Your browser does not support JavaScript!
 14 Aug 2019    18:00 WIB
10 Tips Mengatasi Nyeri Saat Berhubungan Seks
Merasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan dapat membuat siapa saja merasa khawatir, apalagi bila ia tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Walaupun demikian, penyebab dari timbulnya nyeri saat berhubungan seks seringkali hanya bersifat sementara dan dapat diobati. Bahkan, menurut the American Congress of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 75% wanita pasti pernah mengalami nyeri saat berhubungan seks pada suatu masa dalam kehidupannya. Dengan mengatasi penyebab timbulnya nyeri ini, maka hubungan seks Anda bersama pasangan pun akan kembali terasa menyenangkan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya nyeri saat berhubungan seks dan bagaimana cara mengatasinya.   1.      Adanya Iritasi Pada Vagina Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai produk pembersih kewanitaan. Berbagai produk pembersih seperti sabun mandi, minyak urut, dan bahkan tisu toilet juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada daerah kewanitaan Anda. Hal ini dikarenakan berbagai produk pembersih tersebut mengandung pewarna, pewangi, and berbagai zat kimia lainnya yang dapat memicu terjadinya vaginitis, peradangan pada kulit di sekitar vagina. Untuk mempercepat proses penyembuhan, jangan gunakan pembersih apapun pada daerah kewanitaan Anda selama 1-2 hari hingga iritasi mereda. Setelah itu, gantilah berbagai produk pembersih Anda dengan berbagai produk lain yang tidak mengandung zat kimia.   2.      Vagina Terasa Gatal atau Nyeri Serta Adanya Cairan Abnormal yang Keluar dari Vagina Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya infeksi. Keluarnya cairan abnormal dari dalam vagina Anda dapat merupakan pertanda bahwa telah terjadi infeksi pada daerah vagina Anda, yang menyebabkan Anda merasa nyeri saat berhubungan seks dengan pasangan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat sedini mungkin.   3.      Vagina Anda Kram Kram vagina atau biasa dikenal dengan nama vaginismus dapat membuat penetrasi penis ke dalam vagina menjadi sangat menyakitkan bagi sang wanita atau bahkan tidak mungkin sama sekali karena vagina Anda tertutup rapat. Vaginismus ditandai dengan nyeri dan kontraksi tidak disadari dari otot-otot vagina. Hingga saat para ahli masih tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya vaginismus ini, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh adanya trauma masa lalu, seperti pernah mengalami kekerasan seksual. Untuk mengatasinya, pastikan Anda memberitahu dokter Anda bahwa Anda menderita vaginismus karena bila tidak dokter Anda mungkin hanya akan menganggapnya sebagai gangguan cemas atau akibat stress.   Baca juga: 5 Kesalahan Wanita Saat Berhubungan Seksual   4.      Vagina Kering Vagina yang kering dapat disebabkan oleh stress, berbagai jenis obat-obatan, atau berbagai jenis hormon. Vagina kering merupakan salah satu penyebab paling sering dari timbulnya rasa nyeri pada para wanita saat berhubungan seks. Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada vagina seperti stress, gangguan cemas, atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, yang dapat menyebabkan membran mukosa menjadi kering. Selain itu, vagina yang kering juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen setelah melahirkan, selama menyusui, atau saat seorang wanita memasuki masa perimenopause dan menopause. Untuk mengatasinya, gunakanlah pelumas berbahan dasar silikon hingga kadar stress Anda berkurang atau hingga kadar hormon estrogen Anda kembali normal. Akan tetapi bila disebabkan oleh menopause, maka penurunan kadar hormon akan bersifat menetap.   5.      Nyeri di Satu Sisi Tubuh Saat Penetrasi Penis Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kista pada indung telur Anda. Nyeri tajam yang timbul mendadak saat pasangan Anda melakukan penetrasi penis dapat disebabkan karena penisnya secara tidak sengaja menyentuh kista pada indung telur Anda. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda segera berkonsultasi dengan seorang dokter, terutama bila Anda telah memasuki masa menopause, karena adanya kista dapat merupakan suatu pertanda adanya gangguan lain yang lebih serius. Akan tetapi, untuk wanita muda, kista indung telur biasanya bukanlah suatu pertanda adanya gangguan lain yang lebih serius. Sebagian besar kista biasanya bersifat jinak dan berhubungan dengan siklus menstruasi Anda, serta cenderung dapat menghilang dengan sendirinya.   6.      Adanya Suatu Benjolan Pada Liang Vagina Hal ini dapat disebabkan oleh adanya suatu mioma (tumor jinak rahim). Gejala yang biasanya ditemukan adalah adanya nyeri tajam yang terletak lebih tinggi di dalam vagina. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa para wanita yang memiliki mioma memiliki resiko 3 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami nyeri saat berhubungan seksual dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki mioma. Gejala lain dari mioma adalah timbulnya perdarahan di antara masa menstruasi, banyaknya volume darah yang keluar saat menstruasi, dan perut bagian bawah terasa penuh. Kadangkala, mioma akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya dan bila mereka tidak menimbulkan komplikasi apapun, maka para dokter biasanya tidak akan melakukan tindakan apapun. Akan tetapi, bila mioma menimbulkan gangguan pada kesehatan atau kehidupan seks Anda, maka dokter dapat mengangkat mioma Anda melalui tindakan pembedahan.   7.      Nyeri Saat Berhubungan Seks Dengan Posisi Apapun Bila berhubungan seks dengan posisi apapun membuat Anda selalu mengernyit kesakitan, maka hal ini dapat disebabkan oleh adanya endometriosis. Nyeri yang ditimbulkan dapat berupa nyeri tumpul atau nyeri hebat di berbagai bagian vagina. Endometriosis terjadi bila jaringan endometrium tumbuh di luar rahim dan tumbuh di dekat berbagai bagian tubuh lain, seperti indung telur dan saluran telur Anda. Jaringan ini akan bersifat seperti lem pada berbagai organ tubuh lainnya sehingga membuat organ tersebut tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya. Hal inilah yang akan membuat Anda merasa nyeri saat berhubungan seks. Bila Anda memang menderita endometriosis, maka dokter dapat memberikan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan jaringan tersebut sehingga Anda pun tidak merasa terlalu nyeri atau melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat berbagai jaringan tersebut dari organ tubuh Anda.   Baca juga: Apa itu Vasektomi?   8.      Penetrasi Penis yang Dalam Kadangkala Terasa Sangat Menyakitkan Hal ini mungkin dikarenakan rahim Anda membengkok ke belakang. Jika Anda hanya mengalami nyeri saat penis pasangan Anda masuk cukup dalam, maka hal ini mungkin dikarenakan rahim Anda membengkok ke belakang, ke arah panggul. Beberapa orang wanita memang terlahir dengan rahim yang berbentuk demikian. Karena letak rahim yang tidak biasanya ini, maka hal ini pun meningkatkan resiko "terbenturnya" rahim saat Anda berhubungan seks. Akan tetapi, bentuk rahim seperti ini tidak akan mempengaruhi kesehatan atau kesempatan Anda untuk hamil. Untuk mencegah timbulnya nyeri saat berhubungan seks, maka pastikan pasangan Anda tidak memasukkan penisnya terlalu dalam atau berhubungan seks hanya dengan posisi wanita di atas, di mana Anda dapat mengendalikan seberapa dalam penis yang masuk.   9.      Adanya Iritasi Pada Daerah Perineum Iritasi pada daerah perineum dapat disebabkan oleh proses melahirkan. Perineum merupakan suatu area kulit yang terletak di antara vulva (vagina) dan anus (dubur). Saat melahirkan, dokter kadangkala akan memotong area perineum yang sensitif ini untuk memudahkan kepala bayi keluar (episiotomi) sehingga mencegah terjadinya robekan tidak teratur pada perineum yang mungkin dapat mencapai anus. Area perineum merupakan area yang sensitif karena mengandung banyak saraf. Sebagian besar wanita yang pernah mengalami episiotomi akan sembuh dengan sempurna, akan tetapi beberapa orang wanita tetap akan mengalami nyeri saat berhubungan seks, bahkan setelah dokter kandungannya mengijinkannya untuk kembali berhubungan seks dengan sang suami. Jika demikian, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter Anda mungkin akan melakukan perbaikan episiotomi melalui tindakan pembedahan.   10.  Terlalu Sering Berhubungan Seks Seperti halnya olahraga berlebihan dapat menyebabkan terjadinya cedera, berhubungan seks secara berlebihan juga dapat membuat jaringan vagina mengalami iritasi akibat gesekan berulang saat berhubungan seks. Untuk mengatasinya, pastikan daerah kemaluan Anda tetap kering dan gunakanlah pakaian longgar selama 1-2 hari. Istirahatlah dari hubungan seksual selama 1-2 hari.   Sumber: foxnews Tags: seks, 1hot
 09 Aug 2019    16:00 WIB
Kenali Infeksi HPV Pada Pria
Infeksi HPV (human papilloma virus) lebih sering diketahui masyarakat sebagai salah satu penyebab terjadinya kanker serviks. Akan tetapi, HPV ternyata juga menginfeksi pria. Infeksi HPV pada pria dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kemaluan pada pria. Selain itu, HPV juga dapat menyebabkan terbentuknya kutil pada kemaluan baik pada pria atau wanita.  Kadang-kadang infeksi HPV pada pria tidak menimbulkan gejala apapun dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.   Resiko Infeksi HPV Pada Pria Berbagai hal yang dapat terjadi akibat infeksi HPV pada pria adalah: Meningkatkan resiko kanker kemaluan, seperti kanker anus atau kanker penis. Kedua jenis kanker ini jarang terjadi pada pria, terutama bila pria tersebut memiliki daya tahan tubuh yang baik Kutil pada kemaluan   Gejala Infeksi HPV Pada Pria Infeksi HPV yang beresiko tinggi menyebabkan kanker biasanya tidak bergejala, baik pada pria maupun wanita. Gejala pertama yang biasanya terjadi adalah timbulnya kutil pada kemaluan. Hal ini biasanya disebabkan oleh HPV yang beresiko kanker rendah. HPV jenis ini biasanya menyebabkan timbulnya kutil dan bukan kanker.   Apakah Saya Beresiko Terkena Kanker ? Untuk mendiagnosa kutil pada kemaluan biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Tidak ada pemeriksaan rutin pada pria untuk mengidentifikasi HPV beresiko kanker tinggi. Akan tetapi, dokter biasanya sangat menganjurkan agar pria homoseksual dan biseksual yang beresiko tinggi menderita kanker anus maupun penis untuk melakukan pemeriksaan pap smear anal.   Pengobatan Bagi Infeksi HPV Tidak ada pengobatan khusus yang dapat diberikan bagi penderita yang tidak mengalami gejala apapun. Untuk mengobati kutil pada kemaluan, dokter biasanya memberikan salep atau melakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat kutil. Dokter biasanya tidak menyarankan terapi dini bagi penderita kutil pada kemaluan, karena kutil biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Selain itu, kutil biasanya membutuhkan jangka waktu tertentu untuk timbul seluruhnya, sehingga pada penderita yang melakukan pengobatan dini mungkin memerlukan pengobatan ulangan untuk mengatasi kutil yang tumbuh setelah pengobatan pertama selesai. Kanker anus dapat diobati dengan kombinasi kemoterapi dan radiasi atau dengan tindakan pembedahan. Pengobatan khusus pada kanker anus ini tergantung pada stadium kanker, ukuran kanker, dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Vaksin HPV (gardasil) biasanya diberikan pada pria berusia 9-26 tahun untuk mencegah terjadinya kutil kemaluan yang disebabkan oleh HPV 6 dan 11. Selain itu, gardasil juga merupakan salah satu pencegahan kanker anus.   Infeksi HPV dan Seks Bila anda atau pasangan anda menderita infeksi HPV, maka baik anda berdua kemungkinan besar telah terinfeksi HPV. Infeksi HPV lebih mudah diatasi pada pria daripada wanita yang biasanya memerlukan waktu 2 tahun atau kurang. HPV yang menyebabkan kanker serviks biasanya tidak menimbulkan gangguan kesehata bagi pasangan anda. Jika pasangan anda terinfeksi HPV bukan berarti pasangan anda telah berhubungan seksual dengan orang lain, karena virus ini dapat berada di dalam tubuh anda tanpa menimbulkan gejala apapun.   Pencegahan Penyebaran HPV Tidak berhubungan seksual merupakan salah satu cara pencegahan infeksi HPV yang terbaik. Resiko penyebaran HPV rendah bila anda hanya berhubungan seksual dengan satu orang dan orang tersebut hanya berhubungan seksual dengan anda. Penggunaan kondom juga dapat mencegah penyebaran HPV, walaupun tidak 100% karena HPV menyebar melalui kontak kulit. HPV masih dapat menular melalui kulit yang tidak tertutup oleh kondom.  
 20 Jul 2019    18:00 WIB
Apa Kata Pinggul Anda Tentang Kehidupan Seksual Anda?
Sebuah penelitian menemukan bahwa lebar pinggul berhubungan dengan perilaku seksual seorang wanita.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati 148 orang wanita yang berusia antara 18-26 tahun di Inggris. Para peneliti mengukur lebar pinggul setiap peserta. Para peserta kemudian diberikan pertanyaan seputar riwayat kehidupan seksual mereka, kapan pertama kali berhubungan seksual (hingga penetrasi penis), berapa banyak pasangan seksual yang dimiliki, dan apakah mereka memiliki pasangan saat ini.  Selain itu, para peneliti juga mengukur perbandingan antara lebar pinggul dengan lebar pinggang setiap peserta, yang berdasarkan pada penelitian sebelumnya diduga berhubungan dengan seberapa menariknya seorang wanita. Para peneliti kemudian menemukan bahwa lebar pinggul berhubungan dengan jumlah pasangan seksual dan perilaku seksual seorang wanita. Semakin lebar ukuran pinggul seorang wanita, maka semakin sering mereka berhubungan seksual dengan orang yang berbeda-beda.  Para peneliti menemukan bahwa wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual memiliki pinggul yang lebih lebar daripada wanita yang hanya memiliki satu pasangan seksual tetap. Akan tetapi, tidak ditemukan hubungan antara perbandingan lebar pinggul dan lebar pinggang dengan perilaku seksual seorang wanita. Para peneliti menduga bahwa hubungan antara lebar pinggul dan perilaku seksual seorang wanita juga dipengaruhi oleh seberapa banyak komplikasi yang akan mereka alami saat melahirkan karena lebar pinggul mereka tersebut. Wanita yang memiliki pinggul yang lebih lebar memiliki resiko komplikasi persalinan yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang memiliki lebar pinggul yang lebih sempit. Akan tetapi, hasil penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa wanita yang memiliki pinggul lebar pasti sering berganti-ganti pasangan seksual, penelitian ini hanya menemukan bahwa seorang wanita yang memiliki banyak pasangan seksual lebih banyak terdiri dari wanita berpinggul lebar.   Sumber: womenshealthmag
 13 Jul 2019    18:00 WIB
Perbedaan Orgasme Pada Pria Dan Wanita?
Pada pria Pada pria, lebih mudah terlihat saat mengalami orgasme biasanya akan diikuti dengan pengeluaran sperma. Saat mengalami orgasme pria akan mengalami rasa euforia dan kepuasan. Faktor lain yang membedakan orgasme seorang pria dari wanita adalah bahwa, laki-laki biasanya membutuhkan masa pemulihan yang signifikan antara dua kali orgasme. Hal ini dikarenakan ketika seorang pria mengalami orgasme satu tubuh melepaskan serangkaian hormon seperti oksitosin serotonin dan prolaktin yang memberikan sensasi relaksasi, yang membuat mereka merasa mengantuk. Pada wanita Untuk melihat orgasme pada wanita jauh lebih rumit. Meskipun wanita tidak ejakulasi seperti laki-laki, namun mereka mengalami sensasi. Ketika seorang wanita mengalami orgasme akan terjadi klitoris yang menegang seperti penis dan menjadi lebih sensitif. Wanita akan  merasakan perasaan seperti kesemutan yang kuat dan perasaan yang menyenangkan dalam tubuhnya Sensasi tersebut menimbulkan serangkaian kontraksi yang inten dalam vagina dan rahim mereka, membuat mereka sangat sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya ketika mereka mengalami orgasme akan terjadi pengeluaran berbagai hormon yang meningkatkan rasa senang. Menariknya seorang wanita mampu mengalami orgasme berkali-kali dalam satu sesi seks. Baca juga: 7 Alasan Mengapa Wanita Berpura-pura Mencapai Orgasme Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thehealthsite
 10 Jul 2019    16:00 WIB
Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh ?
Pada sejumlah wanita, terjadinya menopause hanya ditandai oleh sesekali mengalami hot flush dan mudah lelah. Akan tetapi, pada sejumlah wanita lainnya, gejala menopause yang timbul bisa sangat banyak, baik gejala fisik maupun psikologis, yang membuat mereka sangat menderita. Namun, karena banyak gejala menopause seperti bau mulut, kulit gatal, dan bahkan irritable bowel syndrome tidak memiliki hubungan langsung dengan hormon; maka banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang mengalami gejala menopause. Kabar baiknya adalah perubahan gaya hidup sederhana sekalipun dapat membantu mengurangi sebagian besar gejala menopause, kecuali gejala yang paling berat. Di bawah ini Anda apa sebenarnya dampak menopause pada tubuh Anda dan gejala apa saja yang ditimbulkannya.   Otak Depresi, Gangguan Cemas, Perubahan Mood Estrogen berfungsi untuk membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang berfungsi untuk mengatur mood. Kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan mood seseorang menjadi buruk dan mempengaruhi kemampuannya untuk menghadapi situasi penuh tekanan, lebih mudah gelisah, mulut kering, napas cepat, denyut jantung cepat, dan sesak napas. Pusing Pusing mungkin disebabkan oleh serangan cemas atau panik (napas cepat dan denyut jantung cepat dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke dalam otak). Gangguan Tidur Gangguan tidur mungkin terjadi akibat berkeringat pada malam hari, tetapi juga dapat disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen. Estrogen juga berfungsi untuk mengatur kadar magnesium di dalam tubuh. Magnesium berfungsi untuk membantu melemaskan otot yang akan membuat seseorang tertidur. Rendahnya kadar hormon estrogen akan membuat otot-otot leher menjadi kendur dan membuat wanita menjadi mendengkur. Brain Fog Sering lupa, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat dapat berhubungan dengan penurunan kadar hormon estrogen. Hal ini dikarenakan tidak hanya estrogen tidak hanya dapat membantu otak menjalankan fungsinya, tetapi juga turut mengatur aliran darah yang masuk ke dalam otak. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara dan kemampuan berpikir biasanya akan kembali normal setelah menopause. Fatigue/Mudah Lelah Hormon membantu mengatur bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi, jadi saat kadarnya turun, maka kadar energi Anda pun akan ikut turun. Banyak wanita yang baru memasuki masa menopause mengeluhkan badan terus terasa lemas, mudah lelah, dan apatis; walaupun sudah cukup tidur setiap harinya. Akan tetapi, karena gejala yang satu ini juga dapat merupakan gejala dari gangguan tiroid atau kekurangan zat besi, maka ada baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Rambut Penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan penurunan kolagen, protein alami di dalam rambut; sehingga rambut pun akan menjadi rapuh dan mudah rontok. Kecepatan rambut rontok pun akan meningkat, baik pada rambut di kepala maupun pada bagian tubuh lain. Hal ini dikarenakan folikel rambut membutuhkan estrogen untuk proses pertumbuhan rambut. Mulut Hormon estrogen juga penting untuk melumasi membran mukosa seperti mulut. Kadar estrogen yang rendah akan membuat mulut menjadi kering, sehingga bakteri pun lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan kerusakan gigi serta gusi berdarah. Hal ini juga dapat merusak tonjolan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa, menyebabkan bau mulut, rasa seperti terbakar pada lidah, atau rasa tidak enak pada lidah. Jantung Kekurangan estrogen juga akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada saraf dan sistem sirkulasi, yang akan membuat jantung berdenyut lebih cepat dan tidak teratur. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung. Paru-paru Karena hormon dan sistem kekebalan tubuh memiliki hubungan yang erat, maka penurunan kadar hormon estrogen dapat membuat gejala alergi semakin memburuk atau Anda mungkin akan mulai mengalami alergi untuk pertama kalinya, terutama asma dan dermatitis. Payudara Kadar hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan hormon progesteron menjadi dominan untuk sesaat. Hal ini dapat memicu terjadinya retensi cairan, yang akan membuat payudara menjadi kencang. Suhu Tubuh Seiring dengan menurunnya kadar hormon estrogen, maka kelenjar hipotalamus (pengatur suhu di dalam tubuh) dapat "ditipu" dan menyangka bahwa tubuh Anda sedang kepanasan, sehingga ia pun akan memicu pembentukan keringat dan hot flushes untuk menurunkan suhu tubuh. Pada hot flushes, Anda mungkin akan merasa panas atau kulit tampak merah secara mendadak. Hot flushes biasanya dimulai pada wajah, leher, atau dada dan kemudian menyebar. Keringat pun akan mulai keluar. Denyut jantung Anda mungkin akan meningkat atau Anda mungkin akan merasa berdebar-debar.   Baca juga: Menopause Pada Pria   Perut/Pencernaan Peningkatan Berat Badan Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena tubuh Anda akan "berjuang" untuk menyimpan lebih lemak terutama di daerah perut karena lemak berfungsi untuk memproduksi estrogen. Selain itu, karena kadar hormon testosteron juga menurun, maka laju metabolisme tubuh Anda juga akan ikut menurun. Jadi, seorang wanita harus mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsinya bila mereka tidak ingin menjaga berat badannya tetap ideal saat memasuki masa menopause. Perut Kembung Estrogen sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan empedu di dalam tubuh Anda. Jadi, saat kadarnya menurun, tubuh Anda pun akan cenderung menyimpan lebih banyak air, yang akan membuat Anda merasa kembung. Selain itu, karena tubuh Anda akan memproduksi lebih sedikit empedu, maka Anda pun tidak dapat mencerna lemak dengan baik, yang akan menyebabkan Anda lebih sering buang gas. Berbagai perubahan yang terjadi di dalam usus akan membuat makanan lebih lama tinggal di dalam usus, yang mengakibatkan lebih banyak gas yang terbentuk. Perut kembung saat memasuki masa menopause lebih sering dialami oleh wanita yang juga mengalami hal ini saat mereka masih menstruasi dulu (menunjukkan bahwa usus Anda sensitif terhadap perubahan kadar hormonal). Irritable Bowel Syndrome Otot-otot usus memiliki reseptor estrogen, jadi penurunan kadar hormon estrogen dapat menurunkan tonus otot, melambatkan pergerakan usus, dan memicu terjadinya diare, mual, atau sembelit. Kram Perut Kadar hormon yang sangat fluktuatif dapat menyebabkan terjadinya nyeri perut bawah seperti saat menstruasi.   Kulit/Kuku Tubuh membutuhkan estrogen untuk memproduksi kolagen (protein yang berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal) dan untuk lubrikasi. Jadi, penurunan kadar hormon estrogen akan membuat kulit menjadi kering, bersisik, dan gatal. Kulit kering dapat membuat Anda merasa seperti ada sesuatu yang berjalan di atas kulit Anda. Kulit juga akan menjadi lebih tipis. Kehilangan kolagen biasanya paling cepat pada awal masa menopause. Kurangnya lubrikasi alami juga akan membuat kuku lebih mudah pecah-pecah.   Otot/Sendi Nyeri dan Kelemahan Otot Estrogen memiliki efek menenangkan bagi tubuh. Jadi penurunan kadar estrogen, akan membuat efek hormon kortisol, hormon stress, menjadi dominan, yang akan membuat otot menjadi kencang dan lelah. Karena semua otot memiliki reseptor estrogen, maka penurunan kadar hormon estrogen akan memicu terjadinya nyeri otot dan mempengaruhi tonus otot. Nyeri Sendi Estrogen juga akan mempengaruhi persendian Anda. Kadar hormon estrogen yang rendah saat menopause dapat menyebabkan rasa nyeri sendi semakin menjadi atau memicu terjadinya nyeri sendi untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan nama artritis menopause.   Rahim/Kandung Kemih Perdarahan Hebat Gangguan keseimbangan kadar hormonal dapat menyebabkan perubahan volume darah (darah menstruasi yang keluar dapat menjadi lebih banyak atau lebih sedikit daripada biasanya dan mungkin akan ditemukan bekuan darah) dan frekuensi menstruasi (siklus menstruasi menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur). Pada keadaan normal, estrogen akan membuat dinding rahim menebal dan karena tidak ada sel telur yang dikeluarkan (sel telur akan melepaskan hormon progesterone yang berfungsi untuk mengurangi efek penebalan ini), maka dinding rahim yang menebal ini akan menyebabkan volume darah menstruasi menjadi lebih banyak daripada biasanya. Inkontinensia Berkurangnya kolagen karena penurunan kadar hormon estrogen akan menyebabkan jaringan di sekitar kandung kemih menjadi lebih tipis dan tidak terlalu elastis. Jaringan di sekitar otot-otot panggul juga akan melemah, yang akan menyebabkan air kemih "bocor" saat Anda batuk, tertawa, bersin, atau membuat Anda menjadi lebih sering buang air kecil, atau sering mengalami infeksi saluran kemih.   Seks Penurunan Gairah Seksual Penurunan kadar hormon estrogen akan membuat sensitivitas di daerah vagina berkurang dan juga akan mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk mencapai orgasme. Kadar hormon progesteron yang menurun juga akan menyebabkan gairah seksual menurun, karena progesteron berfungsi untuk menstimulasi produksi hormon testosteron, yang merupakan hal penting bagi gairah seksual. Vagina Kering Membran mukosa pada dinding vagina akan menjadi kering; yang akan membuat vagina terasa gatal, panas, atau terasa seperti terbakar, dan mungkin terasa nyeri saat berhubungan intim.   Pemeriksaan Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mendeteksi Menopause? Walaupun tidak ada pemeriksaan yang dapat menentukan apakah Anda memang sudah memasuki masa menopause atau belum, akan tetapi ada beberapa pemeriksaan darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah Anda sudah menuju masa menopause atau belum. Pemeriksaan darah yang dimaksud adalah pemeriksaan kadar FSH (follicle stimulating hormone). Hormon ini diproduksi oleh tubuh untuk menstimulasi indung telur untuk memproduksi sel telur. Karena indung telur tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya saat seorang wanita mulai memasuki masa menopause, maka tubuh Anda meningkatkan produksi FSH di dalamnya untuk membuat indung telur kembali "bekerja" dengan baik. Karena kadar FSH sangat fluktuatif dari bulan ke satu ke bulan berikutnya, maka pemeriksaan kadar FSH biasanya dilakukan 2 kali dengan jarak 6 minggu. Bila dari 2 pemeriksaan yang dilakukan kadar FSH lebih dari 25 (kadar normal FSH adalah 4.7-21.5), maka hal ini menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Beberapa orang dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk memeriksa kadar hormon estrogen. Kadar hormon estrogen normal adalah antaa 30-400. Kadar hormon estrogen yang kurang dari 30 menunjukkan bahwa Anda telah mulai memasuki masa menopause. Pemeriksaan lainnya yang dapat membantu mendeteksi menopause adalah mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yang dapat memberikan perkiraan berapa jumlah sel telur yang masih tersisa. Selain itu, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan fungsi tiroid karena gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala yang mirip dengan gejala menopause seperti berdebar-debar, perubahan mood, dan badan lesu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: dailymail
 14 May 2019    18:00 WIB
Berhubungan Seks Saat Tidur, Mungkinkah?
Berdasarkan sebuah penelitian di Kanada, sekitar 11% pria berhubungan seks atau setidaknya mencoba untuk berhubungan seks saat mereka sedang tertidur. Para peneliti di Kanada menemukan bahwa beberapa orang pria dapat melakukan hubungan seks, bahkan seks oral saat ia sedang tidur. Para pria ini biasanya baru menyadari apa yang dilakukannya saat mereka terbangun di tengah-tengah "aksinya" atau saat istri mereka memberitahu mereka di keesokkan harinya. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Para ahli menduga keadaan ini mungkin sama seperti berjalan saat tidur. Berjalan saat tidur (sleepwalking) terjadi karena adanya kesalahan fungsi saraf di dalam otak, yang menyebabkan bagian otak tertentu "terbangun" sedangkan sisanya masih "tertidur". Kesalahan ini biasanya mengenai bagian otak yang mengendalikan fungsi dasar manusia. Yang dimaksud dengan fungsi dasar ini adalah berbagai gerakan sederhana yang dilakukan manusia untuk bertahan hidup seperti posisi pertahanan diri, mengunyah, berhubungan seks, dan gerakan panggul.Keadaan ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, baik pria dan wanita, di mana sekitar 4% wanita pernah mengalami hal ini (berhubungan seks saat tidur). Untuk membuktikan bahwa seseorang benar-benar sedang tertidur saat berhubungan seks, maka para peneliti pun memasang kabel pada kepala seorang wanita dan menghubungkannya ke alat EEG untuk melihat bagaimana aktivitas otaknya. Hasilnya adalah bahwa wanita tersebut benar-benar sedang tertidur saat ia mencapai orgasme.Keadaan ini dapat terjadi saat Anda secara tidak sengaja bersentuhan dengan pasangan Anda saat tidur. Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya seksomnia (berhubungan seks saat tidur) ini adalah sedang stress, sangat lelah, memiliki kualitas tidur yang buruk, atau akibat mengkonsumsi obat-obatan tertentu (obat penenang). Para peneliti mengatakan bahwa seksomnia ini tidak terjadi karena seseorang sedang melakukan hal "nakal" di dalam mimpinya atau karena orang tersebut tidak menyukai kehidupan seksualnya saat ia sedang terbangun. Hal ini terjadi akibat adanya kesalahan interpretasi di dalam otak. Walaupun hal ini biasanya tidak berbahaya bila Anda telah menikah dan malah mungkin menyenangkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa karena Anda tidak menyadari apa yang sedang Anda lakukan, maka Anda pun tidak dapat mengendalikan diri Anda, jadi Anda mungkin melakukan hubungan seks yang tidak biasanya atau agresif atau bahkan tidak pantas. Jika keadaan ini mengganggu hubungan Anda dan pasangan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: menhealth
 22 Apr 2019    18:00 WIB
Nyeri Kepala Saat Berhubungan Seksual, Mengapa ?
Seorang ahli syaraf di Illinois mengatakan sebanyak 1% orang dewasa melaporkan mengalami nyeri kepala (terkadang sangat berat) saat berhubungan seksual. Dan diperkirakan lebih banyak lagi orang yang merasakan gejala tersebut tetapi terlalu malu untuk mengatakan dengan dokternya.  Nyeri kepala yang berhubungan dengan aktifitas seksual dapat sangat menyakitkan sekaligus menakutkan. Penderita dari gejala ini juga bisa merasa sangat frustasi, baik untuk dirinya sendiri maupun pasangannya. Kebanyakan nyeri kepala yang berhubungan dengan seks tidak berbahaya. Tetapi beberapa kasus nyeri kepala dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika disebabkan oleh perdarahan di otak, aneurisma otak, stroke dan berbagai jenis lain dari cedera otak. Para ahli menyarankan untuk pasien yang mengalami nyeri kepala saat berhubungan seksual untuk menjalani pemeriksaan neurologi untuk menemukan penyebab sekunder yang mungkin bisa mengancam jiwa. Hal ini sangat penting dilakukan terutama pada saat kejadian nyeri kepala pertama kali menyerang. Para ahli mengatakan, pria lebih sering mengalami nyeri kepala yang berhubungan dengan seks, tiga kali lebih besar dibandingkan wanita. Tiga tipe nyeri kepala berhubungan dengan seks yang paling sering terjadi adalah: Nyeri kepala tumpul, seperti nyeri kepala tension, gejala nyeri kepala dimulai di kepala dan leher sebelum orgasme dan semakin memburuk saat hubungan seksual berlangsung. Nyeri kepala seperti tersambar petir, yaitu nyeri kepala yang sangat intens yang dimulai saat orgasme. Nyeri kepala tipe ini dapat berlangsung selama beberapa jam Nyeri kepala yang dimulai setelah selesai berhubungan seksual, bisa bersifat ringan sampai sangat menyakitkan. Nyeri kepala jenis ini akan terasa bertambah parah saat orang tersebut berdiri.  Jadi apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala tersebut? Pada beberapa kasus dapat diberikan obat pereda nyeri untuk pengobatan dan pencegahan. Strategi lain yang bisa dilakukan termasuk olahraga, menghindari konsumsi alkohol, menjaga berat badan dan konseling.   Sumber: medicinenet
 01 Apr 2019    18:00 WIB
Mengapa Pria Lebih Bergairah Saat Cuaca Dingin?
Berdasarkan sebuah penelitian baru, para peneliti menemukan bahwa pria lebih bergairah saat cuaca dingin. Para peneliti menemukan bahwa pria menjadi lebih bergairah saat melihat foto-foto para wanita saat cuaca dingin daripada saat cuaca panas. Pada penelitian ini, para peneliti bertanya pada sekitar 114 orang pria mengenai tingkat kemenarikkan beberapa orang wanita setiap 3 bulan sekali selama 1 tahun. Para pria peserta penelitian ini diminta untuk melihat 2 set foto wanita untuk menilai seberapa menarik para wanita tersebut, satu kali setiap 3 bulan. Satu set foto hanya menunjukkan wajah para wanita tersebut, sementara 1 set lainnya hanya menunjukkan bagian tubuh para wanita, baik saat mereka menggunakan baju tidur atau bra. Para penelitian menemukan bahwa ketertarikan seorang pria terhadap wajah wanita tidak berubah selama 1 tahun, akan tetapi tingkat ketertarikan seorang pria terhadap tubuh seorang wanita mengalami perubahan. Perubahan ini terutama sangat terlihat pada bulan Desember, Januari, dan Febuari; yaitu bulan-bulan di mana cuaca lebih dingin dibandingkan dengan bulan Juni, Juli, dan Agustus saat cuaca lebih panas. Selain itu, para pria yang telah memiliki pasangan tetap pun merasa bahwa mereka memang merasa lebih tertarik atau bergairah pada pasangannya saat cuaca dingin. Para pria ini merasa bahwa pasangannya menjadi lebih seksi di saat cuaca dingin dibandingkan saat cuaca panas. Sebuah penelitian lainnya juga menemukan bahwa pasangan memang lebih banyak berhubungan seksual di bulan Desember dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya selama setahun. Para peneliti menduga bahwa hal ini dikarenakan para pria lebih jarang melihat para wanita mengenakan pakaian terbuka atau seksi di saat cuaca dingin dibandingkan saat cuaca sedang panas sehingga membuatnya merasa lebih bergairah. Teori ini juga dikuatkan oleh bukti bahwa tingkat ketertarikan seorang pria pada wajah wanita tidak berubah sepanjang tahun. Teori lainnya mengenai mengapa pria lebih bergairah saat cuaca dingin adalah bahwa kadar hormon pria juga berubah-ubah setiap bulannya, yang membuat mereka merasa lebih bergairah saat cuaca dingin. Para peneliti juga mengamati pola kelahiran di Inggris dan menemukan bahwa kehamilan lebih banyak terjadi pada bulan Desember di Inggris dibandingkan dengan bulan lainnya dalam satu tahun. Para peneliti menduga bahwa pasangan lebih banyak berhubungan seks saat cuaca dingin karena lebih sedikit hal yang dapat mengganggu aktivitas mereka tersebut. Selain meningkatkan gairah seksual para pria, cuaca dingin ternyata juga dapat meningkatkan kualitas sperma, yang membuat kehamilan lebih banyak terjadi saat cuaca dingin.   Sumber: dailymail
 25 Feb 2019    18:00 WIB
Mengapa Yoga Dapat Membuat Kehidupan Seks Jadi Lebih Indah ?
Selain bermanfaat bagi kesehatan Anda secara keseluruhan, yoga ternyata juga dapat mempengaruhi pikiran dan kehidupan seksual Anda. Mengapa demikian?    Meningkatkan Fleksibilitas Yoga merupakan salah satu olahraga terbaik untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan untuk mengurangi nyeri otot dan nyeri sendi. Dengan demikian, Anda mungkin dapat lebih mudah untuk mencoba berbagai posisi saat berhubungan seks yang sebelumnya sulit Anda lakukan.   Mengurangi Stress dan Membuat Anda Lebih Rileks Stress dan ketegangan dapat membunuh gairah seksual Anda, baik pada pria maupun wanita. Tubuh Anda akan dipenuhi oleh hormon kortisol (hormon stress) bila Anda tegang atau stress dalam waktu lama. Hormon kortisol ini dapat menekan produksi hormon seks sehingga dapat mengurangi gairah seksual Anda. Yoga merupakan salah satu olahraga yang dapat membantu meredakan stress dan melepaskan ketegangan Anda. Dengan demikian, gairah seksual Anda pun akan kembali.   Membuat Anda Lebih Percaya Diri Hampir setiap orang tidak menyukai bentuk tubuhnya sendiri dan hal ini dapat mempengaruhi kenikmatan Anda saat berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini dikarenakan Anda kurang rileks dan tidak dapat menikmati setiap sensasi yang Anda rasakan sepenuhnya. Berlatih yoga secara teratur dapat membuat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda dan lebih menyukai tubuh Anda, yang dapat membuat Anda merasa lebih percaya diri saat berhubungan seks dengan pasangan Anda.   Memperbaiki Respon Anda Terhadap Rangsangan Seksual Sebuah penelitian di tahun 2009 menemukan bahwa yoga dapat memperbaiki respon fisik seorang wanita terhadap rangsangan seksual. Pada penelitian ini, para peneliti mengukur gairah, orgasme, dan kepuasaan secara keseluruhan saat berhubungan seks sebelum dan setelah melakukan yoga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 75% peserta penelitian mengalami perbaikan dalam hal gairah, kekeringan vagina, nyeri saat berhubungan seks, dan merasa bahwa kehidupan seksual mereka menjadi lebih baik setelah rutin melakukan yoga.   Sumber: sheknows
 16 Feb 2019    18:00 WIB
7 Cara Beritahu Pasangan Ketika Sedang Bergairah Tanpa Mengatakan Apapun
Ingin memberitahu pasangan Anda bahwa Anda sedang bergairah saat ini tetapi malu untuk mengatakannya secara langsung? Bila ya, maka beberapa tips di bawah ini mungkin dapat membantu Anda memberitahu si dia bahwa Anda sedang "ingin" tanpa harus mengatakannya secara langsung.  1.      Cium Dia Dengan Penuh GairahBila Anda dan si dia telah menikah cukup lama, maka ciuman penuh gairah yang awalnya sering terjadi pun secara perlahan akan berubah menjadi ciuman singkat. Hal ini tentu saja tidak akan membuat si dia dan Anda merasa bergairah. Jadi, bila Anda sedang merasa bergairah dan ingin si dia mengetahuinya, maka berikanlah sebuah ciuman penuh gairah yang telah lama tidak Anda berikan padanya, maka si dia pun pasti akan mengerti maksud Anda. 2.      Gunakan Pakaian Dalam KesukaannyaBila si dia tampak sedang sibuk menonton televisi dan Anda ingin menarik perhatiannya, cobalah untuk menggunakan pakaian dalam favoritnya dan berjalanlah masuk ke tempatnya berada tanpa menunjukkan ada yang berbeda pada diri Anda hari itu. Begitu si dia melihat Anda, ia pasti akan segera melupakan acara yang sedang ditontonnya tersebut dan hanya memikirkan Anda. 3.      Gunakan Pakaian yang Agak TerbukaMenggunakan pakaian yang menunjukkan belahan dada Anda merupakan salah satu cara paling "halus" untuk memberitahu si dia bahwa Anda sedang bergairah. Pastikan saja si dia dapat melihat dengan jelas bagian tubuh yang Anda tunjukkan tersebut. 4.      Gunakan "Sinyal" KhususYang dimaksud dengan sinyal khusus di sini adalah sesuatu hal yang digunakan untuk memberitahu pihak lainnya bahwa ia sedang merasa bergairah. Sinyal khusus ini biasanya sudah disepakati sejak awal oleh Anda dan pasangan, misalnya melakukan suatu gerakan tubuh seperti menggigit bibir atau memainkan anting Anda. Baca juga: Tetap Bergairah Setelah Mempunyai Anak (Tips Agar Tetap Bergairah Setelah Memiliki Momongan!) 5.      Cium LehernyaHal ini mungkin merupakan salah satu trik tertua yang ada. Mencium leher si dia dengan lembut pasti akan membuat si dia mengetahui apa pesan yang ingin Anda sampaikan padanya. Si dia pasti tidak akan merasa keberatan saat Anda melanjutkan ciuman Anda pada bagian tubuhnya yang lain. 6.      Ajak Dia ke Kamar TidurCara sederhana lainnya untuk membuat si dia mengerti bahwa Anda sedang bergairah adalah dengan mengajaknya masuk ke kamar tidur. Cara ini dapat Anda gunakan bila cara lainnya yang lebih "halus" tidak berhasil membuat si dia menangkap maksud Anda. 7.      Biarkan Ia Melihat Anda Berganti PakaianTelah menikah cukup lama tentunya membuat Anda dan si dia telah terbiasa melihat satu sama lain berganti pakaian, akan tetapi bila Anda ingin membuat si dia turut merasa bergairah seperti halnya Anda, maka pastikan Anda mengganti pakaian Anda dengan gerakan yang lebih lambat di hadapannya. Sumber: allwomenstalk