Your browser does not support JavaScript!
 20 Dec 2018    11:00 WIB
Kenali Berbagai Jenis Gangguan Kulit Pada HIV/AIDS
HIV merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan berbagai infeksi dan kanker. Penderita HIV dikatakan telah menderita AIDS bila virus ini telah membuat mereka sakit dan menyebabkan timbulnya berbagai infeksi atau kanker. Karena HIV melemahkan sistem pertahanan tubuh, penderita AIDS akan lebih mudah mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan kulit. Bahkan beberapa gangguan kulit dapat menjadi tanda pertama bahwa seseorang menderita HIV, terutama Kaposi sarkoma. Beberapa kelainan kulit di bawah ini juga dapat diderita oleh setiap orang yang bukan penderita HIV/AIDS.   Thrush Thrush merupakan infeksi pada mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur candida. Gejala thrush yang sering ditemukan adalah adanya lapisan berwarna putih, menyerupai krim yang biasanya terlihat pada lidah dan pipi bagian dalam, serta kadang ditemukan pada langit-langit mulut, gusi, amande, atau tenggorokan. Lesi ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan menimbulkan perdarahan bila anda mencoba untuk membersihkan atau mengangkatnya. Infeksi candida dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk paru-paru, hati, dan kulit. Keadaan ini lebih sering terjadi pada penderita kanker, HIV, atau berbagai gangguan kesehatan lainnya yang melemahkan sistem pertahanan tubuh anda. Gejala-gejala yang timbul dapat sangat berat dan sulit diobati pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan thrush adalah obat anti jamur yang diberikan selama 10-14 hari.   Kaposi Sarkoma Kaposi sarkoma merupakan suatu jenis kanker yang terjadi pada kulit dan membran mukosa. Keadaan ini biasanya terjadi pada penderita HIV/AIDS dan berhubungan dengan virus herpes. Kaposi sarkoma tampak sebagai suatu lesi berwarna keunguan atau kehitaman pada kulit. Akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh karena AIDS, maka Kaposi sarkoma dapat menyebar dengan cepat ke berbagai bagian tubuh, termasuk organ-organ dalam. Kaposi sarkoma dapat diatasi dengan tindakan pembedahan (mengangkat lesi dan kulit sekitarnya), kemoterapi, radiasi, atau terapi biologis (menggunakan sel tubuh sendiri untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Pengobatan HIV biasanya merupakan pengobatan terbaik bagi Kaposi sarkoma karena dapat meningkatkan sistem kekbalan tubuh sehingga dapat menyembuhkan Kaposi sarkoma ini.   Leukoplakia Pada Mulut Leukoplakia merupakan infeksi yang terjadi pada mulut, yang tampak sebagai suatu lesi berwarna putih pada bagian bawah atau samping lidah. Keadaan ini dapat merupakan salah satu tanda HIV/AIDS. Infeksi ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Leukoplakia mungkin tampak sebagai suatu lapisan datar dan halus atau lapisan menonjol dan berambut. Lesi ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman, oleh karena itu biasanya tidak memerlukan pengobatan. Kelainan ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dan kemudian kembali terjadi. Jika diperlukan, leukoplakia ini dapat diatasi dengan pemberian acyclovir, suatu obat anti virus.   Moluskum Kontagiosum Moluskum kontagiosum merupakan suatu infeksi yang ditandai oleh benjolan halus berwarna putih atau kemerahan pada kulit. Keadaan ini disebabkan oleh virus dan dapat menular. Keadaan ini bukan merupakan keadaan yang serius dan benjolan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, pada penderita HIV, infeksi dapat menjadi kronik dan progresif akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bila diperlukan, dokter dapat mengangkat benjolan ini. Pengobatannya dapat berupa pemberian krim asam retinoid atau imiquimod. Bagaimanapun juga, pengobatan terbaik bagi keadaan ini adalah dengan mengobati HIV sehingga sistem kekebalan tubuh dapat kembali normal dan moluskum pun akan sembuh.   Herpes Simpleks Terdapat 2 jenis virus herpes, yaitu herpes simpleks 1 (HSV1), yang sering mengenai daerah mulut dan sekitarnya, serta herpes simpleks 2 (HSV2), yang paling sering mengenai orang reproduksi dan daerah sekitarnya. Virus herpes dapat ditularkan melalui kontak langsung, seperti saat berciuman atau berhubungan seksual. Tidak ada pengobatan untuk herpes, maka setelah seseorang terinfeksi oleh herpes, virus ini akan tetap ada di dalam tubuhnya. Virus akan tinggal diam di dalam sel saraf (laten) hingga sesuatu memicunya untuk aktif kembali. Pengobatan kekambuhan infeksi herpes ini adalah melalui pemberian obat antivirus.   Cacar Air Cacar air merupakan suatu keadaan akibat infeksi virus herpes zoster. Virus ini akan tetap tinggal di dalam sel-sel saraf penderitanya dan dapat kembali aktif di kemudian hari dan menimbulkan penyakit. Gejala awal cacar air adalah adanya perasaan geli, gatal, mati rasa, dan tertusuk-tusuk pada kulit. Berbagai gejala lainnya yang dapat timbul beberapa hari kemudian adalah adanya benjolan pada wajah atau badan (biasanya hanya pada satu sisi tubuh), kecil, berisi air, berwarna merah, dan nyeri yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Seperti halnya berbagai penyakit lain yang disebabkan oleh virus, tidak ada pengobatan untuk mengatasinya. Akan tetapi, penyakit ini biasanya akan sembuh sendiri dan pengobatan biasanya hanya diberikan untuk mengatasi gejala penyerta. Obat anti virus dapat diberikan  untuk mengendalikan infeksi dan mengurangi keparahan serta lama penyakit.   Psoriasis Psoriasis merupakan kelainan kulit yang sering ditemukan yang menyebabkan timbulnya suatu bercak bersisik berwarna kemerahan. Bercak ini biasanya terjadi pada kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah serta hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh. Selain itu, psoriasis juga dapat mengenai kuku. Psoriasis tidak dapat disembuhkan, akan tetapi pengobatan dapat diberikan untuk mengurangi gejala dan keparahannya. Beberapa obat-obatan yang biasa diberikan adalah krim steroid, salep vitamin D dan retinoid. Terapi sinar dapat diberikan pada keadaan berat.   Dermatitis Seboroik Dermatitis seboroik merupakan suatu peradangan pada kulit di sekitar kelenjar minyak, terutama pada kepala, wajah, dada, punggung atas, dan kemaluan. Saat kelenjar minyak ini meradang, maka kelenjar akan memproduksi minyak secara berlebihan dan menyebabkan kulit menjadi merah dan mengelupas. Tidak ada pengobatan untuk dermatitis seboroik. Untuk mengatasinya anda dapat menggunakan shampo yang mengandung ter, seng, dan selenium sulfat. Pengobatan lainnya adalah dengan pemberian salep kortikosteroid. Pada penderita HIV, pengobatan HIV yang meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh dapat mengatasi dermatitis seboroik. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: webmd