ini dapat merupakan gejala dari suatu kondisi medis tertentu yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat menyebabkan air mani berubah warna.   Usia Ada banyak hal yang dapat menyebabkan perubahan warna pada air mani. Salah satunya adalah usia seorang pria. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka ia biasanya akan menyadari adanya perubahan warna pada cairan maninya, yaitu cairan maninya tidak lagi seputih biasanya. Air maninya mungkin akan berwarna sedikit kekuningan dan seringkali tidak disadari.   Makanan Makanan yang dikonsumsi juga dapat menyebabkan perubahan warna air mani. Diet yang mengandung banyak sulfur dapat menyebabkan cairan mani berwarna kuning. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak sulfur adalah bawang putih, bawang Bombay, kacang-kacangan, gandum, kol, brokoli, dan asparagus.   Vitamin Berbagai jenis vitamin juga diduga dapat menyebabkan cairan mani berwarna kuning. Jadi, bila Anda mengkonsumsi suplemen vitamin, ada baiknya bila Anda berhenti mengkonsumsi suplemen tersebut dan melihat apakah warna air mani Anda kembali normal.   Sudah Lama Tidak Ejakulasi Jika Anda sudah lama tidak berejakulasi, maka ejakulasi Anda yang pertama setelah cukup lama absen mungkin akan terlihat sedikit kekuningan. Selain itu, cairan mani yang keluar juga akan terlihat lebih kental.   Baca juga: Tips Meningkatkan Jumlah Sperma Anda   Bercampur Dengan Air Kemih Penyebab lain dari mengapa cairan mani Anda berwarna kuning adalah adanya air kemih. Saat seorang pria mencapai ereksi, maka aliran air kemih biasanya akan dihambat sehingga saat ejakulasi, tidak ada air kemih yang ikut keluar. Akan tetapi, pada beberapa kasus, beberapa tetes air kemih mungkin akan ikut keluar saat seorang pria berejakulasi dan menyebabkan perubahan warna pada cairan mani. Untuk mencegahnya, dianjurkan agar Anda buang air kecil terlebih dahulu sebelum berhubungan intim.   Infeksi Pada sebagian besar kasus, perubahan warna atau konsistensi cairan mani merupakan akibat dari suatu penyakit tertentu. Jika cairan mani berubah warna menjadi kuning, hijau, atau keemasan; maka hal ini dapat merupakan akibat dari infeksi prostat. Jika cairan mani menjadi lebih kental atau seperti jelly; maka hal ini dapat disebabkan oleh kekurangan hormon. Cairan mani yang berwarna merah muda, merah, atau cokelat tua; menandakan adanya darah dan mungkin disebabkan oleh adanya perdarahan di dalam prostat.   Penyakit Menular Seksual Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan perubahan warna pada cairan mani, terutama klamidia atau gonorea. Bila disebabkan oleh suatu infeksi, cairan mani biasanya juga akan berbau tidak sedap. Jika Anda menderit klamidia, maka proses peradangan di dalam tubuh akan menyebabkan Anda merasa nyeri saat orgasme. Bila demikian, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Untuk mengatasi infeksi klamidia, biasanya diberikan doksisiklin 100 mg 2x sehari selama 7 hari.   Jadi, perubahan warna pada cairan mani bukanlah suatu hal yang berbahaya, apalagi bila perubahan warna ini hanya terjadi sesekali. Bila demikian, kemungkinan besar makanan, sudah lama tidak berejakulasi, atau multivitamin adalah penyebabnya. Akan tetapi, bila perubahan warna pada cairan mani berlangsung terus-menerus selama lebih dari beberapa minggu, maka perubahan warna ini dapat merupakan suatu gejala penyakit seperti infeksi, yang membutuhkan pengobatan segera. Selain itu, perlu diingat bahwa bila cairan mani berubah menjadi kemerahan atau cokelat, maka hal ini berarti bahwa ada daerah di dalam cairan mani Anda. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber:increasespermvolume
 21 Nov 2018    20:00 WIB
Air Mani Encer, Normalkah ?
Apakah Anda beberapa minggu belakangan ini sering berejakulasi dan menyadari bahwa cairan mani yang Anda keluarkan tampak lebih encer daripada biasanya? Anda tidak perlu merasa khawatir karena apa yang Anda alami dapat merupakan hal yang normal. Sering berejakulasi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya perubahan tekstur cairan mani. Pada keadaan normal, sperma membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menjadi matang di dalam buah zakar. Jadi, bila Anda berejakulasi cukup sering dalam satu hari, baik saat berhubungan intim atau pun masturbasi, maka buah zakar Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi sperma sehingga cairan mani Anda tidak putih dan kental seperti biasanya. Berkurangnya jumlah sperma di dalam cairan mani akan membuat cairan mani menjadi lebih encer.   Apakah Normal? Sebenarnya Anda tidak perlu merasa khawatir mengenai kualitas atau kuantitas cairan mani yang Anda keluarkan dari dalam penis, kecuali bila sama sekali tidak ada cairan mani yang keluar. Kekentalan cairan mani juga tidak akan mempengaruhi kesuburan Anda. Memang benar bahwa jumlah standar cairan mani yang dikeluarkan oleh seorang pria saat ia berejakulasi adalah sekitar 3-4 ml. Akan tetapi, bila cairan mani yang Anda keluarkan kurang dari 1.5 ml sekalipun, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena hal ini merupakan hal yang normal. Yang terpenting bagi kesuburan seorang pria bukan kekentalan cairan mani yang dikeluarkannya tetapi kualitas sperma yang ada di dalamnya dan kemampuan sperma untuk berenang dan mencapai sel telur. Hal lain yang perlu Anda ketahui bahwa cairan bening yang keluar saat Anda merasa bergairah bukanlah cairan mani. Cairan ini merupakan prekum yang dihasilkan oleh kelenjar bulbouretral atau kelenjar Cowper. Cairan ini berfungsi untuk melumasi kepala penis saat Anda berhubungan intim. Cairan ini sama sekali tidak mengandung sperma.   Berbagai Hal yang Mempengaruhi Konsistensi Cairan Mani Makanan Makanan merupakan hal penting yang dapat menentukan tekstur cairan mani yang Anda hasilkan. Anda mungkin dapat menghasilkan cairan mani yang lebih encer bila kebutuhan gizi Anda tidak terpenuhi, misalnya Anda kurang mengkonsumsi protein. Banyak ahli meyakini bahwa protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk membuat cairan mani menjadi lebih kental. Frekuensi Ejakulasi Seperti yang sudah dibahas di atas, kekentalan cairan mani yang Anda hasilkan tergantung pada seberapa sering Anda berejakulasi. Jika Anda sangat sering berejakulasi setiap harinya, maka hal ini akan membuat sperma tidak memiliki cukup waktu untuk matang atau untuk dihasilkan di dalam buah zakar. Hal ini berarti Anda memiliki lebih sedikit sperma di dalam cairan mani, yang akan membuat cairan mani yang Anda keluarkan menjadi lebih encer. Terlalu Sering Terpapar Panas Hal lain yang dapat membuat cairan mani Anda menjadi encer adalah buah zakar Anda terlalu sering terpapar oleh panas. Hal ini akan membuat produksi sperma di dalam tubuh Anda terganggu, yang berarti akan ada lebih sedikit sperma di dalam cairan mani Anda, yang akan membuat cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer. Selain berendam dalam air panas, menggunakan pakaian yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan suhu pada buah zakar Anda, terutama saat Anda berolahraga. Intinya adalah tidak ada yang perlu Anda khawatirkan bila cairan mani yang Anda hasilkan menjadi lebih encer daripada biasanya, kecuali bila Anda juga mengalami nyeri saat berejakulasi.   Baca juga: Kebiasaan Yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma   Apa yang Perlu Anda Khawatirkan? Walaupun perubahan konsistensi cairan mani tidak terlalu mengkhawatirkan, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan seperti: Cairan mani berbau tidak sedap. Hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi Terjadi perubahan warna atau ada daerah di dalam cairan mani Cairan mani yang dihasilkan sangat sedikit Jumlah sperma yang terdapat di dalam cairan mani terlalu sedikit. Hal ini mungkin terjadi akibat suatu kondisi medis tertentu yang dikenal dengan nama ejakulasi retrograde, di mana cairan mani justru masuk ke dalam kandung kemih, bukannya keluar dari penis. Hal ini mungkin terjadi pada penderita diabetes, infeksi prostat, dan berbagai gangguan kesehatan lain Cairan mani terlalu kental. Hal ini mungkin dikarenakan Anda mengalami dehidrasi dalam waktu lama. Akan tetapi, kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara Cairan mani tampak kaku dan sangat kental. Hal ini dapat merupakan akibat dari rendahnya kadar hormon testosterone di dalam tubuh. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila gejala ini tidak juga membaik dalam waktu beberapa minggu   Perubahan Warna Cairan Mani = Bahaya Anda tentunya sudah mengetahui bahwa cairan mani seharusnya berwarna putih atau keputihan dan seharusnya menjadi jernih dan cair dalam waktu 30 menit. Jadi, perubahan warna cairan mani bukanlah suatu tanda yang baik. Jika cairan mani Anda tampak berwarna kemerahan, maka hal ini dapat merupakan gejala dari adanya suatu gangguan pada kelenjar prostat Anda. Jika cairan mani Anda berwarna merah terang atau kecokelatan, maka hal ini dapat merupakan akibat dari pecahnya pembuluh darah di dalam kelenjar prostat. Pada kasus ini, cairan mani biasanya akan kembali berwarna putih dalam waktu beberapa hari. Jika warna cairan mani tidak juga mengalami perubahan menjadi putih, maka hal ini dapat merupakan gejala dari suatu infeksi, trauma, atau kanker. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Selain itu, cairan mani yang berwarna kekuningan atau kehijauan juga dapat merupakan gejala dari suatu infeksi. Jika perubahan warna ini cukup mencolok, maka gonorea mungkin penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 16 Oct 2018    18:00 WIB
Pernah Cium Bau Aneh Setelah Bercinta, Kenapa Ya?
Setelah bercinta adalah saat yang romantis dimana Anda dan pasangan berpelukan dengan mesra sambil mengingat kegiatan bercinta sebelumnya yang luar. Bamun bagaimana bila disaat yang romantis ini terjadi Anda mencium bau yang  kurang sedap? Hal ini bisa saja mengganggu kemesraan Anda berdua. Kebanyakan orang menganggap bahwa ini adalah bau khas after sex. Lantas bau apakah ini? Ternyata bau ini adalah bau yang muncul dari tubuh. Setelah bercinta, terjadi pencampuran air mani, cairan lubrikasi dari vagina dan aroma ini bergabung dengan keringat dari tubuh Anda dan si dia. Air mani bersifat basa dan memiliki pH tinggi kemudian cairan vagina bersifat asam, pH rendah. Sebenarnya kedua bahan ini tidak dapat menyatu.Sehingga ketika asam dan basa menyatu, maka terjadi reaksi satu sama lain dan menimbulkan bau seperti cairan kimia yang baru. Selain itu ada beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya bau aneh setelah bercinta, seperti: Gaya bercinta Anda dengan pasangan Gaya bercinta yang kasar bisa membuat tubuh Anda dan pasangan menjadi lebih berkeringat. Penggunaan kondom Tercampurnya cairan mani, lubrikasi vagina dan bahan kondom terkadang juga bisa menimbulkan bau tidak sedap Pola hidup Pola hidup dan kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi pH Anda dan pasangan. Cairan yang berubah pH nya dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.  Makanan yang dimakan Makanan yang memiliki bau yang menyengat dapat menimbulkan bau tidak sedap pada daerah vagina. Terlebih makanan yang mempunyai bau amis dan menyengat. Infeksi vagina Apabila seorang wanita terkena infeksi bakteri vaginosis maka dapat merubah pH cairan vagina dan hal ini dapat meinumbulkan bau tidak sedap nantinya Baca juga: Bagaimana Cara Mencuci Vagina Yang Baik? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cnn
 20 Sep 2018    11:00 WIB
Mengeluarkan Sperma di Air, Apakah Tetap Bisa Hamil ?
Mungkin Anda pernah mendengar mitos bahwa hati-hati bila berenang, karena bila ada yang mengeluarkan sperma kemudian sperma mengambang dan masuk ke dalam miss V, kemudian membuat Anda hamil? Bila iya maka percayalah bahwa ini adalah mitos. Karena memang tidak bisa hal tersebut terjadi.   Berikut Adalah Penjelasannya: Kolam Renang Perlu Anda ketahui bahwa hal tersebut adalah hal yang hamper tidak mungkin. Hal ini dikarenakan sperma hanya bertahan 1 jam setelah dikeluarkan, kemudian sperma akan menggumpal dalam waktu 1 menit diluar tubuh tanpa cairan semen hal ini dikarenakan saat melakukan ejakulasi di dalam kolam renang akan membuat cairan semen dan sperma terpisah. Bukan hanya itu zat klorin yang ada kolam renang juga akan membunuh sel sperma. Bak Air Lalu bagaimana bila bercinta di dalam bak air panas? Jika ejakulasi terjadi di air panas, atau air yang penuh dengan larutan bubble-bath, sperma tidak dapat bertahan lebih dari beberapa detik. Selain itu, air di bak mandi biasanya terlalu dingin bagi sperma untuk hidup. Dalam air hangat tanpa bahan kimia (seperti bak mandi), sperma hanya bisa bertahan beberapa menit setelah pria berejakulasi.   Selain itu sperma juga tidak  bisa berenang melalui air di bak mandi, kolam renang, atau jacuzzi untuk sampai ke dalam vagina Anda. Ada satu pengecualian untuk hal ini. Jika Anda dan pasangan Anda melakukan hubungan seks di air, ada kemungkinan Anda hamil jika tidak dia tidak "menarik keluar" pada waktunya atau jika dia mengeluarkan cairan pra-ejakulasi.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 11 Jul 2018    18:00 WIB
Tips Cepat Memiliki Momongan
Menikah, berkeluarga, dan memiliki anak mungkin adalah keinginan setiap orang. Jika anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak atau bahkan ingin secepatnya memiliki anak, di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat membantu anda.   1.      Lakukanlah Pemeriksaan Sebelum mencoba untuk hamil, lakukanlah beberapa pemeriksaan yang diperlukan. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, mulai dari vitamin yang diperlukan sampai pada konsultasi berbagai masalah kesehatan yang anda hadapi. Dianjurkan untuk mulai mengkonsumsi asam folat bahkan sebelum kehamilan, karena asam folat sangat penting bagi perkembangan sistem saraf anak anda, terutama pada masa awal kehamilan.   2.      Ketahui Siklus Menstruasi Anda Dengan mengetahui siklus menstruasi anda, maka anda dapat mengetahui kapan saat subur anda, yaitu saat terjadinya ovulasi. Ovulasi merupakan saat terbaik untuk berhubungan seksual dan terjadi kehamilan. Akan sangat membantu bila anda dapat menyadari tanda-tanda terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur ke saluran telur untuk menunggu dibuahi oleh sperma), seperti perubahan pada cairan yang keluar dari vagian anda. Cairan ini merupakan cairan serviks (leher rahim) yang biasanya berubah menjadi lebih cair dan licin pada masa subur anda. Beberapa wanita juga dapat merasa nyeri berdenyut pada salah satu sisi perut. Wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada hari ke 14. Akan tetapi, banyak wanita yang memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang.   3.      Posisi dan Kehamilan Tidak ditemukan bukti yang spesifik mengenai hubungan antara posisi saat melakukan hubungan seksual dan kemungkinan terjadinya kehamilan. Walaupun demikian, beberapa wanita memiliki posisi serviks (leher rahim) yang berbeda daripada posisi biasanya, kasus ini jarang sekali terjadi. Pada keadaan ini mungkin posisi tertentu saat berhubungan seksual mungkin berpengaruh. Selain itu, beberapa posisi yang berlawanan dengan gravitasi, seperti berdiri atau duduk saat berhubungan seksual mungkin dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk masuk ke dalam rahim.   4.      Tunggu Sebentar Sebaiknya menunggu selama 10-15 menit setelah berhubungan seksual sebelum anda mulai berdiri atau bahkan ke kamar mandi. Hal ini dikarenakan dalam waktu 10-15 menit ini, sperma mungkin telah berada di dalam rahim.   5.      Jangan Berlebihan Sperma dapat bertahan selama 72 jam setelah berhubungan seksual. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar anda berhubungan seksual lebih sering pada waktu sekitar masa ovulasi (sebelum, saat, dan setelah). Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Akan tetapi bukan berarti di luar waktu tersebut anda dan pasangan tidak boleh berhubungan seksual. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pria anda. Jangan menggunakan celana yang terlalu ketat dan terlalu lama berendam di air panas, karena hal ini dapat mengurangi jumlah sperma di dalam air mani. Berdasarkan penelitian, pria yang menggunakan earphone untuk menjawab telepon dan membiarkan telepon genggamnya tetap berada di dalam saku celana, yang mana dekat dengan testis (buah zakar) dapat mempengaruhi kualitas sperma. Hindarilah berbagai jenis makanan yang terbuat dari kedelai. Berdasarkan suatu penelitian, pria yang banyak mengkonsumsi makanan berbahan dasar kedelai memiliki konsentrasi sperma yang lebih sedikit daripada pria yang tidak mengkonsumsi kedelai.   6.      Atasi Stress Selain mempengaruhi gairah seksual, ternyata stress juga dapat mempengaruhi ovulasi anda. Jadi, atasi dan kurangi stress anda.   7.      Gaya Hidup Sehat Berolahraga merupakan kebiasaan baik yang dapat sangat membantu bagi kesehatan anda dan juga menjaga berat badan anda. Akan tetapi, berolahraga berlebihan dapat membuat ovulasi terhenti. Olahraga dianggap telah berlebihan bila mengganggu siklus menstruasi anda. Bukan berarti hal ini membuat menstruasi anda berhenti. Gejala awal yang dapat terjadi adalah menstruasi terjadi lebih awal daripada seharusnya (pada siklus menstruasi yang teratur). Jangan berolahraga terlalu berat, berjalan cepat selama 30 menit sehari sudah cukup untuk menjaga kesehatan sekaligus kesuburan anda. Berhenti merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil. Merokok dapat menurunkan kesuburan, karena mempengaruhi kadar estrogen dan juga ovulasi.   Sumber: webmd
 11 Jul 2018    08:00 WIB
Mau Lebih Subur ? Makang Kacang Saja
Jika kita ingin memiliki keturunan tentu hal yang penting adalah kesehatan sperma. Wah, mengapa kesehatan sperma bukankan masalah kehamilian melibatkan kedua belah pihak? Memang benar demikian, namun menurut Cleaveland Clinic ternyata faktor si pria yang menjadi penyebab utama atau setidaknya berkontribusi setengahnya dari lima juta pasangan di Amerika yang menghadapi masalah kesuburan ketika mencoba untuk hamil. Nah guys, tentu kita tidak asing dengan kacang. Makanan yang menjadi camilan atau kudapan ketika sedang bekerja atau lagi nonton bukan. Baru-baru ini sebuah penelitian yang berjudul "Pengaruh konsumsi kacang pada kualitas dan fungsionalitas air mani pada pria sehat" dipresentasikan pada pertemuan ESHRE 2018, yaitu European Society of Human Reproduction and Embryology yang diselenggarakan di Barcelona. Penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Spanyol ini ternyata menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 60 gram berbagai kacang setiap hari selama 14 minggu dapat meningkatkan kualitas sperma pria secara signifikan. Penelitian ini dilakukan terhadap 119 pria dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menambahkan 60 gram kacang-kacangan ke dalam makanan mereka seperti almond, hazelnut, dan walnut sedangkan kelompok kedua tidak makan kacang apa pun. Setelah penelitian selama hampir 14 minggu ditemukan bahwa mereka yang makan kacang jumlah spermanya meningkat 16 persen lebih banyak daripada yang tidak makan. Selain itu, vitalitas, gerakan dan bentuk sperma juga mengalami peningkatan. Berbagai macam kacang memiliki kandungan seperti protein, kalsium, antioksidan semacam vitamin C dan E, omega 3, folat, dll. Mereka juga dianggap sebagai sumber serat dan lemak sehat yang baik (baik tak jenuh tunggal maupun tak jenuh ganda). Sebagimana penelitian ini dilakukan terhadap pria sehat, maka kalau sobat sehat ingin memiliki keturunan harus juga memiliki kehidupan sehat. Karena selain makanan, faktor lain juga bisa mempengaruhi infertilitas atau ketidak suburan seseorang seperti merokok, paparan radiasi, stres, berat badan dan banyak lagi. Hasil penelitian ini tentu masih diperlukan penelitian lanjutan. Sebab itu sobat sehat jika masih susah memiliki keturunan ada baiknya bisa datang ke dokter yang bersangkutan supaya bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap. Salam sehat..   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicaldaily.com
 23 Apr 2018    16:00 WIB
Makanan Bisa Merubah Rasa Air Mani?
Sperma merupakan bagian dari air mani, air mani memiliki rasa asin dan sedikit hangat. Namun bila Anda sedang ingin mencoba merubah rasa air mani Anda maka ternyata ada beberapa pilihan yang dapat Anda lakukan.   Makanan Yang Bisa Anda Makan Untuk Merubah Rasa Air Mani Menjadi Lebih Baik? Anda bisa memakan makanan yang banyak mengandung gula, makanan ini bisa membuat air mani terasa lebih manis. Kemudian Anda bisa mencoba seperti nanas, gandum, lemon yang dapat memperbaiki rasa air mani. Jus kayu manis dan peppermint juga bisa melakukannya.   Makanan Apa Yang Perlu Anda Hindari Bila Ingin Rasa Air Mani Lebih Baik? Sayangnya, ada juga beberapa makanan dan minuman yang dapat membuat rasa air mani menjadi mengerikan. Apabila Anda biasa minum alkohol dan obat-obatan terlarang, yang membuat rasa air mani menjadi pahit. Produk olahan susu membuat air mani menjadi  lebih pahit dana sin. Makanan seperti bawang merah dan bawang putih juga memberi rasa asin dan pahit. Makanan yang Anda makan akan mempengaruhi kesehatan Anda dan bau tubuh Anda. Makanan juga berpengaruh kepada air mani. Apabila Anda sedang ingin memiliki anak, maka pola makanan yang tepat bisa menambah jumlah sperma. Makanan yang disarankan seperti asparagus, bawang putih pisang, coklat, tiram, daging sapi tanpa lemak dan walnut akan membantu meningkatkan jumlah sperma. Selain makanan yang berbeda ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi rasa dari air mani Anda. Kesehatan Anda memiliki pengaruh penting. Apabila Anda sehat maka air mani Anda akan terasa hangat dana sin. Apabila rasa dan kualitas air mani berubah maka bisa jadi ini merupakan tanda agar Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Obat juga bisa mempengaruhi rasa air mani. Bila seperti ini maka Anda bisa meminum jus yang terdiri dari buah yang manis. Selain itu perbanyak minum air putih, dehidrasi membuat cairan berkurang dan  air mani berkurang. Pastikan Anda banyak minum air putih dan jus setiap harinya.   Baca juga: Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur  Tanya dokter sekarang     Sumber: medhealthdaily