Your browser does not support JavaScript!
 17 Jul 2019    18:00 WIB
Makan Yogurt Saat Hamil, Boleh Enggak Sih???
Saat Anda hamil, Anda mungkin akan banyak sekali mendapatkan informasi mengenai makanan apa saja yang perlu Anda konsumsi dan makanan apa saja yang perlu Anda hindari. Lalu bagaimana dengan yogurt? Bolehkah seorang wanita hamil mengkonsumsi yogurt? Ternyata tidak hanya aman untuk dikonsumsi, yogurt juga memiliki berbagai manfaat baik bagi kesehatan Anda dan bayi Anda lho.   Apa Sebenarnya Yogurt Itu? Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini akan mencerna gula di dalam susu, yaitu laktosa, untuk memperoleh energi dan menghasilkan asam laktat, yang akan bereaksi dengan protein di dalam susu dan menghasilkan suatu cairan kental dan asam.   Kandungan Nutrisi di Dalam Yogurt Karena yogurt terbuat dari susu, maka ia pun memiliki semua nutrisi penting yang terdapat di dalam susu dan bahkan sejumlah nutrisi penting lainnya. Seperti susu, yogurt mengandung banyak kalsium, yang dibutuhkan oleh para ibu hamil untuk membantu pertumbuhan tulang bayi di dalam kandungannya. Yogurt juga mengandung protein, yang juga dibutuhkan oleh bayi Anda untuk membuat sel-sel baru. Selain itu, yogurt juga mengandung banyak vitamin.   Baca juga: Manfaat Yogurt Bagi Kesehatan   Probiotik Selain mengandung banyak nutrisi penting yang diperlukan oleh Anda dan bayi di dalam kandungan Anda, yogurt juga mengandung bakteri baik yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahkan, bakteri baik ini justru dapat membantu kerja saluran pencernaan dan lebih dikenal dengan nama probiotik. Saat hamil, saluran pencernaan Anda pun akan melambat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi bagi kebutuhan bayi Anda. Keadaan ini dapat membuat Anda mengalami sembelit, yang akan meningkatkan resiko terjadinya wasir. Mengkonsumsi yogurt dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan mencegah terjadinya sembelit.   Hal Penting yang Harus Diperhatikan Walaupun yogurt cukup aman untuk dikonsumsi, akan tetapi ada 2 jenis yogurt yang harus dihindari oleh para ibu hamil. Yang pertama adalah yogurt yang dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi karena daya tahan tubuh Anda pun akan menurun saat hamil. Hal ini dikarenakan yogurt ini mengandung bakteri berbahaya. Yang kedua adalah hindari yogurt yang mengandung banyak lemak dan susu penuh lemak. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan berlebih saat hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: livestrong
 17 Apr 2019    16:00 WIB
Kiat Jitu Melawan Disentri
Guys kalian pasti tahu Penyanyi lagu rakyat bernama lengkap Imam Soekarno yang akrab disapa dengan panggilan Leo Kristi, telah meninggal karena penyakit disentri. wah ternyata penyakit ini tidak boleh dianggap remeh. Lalu dari mana sebenarnya penyakit ini berasal dan kenapa manusia bisa tertular? Disentri, merupakan penyakit menular yang ditandai dengan peradangan usus, sakit perut, dan diare dengan tinja yang sering mengandung darah dan lendir. Disentri merupakan penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak kecil, terutama mereka yang tinggal di negara-negara kurang berkembang. Ada dua jenis utama: disentri basiler dan disentri amuba, yang masing-masing disebabkan oleh bakteri dan amuba. Gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat. Di negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan daripada di negara berkembang atau daerah tropis. Gejala ringan meliputi: sedikit sakit perut kram diare Ini biasanya muncul dari 1 hingga 3 hari setelah infeksi, dan pasien pulih dalam waktu seminggu. Gejala disentri basiler. Gejala cenderung muncul dalam 1 hingga 3 hari infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir di tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal. Yang lebih jarang, mungkin: darah atau lendir di tinja, sakit perut yang hebat, demam, mual, muntah. Seringkali, gejalanya sangat ringan sehingga kunjungan dokter tidak diperlukan, dan masalahnya teratasi dalam beberapa hari. Gejala disentri amuba. Seseorang dengan disentri amuba mungkin memiliki: sakit perut demam dan kedinginan mual dan muntah diare berair, yang bisa mengandung darah, lendir, atau nanah mengeluarkan tinja yang menyakitkan kelelahan sembelit yang terputus-putus Jika terowongan amoeba menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lain. Bisul bisa berkembang. Ini mungkin menyebabkan darah dalam tinja. Gejala dapat bertahan selama beberapa minggu. Amuba dapat terus hidup dalam inang manusia setelah gejalanya hilang. Kemudian, gejala dapat muncul kembali ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lebih lemah. Pengobatan mengurangi risiko amuba bertahan. Disentri ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran pembawa manusia dari organisme infektif. Penularannya sering oleh orang yang terinfeksi yang menangani makanan dengan tangan yang tidak dicuci. Penyebaran disentri amuba sering dilakukan oleh orang-orang yang menjadi pembawa penyakit tetapi yang pada saat itu tidak menunjukkan gejala. Disentri umumnya ditemukan ketika orang-orang berkerumun bersama dan hanya memiliki akses ke fasilitas sanitasi primitif. Penyebaran penyakit dapat dikendalikan dengan: Merebus air minum dan membuang kotoran manusia secara memadai untuk menghindari kontaminasi makanan. Sering-sering mencuci tangan kita dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Baca lebih lanjut tentang cara mencuci tangan. Jauhi pekerjaan atau sekolah sampai kita benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam (Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala kita berhenti). Bantu anak-anak kecil untuk mencuci tangan dengan benar. Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jangan berenang sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Cuci semua pakaian kotor, selimut, dan handuk dengan bersih dan jemur (keringkan) di hadapan matahari. Bersihkan dudukan toilet dan pegangan siram, keran dan bak cuci dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti oleh desinfektan rumah tangga. Hindari kontak seksual sampai kita bebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Jika kita mengalami gejala di atas segera hubungi dokter, jangan tunggu parah. Salam sehat!!!   Sumber : www.nhs.uk, www.britannica.com, medbroadcast.com, www.medicalnewstoday.com, kompas.id
 07 Dec 2018    08:00 WIB
Jenis Suplemen Untuk Kesehatan Pencernaan
Masalah pencernaan, hm… kita semua pasti pernah mengalaminya bukan! Mungkin kita sudah beberapa kali mencoba obat pencernaan, namun tidak ada yang cocok. Bukannya sembuh malah semakin parah. Dan ketika kita sudah sehat, pastinya kita tidak mau dong, pencernaan kita terganggu lagi. Lalu, baiknya apa yang harus kita lakukan? Nah, Sobat Sehat Dokter.Id, hari ini kita akan membahas tentang suplemen apa yang cocok, bagi kesehatan pencernaan kita. Jangan lupa sediakan buku catatan kecil kita, agar mudah diingat yah! 1. Probiotik. Probiotik (disebut juga Bakteri Ramah), adalah mikroorganisme hidup yang ditujukan untuk memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh kita, terutama di usus kita. Cara kerjanya adalah dengan memperbaiki dan memulihkan mikrobiota gastrointestinal kita (yaitu, komunitas mikroorganisme kompleks yang hidup di saluran pencernaan manusia). Probiotik mengandung organisme hidup - terutama bakteri dan satu jenis ragi. Beberapa jenis probiotik dapat memberikan bantuan ketika kita diare dan juga dapat meredakan gejala sindrom iritasi usus (IBS). Sebuah laporan Oktober 2001 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang, "bila diberikan dalam jumlah yang cukup, memberi manfaat kesehatan pada tuan rumah (inangnya)".   2. DGL (Licorice): Gula-gula yang berwarna hitam. Licorice telah lama digunakan untuk mengobati gejala gangguan pencernaan seperti mulas, sakit maag, kolik, peradangan berkelanjutan pada lapisan lambung (gastritis kronis). Beberapa orang juga menggunakan licorice untuk sakit tenggorokan, bronkitis, batuk, dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Namun, tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena licorice juga dapat memiliki efek samping, seperti tekanan darah tinggi pada beberapa orang.   3. Peppermint Oil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak peppermint dapat mengurangi rasa sakit dan kembung yang disebabkan karena IBS (Irritable bowel syndrome) yaitu penyakit pencernaan yang mempengaruhi kerja usus besar.   4. Chamomile Tea. Chamomile adalah ramuan yang berasal dari bunga daisy, yaitu jenis tanaman Asteraceae. Chamomile telah dikonsumsi selama berabad-abad sebagai obat alami untuk beberapa kondisi kesehatan. Tidak hanya bisa membantu kualitas tidur kita menjadi lebih baik, Chamomile Tea juga dapat mengobati masalah pencernaan seperti sakit perut, kolik, dan mual, serta kecemasan dan insomnia.   5. Jahe. Tidak hanya untuk kehangatan dan kenyamanan perut kita. Orang asia sering menggunakan jahe sebagai obat untuk mengobati sakit perut. Sedangkan di Barat, jahe digunakan untuk meredakan mual dan muntah selama kehamilan. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk bubuk, kapsul atau tablet, maupun dalam bentuk aslinya, dengan cara dibersihkan terlebih dahulu, potong-potong lalu rebus.   6. L-Glutamine. Glutamin ditemukan secara alami di tubuh kita, tugasnya mendukung usus dan organ lainnya. Beberapa ahli percaya bahwa suplemen L-glutamine dapat membantu meringankan diare yang disebabkan oleh operasi, infeksi, atau stres. Ini juga dapat membantu kita menyerap nutrisi dengan lebih baik. Khususnya bagi kita yang mempunyai banyak bakteri yang tidak ramah di dalam saluran pencernaan kita, atau yang sedang mengkonsumsi obat kanker, dan kita yang pernah menjalani operasi usus buntu.   7. Psyllium. Psyllium adalah sebuah bentuk fiber yang terbuat dari kulit biji Plantago ovata (disebut juga ispaghula). Psyllium tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pancreas. Psyllium juga digunakan sebagai bahan pencahar. Karena kandungan seratnya yang tinggi, ia mampu menyerap air di usus. Ia mampu mengikat kolesterol di usus karena ia melewati saluran gastro usus.   8. Artichoke. Ekstrak daun artichoke dapat meredakan gejala gangguan pencernaan. Ketika digunakan setiap hari, Artichoke dapat mengurangi rasa mual, muntah, dan gastro. Serta dapat membantu mengobati IBS, mengurangi kram perut dan sakit perut yang kita alami.   Nah, sahabat, sekarang kita tahu bukan, bagaimana memilih suplemen yang cocok bagi kesehatan pencernaan kita, tapi ada baiknya, sebelum membeli, kita konsultasikan dulu dengan dokter ahli, oke.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: www.webmd.com
 18 Sep 2018    18:00 WIB
Perdarahan Pada Saluran Pencernaan
Apakah Perdarahan saluran cerna itu?Perdarahan Saluran Cerna adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan perdarahan pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut antara lain esofagus, lambung, usus halus dan usus besar.Apakah penyebab perdarahan di saluran cerna? Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :1.  Kerongkongan Robekan jaringan Kanker 2.  Lambung Luka kanker atau non-kanker Iritasi (gastritis) karena aspirin atau Helicobacter pylori 3.  Usus halus Luka usus dua belas jari non-kanker Tumor ganas atau jinak 4.  Usus besar Kanker Polip non-kanker Penyakit peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa) Penyakit divertikulum Pembuluh darah abnormal di dinding usus (angiodisplasia) 5.  Rektum : Kanker Tumor non-kanker 6.  Anus Hemoroid Robekan di anus (fisura anus) Apakah faktor resiko dari perdarah saluran cerna?Risiko terjangkit Perdarahan Saluran Cerna meningkat bila Anda:-  pecandu alkohol-  seorang perokok-  Usia tua-  diet yang rendah serat-  Sering menggunakan Aspirin-  Sering menggunakan Obat Anti Peradangan Non-Steroid-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Gaster-  Telah didiagnosa mengidap Kanker Kolon Apa saja gejala dari perdarahan saluran cerna?Gejalanya bisa berupa: -  muntah darah (hematemesis) -  mengeluarkan tinja yang kehitaman (melena) -  mengeluarkan darah dari rektum (hematoskezia) Tinja yang kehitaman biasanya merupakan akibat dari perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari. Warna hitam terjadi karena darah tercemar oleh asam lambung dan oleh pencernaan kuman selama beberapa jam sebelum keluar dari tubuh. Sekitar 200 gram darah dapat menghasilkan tinja yang berwarna kehitaman. Penderita dengan perdarahan jangka panjang, bisa menunjukkan gejala-gejala anemia:-  mudah lelah-  pucat-  nyeri dada -  pusing. Gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang serius adalah :-  denyut nadi yang cepat-  tekanan darah rendah -  berkurangnya pembentukan air kemih. -  Tangan dan kaki penderita juga akan teraba dingin dan basah. Berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah, bisa menyebabkan:-  Bingung-  Disorientasi-  rasa mengantuk -  syok. Apakah pengobatan untuk perdarahan saluran cerna?Pada lebih dari 80% penderita, tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan. Penderita yang terus menerus mengalami perdarahan atau yang memiliki gejala kehilangan darah yang jelas, seringkali harus dirawat di rumah sakit dan biasanya dirawat di unit perawatan intensif. Bila darah hilang dalam jumlah besar, mungkin dibutuhkan transfusi.  Untuk menghindari kelebihan cairan dalam pembuluh darah, biasanya lebih sering diberikan transfusi sel darah merah (PRC/Packed Red Cell) daripada transfusi darah utuh (whole blood).  Setelah volume darah kembali normal, penderita dipantau secara ketat untuk mencari tanda-tanda perdarahan yang berlanjut, seperti peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah atau kehilangan darah melalui mulut atau anus. Perdarahan dari vena varikosa pada kerongkongan bagian bawah dapat diobati dengan beberapa cara :-  memasukkan balon kateter melalui mulut ke dalam kerongkongan dan mengembangkan balon tersebut untuk menekan daerah yang berdarah. -  menyuntikan bahan iritatif ke dalam pembuluh yang mengalami perdarahan, sehingga terjadi peradangan dan pembentukan jaringan parut pada pembuluh balik (vena) tersebut. Perdarahan pada lambung sering dapat dihentikan melalui endoskopi. Dilakukan kauterisasi pembuluh yang mengalami perdarahan dengan arus listrik atau penyuntikan bahan yang menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bila cara ini gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Vasopressin dan Epinephrine diberikan untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga perdarahan pada saluran cerna bagian bawah dapat berkurang   Sumber: menshealth
 04 Aug 2018    16:00 WIB
Atasi Konstipasi Dengan Garam Inggris
  Epsom salt atau yang lebih dikenal sebagai garam inggris tentu tidak asing bagi sobat sekalian. Garam inggris berupa butiran kristal seperti garam yang terbuat dari magnesium sulfat. Garam inggris sering kita gunakan sebagai obat pencahar untuk mengatasi konstipasi atau susah buang air besar. Hal ini pun diakui oleh USFDA semacam BPOM-nya Amerika. Namun sobat sehat juga perlu mengetahui bahwa penggunaan bahan ini juga memiliki resiko atau dampaknya. Sebab itu kiranya melalui artikel ini sobat sehat bisa jelas penggunaanya dan kapan harus menemui dokter Penggunaan Sobat perlu perhatikan peruntukan daripada garam inggris tersebut. Ini dikarenakan garam inggris juga diproduksi untuk keperluan mandi, pupuk, dsb. Sebab itu pastikan garam inggris yang kita gunakan adalah untuk makanan atau food-grade quality. Sobat perlu perhatikan instruksi atau cara penggunaanya karena masing-masing produsen bisa memproduksi kualitas yang berbeda sehingga cara penggunaannya juga berbeda. Setelah menggunakan garam inggris biasanya akan mengalami pergerakan dalam perut kita atau mules dalam waktu 30 menit hingga 6 jam. Jika tidak ada reaksi atau pergerakan dalam perut kita setelah mengkonsumsinya selama dua hari, maka sebaiknya dihentikan. Gunakan pencahar lainnya dan konsultasikan dengan dokter sobat. Hal yang perlu dipertimbangkan Mereka yang ada penyakit gagal ginjal tidak boleh mengkonsumsi garam inggris. Ini dikarenakan magnesium adalah salah satu elemen yang disaring oleh ginjal kita. Sehingga ketika ginjal kita tidak berfungsi dengan baik, maka yang tejadi adalah penumpukan magnesium di dalam tubuh kita. Magnesium yang berlebihan di dalam tubuh bisa menyebabkan gejala seperti kantuk, pingsan, denyut jantung lambat, dan kejang. Sebab itu perlu diperhatikan dosisnya termasuk mereka yang memiliki ginjal sehat. Nah kiranya sobat sehat semakin jelas bahwa suatu hal yang berguna namun juga memiliki aturannya. Sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan pasti akan memiliki dampak negatif. Jadi sobat sehat kalau mengalami konstipasi dan sembelit dan mencoba bahan ini namun tidak berhasil cobalah konsultasi dengan dokter. Apalagi jika sobat sehat mengalami konstipasi sudah lebih dari seminggu, wah jangan ditunda lagi untuk segera menemui dokter yang berkompetensi. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com
 24 Jan 2018    11:00 WIB
Ayo Cegah Kanker Usus Besar Dengan Melakukan 6 Hal Ini!
Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka resiko Anda untuk menderita berbagai jenis kanker pun akan meningkat, termasuk kanker usus besar. Sebenarnya ada 2 hal yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi datangnya kanker usus besar ini, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kolonoskopi secara teratur dan lakukan gaya hidup sehat. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kebiasaan sehat yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah terjadinya kanker usus besar.   Olahraga Secara Teratur Menjaga berat badan ideal dan berolahraga teratur dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Cobalah untuk berjalan kaki sebanyak 10.000 langkah (sekitar 6-9 km) setiap harinya atau berolahraga selama setidaknya 30 menit dengan intensitas sedang (membuat Anda berkeringat dan denyut jantung meningkat) sebanyak 5 hari setiap minggunya. Jika Anda tampaknya tidak dapat melakukan keduanya, maka olahraga ringan pun dapat membantu, yang penting Anda berolahraga setiap harinya.   Perbanyak Konsumsi Buah, Sayuran, dan Gandum Utuh Dengan mengkonsumsi banyak buah, sayuran, dan gandum utuh (terutama buah dan sayuran berwarna terang), resiko kanker usus besar pun akan menurun. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi banyak air putih saat Anda mengkonsumsi makanan berserat.   Konsumsi Makanan Sumber Bakteri Baik Yogurt dan berbagai jenis makanan yang mengandung bakteri baik dapat membantu meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa bakteri baik ini dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar. Berbagai jenis makanan yang difermentasi seperti kefir, sauerkraut, acar, miso, dan kimchi mengandung bakteri baik (probiotik).   Baca juga: Tanda Awal Usus Buntu   Batasi Konsumsi Lemak Jenuh dan Garam Kurangilah konsumsi daging merah dan daging yang digoreng, diasap, dan diasinkan. Berbagai jenis makanan laing yang mengandung banyak lemak jenuh dan garam adalah keju, pizza, dan makanan siap saji. Sebaliknya, konsumsilah makanan yang mengandung banyak asam lemak omega 3 seperti ikan salmon.   Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan (3 gelas atau lebih setiap hari) dapat berpengaruh buruk terhadap metabolisme berbagai jenis nutrisi yang dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar.   Hindari Rokok Menurut berbagai penelitian, selain dapat meningkatkan resiko terjadinya semua jenis kanker, merokok juga telah diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya kematian pada para penderita kanker usus besar.   Jadi, cara terbaik untuk mencegah terjadinya kanker usus besar adalah dengan melakukan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan (screening) sejak dini, yaitu saat Anda berusia 50 tahun.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 07 Nov 2016    12:00 WIB
Ini Dia Cara Terbaik Mencegah Terjadinya Wasir…
Buang air besar sambil membaca atau bermain telepon genggam memang dapat membantu mengatasi kebosanan, akan tetapi hal ini justru dapat memicu terjadinya suatu gangguan yang tidak menyenangkan lho! Mengapa? Hal ini dikarenakan orang-orang yang sering membaca atau bermain telepon genggam saat buang air besar memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami hemoroid atau wasir. Hemoroid atau wasir terjdi saat pembuluh darah di daerah anus mengalami pelebaran, yang akan terasa sangat nyeri saat terjadi peningkatan tekanan di jaringan ikat di sekitar anus. Seorang ahli mengatakan bahwa duduk di kloset dalam jangka waktu lama akan mengiritasi dan menyebabkan jaringan ikat tersebut mengalami peradangan. Hal yang sama juga terjadi saat Anda mengalami sembelit atau saat Anda duduk. Beberapa orang pria bahkan dapat mengalami wasir jika mereka mengangkat beban terlalu banyak saat fitness. Hal ini dikarenakan Anda akan mengalami kontraksi otot perut yang sama seperti saat Anda mengejan, yang akan meningkatkan tekanan pada jaringan ikat di daerah anus. Resiko seseorang untuk mengalami wasir akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia orang tersebut. Hal ini dikarenakan jaringan ikat di daerah anus akan semakin melemah seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, yang akan membuat pembuluh darah lebih mudah melebar dan menonjol saat mereka mengalami iritasi atau tertekan.   Baca juga: Apakah Saya Menderita Wasir?   Kabar baiknya adalah wasir bukanlah suatu gangguan yang sulit untuk diobati. Langkah pengobatan pertama bagi wasir adalah dengan mengoleskan salep atau memasukkan obat yang mengandung hidrokortison pada anus Anda. Obat ini dapat membantu mengurangi radang, nyeri, dan rasa gatal. Jika gejala Anda tidak juga membaik dalam waktu 1 minggu setelah melakukan hal di atas, segera periksakan diri ke seorang dokter. Anda mungkin memerlukan kombinasi obat untuk mengatasi pembengkakan dan nyeri yang Anda rasakan. Pada kasus yang berat, misalnya ada bekuan darah, perdarahan terus-menerus, atau keluarnya benjolan dari dalam anus; maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi wasir. Untuk mencegah kekambuhan wasir, pastikan Anda tidak mengalami sembelit dengan meningkatkan konsumsi serat dan air putih. Konsumsilah setidaknya 25 gram serat setiap harinya. Selain itu, jika pekerjaan Anda membuat Anda harus duduk dalam waktu lama, berdirilah dan bergerak setiap 20 menit sekali untuk mencegah peningkatan tekanan di daerah anus. Hal lain yang perlu diingat adalah jangan membawa ponsel Anda ke kamar mandi, karena hal ini akan membuat Anda duduk lebih lama daripada yang diperlukan. Bagi Anda yang suka berolahraga, Anda tidak perlu berhenti melakukan olahraga angkat beban yang Anda sukai, akan tetapi pastikan Anda tidak mengangkat beban yang terlalu berat. Jika wasir terus saja kambuh, ganti beban Anda dengan yang lebih ringan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth