Your browser does not support JavaScript!
 14 May 2020    18:00 WIB
Seberapa Sering Kita Harus Mengganti Sikat Gigi ?
Anda menggunakannya setiap pagi dan malam, bahkan mungkin juga setiap kali Anda selesai makan untuk membuat gigi dan mulut Anda tetap bersih dan terasa segar di sepanjang hari. Akan tetapi, bila Anda seperti kebanyakan orang pada umumnya, maka pasti banyak sekali kuman yang terdapat di dalam sikat gigi Anda. Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh the University of Manchester di Inggris, sebagian besar sikat gigi mengandung sekitar 10 juta atau lebih bakteri di dalamnya, termasuk bakteri E. coli, yang dapat menyebabkan Anda mengalami diare atau muntah dan bahkan nyeri perut hebat. Selain itu, sikat gigi Anda mungkin juga mengandung kuman Staphylococcus, yang biasanya tidak berbahaya tetapi tetap dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Di dalam mulut Anda sendiri hidup sekitar 100-200 jenis bakteri, yang tentu saja juga akan ditemukan pada sikat gigi Anda. Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan jumlah kuman di dalam sikat gigi Anda adalah: Anda meletakkannya di dalam wadah tertutup di dalam kamar mandi Anda Terletak tidak jauh (kurang dari 1 meter) dari kloset sehingga kuman yang keluar saat Anda menyiram kloset Anda dapat ikut menempel pada sikat gigi Anda Menggunakan sikat gigi yang sama dengan orang lain. Hal ini dapat membuat Anda tertular berbagai penyakit karena menyikat gigi dapat menimbulkan luka kecil di dalam mulut Anda   Baca juga: 5 Kesalahan Membersihkan Sikat Gigi   Mulai merasa jijik dengan sikat gigi Anda? Bila ya, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi jumlah kuman yang ada di dalam pasta gigi Anda.   Bersihkan Sikat Gigi Anda Setiap Hari Karena Anda secara tidak langsung akan "mentransfer" bakteri dari dalam mulut Anda ke sikat gigi Anda, maka adalah wajar bila Anda harus membersihkan sikat gigi Anda setiap harinya dengan air bersih setelah menyikat gigi. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan semua bakteri, pasta gigi, dan kotoran yang tersisa di dalam sikat gigi Anda. Akan tetapi, dianjurkan agar Anda tidak memasukkan sikat gigi Anda ke dalam microwave atau alat pencuci piring karena hal ini akan merusak sikat gigi tersebut.   Ganti Sikat Gigi Anda Setelah Anda Sembuh dari Sakit Memang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bila Anda menggunakan sikat gigi yang sama sebelum dan setelah Anda sembuh dari sakit akan membuat Anda sakit kembali, akan tetapi tidak ada salahnya bila Anda menggantinya bukan?   Ganti Sikat Gigi Anda Setiap 3-4 Bulan Gantilah sikat gigi Anda setiap 3-4 bulan sekali atau bila bulu sikat telah rusak. Hal ini dikarenakan sikat gigi tidak akan dapat bekerja dengan efektif bila telah rusak. Pada anak-anak, Anda mungkin harus mengganti sikat gigi mereka lebih sering karena mereka seringkali menggigit atau mengunyah sikat gigi mereka saat mereka menyikat giginya sehingga sikat gigi pun lebih cepat rusak.   Jangan Letakkan Sikat Gigi di Dekat Kloset Jika Anda tidak memiliki tempat lain untuk meletakkan sikat gigi Anda, pastikan Anda menutup kloset sebelum menyiramnya dan jauhkan sikat gigi Anda dari wastafel saat Anda mencuci tangan.   Jangan Tempatkan Sikat Gigi di Ruangan Tertutup Jangan letakkan sikat gigi Anda di dalam kamar mandi atau tempat lembab lainnya. Hal ini dapat memicu pertumbuhan kuman di dalamnnya. Idealnya, Anda harus meletakkan sikat gigi Anda dalam keadaan berdiri di tempat yang berangin sehingga sikat gigi Anda pun memiliki kesempatan untuk mengering sebelum kembali digunakan.   Jangan Gunakan Sikat Gigi Bersama Orang Lain Tidak perduli siapa pun itu, jangan biarkan orang lain menggunakan sikat gigi Anda karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki jumlah bakteri yang berbeda di dalam mulutnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 02 Mar 2020    19:00 WIB
Jaga Kesehatan Gigi Anak Anda Sejak Dini
Ajarilah anak anda cara menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, termasuk gigi dan gusinya sejak dini untuk menjaga keutuhan giginya hingga lanjut usia. Anda dapat memulainnya dengan menjadi teladan yaitu dengan merawat gigi anda dengan baik sehingga anak anda pun mengetahui bahwa menjaga kesehatan mulut merupakan suatu hal yang penting.Anda juga dapat membuat berbagai perawatan gigi menjadi saat yang menyenangkan bagi anak anda. Anda dapat menyikat gigi bersama dengan anak anda atau membiarkan anak anda memilih sendiri pasta gigi yang disukainya (sambil tetap memperhatikan komposisi dan manfaat pasta gigi tersebut) yang secara tidak langsung mendorong anak anda untuk menjaga kesehatan mulut, gigi, dan gusinya. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk melindungi gigi dan gusi anak anda, serta mengurangi resiko terjadinya gigi berlubang, yaitu: •  Beritahukanlah pada anak anda untuk menyikat giginya setidaknya 2 kali sehari, yaitu di pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mengangkat plak•  Ajarkanlah anak anda untuk membersihkan sela-sela giginya setidaknya 1 kali sehari (floss) untuk mengangkat plak dan mencegah pembentukan karang gigi•  Berikanlah diet sehat dan seimbang pada anak anda. Batasi konsumsi makanan manis yang dapat meningkatkan pembentukan plak pada gigi•  Ajak anak anda untuk memeriksakan giginya secara teratur pada dokter gigi Satu hal yang perlu diingat adalah karena anak-anak cenderung menelan pasta gigi yang digunakannya, maka jangan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride hingga anak anda sudah cukup besar dan dapat membuang ludah. Selain itu, pilihlah pasta gigi yang kandungan fluoridenya sesuai dengan usia anak anda. Jangan gunakan pasta gigi yang biasa anda gunakan pada anak anda juga, karena pasta gigi orang dewasa biasanya mengandung lebih banyak fluoride dan memiliki rasa yang tidak begitu disukai oleh anak-anak yang dapat membuat anak anda enggan menyikat gigi. Gunakanlah pasta gigi khusus anak-anak yang memiliki rasa beragam dan menarik.Sumber: webmd
 30 Jan 2020    11:00 WIB
Berbagai Pengobatan Gangguan Gusi
Pengobatan gangguan gusi tergantng pada stadium penyakit, bagaimana respon anda terhadap pengobatan sebelumnya, dan bagaimana keadaan kesehatan anda secara keseluruhan. Pengobatan gangguan gusi dibagi menjadi 2 yaitu pengobatan tanpa tindakan pembedahan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri dan tindakan pembedahan untuk mengembalikan jaringan penyangga (gusi).Pengobatan Gusi Tanpa Tindakan Pembedahan Pembersihan GigiSaat pemeriksaan rutin gigi, dokter gigi anda akan melakukan pembersihan plak dan karang gigi (plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi dan hanya dapat dibersihkan dengan bantuan peralatan dokter gigi) dari bagian atas dan bawah gusi pada seluruh gigi anda. Jika anda memiliki tanda-tanda gangguan gusi, maka dokter gigi anda mungkin akan menyarankan agar anda melakukan pembersihan gigi lebih sering. Scaling dan Root PlaningScaling merupakan suatu tindakan pembersihan plak dan karang gigi di atas dan bawah gusi tanpa melalui tindakan pembedahan, yang dilakukan dengan bantuan anestesi lokal. Root planning merupakan suatu tindakan untuk menghaluskan bagian akar gigi yang kasar. Menghaluskan akar gigi yang kasar dapat menghilangkan bakteri dan membuat permukaan gigi menjadi lebih bersih sehingga gusi dapat kembali menempel pada gigi. Pengobatan Gusi Dengan Tindakan Pembedahan Tindakan Pembedahan Reduksi Kantong (Flap Surgery)Tindakan pembedahan ini bertujuan untuk mengurangi jarak antara gusi dan gigi, sehingga mengurangi daerah tempat berkumpul dan bertumbuhnya bakteri berbahaya serta menurunkan resiko gangguan kesehatan berat akibat gangguan gusi. Transplantasi TulangTindakan ini bertujuan untuk menggantikan tulang anda yang hancur akibat penyakit gusi dan mengembalikan stabilitas gigi anda. Transplantasi Jaringan Lunak (Gusi)Tindakan ini bertujuan untuk menggantikan gusi anda yang telah mengalami resesi (menurun). Jaringan lunak yang digunakan untuk menggantikan gusi anda ini seringkali diambil dari langit-langit mulut anda.Tindakan pembedahan untuk mengobati gangguan gusi hanya diperlukan bila jaringan lunak (gusi) di sekitar gigi anda sudah tidak sehat dan tidak dapat diperbaiki tanpa tindakan pembedahan.Obat-obatanAntibiotika dapat digunakan sebagai terapi kombinasi dengan tindakan pembedahan atau tindakan lainnya atau sebagai terapi tunggal untuk mengurangi atau membunuh bakteri yang menyebabkan gangguan gusi atau untuk menghambat penghancuran akar gigi yang menempel pada tulang rahang.Klorheksidin merupakan suatu agen antimikroba yang digunakan untuk mengatasi plak dan radang gusi. Doksisiklin dan metronidazole juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai gangguan gusi.Lama penyembuhan setelah suatu tindakan pada gigi tergantung pada jenis dan seberapa parah gangguan gusi atau gigi yang anda alami serta bagaimana keadaan kesehatan anda secara keseluruhan.Sumber: webmd
 23 Sep 2019    11:00 WIB
Tips Agar Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi
Saat Anda kecil mungkin Anda takut ke dokter gigi. Tetapi dengan selalu menjaga kebersihan mulut, kunjungan rutin ke dokter gigi dan tehnologi baru  yang tersedia saat ini, anak-anak Anda seharusnya tidak takut untuk mengunjungi dokter gigi. Tetapi, beberapa anak tetap merasa gugup saat harus mengunjungi dokter gigi. Kebanyakan alasannya karena tidak mengetahui apa yang akan dialami, padahal penyebab utama biasanya disebabkan oleh  Anda sendiri. Faktanya, sebuah studi yang diterbitkan oleh the International Journal of Paediatric Dentistry mengungkapkan jika salah satu anggota keluarga merasa takut untuk mendatangi dokter gigi, maka ketakutan itu akan menular ke anggota keluarga yang lain. "terkadang orang tua memproyeksikan perasaan mereka sendiri tentang pergi ke dokter gigi kepada anak-anak mereka," kata Dr Steven G. Goldberg, penemu DentalVibe Injection Comfort System. Berita baiknya adalah, jika anak Anda takut untuk pergi ke dokter gigi, cobalah beberapa tips berikut ini: Mulai melatih bersikat gigi sejak dini Bahkan saat bayi Anda belum memiliki gigi, Anda harus secara rutin membersihkan gusinya menggunakan sikat gigi khusus bayi, atau menggunakan jari yang dibungkus kain basah setiap selesai makan. Memperkenalkan kesehatan mulut sejak dini akan mempersiapkan si Anak untuk lebih berani saat harus memeriksakan diri nantinya. Hal ini dikatakan oleh Dr. Bill Dorfman, seorang dokter gigi kosmetik di Beverly Hills, Calif. Berkunjung ke dokter gigi sebelum usia 1 tahun The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan agar anak-anak saat gigi pertamanya tumbuh atau pada usia 1 tahun. Kunjungan dokter gigi pada usia dini ini akan membuat anak Anda terbiasa terhadap dokter gigi, mencegah terjadinya kerusakan gigi dan mencegah timbulnya ketakutan mengenai prosedur pemeriksaan gigi di masa depan. Bicarakan Bacalah buku tentang pergi ke dokter gigi dan jelaskan apa yang akan terjadi ke anak Anda tentang pengalaman Anda yang bersifat positif. Berlatih di rumah Anda bisa mendudukkan anak Anda di kursi atau sofa yang bisa disandarkan dan berpura-pura memeriksa dan membersihkan giginya, sehingga mereka memperoleh gambaran apa yang akan mereka alami nanti pada kunjungan ke dokter gigi. Buatlah menyenangkan Bawalah buku atau mainan kesukaan anak Anda atau apapun yang akan membuatnya lebih familiar dan tenang. Jika Anda bisa membuatnya senang dan menjadi pengalaman yang menyenangkan maka akan membawa pengaruh positif pada kunjungan berikutnya. Positif Apapun pengalaman Anda dahulu dengan dokter gigi dan bagaimana perasaan Anda terhadap dokter gigi saat ini, buatlah menjadi positif untuk anak Anda. Hindari pembicaraan mengenai rasa sakit atau ketidaknyamanan, tetapi tekankan pada bagaimana gigi mereka akan menjadis sehat nantinya. Antarkan Dr. Golberg merekomendasikan agar Anda mengantarkan anak Anda ke tempat dokter gigi tersebut berpraktek sebelum waktu perjanjian, agar mereka dapat bertemu dengan staff dan dokter gigi tersebut dan mereka dapat yakin bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Datanglah ke dokter gigi spesialis anak Dokter gigi spesialis anak lebih terlatih menghadapi anak-anak, menggunakan alat-alat yang lebih kecil dan biasanya memiliki tempat praktek yang ramah anak-anak, dicat dengan warna yang terang, memiliki video dan buku anak-anak. Carilah bantuan Jika Anda sendiri terlalu gugup untuk membawa anak Anda ke dokter gigi, mintalah pasangan Anda atau anggota keluarga lainnya untuk membawa mereka.   Sumber: foxnews
 05 Mar 2019    08:00 WIB
Mengapa Gusi Anda Berdarah Setiap kali Menggosok Gigi???
Gusi Anda sering berdarah, terutama setelah Anda menggosok gigi? Hal ini bukanlah hal yang normal. Gusi berdarah biasanya merupakan gejala dari gangguan gusi seperti peradangan gusi (gingivitis). Peradangan gusi terjadi akibat penumpukkan bakteri dan plak pada gigi. Gangguan pada gusi dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gigi goyang hingga gangguan jantung. Selain menggosok gigi terlalu keras, ternyata ada banyak hal lain yang dapat menjadi penyebab berdarahnya gusi Anda seperti di bawah ini.   Ada Makanan yang Tertinggal Bakteri hanya membutuhkan waktu 24 jam untuk menyebabkan peradangan pada gusi, yang menyebabkan gusi Anda berdarah. Jadi, bila Anda tidak menggosok gigi dengan benar, maka gusi Anda mungkin akan berdarah.   Hormon Anda Berfluktuasi Saat kadar hormon di dalam tubuh Anda sedang berfluktuasi, misalnya saat masa pubertas, hamil, menstruasi, atau menopause; maka Anda akan menjadi lebih sensitif terhadap plak, yang dapat memicu gusi berdarah. Menggunakan obat kumur atau floss gigi setiap hari dapat membantu mencegah dan mengatasi gusi berdarah.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Gusi Bengkak dan Berdarah   Sedang Stress, Kurang Tidur, atau Makan Sembarangan Makan sembarangan, suka bergadang, dan stress dapat membuat gusi Anda berdarah. Hal ini dikarenakan ketiga hal tersebut dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan peradangan yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut.oleh karena itu, pastikan Anda mengkonsumsi diet sehat dan seimbang (terdiri dari protein, vitamin C, dan vitamin D).   Efek Samping Obat Beberapa jenis obat seperti obat anti depresi dan obat tekanan darah tinggi; dapat membuat mulut menjadi kering. Dan kurangnya air liur di dalam mulut ini dapat memudahkan bakteri berkembang biak. Akibatnya, gusi Anda menjadi merah, membengkak, dan kadangkala berdarah.   Menderita Suatu Penyakit Tertentu Berbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes atau penyakit lain seperti leukemia dan hiv, dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan gusi membengkak dan berdarah. Jika gusi Anda terus saja berdarah selama lebih dari 2 minggu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter gigi untuk mencari tahu penyebabnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews
 15 Sep 2018    18:00 WIB
5 Kesalahan Membersihkan Sikat Gigi
Pernahkan Anda membayangkan berapa banyak kuman yang ada di sikat gigi Anda? 10 milyard! Ya sebanyak itulah mikroba yang hidup di sikat gigi Anda. Sikat gigi dapat menjadi rumah untuk berbagai bakteri dan virus, bahkan beberapa jamur dapat timbuh subur didalamnya. Tipe bakteri yang terkandung didalamnya juga berbagai macam dari yang menguntungkan sampai yang menimbulkan penyakit digigi dan gusi Anda. Berikut adalah kesalahan yang sering Anda lakukan saat membersihkan sikat gigi:Menyimpan sikat gigi Anda dengan jarak kurang 2 meter dari toiletKarena kebanyakan orang melakukan sikat gigi didalam kamar mandi, maka lebih mudah untuk menyimpan sikat gigi di kamar mandi bukan? Apakah Anda ingin gas pembuangan dari toilet berada di mulut Anda? Tentu saja tidak. Jauhkanlah tempat penyimpanan sikat gigi Anda jauh dari toilet, paling tidak lebih dari 2 meter. Menyimpan sikat gigi di wadah plastikCara penyimpanan sikat gigi juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan sikat gigi Anda dan bagaimana mikroba berkembang di dalamnya. Dengan menyimpan sikat gigi Anda dalam wadah plastik akan sangat berbahaya. Tetapi menyimpan sikat gigi dengan meletakkannya di gelas dan membiarkannya terbuka juga bukan metode penyimpanan yang baik. Simpanlah sikat gigi Anda didalam wadah yang terbuat dari kain. Kain ini akan menyerap sisa air liur yang tertinggal di sikat gigi juga menyerap kelembaban sikat gigi. Dengan cara ini Anda telah mencegah timbulnya bakteri baru di sikat gigi. Mensterilkan sikat gigi di microwaveAda beberapa orang yang menaruh sikat giginya di mocrowave dengan tujuan untuk mensterilkan. Tetapi kebanyakan sikat gigi terbuat dari plastik, silikon, nilon, dan microwave akan menghancurkannya. Dengan memanaskan sikat gigi dalam microwave akan menyebabkan pelepasan bisphenol-A (BPA) yang ada pada plastik sikat gigi. BPA ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infertilitas dan berbagai jenis kanker. Untuk membersihkan sikat gigi Anda dapat mencucinya dibawah air mengalir menggunakan sabun kemudian tutup sikat gigi menggunakan bahan dari kain. Juga jangan lupa mengganti sikat gigi Andaminimal 4 kali dalam setahun. Anda pikir pasta gigi dapat membersihkan sikat gigi dari kuman?Pasta gigi yang normal tidak memiliki pengaruh terhadap bakteri dalam sikat gigi. Pada dasarnya didalam mulut kita terdapat milyaran mikroba baik yang dikenal dengan nama microbiome yang melindungi mulut dari virus dan bakteri jahat. Tetapi microbiome ini dapat menjadi bakteri baik karena penggunaan pasta gigi yang menggunakan deterjen atau cairan pencuci mulut yang menggunakan alkohol. Pasta gigi Anda mengandung banyak bahan kimiaHindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan kimia seperti sodium laurel sulfate atau triclosan copolymer karena zat ini dapat mengiritasi mulut dan dapat melukai bagian dalam mulut. Sumber: foxnews
 18 Jul 2018    16:00 WIB
6 Kesalahan yang Sering Anda Lakukan Saat Menggosok Gigi
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa kebersihan gigi dan mulut yang kurang berhubungan dengan gangguan jantung dan berbagai gangguan kesehatan lain, termasuk disfungsi ereksi. Dan walaupun Anda sudah menggosok gigi Anda secara teratur, ada kemungkinan Anda melakukan berbagai kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat kesalahan apa saja yang mungkin terjadi saat Anda menggosok gigi dan bagaimana cara memperbaiknya.   Tidak Menggosok Gigi di Waktu yang Tepat Anda seharusnya tidak lagi makan setelah menggosok gigi di malam hari sebelum tidur. Hal ini dikarenakan mengemil sebelum tidur dapat meningkatkan resiko gigi berlubang karena ada sisa makanan yang masih menempel pada gigi. Kegiatan sikat gigi Anda di pagi hari juga sangat penting. Hal ini dikarenakan produksi air liur akan berkurang selama Anda tidur, yang akan membuat bakteri di dalam mulut dapat berkembang biak dengan lebih cepat. Oleh karena itu, sikatlah gigi Anda 2 kali sehari selama setidaknya 2 menit.   Menggunakan Sikat Gigi yang Salah Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, yang dapat masuk ke dalam jaringan gusi dan melepaskan plak yang menempel di dalam gusi. Jika plak di bagian gusi ini tidak terangkat, maka Anda beresiko mengalami gangguan gusi. Menggosok gigi dengan sikat gigi yang keras dan tenaga ekstra dapat menyebabkan terjadinya resesi gusi (gusi menurun) dan membuat lapisan gigi yang terekspos menjadi lebih banyak, bahkan hingga ke akar gigi. Dan karena bagian akar gigi tidak sekuat bagian gigi yang beremail, maka lapisan ini akan dengan mudah terkelupas dan menyebabkan terbentuknya lubang-lubang kecil pada gigi.   Baca juga: Ini Dia Dua Sumber Makanan yang Menjadi Penyebab Timbulnya Karang Gigi   Tidak Berkumur Menelan atau membuang pasta gigi setelah menggosok gigi tidak akan mengeluarkan semua kotoran yang terdapat di dalam mulut paska menggosok gigi. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda berkumur dengan menggunakan obat kumur bebas alkohol berbahan dasar hidrogen peroksida.   Mengikuti Teknik yang Salah Untuk membersihkan plak pada permukaan gigi dengan efektif, Anda harus menggosok gigi dengan cara memutar, dengan sudut 30-45 derajat, bukan hanya dengan gerakan naik dan turun. Saat membersihkan bagian belakang gigi, arahkan sikat gigi Anda secara vertikal sehingga seluruh bagian gigi dapat dibersihkan.   Tidak Mengganti Sikat Gigi Para dokter gigi di Amerika menganjurkan agar setiap orang mengganti sikat giginya setiap 3-4 bulan sekali. Bulu sikat yang sudah tidak sempurna tidak dapat membersihkan plak atau bakteri dengan efektif. Dan bila Anda baru sembuh dari sakit, pastikan Anda segera mengganti sikat gigi Anda. Hal ini dikarenakan sisa bakteri dan virus dari sakit yang Anda derita dapat menempel pada sikat gigi dan dapat kembali menginfeksi Anda.   Tidak Membersihkan Bagian Mulut yang Lain Selain gigi, lidah merupakan bagian mulut yang penuh dengan bakteri. Selain itu, makanan atau kotoran juga dapat dengan mudah tersangkut pada permukaan lidah. Oleh karena itu, pastikan Anda juga selalu membersihkan permukaan lidah Anda. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: prevention
 17 Jul 2016    11:00 WIB
6 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Anak
Pembusukan gigi merupakan salah satu penyakit kronik yang paling sering ditemukan pada anak-anak yang berusia 6-11 tahun dan pada remaja berusia 12-19 tahun. Pembusukan gigi sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kesehatan mulut anak anda dengan baik, dengan teratur menyikat gigi setiap harinya.   1.      Mulailah Perawatan Gigi Anak Anda Sedini Mungkin Berdasarkan American Academy of Pediatrics dan American Academy of Pediatrics Dentistry, seorang anak sebaiknya mulai memeriksakan kesehatan giginya saat berusia 1 tahun.   2.      Ajarilah Kebiasaan Menyikat Gigi Mulailah menyikat gigi anak anda bila gigi anak anda telah tumbuh, bahkan bila hanya ada 1 gigi. Sikatlah gigi anak anda dengan sikat gigi bayi yang lembut dan gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikatlah gigi anak anda dua kali sehari. Benang gigi dapat mulai digunakan saat anak telah memiliki 2 buah gigi yang berdekatan. Tanyakanlah pada dokter gigi anda mengenai cara membersihkan gigi dengan benang yang benar. Anda juga dapat menanyakan pada dokter gigi anda mengenai kapan anak anda boleh mulai menggunakan obat kumur mulut. Seorang ahli menyarankan bahwa bila anak anda telah dapat membuang ludahnya sendiri, maka berarti anak tersebut telah boleh mulai menggunakan obat kumur mulut. Perlu diingat bahwa obat kumur hanya digunakan sebagai pembilas dan tidak boleh diminum. Anak anda biasanya telah mulai dapat menyikat giginya sendiri saat ia telah mampu mengikat tali sepatunya sendiri. Waktu sikat gigi yang paling penting adalah di malam hari sebelum tidur. Jangan berikan makanan atau minuman apapun pada anak selain air putih bila anak telah menyikat giginya. Hal ini dapat membantu gigi tetap bersih dan memulai proses mineralisasi selama tidur melalui berbagai mineral di air liur dan pasta gigi.   3.      Hindari Makanan atau Minuman Manis Sebelum Tidur Jangan berikan anak anda susu atau jus buah sesaat sebelum tidur siang. Hal ini dapat sangat membahayakan kesehatan gigi anak anda. Minuman manis ini dapat menempel pada gigi anak anda dan hal ini merupakan sumber makanan bagi bakteri yang hidup di dalam mulut. Bakteri ini menghasilkan suatu asam yang dapat memicu terjadinya pembusukan gigi. Pembusukan gigi atau gangguan kesehatan gigi yang tidak segera ditangani dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak anda dan juga kemampuannya dalam belajar serta berbicara. Jika anak anda tidak dapat tidur tanpa meminum sesuatu, berikanlah air putih. Penggunaan sippy cup terlalu lama juga dapat menyebabkan pembusukan pada bagian belakang gigi. Selain itu, terlalu sering dan terlalu banyak mengkonsumsi jus buah pada anak telah terbukti berhubungan dengan kejadian obesitas dan pembusukan gigi pada anak. Batasilah pemberian jus buah setiap harinya, tidak lebih dari 4 ons setiap harinya. Batasi juga konsumsi makanan dan minuman manis.   4.      Jangan Menggunakan Dot Terlalu Lama Penggunaan dot dalam waktu lama dapat membahayakan kesehatan gigi anak anda. Menyedot dot terlalu kuat dapat mempengaruhi susunan gigi atas dan bawah anak anda, bahkan dapat mempengaruhi bentuk mulut anak anda. Gunakanlah dot pada masa bayi dan hentikanlah penggunaannya bila anak anda telah memasuki usia 2 tahun. Segera hubungi dokter gigi anda bila anda masih tidak dapat melepaskan kebiasaan mengendot saat anak anda berusia lebih dari 3 tahun.   5.      Waspadai Obat-obatan yang Dapat Mengganggu Kesehatan Gigi Sebagian besar obat-obatan anak terasa manis dan mengandung gula. Hal ini dapat membahayakan kesehatan gigi anak anda, bahkan menyebabkan pembusukan gigi bila obat-obatan ini menempel pada gigi. Beberapa jenis obat-obatan asma dan antibiotika dapat menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan dan mengakibatkan terjadinya infeksi jamur pada mulut. Dokter gigi biasanya akan mencurigai adanya infeksi jamur pada mulut bila terlihat suatu lapisan putih tebal pada bagian atas lidah atau di dalam mulut. Jika anak anda memiliki suatu penyakit kronik, seperti asma atau penyakit jantung, maka tanyakanlah pada dokter gigi anda berapa kali anak anda harus menyikat giginya. Dokter gigi anda biasanya akan menyarankan anda untuk menyikat gigi anak anda 4 kali sehari.   6.      Bersikaplah Tegas Walaupun anak anda seringkali enggan menyikat giginya dan menjadi rewel setiap kali menyikat giginya, anda tetap harus mempertahankan kebiasaan menyikat gigi ini untuk menjaga kesehatan giginya. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang mungkin dapat membantu anda menghadapi anak anda, yaitu: Anak-anak biasanya belum memiliki keterampilan menyikat gigi dengan baik hingga berusia 6 tahun. Oleh karena itu, terus bantu anak anda menyikat gigi hingga anak anda dapat menyikat giginya dengan baik dan benar Buatlah jadwal waktu sikat gigi bagi anak anda. Dianjurkan untuk menyikat gigi anak anda di saat anak belum merasa terlalu lelah, hal ini dapat memudahkan anda Biarkanlah anak anda memilih sikat gigi dan pasta gigi yang disukainya Berikanlah hadiah untuk membujuk anak anda agar mau menyikat giginya Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Takut dengan Dokter  Sumber: webmd