Your browser does not support JavaScript!
 23 Mar 2021    13:00 WIB
9 Fakta Seputar Menstrual Cup yang Kian Jadi Tren
Tren penggunaan menstrual cup di Indonesia kian meningkat. Alat higienis wanita yang dipakai di vagina saat menstruasi ini dinilai ramah lingkungan. Sebagaimana dilansir dari Healthline, bentuk menstrual cup seperti corong minyak. Ukurannya kecil dan terbuat dari silikon yang berbahan aman untuk tubuh. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), mengatakan, dalam pertimbangan medis, menstrual cup aman digunakan dan minim efek samping. Menstrual cup yang terbuat dari bahan fleksibel itu bisa menampung darah menstruasi kurang lebih sama efektifnya dengan pembalut sekali pakai. Berikut fakta lain seputar menstrual cup. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet tahun 2019 menunjukkan 72 persen perempuan yang mencoba menggunakan menstrual cup memutuskan melanjutkan penggunaannya. Pengalaman pertama memakai menstrual cup mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, semakin sering penggunaan, akan menimbulkan rasa nyaman. Penggunaan menstrual cup akan mengurangi sampah pembalut di Indonesia. Data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pembalut bisa menyumbangkan sampah hingga 1,4 miliar buah di Indonesia. Menurut informasi yang dikutip dari Healthline, biasanya menstrual cup kecil direkomendasikan untuk perempuan berusia di bawah 30 tahun dan belum melahirkan secara normal. Menstrual cup punya daya tampung darah yang dapat mencapai 30 mililiter, normalnya dalam sehari darah menstruasi berkisar 15 - 25 mililiter. Sebuah studi 2011, seperti dilaporkan CNN, mengungkapkan bahwa pengguna menstrual cup mungkin memiliki masalah iritasi vagina.  Pada perempuan yang sering mengalami pendarahan, flek terus menerus, atau keluar flek saat berhubungan seksual, sebaiknya berkonsultasi ke dokter kandungan sebelum menggunakan menstrual cup. Dokter Darrell Fernando, Sp.OG menyebut perempuan yang memiliki masalah infeksi seperti keputihan harus konsultasi ke dokter sebelum memakai menstrual cup.  Harga menstrual cup berkisar mulai dari 100 ribuan.     Baca juga : Tips Untuk Mengatasi Gangguan Emosional Akibat Sindrom Premenstrual   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 11 Feb 2021    12:00 WIB
PMS Mengganggu? Atasi dengan Cara Ini!
Perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mungkin kamu alami jelang masa menstruasi. Hal-hal itu biasa dinamakan dengan PMS alias Premenstrual Syndrome. Lantas, adakah cara untuk mengatasinya? Perubahan nutrisi dan gaya hidup adalah langkah pertamanya. Berikut ini beberapa rekomendasi sehat untuk mengatasi gejala PMS setiap bulannya. Perubahan Nutrisi Makan biji-bijian yang tinggi serat (seperti roti gandum, pasta gandum utuh, dan sereal berserat tinggi, bukan roti putih, pasta putih, dan sereal manis). Biji-bijian utuh membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dibandingkan dengan biji-bijian olahan seperti roti putih, yang dapat mengendalikan nafsu makan dan mencegah perubahan suasana hati yang terkait dengan PMS. Kurangi gula dan lemak. Meskipun tubuh Anda mungkin menginginkan makanan manis atau makanan cepat saji yang tinggi lemak, cobalah untuk membatasi makanan ini karena dapat menambah gejala PMS Anda seperti kembung. Batasi makanan yang tinggi garam (natrium) selama beberapa hari sebelum menstruasi. Misalnya, hindari: sup kalengan, junk food, dan keripik yang sangat tinggi natrium. Mengurangi natrium dapat membantu mengendalikan kembung dengan menurunkan jumlah cairan yang ditahan tubuh Anda. Tetap terhidrasi Minum banyak air untuk mengurangi kembung dan membantu pencernaan. Kurangi kafein. Mengurangi jumlah kafein yang Anda makan dan minum (soda, minuman kopi, dan cokelat) dapat membantu Anda mengurangi rasa tegang dan juga dapat meredakan iritabilitas dan nyeri payudara. Jangan lupakan kalsium! Studi penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan 1.300 mg kalsium per hari membantu gejala PMS seperti perubahan suasana hati, sakit kepala, dan mudah tersinggung. Ini berarti Anda harus makan atau minum tiga hingga empat porsi makanan berkalsium tinggi (seperti susu, OJ yang diperkaya, atau susu kedelai) setiap hari atau mengonsumsi suplemen kalsium. Perubahan Gaya Hidup Fit dalam berolahraga. Lakukan olahraga aerobik (seperti lari, menari, atau lompat tali) selama 30-60 menit sehari, 4 hingga 6 kali seminggu. Cobalah untuk mempertahankan jadwal yang teratur. Ini termasuk makan, olahraga, dan waktu tidur. Minimalkan stres. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjadwalkan acara yang menurut Anda bisa membuat stres selama seminggu setelah menstruasi. Hindari alkohol. Minum alkohol sebelum haid dapat membuat Anda merasa lebih tertekan.Baca juga: Seks Saat Menstruasi, Apakah Bisa Hamil?
 21 Jan 2021    11:00 WIB
Waktu Menstruasi Menjadi Cepat, Kenapa ya?
Setiap wanita memiliki siklus menstruasi dan lama menstruasi yang berbeda. Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi antara 5-7 hari. Siklus menstruasi yang normal adalah antara 21-45 hari. Variasi siklus menstruasi ini terutama tergantung pada gaya hidup dan obat-obatan apa saja yang dikonsumsi oleh seorang wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat seorang wanita berusia 12-15 tahun dan akan terus terjadi setiap bulannya hingga mencapai masa menopause. Beberapa remaja perempuan yang aktif berolahraga seringkali mengalami keterlambatan menarke (menstruasi pertama). Pada sebagian besar wanita, lama menstruasi yang lebih singkat dari biasanya mungkin tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan apapun. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, siklus menstruasi dan lama menstruasinya pun dapat menjadi lebih singkat atau bahkan hanya 2 hari saja. Bila Anda khawatir mengapa lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat, dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Penyebab Siklus menstruasi dan lama menstruasi seorang wanita seringkali dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidupnya. Stress akibat pekerjaan atau akibat adanya masalah dengan pasangan mungkin dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih berat (volume darah yang keluar lebih banyak) daripada biasanya atau lama menstruasi justru menjadi lebih singkat daripada biasanya. Pada beberapa orang wanita, meningkatnya aktivitas fisik seperti olahraga juga dapat membuat lama menstruasi menjadi lebih singkat. Alasan lainnya mengapa siklus menstruasi atau lama menstruasi seorang wanita menjadi lebih singkat mungkin adalah wanita lainnya yang tinggal bersamanya. Menurut sebuah penelitian di Amerika, wanita yang tinggal bersama dengan wanita lain seringkali memiliki siklus menstruasi yang sama atau mirip dengan yang lainnya. Selain itu, pindah tempat tinggal juga dapat membuat lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat.  Beberapa gangguan makan berat seperti anoreksia dan bulimia nervosa juga dapat mempengaruhi siklus dan lama menstruasi. Pada kasus yang berat, menstruasi bahkan dapat terhenti sama sekali atau menjadi sangat singkat seiring dengan semakin menurunnya berat badannya. Salah satu alasan tersering dari mengapa lama menstruasi menjadi lebih singkat atau lebih panjang atau malah berhenti sama sekali adalah gangguan keseimbangan hormonal. Wanita yang mengalami gangguan keseimbangan hormonal mungkin memerlukan terapi hormonal atau obat-obatan untuk mengembalikan siklus menstruasi normalnya. Selain itu, seorang wanita yang mengalami gangguan kesehatan tertentu seperti sindrom ovarium polikistik juga dapat mengalami gangguan siklus dan lama menstruasi. Mereka mungkin memerlukan pengobatan untuk membuat siklus menstruasinya kembali normal. Walaupun pada sebagian besar wanita lama menstruasi yang menjadi lebih singkat bukanlah suatu gejala adanya gangguan kesehatan, akan tetapi bila hal ini berlangsung selama beberapa bulan, maka Anda mungkin harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebab perubahan lama menstruasi Anda tersebut. Baca juga: Cara Mengatasi Kram Menstruasi Sumber: ehow
 09 Jan 2021    15:00 WIB
Kenali 7 Tanda Menopause Dini
Kekeringan Vagina Jika siklus hormonal Anda normal, vagina Anda tentunya akan selalu terlumasi. Namun Jika dalam tempo yang lama vagina Anda kering, kemungkinan besar Anda mendekati masa menopause. Perubahan Suasana Hati Ketika akan mendekati masa menopause, suasana hati Anda mendadak akan naik turun. Bisa jadi Anda akan mudah emosi, sedih berlebihan, dan merasa tertekan. Bahkan pada sejumlah orang ada kecendrungan untuk melakukan bunuh diri. Gairah Seks yang Rendah Di rentang usia 20 hingga 30an, dorongan seksual seorang wanita harusnya sedang berada di puncaknya. Namun jika hal itu meredup, kemungkinan Anda mendekati masa menopause. Baca juga: Cara Mengatasi Gejala Menopause Menstruasi tidak terartur Saat mendekati masa menopause, siklus menstruasi seorang wanita akan tiba-tiba terganggu. Segera periksakan ke dokter. Rendah Kalsium Ketika tingkat estrogen berkurang dalam tubuh, tulang mulai kehilangan kalsium. Jadi jika Anda mengalami sakit sendi atau tulang yang lemah, itu bisa berarti masa menopause sedang mendekati Anda. Jantung Terganggu Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Ketika masa menopause sudah dekat, kondisi itu akan mulai mempengaruhi kesehatan jantung. Infertilitas Jika kadar hormon dan menstruasi menjadi tidak teratur, Anda akan memiliki kesulitan untuk hamil. Infertilitas atau ketidaksuburan menjadi hal yang umum di antara wanita yang mendekati menopause dini. Baca juga: Seberapa Aktif Kehidupan Seksual Anda Setelah Menopause?
 20 Nov 2020    17:00 WIB
Kenapa Sih Jelang Menstruasi Wanita Suka Marah-marah?
Pernah kenamarahnya cewek mau menstruasi? Kenapa ya mereka sering begitu? Yuk simak bahasan berikut ini. Lima hingga tujuh hari sebelum masa menstruasi, seorang wanita biasanya mengalami PMS yakni Premenstrual Syndrome. Gejala yang paling umum dirasakannya yaitu; perubahan suasana hati, nyeri payudara, kembung, jerawat, mengidam makanan tertentu, rasa lapar dan haus yang meningkat, dan juga kelelahan. Selain PMS, beberapa wanita juga kerap mengalami PMDD yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder. PMDD memiliki gejala yang lebih emosional seperti perubahan suasana hati, lekas marah, depresi, rasa kelelahan berlebih, dan ingin menghindari kegiatan sosial rutinnya. Sebenarnya, ada total 150 gejala-gejala PMS yang diketahui. Gejala paling umum lainnya yang sering dialami yaitu sembelit, mudah tersinggung, dan perasaan sedih mendalam. Penyebabnya? Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab PMS yang dialami para wanita. Namun fakta sementara yaitu selama paruh kedua siklus menstruasi, kadar progesteron (hormon wanita) meningkat. Tepat sebelum haid tiba, kadar progesteron dan esterogen (hormon wanita lainnya) turun. Perubahan kadar hormon inilah yang diyakini sebagai penyebab dari PMS dan PMDD tersebut. Nah, sebagai pasangan, mungkin kamu bingung bagaimana harus menghadapinya. Nih biar kamu gak bingung lagi simak beberapa tips ini ya. Dengarkan dia PMS bikin suasana hati enggak karuan. Kalau sudah begini, kamu hanya perlu duduk manis mendengarkannya kok. Sabar Perubahan emosi dia hanya sementara dan bukan karena keinginannya. Bahkan beberapa wanita enggak tahu kalau sikap bisa sangat emosi dan berlebihan. Tetap ada untuknya Walaupun dia lagi nyebelin banget bukan berarti kamu harus menghindarinya ya. Tetaplah setia di sampingnya dan siap sedia saat dia membutuhkan bantuan. 
 14 Nov 2020    13:00 WIB
Tanda Terjadinya Menstruasi Pertama Pada Remaja
Siklus menstruasi merupakan suatu proses di mana tubuh Anda mengeluarkan darah dan jaringan yang tidak diperlukan. Menstruasi pertama yang terjadi pada seorang remaja perempuan disebut dengan menarke. Menarke menandakan bahwa tubuh seorang remaja perempuan sedang berkembang menjadi tubuh seorang wanita dan sedang mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang bayi di masa mendatang. Sebenarnya tidak ada tanda pasti atau khusus yang menandakan bahwa Anda akan segera mengalami menstruasi pertama Anda. Setiap remaja perempuan mengalami gejala dan tanda yang berbeda-beda. Saat masa pubertas dimulai, tubuh Anda pun akan mulai berubah, baik dari dalam maupu dari luar. Pubertas terjadi akibat adanya suatu proses kimia di dalam tubuh yang mengirimkan sinyal dari dalam otak ke organ reproduksi Anda. Pubertas merupakan salah satu tanda menuju kedewasaan. Di bawah ini terdapat beberapa tanda telah dimulainya masa pubertas. Pembesaran Payudara Saat berusia sekitar 10 setengah tahun atau kurang, beberapa remaja perempuan biasanya mulai mengalami pembesara payudara. Biasanya saat proses ini dimulai, Anda dapat menemukan sebuah benjolan kecil di bawah puting susu pada salah satu atau kedua payudara. Hal ini merupakan tanda awal dimulainya masa pubertas. Rambut Kemaluan Tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak merupakan fase selanjutnya dalam masa pubertas. Pada awalnya, biasanya hanya terdapat beberapa helai rambut kemaluan, akan tetapi dalam waktu 6-12 bulan, sebagian besar rambut kemaluan biasanya telah tumbuh. Pada beberapa orang remaja perempuan, rambut kemaluan dapat tumbuh terlebih dahulu sebelum payudara membesar. Tanda Lainnya Tanda lainnya dari dimulainya masa pubertas dan akan segera datangnya menarke adalah mulai terbentuknya cairan vagina, yaitu suatu cairan kental berwarna putih yang keluar dari dalam vagina. Hal ini biasanya terjadi sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama terjadi. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami kram perut, nyeri kepala, perut membesar, dan berbagai gejala lainnya. Menstruasi Menstruasi pertama biasanya terjadi sekitar 2-2.5 tahun setelah payudara mulai membesar. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu hal yang pasti, melainkan hanya sebuah perkiraan kasar. Menstruasi Anda mungkin masih belum teratur pada beberapa bulan pertama, Anda mungkin tidak mendapat menstruasi selama 1-2 bulan. Hal ini merupakan hal yang normal pada masa awal menstruasi, kecuali bila Anda telah aktif secara seksual. Sumber: ehow
 10 Mar 2019    08:00 WIB
Ketahui 6 Penyebab Utama Haid Datang Terlambat
Ladies tentu merasakan kalau mengalami datang bulan terlambat menjadi harap-harap cemas, apalagi mereka yang tidak mengharapkan kehamilan terlebih dahulu. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai penyebab seorang mengalami terlambat datang bulan. Stress Mengalami stress dalam waktu yang cukup lama bisa mempengaruhi siklus menstruasi wanita, bisa lebih pendek atau lebih lama. Sebab itu agar haid lancer perlu menghindari situasi yang menyebabkan kita stress dengan melakukan kegiatan seperti olah raga teratur dan tidur yang cukup. Jika mengalami stress yang parah, ladies disarankan untuk menemui dokter atau konselor. Perimenopause Seorang mulai mengalami menopause sekitar usia 52 tahun dimana dia tidak mengalami haid lagi. Banyak wanita mengalami gejala dini menauposue 10 hingga 15 tahun sebelum menopause. Masa ini disebut sebagai perimenopause dimana kadar estrogen mulai berfluktuasi. Kadar estrogen yang tidak teratur atau berfluktuasi inilah yang menyebabkan seorang wanita mengalami haid tidak teratur. Turun berat badan Turun berat badan cukup banyak yang disebabkan karena olahraga bisa menyebabkan haidnya tidak teratur bahkan tidak mengalami haid bulan itu. Ini disebabkan karena kehilangan berat badan atau lemak tubuh mengakibatkan perubahan tingkat hormon reproduksi. Kelebihan berat badan atau obesitas Ladies, bukan hanya berat badan turun bisa mempengaruhi siklus haid. Namun kelebihan atau obesitas juga mempengaruhi siklus haid. Ini dikarenakan obesitas bisa merupakan suatu tanda seseorang mengalami kondisi polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal dimana kadar hormonnya tidak normal. Selain PCOS menyebabkan obesitas, ternyata juga dapat menyebabkan kista kecil berkembang pada ovarium, jerawat, kelebihan rambut wajah dan tubuh. Untuk memastikan hal ini ladies perlu datang ke dokter agar dilakukan evaluasi. Dokter mungkin merekomendasikan tes darah atau ultrasound untuk melihat indung telur agar didapatkan diagnosis yang benar. Tidak adanya menstruasi dalam masa subur jika tidak diobati bisa menyebabkan kanker endometrium. So, ladies jangan ragu-ragu datang ke dokter untuk memastikan hal ini. Kondisi hormonal Ketidakseimbangan hormon jelas bisa mempengaruhi sesorang tidak mengalami atau terlambat datang bulan. Untuk memastikan hal ini tentu harus dilakukan tes darah. Hormon yang menyebabkan hal ini terutama adalah hormon prolactin atau thyroid. Hamil Yang terakhir tentu kalau kita mengalami terlambat datang bulang, bisa jadi kita sedang hamil. Untuk memastikan saat ini banyak alat untuk mengetes kehamilan atau bisa juga pergi ke dokter kandungan untuk memastikan Jadi ladies kiranya kita tidak galau atau susah hati ketika kita mengalami terlambat haid. Sebaliknya kita perlu memastikan kondisi kita berdasarkan keterangan di atas. Jika ladies mengalami terlambat bulan berturut-turut, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang bersangkutan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: www.medicalnewstoday.com
 02 Nov 2018    16:00 WIB
Ketahui 11 Penyebab Tidak Teraturnya Menstruasi
Bingung mengapa menstruasi Anda sangat tidak teratur, kadang banyak, kadang sedikit, kadang lama, kadang cepat? Bila ya, maka di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya.   Menderita PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) Sindrom ovarium polikistik atau PCOS merupakan salah satu penyebab gangguan keseimbangan kadar hormonal yang sering ditemukan, yang akan menggganggu proses ovulasi. Menstruasi dapat berhenti atau menjadi tidak teratur atau bahkan tidak pernah mendapat menstruasi sama sekali. Gejala PCOS lain yang mungkin ditemukan adalah pertumbuhan rambut di tempat yang tidak biasanya, seperti di atas bibir dan di dagu; kesulitan menurunkan berat badan, dan berjerawat. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan pil KB dan atau metformin (salah satu obat anti diabetes) untuk membantu membuat menstruasi Anda kembali teratur. Jika Anda memiliki berat badan berlebih, dokter dapat membantu merencanakan program diet untuk Anda karena penurunan berat badan sebanyak 10% dapat membuat menstruasi menjadi lebih teratur dan mengurangi berbagai gejala PCOS lainnya.   Sedang Hamil Menstruasi Anda terlambat atau mengalami perubahan pola menstruasi? Hal ini mungkin disebabkan oleh kehamilan. Pada bebarapa kasus, wanita hamil dapat mengalami "menstruasi" biasa, walaupun tidak ada gangguan pada janinnya. Pada kasus lainnya, perdarahan dapat disebabkan oleh keguguran atau kehamilan ektopik. Jadi, bila Anda sudah aktif secara seksual, segera periksakan diri Anda saat menstruasi Anda terlambat.   Memasuki Masa Perimenopause Masa perimenopause merupakan beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Masa menopause merupakan suatu masa di mana seorang wanita tidak lagi mendapat menstruasi selama 12 bulan setelah mereka berusia lebih dari 40 tahun. Pada masa perimenopause ini, menstruasi biasanya menjadi tidak teratur, volume darah menjadi lebih banyak atau lebih sedikit, spotting, dan disertai oleh gejala lain seperti hot flashes, keringat malam, dan mood yang berubah-ubah. Sejumlah wanita mungkin akan berhenti menstruasi selama 6 bulan, baru kemudian kembali menstruasi. Jika Anda mengalami hal ini, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Dokter dapat memberikan obat atau tindakan pembedahan atau perubahan gaya hidup untuk membantu mengatasi gejala.   Menderita Gangguan Kelenjar Tiroid Gangguan keseimbangan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid merupakan hal yang sangat sering menyebabkan terjadinya spotting. Saat kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon, maka menstruasi Anda akan menjadi tidak teratur. Jadi, bila Anda mengalami berbagai gejala gangguan tiroid seperti merasa amat sangat lelah, depresi, mudah lupa (hipotiroidisme) atau mudah merah, gelisah, dan merasa lemah (hipotiroidisme), dan mengalami peningkatan atau penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas; segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Sebagian besar kasus gangguan tiroid dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat, yang juga akan membuat menstruasi Anda kembali teratur.   Menderita Prolatinoma Prolaktinoma merupakan tumor jinak kecil di dalam kelenjar pituitari, yang biasa ditemukan pada wanita dan jarang menimbulkan gejala. Akan tetapi, bila tumor mulai mensekresikan hormon prolaktin, maka hal ini dapat mempengaruhi hormon lain yang menyebabkan menstruasi Anda terlambat atau berhenti. Selain itu, prolaktinoma juga dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti susu dari payudara Anda karena prolaktin memang merupakan hormon yang berfungsi untuk menghasilkan ASI paska melahirkan. Penderita juga dapat mengalami perubahan penglihatan. Pemberian obat-obatan biasanya dapat membantu mengecilkan tumor dan mengembalikan siklus menstruasi Anda.   Kurang Makan Atau Olahraga Berlebihan Jika indeks massa tubh Anda kurang dari 19 atau Anda berolahraga secara berlebihan, maka menstruasi Anda dapat terhenti. Hal ini dikarenakan tubuh Anda akan berhenti berovulasi sebagai respon terhadap stress berat, misalnya kelaparan. Dengan kata lain, hal ini merupakan cara alami tubuh untuk mencegah terjadinya kehamilan saat Anda sedang stress berat. Untuk mengatasinya, dokter Anda akan berusaha untuk meningkatkan berat badan Anda hingga menjadi lebih sehat dan mengatasi berbagai gangguan lain yang mungkin mempengaruhi siklus menstruasi Anda.   Stress Berat Stress berat yang dibicarakan di sini bukanlah stress akibat pekerjaan tetapi lebih seperti pindah ke tempat baru atau baru saja kehilangan anggota keluarga. Untuk mengembalikan siklus menstruasi Anda, Anda perlu mengatasi stress, misalnya dengan berolahraga (yoga), meditasi, atau melakukan terapi konseling.   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi   Ada Pertumbuhan Abnormal Pada Organ Reproduksi Kadangkala adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim Anda dapat menyebabkan menstruasi Anda menjadi tidak teratur. Beberapa pertumbuhan jaringan abnormal yang dimaksud adalah polip rahim, polip serviks, kista ovarium, mioma uteri, endometriosis, dan tumor pra kanker atau kanker. Polip Polip pada serviks atau pada rahim disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan dinding rahim. Polip rahim cenderung menyebabkan terjadinya perdarahan di antara waktu menstruasi, sedangkan polip serviks biasanya menyebabkan terjadinya perdarahan paska hubungan intim. Penderita biasanya tidak akan mengalami gejala lain. Resiko terbentuknya polip akan meningkat bila Anda mengalami obesitas, menderita diabetes, atau menderita tekanan darah tinggi. Biasanya tidak dibutuhkan pengobatan, akan tetapi bila perdarahan yang terjadi cukup berat, dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Kista Ovarium Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada ovarium, yang biasanya merupakan produk sampingan dari proses ovulasi. Selain menyebabkan tidak teraturnya menstruasi Anda, kista ovarium juga akan menyebabkan perut kembung dan nyeri perut. Pada sebagian besar kasus, kista ovarium tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejalanya; dokter mungkin akan meminta Anda untuk menunggu atau memberikan pil KB untuk membantu mengecilkan ukuran kista dan mengembalikan siklus menstruasi Anda. Bila dirasa perlu, dokter juga dapat melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista. Mioma Uteri Mioma uteri merupakan tumor jinak yang sering ditemukan pada wanita, biasanya pada mereka yang berusia 30-40 tahun. Banyak wanita tidak mengetahui bahwa mereka memiliki mioma. Akan tetapi, bila ukuran mioma cukup besar, maka penderita biasanya akan mengalami menstruasi yang sangat banyak, kram perut hebat, dan merasa ingin BAB terus-menerus. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu dan mengawasi tumor. Akan tetapi, bila tumor bertambah besar dengan cepat, menyebabkan nyeri hebat atau menstruasi banyak, atau mengganggu kesuburan atau mengganggu pola BAB; maka tindakan pembedahan atau embolisasi mungkin diperlukan. Endometriosis Saat dinding rahim bertumbuh di luar rahim, maka seorang wanita dapat mengalami menstruasi yang sangat banyak, yang disertai oleh kram perut hebat, nyeri usus, dan spotting di antara waktu menstruasi. Pemberian pil KB biasanya dapat membantu. Pada kasus yang berat, mungkin diperlukan tindakan pembedahan. Tumor Pra Kanker Atau Kanker Kanker atau tumor pra kanker dapat menyebabkan berbagai gejala. Dan karena keduanya lebih sering mengenai wanita yang sudah memasuki masa menopause, maka gejala yang paling sering ditemukan adalah perdarahan paska menopause. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hal ini.   Obesitas Mengalami obesitas dapat membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini dikarenakan jaringan lemak juga akan memproduksi estrogen, yang dapat menebalkan dinding rahim, yang dapat menyebabkan keluarnya darah di antara waktu menstruasi. Dokter mungkin akan memeriksa kelenjar tiroid Anda dan menyarankan Anda untuk menggunakan IUD agar menstruasi menjadi lebih teratur. Menurunkan berat badan juga dapat dilakukan.   Baru Mulai Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Semua jenis pil KB, KB implan, dan KB suntik dapat menyebabkan perdarahan di luar masa menstruasi pada beberapa bulan pertama. Hal ini dikarenakan ketiga jenis KB ini mengandung hormon, yang akan sedikit mengganggu keseimbangan kadar hormonal di dalam tubuh pada awal masa pemberian. Dianjurkan untuk menunggu selama 12 minggu dan melihat apakah menstruasi kembali lancar. Bila tidak, dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi kembali pada dokter kandungan Anda untuk mendapatkan metode kontrasepsi lain yang lebih cocok. Bila Anda menggunakan IUD, maka Anda mungkin akan mengalami spotting atau perdarahan ringan dalam jangka panjang, yang tampak seperti menstruasi yang tidak teratur. Hal ini merupakan hal yang normal.   Menderita Suatu Penyakit Menular Seksual Menderita suatu penyakit menular seksual seperti gonorea dan klamidia dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan iritasi pada rahim dan leher rahim, yang akan menyebabkan terjadinya spotting. Perhatikan juga apakah Anda juga mengalami keputihan yang abnormal, berbau, atau berwarna (kuning atau hijau), gatal atau iritasi selain menstruasi yang tidak teratur. Bila Anda sering berganti-ganti pasangan seksual, dianjurkan untuk memeriksakan diri karena klamidia seringkali tidak bergejala. Pemberian antibiotik biasanya dapat membantu mengatasi gejala.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 21 Oct 2018    16:00 WIB
Mens Tidak Kunjung Datang, Hamil Enggak Ya ?
Sedang bertanya-tanya apakah Anda hamil atau tidak? Selain mual, sebenarnya masih ada beberapa hal lain yang dapat menjadi indikator kehamilan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang juga merupakan tanda-tanda kehamilan selain morning sickness.  1.      Sensitivitas MeningkatSemua orang pasti memiliki semacam sensitivitas terhadap makanan dan bau tertentu. Akan tetapi, bila Anda tampaknya tidak dapat mencium bau makanan kesukaan Anda dan tiba-tiba mulai tidak menyukai bau parfum teman kantor Anda yang sebelumnya sangat Anda sukai, maka hal ini dapat merupakan pertanda bahwa Anda sedang hamil. Jika peningkatan sensitivitas ini tidak juga menghilang dalam waktu beberapa hari, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. 2.      Terlambat atau Mendapat HaidAmenorea merupakan gangguan yang sering terjadi pada wanita dan hal ini bukanlah gejala kehamilan. Jika Anda tidak pernah berhubungan intim sebelumnya dan menstruasi Anda tidak juga datang, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter.Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa spotting dapat merupakan salah satu tanda kehamilan. Spotting terjadi saat janin menempelkan dirinya pada dinding rahim. Spotting ini biasanya terjadi seminggu sebelum jadwal menstruasi Anda dan dapat membuat Anda mengira bahwa Anda sedang mens dan tidak hamil. Darah yang keluar biasanya berwarna kecoklatan atau merah muda dan biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari, tetapi tidak lebih dari 3 hari. 3.      Perut KembungPerut kembung memang bukan merupakan gejala pasti dari kehamilan, akan tetapi bila perut kembung yang Anda rasakan juga disertai dengan gejala kehamilan lainnya, segera periksakan diri Anda.Pada awal masa kehamilan, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, termasuk pergerakan usus Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin akan mengalami perut kembung, sembelit, dan diare walaupun jarang. 4.      Payudara MembengkakAlasan mengapa sebagian besar wanita melewatkan tanda kehamilan yang satu ini karena payudara yang terasa nyeri dan lebih kencang juga sering ditemui beberapa hari sebelum menstruasi.Walaupun memang agak sulit membedakan pembesaran payudara yang disebabkan oleh kehamilan dengan yang disebabkan oleh menstruasi, akan tetapi pada kehamilan puting susu dan daerah di sekitarnya akan menjadi lebih gelap. 5.      Mood Berubah-UbahSelain saat hamil, seorang wanita biasanya juga memiliki mood yang berubah-ubah saat menstruasi. Perbedaannya adalah perubahan mood yang terjadi karena kehamilan biasanya lebih sering dan lebih intens. Seorang wanita yang sedang hamil dapat menjadi sangat mudah marah, cemas, panik, depresi, dan memiliki mood yang buruk. Baca juga: Tips Tetap Sehat Bagi Ibu Hamil yang Juga Menderita  Diabetes 6.      Kepala Terasa Ringan dan PingsanJika Anda merasa seolah-olah akan jatuh atau pingsan, maka hal ini dapat merupakan tanda kehamilan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini terjadi karena tubuh Anda belum siap untuk memproduksi cukup banyak darah untuk mengimbangi kerja sistem jantung dan pembuluh darah tubuh Anda yang meningkat. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami berbagai gejala kehamilan lainnya, rasa pusing yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. 7.      Frekuensi Buang Air Kecil BerubahSering buang air kecil dapat merupakan tanda kehamilan, adanya gangguan pada kandung kemih, infeksi saluran kemih, gangguan ginjal, dan diabetes. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan perubahan pola buang air kecil Anda. Jika Anda menjadi lebih sering buang air kecil dan juga mengalami berbagai tanda kehamilan lainnya, maka kemungkinan besar Anda sedang hamil. 8.      Merasa Amat Sangat LelahPada zaman modern yang penuh dengan kesibukan, banyak wanita mengalami rasa lelah kronik, yang sulit dibedakan dengan mudah lelah akibat kehamilan. Akan tetapi, jika Anda terus saja merasa sangat lelah walaupun sudah tidur selama 8-10 jam setiap harinya dan Anda tidak memiliki keinginan untuk melakukan apapun, segera periksa kehamilan Anda dan atau konsultasi dengan seorang dokter. 9.      Nafsu Makan BerubahHamil dapat membuat Anda merasa lebih lapar daripada sebelumnya atau justru membuat Anda sama sekali tidak nafsu makan. Selain itu, saat makan Anda mungkin akan menyadari ada rasa seperti logam di dalam mulut Anda. Jenis makanan yang Anda sukai pun dapat berubah drastis, Anda bahkan dapat mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tidak Anda sukai sebelumnya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: womenitely