Your browser does not support JavaScript!
 21 Apr 2019    16:00 WIB
Jenis-Jenis Sakit Gigi dan Pertolongan Pertama Yang Dilakukan
Hai guys! Kalau ada lirik lagu bilang, lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, wah lebih baik tidak keduanya yah, karena sama-sama menyiksa bikin kita tidak bisa tidur. Nah, tapi apa sih penyebab sakit gigi, mari kita bahas. Sakit gigi adalah rasa sakit yang terjadi di dalam atau di sekitar gigi. Rasa sakit berasal dari gigi atau gusi dan struktur tulang di sekitarnya. Seseorang biasanya merasakan sakit gigi sebagai sakit konstan atau intermiten yang tidak hilang. Perubahan suhu, bisa merangsang sakit gigi. Dalam kasus lain, sakit gigi dapat terjadi secara spontan tanpa stimulasi. Odontalgia adalah nama lain untuk sakit gigi. Kita tahu betul sulit rasanya untuk mengabaikan rasa sakit gigi saat makan, bicara, bekerja dan dalam menjalani kegiatan kita sehari-hari. Karena rasa sakitnya yang menimbulkan nyeri terus-menerus sangat mengganggu kita, hingga bikin kita buyar konsentrasi (gagal fokus). Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh rasa sakit di bagian lain dari tubuh kita. Penyebab umum sakit gigi termasuk: Cidera mulut atau rahang. Ini dapat terjadi dari trauma benda tumpul ke area wajah. Infeksi sinus. Drainase dari infeksi sinus dapat menyebabkan sakit gigi. Kerusakan gigi. Ketika bakteri menyebabkan kerusakan gigi, saraf di gigi kita mungkin terpapar, menyebabkan rasa sakit. Gigi berlubang atau terinfeksi. Kadang-kadang disebut abses gigi, kondisi ini digambarkan sebagai kantong nanah di gigi. Makanan atau puing-puing lain tersangkut di gigi kita. Materi organik dan anorganik yang tersangkut di gigi kita dapat menyebabkan tekanan di antara gigi. Gigi atau gigi bungsu yang dimahkotai. Jika kita memiliki gigi bungsu masuk, serta menembus gusi, mereka mungkin menekan gigi lain. Gangguan sendi temporomandibular. TMJ diklasifikasikan sebagai nyeri pada sendi rahang kita, tetapi juga dapat mempengaruhi gigi kita. Penyakit gusi. Penyakit gusi seperti gingivitis atau penyakit periodontal dapat menyebabkan sakit gigi atau sakit. Kebiasaan buruk kita yang suka menggiling atau mengepalkan gigi pada malam hari yang dapat menyebabkan rasa sakit tambahan. Evaluasi dan diagnosis oleh seorang profesional gigi dapat menentukan jenis sakit gigi yang kita derita, dan sumbernya. Berikut adalah tipe-tipe sakit gigi: Tajam, Sensitivitas atau Nyeri Gigi Berselang: Sensitivitas terhadap dingin dapat menunjukkan resesi gusi, kehilangan enamel akibat menyikat gigi yang terlalu lama atau penuaan, keausan dan robek atau rongga gigi kecil. Sensitivitas terhadap panas juga dapat menandakan rongga kecil, tetapi bisa juga merupakan hasil dari abses, retakan atau kerusakan parah. Sakit Gigi Kronis: Jika satu atau lebih gigi kita terkena sakit kronis, kerusakan saraf bisa menjadi penyebabnya. Kerusakan saraf dapat terjadi akibat penggilingan gigi, kerusakan gigi yang parah, atau trauma pada gigi karena cedera. Nyeri intens, berdenyut: Nyeri intens, berdenyut, kadang disertai dengan wajah bengkak, sering merupakan tanda infeksi atau abses. Rasa menyakitkan ketika makan: Jika itu menyakitkan bagi kita untuk makan, pelakunya bisa karena pembusukan gigi, atau sedikit patah (retak) pada gigi. Back-of-the-Jaw Pain: Nyeri di belakang rahang mungkin berhubungan dengan gigi bungsu impaksi (molar belakang). Tetapi bisa juga merupakan tanda TMD atau penggilingan gigi, yang keduanya dapat menyebabkan nyeri rahang, dan rasa sakit di seluruh area tulang wajah lainnya. Sakit gigi berkisar pada tingkat keparahan, terutama dalam hal sensitivitas gigi dan tingkat nyeri. Nyeri intermiten mungkin tampak sedikit lebih dari gangguan sesekali, sementara nyeri kronis mungkin mendorong kita untuk segera mengambil tindakan. Cara terbaik untuk menghindari sakit gigi dan masalah gigi lainnya adalah menjaga gigi dan gusi kita tetap sehat. Untuk melakukan ini, kita harus: Batasi asupan makanan dan minuman bergula, kita harus menggunakannya sesekali dan hanya pada waktu makan. Sikat gigi kita dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride - dengan lembut sikatlah juga gusi dan lidah kita. Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi dan, jika perlu, gunakan obat kumur. Jangan merokok, ini bisa memperburuk masalah gigi. Dan jika kita sudah mengalaminya, bisa mencoba hal-hal di bawah ini: Gunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Menggunakan obat-obatan seperti ibuprofen (Advil, Motrin), acetaminophen (Tylenol), dan aspirin dapat menghilangkan rasa sakit ringan dari sakit gigi. Menggunakan pasta atau gel mati rasa - sering dengan benzocaine - dapat membantu meredakan rasa sakit cukup lama hingga kita tertidur. Jangan menggunakan produk apa pun dengan benzocaine untuk merawat bayi atau anak di bawah usia 2. Jaga agar kepala kita tetap tinggi. Menyangga kepala kita lebih tinggi dari tubuh kita dapat menjaga agar darah tidak mengalir ke kepala kita. Jika darah terkumpul di kepala kita, itu mungkin mengintensifkan sakit gigi dan mungkin membuat kita tetap terjaga. Hindari makan makanan yang asam, dingin, atau keras sebelum tidur. Makanan-makanan ini dapat memperburuk gigi kita dan semua rongga yang mungkin telah terbentuk. Usahakan menghindari makanan yang memicu rasa sakit. Bilas gigi kita dengan obat kumur. Gunakan obat kumur yang mengandung alkohol untuk mendisinfeksi dan mematikan gigi kita. Gunakan kompres es sebelum tidur. Bungkus kantong es dengan kain dan letakkan di bagian sisi wajah yang sakit. Ini bisa membantu mengurangi rasa sakit sehingga kita bisa beristirahat. Jika sakit gigi kita masih mengganggu, segera pergi ke dokter gigi. Salam sehat!!!   Sumber : www.healthline.com, www.medicinenet.com, www.gentledental-mi.com, www.yourdentistryguide.com, www.nhsinform.scot
 05 Feb 2019    08:00 WIB
Tanpa Obat, Redakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami
Tingkat sakit gigi dapat sangat bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga nyeri hebat yang tidak tertahankan, baik pada gigi atau rahang Anda. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit gigi adalah gigi berlubang, infeksi, akar gigi yang tidak terlindung, gigi retak, gangguan gusi, tambalan gigi yang bocor, atau gangguan sendi rahang. Sakit gigi dapat terjadi saat bagian tengah gigi atau yang juga dikenal dengan nama pulpa mengalami iritasi atau meradang. Pulpa berisi beberapa ujung saraf yang sangat sensitif. Pulpa dapat meradang atau mengalami iritasi karena berbagai hal, termasuk yang disebtukan di atas. Jika Anda mengalami sakit gigi, akan lebih baik bila Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi sebelum keluhan semakin memburuk. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa bahan alami di bawah ini untuk mengurangi rasa nyeri untuk sementara waktu.   Lada dan Garam Garam yang dicampur dengan lada dapat menjadi ramuan yang berguna saat gigi Anda menjadi sangat sensitif. Hal ini dikarenakan keduanya mengandung zat anti bakteri, anti radang, dan anti nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan garam dan lada dengan jumlah yang sama, kemudian tambahkan beberapa tetes air untuk membuatnya menjadi pasta Oleskan pada gigi yang nyeri dan diamkan selama beberapa menit Lakukan hal ini selama beberapa hari   Bawang Putih Bawang putih dapat menjadi pereda nyeri gigi yang cukup efektif. Hal ini dikarenakan bawang putih mengandung antibiotik dan berbagai zat obat lainnya yang sangat efektif untuk mengurangi nyeri. Cara membuatnya adalah: Campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan atau bubuk bawang putih dengan sejumlah garam dan oleskan langsung pada gigi yang sakit. Jika Anda lebih suka, Anda juga dapat mengunyah 1-2 siung bawang putih secara langsung Ulangi terapi ini selama beberapa hari   Cengkeh Cengkeh mengandung zat anti radang, anti bakteri, antioksidan, dan anestetik (bius) yang dapat membantu mengatasi sakit gigi dan melawan infeksi. Cara membuatnya adalah haluskan 2 butir cengkeh utuh. Campurkan dengan sedikit minyak zaitun atau minyak sayur dan oleskan pada gigi yang nyeri. Cara lainnya adalah oleskan cotton ball yang telah dibasahi dengan minyak cengkeh secara langsung pada gigi yang sakit atau campurkan beberapa tetes minyak cengkeh dengan setengah gelas air dan berkumurlah dengan air ini.   Bawang Bombay Bawang Bombay mengandung zat antiseptic dan anti mikroba yang dapat mengatasi sakit gigi. Selain itu, bawang Bombay juga dapat membantu meredakan nyeri dengan membunuh bakteri penyebab infeksi. Caranya adalah segera kunyah bawang Bombay mentah selama beberapa menit saat Anda pertama kali mengalami sakit gigi. Jika Anda tidak dapat mengunyahnya, letakanlah sepotong bawang Bombay mentah pada gigi atau gusi yang sakit.   Baca juga: Tips Menangani Nyeri Karena Tumbuh Gigi   Air Garam Hangat Tahukah Anda bahwa segelas air garam hangat dapat membantu meredakan sakit gigi? Campurkanlah setengah sendok makan garam ke dalam segelas air panas dan gunakan sebagai obat kumur. Larutan ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan radang serta infeksi.   Daun Jambu Biji Daun jambu biji segar juga dapat membantu meredakan nyeri gigi karena mengandung zat anti radang, anti nyeri, dan anti mikroba. Caranya adalah kunyahlah 1 atau 2 buah daun jambu biji hingga sarinya keluar dan meredakan nyeri. Selain itu, daun bayam mentah juga akan menimbulkan efek yang samat. Cara lainnya adalah masukkan 4-5 butir daun jambu biji ke dalam air mendidih. Biarkan hingga air menjadi hangat dan tambahkan sedikit garam. Gunakan larutan ini sebagai obat kumur.   Ekstrak Vanilla Ekstrak vanilla merupakan pilihan populer lainnya untuk meredakan nyeri gigi. Selain itu, vanilla juga memiliki efek menenangkan. Caranya adalah celupkan cotton bud ke dalam ekstrak vanilla dan oleskan pada gigi yang sakit. Lakukan hal ini beberapa kali sehari hingga gigi tidak lagi terasa nyeri.   Es Batu Es batu dapat membantu meredakan nyeri dengan membuat ujung saraf mati rasa. Caranya adalah bungkus es batu dengan kain tipis. Tempelkan pada pipi di dekat gigi yang sakit selama beberapa menit. Jangan tempelkan langsung pada gigi karena kontak langsung justru dapat membuat gigi terasa semakin sakit.   Selain mencoba berbagai obat herbal di atas, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter gigi karena beberapa jenis gangguan gigi dan gusi membutuhkan pengobatan yang lebih daripada pengobatan alami di atas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies
 10 Jun 2018    18:00 WIB
8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari
Batuk di malam hari dapat mengganggu tidur Anda. Jadi bagaimana cara menenangkan batuk dan tenggorokan gatal yang mengganggu tidur Anda? berikut adalah berbagai cara menenangkan rasa gatal di tenggorokan Anda.    •    Minum teh herbal dengan maduMulailah kebiasaan mengkonsumsi secangkir teh non-kafein sebelum pergi tidur. Semua jenis minuman hangat dapat memecah dahak di saluran nafas Anda.    •    Tidur dengan posisi kepala lebih tinggiKetika batuk terjadi di malam hari, maka gravitasi adalah musuh Anda. Semua dahak dan post nasal drip masuk kembali ke dalam saluran nafas Anda dan membuat tenggorokan Anda terganggu saat Anda tertidur. Cobalah melawan gravitasi dengan menambahkan  bantal ketika Anda tidur.    •    Gunakan uapUdara yang kering dapat membuat batuk Anda semakin memburuk. Anda mungkin dapat melegakan sedikit pernafasan Anda saat mandi sebelum tidur atau hanya duduk di kamar mandi yang beruap. Peringatan untuk Anda yang menderita asma, uap air dapat memperburuk batuk Anda .    •    Perhatikan kelembaban lingkunganHumidifier dapat membantu melegakan batuk saat udara terasa kering. Tetapi jika ruangan Anda terlalu lembab juga dapat membuat batuk Anda semakin hebat. Debu dan tungau yang merupakan pemicu alergi dapat terperangkap di udara yang lembab. Anda harus menjaga kelembaban udara berkisar antara 40%-50%. Untuk mengukur tingkat kelembaban udara Anda bisa gunakan alat bernama hygrometer yang tidak terlalu mahal.    •    Persiapkan segala sesuatu di samping tempat tidur AndaUntuk berjaga-jaga jika batuk menyerang Anda di malam hari, maka Anda harus menyiapkan segala sesuatu yang bisa menolong meredakan batuk di samping tempat tidur, misalnya saja air putih, obat batuk dan segala sesuatu yang bisa membantu. Semakin cepat Anda bisa mengatasi batuk, semakin lama waktu yang bisa Anda pakai untuk beristirahat.    •    Menjaga tempat tidur tetap bersihJika Anda batuk dan memiliki kecenderungan alergi, fokuslah pada kebersihan tempat tidur Anda. debu dan tungau yang mungkin ada di kasur dapat memicu munculnya alergi, segera singkirkan hal tersebut supaya batuk Anda berhenti dengan cepat    •    Pertimbangkan obat-obatanObat anti batuk dapat membantu Anda menghilangkan batuk dengan dua cara. Obat batuk jenis ekspektoran dapat membantu menghilangkan dahak dan obat batuk jenis penekan refleks batuk. Tanyakan kepada dokter atau farmasi Anda jenis obat apa yang baik untuk Anda.    •    Temui dokter AndaJika Anda mengalami batuk di malam hari lebih dari 7 hari, maka ini waktunya untuk Anda berkonsultasi dengan dokter. Juga jangan lupa mengambil waktu untuk beristirahat. Dokter Anda akan membantu menemukan penyebab dari batuk Anda dan bagaimana penanganan yang paling tepat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Baca juga: Atasi dengan obat batuk ini. Sumber: webmd