Your browser does not support JavaScript!
 04 Nov 2019    16:00 WIB
Bahaya Mengonsumsi Aspirin Setiap Hari
Mengkonsumsi aspirin setiap hari memang dapat mencegah munculnya serangan jantung dan stroke pada ornag-orang yang menderita gangguan jantung di masa lalu, tetapi tidak demikian dengan mereka yang tidak memiliki masalah pada jantung. Hal ini diungkapkan oleh U.S. Food and Drug Administration. Sejak tahun 1990an, data klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengalami serangan jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya, dengan mengkonsumsi aspirin dosis rendah setiap harinya dapat mencegah penyakit jantung kembali menyerang. tablet dosis rendah mengandung 80mg aspirin, dibandingkan dengan tablet dosis tinggi yang mengandung 325 mg aspirin. Tetapi analisis data dari penelitian yang baru saja dilakukan tidak mendukung menggunaan aspirin sebagai obat pencegahan bagi orang yang tidak memiliki masalah serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. pada orang normal, aspirin tidak menyediakan keuntungan apapun dan malah dapat menimbulkan resiko efek samping berbahaya seperti perdarahan pada otak dan perut. Juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi aspirin aman dan efektif untuk orang yang tidak memiliki masalah jantung atau stroke tetapi mempunyai riwayat keluarga yang terserang penyakit jantung dan stroke. Sejauh ini FDA masih melakukan penelitian dan monitoring untuk masalah ini. Setiap orang yang berfikir jika ia perlu mengkonsumsi aspirin dosis rendah harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Sangat penting juga untuk dokter Anda menentukan seberapa besar dosis dan seberapa sering Anda harus mengkonsumsi obat tersebut. Jika dokter Anda memang menyarankan Anda untuk mengkonsumsi aspirin setiap hari dengan tujuan menurunkan resiko serangan jantung dan stroke maka bacalah baik-baik apa yang tertera di label obat. Beberapa jenis obat yang jika dikombinasikan dengan aspirin dapat menghasilkan efek yang merugikan Anda.Sumber: webmd
 07 Oct 2019    11:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 07 Oct 2019    08:00 WIB
Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung
Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung ? Serangan jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal karena gangguan pada otot jantung atau pembuluh darah jantung. Sedangkan henti jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung berhenti berdetak yang disebabkan oleh kelainan irama jantung. Penyebab serangan jantung biasanya adalah gangguan aliran darah ke dalam jantung yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya dan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung. Henti jantung disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung yang juga berfungsi untuk mengatur kerja jantung. Gangguan impuls listrik pada jantung ini menyebabkan jantung berdenyut secara tidak teratur (aritmia) yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung. Serangan jantung yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.   Pencegahan Pencegahan utama serangan jantung dan henti jantung adalah mencegah terbentuknya bekuan darah dan plak pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh aterosklerosis. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah pembentukan plak adalah: Olahraga selama setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu Diet rendah lemak jenuh dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan Bila berat badan anda berlebih, kurangi berat badan anda Jangan merokok Kurangi dan atasi stress Kontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol anda   Kapan Hubungi Dokter Serangan jantung atau henti jantung memerlukan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri atar rasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada Nyeri yang menjalar ke tangan, bahu, leher, atau rahang Sesak napas Keringat dingin atau berkeringat Mual Denyut jantung meningkat disertai dengan rasa mual atau pusing Pingsan Baca juga: Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 02 Oct 2019    16:00 WIB
Hati-hati Ini Penyebab Anda Merasa Lelah
Rasa lelah merupakan tanda bahwa tubuh anda butuh istirahat. Rasa lelah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari berbagai aktivitas yang anda lakukan sepanjang hari sampai berbagai penyakit yang mengganggu fungsi tubuh anda dan membuat anda selalu merasa lelah. Gaya Hidup Apa yang anda makan dapat berhubungan dengan rasa lelah yang anda alami. Mengkonsumsi kafein dan makanan manis dapat menyebabkan rasa lelah. Para ahli mengatakan bahwa diet sehat tinggi serat dan rendah lemak dapat mengurangi rasa lelah anda. Selain itu, diet sehat ini juga dapat membantu anda menjaga berat badan anda, karena obesitas juga dapat menyebabkan anda mudah lelah. Tidur cukup dan olahraga teratur juga dapat membantu mengurangi rasa lelah anda. Banyak orang beranggapan bahwa olahraga dapat membuat tubuh terasa lebih lelah, akan tetapi para ahli mengatakan bahwa orang yang teratur berolahraga justru tidak mudah merasa lelah. Berolahragalah selama 30-40 menit setiap harinya minimal 4 kali seminggu. Lakukanlah hal ini selama 1-3 bulan dan anda akan merasakan manfaatnya. Bila anda tetap sering merasa lelah, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter anda untuk mencari kemungkinan penyebab lainnya.   Anemia Anemia merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan rasa lelah berkepanjangan. Untuk mengatasinya dapat diberikan suplemen zat besi dan mengkonsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau dan daging. Gangguan Kelenjar Tiroid Gangguan kelenjar tiroid, baik kelebihan maupun kekurangan dapat menyebabkan rasa lelah. Diabetes Diabetes yang tidak terkontrol juga membuat anda selalu merasa tidak enak badan dan lelah. Bila rasa lelah disertai dengan sering buang air kecil dan gangguan penglihatan, sebaiknya segera hubungi dokter anda untuk memeriksa kemungkinan anda menderita diabetes. Depresi Bila rasa lelah anda disertai dengan perasaan sedih, nafsu makan berkurang, tidak dapat merasa senang walaupun melakukan kegiatan yang anda sukai sebelumnya; maka anda mungkin mengalami depresi. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Gangguan Tidur Kurang tidur akibat tidur yang tidak nyenyak atau sulit memulai tidur atau sering terbangun saat tidur dapat membuat anda merasa sangat lelah saat bangun di pagi hari. Hubungi dokter anda untuk mencari penyebab anda mengalami gangguan tidur tersebut. Penyakit Jantung Rasa lelah juga dapat merupakan tanda adanya kelainan jantung, terutama pada wanita. Bila anda cepat merasa lelah saat beraktivitas, terutama bila sebelumnya anda dapat melakukan semua aktivitas anda dengan baik tanpa merasa lelah, maka mungkin ini merupaka suatu tanda adanya gangguan pada jantung anda. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami hal ini.
 23 Jul 2019    16:00 WIB
Saat Nyeri Dada Apakah Berarti Kena Serangan Jantung?
Menurut American Heart Association, setiap 34 detik satu orang di Amerika Serikat menderita serangan jantung. Pada tahun 2008, 405.309 orang meninggal karena serangan jantung. CDC melaporkan bahwa setiap tahun sekitar 785.000 orang Amerika memiliki serangan jantung koroner untuk pertama kalinya dan bahwa lebih dari setengahnya mengalami masalah pada jantung. Apa yang membuat beberapa orang bertahan hidup dari serangan jantung atau bisa meninggal karenanya? Hal ini tergantung kepada tindakan penanganan yang cepat. Karena bila tidak bisa mengenali gejalanya maka bisa saja kondisi ini terlewat begitu saja. Hal ini karena gejala serangan jantung yang sangat mirip dengan masalah lain, dari mulas dan pankreatitis pneumonia dan serangan panik. Apa itu serangan jantung? Serangan jantung adalah kondisi dimana jantung Anda tidak mendapatkan cukup oksigen untuk berfungsi dengan baik. Paling sering, karena pembuluh darah yang menyuplai jantung dengan darah yang mengandung oksigen segar tersumbat, sehingga darah yang melewati terlalu lambat. Sumbatan pada pembuluh darah bisa karena penumpukan kolesterol, lemak dan hal-hal lain, yang bila berkumpul disebut plak. Masalahnya adalah terkadang kondisi pembuluh darah tersumbat tidak memiliki gejala, hingga suatu saat benar-benar sudah terjadi kondisi aliran darah tidak sampai baru memberikan gejala. Tanpa oksigen, maka jantung akan mulai sekarat, menunjukkan tanda-tanda yang dikenal sebagai serangan jantung. Kebanyakan serangan jantung terlihat ringan dan sulit untuk dibedakan dari keluhan kesehatan lainnya. Jadi coba kenali tanda-tanda dibawah ini, untuk mengetahui lebih jelas. Tanda-tanda serangan jantung Anda mengalami serangan jantung jika Anda merasa: Rasa nyeri, tertekan, terbakar, sesak atau rasa diremas di bagian dada Nyeri dimulai secara bertahap selama beberapa menit Nyeri dirasakan menyebar ke seluruh dada Nyeri meluas ke lengan kiri, rahang, leher atau punggung Sulit bernafas Keringat dingin Mual tiba-tiba Anda tidak mengalami serangan jantung jika Anda merasa: Nyeri tajam yang disebabkan karena bernapas atau batuk Nyeri menusuk tiba-tiba di dada selama beberapa detik saja Nyeri pada satu sisi atau sisi lainnya Rasa sakit datang dari satu bagian kecil Nyeri yang berlangsung selama berjam-jam, tetapi tidak ada gejala lain Nyeri yang terasa setelah dada tertekan atau tubuh bergerak Jangan mendiagnosa diri sendiri Bila Anda mengalami nyeri dada, maka jangan ragu untuk memanggil ambulan. Teknisi ambulans terlatih dapat mulai memberikan pertolongan pertama. Semakin lama jantung Anda tanpa oksigen, maka kerusakan otot jantung akan lebih besar. Setelah di rumah sakit, dokter akan melakukan EKG (elektrokardiogram) untuk memastikan bahwa itu adalah serangan jantung atau bukan. Jika iya, mereka akan memeriksa kadar creatine kinase dan troponin jantung untuk melihat seberapa banyak kerusakan jantung yang telah terjadi. Perlu diperhatikan untuk seseorang yang mengalami gejala serangan jantung kemudian mengalami obesitas, memiliki tekanan darah tinggi, kencing manis atau kolesterol tinggi. Karena Anda termasuk berisiko tinggi yang perlu penanganan lebih ketat. Jadi sesegera mungkin Anda mendapatkan penanganan maka kemungkinan hidup akan lebih tinggi. Jadi bila Anda mengalami nyeri dada yang mengarah pada serangan jantung segera periksakan diri Anda ke dokter. Baca juga: Turunkan Resiko Serangan Jantung Dengan Buah Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: healthstatus
 27 Jun 2019    11:00 WIB
Bagaimana Polusi Udara Mempengaruhi Kesehatan Jantung?
Kita tentu sudah mengetahui jika serangan jantung terkait dengan hipertensi, diabetes dan merokok. Saat ini masyarakat dunia bisa menambahkan lagi satu faktor resiko terkait serangan jantung, yaitu polusi udara. Polusi udara akan mempengaruhi kontraksi dan ekspansi dari pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. Menurut para peneliti dari Perancis, the Paris Cardiovascular Research Center, peningkatan kadar polutan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida dan partikel lain dapat mempengaruhi jantung. Yang lebih mengerikan adalah kenyataan bahwa jika setiap polutan utama meningkat sebesar 10 mikrogram per meter kubik, Anda tidak akan mengetahui perbedaannya saat Anda menghirupnya. Tetapi peningkatan dari berat polutan udara ini akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung sampai 1-3%. Mempelajari tentang polusi udara saat di sekolah memang mudah, tetapi tidak demikian saat Anda menghadapinya di dunia nyata. Dengan meledaknya perkembangan industri dan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menyesakkan jalan raya, Indonesia mempunyai banyak sekali alasan untuk mulai membersihkan udara. Partikel polutan yang besar akan menyerap gelombang sinra ultraviolet B, yang bertanggung jawab untuk pembentukan vitamin D. kekurangan vitamin D akan sangat memungkinkan timbulnya serangan jantung. Terekspose partikel polutan udara juga dapat meningkatkan resiko terjadinya trombosis atau endapan darah dan blok di jantung. Ada empat cara polutan meningkatkan kemungkinan timbulnya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu:1.  Jika tekanan darah Anda meningkat, denyut jantung akan meningkat dan pembuluh darah akan mengecil2.  Peningkatan jumlah endapan darah akan membuat pembuluh darah lengket3.  Selanjutnya akan membuat penebalan di dinding pembuluh arteri4.  Lemak merupakan faktor yang memicu munculnya tekanan darah tinggi. Beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari berbagai penyakit yang disebabkan polusi udara:1.  Menggunakan filter air conditioner2.  Menutup jendela mobil saat Anda berkendara atau menutup jendela rumah saat Anda berada di rumah3.  Mandi setelah Anda melakukan aktifitas di luar rumah, agar tubuh bersih dari debu dan partikel polutan.4.  Melatih sistem pernafasanSumber: healthmeup
 12 Jun 2019    18:00 WIB
Mengenal Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)
Penyakit pericardial atau perikarditis adalah inflamasi atau infeksi yang terjadi di setiap lapisan perikardium. Perikardium adalah lapisan tipis yang mengelilingi jantung dan terdiri dari: Perikardium viseral yaitu lapisan dalam dari perikardium Lapisan cair di tengah yang dapat mencegah terjadinya gesekan antara perikardium viseral dan perikardium perietal Perikardium parietal yaitu lapisan dalam dari perikardium yang terbuat dari jaringan fibrous Apa yang menyebabkan terjadinya perikarditis? Penyebab dari perikarditis termasuk: Infeksi Operasi jantung Serangan jantung Trauma Tumor Radiasi  Penyakit autoimun (misalnya radang sendi rematik, lupus atau skleroderma) Pada beberapa kasus, penyebab tidak dapat ditemukan. Perikarditis bisa bersifat akut (tiba-tiba terjadi) atau kronis (jangka panjang). Apa gejala dari perikarditis? Saat perikarditis terjadi, gejala-gejala yang mungkin muncul adalah: Nyeri dada. Nyeri yang terjadi sering bersifat tajam dan berlokasi di pusat jantung. Nyeri dapat menyebar ke leher dan bahu, dan sering ke tangan dan punggung. Nyeri dapat semakin memperburuk saat berbaring, batuk atau menelan dan dapat diredakan dengan posisi duduk. Demam yang tidak terlalu tinggi Peningkatan denyut jantung Bagaimana mendiagnosa perikarditis? Dokter Anda dapat mendiagnosa perikarditis berdasarkan: Gejala yang dikeluhkan EKG Pemeriksaan fisik Bagaimana mengobati perikarditis? Pengobatan dari perikarditis berdasarkan penyebab dan bisa mencakup: Nonsteroidal anti-inflammatory agents (NSAIDs) untuk menurunkan nyeri dan inflamasi Steroid, digunakan pada serangan yang berat Antibiotik, jika perikarditis disebabkan oleh infeksi Colchicine, digunakan jika gejala berlangsung selama beberapa minggu dan berulang Kebanyakan pasien perikarditis akan pulih dalam dua sampai empat minggu.   Sumber: webmd
 08 Jun 2019    16:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 12 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 08 Mar 2019    16:00 WIB
Kadar Testosteron dan Hubungannya Dengan Berbagai Gangguan Kesehatan
Defisiensi atau kekurangan hormon testosteron diduga memiliki hubungan dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes, sindrom metabolik, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, rendahnya kadar testosteron bukanlah penyebab berbagai gangguan kesehatan tersebut, berbagai gangguan kesehatan inilah yang menyebabkan penurunan kadar testosteron. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang menderita obesitas, diabetes, ataupun tekanan darah tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron.   Diabetes Pria yang menderita diabetes memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penurunan kadar testosteron dan begitu pula sebaliknya. Testosteron meningkatkan kemampuan berbagai jaringan tubuh untuk menggunakan gula di dalam darah saat insulin bekerja. Pria dengan kadar testosteron yang rendah lebih sering mengalami resistensi insulin. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya diabetes tipe 2.   Obesitas Pria dengan berat badan berlebih atau obesitas biasanya memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dan pria dengan kadar testosterone yang rendah juga lebih mudah mengalami peningkatan berat badan. Sel lemak dapat memetabolisme testosteron menjadi estrogen dan mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Selain itu, obesitas juga menurunkan kadar protein pengikat hormon testosteron yang juga mengakibatkan penurunan kadar testosteron. Penurunan berat badan melalui berolahraga dapat meningkatkan kadar testosteron. Penggunaan suplemen testosteron pada pria dengan kadar testosterone yang rendah dapat menurunkan berat badan walaupun hanya sedikit.   Sindrom Metabolik Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan gejala, yang berupa peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, obesitas (terutama penumpukan lemak di perut), dan peningkatan kadar gula darah. Sindrom metabolik meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian, pria dengan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita sindrom metabolik. Pada suatu penelitian, ditemukan bahwa terapi pengganti hormon testosterone dapat memperbaiki kadar gula darah dan obesitas pada pria dengan kadar testosteron yang rendah.   Penyakit Jantung Sebagian besar ahli menduga bahwa peningkatan kadar hormon testosterone berhubungan dengan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi dan penyakit jantung pada pria usia muda. Dengan demikian, testosteron diduga memiliki efek yang tidak baik bagi jantung anda. Tetapi, testosteron tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan pembuluh darah anda, karena testosteron juga akan diubah menjadi estrogen, yang dapat melindungi pembuluh darah anda dari kerusakan. Akan tetapi, kekurangan hormon testosteron berhubungan dengan peningkatan kejadian resistensi insulin, diabetes, dan obesitas yang juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Selain itu, pria dengan diabetes dan kadar testosteron yang rendah memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak).   Gangguan Kesehatan Lainnya Depresi Berdasarkan penelitian, kadar testosteron yang rendah meningkatkan resiko kejadian depresi pada pria lanjut usia sampai dua kali lipat. Disfungsi Ereksi Walaupun sebagian besar disfungsi ereksi disebabkan oleh aterosklerosis, akan tetapi sebagian besar penderita aterosklerosis seperti pada penderita diabetes, sindrom metabolik, maupun obesitas juga memiliki kadar testosteron yang rendah. Tekanan Darah Tinggi Kadar testosteron yang terlalu tinggi meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, akan tetapi tekanan darah tinggi juga sering ditemukan pada pria dengan kadar testosteron yang rendah. Sumber: webmd