Your browser does not support JavaScript!
 11 Jun 2018    16:00 WIB
8 Manfaat Berpelukan
Setiap orang pasti menikmati momen hangat ketika mereka mendapatkan pelukan, meski barang satu atau dua menit. Apalagi jika pelukan itu datang dari orang yang mereka sayangi. Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut benar-benar terbukti dan belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan sekaligus alasan mengapa Anda membutuhkannya setiap hari. 1.       Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. 2.       Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. 3.       Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. 4.       Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. 5.       Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. 6.       Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. 7.       Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. 8.       Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini? Baca juga: Apa Sebenarnya Pendapat Para Pria Mengenai "Berpelukan"? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: dailyhealthpost  
 31 Dec 2017    16:00 WIB
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti dari migrain memang belum dapat dimengerti sepenuhnya saat ini. Teori yang dipakai saat ini adalah migrain dan gejalanya disebabkan karena masalah pembuluh darah di otak. Penelitian terbaru yang dilakukan juga menunjukkan saat pembuluh darah mengecil maka akan menyebabkan nyeri, dan ini menjadi penyebab migrain.   Rantai peristiwa perubahan fisik dan kimia di dalam dan sekitar otak yang mengarah ke sakit kepala migrain masih belum jelas. Yang saat ini diketahui adalah ada sesuatu mengaktifkan rangkaian reaksi biokimia yang dapat memicu respon inflamasi dari syaraf trigeminal, yang merupakan jalur sensasi nyeri utama di wajah dan kepala. Respon ini kemudian menyebar ke syaraf-syaraf di selaput otak sehingga menyebabkan munculnya rasa nyeri dan migrain.   Penelitian yang dilakukan untuk mengerti detail dari proses tersebut masih terus dilakukan, tetapi beberapa penyebab dibawah ini diperkirakan menjadi faktor penyebab migrain. Mereka adalah:•  Penurunan kadar serotoninSerotonin merupakan suatu neurotransmiter yang mengontrol mood, tidur, dan nafsu makan. Serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit•  Kekuranagn magnesium yang merupakan mineral penting untuk fungsi otak•  Adanya neuropeptida, yaitu molekul yang menyerupai protein kecil yang dpaat merangsang terjadinya inflamasi dan mengaktifkan reseptor nyeri.•  Abnormalitas transport ion kalsium •  Pelepasan nitrit oksida yang merupakan tanda dari pelebaran pembuluh darah.•  Fluktuasi hormon, terutama estrogen pada wanita•  Inflamasi pada nervus maxilaris, yaitu cabang dari nervus trigeminal yang ada di tulang pipi dan bekerja untuk mengontrol sensasi mulut dan hidung   Berikut adalah faktor pemicu migrain:•  Perubahan stress emosional•  Makanan tertentu seperti coklat, alkohol, kacang, MSG, keju, kafein dan aspartam (pemanis buatan)•  Kelaparan dan dehidrasi•  Perubahan cuaca•  Perubahan pola tidur•  Cahaya yang terlalu terang•  Suara yang terlalu keras•  Bau-bau yang menyengat•  Aktifitas fisik yang intens Sumber: healthline
 17 Sep 2015    09:00 WIB
Jerawatan Gara-gara Makan Cokelat, Masa Sih?
Cokelat merupakan salah satu jenis cemilan yang paling disukai di seluruh dunia, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa orang dewasa bahkan kerap mengkonsumsi cokelat saat mood mereka sedang buruk. Hal ini dikarenakan cokelat dipercaya dapat membantu memperbaiki mood dan mengurangi stress.   Selain dapat membantu mengurangi stress, para ahli menduga bahwa konsumsi cokelat juga dapat membantu menurunkan resiko depresi. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung serotonin, yang merupakan suatu anti depresan alami.   Selain dapat membantu memperbaiki mood, mengurangi stress, dan mencegah depresi; cokelat ternyata masih memiliki manfaat menakjubkan lainnya, yaitu menghambat pembentukan garis-garis halus pada wajah. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung berbagai jenis antioksidan alami di dalamnya.   Akan tetapi, bagi Anda yang memiliki kulit berminyak, Anda mungkin harus mengurangi konsumsi cokelat Anda. Hal ini dikarenakan cokelat dipercaya dapat memicu timbulnya jerawat.   Menurut seorang professor kulit di Yale School of Medicine, Amerika Serikat, berbagai jenis makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi (dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat), seperti cokelat, akan membuat minyak yang dihasilkan oleh kelenjar minyak kulit menjadi lebih kental, yang akan menyebabkan pori-pori kulit tersumbat, sehingga terbentuklah jerawat.   Selain itu, konsumsi cokelat terlalu banyak juga akan menyebabkan peningkatan proses peradangan di dalam tubuh. Bila peningkatkan proses radang ini “bertemu” dengan bakteri, maka jerawat pun tidak terhindarkan.   Walaupun demikian, bukan berarti Anda harus berhenti mengkonsumsi cokelat sama sekali, Anda hanya perlu lebih jeli dalam memilih jenis cokelat dan jumlah cokelat yang Anda konsumsi. Pilihlah dark cokelat karena cokelat jenis ini mengandung lebih sedikit susu dan gula, artinya lebih sedikit lemak jenuh dan gula (tidak membuat minyak yang dihasilkan kelenjar minyak kulit mengental) serta mengandung lebih banyak antioksidan. Selain itu, dark cokelat ternyata juga dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda lho!   Baca Juga: Konsumsi Coklat Dapat Turunkan Resiko Kematian Akibat Stroke, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: prevention