Your browser does not support JavaScript!
 15 Feb 2019    18:00 WIB
Asma Tingkatkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung, Benarkah?
Menurut dua buah penelitian terbaru, orang yang akhir-akhir ini baru saja menderita serangan asma atau bagi penderita asma yang membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi berbagai gejala asmanya, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. Baik asma dan penyakit jantung berhubungan dengan peningkatan jumlah proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Salah satu penelitian di atas memfokuskan penelitiannya pada apakah penderita asma berat yang bergantung pada obat-obatan setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih jarang menggunakan obat-obatan. Pada penelitian ini, para peneliti di Amerika mengamati sekitar 6.792 orang yang rata-rata berusia 62 tahun dan memiliki gejala awal dari gangguan jantung di awal penelitian. Setelah melakukan beberapa penyesuaian terhadap berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya dan melakukan pengamatan pada para peserta penelitian selama 10 tahun, para peneliti menemukan bahwa para penderita asma yang bergantung pada obat-obatan untuk mengatasinya gejalanya memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu hingga 60% untuk menderita serangan jantung, stroke, atau berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah lainnya dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita asma. Para peserta penelitian yang mengkonsumsi obat-obatan asma memiliki jumlah proses peradangan yang lebih tinggi di dalam tubuh, yang terlihat melalui lebih tingginya kadar marker inflamasi, termasuk C reaktif protein dan fibrinogen (untuk mengukur kekentalan darah yang diperburuk oleh proses inflamasi di dalam tubuh). Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang jarang menggunakan obat-obatan asma memiliki marker inflamasi dalam jumlah sedang. Pada penelitian kedua, para peneliti Amerika dan Korea mengamati sekitar 543 orang yang pernah mengalami serangan jantung dan membandingkannya dengan 543 orang yang tidak pernah menderita serangan jantung, yang memiliki usia (rata-rata berusia 67 tahun) dan jenis kelamin yang sama. Setelah mengendalikan berbagai faktor resiko penyakit jantung lainnya seperti obesitas, tekanan darah tinggi, merokok, diabetes, dan kadar kolesterol darah yang tinggi; para peneliti menemukan bahwa penderita asma memiliki resiko yang lebih tinggi (sekitar 69%) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menderita asma. Para peneliti juga menemukan bahwa penderita asma aktif, yang menggunakan obat-obatan dan memeriksakan diri secara teratur untuk mengatasi berbagai gejala asma yang dialaminya selama 1 tahun terakhir memiliki resiko yang lebih tinggi (2 kali lipat) untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan penderita asma lainnya yang tidak pernah mengalami serangan akhir-akhir ini.     Sumber: webmd
 10 Feb 2019    18:00 WIB
Berbagai Penyakit Bisa Diketahui Dari Kondisi Kaki Kita Lho!
1.  Kaki Terasa DinginJika jari kaki anda selalu terasa dingin, maka hal ini mungkin disebabkan oleh buruknya aliran darah yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi, yang kadang berhubungan dengan kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung. Kerusakan pada saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol pada penderita diabetes juga dapat membuat jari kaki anda terasa dingin. Penyebab lainnya adalah hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) dan anemia. 2.  Nyeri Pada KakiNyeri pada kaki yang bukan disebabkan oleh pemakaian sepatu atau penggunaan hak tinggi dapat disebabkan oleh patah tulang akibat tekanan, yang menyebabkan keretakkan kecil pada tulang anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan patah tulang ini adalah olahraga berat, terutama olahraga yang banyak menimbulkan tekanan pada kaki anda seperti bermain basket atau berlaru jarak jauh. Berkurangnya kepadatan tulang akibat osteoporosis dapat meningkatkan resiko patah tulang.3.  Ibu Jari Kaki Berwarna Merah, Putih, atau BiruPenyakit Raynaud dapat menyebabkan ibu jari kaki anda berubah warna, dari putih, biru, dan kemudian merah kembali, lalu kembali pada warna normalnya. Penyebab penyakit ini adalah adanya penyempitan mendadak pada pembuluh darah arteri (vasospasme). Stress atau perubahan suhu dapat memicu terjadinya vasospasme, yang biasanya tidak menimbulkan gangguan kesehatan lain. Penyakit Raynaud juga mungkin berhubunan dengan rematik sendi, penyakit Sjogren, atau gangguan kelenjar tiroid.4.  Nyeri Pada TumitPenyebab paling sering nyeri pada tumit adalah fasciitis plantar, yaitu peradangan pada ligamen yang menempel pada tulang tumit. Anda mungkin dapat mengalami nyeri tajam saat bangun tidur dan menjejakkan kaki anda ke lantai. Beberapa hal lain yang juga dapat menyebabkan nyeri pada tumib adalah artritis (radang sendi), olahraga berlebihan, tendonitis (radang tendon/urat) dan ukuran sepatu yang tidak sesuai. Penyebab lainnya yang lebih jarang adalah adanya pertumbuhan tulang baru pada dasar tumit, infeksi tulang, tumor, atau patah tulang.5.  Menyeret KakiKadangkala, tanda pertama adanya gangguan pada kesehatan anda adalah perubahan cara berjalan anda, seperti perubahan postur atau menyeret kaki. Hal ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya sensasi pada kaki yang berlangsung secara perlahan akibat kerusakan saraf tepi. Sekitar 30% keadaan ini berhubungan dengan diabetes. Kerusakan saraf juga dapat disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, dan alkoholisme. Pada banyak kasus lainnya, penyebab kerusakan saraf tidak diketahui.6.  Perubahan Bentuk Ibu Jari Kaki (Clubbing Toes)Penyebab paling sering dari perubahan bentuk ibu jari kaki adalah adanya penyakit paru-paru. Penyebab lainnya adalah penyakit jantung, gangguan hati, gangguan pencernaan, atau infeksi tertentu. Bagian atas kuku terlihat lebih membulat dan bagian bawah kuku tampak melengkung. Kadangkala perubahan bentuk ibu jari kaki ini dapat diturunkan dalam keluarga tanpa adanya gangguan kesehatan apapun.7.  Pembengkakan Pada KakiPembengkakan pada kaki dapat berlangsung sementara akibat berdiri terlalu lama atau berada di dalam pesawat dalam waktu yang lama, terutama bila anda sedang hamil. Akan tetapi, pembengkakan kaki yang menetap dan berlangsung lama dapat merupakan tanda adanya gangguan kesehatan. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah, gangguan sistem limfe, atau adanya bekuan darah. Gangguan ginjal atau tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki anda. Segera hubungi dokter anda bila pembengkakan di kaki anda menetap atau berlangsung lama.8.  Kaki Terasa Seperti TerbakarRasa seperti terbakar pada kaki seringkali terjadi penderita diabetes yang mengalami kerusakan saraf tepi. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B, infeksi jamur pada kaki, penyakit ginjal kronik, gangguan sirkulasi pada kaki (gangguan pembuluh darah tepi), atau hipotiroidisme.9.  Luka yang Sulit SembuhAdanya luka pada kaki yang sulit sembuh merupakan tanda peringatan adanya diabetes. Diabetes dapat menyebabkan gangguan sensasi pada kaki, gangguan sirkulasi, gangguan penyembuhan luka yang normal sehingga luka sekecil apapun dapat menjadi masalah besar. Luka ini pun mudah mengalami infeksi. Penderita diabetes harus mencuci dan mengeringkan kakinya dengan benar dan memeriksa kakinya setiap hari untuk melihat adanya luka. Lamanya penyembuhan luka pada kaki ini juga dapat disebabkanoleh gangguan sirkulasi akbiat penyakit pembuluh darah tepi.10.  Nyeri Pada Ibu Jari KakiGout merupakan penyebab utama nyeri mendadak pada ibu jari kaki, yang seringkali diikuti dengan pembengkakan dan kemerahan pada kulit ibu jari kaki. Gout merupakan suatu keadaan akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah sehingga terjadi penumpukkan kristal asam urat di dalam sendi. Osteoartritis (radang sendi) merupakan penyebab lain timbulnya nyeri dan pembengkakan pada ibu jari kaki. Jika sendi terasa kaku, maka hal ini mungkin disebabkan oleh terbentuknya tulang baru akibat radang sendi. 11.  Nyeri Pada Jari KakiJika anda merasa seperti menginjak kelereng atau merasa nyeri seperti terbakar pada kaki yang kemudian menjalar pada jari kaki anda, maka anda mungkin mengalami neuroma Morton, yaitu suatu penebalan jaringan di sekitar saraf, yang biasanya terjadi di antara jari kaki ketiga dan keempat. Keadaan ini 8-10 kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Keadaan ini disebabkan oleh cedera atau terlalu banyak tekanan pada jari kaki anda.12.  Kaki Terasa GatalRasa gatal dan kulit bersisik pada kaki anda dapat merupakan tanda adanya infeksi jamur pada kaki anda, yang sering mengenai pria berusia antara 20-40 tahun. Selain itu, suatu reaksi alergi akibat kulit anda berkontak dengan zat tertentu (dermatitis kontak) juga dapat menyebabkan rasa gatal, kulit kemerahan, dan kering. Bila kulit kaki anda terasa gatal, tebal, dan terlihat seperti jerawat, maka hal ini mungkin disebabkan oleh psoriasis, yaitu suatu reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh anda.13.  Jari Kaki Seperti CakarPerubahan bentuk jari kaki anda dapat disebabkan oleh sepatu yang terlalu sempit sehingga menekan jari kaki anda atau akibat kerusakan saraf, seperti pada diabetes, alkoholisme, atau gangguan neurologis lainnya.Pangkal jari kaki anda akan tertekuk ke atas, sementara bagian tengah persendian jari kaki anda akan tertekuk ke bawah sehingga jari tampak menyerupai cakar. Peragangan dan olahraga tertentu dapat membantu mengatasi keadaan ini atau anda mungkin memerlukan sepatu khusus atau bahkan tindakan pembedahan.14.  Spasme Otot KakiNyeri tajam dan mendadak pada kaki anda merupakan ciri khusus spasme otot atau kram otot, yang dapat berlangsung selama beberapa menit. Berolahraga berlebihan dan kelelahan otot merupakan dua penyebab tersering. Penyebab lain dari spasme otot ini adalah buruknya sirkulasi darah, dehidrasi, gangguan keseimbangan kalium, magnesium, kalsium, atau vitamin D di dalam tubuh anda, perubahan kadar hormon selama kehamilan, atau gangguan tiroid. Kelelahan otot dapat diatasi dengan peregangan. Bila spasme ini sering terjadi atau berat segera hubungi dokter anda.15.  Bintik Hitam Pada Kaki Walaupun kanker kulit lebih sering terjadi pada bagian kulit yang sering terpapar oleh sinar matahari, bukan berarti kanker ini tidak dapat terjadi pada kaki anda. Melanoma, suatu kanker kulit yang sangat berbahaya dapat terjadi pada daerah yang jarang terpapar oleh sinar matahari. Melanoma bahkan dapat terjadi di bagian bawah kuku anda, yang mungkin terlihat seperti bintik hitam.16.  Kuku Kaki Berwarna KuningKuku kaki anda dapat menggambarkan keadaan kesehatan anda. Infeksi jamur seringkali menyebabkan kuku kaki menjadi tebal dan berwarna kuning. Kuku kaki yang berwarna kuning juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya seperti limfedema (pembengkakan akibat gangguan aliran limfe), gangguan paru-paru, atau rematik sendi.17.  Kuku Kaki Berbentuk Seperti SendokCedera pada kuku atau sering terpapar oleh bensin atau cairan lainnya yang berbahan dasar bensin atau kekurangan zat besi dapat menyebabkan kuku melengkung dan berbentuk seperti sendok.18.  Kuku Kaki Berwarna PutihCedera pada kuku atau adanya penyakit di dalam tubuh anda dapat menyebabkan terbentuknya suatu area putih pada kuku anda. Jika ada bagian kuku anda yang terlepas dari bantalan kuku, maka hal ini dapat disebabkan oleh cedera, infeksi kuku, atau psoriasis.Jika kuku tetap melekat pada tempatnya dan hampir seluruh bagian kuku berwarna putih, maka hal ini kadang merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan berat seperti penyakit hati, gagal jantung kongestif, atau diabetes. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.19.  Lekukan Pada Kuku KakiLekukan atau lubang pada permukaan kuku dapat disebabkan akibat adanya gangguan pertumbuhan kuku pada piring kuku. Keadaan ini dapat mengenai sebagian penderita psoriasis.Sumber: webmd
 24 Nov 2018    16:00 WIB
Kenali Tanda-Tanda Awal Dari Penyumbatan Arteri
Penyakit jantung menjadi penyakit yang menyebar dengan cepat di seluruh dunia dan banyak orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Tidak ada lagi batasan usia jika membicarakan penyakit jantung, pria dan wanita muda awal 30 tahunan banyak yang mengidap penyakit jantung. Serangan jantung adalah jenis penyakit jantung yang paling banyak terjadi. Diseluruh dunia, serangan jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah Anda akan mengalami penyakit jantung seperti serangan jantung. Sebagai contoh, sumbatan arteri merupakan tanda awal dari serangan jantung. Sumbatan arteri ini dapat terjadi karena berbagai alasan, misalnya berat badan, kolesterol, dan kalori memainkan peranan penting dalam terjadinya sumbatan arteri. Saat darah semakin mengental, maka darah tersebut dapat membentuk sumbatan di arteri dan akan mengganggu sirkulasi darah ke jantung. Untuk mencegah terjadinya serangan jantung, Anda harus mengenali tanda awal dari sumbatan arteri. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang harus Anda ketahui dari sumbatan Arteri. Nyeri Yang TajamJika Anda tiba-tiba mengalami nyeri seperti ada seseorang yang menikam Anda dengan pisau, maka inilah tanda Anda harus memeriksakan diri. Disfungsi EreksiUntuk pria, jika ada kesulitan untuk ereksi atau gangguan masalah seksual lainnya, maka ini adalah tanda awal adanya sumbatan arteri di pelvis yang juga dapat menyebabkan serangan jantung. KelelahanKarena sirkulasi darah yang tidak baik, Anda akan merasa mudah lelah dan badan terasa pegal. Tanda ini mungkin merupakan tanda awal dari serangan jantung yang harus Anda waspadai. Nyeri Lambung Yang TeraturJika Anda menderita nyeri ulu hari setiap harinya dan tampaknya tidak ada hubungannya dengan proses pencernaan, maka kemungkinan hal tersebut adalah tanda sumbatan arteri. Gangguan Pola TidurGanguan pola tidur bisa merupakan tanda awal dari serangan jantung yang harus Anda waspadai. Stress, depresi dan kegugupan mempunyai peranan penting untuk kondisi jantung. Penurunan KonsentrasiSaat Anda merasa tidak dapat melakukan segala sesuatu dan tidak tertarik melakukan segala sesuatu maka ini bisa merupakan tanda adanya endapan arteri. Masalah PernafasanSaat arteri tersumbat, Anda akan merasa kesulitan bernafas. Anda dengan mudah akan merasa kelelahan dan kesulitan bernafas. KebotakanKebotakan, terutama dibagian puncak kepala bisa merupakan tanda dari sumbatan arteri. Tanda ini bisa muncul pada usia berapapun dan pada jenis kelamin apa saja. Nyeri di BetisSebelum penyakit janyung terdiagnosa, aterosklerosis dapat menghambat aliran darah ke kaki, terutama pada perokok. Sumber: boldsky
 19 Nov 2018    11:00 WIB
Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke
Anda tentu sudah pernah mendengar pepatah "an apple a day keeps the doctor away", sebuah apel sehari dapat membuat dokter pergi. Ternyata hal itu bukanlah sebuah pepatah kosong. Para peneliti di the University of Oxford, membandingkan efek memakan sebuah apel dengan mengkonsumsi obat statin (obat yang biasa digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol) pada orang dewasa berusia 50 tahun ke atas di Inggris. Para peserta dalam penelitian ini diminta untuk tidak mengubah pola diet dan gaya hidupnya, kemudian peneliti akan mencatata tingkat kematian yang terjadi yang disebakan oleh penyakit serangan jantung dan stroke. Hasil dari studi tersebut diterbitkan oleh BMJ. Para peneliti menemukan jika orang-orang yang memakan apel setiap hari dengan orang-orang yang mengkonsumsi statin memiliki penurunan angka kematian yang sama. Para ilmuwan juga memperkirakan jika 70% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris secara rutin memakan sebuah apel setiap harinya maka sebanyak 8500 kematian yang disebabkan oleh serangan jantung dan stroke dapat dihindari. Dan jika 90% penduduk usia 50 tahun keatas di Inggris rutin memakan apel, jumlah nyawa bisa diselamatkan akan naik menjadi 11.000 per tahun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa dengan peresepan obat statin pada pasien berusia 50 tahun keatas akan menyebabkan 1.200 kasus myopathy tambahan, 2.000 kasus rhabdomyolysis tambahan dan 12.300  kasus diabetes baru setiap tahunnya. Sedangkan jika orang hanya memakan sebuah apel setiap harinya tanpa mengkonsumsi statin, mampu mencegah serangan jantung dan stroke tanpa disertai resiko terjadi penyakit serius lainnya.  Baca juga: Tips Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: care2
 26 Sep 2018    08:00 WIB
Terlalu Banyak Duduk, Bisa Beresiko Jantung Loh !
Berdasarkan penelitian, pria lanjut usia yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk duduk memiliki resiko yang lebih tingi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung. Para ahli menemukan bahwa seorang pira yang memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah memiliki resiko 52% lebih tinggi untuk mengalami kegagalan fungsi jantung daripada pria dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi. Seorang ahli lainnya mengatakan bahwa seorang pria yang duduk selama 5 jam setiap harinya memiliki resiko mengalami kegagalan fungsi jantung 34% lebih tinggi daripada pria yang duduk kurang dari 2 jam setiap harinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa seorang pria dengan aktivitas fisik yang rendah (banyak duduk dan jarang berolahraga) memiliki resiko mengalami gagal jantung dua kali lebih tinggi daripada pria yang aktif dan lebih jarang duduk. Gagal jantung merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat ketidakmampuan otot jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini dapat mengenai siapa saja, tetapi lebih sering mengenai orang lanjut usia. Salah satu faktor resikonya kemungkinan adalah kurangnya aktivitas fisik dan olahraga seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Berdasarkan penelitian, kurangnya "latihan" pada jantung dan paru-paru dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan paru. Cara terbaik bagi jantung dan paru-paru untuk "latihan" adalah dengan melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Selain dari banyaknya aktivitas fisik dan olahraga teratur setiap harinya, satu hal lainnya yang juga berperan dalam tinggi rendahnya resiko seseorang untuk menderita kegagalan fungsi jantung adalah faktor genetik. Para ahli berpendapat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai aktif kembali, bahkan setelah anda memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Tetap aktif dapat membuat anda terlindung dari terjadinya kegagalan fungsi jantung. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai olahraga dan aktivitas apa saja yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum memulai kegiatan anda. Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 26 Jun 2018    08:00 WIB
Apakah Nyeri Dada Berarti Serangan Jantung?
Gejala paling umum dari penyakit jantung coroner adalah  angina atau angina pectoris yang juga dikenal sebagai nyeri dada. Angina dapat digambarkan sebagai ketidaknyamanan, berat, tertekan, sakit, terbakar, rasa penuh, seperti diremas, atau nyeri akibat penyakit jantung coroner. Seringkali angina diduga sebagai nyeri lambung.Angina biasanya dirasakan di dada sebelah kiri, tetapi nyeri dapat menjalar ke bahu, lengan, tenggorokan, rahang atau punggungJika anda mengalami gejala ini, anda harus lebih waspada. Jika anda belum pernah didiagnosa dengan penyakit jantung, anda harus segera mencari penyebab nyeri tersebut. Jika anda sudah pernah mengalami angina sebelumnya, gunakanlah obat angina anda seperti yang dianjurkan dokter anda dan amatilah gejala angina anda apakah pola angina anda teratur atau makin memburuk. Apa penyebab angina?Angina terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang sehingga mempengaruhi pengiriman oksigen ke jantung yang penting untuk memberi nutrisi ke sel otot jantung. Ketika hal ini terjadi, otot jantung harus menggunakan sumber lain sebagai energi untuk menjalankan fungsinya memompa darah ke tubuh. Sumber energi ini berupa asam laktat. Tetapi asam laktat terbukti tidak efisien karena dapat menumpuk di otot jantung dan menyebabkan rasa sakit. Beberapa obat angina bekerja dengan menghambat penggunaan asam laktat ini sebagai sumber energi. Apakah jenis angina?Jenis-jenis angina adalah :    •    Angina stabil. Rasa sakit yang timbul dapat diprediksi dan muncul hanya pada saat beraktivitas atau dalam tekanan emosi  dan menghilang saat beristirahat    •    Angina tidak stabil. Hal ini bisa merupakan gejala terjadinya serangan jantung. Nyeri yang dirasakan berbeda dengan nyeri angina biasa atau nyeri yang terjadi Bisa Angina Terjadi Tanpa Penyakit Koroner?Angina dapat terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Sampai dengan 30% orang dengan angina dengan masalah katup jantung yang disebut stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat mungkin memiliki angina karena darah mereka tidak membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen dan dapat memiliki angina ketika mereka tidak mendapatkan cukup. Baca juga: Mengenal Nyeri Dada Sebagai Tanda Awal Jantung Koroner  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 05 Jun 2018    18:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 16 May 2018    16:00 WIB
Gejala Radang Sendi Yang Mempengaruhi Bagian Tubuh Lain
Radang sendi atau rheumatoid arthritis dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain. Efek ini merupakan hasil dari proses inflamasi, yang menyebabkan banyaknya variasi dari gejala radang sendi, misalnya:•  Pegal-pegal•  Merasa kesakitan•  Penurunan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan•  Nyeri otot   Semua gejala ini sering dibandingkan dengan gejala flu, walaupun biasanya gejala di radang sendi dapat bertahan lebih lama. Radang sendi dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. dengan terlibatnya banyak area tubuh yang terkena efek radang sendi maka akan memperburuk tingkat keparahan dari radang sendi. Gejala-gejala tersebut adalah: •  Rheumatoid nodulesRheumatoid nodules adalah pembengkakan di bawah kulit, dan paling sering terlihat di bagian siku. Terkadang timbulnya pembengkakan ini disertai rasa sakit. •  Paru-paruRadang sendi bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru atau menimbulkan inflamasi di sekitar paru-paru. Hal ini sangat sering terjadi sebenarnya, tetapi kebanyakan kasus tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul meliputi nafas yang cepat. Gejala ini dapat diobati dengan mengkonsumsi obat antiinflamasi paru. •  Pita suaraRadang sendi dapat mempengaruhi sendi di laring (cricoarytenoid joint), sehingga menimbulkan suara serak. •  JantungRadang sendi dapat menimbulkan inflamasi di jantung, tetapi biasanya tidak disertai gejala apapun. Gejala yang mungkin timbul biasanya nafas yang cepat dan pendek-pendek atau nyeri dada. Sebagai tambahan, pasien dengan radang sendi mudah mengalami sumbatan arteri pada daerah jantung yang menimbulkan resiko terjadinya nyeri dada dan serangan jantung. •  MataRadang sendi juga dapat mempengaruhi mata. Sebanyak 5% penderita radang sendi mengalami inflamasi di daerah mata. Gejala yang timbul meliputi mata merah, nyeri dan mata kering. Jika Anda sudah mengalami gejala dari radang sendi, pengobatan dini dan agresif dapat membantu mencegah terjadinya gejala-gejala lain dan juga mencegah progesivitas dari radang sendi itu sendiri.   Sumber: webmd
 17 Apr 2018    16:00 WIB
5 Langkah Mudah Mengatur Tekanan Darah
Ada berbagai cara menurunkan tekanan darah tinggi secara mudah dan efektif yang bisa anda temukan saat ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup umum ditemukan saat ini. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah mulai dari bekerja terlalu lama, kurangnya berolahraga, gaya hidup yang tidak sehat, serta pola makan yang kurang berimbang. Tekanan darah tinggi juga dianggap sebagai salah satu faktor penyebab gangguan kesehatan lainnya seperti stroke dan serangan jantung.   Untuk menurunkan tekanan darah anda, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan.  1.  Olahraga teraturSebenarnya anda cukup melakukan olahraga ringan saja seperti lari di pagi hari yang sudah terbukti dapat melancarkan peredaran darah Anda dan pastinya itu dapat mencegah darah tinggi. Akan tetapi Anda harus rajin dan juga harus teratur melakukan ini semua. Karena olahraga di sini berfungsi untuk menyeimbangkan antara makanan yang masuk dalam tubuh Anda dengan aktivitas yang Anda lakukan setiap hari. 2.  Perubahan dietSaat Anda terkena tekanan darah tinggi, tampaknya diet akan memainkan peranan penting ke depannya. Ubahlah kebiasaan makan Anda yang tidak sehat dengan kebiasaan makan yang sehat terutama untuk jantung. Makan makanan yang mengandung potasium dan asam lemak omega 3 yang sudah terbukti baik untuk jantung. Terlalu banyak gara akan sangat buruk untuk kesehatan Anda, oleh karena itu bacalah label makanan baik-baik dan jauhi makanan yang mengandung sodium tinggi. Jika Anda ingin menambahkan rasa pada makanan, Anda bisa menambahkan rempah atau bumbu lain daripada garam. 3.  Ubah gaya hidupSadar atau tidak, ternyata gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa minuman yang seringa Anda konsumsi seperti minuman yang mengandung alkohol, minuman berkafein, kebiasaan makan makanan cepat sajidan juga kebiasaan menghisap rokok sering membawa dampak yang sangat buruk untuk kesehatan anda. Dan tentu saja, salahsatu dampaknya yaitu dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit lainnya. 4.  Monitor kesehatan AndaKarena tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga ia dapat menimbulkan gangguan serius bahkan sebelum didiagnosa. Dikenal sebagai "silent killer", banyak orang dapat melalui tahun-tahun tanpa mengetahui dirinya mengidap darah tinggi. Oleh karena itu periksakan diri Anda dengan teratur untuk mengidentifikasi dan menangani tekanan darah tinggi. 5.  Obat-obatanJika pendekatan alami tidak menolong Anda mengontrol tekanan darah dan tekanan darah Anda dalam level yang berbahaya, ada bermacam obat-obatan yang dibuat untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah Anda. Dokter Anda akan meresepkan obat sesuai dengan beratnya hipertensi yang Anda derita.   Baca juga: Apa Gejala Tinggi Atau Rendahnya Kadar Gula Darah Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: foxnews
 12 Oct 2017    15:00 WIB
Apakah Bahaya Karena Terapi Testosteron Terlalu Dibesar-besarkan?
Terapi testosteron selama ini dianggap sebagai mata air yang memberikan kemudaan kembali bagi pria yang sudah melewati usia 50 tahun. Tetapi testosteron dipercaya dapat meningkatkan energi, daya ingat dan libido. Tetapi kekhawatiran baru muncul dengan adanya efek samping dari terapi hormon. Beberapa bulan terakhir FDA telah melakukan investigasi mengenai keuntungan dan resiko terapi testosteron, dipicu oleh sebuah studi yang mengatakan bahwa suplemen testosteron dapat menyebabkan berbabagai masalah jantung pada pria. Tetapi menurut David Samadi, penulis dari Men’s Health, peringatan tersebut terlalu dibesar-besarkan, terapi hormon testosteron cukup aman dan menyehatkan untuk dilakukan oleh pria  terutama oleh mereka yang mengalami penurunan produksi testosteron karena faktor usia, asalkan mereka tetap berkonsultasi dengan dokter selama mengkonsumsi suplemen tersebut dan juga mengkonsumsi suplemen testosteron dalam jumlah yang tepat. David Samadi mengatakan peringatan tentang bahaya terapi testosteron memang terlalu berlebihan, tetapi terapi ini memang harus diperlakukan secara individual. Kebutuhan hormon testosteron seseorang akan berbeda dengan kebutuhan orang lain. Bahaya yang ditimbulkan oleh kelebihan testosteron akan sama dengan bahaya yang timbul karena kekurangan testosteron. Saat Anda mengalami kelebihan hormon testosteron, darah Anda akan lebih mudah menggumpal, sehingga akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung, stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya. FDA ingin Anda lebih waspada dengan hal ini. Sebagai tambahan. Untuk beberapa pria yang berisiko tinggi terhadap kanker prostat atau pembesaran prostat sebaiknya tidak melakukan terapi hormon testosteron karena akan membuat kondisi tubuhnya semakin buruk. Kunci untuk melakukan terapi testosteron tetap aman adalah tetap berkonsultasi dengan dokter secara teratur. Sebenarnya ada beberapa cara alami untuk meningkatkan hormon testosteron secara alami, misalnya dengan diet, olahraga dan mengatur tingkat stress.Sumber: newsmaxhealth