Your browser does not support JavaScript!
 13 Mar 2019    16:00 WIB
Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsumsi Suplemen Untuk Sendi?
Mengkonsumsi suplemen untuk menutrisi sendi boleh saja dilakukan namun sebelum Anda mengkonsumsi suplemen tersebut ada hal yang perlu Anda perhatikan karena segala sesuatu yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi tubuh. Biasanya suplemen sendi yang sering dipasaran mengandung Glukosamin, kondroitin dan MSM. Berikut adalah hal yang perlu Anda perhatikan: Kondisi kesehatan Anda Perhatikan kondisi tubuh Anda: Apakah Anda mengalami gangguan pembekuan darah seperti hemofilia? Apakah Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu? Apakah Anda memiliki berat badan yang berlebihan? Apakah Anda memiliki penyakit kencing manis? Apakah Anda sedang diet rendah garam? Apabila Anda mengalami beberapa keadaan diatas maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hamil atau menyusui Untuk Anda yang sedang hamil atau mempersiapkan kehamilan dan menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen tersebut. Karena sampai sekarang belum ada penelitian yang mengetahui efek suplemen yang berisi kandungan tersebut untuk ibu hamil, mempersiapkan kehamilan dan menyusui. Interaksi obat Saat Anda mengkonsumsi sebuah suplemen maka Anda harus membaca label yang tertera dengan baik karena suplemen tersebut terdiri dari berbagai bahan. Terlebih untuk Anda yang mengkonsumsi obat rutin. Misalnya Chitosan merupakan suplemen penurun berat badan yang sering dipasarkan, tidak boleh digunakan bersamaan dengan suplemen sendi ini, karena penggunaan chitosan dapat menyebabkan kemampuan penyerapan kondroitin menurun.   Sumber: newhealthguide
 21 Apr 2018    11:00 WIB
3 Nutrisi Tambahan Untuk Sendi
Sendi dalam tubuh juga memerlukan nutrisi tambahan untuk dapat berfungsi dengan baik. Mungkin Anda pernah mendengar mengenai suplemen yang berisi glukosamin, kondroitin dan MSM.   Sebenarnya apa manfaat dari bahan-bahan tersebut? 1.      Glukosamin Merupakan bahan alami yang terdapat dalam tubuh, yang tersusun dari glukosa dan asam amino glutamin. Glukosamin diperlukan untuk menghasilkan glikosaminoglikan yang penting dalam pembentukan, perbaikan tulang dan jaringan tubuh lainnya. Hal ini juga membantu untuk menjaga dan melumasi tulang rawan untuk memberikan gerakan yang lebih baik dari sendi dan menjaga fleksibilitas sendi. Produksi glukosamin dalam tubuh akan menurun seiring dengan pertambahan usia. 2.      Kondroitin Merupakan zat alami yang dibentuk dari rantai gula, berguna untuk memberikan kemampuan kepada tulang rawan untuk bertahan terhadap adanya tekanan, selain itu mempertahankan fleksbilitas sendi. 3.      Methylsulfonylmethane (MSM) Suatu bentuk alami dari belerang membantu menjaga otot tubuh. Kombinasi dari ketiga bahan tersebut dapat membantu menjaga sendi tetap sehat dan diperuntukan pasien osteoartritis, serta pasien lain yang mempunyai gangguan inflamasi sendi. Namun apabila Anda ingin mengkonsumsi suplemen yang terdiri dari ketiga bahan tersebut ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena dosis yang digunakan tidak boleh berlebihan.     Sumber: duniafitness
 30 Mar 2018    11:00 WIB
Makanan Yang Tepat Untuk Sendi Anda
Apa yang Anda makan dapat membantu menjaga sendi dan tulang yang memberikan mereka kekuatan. Makanan yang Anda makan akan menjadi nutrisi bagi sendi dan dapat membantu menjaga sendi dan tulang menjadi kuat dengan cara sering mengonsumsi makanan yang alami, menghindari gorengan dan makanan olahan, makanan berlemak dan hangus. Berolahraga, menu diet seimbang dan merawat diri Anda adalah kunci untuk menjaga sendi Anda agar dapat bergerak bebas.    Berikut adalah tujuh makanan yang dapat dimasukkan dalam menu diet Anda: 1. Ceri  Ceri mengandung antosianin. Antosianin adalah salah satu jenis antioksidan dalam tubuh yang mencegah terjadinya kerusakan pembuluh darah dan bersifat sebagai anti inflamasi/anti peradangan. Hal ini akan menurunkan resiko terjadinya radang sendi. Makanan lain yang dapat dicoba : blueberi, blackberi dan buah delima memiliki efek yang hampir sama. 2. Paprika merah Paprika merah memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C akan membantu tubuh Anda dalam proses pembentukan kolagen, yang merupakan bagian dari tulang rawan, tendon, dan ligamen Anda yang menjadi bantalan sendi dan penopang sendi.  Makanan lain yang dapat dicoba : anggur, jeruk, tomat, dan nanas. 3. Ikan Salmon Ikan Salmon mengandung kalsium dan vitamin D untuk membantu menjaga tulang Anda. Selain itu salmon juga mengandung omega 3 yang membantu menurunkan reaksi peradangan. Makanan lain yang dapat dicoba: susu rendah lemak atau yogurt tanpa rasa, keduanya merupakan jenis makanan yang tinggi kalsium dan juga vitamin D. Selain ikan salmon ikan yang mengandung tinggi omega 3 seperti ikan forel/ trout atau ikan sarden.  4. Oatmeal  Gandum seperti oatmeal dapat mencegah timbulnya reaksi inflamasi yang ringan. Olahraga tak hanya membantu menguatkan tulang dan otot, namun juga memberikan ketahanan pada sendi Anda. Seorang ahli gizi olahraga mengatakan makanan yang sehat bukan hanya untuk bahan bakar dan energi saja namun juga untuk pemulihan dan penyembuhan penyakit. Daripada Anda makan kue tart dengan keju dan sosis, lebih baik konsumsi oatmeal dengan buah-buahan, kacang-kacangan dan yoghurt. Makanan lain yang dapat dicoba: beras merah. 5. Kunyit  Kunyit kaya akan curcumin. Sebuah studi menemukan bahwa ekstrak kurkumin bekerja seperti ibuprofen (obat golongan anti radang) untuk meringankan gejala nyeri lutut dan nyeri. Makanan lain yang dapat dicoba: kayu manis dan jahe yang merupakan jenis rempah-rempah yang memiliki beberapa sifat anti-inflamasi.  6. Kenari   Kandungan omega 3 yang terdapat didalam kacang kenari mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Makanan lain yang dapat dicoba: biji rami dan minyak canola juga mengandung omega-3. 7. Daun kol Daun kol dan sayuran hijau lainnya kaya akan nutrisi untuk dengan kesehatan sendi, termasuk antioksidan beta-karoten dan vitamin C. Selain itu daun kol juga merupakan sumber kalsium, yang membantu menjaga tulang Anda kuat.   Sumber : webmd
 20 Nov 2014    13:00 WIB
Merokok Ternyata Meningkatkan Risiko Reumatoid Artritis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko yang diketahui dapat mengembangkan terjadinya Reumatoid Artritis (RA) dan merokok dapat mengurangi kemanjuran pengobatan Reumatoid Artritis (RA). Reumatoid Artritis (RA) adalah penyakit autoimun (suatu penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu yang lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan atau lutut. Dikatakan bahwa seorang perokok 50% lebih kecil merespon pengobatan RA dibanding non perokok. Penelitian yang dipimpin oleh Saedis Saevarsdottir, MD, PhD dari Universitas Karolinska untuk mengetahui apa hubungan antara merokok dengan respon terhadap pengobatan RA, obat yang digunakan adalah metotreksat dan tumor necrosis factor (TNF) inhibitor. Peneliti Swedia menganalisis data pada lebih dari 1.430 pasien pada tahun 1996 sampai 2006. Pada kelompok tersebut, 873 menggunakan metotreksat dan 535 menggunakan memakai anti-TNFs. Dalam waktu tiga bulan menggunakan metotreksat, 36 persen non perokok merespon dengan baik pengobatan tersebut dan hanya sekitar 27 persen orang perokok merespon pengobatan dengan baik. Untuk yang menggunakan inhibitor TNF, seperti infliximab, atau Remicade, dan etanercept, atau Enbrel, sekitar 43 persen orang non perokok merespon dengan baik pengobatannya dan hanya 29 persen orang perokok yang merespon dengan baik. Kami juga mengevaluasi berapa banyak rokok yang dihisap, merokok dengan jenis rokok apa, dalam mempengaruhi respon si perokok dalam penelitian ini”, kata Dr Saevarsdottir. Alasan lain untuk menghentikan kebiasaan merokok bahwa seorang mantan perokok juga merespon dengan baik perawatan RA dibandingkan yang masih merokok. Dr Saevarsdottir mengatakan semoga informasi yang didapat dari penelitian ini dapat mendorong pasien RA untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sumber: arthritistoday