Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2020    13:00 WIB
Pentingnya Pertolongan Pertama Serangan Jantung
Penyakit Jantung dan Pembuluh darah sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Survey WHO pada tahun 2004, diperkirakan sebanyak 17,1 juta orang meninggal (29,1% dari jumalh kematian total) karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung/MCI (Miokadiak Infark) karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung. Perhatikan Keluhan Nyeri Dada pada Serangan Jantung (MCI) : 1. Lokasi Nyeri : Nyeri Dada (Retrosternal) dan kadang pasien sulit melokalisir rasa nyeri. 2. Deskripsi Nyeri : Rasa berat seperti di himpit, ditekan atau diremas. Rasa tersebut lebih dominan dibanding rasa nyeri. Perlu diwaspadai juga bila pasien mengeluh nyeri uluhati dan sesak nafas. 3. Penjalaran Nyeri : Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, ;eher rasa tercekik atau rahang bawah (rasa ngilu), kadang penjalaran kelengan kanan atau kedua lengan. 4. Lama Nyeri : lamanya nyeri biasa lebih dari 20 menit. 5. Gejela Sistemik ; Kadang disertai mual, mutah dan keringat dingin. 6. Keluhan Nyeri dada biasanya makin memberat dengan adanya aktivitas. Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung (MCI), maka bisa lakukan hal berikut ini: 1. Duduklah atau berbaring (Buat posisi pasien senyaman mungkin). Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung. 2. Berikan Oksigen 4 liter permenit (Jika tersedia). 3. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya. 4.Jika dokter telah memberikan tablet Nitroglyserin/Nitrat, segera minum obat tersebut/letakan dibawah lidah (Sesuai yang dianjurkan dokter). Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet Nitroglyserin/Nitrat jika tidak diberikan dokter. 5.Mengunyah aspirin dan Clopidogrel asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen. 6. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang diberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup. 7. Segera bawa penderita kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
 18 Sep 2020    09:00 WIB
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung
Penyakit jantung atau jantung koroner adalah pembunuh terbesar yang disebabkan oleh tersumbatnya arteri untuk mensuplai darah ke jantung. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan penyakit jantung: Kolesterol Kolestrol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung, ini dikarenakan penumpukan lemak pada arteri yang menyebabkan menyempitnya arteri dan membuat jantung sulit untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Satu-satunya untuk mengetahui tingkat kolestrol adalah dengan memeriksakannya pada dokter ahli. Darah tinggi Peningkatan tekanan darah tinggi mudah untuk diketahui dan dapat diatasi dengan diet dan gaya hidup sehat atau minum obat. Tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukan gejala oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan secara rutin.  Diabetes Diabetes dapat mempengaruhi jantung dan dapat memperburuk tekanan darah tinggi. Akan tetapi dengan pengobatan yang tepat atau diet dan melakukan gaya hidup sehat dapat membantu perubahan menjadi lebih baik. Berat badan Berat badan berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, dan juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolestrol tinggi. Ini disebabkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh yang berlebih. Stres Sebenarnya stres tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyait jantung, akan tetapi kebanyak orang khususnya perokok akan merokok ketika mengalami stres, atau juga makan junk food dan minum minuman beralkohol inilah yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Riwayat keluarga Jika ayah, ibu, atau sanak saudara memiliki penyakit jantung, hal ini dapat menjadi faktor anda terserang penyakit jantung bahkan bisa lebih tinggi. Hal ini dapat terjadi jika sang ayah atau saudara terserang penyakit jantung sebelum usia 55 tahun dan ibu atau saudari sebelum usia 65 tahun. Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit jantung, diantara faktor-faktor tersebut ada yang dapat dihindari dan juga tidak bisa atau sulit untuk dihindari, untuk itu kita harus sering berolah raga dan menjaga asupan untuk menjaga kesehatan jantung.
 28 Jul 2020    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 22 Jul 2020    18:00 WIB
Efek dari Tidur Berlebihan
Tidur yang cukup merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kesehatan anda, akan tetapi tidur berlebihan justru dapat mengganggu kesehatan anda. Tidur berlebihan telah banyak dihubungkan dengan berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan peningkatan angka kematian.   Apa yang Dimaksud Dengan Tidur Berlebihan ? Kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, aktivitas, keadaan kesehatan, dan gaya hidup anda. Pada saat kesehatan anda terganggu maka anda mungkin membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa setiap orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya.   Penyebab Hipersomnia Salah satu penyebab tidur berlebihan adalah hipersomnia, yaitu suatu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang. Selain itu, hipersomnia juga menyebabkan anda untuk tidur lebih lama di malam hari. Penderita hipersomnia biasanya juga mengalami kecemasan, kekurangan tenaga, dan gangguan daya ingat akibat kekurangan tidur dalam waktu lama. Sindrom Tidur Apnea Merupakan suatu gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan tidur. Hal ini juga dapat mengganggu siklus tidur normal akibat sering terbangun saat tidur. Penyebab Lainnya Tidak setiap orang yang tidur berlebihan disebabkan oleh suatu gangguan tidur. Penyebab lain dari tidur berlebihan adalah penggunaan zat-zat tertentu seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, depresi juga dapat membuat anda tidur terus-menerus. Akan tetapi, juga ada orang yang memang memiliki waktu tidur yang lebih lama daripada orang lainnya.   Berbagai Gangguan Kesehatan yang Berhubungan Dengan Tidur Berlebihan Diabetes Berdasarkan penelitian, terlalu banyak tidur atau kurang tidur dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko diabetes. Obesitas Tidur terlalu banyak atau terlalu banyak dapat membuat berat badan anda bertambah. Berdasarkan suatu penelitian, orang yang tidur selama 9-10 jam setiap malam, memiliki resiko 21% lebih tinggi untuk mengalami obesitas dalam kurun waktu 6 tahun daripada orang yang hanya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Obesitas yang diakibatkan oleh lama tidur ini tetap dapat terjadi walaupun tidak ada perubahan pada jumlah makanan yang anda konsumsi dan olahraga yang anda lakukan. Nyeri Kepala Pada beberapa orang yang sering mengalami nyeri kepala, tidur berlebihan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan suatu neurotransmiter pada otak, termasuk serotonin. Selain itu, orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dapat mengganggu waktu tidur anda di malam hari dan menyebabkan timbulnya nyeri kepala pada pagi harinya. Nyeri Punggung Tidur terlalu lama dapat menyebabkan timbulnya nyeri punggung. Oleh karena itu, saat ini dokter tidak lagi menganjurkan anda untuk tidur lebih lama daripada biasanya bila anda mengalami nyeri punggung. Depresi Walaupun insomnia merupakan gangguan tidur yang lebih sering terjadi pada penderita depresi, akan tetapi sekitar 15% penderita depresi justru tidur lebih banyak. Hal ini justru dapat memperburuk keadaan depresi mereka karena irama tidur yang normal sangat penting bagi proses penyembuhan mereka. Selain itu, mengurangi waktu tidur juga dapat berfungsi sebagai obat anti depresi sementara. Penyakit Jantung Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9-11 jam setiap malam memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi hingga 38% daripada wanita yang tidur selama 8 jam setiap malamnya. Akan tetapi, saat ini para ahli tidak lagi menghubungkan antara tidur berlebihan dan penyakit jantung. Kematian Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur selama 9-11 jam setiap malamnya memiliki angka kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidur selama 8 jam setiap harinya. Penyebab pasti dari hal ini tidak diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa depresi dan kemiskinan dapat membuat seseorang tidur lebih lama dan keadaan ini jugalah yang menyebabkan peningkatan angka kematian.   Manfaat Tidur Cukup dan Tidak Berlebihan Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan tidur atau justru terlalu banyak tidur. Jika tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, maka menghentikan atau mengurangi dosis obat mungkin dapat membantu. Akan tetapi, konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengurangi dosis atau bahkan menghentikan penggunaan obat yang anda konsumsi saat ini. Bila tidur berlebihan yang anda alami disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, maka penanganan terhadap gangguan kesehatan tersebut dapat mengembalikan kebiasaan tidur anda. Selain itu, para ahli menyarankan agar anda memiliki waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, hindari mengkonsumsi alkohol atau kafein berdekatan dengan waktu tidur, dan berolahragalah secara teratur.   Sumber: webmd  
 23 May 2020    18:00 WIB
Bercinta Picu Serangan Jantung?
Bercinta seharusnya dapat memberikan kenikmatan dan membuat pasangan bahagia. Bercinta juga bisa disamakan dengan olahraga karena bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karena itu, orang-orang dengan kondisi tertentu sebaiknya menunda aktivitas seks karena bisa membahayakan nyawa. Meski berhubungan seksual adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association para peneliti dari Tufts Medical Center di Boston, menyimpulkan bahwa olahraga dan hubungan seks bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak, meski risikonya kecil. Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan seks, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu. Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali. Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak. Kendati risikonya disebut 2,7 kali, tetapi sebenarnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak saat sedang berhubungan seks sangat kecil, terutama jika kegiatan intim itu dilakukan dengan pasangan yang terikat. Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat bercinta juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang bercinta. Lantas, haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan seks? Menurut seorang peneliti dari pusat jantung, stroke dan kanker,  tahan gairah seks Anda jika mengalami napas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada, Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan seks, berhentilah. Pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung (heart rate) mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan seks, bahkan tanpa obat. Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika bercinta. Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya. Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin atau isosorbid bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastik karena  isosorbid  mengendurkan pembuluh darah, meningkatkan persediaan darah dan oksigen ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan obat jantung ini berkontra-indikasi pada pemberian obat bersamaan dengan inhibitor phosphodiesterase (Viagra).   Sumber: asiaone
 19 Feb 2020    08:00 WIB
Nyeri Lengan Biasa Atau Akibat Serangan Jantung?
Nyeri di lengan kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tertariknya otot hingga serangan jantung. Walaupun tidak dapat selalu membedakan apakah nyeri lengan kiri yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan ringan atau berat, akan tetapi di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda membedakannya.   Nyeri Dada Dengan Nyeri Lengan Kiri Walaupun tidak selalu merupakan suatu tanda bahaya, akan tetapi kombinasi antara rasa nyeri atau rasa berat di daerah dada dengan nyeri di lengan kiri merupakan suatu pertanda bahwa Anda harus segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang Anda alami memang benar merupakan suatu pertanda bahaya atau bukan. Berbagai gejala gangguan jantung kadangkala tidak jelas dan beberapa orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan jantung berat justru tidak pernah merasa nyeri dada, bahkan mungkin tanpa atau sedikit gejala. Beberapa gejala gangguan jantung atau serangan jantung lainnya selain nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri adalah sesak napas, mual, gangguan pencernaan, pusing, berkeringat yang tidak biasanya, atau peningkatan denyut jantung. Jika nyeri lengan kiri menyertai berbagai gejala ini, maka gejala tersebut dapat merupakan gejala dari suatu gangguan jantung.   Nyeri Lengan Kiri Akibat Nyeri Otot Nyeri lengan kiri yang disebabkan oleh melakukan suatu gerakan atau tekanan pada daerah yang nyeri biasanya jarang disebabkan oleh gangguan jantung. Berbagai aktivitas sederhana seperti mengangkat barang atau memindahkan perabotan rumah tangga dapat menyebabkan peradangan pada otot lengan atau persendian lengan. Nyeri yang disebabkan oleh hal ini dapat kembali terasa saat Anda melakukan gerakan sederhana, misalnya dengan menekan daerah tersebut. Selain itu, nyeri lengan juga dapat disebabkan oleh terjepitnya saraf di daerah leher dan menggerakkan leher atau memutar leher dapat menyebabkan lengan terasa nyeri. Jadi, nyeri lengan yang berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung biasanya tidak dipengaruhi oleh pergerakkan lengan.   Nyeri Menetap Pada Lengan Kiri Jika nyeri di lengan kiri Anda terus ada (menetap) dalam waktu yang lama, maka nyeri lengan Anda mungkin juga tidak berhubungan dengan terjadinya gangguan jantung. Nyeri menetap pada lengan dapat disebabkan oleh radang persendian dan tendon yang dapat terjadi selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Selain itu, nyeri tajam dan sangat singkat pada lengan juga biasanya tidak berhubungan dengan adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri ini timbul akibat gerakan pada lengan atau leher.   Hal yang Perlu Diperhatikan Bila nyeri di lengan kiri terus memburuk dengan aktivitas dan membaik saat Anda beristirahat, maka Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis segera, karena hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, terutama bila nyeri terasa dalam dan lengan tidak teraba keras. Nyeri lengan kiri yang terjadi secara mendadak, misalnya saat Anda sedang menonton televisi, maka hal ini dapat disebabkan oleh suatu gangguan jantung. Segera hubungi dokter Anda jika nyeri lengan kiri yang Anda alami juga disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti nyeri dada, mual, muntah, pusing, pingsan, sesak napas, berkeringat yang tidak biasanya, perut kembung, batuk, atau mengi.  Baca juga: 5 Gejala Tersembunyi dari Serangan Jantung  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: livestrong
 15 Feb 2020    08:00 WIB
Ini Dia Cara Meningkatkan Kesempatan Hidup Saat Mengalami Serangan Jantung!
Satu lagi manfaat dari olahraga: menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas John Hopkins, orang yang teratur berolahraga dan mengalami serangan jantung lebih jarang meninggal karena serangan jantungnya tersebut dibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga. Penelitian ini menemukan bahwa orang yang memiliki nilai MET (metabolic equivalent of a task) 10 selama setidaknya 1 menit pada pemeriksaan treadmill memiliki kemungkinan 40% lebih tinggi untuk bertahan hidup paska serangan jantung dibandingkan dengan orang yang memiliki nilai MET yang lebih rendah. Untuk perbandingannya, bila Anda dapat berlari sejauh 1.6 km dalam waktu 10 menit, maka skor MET Anda adalah 9.8. Sedangkan bila Anda dapat berjogging sejauh 1.6 km dalam waktu 13 menit, maka skor MET Anda adalah 6. Berbaring dan menonton televisi memiliki skor MET 1.   Mengapa Orang yang Rajin Olahraga Memiliki Peluang Hidup Lebih Tinggi? Bukan hanya karena mereka memiliki resiko menderita gangguan jantung yang lebih rendah, tetapi serangan jantung yang dialami oleh orang yang rajin berolahraga biasanya juga lebih ringan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. Hal ini dikarenakan setiap kali Anda berolahraga, maka tubuh Anda pun akan membutuhkan lebih banyak darah dan oksigen. Hal ini secara tidak langsung akan membuat jantung dan pembuluh darah Anda "berolahraga", yang akan memicu pembentukan pembuluh-pembuluh darah baru di sekitar jantung Anda untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan darah. Artinya, suplai darah yang masuk ke dalam jantung Anda akan menjadi lebih banyak. Jadi, bila ada sumbatan pada salah satu pembuluh darah jantung dan menyebabkan terjadinya serangan jantung, maka darah masih dapat masuk ke dalam otot-otot jantung Anda melalui pembuluh-pembuluh darah baru yang terbentuk. Jadi, area jantung yang mengalami gangguan aliran darah lebih jarang mati dan rusak.   Baca juga: Tips Alami Untuk Mengatasi Gangguan Jantung   Bagaimana Cara Meningkatkan Peluang Hidup Saat Mengalami Serangan Jantung? Pertama-tama, lakukanlah pemeriksaan treadmill untuk mengetahui seberapa jauh Anda mampu bertahan hidup saat mengalami serangan jantung. Jika Anda memiliki skor MET 9.8 atau lebih, maka lanjutkanlah olahraga yang telah Anda lakukan sekarang ini. Akan tetapi, bila Anda kesulitan mempertahankan lari Anda selama 1 menit, maka hal ini menunjukkan bahwa Anda perlu meningkatkan kegiatan olahraga Anda. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan peluang Anda untuk bertahan hidup, tetapi juga akan menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 04 Nov 2019    16:00 WIB
Bahaya Mengonsumsi Aspirin Setiap Hari
Mengkonsumsi aspirin setiap hari memang dapat mencegah munculnya serangan jantung dan stroke pada ornag-orang yang menderita gangguan jantung di masa lalu, tetapi tidak demikian dengan mereka yang tidak memiliki masalah pada jantung. Hal ini diungkapkan oleh U.S. Food and Drug Administration. Sejak tahun 1990an, data klinis menunjukkan bahwa mereka yang mengalami serangan jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular lainnya, dengan mengkonsumsi aspirin dosis rendah setiap harinya dapat mencegah penyakit jantung kembali menyerang. tablet dosis rendah mengandung 80mg aspirin, dibandingkan dengan tablet dosis tinggi yang mengandung 325 mg aspirin. Tetapi analisis data dari penelitian yang baru saja dilakukan tidak mendukung menggunaan aspirin sebagai obat pencegahan bagi orang yang tidak memiliki masalah serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. pada orang normal, aspirin tidak menyediakan keuntungan apapun dan malah dapat menimbulkan resiko efek samping berbahaya seperti perdarahan pada otak dan perut. Juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi aspirin aman dan efektif untuk orang yang tidak memiliki masalah jantung atau stroke tetapi mempunyai riwayat keluarga yang terserang penyakit jantung dan stroke. Sejauh ini FDA masih melakukan penelitian dan monitoring untuk masalah ini. Setiap orang yang berfikir jika ia perlu mengkonsumsi aspirin dosis rendah harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Sangat penting juga untuk dokter Anda menentukan seberapa besar dosis dan seberapa sering Anda harus mengkonsumsi obat tersebut. Jika dokter Anda memang menyarankan Anda untuk mengkonsumsi aspirin setiap hari dengan tujuan menurunkan resiko serangan jantung dan stroke maka bacalah baik-baik apa yang tertera di label obat. Beberapa jenis obat yang jika dikombinasikan dengan aspirin dapat menghasilkan efek yang merugikan Anda.Sumber: webmd
 07 Oct 2019    08:00 WIB
Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung
Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung ? Serangan jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal karena gangguan pada otot jantung atau pembuluh darah jantung. Sedangkan henti jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung berhenti berdetak yang disebabkan oleh kelainan irama jantung. Penyebab serangan jantung biasanya adalah gangguan aliran darah ke dalam jantung yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya dan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung. Henti jantung disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung yang juga berfungsi untuk mengatur kerja jantung. Gangguan impuls listrik pada jantung ini menyebabkan jantung berdenyut secara tidak teratur (aritmia) yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung. Serangan jantung yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.   Pencegahan Pencegahan utama serangan jantung dan henti jantung adalah mencegah terbentuknya bekuan darah dan plak pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh aterosklerosis. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah pembentukan plak adalah: Olahraga selama setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu Diet rendah lemak jenuh dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan Bila berat badan anda berlebih, kurangi berat badan anda Jangan merokok Kurangi dan atasi stress Kontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol anda   Kapan Hubungi Dokter Serangan jantung atau henti jantung memerlukan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri atar rasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada Nyeri yang menjalar ke tangan, bahu, leher, atau rahang Sesak napas Keringat dingin atau berkeringat Mual Denyut jantung meningkat disertai dengan rasa mual atau pusing Pingsan Baca juga: Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd