Your browser does not support JavaScript!
 12 Feb 2019    18:00 WIB
Beberapa Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya
Sakit kepala? Hampir dipastikan kalau semua orang pernah mengalaminya, mulai dari sakit kepala ringan sampai sakit kepala berat yang dapat mengganggu aktifitas harian. Sakit kepala yang dialami setiap orang ternyata berbeda-beda, misalnya berdasarkan lokasi sakitnya, terkadang di bagian depan, tengkuk atau hanya di satu sisi bagian kepala saja. Nah, Sakit kepala di bagian yang berbeda memiliki arti yang juga berbeda. Ketahui beberapa jenis sakit kepala di lihat dari lokasinya: Satu sisi kepala Biasa disebut juga dengan migrain. Migrain seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan biasanya terjadi berulang kali di sisi yang sama. Migrain juga sering disertai dengan gangguan penglihatan dan pendengaran, selain itu sering menimbulkan rasa mual dan muntah. Umumnya penyebab migrain adalah perubahan hormon pada wanita selama atau sebelum masa menstruasi, stres, kurang tidur, perubahan cuaca, konsumsi makanan yang mengandung pengawet, penyedap rasa dan pemanis buatan. Dahi dan mata Sakit kepala yang dirasakan di sekitar dahi dan mata disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan. Sakit kepala di bagian tersebut sering disertai dengan gangguan pada perut, ginjal, usus dan empedu. Sakit kepala yang satu ini disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan atau keracunan makanan. Tengkuk hingga kepala Merasakan rasa nyut-nyutan di tengkuk hingga kepala? Atasi dengan beristirahat atau berlibur karena sakit kepala yang satu ini akan terjadi bila ketika Anda merasakan stress yang berlebihan. Dahi, mata hingga batang hidung Penyebab utamanya adalah sinusitis. Suatu kondisi yang bisa terjadi apabila Anda mengalami influenza yang berkepanjangan dan tidak ditangani dengan baik. Jadi, sebaiknya segera periksakan diri bila sering mengalami sakit kepala di bagian tersebut. Jangan biarkan diri tersiksa lebih lama lagi dengan sakit kepala dan sinusitis yang bisa menjadi semakin parah. Dahi Sakit kepala yang hanya dirasakan di bagian dahi biasanya akan terjadi saat kamu sedang gelisah, takut, panik atau gugup. Cara mengatasinya adalah dengan selalu berpositif thinking, mendengarkan music yang Anda sukai, atau menghirup aromaterapi, agar tubuh menjadi lebih rileks.   Untuk membantu mengatasi rasa sakit kepala yang Anda rasakan: Pijat Lakukanlah pemijatan pada area pelipis, kepala, bahu dan punggung dengan lembut. Hal ini dapat mengurangi tingkat rasa sakit kepala. Meskipun beberapa saat kemudian sakit kepala akan kembali lagi, maka segera lakukan pemijatan ulang. Pemijatan sebaiknya dilakukan oleh orang lain agar lebih terasa efeknya. Jika memungkinkan, ambillah beberapa es batu dan simpan di dalam kain, kemudian tempelkan pada bagian pelipis, dan leher. Hal ini dapat mengurangi ketegangan penyebab sakit kepala. Minum air Meminum air yang banyak dapat membantu mengurangi racun di dalam tubuh kita. Selain itu, minum air yang banyak dapat mencegah terjadinya demam yang dapat memperparah rasa sakit kepala Istirahat Rasa sakit kepala yang dirasakan bisa timbul saat ada permasalahan di dalam tubuh Anda. Dengan beristirahat akan membantu mengembalikan stamina dan membuat pikiran menjadi lebih tenang.   Sakit kepala mempunyai gejala yang berbeda dan tentu saja penanganan yang berbeda. Apabila Anda merasakan sakit kepala yang tidak kunjung reda dan dirasakan semakin sering ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter. Baca juga: Tips Memilih Pembersih Untuk Wajah Berjerawat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: lifehack
 09 Dec 2018    18:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
Sekarang kita bahas tentang Migrain. Apa itu migrain? Migrain adalah sakit kepala sebelah. Dimana kepala mengalami denyutan, rasa sakitnya bisa meningkat dari sedang hingga parah, dan rasa sakitnya bisa bertahan dari 2 hingga 72 jam. Migrain juga diyakini penyebabnya karena faktor lingkungan dan genetik. Gejala umum yang terkait dengan sakit kepala migrain meliputi: Mual. Sakit di bagian belakang pada salah satu mata atau telinga. Sakit di bagian pelipis. Kepekaan atau sensitif terhadap cahaya atau suara. Penglihatan menjadi gelap. Muntah. Sakit kepala migrain biasanya dibagi menjadi dua kategori: migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. (Aura adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala neurologis migrain, gangguan visual yang paling umum). Aura mengacu pada sensasi yang dialami seseorang sebelum mereka mengalami migrain. Orang yang mengalami 'migrain dengan aura' akan memiliki banyak atau semua gejala 'migrain tanpa aura' dan gejala neurologis tambahan yang berkembang selama periode 5 hingga 20 menit dan bertahan kurang dari satu jam. Gangguan visual dapat meliputi: Titik buta pada penglihatan. Seperti melihat bintik-bintik berwarna. Penglihatan menjadi berkilau. Fokus penglihatan terganggu. Tidak dapat melihat alur garis dengan benar (zig zag). Mengalami kebutaan sementara. Gejala aura lainnya dapat termasuk: Mati rasa atau kesemutan. Kelemahan di satu sisi tubuh. Pusing. Perasaan berputar (vertigo). Merasa kurang waspada secara mental atau sulit berpikir. Melihat lampu berkedip atau garis yang tidak biasa. Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan. Memiliki penciuman, rasa, atau sentuhan yang tidak biasa. Pembicaraan dan pendengaran juga dapat terpengaruh dan sebagian orang mengalami masalah ingatan, perasaan takut dan kebingungan ada juga yang mengalami pingsan. Beberapa penderita migrain dapat mengalami gejalanya terlebih dahulu, selama satu atau dua hari sebelum positif mendapatkan migrain. Hal ini diikenal sebagai fase "prodrome", tanda-tanda halus ini dapat meliputi: Sembelit. Depresi. Sering menguap. Sifat lekas marah. Leher kaku. Mengidam makanan yang tidak biasa. Beberapa pemicu migrain: Kecemasan emosional. Kontrasepsi. Alkohol. Perubahan hormonal. Mati haid. Pengobatan atau perawatan apa yang harus dilakukan: Untuk Mengobati sakit kepala. Kita bisa mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. Seperti: Acetaminophen. Aspirin. Ibuprofen. Teknik relaksasi. Karena kebanyakan sakit kepala disebabkan oleh stres, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres, yaitu dengan : Terapi panas, seperti kompres hangat atau mandi hangat Pijat. Meditasi. Peregangan leher (Stretching). Latihan relaksasi (Tai chi, Yoga). Untuk mengobati migrain. Pencegahan seringkali merupakan pengobatan terbaik untuk sakit kepala migrain. Maka itu yang perlu kita lakukan adalah : Membuat perubahan pada pola makan kita, seperti menghilangkan makanan dan zat yang diketahui sebagai pemicu sakit kepala, seperti alkohol dan kafein. Minum obat resep, seperti antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat antiepilepsi, atau Peptida CGRP (calcitonin gene-related peptide). mengambil langkah untuk mengurangi stres Obat-obatan, seperti: obat anti-mual, seperti promethazine (Phenergan), chlorpromazine (Thorazine), atau prochlorperazine (Compazine). Penghilang rasa sakit ringan sampai sedang, seperti acetaminophen, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, naproxen sodium, atau ibuprofen. Triptans, seperti almotriptan (Axert), rizatriptan (Maxalt), atau sumatriptan (Alsuma, Imitrex, dan Zecuity). Tetapi obat migrain tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena jika seseorang mengkonsumsi obat sakit kepala migrain lebih dari 10 hari dalam sebulan, ini bisa menyebabkan efek yang dikenal sebagai sakit kepala rebound. Ini malah memperburuk keadaan kita. Ada baiknya sebelum membeli atau mengkonsumsi jenis obat-obatan di atas, kita konsultasikan dulu dengan dokter. Sumber : www.healthline.com
 09 Dec 2018    16:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 1)
Sakit kepala timbul, duh bikin bt, susah buka mata, rasa penat dan mual. Apalagi jika terserang sakit kepala sebelah, kepala serasa memikul barang berat dan mata bagian dalam terasa ditusuk-tusuk, tapi apa perbedaannya yah, antara migrain dan sakit kepala, kok terdengar sama saja. Ketika ada tekanan atau rasa sakit di kepala kita, sulit untuk mengetahui apakah kita mengalami sakit kepala atau migrain. Namun perlu diketahui ini adalah dua hal yang berbeda. Karena ketika kita mengetahui perbedaannya, kita bisa mencari solusi yang tepat dalam mengobati dan mengalami pemulihan yang lebih cepat melalui perawatan yang lebih baik. Kedepannya dapat membantu kita mencegah kedua serangan ini dan tahu bagaimana mengatasinya. Sekarang mari kita bahas perbedaannya. Mulai dari sakit kepala. Apa itu sakit kepala? Sakit kepala adalah nyeri yang tidak menyenangkan di kepala kita, yang dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit. Rasa sakitnya bisa berkisar dari ringan hingga berat, dan biasanya terjadi di kedua sisi kepala kita. Beberapa area spesifik di mana sakit kepala dapat terjadi, termasuk di daerah dahi, pelipis, dan belakang leher. Sakit kepala bisa berlangsung dari 30 menit hingga seminggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala tegang atau Tension Type Headache (TTH). Pemicu untuk jenis sakit kepala ini termasuk stres, ketegangan otot, dan kecemasan. Sakit kepala tegang bukan satu-satunya jenis sakit kepala, ada jenis sakit kepala lainnya, seperti: Sakit kepala cluster adalah sakit kepala yang jauh lebih sering menyerang pria dibandingkan pada wanita. Sakit kepala ini dimulai pada usia lebih lanjut, dengan usia rata-rata yakni 25 tahun. Penyakit ini tidak menurun. Namun sangat parah, satu sisi, tidak berdenyut, konstan dengan durasi mulai dari beberapa menit hingga kurang dari 2 jam. Tidak seperti sakit kepala migrain, sakit kepala cluster selalu satu sisi, dan biasanya kambuh pada sisi yang sama.   Sakit kepala cluster sering terjadi pada malam hari, membangunkan kita ketika tidur, dan serangannya berulang setiap hari pada waktu tertentu, dalam jangka waktu mingguan hingga bulanan. Setelah itu akan ada jeda dimana pasien mungkin bebas dari sakit kepala cluster selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Karakteristik sakit kepala cluster diawali dengan sensasi terbakar sepanjang aspek lateral hidung atau mengalami tekanan di belakang mata.    Sakit kepala sinus. Sakit kepala sinus terjadi bersamaan dengan gejala infeksi sinus seperti demam, hidung tersumbat, batuk, dan mengalami tekanan pada wajah. Sakit kepala Chiari. Sakit kepala Chiari disebabkan oleh cacat lahir yang dikenal sebagai malformasi Chiari, yang menyebabkan tulang tengkorak mendorong bagian otak, sering menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala. Sakit kepala Thunderclap. Sakit kepala "thunderclap" adalah sakit kepala yang sangat parah yang dapat berkembang dalam 60 detik atau kurang. Ini bisa menjadi gejala perdarahan subarachnoid, kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Sakit kepala ini mungkin juga disebabkan oleh aneurisma, stroke, atau cedera lainnya. Sakit kepala akibat cedera kepala. Setiap trauma kepala yang menyebabkan sakit kepala membutuhkan perhatian medis yang cepat. Sakit kepala akibat segala jenis benturan ke kepala dapat diindikasikan sebagai gegar otak. Gegar otak merupakan risiko yang berbahaya, yang biasanya membuat kita sakit kepala terus-menerus dan makin memburuk. Peristiwa karena jatuh, tabrakan atau kecelakaan lainnya yang mengenai kepala dapat menyebabkan pendarahan yang berpotensi mengancam jiwa. Baca juga : Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
 25 Sep 2018    08:00 WIB
8 Makanan Pemicu Sakit Kepala
Tahukah Anda bahwa bukan cuma cuaca panas dan pekerjaan yang menumpuk yang bisa bikin Anda sakit kepala? Makanan ternyata juga dapat membuat Anda mengalami sakit kepala. Alkohol, cokelat, dan kafein telah diketahui dapat memicu terjadinya nyeri kepala. Selain ketiga makanan di atas, ada berbagai makanan lain yang dapat memicu terjadinya sakit kepala, yang dapat berbeda-beda pada setiap orang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Cokelat Sebuah penelitian menemukan bahwa cokelat ternyata justru melindungi sel-sel saraf yang menjadi penyebab terjadinya nyeri kepala migrain. Akan tetapi, banyak juga orang yang menderita sakit kepala biasa (bukan migrain) setelah mereka mengkonsumci cokelat.   Baca juga: Berbagai Tipe Nyeri Kepala   Red Wine Sulfat yang banyak digunakan sebagai pengawet di dalam red wine telah terbukti berhubungan dengan terjadinya migrain. Selain itu, alkohol di dalam red wine juga dapat memicu peningkatan aliran darah ke dalam otak, yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Kedua hal ini dapat menjadi pemicu terjadinya migrain. Alkohol juga dapat memicu terjadinya sakit kepala pada orang yang menderita nyeri kepala cluster.   Kopi Jika Anda bergadang pada akhir pekan dan mengalami sakit kepala saat bangun, maka Anda mungkin mengalami gejala kecanduan kafein. Mengkonsumsi sedikit kafein justru dapat membantu mengatasi migrain. Akan tetapi, mengkonsumsi terlalu banyak kafein justru dapat memicu terjadinya sakit kepala bila Anda sudah lama tidak mengkonsumsi kafein. Penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang mengkonsumsi sekitar 200 mg kafein (sekitar 2-3 gelas kopi) setiap harinya, maka ia dapat mengalami gejala kecanduan kafein bila ia melewatkan "dosis" kopinya tersebut.   Keju Walaupun belum banyak penelitian yang membuktikan bahwa keju dapat memicu terjadinya migrain, akan tetapi sebagian besar penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi keju tua dapat meningkatkan resiko terjadinya sakit kepala. Hal ini mungkin dikarenakan adanya tiramin, suatu zat yang terbentuk saat protein di dalam keju hancur seiring dengan semakin lamanya usia keju. Jadi, semakin tua usia keju, maka semakin tinggi kadar tiramin di dalamnya. Beberapa jenis keju yang sebaiknya Anda hindari bila Anda ingin menghindari sakit kepala adalah blue cheese, Swiss cheese, keju cheddar, keju gouda, dan keju parmesan.   Kecap Asin dan MSG Monosodium glutamate (MSG), yang ditemukan pada kecap asin dan micin telah diketahui dapat memicu terjadinya kram perut, diare, dan sakit kepala hebat pada sekitar 10-15% penderita migrain. Selain itu, karena kecap asin juga sangat asin, maka hal ini dapat memicu terjadinya dehidrasi, yang pada akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala.   Es Krim Sakit kepala menusuk yang Anda alami saat Anda mengkonsumsi es krim terlalu cepat sebenarnya merupakan reaksi tubuh terhadap dingin, bukan terhadap esk krim. Sakit kepala akibat mengkonsumsi es krim biasanya terjadi bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak es krim atau terlalu cepat. Sakit kepala biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 30-60 detik. Penderita migrain mungkin akan mengalami serangan migrain saat mengkonsumsi berbagai makanan dingin, termasuk es krim. Sakit kepala biasanya menghilang dengan cepat.   Pisang Walaupun jarang, akan tetapi pisang juga dapat memicu terjadinya migrain pada orang yang sensitif terhadap tiramin, zat yang sama seperti yang ditemukan di dalam keju. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki tiramin 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan daging pisang itu sendiri.   Daging Olahan Walaupun belum banyak penelitian yang menunjukkan bahwa daging olahan dapat memicu terjadinya sakit kepala, akan tetapi, nitrat dan nitrit yang digunakan sebagai pengawet di dalam sosis, bacon, dan daging olahan lainnya telah diketahui dapat melebarkan pembuluh darah dan memicu terjadinya sakit kepala pada beberapa orang.   Menurut the American Headache Society, penelitian saja tidak cukup untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat memicu terjadinya sakit kepala pada setiap orang, karena setiap orang memiliki pemicu sakit kepala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda, terutama pada penderita migrain memiliki jurnal makanan, yang berisikan makanan apa saja yang memicu terjadinya sakit kepala atau serangan migrain, sehingga dapat dihindari.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 24 Sep 2018    11:00 WIB
Efek Cedera Kepala Pada Kemampuan Fisik Anda
Pada sebagian besar kasus, penderita dapat sembuh dengan sempurna paska cedera kepala. Akan tetapi, pada beberapa kasus lainnya, dapat terjadi gejala fisik sisa paska cedera kepala. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala fisik sisa yang mungkin terjadi paska cedera kepala.   Kemampuan Bergerak Kemampuan Anda untuk bergerak dapat terganggu paska cedera kepala. Pergerakan Anda mungkin menjadi sangat lambat dan keseimbangan Anda dapat terganggu. Beberapa orang mungkin akan membutuhkan kursi roda atau alat bantu lainnya karena gangguan koordinasi otot atau keseimbangan, yang membuat mereka tidak dapat berjalan tanpa bantuan.   Kekakuan Otot Anggota gerak Anda mungkin akan terasa kaku atau lemah dan membatasi ruang gerak Anda. Kadangkala, hanya salah satu sisi tubuh yang terkena. Hal ini tergantung pada bagian otak yang mengalami cedera. Kekakuan otot dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami hal ini.   Kelemahan Atau Kelumpuhan Otot Kelemahan atau kelumpuhan otot seringkali hanya mengenai salah satu sisi tubuh. Hal ini disebut dengan hemiplegia dan merupakan hal yang biasa terjadi pada orang yang menderita stroke. Keadaan ini akan membuat penderita membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan berbagai aktivitasnya, termasuk saat mandi atau berpakaian. Kelemahan otot juga dapat menyebabkan penderita tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar.   Baca juga: Dampak Cedera Kepala Pada Kemampuan Berpikir Seseorang   Ataksia Ataksia merupakan gerakan tidak terkendali, tidak teratur, atau gemetar yang menyebabkan gangguan koordinasi otot untuk bergerak. Tangan penderita mungkin tampak gemetar atau kaku dan menulis dapat menjadi sangat sulit atau bahkan tidak memungkinkan.   Gangguan Sensoris Cedera kepala mungkin akan membuat indera peraba Anda menjadi berkurang atau menghilang atau justru menjadi berlebihan. Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengetahui di mana kakinya berada bila tidak melihatnya secara langsung. Penglihatan juga dapat terganggu dan mungkin tidak dapat diperbaiki oleh penggunaan kacamata. Penderita juga dapat memiliki posisi tubuh yang aneh atau cara berjalan yang aneh. Kemampuan indera perasa atau penciuman juga dapat terganggu atau hilang, baik dalam jangka pendek atau jangka panjang.   Fatigue Rasa lelah berlebihan juga sering dialami oleh orang yang baru saja mengalami cedera kepala, termasuk pada cedera kepala ringan. Memakai pakaian atau berjalan dapat terasa sangat sulit paska cedera kepala. Oleh karena itu, dianjurkan untuk beristirahat selama sejangka waktu dan sepanjang beraktivitas hingga keluhan dirasa membaik.   Kesulitan Berbicara Berbicara menjadi lambat, tidak jelas, atau lebih cepat juga sering terjadi paska cedera kepala. Pada awalnya, pembicaraan penderita mungkin sulit untuk dimengerti. Beberapa orang penderita dapat kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Akan tetapi, hal ini bukan berarti mereka telah kehilangan kecerdasannya.   Epilepsi Cedera kepala juga dapat membuat sejumlah orang lebih mudah mengalami kejang epilepsi. Dokter biasanya akan memberikan obat anti kejang selama beberapa tahun untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekambuhan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: headway
 28 Aug 2018    11:00 WIB
Sering Sakit Kepala? Simak 7 Cara Ampuh Untuk Meredakannya
Apakah Anda sering menderita sakit kepala? Alasannya mungkin stres atau jam kerja yang panjang. Saat terserang sakit kepala rasanya akan terasa sangat menjengkelkan dan sangat mengganggu, sehingga seharusnya segera diatasi. Penyebab sakit kepala sebenarnya ada banyak, saat Anda terserang sakit kepala ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan sakit kepala dengan cepat.   Berikut adalah caranya: 1.      Ambil istirahat pendek Jika sakit kepala Anda terkait dengan pekerjaan, maka penting untuk mengambil istirahat pendek di sela-sela waktu bekerja. Seperti, tutup mata Anda dan beristirahat sekitar lima menit atau lebih. Anda dapat melakukannya dengan duduk di kursi Anda. Cukup mendengarkan lagu favorit Anda dan bersantai. istirahat pendek akan membantu untuk meredakan rasa stres yang memicu sakit kepala. Sehingga membuat Anda merasa lebih rileks dan merasa tenang.   2.      Makan makanan kecil Tanpa Anda sadari terkadang banyak orang mengalami sakit kepala karena gula darah yang sedang rendah. Mungkin Anda atau mereka lupa sarapan di pagi hari, sehingga kadar gula darah menurun tajam saat siang hari. Jadi saat Anda merasa sakit kepala, ambil camilan Anda untuk menjaga gula darah Anda kembali stabil. Usahakan makan camilan yang kaya protein dan magnesium agar tetap aktif dan fit. Makan camilan juga bisa membuat Anda merasa lebih tenang saat merasa sibuk bekerja.   3.      Pijat kepala Pijat kepala juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk mencegah dan menyembuhkan sakit kepala Anda. Lakukan sebuah pijatan kepala selama lima belas menit dapat mengendurkan otot Anda. Anda dapat menggunakan minyak esensial untuk pijat kepala Anda. Pijat pada bagian yang tegang meredakan stres. Pijat bagian pelipis Anda. Pijatan harian akan membantu untuk meringankan sakit kepala.   4.      Minum cukup cairan Dehidrasi juga merupakan salah satu penyebab sakit kepala. Jika Anda tidak minum cukup air sepanjang hari, akan menyebabkan masalah dehidrasi. Dan yang pada gilirannya dapat menyebabkan sakit kepala. Jadi, usahakan untuk minum minimal dua liter air sepanjang hari. Anda juga bisa minum jus segar atau teh hijau untuk tetap terhidrasi. Tingkatkan asupan cairan Anda dalam diet Anda untuk mencegah sakit kepala.   5.      Istirahat melihat laptop atau pc Anda Ketegangan mata dan melihat layar untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sakit kepala Jadi bila Anda merasa sakit kepala tutup sementara laptop atau pc Anda. Saat Anda bekerja dengan menggunakan pc atau laptop usahakan untuk melihat ke arah lain setiap lima sampai sepuluh menit. Melihat monitor untuk waktu yang lama juga dapat menyebabkan kekakuan otot di daerah leher, yang lagi-lagi menyebabkan sakit kepala. Jadi, istirahatlah sebentar untuk menghindari hal ini.   6.      Olahraga secara teratur Olahraga dapat membantu mencegah sakit kepala. Olahraga teratur membuat tubuh Anda menjadi lebih fleksibel. Jadi, Anda tidak menderita dari masalah kekakuan otot atau nyeri otot yang dapat menyebabkan sakit kepala yang sering terjadi. Berolahraga selama sekitar satu jam benar-benar dapat membantu mencegah sakit kepala karena olahraga akan meningkatkan suplai oksigen ke otak Anda.   7.      Kurangi merokok dan minum alkohol Merokok dan minum alkohol menyebabkan sakit kepala. Jadi lebih baik untuk mengurangi keduanya dari sekarang. Merokok berlebihan menyebabkan dehidrasi pada tubuh yang mengakibatkan sakit kepala. Minum alkohol juga menyebabkan masalah tekanan darah dalam tubuh. Hindari minum alkohol dan merokok untuk mencegah masalah sakit kepala. Sakit kepala adalah masalah yang sering ditemui, Anda bisa mencoba cara diatas untuk mengatasinya. Bila Anda sudah menggunakan cara diatas namun rasa sakit kepala yang Anda rasakan masih mengganggu maka segera hubungi dokter Anda.   Baca juga: Saat Sakit Kepala Menyerang, Tenang Aja Karena 7 Cara Ini Dijamin Bisa Mengatasinya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: prevention
 05 Jul 2018    11:00 WIB
Ada Gejala Seperti Ini? Segera Cek Kolesterol Anda
Kolesterol pada umumnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu fungsi organ agar berjalan dengan baik. Tubuh membutuhkan kolesterol juga untuk menghasilkan estrogen dan hormon lainnya dan juga memproduksi vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan justru dapat merugikan tubuh, seperti terjadinya pengerasan pembuluh darah yang berakibat terjadinya penyakit jantung dan stroke. Dua penyakit ini memang menjadi penyakit yang mengerikan karena menjadi penyebab kematian terbesar. Biasanya orang baru akan sadar dirinya menderita penyakit jantung maupun stroke akibat kolesterol tinggi, nanti setelah sudah terjadi serangan. Padahal peningkatan kadar kolesterol juga memiliki gejala namun sering diabaikan. Jadi sebelum penyakit mematikan merusak kesehatan tubuh Anda. Kenalilah gejala saat terjadi peningkatan kadar kolesterol. Berikut gejala bila kadar kolesterol meningkat: 1.      Kesemutan Apabila Anda sering merasa kesemutan, jangan anggap sepele gejala yang satu ini. Penumpukan kadar kolesterol dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Yang nantinya menyebabkan pembuluh darah kaku dan membuat peredaran darah tidak lancar. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kesemutan. 2.      Sakit kepala Banyak orang yang sering merasa sakit kepala bagian belakang dan mengabaikannya. Padahal rasa sakit kepala bagian belakang dan berdenyut bisa menjadi salah satu tanda peningkatan kadar kolesterol. Hal ini dikarenakan terjadinya penumpukan kolesterol di bagian belakang kepala. 3.      Dada terasa nyeri Bila secara tiba-tiba Anda merasakan nyeri pada dada sebelah kiri, rasanya seperti ditusuk-tusuk. Maka segera lakukan pemeriksaan kadar kolesterol karena nyeri dada seperti ditusuk-tusuk bisa menggambarkan peningkatan kadar kolesterol yang terlalu berlebihan. Apabila Anda tidak pernah menyadari hal ini, bisa saja Anda mengalami serangan jantung yang mendadak dan mengancam jiwa Anda. 4.      Nyeri dan pegal dibagian tengkuk Mungkin Anda pernah merasakan nyeri dan pegal dibagian tengkuk, meski Anda tidak banyak melakukan aktifitas fisik. Hal ini bisa disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah karena penumpukan kolesterol. Apabila Anda merasakan gejala diatas, maka jangan pernah menunda untuk melakukan pemeriksaan. Segera lakukan pemeriksaan seperti pemeriksaan kolesterol total, HDL. LDL dan Trigliserida. Periksa kadar asam urat Anda, karena biasanya bila seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi maka akan terjadi juga peningkatan asam urat. Setelah itu langsung lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi dan anjuran pola diet yang tepat. Baca juga: 4 Cara Alami Putihkan Ketiak yang Gelap Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: prevention
 07 Feb 2018    16:00 WIB
Migrain Menyerang? Bahan Ini Jadi Jawaban Yang Dapat Membantu Mengatasinya...
Rasa sakit akibat migrain dikatakan sebagai perasaan yang mengganggu, rasa nyeri yang sangat kuat, menyebar ke setiap bagian kepala Anda, membuat Anda merasa mual dan juga menyebabkan terganggunya pencernaan. Untuk membantu mengatasi masalah nyeri kepala akibat migrain maka Anda bisa mencoba beberapa cara mudah dengan beberapa bahan alami dan beberapa tindakan penting.   Berikut Cara Mengatasi Migrain: Jus Anggur Ya, ini memberikan kelegaan dari migrain! Campurkan anggur segar dengan air untuk menyiapkan minuman anti migrain Anda sendiri. Minumlah dua kali sehari untuk menghilangkan rasa sakit. Jahe Jahe yang membantu meringankan stres dan rasa sakit dari bagian tubuh lainnya juga akan membantu penderita migrain. Jus jahe dikombinasikan dengan lemon atau jahe dalam secangkir teh atau bahkan pasta bubuk jahe akan  membantu Anda menyingkirkan migrain. Kayu Manis Sebagai bumbu ajaib, kayu manis tidak hanya akan memberi rasa pada makanan Anda, tetapi juga membuktikan sebagai obat rumah yang efektif untuk menyembuhkan migrain. Pasta bubuk kayu manis dicampurkan dengan air, bila dioleskan selama 30 menit dan kemudian bersihkan dengan air hangat, yang akan membuat berkurangnya rasa nyeri. Sedikit Kafein Kafein dalam jumlah banyak bisa memcu sakit kepala namun bila dalam jumlah yang sedikit maka akan membantu mengatasi masalah migrain. Tapi ini tidak terjadi pada orang yang sensitif terhadap kafein. Dalam hal ini, Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit bahkan jika pada awalnya tidak ada rasa sakit.   Selain menggunakan bahan diatas maka cobalah untuk menghindari terlalu banyak cahaya. Anda juga bisa melakukan pijat. Pijat merupakan cara termudah untuk menghilangkan rasa sakit migraine. Peregangan leher, pangkal kulit kepala dan pijatan lembut akan meningkatkan sirkulasi darah yang akan membantu Anda lebih rileks dan menghilangkan rasa sakit.   Sederhana dan mudah untuk dilakukan bukan, Anda bisa mencobanya bila mengalami migrain. Apabila belum ada perbaikan maka Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter secara langsung.   Baca juga: Berbagai Kondisi Kesehatan yang Berhubungan Dengan Migrain   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: doctorndtv
 30 Jan 2018    12:30 WIB
Yang Terjadi Pada Tubuh Kita Saat Mengalami Sakit Kepala
Saat membicarakan mengenai sakit kepala dan pengobatannya, maka pengobatan yang paling tepat adalah mencegahnya terjadi. Mengetahui apa yang menjadi pemicu sakit kepala Anda merupakan kunci untuk mencegah terjadinya sakit kepala. Walaupun sakit kepala sering terjadi, akan tetapi hingga saat ini para ahli masih tidak mengetahui apa sebenarnya penyebab sakit kepala. Namun, bila sakit kepala yang Anda rasakan hanya berupa nyeri ringan hingga sedang dan mengenai kedua sisi kepala, maka Anda mungkin mengalami nyeri kepala tension. Akan tetapi, bila sakit kepala hanya terjadi pada satu sisi, maka mungkin juga terjadi hal lain pada berbagai bagian tubuh Anda seperti di bawah ini.   Otak Sebuah area di batang otak yang disebut dengan "generator migrain" akan mengaktivasi saraf yang berfungsi untuk mengatur rasa nyeri. Akibatnya, kepala Anda pun akan terasa seperti ditusuk-tusuk. Hal ini terjadi karena selaput pembungkus otak Anda terstimulasi secara berlebihan.   Baca juga: Ini Dia Tanda Sakit Kepala Anda Bukan Sekedar Sakit Kepala Biasa   Saluran Cerna Selain otak, berbagai organ di saluran cerna Anda pun akan terkena dampaknya. Apapun yang Anda makan, termasuk obat tidak dapat dicerna dengan baik dan tetap tinggal di dalam lambung, yang akan membuat Anda merasa mual atau bahkan muntah. Sebaliknya, segala sesuatu yang sudah berhasil mencapai usus Anda justru akan dikeluarkan lebih cepat dan membuat Anda mengalami diare.   Panca Indera Karena ada "gangguan" pada otak Anda, maka otak Anda pun akan memproses segala sesuatu secara berlebihan. Akibatnya, stimulus normal pun akan menjadi terasa berlebihan. Misalnya Anda akan merasa sakit saat dipeluk, sinar matahari menjadi sangat silau, bunyi ponsel menjadi lebih keras, dan wangi parfum rekan kerja pun terasa sangat menyengat.   Kognitif Karena otak Anda saat sedang sibuk merespon berbagai "ancaman" dari luar, maka Anda pun tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini.   Hormon Rasa sakit yang Anda rasakan akan memicu pelepasan adrenalin, yang akan menyebabkan peningkatan denyut jantung, pupil melebar, dan berkeringat. Kadar hormon stress (kortisol) di dalam tubuh Anda juga akan meningkat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2017    18:00 WIB
Perlu Di Waspadai Tanda Sakit Kepala Anda Bukan Sekedar Sakit Kepala Biasa
Sakit kepala memang dapat sangat mengganggu dan tergantung dari keparahannya, hal ini dapat mengganggu produktivitas kerja Anda. Akan tetapi, bagaimana membedakan apakah sakit kepala yang Anda alami merupakan sakit kepala biasa atau merupakan suatu gejala penyakit yang lebih serius? Jika sakit kepala Anda disertai oleh berbagai gejala di bawah ini, maka kemungkinan besar sakit kepala yang Anda alami bukanlah sakit kepala biasa. Segera cari pertolongan medis untuk mencari tahu penyebab dan pengobatan yang sesuai untuk mengatasinya.   Mual dan Muntah Walaupun jarang, akan tetapi sakit kepala Anda dapat merupakan salah satu gejala dari tumor atau kanker otak. Gejala tumor otak yang sering ditemukan adalah sakit kepala yang berlangsung terus-menerus, yang memburuk di pagi hari, bukan merupakan suatu migrain, dan disertai oleh mual atau muntah.   Sakit Kepala Terjadi Secara Mendadak Aneurisma merupakan pembuluh darah yang melebar, yang sangat lemah. Merokok, menderita tekanan darah tinggi, berjenis kelamin perempuan, atau memiliki anggota keluarga yang menderita aneurisma dapat meningkatkan resiko terjadinya aneurisma. Jadi, bila Anda mengalami sakit kepala hebat secara mendadak, hal ini dapat merupakan tanda dari pecahnya suatu aneurisma, yang menyebabkan perdarahan di dalam otak.   Baca juga: Mengapa Anda Sakit Kepala Setelah Minum Kopi???   Kelemahan Otot Atau Anggota Gerak Mati Rasa Segera cari pertolongan medis bila sakit kepala Anda disertai oleh kelemaha otot atau anggota gerak mati rasa, perubahan kepribadian, atau perubahan penglihatan; karena berbagai hal ini dapat merupakan gejala dari stroke. Stroke terjadi saat pembuluh darah otak tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik). Saat salah satu dari hal ini terjadi, maka ada suatu bagian otak yang tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang diperlukannya sehingga sel-sel otak pun mati. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis bila mengalami gejala di atas, karena semakin cepat penanganan yang Anda terima, semakin baik prognosis Anda.   Kaku Kuduk dan Demam Kaku kuduk (leher terasa kaku atau nyeri) dan demam dapat merupakan gejala dari meningitis, pembengkakan selaput pembungkus otak dan medulla spinalis. Meningitis dapat segera memburuk dan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, tetapi dapat pula disebabkan oleh suatu cedera, kanker, atau obat-obatan tertentu. Segera cari pertolongan medis bila keluhan sakit kepala Anda disertai oleh demam dan kaku kuduk.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet