Your browser does not support JavaScript!
 29 Nov 2018    16:00 WIB
Jenis-Jenis Sinusitis Dan Pengobatannya
Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan jaringan yang melapisi sinus. Sinus sehat dipenuhi dengan udara. Tetapi ketika mereka tersumbat dan dipenuhi cairan, kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi. Kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan sinus meliputi: Flu biasa. Rinitis alergi, yang merupakan pembengkakan pada selaput hidung. Adanya pertumbuhan daging kecil di lapisan hidung yang disebut polip hidung. Adanya septum yang menyimpang atau pergeseran rongga hidung. Jenis-jenisnya : Sinusitis akut biasanya dimulai dengan gejala seperti pilek, hidung tersumbat dan nyeri wajah. Ini mungkin mulai tiba-tiba, selama 2-4 minggu. Peradangan sinusitis subakut biasanya berlangsung 4 hingga 12 minggu. Gejala peradangan kronis berlangsung 12 minggu atau lebih lama. Sinusitis bisa berulang kali terjadi beberapa kali dalam setahun. Siapa yang kemungkinan terkena sinusitis? Banyak orang dan bisa siapa saja. Sekitar 35 juta orang Amerika mengalami sinusitis setidaknya sekali setiap tahun. Kemungkinan besar yang terjadi jika kita mengidap sinusitis: Pembengkakan di dalam hidung seperti mengalami flu. Saluran pernafasan yang tersumbat. Perbedaan struktural yang mempersempit saluran tersebut. Polip hidung. Kekurangan sistem kekebalan tubuh atau obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Untuk anak-anak, hal-hal yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi: Alergi. Penyakit dari anak-anak lain di tempat penitipan anak atau sekolah. Dot. Minum botol sambil berbaring di punggung. Asap di lingkungan. Hal-hal utama yang membuat sinusitis lebih mungkin menyerang orang dewasa adalah infeksi dan kebiasaan merokok. Gejala Sinusitis Akut, tanda-tanda utamanya meliputi : Nyeri atau wajah serasa ditekan. Hidung mampat. Hidung berair. Kehilangan indra penciuman. Batuk. Kita mungkin juga terkena : Demam. Bau mulut. Kelelahan. Nyeri gigi. Sinusitis dikategorikan akut, jika kita mempunyai 2 macam gejala atau lebih. Gejala Sinusitis Kronis. Anda mungkin memiliki gejala-gejala ini selama 12 minggu atau lebih: Perasaan padat dan penuh di wajah Anda. Hidung tersumbat. Nanah di rongga hidung. Demam. Pilek. Jika menemukan hal-hal ini segera temui dokter. Pengobatan. Jika kita memiliki infeksi sinus yang tidak parah, dokter mungkin menyarankan kita menggunakan obat hidung, dekongestan dan garam. Kita tidak boleh menggunakan dekongestan lebih dari 3 hari, karena dapat membuat kita lebih sesak. Jika dokter memberi kita antibiotik, kita mungkin akan meminumnya selama 10 hingga 14 hari. Gejala biasanya hilang dengan pengobatan. Udara hangat dan lembap dapat membantu jika kita menderita sinusitis kronis. kita bisa menggunakan vaporizer, atau kita bisa menghirup uap dari panci berisi air hangat. Pastikan airnya tidak terlalu panas. Ada beberapa hal lain yang dapat kita lakukan sendiri untuk membantu sinusitis kronis: Kompresan air hangat dapat meredakan rasa sakit di hidung dan sinus. Tetes hidung saline aman digunakan di rumah. Dekongestan tetes atau semprotan yang dijual bebas dapat membantu. Jangan memakai obat ini lebih lama dari yang disarankan. Dalam beberapa kasus, dokter kita mungkin meresepkan steroid bersama dengan antibiotik. kita juga perlu menghindari pemicu apa pun yang terkait dengan sinusitis kita. Jika kita memiliki alergi, dokter kita mungkin merekomendasikan antihistamin (yaitu obat-obatan yang digunakan untuk mengobati rinitis alergi dan alergi lainnya). Antihistamin dapat memberikan rasa lega ketika seseorang mengalami hidung tersumbat, bersin, atau gatal karena serbuk sari, tungau debu rumah, atau alergi hewan. Jika jamur penyebabnya, kita akan mendapatkan resep obat antijamur.   Jika Anda memiliki defisiensi imun tertentu, dokter kita akan memberikan kita imunoglobulin (yaitu protein yang disekresikan produk dari sel plasma yang mengikat antigen dan sebagai efektor sistem imun humoral), yang membantu melawan hal-hal yang ditimbulkan oleh reaksi tubuh kita. Bisakah kita mencegah Sinusitis? Tidak ada cara pasti untuk mencegah sinusitis. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu. Jangan merokok, dan hindari asap rokok orang lain. Cuci tangan kita sesering mungkin, terutama selama musim dingin dan flu, dan cobalah untuk tidak menyentuh wajah kita. Jauhi hal-hal yang memicu alergi kita. Apa yang terjadi jika Sinusitis tidak diobati? Kita akan memiliki rasa sakit dan ketidaknyamanan sampai keadaan sekitar kita bersih. Dalam kasus yang jarang, sinusitis yang tidak diobati dapat menyebabkan meningitis, abses otak, atau infeksi pada tulang.   Sumber : www.webmd.com
 10 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Cara Untuk Mengatasi Nyeri Akibat Radang Sinus
Selain membuat Anda sulit bernapas, flu juga dapat membuat sinus Anda menjadi tersumbat dan menyebabkan timbulnya nyeri. Rasa nyeri ini dapat memburuk bila Anda menyentuh wajah atau menundukkan kepala. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan nyeri akibat sinus yang tersumbat atau meradang.   1.      Gunakan Semprot Hidung yang Mengandung Salin Semprotan ini dapat membantu meredakan pembengkakan sinus dan membantu mengencerkan lendir yang menyumbat hidung Anda. Anda dapat menggunakan semprotan ini hingga sebanyak 6 kali sehari tanpa mengalami efek samping apapun. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis semprot hidung salin mana yang sesuai untuk Anda.   2.      Gunakan Humidifier (Alat Pelembab Ruangan) Hidung yang tersumbat (mampet) dapat membaik dengan udara lembab. Oleh karena itu, gunakanlah humidifier saat Anda tidur di malam hari. Hal ini dapat membantu menjaga sinus Anda tetap terbuka dan meredakan hidung tersumbat.   3.      Kompres Hangat Kompres hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan pada berbagai daerah sinus seperti pada dahi, mata, dan pipi.   4.      Gunakan Semprot Hidung Dekongestan Semprot hidung dekongestan dapat membantu meredakan hidung tersumbat dalam waktu singkat, terutama pada awal gejala flu. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menggunakannya selama lebih dari 3 hari karena terlalu lama menggunakan dekongestan justru dapat membuat hidung Anda tersumbat, bukannya membaik.   5.      Konsumsi Obat Anti Nyeri Bila merasa sangat nyeri, Anda juga dapat mengkonsumsi berbagai jenis obat anti nyeri. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai obat anti nyeri apa yang sesuai dengan Anda. Selain itu, jika Anda mengalami nyeri akibat radang sinus atau flu yang tidak juga membaik setelah 10-14 hari, berkonsultasilah dengan dokter Anda karena Anda mungkin membutuhkan antibiotika atau penggantian obat.     Sumber: webmd
 19 Jun 2018    13:00 WIB
Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Atau Migrain?
Pernahkah anda merasa bingung mengenai penyebab nyeri kepala yang sering anda alami? Apakah karena sinus yang meradang (sinusitis) atau migrain? Tidak perlu khawatir sebab terdapat beberapa perbedaan antara nyeri kepala akibat sinusitis dengan nyeri kepala akibat migrain.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala yang dapat ditemukan baik pada nyeri kepala akibat sinusitis maupun pada nyeri kepala akibat migrain, yaitu: Nyeri di kepala, terutama di dahi Mata berair atau terasa gatal Nyeri kepala bila kepala digerakkan Selain beberapa gejala di atas, nyeri kepala akibat migrain biasanya juga disertai dengan: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap suara atau cahaya Nyeri kepala berdenyut berat pada salah satu sisi kepala Migrain biasanya merupakan penyebab timbulnya nyeri kepala berat dan sering. Penderita nyeri kepala akibat sinusitis biasanya tidak mengeluhkan nyeri kepala terlebih dulu, mereka biasanya merasa tidak enak badan dan kemudian baru merasa nyeri kepala. Nyeri kepala akibat sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi dan peradangan pada saluran pernapasan di hidung. Infeksi dan peradangan ini menyebabkan terjadinya suatu penyumbatan yang menimbulkan rasa nyeri dan rasa tertekan pada dahi dan pipi.   Perbedaan Pengobatan Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Pada nyeri kepala akibat sinusitis, pengobatan dimulai dengan pemberian dekongestan, obat anti nyeri, dan irigasi sinus untuk mengurangi tekanan dan sumbatan pada sinus serta membantu drainase sinus. Antibiotika atau steroid yang disemprotkan langsung ke hidung sering digunakan  sebagai pengobatan lini kedua untuk mengobati sumber infeksi atau penyakit kronik lainnya. Nyeri kepala akibat sinusitis yang disebabkan oleh suatu infeksi dapat segera menghilang setelah pengobatan dilakukan. Nyeri Kepala Akibat Migrain Pengobatan migrain tidak hanya bertujuan untuk menghentikan serangan migrain yang sedang terjadi, tetapi juga bertujuan untuk mencegah dan mengurangi frekuensi, keparahan, dan lamanya serangan migrain. Triptan merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi serangan migrain. Obat lainnya yang juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan migrain adalah obat anti epilepsi, obat anti depresi, dan obat anti depresi. Selain itu, suntikan botox juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya migrain kronik. Terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi wanita yang mengalami serangan migrain saat menstruasi. Perubahan gaya hidup juga dapat memberikan pengaruh baik bagi migrain. Berolahraga secara teratur dan terapi relaksasi yang merupakan terapi untuk mengurangi stress dapat mencegah kekambuhan dan mengurangi keparahan serangan migrain yang terjadi. Menghindari berbagai pemicu terjadinya serangan migrain juga merupakan salah satu langkah pencegahan migrain yang sangat penting. Jika anda mencoba mengatasi nyeri kepala yang anda alami dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala ulangan, terutama bila nyeri kepala yang anda alami disebabkan oleh migrain. Perlu diingat bahwa apabila anda menderita nyeri kepala berat yang disertai dengan mata berair dan hidung tersumbat atau hidung meler, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa nyeri kepala yang anda alami pasti disebabkan oleh sinusitis. Setiap nyeri di kepala, terutama nyeri pada dahi, dapat menyebabkan mata berair dan gatal, hidung meler atau tersumbat.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila: Nyeri kepala yang anda alami mulai mengganggu aktivitas anda sehari-hari Nyeri kepala tidak berkurang dengan pemberian obat nyeri kepala yang dijual bebas Nyeri kepala semakin memburuk Nyeri kepala disertai dengan gangguan neurologis, seperti gangguan penglihatan atau kelemahan otot Nyeri kepala disertai dengan demam atau kekakuan pada leher Bila anda sering mengalami nyeri kepala berulang, maka dokter akan menganggapnya sebagai migrain hingga terbukti bukan.   Sumber: webmd
 04 Feb 2017    11:00 WIB
Bahaya Tersembunyi dari Teh Hijau Bagi Kesehatan
Akhir-akhir ini, teh hijau telah dikenal sebagai salah satu makanan super karena memiliki sangat banyak manfaat seperti anti radang, anti kanker, dan mengandung berbagai jenis antioksidan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa bagi beberapa orang, teh hijau ternyata berbahaya? Seseorang yang memiliki gangguan imunitas tertentu mungkin sebaiknya tidak mengkonsumsi teh hijau. Hal ini dikarenakan teh hijau dapat meningkatkan kadar sel B (salah satu jenis sel imun).   Jika Anda menderita suatu gangguan imunitas yang membuat kadar sel B di dalam tubuh Anda menjadi sangat banyak, maka Anda mungkin harus menghindari konsumsi teh hijau untuk mencegah timbulnya berbagai gejala yang tidak diinginkan.   Baca juga: Tips Cepat Turunkan Kolestrol   Beberapa keadaan yang membuat kadar sel B di dalam tubuh menjadi lebih banyak dari normal adalah:        - Alergi       - Asma       - Sinusitis kronik       - Berbagai jenis kanker       - Hepatitis B dan C       - Kolitis ulserativa (radang usus besar)       - Infeksi virus       - Sistemik lupus eritematosus       - Infeksi cacing   Jadi, bila Anda menderita salah satu gangguan di atas, maka dianjurkan agar Anda menghindari konsumsi teh hijau.     Selain teh hijau, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman lainnya yang perlu Anda hindari seperti red wine (minuman anggur merah), buah anggur, dan kunyit.   Sementara itu, bila Anda memiliki kadar sel T (jenis sel imun lainnya) yang lebih tinggi dari normal karena menderita suatu gangguan sistem kekebalan tubuh, maka konsumsi teh hijau mungkin dapat membantu mengurangi gejala. Hal ini dikarenakan berbagai komponen di dalam teh hijau dapat membantu menyeimbangkan kadar sel T dan sel B di dalam tubuh Anda. Walaupun demikian, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai mengkonsumsi teh hijau.   Beberapa gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat kadar sel T di dalam tubuh Anda meningkat adalah: Sklerosis multipel Penyakit Crohn/IBD Diabetes tipe 1 Penyakit Hashimoto Penyakit Grave Psoriasis Artritis reumatoid Ulkus peptikum yang disebabkan oleh infeksi helicobacter pylori Bila Anda memiliki kadar sel T yang tinggi di dalam tubuh, maka terdapat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari karena dapat meningkatkan kadar sel T di dalam tubuh seperti jamur, beberapa jenis suplemen seperti Echinacea, dan beberapa jenis ginseng.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: menshealth
 11 Oct 2015    09:00 WIB
Berbagai Penyebab dan Pemicu Terjadinya Serangan Asma
Asma merupakan suatu inflamasi atau peradangan kronik pada saluran pernapasan. Penyebab asma dapat berbeda-beda bagi setiap orang. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah asma terjadi apabila saluran pernapasan yang memang sudah meradang dan sensitif pada penderita asma terpapar oleh suatu bahan pemicu, maka dapat menyebabkan saluran napas tersebut meradang, menyempit, dan dipenuhi oleh lendir sehingga terjadilah serangan asma. Pada saat serangan asma, maka terjadi beberapa hal di bawah ini, yaitu: Spasme otot di sekitar saluran napas Peradangan dan pembengkakan dinding saluran napas Produksi lendir berlebihan yang juga menyebabkan penyempitan saluran napas Berbagai hal di atas menyebabkan peningkatan resistensi dan bertambah sulitnya kerja pernapasan sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik). Batuk pada asma terjadi akibat iritasi saluran napas dan usaha tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir di dalam saluran napas. Salah satu cara pencegahan serangan asma yang terbaik adalah dengan menghindari paparan terhadap alergen (bila asma disebabkan oleh reaksi alergi) atau makanan atau keadaan tertentu yang memicu terjadinya serangan asma.   1.      Alergi Alergi merupakan penyebab tersering asma. Sekitar 80% penderita asma memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti rumput, serbuk sari, lumut, bulu binatang, debu tungau, dan kecoa. Berdasarkan suatu penelitian, anak-anak yang lebih sering terpapar oleh kecoa di rumahnya memiliki resiko asma yang empat kali lebih tinggi daripada anak-anak yang jarang terpapar oleh kecoa. Terjadinya serangan asma setelah paparan debu biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu tungau.   2.      Makanan Alergi makanan dapat menyebabkan suatu reaksi alergi ringan hingga berat bahkan mengancam nyawa. Beberapa jenis makanan yang seringkali menyebabkan timbulnya reaksi alergi adalah: Telur Susu sapi Kacang Kedelai Gandum Ikan Udang dan kerang-kerangan lainnya Sayur dan buah-buahan Pengawet makanan juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   3.      Olahraga Olahraga berat dapat menyebabkan penyempitan saluran napas pada sekitar 80% penderita asma. Pada beberapa orang, olahraga merupakan pemicu utama terjadinya serangan asma. Bila anda mempunyai asma akibat olahraga, maka anda akan merasa sesak napas, dada terasa berat, batuk, dan kesulitan bernapas dalam waktu 5-8 menit pertama sejak olahraga dimulai. Gejala ini biasanya akan mereda dalam waktu 20-30 menit setelah olahraga dimulai, akan tetapi sekitar 50% penderita akan kembali mengalami serangan asma 6-10 jam kemudian. Untuk mencegah serangan asma, mulailah berolahraga dengan melakukan pemanasan ringan kemudian tingkatkan secara perlahan.   4.      Asam Lambung Refluks gastroesofageal (GERD) merupakan suatu penyakit yang juga sering memicu terjadinya serangan asma. Keadaan ini sering terjadi di malam hari saat penderitanya berbaring. Pada keadaan normal, sebuah katup di antara lambung dan kerongkongan mencegah naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Akan tetapi, pada GERD katup ini tidak dapat berfungsi dengan normal dan menyebabkan naiknya asam lambung ke dalam kerongkongan. Hal ini dapat memicu terjadinya iritasi dan peradangan pada saluran napas dan memicu terjadinya serangan asma. Anda diduga menderita asma akibat GERD bila anda menderita asma pada usia dewasa, tidak ada anggota keluarga lain yang memiliki riwayat asma, tidak ada riwayat alergi atau bronkitis, asma yang sulit dikendalikan, atau timbulnya batuk saat berbaring.   5.      Merokok Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya asma. Bila anda menderita asma dan merokok, maka hal ini dapat memperburuk batuk dan mengi yang terjadi saat serangan asma. Wanita yang merokok saat hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya mengi pada bayinya. Selain itu, ibu hamil yang merokok juga dapat mengganggu fungsi paru-paru bayinya. Berhenti merokok merupakan salah satu langkah pencegahan terbaik bila anda menderita asma.   6.      Sinusitis dan Infeksi Saluran Napas Atas Lainnya Sinusitis merupakan peradangan pada saluran lendir sinus. Hal ini menyebabkan produksi lendir yang berlebihan di dalam sinus. Saat sinus meradang, maka saluran napas juga ikut meradang dan menyebabkan timbulnya gejala asma. Pencegahan dan pengobatan yang tepat pada infeksi sinus dapat mencegah dan mengatasi serangan asma akibat infeksi ini. Selain itu, flu dan bronkitis juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Penyebabnya dapat bakteri atau virus dan merupakan salah satu penyebab asma tersering pada anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Peningkatan sensitivitas saluran napas atas yang membuat saluran napas lebih mudah menyempit dapat berlangsung selama 2 bulan setelah infeksi saluran napas atas.   7.      Obat-obatan Sebagian besar penderita asma memiliki alergi terhadap aspirin dan juga obat-obatan lainnya. Obat-obatan lainnya adalah obat anti inflamasi seperti ibuprofen, naproxen, dan beta blocker. Bila anda memiliki alergi terhadap obat apapun, beritahu dokter anda setiap kali anda berobat.   8.      Penyebab Lainnya Iritan Berbagai iritan yang dapat memicu terjadinya serangan asma adalah asap rokok, asap perapian, asap pembakaran sampah atau kayu, bau-bauan kuat seperti parfum atau zat pembersih lantai. Selain itu, polusi udara lainnya dan debu atau uap pabrik juga dapat memicu terjadinya serangan asma. Cuaca Udara dingin, perubahan suhu, dan perubahan kelembaban udara juga dapat menyebabkan terjadinya serangan asma. Emosi Stress, cemas, sedih, berteriak, marah, atau tertawa terbahak-bahak juga dapat memicu terjadinya serangan asma.   Sumber: webmd
 14 Mar 2015    13:00 WIB
Sinusitis, Gejala dan Pengobatannya
Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Rongga sinus ini berfungsi sebagai tempat untuk memproses udara yang masuk melalui hidung sebelum diproses lebih lanjut dan didistribusikan oleh paru-paru ke seluruh tubuh. Secara keseluruhan, ada empat pasang rongga sinus yang kita miliki dan seluruhnya terhubung dengan hidung. Sinusitis bukanlah penyakit yang dapat berdiri sendiri. Jadi, penyakit sinusitis akan muncul karena adanya pemicu dari penyakit lain. Salah satu penyakit yang paling sering memicu terjadinya sinusitis adalah flu. Pada saat Anda sedang terserang flu, virus penyebab flu juga bisa menyerang lapisan rongga sinus. Ketika hal ini terjadi, tubuh akan bereaksi dengan memproduksi lebih banyak lendir. Lendir yang terperangkap di dalam rongga sinus ini berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri dan kuman. Akibatnya, terjadi infeksi dan peradangan pada rongga sinus. Gejala sinusitis yang mungkin terjadi Gejala sinusitis yang biasanya terjadi adalah : Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa. Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk Nyeri tekan di sekitar pipi, mata, dahi dan hidung, dapat juga disertai pembengkakan didaerah tersebut. Rasa nyeri di sekitar pipi, dahi, hidung, rahang atas dan telinga Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir. Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah. Penyebab sinusitis : Hidung tersumbat antara lain disebabkan oleh infeksi virus flu di saat tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang di sekitar hidung dan tenggorokan ini tak jarang menjalar ke sinus (rongga di sekitar hidung yang mengalirkan lendir). Infeksi jamur dan infeksi bakteri juga dapat menyebabkan terjadinya sinusitis. Radang pada rongga hidung ini bisa juga disebabkan oleh cara kita membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar malah tersedot masuk ke rongga sehingga susah dikeluarkan. Kuman yang biasa menyerang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemo philus influenzae yang ditemukan hampir pada 70 % kasus. Dapat juga disebabkan oleh radang ditempat lain yang berdekatan misalnya radang tenggorokan, radang Amandel, radang pada gigi geraham atas, kadang juga disebabkan karena berenang, menyelam ,trauma tekanan udara (biasanya pada awak pesawat) Allergi dapat memperberat penyakit ini, sehingga orang yang memang telah mengidap alergi akan lebih mudah terkena radang sinus ini. Mempunyai gejala-gejala polip hidung Komplikasi yang mungkin terjadi disebabkan oleh sinusitis : Menyebabkan otitis media kronis, yaiu suatu infeksi telinga di bagian tengah Dapat menyebabkan berbagai masalah penglihatan Memiliki resiko lebih tinggi terkena osteomyelitis Apa yang harus dilakukan jika terkena sinusitis ? Pemberian antibiotik, untuk mengobati infeksi yang terjadi. Antihistamin, decongestan hidung, semprotan hidung menggunakan larutan garam Ibuprofen untuk mengobati nyeri Imunoterapi. kortikosteroid Kompres hangat dengan memakai handuk untuk mengurangi nyeri di sekitar wajah. Tinggal di lingkungan udara yang bersih. Manfaatkan dengan air panas. Saat mandi, gunakan shower air hangat, usap dahi, hidung, dan dagu dengan waslap yang dibasahi air panas, agar lubang hidung terbuka lebar. Rongga hidung yang kering lebih mudah terinfeksi daripada yang basah. Apa saja yang harus kita lakukan supaya terhindar dari sinusitis ? Konsumsilah makanan bergizi serta vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Mulailah rajin berolahraga, karena tubuh yang sehat tidak akan mudah terinfeksi virus penyakit. Kemudian Hindari juga merokok dan asap rokok (perokok pasif) karena merokok bisa menyebabkan hidung iritasi dan mempermudah kuman masuk. Selain itu usahakan hidung selalu lembab meskipun udara sedang panas terik atau dingin karena hidung yang kering lebih rentan terkena infeksi. Hindari juga efek buruk dari polusi udara dengan mengenakan masker. Jika anda mempunyai alergi, kelola alergi anda sebaik-baiknya sehingga tidak berkepanjangan, hindari juga faktor penyebab alergi anda. Bersihkan juga ruang tempat tinggal dari debu serta partikel kecil lainnya yang dapat memicu berkembangnya virus penyakit dan tips pencegahan sinusitis yang terakhir Istirahat yang cukup.