Your browser does not support JavaScript!
 26 Oct 2020    21:00 WIB
Berapa Lama Sperma Dapat Bertahan Hidup?
Banyak orang tahu bahwa pembuahan terjadi saat sel sperma bertemu dengan sel telur matang di dalam saluran telur. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana sebenarnya proses pembentukan sperma, berapa lama sperma dapat hidup di dalam organ reproduksi pria, dan berapa lama sel sperma dapat bertahan hidup setelah masuk ke dalam tubuh wanita? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa fakta tersebut dan mempelajari berapa lama sebenarnya lama hidup sebuah sel sperma. Lama Hidup Sperma di Dalam Organ Reproduksi Pria Sel sperma diproduksi melalui sebuah proses yang disebut dengan spermatogenesis di dalam buah zakar pria. Selama proses pembentukan ini, sel-sel spermatogenik yang terdapat di dalam tubulus seminiferus akan terus membelah diri hingga menghasilkan spermatid. Spermatid merupakan sel sperma yang belum matang, yang kemudian akan dipindahkan ke dalam epididimis untuk dimatangkan. Di dalam epididimis, sel sperma akan dimatangkan selama 2-3 minggu. Setelah matang, sel sperma akan tetap "tinggal" di dalam epididimis hingga diejakulasikan keluar ke dalam organ reproduksi wanita saat seorang pria mencapai orgasme. Di dalam organ reproduksi pria, sel sperma yang sudah matang dapat bertahan hidup selama 74 hari. Jika sel sperma matang ini tidak dikeluarkan melalui ejakulasi dalam kurun waktu ini, maka sel sperma akan mati dan diserap kembali oleh tubuh. Ada berbagai hal yang turut berperan dalam menentukan sehat tidaknya sel-sel sperma yang dihasilkan oleh seorang pria dan berapa lama sperma dapat bertahan hidup setelah diejakulasikan. Lama Hidup Sperma di Luar Tubuh Pria Saat seorang pria berejakulasi, maka sperma akan bercampur dengan berbagai nutrisi dan cairan yang terutama dihasilkan oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis, dan kemudian dikeluarkan dari dalam penis. Cairan mani seorang pria biasanya mengandung sekitar 100-400 juta sperma. Saat sperma diejakulasikan ke luar tubuh, misalnya saat masturbasi, maka sperma biasanya hanya dapat bertahan hidup selama beberapa menit. Segera setelah cairan mani mengering, maka sel sperma di dalamnya pun akan mati. Sperma biasanya juga tidak dapat bertahan hidup lebih dari 20-60 menit setelah terpapar oleh lingkungan sekitar. Berapa Lama Sperma Dapat Hidup di Dalam Tubuh Wanita Tujuan utama sperma adalah untuk membuahi sel telur matang dan menyebabkan terjadinya pembuahan. Bagi pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki momongan, maka mengetahui secara pasti berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita sangatlah penting. Karena keasaman cairan vagina, maka sel sperma biasanya tidak dapat bertahan hidup di dalam liang vagina seorang wanita selama lebih dari 6 jam. Sel sperma memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi saat mereka berhasiil masuk ke dalam tubuh wanita melalui lubang serviks. Berapa lama sperma dapat hidup di dalam tubuh seorang wanita tergantung pada banyak hal. Kesehatan dan kekuatan sel sperma yang matang juga memiliki peran yang penting, salah satunya adalah kapasitas metabolisme internal sperma. Kualitas cairan serviks dan kemampuan sperma untuk keluar dari liang vagina dan masuk ke dalam rahim, kemudian menuju ke saluran telur juga menentukan seberapa besar kemungkinan terjadinya pembuahan. Bila sel sperma yang masuk ke dalam tubuh wanita berada dalam kondisi sehat, cairan serviks sedang ideal untuk pembuahan, dan lingkungan vagina serta rahim juga ideal; maka sebagian besar sel sperma dapat bertahan hidup selama 6-7 hari di dalam saluran telur wanita. Di saluran telur inilah peluang terjadinya pembuahan paling tinggi. Akan tetapi, karena tidak mungkin terjadi kondisi yang sangat ideal seperti di atas, maka rata-rata sel sperma dapat bertahan hidup selama 3-4 hari di dalam saluran telur. Pembuahan mungkin terjadi selama sel sperma hidup da nada di dalam organ reproduksi wanita. Pergerakan dan morfologi sperma akan menentukan apakah sperma dapat mencapai dan membuahi sebuah sel telur. Jika sperma yang dikeluarkan tidak dapat bergerak dengan cepat atau memiliki bentuk yang tidak sempurna, maka kemungkinan sel sperma tersebut untuk mati di dalam rahim tanpa membuahi sel telur akan meningkat. Jika pembuahan berhasil terjadi sekalipun, hanya akan ada 1 sel sperma yang dapat bertahan hidup cukup lama di dalam tubuh wanita, yaitu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur matang. Sel sperma lain pada akhirnya akan mati. Ingatlah bahwa sel sperma akan terus mati di dalam organ reproduksi wanita. Oleh karena itu, bila Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki momongan, dianjurkan untuk berhubungan intim setiap 2-3 hari sekali sehingga selalu ada sel sperma hidup di dalam organ reproduksi wanita yang siap membuahi sel telur matang. Sumber: increasespermvolume
 03 Oct 2020    17:00 WIB
Cairan Mani Berwarna Cokelat, Apa Penyebabnya?
Melihat adanya darah pada cairan maninya dapat membuat seorang pria merasa takut dan cemas. Untungnya, hal ini tidak selalu berarti Anda sedang menderita gangguan kesehatan berat. Bila Anda merupakan seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun, tidak mengalami gejala apapun, dan tidak memiliki faktor resiko apapun untuk menderita suatu gangguan kesehatan tertentu; maka darah di dalam cairan mani Anda biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila Anda merupakan pria yang telah berusia lebih dari 40 tahun, adanya darah di dalam cairan mani Anda membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan segera, apalagi bila Anda juga mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Telah beberapa kali menemukan adanya darah di dalam cairan mani Anda Memiliki berbagai gejala lain saat buang air kecil atau berejakulasi Memiliki resiko untuk menderita kanker, gangguan perdarahan, atau gangguan kesehatan lain Dalam dunia kedokteran, adanya darah di dalam cairan mani disebut dengan hematospermia atau hemospermia. Apa saja penyebabnya? Adanya darah di dalam cairan mani dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini. Infeksi dan Radang Kedua hal ini merupakan penyebab tersering dari adanya darah di dalam cairan mani seorang pria. Darah dapat berasal dari infeksi atau radang dari kelenjar atau saluran manapun yang berfungsi untuk membentuk dan menyalurkan cairan mani dari dalam tubuh. Beberapa kelenjar dan saluran yang dimaksud adalah: Prostat (kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan cairan mani) Uretra (saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan air kemih dan cairan mani dari dalam penis Epididimis dan vas deferens (saluran kecil yang berfungsi sebagai tempat pematang sperma sebelum ejakulasi) Vesika semilunaris (berfungsi untuk menambahkan cairan ke dalam cairan mani) Infeksi dan radang merupakan penyebab dari 4 di antara 10 kasus hematospermia. Menderita Penyakit Menular Seksual Adanya darah di dalam cairan mani juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual seperti gonorea atau klamidia atau infeksi virus atau bakteri lain. Trauma Atau Baru Saja Menjalani Tindakan Medis Tertentu Adanya darah di dalam cairan mani merupakan hal yang normal terjadi bila Anda baru saja menjalani tindakan medis tertentu, misalnya saat Anda baru saja menjalani biopsi prostat. Selain itu, berbagai tindakan medis yang dilakukan untuk mengatasi gangguan saluran kemih juga dapat menyebabkan terjadinya trauma ringan yang dapat memicu terjadinya perdarahan sementara. Hematospermia yang terjadi akibat tindakan medis biasanya akan menghilang dalam waktu beberapa minggu paska tindakan. Selain itu, terapi radiasi, vasektomi, dan penyuntikan wasir juga dapat menyebabkan hematospermia. Trauma fisik pada organ reproduksi akibat patah tulang pinggul, cedera pada buah zakar, melakukan hubungan intim atau masturbasi yang terlalu kasar, atau berbagai cedera lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sumbatan Semua saluran kecil di dalam organ reproduksi seorang pria dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah robek dan menyebabkan keluarnya sedikit darah. Selain itu, pembesaran prostat jinak (BPH) yang menyebabkan prostat membesar dan menekan uretra juga dapat memicu terjadinya hematospermia. Tumor dan Polip Adanya tumor pada prostat juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Selain itu, kanker buah zakar, kanker kandung kembih, dan kanker pada organ reproduksi lainnya juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Oleh karena itu, pria, terutama yang telah berusia lanjut, yang juga memiliki resiko kanker harus segera melakukan pemeriksaan jika menemukan adanya darah di dalam cairan maninya. Selain tumor dan kanker, adanya polip pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Pembuluh Darah Karena seluruh organ reproduksi pria mengandung pembuluh darah, maka kerusakan pada pembuluh darah di bagian mana pun dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Gangguan Kesehatan Lain Menderita tekanan darah tinggi, HIV, gangguan jantung, leukemia, dan gangguan kesehatan lain juga dapat menyebabkan terjadinya hematospermia. Sekitar 15% kasus hematospermia tidak diketahui penyebabnya dan banyak di antaranya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pengobatan hematospermia dapat berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Dokter biasanya akan memberikan antibiotika bila penyebab hematospermia adalah infeksi. Obat anti radang bila penyebabnya adalah peradangan. Bila hematospermia disebabkan oleh tindakan medis tertentu, maka biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Pada pria yang masih muda, adanya darah di dalam cairan mani yang hanya terjadi 1 atau 2 kali tanpa gejala lain atau riwayat gangguan kesehatan lain biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jika Anda mengalami hematospermia berulang yang disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil atau berejakulasi, maka dokter Anda biasanya akan merujuk Anda ke seorang dokter spesialis bedah urologi. Jika dokter mencurigai Anda menderita kanker prostat atau kanker lainnya, maka ia mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi prostat atau jaringan untuk memastikannya. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memperoleh pengobatan sedini mungkin. Sumber: webmd
 31 Jul 2020    18:00 WIB
8 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Sperma
• Sperma Tinggal Lebih Lama Daripada Perkiraan Anda Sperma biasanya akan tetap berada di dalam tubuh hingga 48 jam setelah berhubungan seks, akan tetapi pada beberapa keadaan, sperma dapat bertahan hingga 5-7 hari di dalam tubuh, tergantung dari bagaimana keadaan cairan serviks Anda. Yang menarik adalah bahwa cairan serviks ternyata juga berfungsi untuk melindungi sperma dan membantu sperma dapat tinggal leibh lama di dalam tubuh hingga saatnya ovulasi, masa paling subur.   Sering Berhubungan Seks atau Masturbasi Tidak Akan Menurunkan Jumlah Sperma Walaupun banyak ahli yang mengatakan bahwa terlalu sering ejakulasi dapat mengurangi jumlah sperma, akan tetapi seorang ahli endokrinologi di Amerika mengatakan bahwa terlalu banyak ejakulasi tidak akan terlalu mempengaruhi jumlah sperma seseorang.   Jumlah Sperma Memang Dipengaruhi Oleh Suhu Lingkungan Ternyata jumlah sperma juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan di sekitar Anda. Jumlah sperma biasanya akan mencapai jumlah terendahnya di musim panas dan mencapai jumlah tertinggi di musim dingin. Hal ini dikarenakan udara panas dapat mengurangi jumlah sperma. Akan tetapi, bukan hanya udara yang dapat mempengaruhi jumlah sperma Anda, meletakkan laptop di atas paha dan berendam di dalam bak berisi air panas ternyata juga dapat menurunkan jumlah sperma, terutama bila suhu air mencapai 40 derajat Celcius. Berkurangnya jumlah sperma ini dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah paparan terhadap suhu yang sangat panas.   Nanas Tidak Mempengaruhi Rasa Cairan Mani Memang benar cairan mani mengandung fruktosa, suatu jenis gula, yang membuat cairan mani terasa sedikit manis, akan tetapi sampai saat ini belum ada penelitian yang memeriksa ada tidaknya hubungan antara apa yang dikonsumsi seorang pria dengan rasa cairan maninya.    Jumlah Sperma Pembawa Jenis Kelamin Perempuan dan Laki-laki Sama Di dalam sperma, terkandung suatu kromosom yang berguna untuk menentukan jenis kelamin, yaitu kromosom X dan kromosom Y dalam jumlah yang sama dan dengan kecepatan yang sama.   Alergi Terhadap Sperma Sangat Jarang Terjadi Walaupun sangat jarang, beberapa orang wanita ternyata dapat mengalami suatu reaksi alergi terhadap sperma, yang membuat vagina menjadi meradang dan merah. Bila Anda atau pasangan Anda merupakan salah satu dari wanita tersebut, maka penggunaan kondom dapat membantu mencegah terjadinya iritasi.   Sperma Butuh Waktu Lama Untuk Mencapai Tempatnya Dibutuhkan waktu sekitar dua setengah bulan bagi sperma untuk siap dan berada di tempatnya, menunggu untuk dikeluarkan. Sperma dibentuk di dalam buah zakar, kemudian akan bergerak menuju ke epididimis hingga matang. Setelah matang, sperma akan menuju ke vas deferens dan terus ke vesica seminalis, di mana sperma akan bercampur dengan cairan untuk membentuk cairan mani.   Kesehatan Seorang Pria Juga Mempengaruhi Keadaan Spermanya Seorang ahli mengatakan bahwa sperma seorang pria yang berusia kurang dari 40 tahun biasanya lebih sehat daripada sperma yang berasal dari pria yang berusia lebih dari 40 tahun. Selain itu, sperma Anda juga akan lebih sehat bila Anda tidak merokok, tidak mengkonsumsi diet tinggi lemak, dan tidak terpapar dengan berbagai racun lingkungan lainnya.       Sumber: womenshealthmag
 03 Jul 2020    11:00 WIB
Mau Lebih Subur ? Makang Kacang Saja
Jika kita ingin memiliki keturunan tentu hal yang penting adalah kesehatan sperma. Wah, mengapa kesehatan sperma bukankan masalah kehamilian melibatkan kedua belah pihak? Memang benar demikian, namun menurut Cleaveland Clinic ternyata faktor si pria yang menjadi penyebab utama atau setidaknya berkontribusi setengahnya dari lima juta pasangan di Amerika yang menghadapi masalah kesuburan ketika mencoba untuk hamil. Nah guys, tentu kita tidak asing dengan kacang. Makanan yang menjadi camilan atau kudapan ketika sedang bekerja atau lagi nonton bukan. Baru-baru ini sebuah penelitian yang berjudul "Pengaruh konsumsi kacang pada kualitas dan fungsionalitas air mani pada pria sehat" dipresentasikan pada pertemuan ESHRE 2018, yaitu European Society of Human Reproduction and Embryology yang diselenggarakan di Barcelona. Penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Spanyol ini ternyata menemukan bahwa dengan mengkonsumsi 60 gram berbagai kacang setiap hari selama 14 minggu dapat meningkatkan kualitas sperma pria secara signifikan. Penelitian ini dilakukan terhadap 119 pria dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menambahkan 60 gram kacang-kacangan ke dalam makanan mereka seperti almond, hazelnut, dan walnut sedangkan kelompok kedua tidak makan kacang apa pun. Setelah penelitian selama hampir 14 minggu ditemukan bahwa mereka yang makan kacang jumlah spermanya meningkat 16 persen lebih banyak daripada yang tidak makan. Selain itu, vitalitas, gerakan dan bentuk sperma juga mengalami peningkatan. Berbagai macam kacang memiliki kandungan seperti protein, kalsium, antioksidan semacam vitamin C dan E, omega 3, folat, dll. Mereka juga dianggap sebagai sumber serat dan lemak sehat yang baik (baik tak jenuh tunggal maupun tak jenuh ganda). Sebagimana penelitian ini dilakukan terhadap pria sehat, maka kalau sobat sehat ingin memiliki keturunan harus juga memiliki kehidupan sehat. Karena selain makanan, faktor lain juga bisa mempengaruhi infertilitas atau ketidak suburan seseorang seperti merokok, paparan radiasi, stres, berat badan dan banyak lagi. Hasil penelitian ini tentu masih diperlukan penelitian lanjutan. Sebab itu sobat sehat jika masih susah memiliki keturunan ada baiknya bisa datang ke dokter yang bersangkutan supaya bisa mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap. Salam sehat..   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicaldaily.com
 14 Mar 2020    18:00 WIB
8 Fakta Mengejutkan Mengenai Kesuburan Seorang Pria
1.      Penyakit Menular Seksual Merupakan Penyebab Tersering dari Gangguan Kesuburan Pria Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonorea merupakan salah satu penyebab tersering dari terjadinya gangguan kesuburan pada pria yang sebenarnya dapat dihindari. Bila terlambat diobati, maka infeksi dapat menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada vas deferens.   2.      Aluminum Berbahaya Bagi Sperma Sebuah penelitian baru menemukan bahwa cairan mani yang memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit mengandung lebih banyak aluminium.   3.      Suhu Panas Buruk Bagi Sperma Suhu panas merupakan musuh utama bagi sperma. Berendam di bak berisi air panas atau sauna dapat menurunkan jumlah sperma selama 1-4 bulan setelah paparan. Selain itu, memangku laptop juga dapat membahayakan bagi kesehatan sperma Anda karena panas yang keluar dari laptop. Oleh karena itu, hindarilah kontak langsung antara laptop dan buah zakar Anda (jangan pangku laptop Anda!).   4.      Penuaan Juga Mempengaruhi Kesuburan Pria Berbeda dengan wanita, pria memiliki waktu yang lebih lama untuk masalah kesuburan, akan tetapi bukan berarti kesuburan seorang pria tidak akan pernah berkurang. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, maka kesuburannya pun akan semakin menurun, walaupun jauh lebih lambat daripada wanita.   5.      Menjadi Seorang Vegetarian Buruk Bagi Kesehatan Sperma Walaupun menjadi seorang vegetarian atau vegan baik bagi kesehatan Anda pada beberapa aspek tertentu, akan tetapi sebuah penelitian baru di Amerika menemukan bahwa pria yang tidak mengkonsumsi daging memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria yang mengkonsumsi daging. Penurunan jumlah sperma ini juga cukup signifikan. Selain itu, para peneliti juga menemukan hanya sekitar sepertiga jumlah sperma dari seorang pria vegetarian yang aktif. Hal ini tentu saja berbeda jauh dengan jumlah sperma aktif yang ditemukan pada pria yang mengkonsumsi daging, yaitu sekitar 60%.   6.      Ganja Dapat Membahayakan Kesehatan Sperma Seperti halnya rokok biasa, merokok ganja juga berbahaya bagi kesehatan sperma Anda. Kandungan THC di dalam ganja dapat masuk ke dalam sel lemak tubuh dan menyebabkan terjadinya gangguan hormonal dan membuat sperma berbentu abnormal.   7.      Obat Anti Depresi Dapat Merusak DNA Sperma Sebuah penelitian menemukan bahwa obat anti depresi golongan SSRI dapat menyebabkan kerusakan DNA di dalam sperma. Hal ini bukan berarti seorang pria yang mengkonsumsi obat golongan SSRI tidak dapat membuat seorang wanita hamil, tetapi mereka beresiko tinggi memiliki anak yang menderita kelainan genetika. Setelah berhenti mengkonsumsi obat golongan SSRI, jumlah sperma seorang pria pun akan kembali normal.   8.      Obesitas Sangat Mempengaruhi Kesuburan Seorang Pria Semakin sehat keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan, maka semakin sehatlah keadaan sperma Anda. Jika seorang pria memiliki indeks massa tubuh lebih dari 35, maka akan terjadi penurunan kesuburan dan jumlah sperma yang cukup signifikan. Kabar baiknya adalah berolahraga secara teratur dan berdiet dapat membantu mengembalikan kesuburan pria dengan berat badan berlebih.   Sumber: womenshealthmag
 29 Dec 2019    18:00 WIB
10 Hal yang Dapat Membunuh Sperma Anda!
Sedang berusaha untuk memiliki momongan? Tahukah Anda bahwa terdapat banyak hal yang dapat mengganggu usaha Anda tersebut? Beberapa hal yang dapat mengganggu tersebut adalah alergi terhadap sperma, kualitas sel telur yang buruk, dan sperma yang tidak efektif. Rata-rata 1 di antara 10 orang pasangan yang sulit memiliki momongan, sekitar 30% di antaranya terjadi karena adanya gangguan kesuburan pada pihak pria. Walaupun seorang pria dapat menghasilkan berjuta-juta sperma setiap harinya, sedangkan seorang wanita hanya dapat menghasilkan 300-400 sel telur selama hidupnya; berbagai faktor eksternal seperti suhu dapat mengganggu kesehatan sperma yang dihasilkan oleh seorang pria. Dan karena sebuah sel sperma membutuhkan waktu sekitar 75 hari untuk matang, maka gangguan terhadap sperma ini tentu saja akan mempengaruhi kesuburan seorang pria. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 hal tak terduga yang ternyata dapat mempengaruhi kesehatan sperma seorang pria. Baca juga: Menopause Pada Pria  1.      Suhu Tubuh Terlalu TinggiTestis atau buah zakar seorang pria tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya kecuali bila mereka bersuhu lebih rendah (lebih dingin) daripada bagian tubuh lainnya. Bila suhu buah zakar meningkat hingga mencapai 37 derajat Celcius, maka produksi sperma pun akan berhenti. Gangguan produksi sperma ini akan dapat mempengaruhi keadaan sperma Anda hingga berbulan-bulan setelahnya. Jika buah zakar tetap sering terpapar oleh suhu panas, maka hal ini akan membuat jumlah sperma menurun, perubahan bentuk sperma, dan mengganggu kemampuan sperma untuk bergerak. 2.      Sering Berendam di Dalam Air Hangat atau PanasBerdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, berendam selama 30 menit di dalam Jacuzzi atau bak mandi yang berisi air panas dapat menyebabkan penurunan produksi sperma untuk sementara waktu.Walaupun hanya berlangsung sementara, penurunan produksi sperma ini akan menyebabkan gangguan pada jumlah sperma seorang pria secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan sperma membutuhkan waktu yang cukup lama untuk matang, sehingga dibutuhkan waktu setidaknya 3 bulan atau 6-9 bulan hingga jumlah sperma kembali normal. 3.      DemamMenderita demam tinggi dapat menimbulkan efek yang sama dengan berendam air panas pada sperma seorang pria. Menurut sebuah penelitian di tahun 2003, tergantung pada kapan demam ini terjadi selama proses pembentukan sperma, konsentrasi sperma dapat menurun hingga 35%. 4.      LaptopBerdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di State University of New York di Stony Brook, para peneliti menemukan adanya hubungan langsung antara penggunaan laptop pada posisi tertentu dan peningkatan suhu kantong zakar, yaitu hingga 1.7 derajat Celcius. Peningkatan suhu kantong zakar ini telah terbukti memiliki efek buruk bagi spermatogenesis (proses pembentukan sperma) seorang pria. Jadi, bila Anda sedang berusaha untuk memiliki momongan bersama pasangan Anda saat ini, pastikan Anda hanya meletakkan laptop Anda di atas meja. 5.      Pakaian Dalam Terlalu KetatWalaupun penggunaan boxer dan celana dalam biasanya tidak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap jumlah sperma seorang pria, akan tetapi para ahli tetap mengakui bahwa penggunaan boxer memang akan lebih baik dibandingkan celana dalam bila sang pria memang telah memiliki jumlah sperma yang sedikit. Akan tetapi, jenis pakaian dalam apa yang Anda gunakan biasanya tidak akan atau hanya sedikit berpengaruh bila jumlah sperma Anda normal. Sementara itu, penggunaan celana pendek untuk bersepeda untuk waktu lama merupakan ide yang buruk. Hal ini dikarenakan semakin ketat celana yang digunakan oleh seorang pria, maka semakin buruk pengaruhnya terhadap produksi spermanya. 6.      Varises VenaSekitar 15% orang pria mengalami varicocele, yaitu pelebaran pembuluh darah vena pada kantong zakar, yang biasanya terjadi pada sisi kiri buah zakar. Jika keadaan ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah sperma pria tersebut, maka dokter pun akan menganjurkan agar pria ini melakukan tindakan pembedahan atau embolisasi perkutaneus (non bedah) untuk memperbaiki varicocele. Walaupun tidak diketahui pasti, para ahli menduga varicocele dapat mengganggu proses produksi sperma dengan mengganggu aliran darah, membuat kantong zakar menjadi terlalu panas, atau membuat darah "menumpuk" di dalam pembuluh darah vena yang mensuplai buah zakar. Hingga saat ini para ahli hanya memiliki sedikit bukti bahwa kesuburan seorang pria akan membaik setelah tindakan embolisasi varicocele, akan tetapi beberapa orang dokter meyakini bahwa tindakan pembedahan dapat membantu meningkatkan kualitas sperma. 7.      Telepon GenggamSebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa para pria yang paling sering menggunakan telepon genggam (lebih dari 4 jam setiap harinya) memiliki jumlah sperma yang lebih rendah, jumlah sperma bergerak yang lebih rendah, dan jumlah sperma normal yang lebih rendah. Oleh karena itu, para ahli menganjurkan agar seorang pria meletakkan telepon genggamnya di dalam tas atau ranselnya daripada di dalam kantong celananya untuk membatasi paparan radiasi. Akan tetapi, karena penelitian ini hanya mengamati sedikit peserta penelitian, maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan benar tidaknya pernyataan di atas. 8.      ObesitasObesitas telah banyak dihubungkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual, dan kemandulan. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009, dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan normal atau berlebih, pria yang mengalami obesitas mengalami penurunan fungsi buah zakar dan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Menurut sebuah penelitian di tahun 2009, walaupun obesitas memang dapat menurunkan jumlah sperma, akan tetapi hanya pada kasus obesitas beratlah kesuburan seorang pria dapat terpengaruh. 9.      Gaya Hidup Tidak SehatMerokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan menghisap ganja dapat mengganggu fungsi seksual seorang pria. Oleh karena itu, pastikan Anda membatasi atau sama sekali menghindari konsumsi ketiganya bila sedang berusaha untuk memiliki anak. Penyalahgunaan minuman beralkohol dapat berdampak buruk pada kualitas air mani dan produksi sperma seorang pria. Sementara itu, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, merokok tembakau juga dapat mempengaruhi jumlah sperma yang dapat bergerak. Selain dapat memperlambat pergerakkan sperma, berbagai penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa merokok dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan resiko terjadinya disfungsi ereksi.Menghisap ganja pun dapat berdampak buruk pada kesehatan sperma dan kesuburan seorang pria. Menghisap ganja telah terbukti dapat menurunkan jumlah sperma, fungsi sperma, dan kesuburan seorang pria secara keseluruhan. 10.  Faktor LainnyaMenurut seorang ahli, beberapa gangguan fisiologis juga dapat berpengaruh buruk terhadap sperma Anda. Beberapa gangguan fisiologis yang dimaksud di sini adalah sumbatan pada organ reproduksi pria, kelainan genetika, dan berbagai hal lainnya. Sumbatan para organ reproduksi pria yang membuat sperma tidak dapat masuk ke dalam cairan mani tentu saja akan mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya sumbatan pada organ reproduksi pria adalah kelainan bawaan, infeksi, trauma, atau vasektomi. Kelainan pada kromosom dapat menyebabkan produksi sperma sama sekali terhenti sehingga tidak ada sperma yang dihasilkan. Salah satu contoh kelainan genetik yang dimaksud adalah fibrosis kistik yang menyebabkan vas deferens tidak terbentuk. Berbagai hal lainnya yang juga dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria adalah adanya antibodi terhadap sperma, gangguan keseimbangan hormonal, kanker buah zakar (kanker testis), buah zakar yang tidak turun, dan berbagai gangguan seksual lainnya yang dapat mempengaruhi sperma. Sumber: health
 28 Oct 2019    18:00 WIB
5 Tanda Bahwa Anda Mungkin Memiliki Sperma yang Sehat!
1. Memiliki Berat Badan yang Sehat Para peneliti dari Belanda menemukan bahwa pria yang memiliki lingkar perut sebesar 100 cm atau lebih memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah dan memiliki jumlah sperma sehat (normal) yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria yang memiliki ukuran lingkar perut yang lebih kecil. Para peneliti tidak mengetahui secara pasti mengapa ukuran lingkar perut mempengaruhi kesehatan sperma, akan tetapi mereka menduga kelebihan berat badan, terutama di daerah perut, dapat mengganggu pengeluaran hormon seks, yang tentu saja akan mengganggu proses produksi dan perkembangan sperma.  2.      Menyukai Ikan Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang paling banyak mengkonsumsi daging olahan memiliki jumlah sperma normal yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang jarang mengkonsumsi daging olahan. Sebaliknya, ikan justru memiliki manfaat positif bagi kesehatan sperma Anda. Para peneliti menemukan bahwa pria yang sering mengkonsumsi ikan, terutama ikan salmon dan tuna, memiliki konsentrasi sperma yang lebih banyak (65% lebih banyak) dibandingkan dengan pria yang jarang mengkonsumsi ikan. Hal ini dikarenakan kandungan omega 3 di dalam ikan tersebut turut berperan dalam proses produksi sperma.  3.      Menggunakan Boxer Sebuah penelitian di Inggris yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa pria yang menggunakan boxer memiliki jumlah sperma sehat yang lebih banyak dibandingkan dengan pria yang menggunakan celana dalam ketat. Menggunakan celana dalam yang longgar dapat menurunkan suhu kantong zakar Anda dibandingkan dengan celana dalam yang ketat, yang dapat memperbaiki kualitas sperma Anda.  4.      Berolahraga Secara Teratur Para peneliti di Amerika menemukan bahwa pria yang berolahraga secara teratur selama 15 jam atau lebih setiap minggunya memiliki konsentrasi sperma yang lebih tinggi (73% lebih tinggi) dibandingkan dengan pria yang tidak berolahraga sama sekali. Selain itu, para peneliti menemukan bahwa pria yang menonton televisi lebih dari 20 jam setiap minggunya memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah (44% lebih rendah) dibandingkan dengan pria yang jarang menonton televisi.  5.      Jarang Menggunakan Tempat Makan Bisphenol A (BPA) yang banyak ditemukan pada berbagai jenis tempat makan berbahan plastik dapat mengganggu kesehatan sperma Anda. Zat ini dapat berpindah dari plastik ke makanan Anda saat makanan Anda dipanaskan. Para peneliti dari Denmark menemukan bahwa pria yang memiliki kadar bisphenol A tertinggi di dalam air kemihnya memiliki jumlah sperma bergerak yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria lainnya yang memiliki kadar BPA yang rendah. Walaupun tidak mengetahui secara pasti, para peneliti menduga BPA mungkin dapat mempengaruhi aktivitas estrogen dan androgen di dalam buah zakar seorang pria, yang mengganggu perkembangan sperma normal.     Sumber: menshealth
 25 Jul 2019    11:00 WIB
Ganja Dapat Sebabkan Kerusakan Sperma
Menurut penelitian yang baru dilakukan penggunaan ganja atau mariyuana dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk sperma dari pria, bahkan kemungkinan dapat menyebabkan gangguan fertilitas. Dari data yang dikumpulkan oleh para peneliti di  the University of Sheffield di Inggris menunjukkan bahwa pengguna ganja disarankan untuk mulai menghentikan penggunaan dari ganja jika ingin merencanakan atau memulai berkeluarga dan memiliki anak. Menurut hasil penelitian, penggunaan ganja dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk dari sperma. Gangguan pada bentuk dan ukuran sperma ini dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Banyak pria yang sangat khawatir dengan kondisi ini dan bahkan mencari tahu apa yang menyebabkan kondisi tersebut, sampai bersedia merubah pola hidup yang mungkin dapat menyebabkan kondisi tersebut. Penelitian ini melibatkan hampir 2.000 pria yang mengunjungi salah satu dari ke14 klinik kesuburan dan mereka menjawab berbagai pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan gaya hidup selama ini. Dari antara peserta, sebanyak 310 pria memiliki sperma yang dianggap "abnormal". Dan sebanyak 1.652 pria lain memiliki bentuk sperma yang dianggap "normal". Kemudian pada peneliti mencari tahu bagaimana gaya hidup dapat mempengaruhi ukuran dan bentuk dari sperma dan menemukan beberapa faktor resiko yang mudah dikenali. Walaupun rokok dan juga alkohol mempunyai pengaruh kecil, para peneliti mencatat kedua faktor ini ternyata tidak mempengaruhi bentu sperma pada pria mudah berusia sekitar 30 tahun. Tetapi merokok ganja selama tiga bulan ternyata mempunyai peranan penting dalam merusak kondisi dari sperma. Para peneliti juga mencatat jika ukuran dan bentuk dari sperma pria juga dapat terkait dengan faktor lain yang tidak diukur, misalnya saja faktor DNA. Penelitian sebelumnya yang dilakukan membuktikan bahwa sperma memerlukan ukuran dan bentuk yang baik supaya dapat membuahi sel telur.   Sumber: webmd
 21 Jul 2019    18:00 WIB
Dampak Rokok dan Alkohol Pada Sperma Anda
Semua orang tentunya sudah mengetahui dampak buruk konsumsi alkohol berlebihan dan merokok pada kesehatan manusia secara keseluruhan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa keduanya ternyata juga berdampak buruk pada kesuburan seorang pria? Mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok secara berlebihan dapat berdampak buruk pada produksi cairan mani, produksi sperma, dan kualitas sperma. Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana alkohol dan merokok dapat mempengaruhi produksi sperma dan menurunkan kesuburan Anda.   Dampak Rokok Pada Produksi Cairan Mani dan Sperma Tembakau diyakini dapat mengubah kadar hormon di dalam tubuh pria, yang dapat mempengaruhi produksi sperma dan cairan mani di dalam organ reproduksi pria. Merokok juga cenderung menyebabkan cairan mani yang dikeluarkan sangat beracun sehingga dapat membunuh sperma dan menghambat terjadinya pembuahan. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman, para ahli mencoba menemukan apa sebenarnya dampak merokok pada protein spesifik yang disebut dengan protamine di dalam sel-sel sperma. Protamine yang dikenal dengan nama P1 dan P2 diduga memiliki peranan penting dalam terjadinya pembuahan, baik secara alami (melalui hubungan intim) maupun pada IVF (bayi tabung) dan inseminasi. Kekurangan protein ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran. Pada penelitian ini, para ahli menemukan bahwa kadar protein P2 lebih rendah 14% pada sperma pria yang merokok dibandingkan dengan sperma pria yang tidak merokok. Hal ini berarti merokok dapat menyebabkan terjadinya kemandulan pada pria. Selain itu, DNA sperma juga dapat mengalami kerusakan akibat dampak radikal bebas yang terdapat di dalam rokok. Karena merusak DNA sperma, maka hal ini berarti merokok juga dapat mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan dan akan meningkatkan resiko terjadinya kanker. Dengan kata lain, merokok dapat berdampak buruk pada kualitas dan kuantitas sperma di dalam organ reproduksi pria. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda berhenti merokok.   Baca juga: Mengapa Cairan Mani Rasanya Agak Aneh???   Dampak Alkohol Pada Produksi Cairan Mani dan Sperma Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Hal ini dikarenakan alkohol dapat masuk ke dalam buah zakar melalui aliran darah dan merusak bentuk sel-sel sperma. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya sperma yang memiliki bentuk tidak sempurna dan mengganggu pergerakan sperma. Selain itu, cairan mani pria juga dapat mengandung alkohol dan sampai pada sel telur. Hal ini dapat merusak embrio yang sudah terbentuk dan dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan dan keguguran. Pada penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan, alkohol dapat menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron dan mengganggu fungsi hormon. Selain itu, alkohol juga dapat menurunkan produksi cairan mani pada tikus percobaan. Alkohol juga dapat mengubah komposisi cairan mani, yang akan membahayakan sperma yang terdapat di dalamnya, misalnya akan membunuh sperma atau mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu fungsi normal hati, yang akan meningkatkan kadar hormon estrogen, yang tentu saja kan menyebabkan gangguan pada proses produksi sperma. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menurunkan jumlah sperma untuk sementara waktu. Bila Anda berhenti mengkonsumsi alkohol, maka jumlah sperma akan kembali normal. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa proses pematangan sperma membutuhkan waktu 3 bulan. Jadi, bila Anda ingin melakukan pemeriksaan analisa sperma, tunggulah selama setidaknya 4 bulan. Jika Anda benar-benar tidak dapat berhenti mengkonsumsi alkohol, maka batasilah konsumsi alkohol Anda menjadi hanya 1-2 gelas sehari. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada produksi sperma. Hal ini berarti walaupun Anda sudah berhenti minum alkohol, jumlah sperma Anda tetap tidak akan meningkat lagi. Kesimpulannya adalah jika Anda benar-benar ingin memiliki anak, berhentilah merokok dan batasi konsumsi alkohol Anda. Keduanya tidak hanya dapat mempengaruhi jumlah sperma dan menurunkan produksi sperma, tetapi juga dapat berdampak buruk pada kualitas dan kesehatan sperma serta cairan mani. Hal ini akan membuat pembuahan sulit terjadi dan meningkatkan resiko terjadinya kelainan bawaan atau keguguran. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: increasespermvolume
 01 Jul 2019    18:00 WIB
6 Hal yang Dilakukan Oleh Pria yang Dapat Mengganggu Kesuburannya
Sebagian besar orang beranggapan bila sepasang suami istri belum juga memiliki momongan setelah lama menikah, maka kesalahan pasti ada di pihak istri. Akan tetapi, sekarang ini para ahli telah menemukan sebuah terobosan baru yang dapat menyingkirkan pandangan negatif dan tidak adil tersebut. Menurut seorang ahli, sekitar 50% kasus gangguan kesuburan terjadi akibat adanya gangguan pada alat reproduksi pria dan gaya hidup pria tersebut. Sebuah penelitian baru yang dilakukan pada hewan menemukan adanya suatu hubungan antara gangguan produksi sperma dan bisphenol A (BPA), sejenis bahan kimia yang banyak ditemukan pada botol plastik dan makanan kalengan. Hal ini dikarenakan BPA dapat mengganggu kerja endokrin dan menurunkan kualitas dan jumlah sperma karena BPA menyerupai hormon estrogen, yang pada akhirnya dapat mengganggu kadar hormon seks pria (testosteron). Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kesuburan seorang pria selain daripada BPA.   1.      Membawa Telepon Genggam Pada Kantong Celana Depan Berdasarkan pada hasil dari 10 buah penelitian, para ahli menemukan adanya penurunan jumlah sperma hidup (sekitar 9%) pada setiap contoh cairan mani akibat radiasi telepon genggam yang diletakkan berdekatan dengan buah zakar.   2.      Sering Stress Stress dapat menyebabkan gangguan pada setiap fungsi tubuh, termasuk proses produksi sperma. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang sering merasa cemas atau stress cenderung memiliki sperma dengan bentuk abnormal dan sperma yang tidak dapat bergerak dengan baik   3.      Merokok Selain dapat mengganggu kesehatan jantung dan paru-paru, merokok juga memiliki dampak negatif pada kualitas sperma. Oleh karena itu, semakin cepat Anda berhenti merokok, maka tubuh Anda pun dapat semakin cepat membentuk sperma yang sehat.   4.      Memiliki Berat Badan Berlebih Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas dapat menurunkan produksi sperma. Hal ini dikarenakan sel lemak memproduksi hormon estrogen. Selain itu, pria yang memiliki berat badan berlebih juga lebih sering mengalami disfungsi ereksi.   5.      Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Ruangan Panas Tahukah Anda bahwa terlalu lama duduk di sauna atau terlalu lama berendam di dalam bak yang berisi air panas dapat mengganggu proses produksi sperma Anda? Akan tetapi, efek ini hanya akan terjadi bila Anda terpapar panas setiap harinya misalnya karena pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk duduk di atas benda panas. Mengapa panas berbahaya bagi kesehatan sperma? Hal ini dikarenakan buah zakar (penghasil sperma) tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik pada lingkungan panas. Buah zakar memerlukan suhu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.   6.      Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Secara Berlebihan Para pria yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan cenderung memiliki keadaan kesehatan yang lebih buruk dibandingkan dengan pria lainnya. Selain mengganggu keadaan kesehatan seorang pria secara keseluruhan, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa seorang pria yang mengkonsumsi 5 gelas minuman beralkohol setiap minggunya sudah dapat mengalami gangguan pada kualitas spermanya.   Sumber: womenshealthmag