Your browser does not support JavaScript!
 26 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?
Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung.Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggungJika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energi ini berupa asam laktat. Tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :    •    Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat    •    Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi Bisa Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Mengenal Nyeri Dada Sebagai Tanda Awal Jantung Koroner  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 16 May 2018    16:00 WIB
Gejala Radang Sendi Yang Mempengaruhi Bagian Tubuh Lain
Radang sendi atau rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Efek ini merupakan hasil dari proses inflamasi, yang menyebabkan banyaknya variasi dari gejala radang sendi, misalnya:•  Pegal-pegal•  Merasa kesakitan•  Penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan•  Nyeri otot   Semua gejala ini sering dibandingkan dengan gejala flu, walaupun biasanya gejala di radang sendi dapat bertahan lebih lama. Radang sendi dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. dengan terlibatnya banyak area tubuh yang terkena efek radang sendi maka akan memperburuk tingkat keparahan dari radang sendi. Gejala-gejala tersebut adalah: •  Rheumatoid nodulesRheumatoid nodules adalah pembengkakan di bawah kulit, dan paling sering terlihat di bagian siku. Terkadang timbulnya pembengkakan ini disertai rasa sakit. •  Paru-paruRadang sendi bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru atau menimbulkan inflamasi di sekitar paru-paru. Hal ini sangat sering terjadi sebenarnya, tetapi kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul meliputi nafas yang cepat. Gejala ini dapat diobati dengan mengkonsumsi obat antiinflamasi paru. •  Pita suaraRadang sendi dapat mempengaruhi sendi di laring (cricoarytenoid joint), sehingga menimbulkan suara serak. •  JantungRadang sendi dapat menimbulkan inflamasi di jantung, tetapi biasanya tidak disertai gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul biasanya nafas yang cepat dan pendek-pendek atau nyeri dada. Sebagai tambahan, pasien dengan radang sendi mudah mengalami sumbatan arteri pada daerah jantung yang menimbulkan resiko terjadinya nyeri dada dan serangan jantung. •  MataRadang sendi juga dapat mempengaruhi mata. Sebanyak 5% penderita radang sendi mengalami inflamasi di daerah mata. Gejala yang timbul meliputi mata merah, nyeri dan mata kering. Jika Anda sudah mengalami gejala dari radang sendi, pengobatan dini dan agresif dapat membantu mencegah terjadinya gejala-gejala lain dan juga mencegah progesivitas dari radang sendi itu sendiri.   Sumber: webmd
 17 Apr 2018    16:00 WIB
5 Langkah Mudah Mengatur Tekanan Darah
Ada berbagai cara menurunkan tekanan darah tinggi secara mudah dan efektif yang bisa anda temukan saat ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum ditemukan saat ini. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah mulai dari bekerja terlalu lama, kurangnya berolahraga, gaya hidup yang tidak sehat, serta pola makan yang kurang berimbang. Tekanan darah tinggi juga dianggap sebagai salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan lainnya seperti stroke dan serangan jantung.   Untuk menurunkan tekanan darah anda, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan.  1.  Olahraga teraturSebenarnya anda cukup melakukan olahraga ringan saja seperti lari di pagi hari yang sudah terbukti dapat melancarkan peredaran darah Anda dan pastinya itu dapat mencegah darah tinggi. Akan tetapi Anda harus rajin dan juga harus teratur melakukan ini semua. Karena olahraga di sini berfungsi untuk menyeimbangkan antara makanan yang masuk dalam tubuh Anda dengan aktivitas yang Anda lakukan setiap hari. 2.  Perubahan dietSaat Anda terkena tekanan darah tinggi, tampaknya diet akan memainkan peranan penting ke depannya. Ubahlah kebiasaan makan Anda yang tidak sehat dengan kebiasaan makan yang sehat terutama untuk jantung. Makan makanan yang mengandung potasium dan asam lemak omega 3 yang sudah terbukti baik untuk jantung. Terlalu banyak gara akan sangat buruk untuk kesehatan Anda, oleh karena itu bacalah label makanan baik-baik dan jauhi makanan yang mengandung sodium tinggi. Jika Anda ingin menambahkan rasa pada makanan, Anda bisa menambahkan rempah atau bumbu lain daripada garam. 3.  Ubah gaya hidupSadar atau tidak, ternyata gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa minuman yang seringa Anda konsumsi seperti minuman yang mengandung alkohol, minuman berkafein, kebiasaan makan makanan cepat sajidan juga kebiasaan menghisap rokok sering membawa dampak yang sangat buruk untuk kesehatan anda. Dan tentu saja, salahsatu dampaknya yaitu dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit lainnya. 4.  Monitor kesehatan AndaKarena tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga ia dapat menimbulkan gangguan serius bahkan sebelum didiagnosa. Dikenal sebagai "silent killer", banyak orang dapat melalui tahun-tahun tanpa mengetahui dirinya mengidap darah tinggi. Oleh karena itu periksakan diri Anda dengan teratur untuk mengidentifikasi dan menangani tekanan darah tinggi. 5.  Obat-obatanJika pendekatan alami tidak menolong Anda mengontrol tekanan darah dan tekanan darah Anda dalam level yang berbahaya, ada bermacam obat-obatan yang dibuat untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah Anda. Dokter Anda akan meresepkan obat sesuai dengan beratnya hipertensi yang Anda derita.   Baca juga: Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: foxnews
 12 Oct 2017    15:00 WIB
Apakah Bahaya Karena Terapi Testosteron Terlalu Dibesar-besarkan?
Terapi testosteron selama ini dianggap sebagai mata air yang memberikan kemudaan kembali bagi pria yang sudah melewati usia 50 tahun. Tetapi testosteron dipercaya dapat meningkatkan energi, daya ingat dan libido. Tetapi kekhawatiran baru muncul dengan adanya efek samping dari terapi hormon. Beberapa bulan terakhir FDA telah melakukan investigasi mengenai keuntungan dan resiko terapi testosteron, dipicu oleh sebuah studi yang mengatakan bahwa suplemen testosteron dapat menyebabkan berbabagai masalah jantung pada pria. Tetapi menurut David Samadi, penulis dari Men’s Health, peringatan tersebut terlalu dibesar-besarkan, terapi hormon testosteron cukup aman dan menyehatkan untuk dilakukan oleh pria  terutama oleh mereka yang mengalami penurunan produksi testosteron karena faktor usia, asalkan mereka tetap berkonsultasi dengan dokter selama mengkonsumsi suplemen tersebut dan juga mengkonsumsi suplemen testosteron dalam jumlah yang tepat. David Samadi mengatakan peringatan tentang bahaya terapi testosteron memang terlalu berlebihan, tetapi terapi ini memang harus diperlakukan secara individual. Kebutuhan hormon testosteron seseorang akan berbeda dengan kebutuhan orang lain. Bahaya yang ditimbulkan oleh kelebihan testosteron akan sama dengan bahaya yang timbul karena kekurangan testosteron. Saat Anda mengalami kelebihan hormon testosteron, darah Anda akan lebih mudah menggumpal, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya. FDA ingin Anda lebih waspada dengan hal ini. Sebagai tambahan. Untuk beberapa pria yang berisiko tinggi terhadap kanker prostat atau pembesaran prostat sebaiknya tidak melakukan terapi hormon testosteron karena akan membuat kondisi tubuhnya semakin buruk. Kunci untuk melakukan terapi testosteron tetap aman adalah tetap berkonsultasi dengan dokter secara teratur. Sebenarnya ada beberapa cara alami untuk meningkatkan hormon testosteron secara alami, misalnya dengan diet, olahraga dan mengatur tingkat stress.Sumber: newsmaxhealth
 07 Oct 2017    18:00 WIB
Penyakit Jantung dan Rematik Sendi
  Menurut American College of Rheumatology, rematik sendi atau artritis reumatoid dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung hingga 2 kali lipat dalam waktu 10 tahun setelah terdiagnosa. Akan tetapi, gaya hidup sehat dan beberapa obat-obatan dapat membantu melindungi jantung anda. Adanya inflamasi atau peradangan merupakan hal utama pada artritis reumatoid dan juga berhubungan dengan penyakit jantung dan resiko terjadinya serangan jantung. Beberapa peneliti menduga bahwa inflamasi pada artritis reumatoid dapat meningkatkan proses peradangan di dalam tubuh, termasuk pada arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung. Beberapa jenis pengobatan artritis reumatoid juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, yaitu: Obat golongan NSAID (non steroidal anti inflammatory drugs) Obat golongan steroid   Bagaimana Cara Menurunkan Resiko Serangan Jantung? Terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan jantung, yaitu: Jangan merokok Konsumsilah buah-buahan, sayuran, sumber protein rendah lemak (unggas, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak), dan gandum Hindari makanan kaya natrium, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol Perbanyaklah aktivitas fisik dan olahraga Lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur Periksalah tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol anda secara teratur Jaga berat badan anda karena obesitas meningkatkan resiko penyakit jantung   Sumber: webmd
 08 Sep 2017    18:00 WIB
Tidak Sengaja Makan Benda Ini, Jantung Seorang Pria Robek!
Seorang pria Turki berada dalam kondisi kritis setelah mengkonsumsi sebuah roti yang ternyata mengandung pisau cukur.   Osman Sariboga, 36 tahun, membeli roti mematikan tersebut dari toko roti lokal di Kocaeli, Turki Barat. Ia mengkonsumsi roti tersebut bersama dengan sejumlah ayam. Beberapa saat setelah ia mengkonsumsi makanan tersebut, darah pun muncrat keluar dari dalam mulutnya.   Baca juga: Menelan Detergen, Seorang Anak Mengalami Luka Bakar Parah   Sang istri, Dilek Sariboga, 30 tahun, mengatakan bahwa suaminya batuk darah dan tampak kesulitan bernapas serta pingsan tidak lama kemudian. Ia pun segera menelepon ambulans dan memberitahu para petugas kesehatan yang tiba di rumahnya bahwa suaminya mungkin telah menelan tulang ayam. Ia sangat terkejut saat para dokter ternyata menemukan adanya sebuah pisau cukur di dalam tubuh suaminya.   Saat ini, Dilek Sariboga sedang menuntut toko roti tempat suaminya membeli roti, yang mengaku bahwa mereka tidak lagi menggunakan pisau cukur untuk memotong roti.   Para dokter memang berhasil mengeluarkan pisau cukur tersebut dari dalam tubuh Osman, akan tetapi pisau cukur tersebut telah menyebabkan kerusakan pada jantung pria tersebut. Mereka mengatakan bahwa Osman cukup beruntung karena pada saat kejadian sang istri sedang bersamanya, karena bila tidak, ia pasti sudah meninggal.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: foxnews
 04 Jun 2017    18:00 WIB
Kekurangan Protein Picu Terjadinya Henti Jantung Mendadak, Benarkah?
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa rendahnya kadar suatu protein tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian mendadak akibat gangguan jantung di pagi hari, di mana jantung berhenti bekerja secara mendadak akibat ketidakstabilan aliran listrik di dalamnya. Kematian yang disebabkan oleh henti jantung mendadak akibat gangguan aliran listrik di dalam jantung ini merupakan salah satu dari penyebab kematian utama dari orang yang berusia antara 35-44 tahun. Kematian akibat henti jantung mendadak ini biasanya terjadi di pagi hari, yaitu antara pukul 6 pagi hingga pukul 10 pagi dan seringkali tidak tertolong.  Para ahli telah lama menduga adanya suatu hubungan antara henti jantung mendadak ini dengan irama sirkadian seseorang. Irama sirkadian merupakan suatu mekanisme di dalam tubuh yang mengatur kapan seseorang harus bangun dan kapan seseorang harus tidur. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan sebuah protein, yaitu KLF15, yang memiliki peranan penting dalam proses pengaturan aliran listrik di dalam jantung. Kadar protein ini berubah-ubah sepanjang hari untuk menjaga denyut jantung tetap dalam batas normal di sepanjang hari. Pada awalnya, para peneliti menemukan bahwa para penderita gagal jantung memiliki kadar protein KLF15 yang lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya. Dengan menggunakan tikus percobaan, para peneliti kemudian menemukan bahwa tikus yang memiliki kadar protein KLF15 yang lebih rendah juga memiliki gangguan jantung yang sama dengan seorang manusia yang mengalami henti jantung mendadak. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kadar protein KLF15 yang rendah ternyata lebih rentan terhadap henti jantung mendadak yang banyak terjadi di pagi hari ini.  Para peneliti menduga bahwa dengan meningkatkan kadar protein ini, maka resiko terjadinya henti jantung mendadak pada seorang penderita gangguan jantung pun dapat diturunkan.       Sumber: newsmaxhealth
 20 Apr 2017    08:00 WIB
Pernah Mengalami Serangan Jantung, Apakah Mungkin Pulih
Tahukah Anda bahwa dengan mengubah apa yang Anda makan, seberapa sering Anda berolahraga, menurunkan berat badan, dan mengatasi stress ternyata dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung? Dapatkah kesehatan jantung seseorang yang pernah mengalami gangguan jantung pulih kembali sepenuhnya? Para ahli mengatakan bahwa Anda dapat memulihkan kerusakan yang sudah terjadi, akan tetapi mungkin tidak semuanya. Hal ini tentunya hanya mungkin tercapai bila Anda bersedia untuk melakukan perubahan besar dan seterusnya pada gaya hidup Anda. Pada sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa dengan mengubah gaya hidupnya, seseorang dapat memperbaiki aliran darah ke jantung dan kemampuan jantung untuk memompa darah dalam waktu kurang dari 1 bulan. Selain itu, perubahan gaya hidup ini juga dapat membantu mengurangi frekuensi terjadinya nyeri dada hingga 90%. Dalam waktu 1 tahun, para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian dengan penyumbatan pembuluh darah jantung yang parah pun dapat mengalami perbaikan dan bahkan menjadi lebih baik lagi dalam waktu 5 tahun. Apa yang harus dilakukan oleh para peserta penelitian untuk mengalami perbaikan kesehatan jantung tersebut? Para peserta penelitian diminta untuk berjalan kaki selama setidaknya 30 menit setiap harinya atau selama 1 jam bila hanya dapat dilakukan selama 3 hari dalam 1 minggu. Selain itu, para peneliti pun meminta para peserta penelitian untuk mengikuti kelas yoga, meditasi, dan berbagai program untuk mengurangi stress. Perubahan terbesar yang harus dilakukan oleh para peserta penelitian adalah mengubah pola makan dan apa yang mereka makan. Penderita mungkin harus melakukan suatu perubahan besar bila ia biasanya memiliki pola makan yang tidak sehat. Para peneliti mengatakan bahwa perubahan pola makan yang tidak menyeluruh hanya akan membantu mencegah terjadinya gangguan jantung berulang tetapi tidak dapat memulihkan kerusakan yang telah terjadi di dalam jantung penderita. Untuk memulihkan kesehatan jantung seseorang, maka hal ini berarti menjadi seorang vegetarian. Penderita harus meningkatkan konsumsi buah, sayuran, gandum, kacang-kacangan, kedelai dan produknya, susu dan produknya (tanpa lemak), dan putih telur. Selain itu, penderita juga harus menghindari konsumsi lemak, gula, dan berbagai jenis karbohidrat olahan. Berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga harus dilakukan oleh penderita bila ia ingin memulihkan kesehatan jantungnya.     Sumber: webmd
 05 Mar 2017    12:00 WIB
Hubungan Gangguan Gusi dan Berbagai Gangguan Kesehatan Lain
Para ahli telah menemukan bahwa gangguan gusi memiliki hubungan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, demensia (gangguan daya ingat), rematik sendi, dan kelahiran prematur. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui bagaimana hubungan ini terbentuk. Para ahli menduga bahwa bakteri di dalam mulut dapat masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan gangguan pada berbagai organ tubuh. Para ahli menduga bahwa proses inflamasi atau peradangan akibat gangguan gusi ini juga dapat meningkatkan atau menyebabkan peradangan di dalam seluruh tubuh anda dan memicu terjadinya berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung dan rematik sendi.Gangguan Gusi dan Penyakit JantungSelama bertahun-tahun, banyak penelitian telah menemukan adanya hubungan antara gangguan gusi dan penyakit jantung, di mana orang-orang yang mengalami gangguan gusi biasanya juga memiliki kesehatan jantung yang buruk, seperti riwayat serangan jantung. Gangguan Gusi dan DiabetesJika anda menderita diabetes, maka anda pun lebih sering mengalami gangguan gusi daripada orang yang tidak menderita diabetes. Para ahli menduga bahwa inflamasi atau peradangan merupakan penyebab terjadinya ganguan gusi. Selain itu, penderita diabetes pun lebih mudah mengalami infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Bila diabetes anda tidak terkontrol, maka anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami ganguan gusi.Gangguan Gusi dan Demensia (Gangguan Daya Ingat)Gangguan gusi ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya demensia di kemudian hari. Para peneliti menemukan bahwa gangguan gusi juga berhubungan dengan terjadinya gangguan kognitif ringan, termasuk gangguan daya ingat yang membuat seseorang sulit melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa peserta penelitian yang memiliki gangguan gusi berat juga mengalami gangguan daya ingat berat (memperoleh nilai terendah saat mengikuti tes daya ingat).Gangguan Gusi dan Rematik SendiRematik sendi atau artritis reumatoid merupakan suatu penyakit autoimun yang ditandai dengan inflamasi (peradangan) dan nyeri sendi. Penderita rematik sendi biasanya lebih sering mengalami gangguan gusi. Sebuah penelitian menemukan bahwa gigi penderita rematik sendi lebih sering tanggal daripada orang yang tidak menderita rematik sendi.Peradangan kronik merupakan kondisi yang terjadi baik pada rematik sendi maupun pada gangguan gusi. Akan tetapi, para ahli masih belum menemukan bukti bagaimana gangguan gusi berhubungan dengan rematik sendi. Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa rasa nyeri, pembengkakan sendi, dan kekakuan sendi di pagi hari berkurang pada penderita rematik sendi berat setelah gangguan gusi yang mereka alami diobati.Gangguan Gusi dan Kelahiran PrematurWalaupun berbagai penelitian mengenai hubungan antara gangguan gusi dan kelahiran prematur masih memperoleh hasil yang berbeda-beda, akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang memiliki gangguan gusi lebih sering melahirkan bayinya sebelum waktunya (prematur) yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi anda.Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami gangguan gusi dan telah menyelesaikan pengobatan gangguan gusinya sebelum kehamilannya mencapai usia 35 minggu lebih jarang melahirkan sebelum waktunya daripada wanita hamil dengan gangguan gusi yang tidak diobati.Sumber: webmd