Your browser does not support JavaScript!
 17 Apr 2019    16:00 WIB
Kiat Jitu Melawan Disentri
Guys kalian pasti tahu Penyanyi lagu rakyat bernama lengkap Imam Soekarno yang akrab disapa dengan panggilan Leo Kristi, telah meninggal karena penyakit disentri. wah ternyata penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Lalu dari mana sebenarnya penyakit ini berasal dan kenapa manusia bisa tertular? Disentri, merupakan penyakit menular yang ditandai dengan peradangan usus, sakit perut, dan diare dengan tinja yang sering mengandung darah dan lendir. Disentri merupakan penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak kecil, terutama mereka yang tinggal di negara-negara kurang berkembang. Ada dua jenis utama: disentri basiler dan disentri amuba, yang masing-masing disebabkan oleh bakteri dan amuba. Gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis. Gejala ringan meliputi: sedikit sakit perut kram diare Ini biasanya muncul dari 1 hingga 3 hari setelah infeksi, dan pasien pulih dalam waktu seminggu. Gejala disentri basiler. Gejala cenderung muncul dalam 1 hingga 3 hari infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir di tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal. Yang lebih jarang, mungkin: darah atau lendir di tinja, sakit perut yang hebat, demam, mual, muntah. Seringkali, gejalanya sangat ringan sehingga kunjungan dokter tidak diperlukan, dan masalahnya teratasi dalam beberapa hari. Gejala disentri amuba. Seseorang dengan disentri amuba mungkin memiliki: sakit perut demam dan kedinginan mual dan muntah diare berair, yang bisa mengandung darah, lendir, atau nanah mengeluarkan tinja yang menyakitkan kelelahan sembelit yang terputus-putus Jika terowongan amoeba menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lain. Bisul bisa berkembang. Ini mungkin menyebabkan darah dalam tinja. Gejala dapat bertahan selama beberapa minggu. Amuba dapat terus hidup dalam inang manusia setelah gejalanya hilang. Kemudian, gejala dapat muncul kembali ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lebih lemah. Pengobatan mengurangi risiko amuba bertahan. Disentri ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran pembawa manusia dari organisme infektif. Penularannya sering oleh orang yang terinfeksi yang menangani makanan dengan tangan yang tidak dicuci. Penyebaran disentri amuba sering dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pembawa penyakit tetapi yang pada saat itu tidak menunjukkan gejala. Disentri umumnya ditemukan ketika orang-orang berkerumun bersama dan hanya memiliki akses ke fasilitas sanitasi primitif. Penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan: Merebus air minum dan membuang kotoran manusia secara memadai untuk menghindari kontaminasi makanan. Sering-sering mencuci tangan kita dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Baca lebih lanjut tentang cara mencuci tangan. Jauhi pekerjaan atau sekolah sampai kita benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam (Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala kita berhenti). Bantu anak-anak kecil untuk mencuci tangan dengan benar. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jangan berenang sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Cuci semua pakaian kotor, selimut, dan handuk dengan bersih dan jemur (keringkan) di hadapan matahari. Bersihkan dudukan toilet dan pegangan siram, keran dan bak cuci dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti oleh desinfektan rumah tangga. Hindari kontak seksual sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jika kita mengalami gejala di atas segera hubungi dokter, jangan tunggu parah. Salam sehat!!!   Sumber : www.nhs.uk, www.britannica.com, medbroadcast.com, www.medicalnewstoday.com, kompas.id
 07 Dec 2018    08:00 WIB
Jenis Suplemen Untuk Kesehatan Pencernaan
Masalah pencernaan, hm… kita semua pasti pernah mengalaminya bukan! Mungkin kita sudah beberapa kali mencoba obat pencernaan, namun tidak ada yang cocok. Bukannya sembuh malah semakin parah. Dan ketika kita sudah sehat, pastinya kita tidak mau dong, pencernaan kita terganggu lagi. Lalu, baiknya apa yang harus kita lakukan? Nah, Sobat Sehat Dokter.Id, hari ini kita akan membahas tentang suplemen apa yang cocok, bagi kesehatan pencernaan kita. Jangan lupa sediakan buku catatan kecil kita, agar mudah diingat yah! 1. Probiotik. Probiotik (disebut juga Bakteri Ramah), adalah mikroorganisme hidup yang ditujukan untuk memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh kita, terutama di usus kita. Cara kerjanya adalah dengan memperbaiki dan memulihkan mikrobiota gastrointestinal kita (yaitu, komunitas mikroorganisme kompleks yang hidup di saluran pencernaan manusia). Probiotik mengandung organisme hidup - terutama bakteri dan satu jenis ragi. Beberapa jenis probiotik dapat memberikan bantuan ketika kita diare dan juga dapat meredakan gejala sindrom iritasi usus (IBS). Sebuah laporan Oktober 2001 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang, "bila diberikan dalam jumlah yang cukup, memberi manfaat kesehatan pada tuan rumah (inangnya)".   2. DGL (Licorice): Gula-gula yang berwarna hitam. Licorice telah lama digunakan untuk mengobati gejala gangguan pencernaan seperti mulas, sakit maag, kolik, peradangan berkelanjutan pada lapisan lambung (gastritis kronis). Beberapa orang juga menggunakan licorice untuk sakit tenggorokan, bronkitis, batuk, dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Namun, tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena licorice juga dapat memiliki efek samping, seperti tekanan darah tinggi pada beberapa orang.   3. Peppermint Oil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak peppermint dapat mengurangi rasa sakit dan kembung yang disebabkan karena IBS (Irritable bowel syndrome) yaitu penyakit pencernaan yang mempengaruhi kerja usus besar.   4. Chamomile Tea. Chamomile adalah ramuan yang berasal dari bunga daisy, yaitu jenis tanaman Asteraceae. Chamomile telah dikonsumsi selama berabad-abad sebagai obat alami untuk beberapa kondisi kesehatan. Tidak hanya bisa membantu kualitas tidur kita menjadi lebih baik, Chamomile Tea juga dapat mengobati masalah pencernaan seperti sakit perut, kolik, dan mual, serta kecemasan dan insomnia.   5. Jahe. Tidak hanya untuk kehangatan dan kenyamanan perut kita. Orang asia sering menggunakan jahe sebagai obat untuk mengobati sakit perut. Sedangkan di Barat, jahe digunakan untuk meredakan mual dan muntah selama kehamilan. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk bubuk, kapsul atau tablet, maupun dalam bentuk aslinya, dengan cara dibersihkan terlebih dahulu, potong-potong lalu rebus.   6. L-Glutamine. Glutamin ditemukan secara alami di tubuh kita, tugasnya mendukung usus dan organ lainnya. Beberapa ahli percaya bahwa suplemen L-glutamine dapat membantu meringankan diare yang disebabkan oleh operasi, infeksi, atau stres. Ini juga dapat membantu kita menyerap nutrisi dengan lebih baik. Khususnya bagi kita yang mempunyai banyak bakteri yang tidak ramah di dalam saluran pencernaan kita, atau yang sedang mengkonsumsi obat kanker, dan kita yang pernah menjalani operasi usus buntu.   7. Psyllium. Psyllium adalah sebuah bentuk fiber yang terbuat dari kulit biji Plantago ovata (disebut juga ispaghula). Psyllium tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pancreas. Psyllium juga digunakan sebagai bahan pencahar. Karena kandungan seratnya yang tinggi, ia mampu menyerap air di usus. Ia mampu mengikat kolesterol di usus karena ia melewati saluran gastro usus.   8. Artichoke. Ekstrak daun artichoke dapat meredakan gejala gangguan pencernaan. Ketika digunakan setiap hari, Artichoke dapat mengurangi rasa mual, muntah, dan gastro. Serta dapat membantu mengobati IBS, mengurangi kram perut dan sakit perut yang kita alami.   Nah, sahabat, sekarang kita tahu bukan, bagaimana memilih suplemen yang cocok bagi kesehatan pencernaan kita, tapi ada baiknya, sebelum membeli, kita konsultasikan dulu dengan dokter ahli, oke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: www.webmd.com
 21 Feb 2018    12:30 WIB
Berbagai Jenis Makanan Penjaga Kesehatan Saluran Pencernaan
Sistem pencernaan merupakan suatu sistem kompleks yang sangat terkoordinasi yang berfungsi untuk mencerna makanan menjadi komponen-komponen yang sangat kecil sehingga dapat digunakan oleh tubuh sebagai sumber tenaga, disimpan, atau untuk perbaikan sel-se tubuh yang rusak. Gangguan sistem pencernaan dapat menyebabkan terjadinya perut kembung, kram perut, sering buang angin, diare, atau sembelit.   Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda:    •    JaheJahe mengandung banyak antioksidan, serat, dan fitokimia yang dapat membantu melawan proses inflamasi (radang) di dalam tubuh. Banyak gangguan pencernaan disebabkan oleh proses inflamasi. Jahe juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di perut dan dapat membantu meredakan gejala morning sickness saat hamil atau mabuk kendaraan bermotor.     •    PeperminPepermin merupakan pereda alami bagi saluran pencernaan. Mengkonsumsi teh pepermin atau minyak pepermin dapat membantu meredakan berbagai gejala irritable bowel syndrome (IBS), gangguan pencernaan, atau perut kembung. Akan tetapi, pada beberapa orang, pepermin dapat memicu timbulnya gejala refluks asam lambung.    •    YogurtYogurt merupakan sumber probiotik (bakteri baik) di dalam usus Anda. Bakteri baik ini dapat membantu melawan berbagai patogen yang masuk ke dalam tubuh dan dapat memperlancar pergerakkan usus.Bakteri baik ternyata tidak hanya mempengaruhi kesehatan usus Anda, tetapi juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda, membantu menjaga berat badan, dan menjaga kesehatan mental.    •    Gandum Gandum utuh merupakan sumber serat yang baik, yang sangat baik bagi kesehatan sistem pencernaan. Selain itu, gandum juga mengandung antioksidan dan vitamin B kompleks yang dapat membantu menurunkan proses inflamasi di dalam tubuh dan menurunkan proses oksidatif di dalam tubuh. Serat di dalam gandum juga dapat membantu meredakan berbagai gangguan pencernaan seperti sembelit dan dapat membantu menurunkan resiko kanker usus besar.     •    Minyak KelapaMinyak kelapa mengandung zat antimikroba yang dapat membantu menguatkan sistem pencernaan Anda untuk melawan berbagai patogen di dalam saluran pencernaan. Minyak kelapa juga mengandung omega 3 dan trigliserida rantai sedang yang dapat membantu memperbaiki kerja sistem pencernaan saat terjadi gangguan. Minyak kelapa juga dapat mengurangi proses inflamasi di dalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh IBS, alergi, radang usus besar, dan berbagai gangguan sistem pencernaan lainnya. Sumber: caloriesecrets