Your browser does not support JavaScript!
 15 Mar 2021    20:00 WIB
Logam yang Paling Sering Mengganggu Kesehatan Sperma Anda
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa aluminium, logam yang paling sering ditemukan di lingkungan sekitar Anda, dapat mengganggu kualitas sperma seorang pria. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pria yang memiliki jumlah sperma yang rendah ternyata memiliki kandungan aluminium yang tinggi di dalam cairan maninya dibandingkan dengan pria lain yang memiliki jumlah sperma yang normal. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka para peneliti pun menduga penurunan jumlah sperma ini mungkin juga berhubungan dengan tinggi kadar logam (aluminium) tersebut. Para peneliti masih tidak menemukan penyebab pasti mengapa aluminium dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma pada seorang pria. Akan tetapi, para peneliti menduga bahwa aluminium mungkin mengganggu proses spermatogenesis, yaitu proses pembentukan sperma dari sel punca. Sebenarnya, paparan pada aluminium biasanya tidak berbahaya, akan tetapi dapat menyebabkan gangguan fungsi paru pada para pekerja atau buruh pabrik yang menghirup banyak debu aluminium. Selain itu, sebuah penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara aluminium dengan perkembangan penyakit Alzheimer, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Karena penelitian ini hanya merupakan penelitian kecil, maka masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah hasil penelitian ini dapat juga berlaku pada jumlah orang yang lebih banyak.     Sumber: menshealth
 15 Feb 2021    17:00 WIB
Tips Meningkatkan Jumlah Sperma Anda
Masalah infertilitas pada pria telah menjadi perhatian khusus pada bidang pengobatan infertilitas. Saat ini semakin banyak pria yang mengalami masalah fertilitas karena jumlah sperma yang kurang. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan jumlah sperma rendah, dapat berupa faktor genetik, gaya hidup atau kebiasaan yang buruk. Apapun alasannya, masalah fertilitas yang disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah harus menjadi perhatian yang serius oleh pasangan yang sudah lama ingin memiliki anak. Pernahkah Anda berpikir cara lain untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma Anda selain menggunakan obat-obatan? Jika belum, sekarang adalah saatnya untuk Anda mencoba beberapa tips untuk mengatasi masalah jumlah sperma Anda yang rendah Kebanyakan kondisi yang bersifat sementara yang menyebabkan jumlah sperma Anda menurun dapat diatasi dengan membuat sedikit perubahan pada pola hidup Anda sehari-hari. Beberapa kasus seperti terekspos panas, terekspos bahan kimia berbahaya, penggunaan pakaian dalam yang sangat ketat dan stress emosi dapat menyebabkan jumlah sperma yang rendah. Berikut beberapa tips untuk mengatasi jumlah sperma yang rendah: Diet sehatPola makan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma Anda. Dengan mengikuti diet seimbang akan sangat penting untuk mengatasi masalah jumlah sperma yang kurang. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah mengganti junk food yang biasa Anda makan dengan buah-buahan dan sayuran. Kebiasaan hidup yang bersih dan sehatSalah satu tips penting untuk memecahkan masalah jumlah sperma yang rendah adalah dengan kebiasaan hidup yang bersih dan sehat. merokok dan minum alkohol dapat langsung menyebabkan penurunan kualitas sperma Anda. Merokok merupakan penyebab utama dari kualitas sperma yang buruk, bahkan dapat menyebabkan kematian pada sperma juga. Jaga suhu tetap sejukSangat penting untuk menjaga skrotum Anda dalam suhu yang normal. Paparan panas terus menerus dapat menyebabkan timbulnya masalah infertilitas karena rendahnya jumlah sperma. Berendam dengan air dingin merupakan pemecahan masalah yang paling mudah. Menelaah kembali pekerjaan AndaPeriksa kembali apakah jenis pekerjaan Anda dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah infertilitas karena turunnya jumlah sperma. Hindarilah lingkungan pekerjaan yang terpapar bahan kimia, radiasi dan panas. Tetap tenangJauhkan stress dan tekanan akan memberikan dampak yang baik untuk kesehatan Anda, bahkan untuk tingkat kesuburan Anda. Berlatihlah berbagai macam tehnik relaksasi yang akan membuat Anda lebih tenang sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah sperma Anda. Konsumsi asam folatMungkin Anda sudah tahu jika asam folat baik untuk ibu hamil. Ternyata tidak hanya itu, asam folat juga memainkan peranan penting dalam memperbaiki jumlah sperma Anda. Bicarakan masalah Anda dengan dokter dan gunakan asam folat dibawah pengawasan dokter. Sumber: boldsky
 25 Jan 2021    17:00 WIB
5 Cara Membuat Sperma Lebih Sehat
Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memiliki momongan? Bagaimana keadaan kesehatan sperma Anda merupakan salah satunya. Kesuburan seorang pria dipengaruhi oleh berapa jumlah spermanya, bagaimana pergerakkannya, berapa jumlah sperma yang dapat bergerak dengan baik, dan bagaimana bentuk dan ukuran spermanya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat sperma Anda menjadi lebih kuat dan sehat, yang tentu saja akan membuat keinginan Anda untuk memiliki momongan menjadi lebih cepat terwujud. 1.      Turunkan Berat Badan Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, maka menurunkan berat badan akan membuat organ reproduksi Anda berfungsi dengan lebih baik. Lemak berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron, yang tentu saja dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi sperma. Selain itu, lemak di daerah perut dan paha juga dapat meningkatkan suhu tubuh, yang dapat berpengaruh buruk bagi sperma Anda karena suhu tinggi dapat menurunkan jumlah sperma secara keseluruhan dan jumlah sperma yang bergerak serta dapat menyebabkan kerusakan DNA. 2.      Hentikan Konsumsi Kedelai Jika Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka hindarilah konsumsi edamame dan berbagai produk olahan kedelai lainnya. Hal ini dikarenakan kedelai dapat mempengaruhi produksi sperma.Kedelai mengandung fitoestrogen, yang menyerupakan hormon estrogen pada wanita. Memiliki kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh dapat membuat kadar hormon testosteron menurun, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi sperma. Pada sebuah penelitian, para peneliti membandingkan jumlah sperma tikus percobaan yang diberi makanan tinggi kedelai dengan yang tidak diberi makan kedelai. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diberi makanan yang mengandung banyak kedelai memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (25% lebih rendah) dan memiliki lebih sedikit anak (21% lebih sedikit) dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi makan kedelai. 3.      Periksa Kadar Gula Darah Peningkatan kadar gula darah dapat mempengaruhi kemampuan vesika seminalis untuk mendorong sperma keluar dari saluran reproduksi seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa kadar gula darah secara teratur sehingga diabetes pun dapat diketahui sedini mungkin. 4.      Berolahraga Secara Teratur Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga selama sekitar 7 jam setiap minggunya memiliki jumlah sperma yang lebih banyak (48% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang berolahraga kurang dari 1 jam setiap minggunya. Selain dapat membantu menjaga berat badan Anda tetap ideal, olahraga juga dapat membantu mengurangi stress. Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa pria yang mengalami banyak stress dan sering merasa cemas memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah, memiliki jumlah sperma bergerak lebih rendah, dan lebih sering mengalami kerusakan DNA dibandingkan dengan pria yang memiliki kadar stress yang rendah. 5.      Diet Sehat dan Seimbang Satu hal utama yang mempengaruhi pergerakkan sperma Anda adalah mitokondria atau baterai atau sumber tenaga sel tubuh Anda. Pergerakkan sperma tergantung pada jumlah energi yang terdapat di dalam sperma Anda, yang ditentukan oleh mitokondria. Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan jarang mengkonsumsi sayuran dapat meningkatkan kerusakan sel-sel di dalam tubuh akibat radikal bebas, yang tentu akan berdampak negatif pada mitokondria. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi paling banyak lemak memiliki jumlah sperma yang lebih rendah (43% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi lemak paling sedikit. Mengkonsumsi makanan tinggi antioksidan dalam jumlah banyak seperti buah, sayuran, dan gandum dapat membantu tubuh melawan efek radikal bebas dan memperbaiki kualitas serta kuantitas sperma Anda. Selain itu, mengkonsumsi suplemen L-carnitine juga telah terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan memperbaiki pergerakan sperma. Beberapa jenis makanan yang mengandung L-carnitine adalah ungags, ikan, susu dan produknya, serta alpukat. Sumber: womenshealthmag
 20 Jan 2021    13:00 WIB
Jumlah Sperma Rendah? Tingkatkan Dengan Cara Ini
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan jumlah sperma rendah, dapat berupa faktor genetik, gaya hidup atau kebiasaan yang buruk. Apapun alasannya, masalah fertilitas yang disebabkan oleh jumlah sperma yang rendah harus menjadi perhatian yang serius oleh pasangan yang sudah lama ingin memiliki anak. Berikut beberapa tips untuk mengatasi jumlah sperma yang rendah: Diet sehat Pola makan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma Anda. Dengan mengikuti diet seimbang akan sangat penting untuk mengatasi masalah jumlah sperma yang kurang. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah mengganti junk food yang biasa Anda makan dengan buah-buahan dan sayuran. Kebiasaan hidup yang bersih dan sehat Salah satu tips penting untuk memecahkan masalah jumlah sperma yang rendah adalah dengan kebiasaan hidup yang bersih dan sehat. merokok dan minum alkohol dapat langsung menyebabkan penurunan kualitas sperma Anda. Merokok merupakan penyebab utama dari kualitas sperma yang buruk, bahkan dapat menyebabkan kematian pada sperma juga. Jaga suhu tetap sejuk Sangat penting untuk menjaga skrotum Anda dalam suhu yang normal. Paparan panas terus menerus dapat menyebabkan timbulnya masalah infertilitas karena rendahnya jumlah sperma. Berendam dengan air dingin merupakan pemecahan masalah yang paling mudah. Menelaah kembali pekerjaan Anda Periksa kembali apakah jenis pekerjaan Anda dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah infertilitas karena turunnya jumlah sperma. Hindarilah lingkungan pekerjaan yang terpapar bahan kimia, radiasi dan panas. Tetap tenang Jauhkan stress dan tekanan akan memberikan dampak yang baik untuk kesehatan Anda, bahkan untuk tingkat kesuburan Anda. Berlatihlah berbagai macam tehnik relaksasi yang akan membuat Anda lebih tenang sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah sperma Anda. Konsumsi asam folat Mungkin Anda sudah tahu jika asam folat baik untuk ibu hamil. Ternyata tidak hanya itu, asam folat juga memainkan peranan penting dalam memperbaiki jumlah sperma Anda. Bicarakan masalah Anda dengan dokter dan gunakan asam folat dibawah pengawasan dokter. Baca juga: Kebiasaan Yang Dapat Menurunkan Jumlah Sperma Sumber: boldsky
 19 Jan 2021    19:00 WIB
Berapa Lama Sperma Dapat Bertahan Hidup?
Banyak orang tahu bahwa pembuahan terjadi saat sel sperma bertemu dengan sel telur matang di dalam saluran telur. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana sebenarnya proses pembentukan sperma, berapa lama sperma dapat hidup di dalam organ reproduksi pria, dan berapa lama sel sperma dapat bertahan hidup setelah masuk ke dalam tubuh wanita? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta tersebut dan mempelajari berapa lama sebenarnya lama hidup sebuah sel sperma. Lama Hidup Sperma di Dalam Organ Reproduksi Pria Sel sperma diproduksi melalui sebuah proses yang disebut dengan spermatogenesis di dalam buah zakar pria. Selama proses pembentukan ini, sel-sel spermatogenik yang terdapat di dalam tubulus seminiferus akan terus membelah diri hingga menghasilkan spermatid. Spermatid merupakan sel sperma yang belum matang, yang kemudian akan dipindahkan ke dalam epididimis untuk dimatangkan. Di dalam epididimis, sel sperma akan dimatangkan selama 2-3 minggu. Setelah matang, sel sperma akan tetap "tinggal" di dalam epididimis hingga diejakulasikan keluar ke dalam organ reproduksi wanita saat seorang pria mencapai orgasme. Di dalam organ reproduksi pria, sel sperma yang sudah matang dapat bertahan hidup selama 74 hari. Jika sel sperma matang ini tidak dikeluarkan melalui ejakulasi dalam kurun waktu ini, maka sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh. Ada berbagai hal yang turut berperan dalam menentukan sehat tidaknya sel-sel sperma yang dihasilkan oleh seorang pria dan berapa lama sperma dapat bertahan hidup setelah diejakulasikan. Lama Hidup Sperma di Luar Tubuh Pria Saat seorang pria berejakulasi, maka sperma akan bercampur dengan berbagai nutrisi dan cairan yang terutama dihasilkan oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis, dan kemudian dikeluarkan dari dalam penis. Cairan mani seorang pria biasanya mengandung sekitar 100-400 juta sperma. Saat sperma diejakulasikan ke luar tubuh, misalnya saat masturbasi, maka sperma biasanya hanya dapat bertahan hidup selama beberapa menit. Segera setelah cairan mani mengering, maka sel sperma di dalamnya pun akan mati. Sperma biasanya juga tidak dapat bertahan hidup lebih dari 20-60 menit setelah terpapar oleh lingkungan sekitar. Berapa Lama Sperma Dapat Hidup di Dalam Tubuh Wanita Tujuan utama sperma adalah untuk membuahi sel telur matang dan menyebabkan terjadinya pembuahan. Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka mengetahui secara pasti berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita sangatlah penting. Karena keasaman cairan vagina, maka sel sperma biasanya tidak dapat bertahan hidup di dalam liang vagina seorang wanita selama lebih dari 6 jam. Sel sperma memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi saat mereka berhasiil masuk ke dalam tubuh wanita melalui lubang serviks. Berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita tergantung pada banyak hal. Kesehatan dan kekuatan sel sperma yang matang juga memiliki peran yang penting, salah satunya adalah kapasitas metabolisme internal sperma. Kualitas cairan serviks dan kemampuan sperma untuk keluar dari liang vagina dan masuk ke dalam rahim, kemudian menuju ke saluran telur juga menentukan seberapa besar kemungkinan terjadinya pembuahan. Bila sel sperma yang masuk ke dalam tubuh wanita berada dalam kondisi sehat, cairan serviks sedang ideal untuk pembuahan, dan lingkungan vagina serta rahim juga ideal; maka sebagian besar sel sperma dapat bertahan hidup selama 6-7 hari di dalam saluran telur wanita. Di saluran telur inilah peluang terjadinya pembuahan paling tinggi. Akan tetapi, karena tidak mungkin terjadi kondisi yang sangat ideal seperti di atas, maka rata-rata sel sperma dapat bertahan hidup selama 3-4 hari di dalam saluran telur. Pembuahan mungkin terjadi selama sel sperma hidup da nada di dalam organ reproduksi wanita. Pergerakan dan morfologi sperma akan menentukan apakah sperma dapat mencapai dan membuahi sebuah sel telur. Jika sperma yang dikeluarkan tidak dapat bergerak dengan cepat atau memiliki bentuk yang tidak sempurna, maka kemungkinan sel sperma tersebut untuk mati di dalam rahim tanpa membuahi sel telur akan meningkat. Jika pembuahan berhasil terjadi sekalipun, hanya akan ada 1 sel sperma yang dapat bertahan hidup cukup lama di dalam tubuh wanita, yaitu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur matang. Sel sperma lain pada akhirnya akan mati. Ingatlah bahwa sel sperma akan terus mati di dalam organ reproduksi wanita. Oleh karena itu, bila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki momongan, dianjurkan untuk berhubungan intim setiap 2-3 hari sekali sehingga selalu ada sel sperma hidup di dalam organ reproduksi wanita yang siap membuahi sel telur matang. Baca juga: Seperti Apa Rasa Sperma? Sumber: increasespermvolume
 07 Jan 2021    13:00 WIB
Pria Cerdas Punya Sperma Berkualitas
Kabar baik untuk Anda para sapiosexual (orang yang memiliki ketertarikan dan gairah tinggi terhadap kecerdasan orang lain): menurut The Telegraph, pria dengan IQ tinggi memiliki kandungan sperma lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan dan humor adalah cara paling alami untuk menarik perhatian pasangan hidup. Penelitian ini didukung dengan melibatkan 400 veteran Perang Vietnam. Melalui sebuah tes mental yang dilakukan secara intens, mereka diminta menyerahkan sampel sperma untuk dianalisis. Studi yang dilakukan oleh Profesor Geoffrey Miller dari University of New Mexico ini menunjukkan bahwa para narasumber yang mendapatkan nilai tinggi pada sejumlah tes kecerdasan cenderung memiliki kandungan sperma yang lebih sehat. Sebaliknya, mereka yang mendapatkan nilai rendah cenderung memiliki kandungan sperma yang lemah dan "sakit-sakitan". Hal tersebut juga ditemukan dalam dalam temuan lain yang dimuat jurnal Intelligence. Peneliti dari Institute of Psychiatry di Inggris mengatakan bahwa pria dengan kecerdasan yang tinggi cenderung menghasilkan sperma yang berkualitas. Ini menunjukkan hubungan yang dekat antara kecerdasan dan evolusi kesehatan. Penelitian ini sebenarnya dilakukan sebagai penelitian awal mengenai hubungan antara kecerdasan, kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan. Dengan kata lain, peneliti ingin mengetahui kemungkinan untuk bertahan hidup dan bereproduksi dalam kondisi evolusi yang khas. Sebanyak 400 orang lebih mantan tentara AS diminta menjalani tes kecerdasan dan memberikan sampel air maninya. Para peneliti kemudian menganalisis hubungan antara kecerdasan, kualitas semen (motilitas, konsentrasi, dan jumlah sperma), usia. Termasuk meneliti faktor gaya hidup berupa: obesitas, alkohol, kebiasaan merokok, mengkonsumsi ganja, dan obat keras. Hasilnya, ditemukan bahwa kecerdasan ternyata berkorelasi dengan kualitas air mani. "Bukan berarti bahwa pria yang lebih suka bermain game selalu memiliki sperma yang buruk. Hubungan yang kami temukan adalah marjinal. Tapi hasil kami mendukung gagasan teoritis bahwa kecerdasan mendukung kebugaran dalam proses evolusi," kata peneliti, Rosalind Arden. Baca juga: 5 Cara Membuat Sperma Lebih Sehat Sumber: Liputan6
 02 Jan 2021    15:00 WIB
Seperti Apa Rasa Sperma?
Saat berhubungan intim, baik Anda dan pasangan akan melakukan apapun agar masing-masing pihak merasa terpuaskan, tak terkecuali menelan sperma. Beberapa wanita kemudian membuangnya, sementara yang lain mungkin menelannya. Banyak wanita menyebut rasa sperma asin, namun tak sedikit pula yang mengatakan ada sensasi rasa berbeda. Seperti dilansir dari Healthline, lewat sebuah penelitian disebutkan bahwa sperma bisa saja memiliki rasa asin, manis, pahit, hingga asam. Semua rasa itu tergantung dari senyawa kimia yang ada di dalamnya. Asupan yang dikonsumsi setiap hari - dari makanan tertentu hingga zat lain - dapat mengubah komposisi senyawa, yang akan memiliki efek halus pada rasa sperma. Itu juga berarti rasanya dapat bervariasi dari satu orang dan orang lainnya. Jadi meskipun sperma umumnya hangat dan asin, akan ada perbedaan rasa yang unik. Seperti diketahui, makanan memang memengaruhi bau keringat, air liur, dan cairan tubuh lainnya seperti ASI. Sehingga masuk akal untuk berasumsi bahwa makanan dapat memengaruhi rasa sperma.  Namun, tidak ada penelitian yang cukup untuk menunjukkan hubungan kuat antara diet dan rasa semen. Adapun makanan yang membuat sperma tercium dan terasa kental dan pahit termasuk, bawang putih, bawang merah, brokoli, kubis, sayuran hijau, asparagus, daging dan produk susu. Barang-barang yang diduga membuat rasa sperma sedikit lebih manis dapat ditoleransi termasuk, seledri, peterseli, gandum, kayu manis, pala, nanas dan pepaya. Selain itu, alkohol juga dapat memengaruhi keringat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi aroma dan mungkin juga rasa sperma kamu Anda.  Bukti anekdotal menunjukkan bahwa alkohol dapat membuat rasa pahit dan asam, tetapi ini akan tergantung pada jenis alkohol yang diminum. Seperti halnya alkohol, tembakau, kopi, dan zat-zat lain seperti narkoba dianggap memiliki efek buruk pada keringat dan kemungkinan air mani Anda.  Mengkonsumsi zat-zat ini dilaporkan dapat menyebabkan rasa lebih asam, pahit, pedas, atau asam. Tembakau dan zat-zat lain juga berpotensi memengaruhi motilitas, jumlah, dan kualitas sperma. Baca juga: Pria Cerdas Punya Sperma Berkualitas Sumber: Viva
 21 Nov 2020    13:00 WIB
Apa Yang Dimaksud Dengan Alergi Air Mani?
Alergi air mani adalah keadaan yang tidak biasa mempunyai gejala yang hampir sama dengan penyakit menular seksual. Seseorang yang alergi terhadap air mani akan mengalami reaksi alergi saat bersentuhan dengan air mani. Dalam dunia kedokteran hal ini dikenal dengan "seminal plasma hypersensitivity". Alergi ini dipicu oleh protein yang terdapat dalam air mani. Ada beberapa reaksi yang timbul akibat alergi terhadap air mani. Seorang wanita yang alergi dengan air mani akan menunjukkan gejala setelah bersentuhan dengan air mani pasca melakukan hubungan seksual melalui vagina, seperti: Pembengkakan pada vagina Kemerahan dan gatal Rasa terbakar di daerah vagina Gatal-gatal atau lecet Gejala-gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 20 sampai 30 menit setelah terpapar air mani dan namun dapat terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari. Berdasarkan gejala seringkali keliru membedakan dengan penyakit menular seksual. Cara terbaik untuk mengetahui apakah gejala tersebut disebabkan oleh karena alergi air mani adalah dengan menggunakan kondom untuk meminimalkan kontak dengan air mani dan dapat dilihat apakah gejala tersebut menetap atau tidak.  Seorang wanita yang mempunyai alergi terhadap air mani akan menunjukkan gejala sejak pertama kali berhubungan seksual. Namun tidak jelas apakah wanita ini hanya alergi air mani terhadap pasangannya tersebut atau terhadap semua pria. Disarankan untuk wanita yang mempunyai alergi terhadap air mani disarankan agar menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Alergi terhadap air mani tidak hanya dialami oleh wanita saja. Namun ada beberapa kasus dimana seorang pria alergi terhadap air maninya sendiri. Orang-orang ini menunjukkan seperti gejala flu seperti demam, pilek, kelelahan atau mata terbakar segera setelah mereka mengalami  ejakulasi. Kondisi ini secara medis disebut disebut sebagai post orgasmic illness syndrome (POIS).  Untungnya gejala  tersebut dapat diobati melalui terapi hiposensitisasi atau imunoterapi alergen Meskipun gejala ini dapat dikendalikan, alergi terhadap air mani dapat menimbulkan masalah nyata bagi pasangan yang ingin mempunyai anak. Sensitivitas terhadap air mani selama hubungan seksual bisa sangat menghambat kemungkinan seorang wanita untuk dapat hamil. Namun masalah ini dapat diatasi, apabila pasangan tersebut untuk melakukan inseminasi buatan agar dapat memiliki anak. Proses tersebut akan dilakukan pencucian sperma sebelum dilakukan inseminasi. Sehingga membersihkan protein dari air mani tersebut yang menyebabkan alergi.  Sumber: healthmeup
 04 Nov 2020    09:00 WIB
Ada Darah di Sperma
Darah di dalam air mani atau sperma disebut juga hematospermia. Bagi para pria muda yang sehat, hematospermia bukan merupakan indikator dari kondisi yang serius, seperti kanker prostat. Dalam kebanyakan kasus, gejalanya akan hilang dengan sendirinya, tanpa perlu pengobatan. Namun untuk pria yang berusia empat puluh tahun, hematospermia berisiko mengalami kondisi serius seperti kelainan darah atau kanker, dan ini sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Ada banyak faktor penyebab hematospermia, namun kebanyakan berkaitan dengan sistem reproduksi pria. Sistem reproduksi pria sangat erat kaitannya dengan sistem saluran kencing yang berhubungan dengan pembuangan limbah. Kandung kemih, rektum, prostat, uretra, dan testis tidak hanya berdekatan tetapi juga berbagi jalur yang sama. Maka, adanya darah dalam sperma dapat menunjukkan berbagai macam kondisi yang mempengaruhi sistem urogenital. Berikut ini adalah penyebab umum hematospermia: Infeksi Infeksi dapat mempengaruhi berbagai bagian dari sistem urogenital, terutama bagian yang bertanggung jawab untuk produksi dan perjalanan sperma. Pembuluh darah di uretra bermasalah Seperti urin, sperma juga melewati uretra, dan jika pembuluh darah di bagian tersebut bermasalah, maka darah bisa keluar. Untuk memastikannya, penderita harus menjalani beberapa prosedur pemeriksaan. Infeksi menular seksual IMS seperti klamidia dan gonore. Sistem urogenital juga rentan terhadap infeksi bakteri dan virus yang merupakan penyebab utama empat dari sepuluh kasus hematospermia. Penyebab lain yang mungkin termasuk adalah masturbasi atau aktivitas seksual yang berlebihan, herpes pada alat kelamin, hemofilia atau kondisi kurangnya kemampuan tubuh untuk membekukan darah, pembengkakan kelenjar prostat atau vasektomi. Sumber: docdoc, medicinenet
 03 Oct 2020    17:00 WIB
Cairan Mani Berwarna Cokelat, Apa Penyebabnya?
Melihat adanya darah pada cairan maninya dapat membuat seorang pria merasa takut dan cemas. Untungnya, hal ini tidak selalu berarti Anda sedang menderita gangguan kesehatan berat. Bila Anda merupakan seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun, tidak mengalami gejala apapun, dan tidak memiliki faktor resiko apapun untuk menderita suatu gangguan kesehatan tertentu; maka darah di dalam cairan mani Anda biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila Anda merupakan pria yang telah berusia lebih dari 40 tahun, adanya darah di dalam cairan mani Anda membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan segera, apalagi bila Anda juga mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Telah beberapa kali menemukan adanya darah di dalam cairan mani Anda Memiliki berbagai gejala lain saat buang air kecil atau berejakulasi Memiliki resiko untuk menderita kanker, gangguan perdarahan, atau gangguan kesehatan lain Dalam dunia kedokteran, adanya darah di dalam cairan mani disebut dengan hematospermia atau hemospermia. Apa saja penyebabnya? Adanya darah di dalam cairan mani dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Infeksi dan Radang Kedua hal ini merupakan penyebab tersering dari adanya darah di dalam cairan mani seorang pria. Darah dapat berasal dari infeksi atau radang dari kelenjar atau saluran manapun yang berfungsi untuk membentuk dan menyalurkan cairan mani dari dalam tubuh. Beberapa kelenjar dan saluran yang dimaksud adalah: Prostat (kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan cairan mani) Uretra (saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan air kemih dan cairan mani dari dalam penis Epididimis dan vas deferens (saluran kecil yang berfungsi sebagai tempat pematang sperma sebelum ejakulasi) Vesika semilunaris (berfungsi untuk menambahkan cairan ke dalam cairan mani) Infeksi dan radang merupakan penyebab dari 4 di antara 10 kasus hematospermia. Menderita Penyakit Menular Seksual Adanya darah di dalam cairan mani juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti gonorea atau klamidia atau infeksi virus atau bakteri lain. Trauma Atau Baru Saja Menjalani Tindakan Medis Tertentu Adanya darah di dalam cairan mani merupakan hal yang normal terjadi bila Anda baru saja menjalani tindakan medis tertentu, misalnya saat Anda baru saja menjalani biopsi prostat. Selain itu, berbagai tindakan medis yang dilakukan untuk mengatasi gangguan saluran kemih juga dapat menyebabkan terjadinya trauma ringan yang dapat memicu terjadinya perdarahan sementara. Hematospermia yang terjadi akibat tindakan medis biasanya akan menghilang dalam waktu beberapa minggu paska tindakan. Selain itu, terapi radiasi, vasektomi, dan penyuntikan wasir juga dapat menyebabkan hematospermia. Trauma fisik pada organ reproduksi akibat patah tulang pinggul, cedera pada buah zakar, melakukan hubungan intim atau masturbasi yang terlalu kasar, atau berbagai cedera lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sumbatan Semua saluran kecil di dalam organ reproduksi seorang pria dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah robek dan menyebabkan keluarnya sedikit darah. Selain itu, pembesaran prostat jinak (BPH) yang menyebabkan prostat membesar dan menekan uretra juga dapat memicu terjadinya hematospermia. Tumor dan Polip Adanya tumor pada prostat juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Selain itu, kanker buah zakar, kanker kandung kembih, dan kanker pada organ reproduksi lainnya juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Oleh karena itu, pria, terutama yang telah berusia lanjut, yang juga memiliki resiko kanker harus segera melakukan pemeriksaan jika menemukan adanya darah di dalam cairan maninya. Selain tumor dan kanker, adanya polip pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Pembuluh Darah Karena seluruh organ reproduksi pria mengandung pembuluh darah, maka kerusakan pada pembuluh darah di bagian mana pun dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Kesehatan Lain Menderita tekanan darah tinggi, HIV, gangguan jantung, leukemia, dan gangguan kesehatan lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sekitar 15% kasus hematospermia tidak diketahui penyebabnya dan banyak di antaranya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pengobatan hematospermia dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Dokter biasanya akan memberikan antibiotika bila penyebab hematospermia adalah infeksi. Obat anti radang bila penyebabnya adalah peradangan. Bila hematospermia disebabkan oleh tindakan medis tertentu, maka biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Pada pria yang masih muda, adanya darah di dalam cairan mani yang hanya terjadi 1 atau 2 kali tanpa gejala lain atau riwayat gangguan kesehatan lain biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jika Anda mengalami hematospermia berulang yang disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil atau berejakulasi, maka dokter Anda biasanya akan merujuk Anda ke seorang dokter spesialis bedah urologi. Jika dokter mencurigai Anda menderita kanker prostat atau kanker lainnya, maka ia mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi prostat atau jaringan untuk memastikannya. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. Sumber: webmd