Your browser does not support JavaScript!
 06 Mar 2016    12:00 WIB
Apakah Skizofrenia Sama Artinya Dengan Sakit Jiwa?
Apakah skizofrenia itu?Skozofrenia adalah penyakit yang bersifat kronis dimana otak tidak mampu bekerja dengan baik. Skizofrenia menyerang hampir 1% dari penduduk Amerika. Skizofrenia menyebabkan orang yang menderitanya merasa mendengarkan suara, melihat hal-hal imajinatif atau percaya jika orang lain dapat mengontrol pikirannya. Sensasi ini dapat menjadi sangat menakutkan dan bahkan bisa menimbulkan perilaku yang berbahaya. Sampai saat ini skizofrenia belum ditemukan obatnya, tetapi biasanya dilakukan terapi untuk mengontrol munculnya gejala-gejala yang berbahaya. Gejala dari skozofreniaGejala skizofenia mencakup:•  Halusinasi: melihat atau mendengar hal-hal yang imajinatif•  Delusional: kepercayaan yang salah•  Paranoia: ketakutan akan ada sesuatu yang menghancurkan Anda Beberapa gejala seperti seperti kurangnya kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari dan penarikan diri dari kegiatan sosial, mungkin gejala yang timbul hampir menyerupai depresi. Bagaimana skizofrenia mempengaruhi pikiran?Orang dengan skozofrenia sering mempunyai jalan pikiran yang abnormal. Penderita skizofrenia mungkin memiliki kesulitan untuk mengatur pikiran mereka atau membuat hubungan yang logis mengenai suatu kejadian.  Mereka merasa pikiran-pikirannya saling berlomba dari satu pemikiran ke pemikiran yang lain, tetapi tidak saling berhubungan. Terkadang mereka merasa pikiran mereka diblok. Mereka merasa pemikiran mereka diambil keluar dari kepala mereka. tetapi skizofrenia bukanlah gangguan kepribadian (multiple personality disorder). Bagaimana skizofrenia mempengaruhi perilaku?Skizofrenia menyebabkan perubahan perilaku. Penderita skozofrenia dapat berbicara mengenai hal-hal yang inkoheren atau menggunakan bahasa-bahasa baru. Mereka bisa memunculkan perilaku gelisah atau bahkan memunculkan muka datar dan dingin. Kebanyakan dari penderita skizofrenia tidak dapat menjaga kebersihan tubuh dengan baik atau menjaga rumah tetap bersih. Skizofrenia dapat menyebabkan penderitanya berperilaku berulang-ulang  seperti mondar-mandir. Berbeda dengan pandangan  umum, kemungkinan penderita skizofrenia berperilaku kriminal sangatlah kecil. Siapa saja yang bisa mengidap skizofrenia?Skizofrenia dapat menyerang pria maupun wanita dengan tingkat resikoyang sama dan bisa menyerang semua etnis di seluruh dunia. Gejala biasanya muncul pada usia 16-30 tahun. Gejala biasanya lebih cepat muncul pada pria dibandingkan wanita. Skizofrenia sangat jarang terjadi pada usia anak-anak atau setelah 45 tahun keatas. Jika Anda mempunyai keluarga yang mengidap skizofenia maka Anda memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit ini. Apa yang menyebabkan terjadinya skizofrenia?Penyebab pasti dari skizofrenia memang belum diketahui, tetapu para peneliti menduga faktor lingkungan memainkan peranan penting terjadinya penyakit ini. Didalam otak tingkat keseimbangan kimia dopamin dan glutamat sangat tidak seimbang dan struktur otak dari penderita skizofrenia juga bisa abnormal. Bagaimana mendiagnosa skizofrenia?Tidak ada tes lab yang bisa mendiagnosa munculnya skizofenia. Jadi diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat dan gejala. Obat-obatan untuk skizofernia?Ada banyak obat yang diresepkan untuk mengurangi gejala skizofrenia seperti pemikiran abnormal, halusinasi dan delusi. Pemikiran dari penderita skizofrenia diatur oleh zat kimia tertentu yang ada di otak yang mempengaruhi pemikiran, persepsi dan tingkah laku mereka. beberapa orang akan merasakan efek samping dari obat skozofrenia yang dikonsumsi seperti tangan gemetar tanpa disadari (tremor) dan peningkatan berat badan. Obat-obatan skizofrenia juga bisa berinteraksi dengan obat dan suplemen lain. Pada kebanyakan kasus skizofrenia diperlukan pengobatan jangka panjang untuk meredam munculnya gejala dari skizofrenia.Sumber: webmd.com