Your browser does not support JavaScript!
 12 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 26 Aug 2018    11:00 WIB
Waspada Beberapa Faktor Penyebab Terjadinya Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan anda mengalami reaksi berlebihan terhadap suatu bahan tertentu (alergen) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"). Terjadinya serangan asma dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari jenis kelamin sampai pada kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko terjadinya asma.   Jenis Kelamin Pada anak-anak, asma lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi beberapa ahli menemukan bahwa ukuran saluran pernapasan anak laki-laki lebih kecil daripada anak perempuan. Hal ini dapat merupakan salah satu penyebab timbulnya mengi setelah flu atau infeksi virus lainnya. Akan tetapi seiring dengan semakin bertambahnya usia anak, maka resiko terjadinya asma antara pria dan wanita menjadi sama. Pada usia 40 tahun, wanita memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi daripada pria   Riwayat Keluarga Asma merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (herediter). Jika salah satu orang tua anda menderita asma, maka anda memiliki resiko 3-6 kali lebih tinggi untuk menderita asma daripada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita asma.   Hiperaktivitas Saluran Pernapasan Memiliki saluran pernapasan yang bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu (alergen) merupakan salah satu faktor resiko asma. Pada penderita asma, saluran pernapasan menjadi hiperaktif dan meradang saat terpapar oleh alergen atau udara dingin. Tidak semua orang dengan saluran pernapasan yang hiperaktif menderita asma, akan tetapi saluran pernapasan yang hiperaktif dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Alergi Atopi merupakan suatu reaksi alergi pada berbagai bagian tubuh yang bahkan tidak bersentuhan dengan alergen atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat atopi adalah eksim (dermatitis atopik), rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, dan asma. Beberapa alergen seperti bulu binatang, berbagai serangga, dan jamur dapat menyebabkan timbulnya suatu reaksi alergi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Lingkungan Berbagai polusi udara, baik yang berasal dari asap rokok, jamur, atau berbagai zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan suatu reaksi alergi dan asma. Polusi udara, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, udara dingin, dan kelembaban udara yang tinggi merupakan pemicu terjadinya serangan asma. Ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan serangan asma. Cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan meningkatkan produksi lendir pada saluran pernapasan. Peningkatan kelembaban udarah juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan pada beberapa orang tertentu.   Asap Rokok Merokok saat usia remaja atau dewasa muda dapat meningkatkan resiko anda menderita asma. Selain itu, paparan terhadap asap rokok pada bayi atau anak-anak juga dapat meningkatkan resiko bayi atau anak tersebut untuk menderita asma di kemudian hari.   Obesitas Berdasarkan penelitian, asma lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak yang mengalami obesitas (kegemukan). Serangan asma pada penderita asma yang juga mengalami obesitas seringkali lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan lebih banyak pengobatan.   Kehamilan Merokok selama hamil dapat menyebabkan penurunan fungsi paru pada bayi yang anda kandung. Selain itu, bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma di kemudian hari.   Sumber: webmd
 03 Aug 2018    11:00 WIB
Gejala Jantung Tidak Beraturan
Pernahkah anda merasa berdebar-debar saat anda sedang beristirahat dan tidak melakukan apapun? Hal ini dapat terjadi pada jantung sehat, akan tetapi juga dapat merupakan gejala aritmia atau gangguan irama jantung. Salah satu jenis aritmia yang sering terjadi adalah fibrilasi atrium. Saat fibrilasi terjadi, suatu bagian jantung yang disebut dengan atrium atau bilik jantung yang berfungsi untuk memompa darah ke dalam ventrikel, bergetar dengan cepat dan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan atrium tidak mampu memompa darah dengan efektif ke dalam ventrikel. Keadaan ini menyebabkan timbulnya denyut jantung yang cepat dan tidak teratur. Pada keadaan normal, denyut jantung berkisar pada 60-100 kali per menit. Pada fibrilasi atrium, denyut jantung dapat mencapai 400 kali per menit.   Gejala Fibrilasi Atrium Beberapa gejala yang dapat ditemukan pada fibrilasi atrium adalah: Palpitasi atau rasa berdebar-debar Merasakan denyutan jantung anda Nyeri dada atau dada terasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada anda Nyeri perut Sesak napas Kepala terasa ringan atau perasaan melayang Merasa lelah atau tidak bertenaga Tidak dapat berolahraga atau beraktivitas dalam waktu lama (intoleransi) Kadang-kadang, fibrilasi atrium dapat terjadi dengan gejala yang hilang timbul, berlangsung selama beberapa menit atau jam dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Pada fibrilasi atrium kronik, aritmia seringkali terjadi.   Lansia dan Fibrilasi Atrium Fibrilasi atrium lebih sering terjadi pada lansia. Sekitar 11% orang berusia 80 tahun mengalami fibrilasi atrium. Pada sebagian besar kasus, fibrilasi atrium terjadi tanpa adanya gejala apapun dan baru ditemukan sebagai penyebab serangan stroke pada lansia. Fibrilasi atrium juga meningkatkan resiko terjadinya stroke, terutama bila disertai dengan kelainan katup jantung, gagal jantung, diabetes, dan hipertensi. Fibrilasi atrium dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah. Bekuan darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan stroke bila keluar dari jantung dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah otak.   Fibrilasi Atrium Pada Remaja Walaupun jarang, fibrilasi atrium juga dapat terjadi pada anak remaja. Fibrilasi dapat merupakan suatu gangguan atau merupakan penanda adanya gangguan kesehatan lainnya bila terjadi berulang kali. Fibrilasi atrium pada remaja jarang sekali ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Pada anak, fibrilasi atrium hampir selalu dimulai dengan rasa berdebar-debar yang kemudian menyebabkan terjadinya henti jantung. Terjadinya fibrilasi atrium pada jantung yang sehat dapat dipicu oleh penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan atau olahraga. Remaja biasanya akan mengatakan adanya rasa berdebar-debar atau nyeri dada dan perut. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala-gejala fibrilasi atrium. Dokter dapat menentukan apakah anda benar-benar mengalami fibrilasi atrium melalui pemeriksaan fisik dan EKG (elektrokardiogram). Baca juga: Buah Delima Untuk Mencegah Penyakit Jantung Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 27 Sep 2017    18:00 WIB
Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan
Pingsan  atau sinkop terjadi saat aliran darah ke otak tidak mencukupi sesaat, sehingga menyebabkan hilangnya kesadaran. Pingsan biasanya bersifat sesaat dan sementara. Pingsan dapat saja tidak berkaitan dengan masalah medis atau merupakan penyebab dari suatu gangguan serius. Sehingga penanganan terhadapa kehilangan kesadaran ini merupakan bagian gawat darurat sampai didapat tanda-tanda kesadaran dan penyebab pingsan. Diskusikan penyebab pingsan pada dokter anda jika terjadi pingsan berulang. Jika anda merasa akan pingsan : Berbaring atau duduk, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pingsan, jangan bangun cepat-cepat Letakkan kepala anda diantara lutut saat anda duduk. Jika orang lain pingsan : Baringkan orang tersebut tidur terlentang. Jika orang tersebut bernafas, untuk memulihkan aliran darah ke otak, naikkan kakinya lebih tinggi dari permukaan jantung, sekitar 12 inchi atau 30cm. jika memungkinkan kendurkan ikat pinggangm kerah dan pakaian lain yang ketat. Untuk mengurangi kemungkinan pingsan, minta orang tersebut untuk tidak bangun cepat-cepat. Jika orang tersebut tidak sadar dalam waktu 1 menit, hubungi gawatdarurat segera. Pastikan aliran udara orang tersebut tetap bersih, jaga jika terjadi muntah Periksa tanda-tanda sirkulasi (nafas, batuk atau pergerakan). Jika tidak terlihat tanda-tanda sirkulasi segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Hubungi juga gawat darurat atau bantuan lain. Lanjutkan RJP sampai bantuan datang atau ada respon dari orang tersebut atau orang tersebut mulai bernafas. Jika orang tersebut pingsan dengan disertai cedera, obati segera benjolan, memar, luka yang terjadi secara baik dan benar. Kontrol perdarahan dengan tekanan langsung (direct pressure). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang  Baca juga: Pertolongan pertama henti jantung Sumber : mayoclinic
 23 Sep 2017    08:00 WIB
Cegah Serangan Jantung! Kenali Gejala-Gejala Berikut
Seperti halnya otak, jantung merupakan suatu organ yang sangat penting yang tanpanya seorang manusia tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, berbagai gangguan yang terjadi pada jantung seseorang tentu saja akan mengancam nyawa orang tersebut.   Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda gangguan jantung yang perlu Anda waspadai. Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.   Baca juga: Seorang Wanita Meninggal Akibat Alat Detektor Logam   NAFAS PENDEK Napas pendek-pendek atau sesak napas merupakan salah satu gejala dari gangguan jantung. Bila disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung, maka sesak napas atau napas pendek biasanya juga disertai oleh rasa berdebar-debar. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke daerah jantung yang dapat menyebabkan terjadinya kematian sejumlah sel otot jantung, yang akan memicu terjadinya serangan jantung.   NYERI DI DAERAH LEHER Tahukah Anda bahwa nyeri pada daerah leher juga dapat merupakan tanda dari sedang terjadinya serangan jantung? Selain nyeri di bagian dada, rasa nyeri juga dapat menjalar hingga ke lengan, punggung, leher, dan bahkan rahang. Oleh karena itu, pastikan Anda segera memeriksakan diri Anda bila Anda mengalami nyeri dada yang menjalar hingga ke beberapa bagian tubuh di dekatnya.   GANGGUAN SEKSUAL Sulit mencapai atau mempertahankan ereksi ternyata juga dapat merupakan salah satu tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda. Hal ini dapat terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah di sekitar jantung, yang membuat aliran darah dari jantung ke berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk penis pun terganggu, sehingga penderita sulit mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup lama.   NYERI DI DAERAH RAHANG Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serangan jantung atau adanya gangguan pada jantung juga dapat ditandai dengan adanya rasa nyeri yang menjalar dari dada hingga ke daerah rahang atau bahkan telinga. Penderita biasanya tidak dapat menunjukkan satu titik tempat asal nyeri karena nyeri bersifat menyebar atau menjalar.   RASA TIDAK NYAMAN DI DADA (NYERI DADA) Rasa tidak nyaman pada dada merupakan salah satu gejala tersering dari adanya gangguan pada jantung. Jika Anda mengalami sumbatan pada pembuluh darah jantung atau sedang mengalami serangan jantung, maka Anda mungkin akan merasa nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan atau tertusuk atau terbakar. Rasa tidak nyaman ini biasanya berlangsung selama beberapa menit. Rasa tidak nyaman dan nyeri dada ini dapat terjadi saat Anda sedang beristirahat atau saat Anda sedang beraktivitas.   Jika rasa nyeri atau tidak nyaman ini hanya berlangsung singkat atau bertambah bila Anda sentuh atau tekan, maka keluhan ini mungkin bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung Anda. Pada wanita, serangan jantung seringkali tidak menyebabkan terjadinya nyeri dada.   GANGGUAN PENCERNAAN Beberapa orang yang mengalami gangguan jantung juga dapat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, dan nyeri perut. Gangguan pencernaan ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita.   NYERI MENJALAR KE LENGAN Gejala khas lainnya dari serangan jantung adalah rasa nyeri yang menjalar hingga ke tubuh bagian kiri. Rasa nyeri biasanya berawal dari dada dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan, bahu, punggung, leher, dan bahkan rahang.   PUSING Memang terdapat banyak hal yang dapat membuat Anda kehilangan keseimbangan atau merasa ingin pingsan selain dari gangguan jantung seperti berdiri terlalu cepat atau karena belum makan atau kurang minum. Akan tetapi, bila rasa pusing Anda juga disertai dengan rasa tidak nyaman pada dada atau sesak napas, segera hubungi dokter Anda. Rasa pusing dapat disebabkan oleh turunnya tekanan darah Anda karena jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah sebagaimana mestinya.     MUDAH LELAH Jika Anda tiba-tiba merasa sangat lelah saat Anda melakukan sesuatu hal yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka segera hubungi dokter Anda! Merasa sangat lelah atau badan terasa lemah tanpa penyebab yang jelas selama beberapa hari dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama pada wanita.   MENDENGKUR Mendengkur tentunya dapat dialami oleh siapa saja, akan tetapi dengkuran yang keras dan tidak biasanya (terdengar seperti orang yang sedang mengalami sesak napas atau tercekik) dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan tidur apnea. Henti napas sementara yang terjadi pada penderita gangguan tidur apnea membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi. Segera cari pertolongan medis untuk mengatasi gangguan tidur Anda ini!   KERINGAT DINGIN Mengalami keringat dingin tanpa penyebab yang jelas dapat merupakan gejala dari serangan jantung, terutama bila hal ini terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lainnya.   BATUK YANG TIDAK DAPAT BERHENTI Pada sebagian besar kasus, batuk biasanya bukan merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung. Akan tetapi, bila Anda memiliki riwayat gangguan jantung atau Anda beresiko menderita gangguan jantung, batuk juga dapat merupakan gejala dari adanya gangguan pada jantung.   Jika batuk disertai dengan dahak berwarna putih atau merah muda, maka hal ini dapat merupakan pertanda dari gagal jantung. Batuk terjadi karena jantung tidak dapat mencukupi kebutuhan darah tubuh sehingga ada darah yang masuk ke dalam paru-paru akibat dari pembesaran jantung kiri.   KAKI BENGKAK Pembengkakan pada daerah kaki dapat merupakan pertanda bahwa jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik (tidak cukup cepat) sehingga darah pun masuk kembali ke dalam pembuluh darah vena sehingga kaki Anda pun membengkak.   Selain itu, gagal jantung juga dapat membuat ginjal kesulitan mengeluarkan kelebihan air dan natrium dari dalam tubuh sehingga kaki Anda pun membengkak.   DENYUT JANTUNG TIDAK TERATUR Denyut jantung yang tidak teratur yang sering terjadi atau berlangsung selama lebih dari beberapa detik dapat merupakan tanda dari adanya gangguan pada jantung Anda.   Segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat bila Anda memiliki lebih dari 2 gejala yang disebutkan di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: webmd