Your browser does not support JavaScript!
 02 Jun 2020    18:00 WIB
Membunyikan Sendi, Berbahayakah?
Secara tidak sadar saya sering membunyikan sendi tangan saya, apakah berbahaya? Haruskah saya berhenti melakukannya? Pernahkah pertanyaan itu melintas di pikiran Anda? Seorang ahli bedah tangan di Rothman Institute mengatakan tidak perlu. Sebelum kami menjelaskan alasannya, mari kita sama-sama mengenal anatomi dari tangan kita. Tangan kita terdiri dari banyak sekali sendi, dimana terdapat pertemuan dari dua atau tiga tulang. Ligamen akan menghubungkan tulang-tulang ini satu sama lain dan terdapat kapsul yang berisi cairan sinovial yang akan mengelilingi sendi-sendi tersebut. Saat Anda mendorong jari-jari Anda untuk membunyikannya, sebenarnya Anda sedang melakukan peregangan terhadap kapsul yang mengelilingi sendi tersebut. Penurunan tekanan yang terjadi di dalam kapsul akan menyebabkan gas yang terdapat dalam cairan sinovial (misalnya: carbondioksidam nitrogen dan oksigen) larut dan terlepas untuk mengisi tempat kosong untuk menyamakan tekanan yang terjadi. Kejadian ini sama seperti saat kita melepaskan tutup botol soda, saat tutup botol terbuka, udara yang dilepaskan itu akan menimbulkan bunyi. Demikianlah sendi Anda berbunyi. Membunyikan sendi tangan Anda memang terasa sangat nikmat karena peregangan sendi dan stimulasi syaraf berjalan bersamaan dan berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan kabar yang menggembirakan adalah membunyikan sendi tangan tidak akan menyebabkan arthritis atau radang sendi. Memang ada beberapa laporan yang berkaitan dengan membunyikan sendi tangan, mulai dari cedera sendi sampai gangguan pertumbuhan tulang. Tetapi hal tersebut sangat jarang terjadi dan sepertinya bukan suatu alasan yang kuat untuk Anda menghentikan kebiasaan membunyikan sendi tangan Anda.Sumber: foxnews
 31 Dec 2019    18:00 WIB
Berbagai Vitamin dan Mineral Bagi Penderita Rematik Sendi
3 alasan mengapa anda harus memperhatikan makanan yang anda makan bila anda menderita rematik sendi adalah:•    Beberapa obat rematik sendi dapat menghambat penyerapan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anda, seperti methotrexate yang dapat menghambat penyerapan asam folat dan kortikosteroid yang dapat menghambat penyerapan kalsium•    Karena rematik sendi menyebabkan peradangan kronik pada tubuh anda, maka anda mungkin membutuhkan lebih banyak kalori dan protein daripada orang yang tidak menderita rematik•    Bila rematik membuat anda sulit memasak, maka anda cenderung memilih makanan siap saji yang seringkali hanya tinggi kalori, lemak, dan garamAsam FolatAsam folat merupakan salah satu dari vitamin B kompleks yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan berperan dalam metabolisme tubuh anda. Asam folat juga berperan penting pada kehamilan untuk membantu mencegah terjadinya cacat kongenital (bawaan lahir) pada bayi anda. Beberapa obat rematik sendi seperti methotrexate dan sulfasalazin dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap asam folat. Oleh karena itu, penderita rematik sendi yang menggunakan obat ini disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung asam folat seperti bayam, brokoli, kacang polong, jeruk, dan kacang-kacangan lainnya. Beberapa orang mungkin harus mengkonsumsi suplemen asam folat. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.KalsiumObat golongan kortikosteroid dapat membuat tubuh anda lebih sulit menyerap kalsium. Hal ini dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh (osteoporosis). Selain itu, rematik sendi ini juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis akibat hiperaktivitas sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang.Tetap aktif merupakan salah satu cara menjaga kekuatan tulang anda walaupun hal ini mungkin sulit bagi penderita rematik sendi. Berolahraga dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang anda dan juga membantu mengurangi gejala rematik sendi.Beberapa makanan sumber kalsium adalah susu dan produknya, sardin, salmon, almond, brokoli, dan jus jeruk serta sereal yang telah diperkaya dengan kalsium.Setiap harinya anda membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium bila anda berusia di bawah 50 tahun dan 1.200 mg kalsium bila anda berusia lebih dari 50 tahun. Bila diperlukan, dokter anda mungkin dapat memberikan suplemen kalsium pada anda.Vitamin DVitamin D juga berperan dalam menjaga kekuatan tulang anda dan mencegah terjadinya osteoporosis. Tanpa vitamin D, tubuh anda tidak dapat menggunakan kalsium yang terdapat di dalam makanan anda. Penderita rematik sendi yang juga mengalami kekurangan vitamin D biasanya memiliki gejala yang lebih berat. Makanan sumber vitamin D adalah susu, jus jeruk, dan sereal yang diperkaya dengan vitamin D, kuning telur, salmon, tuna, dan sardin. Selain berbagai makanan ini, tubuh anda juga dapat memproduksi vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Orang dewasa yang berusia di bawah 70 tahun membutuhkan setidaknya 600 IU vitamin D setiap harinya, sementara itu diperlukan 800-1.000 IU vitamin D setiap harinya bagi orang yang berusia 70 tahun atau lebih. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.Asam Lemak Omega 3Asam lemak omega 3 merupakan salah satu lemak "baik" yang hanya dapat diperoleh melalui makanan ataupun suplemen. Tuna dan salmon merupakan makanan yang mengandung asam lemak omega 3 yang cukup tinggi. Konsumsi suplemen minyak ikan dapat membantu penderita rematik sendi karena dapat mengurangi kekakuan sendi di pagi hari. Selain itu, omega 3 juga dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung.Sumber: webmd
 06 Dec 2019    11:00 WIB
Berapa Banyak Vitamin E yang Anda Butuhkan?
Di bawah ini terdapat berbagai dosis vitamin E per oral (melalui mulut) berdasarkan manfaatnya yang diperoleh melalui berbagai penelitian: 1.  Untuk mengatasi defisiensi (kekurangan) vitamin E dibutuhkan sekitar 60-75 IU alfa tokoferol (vitamin E alami) setiap harinya bagi orang dewasa. 2.  Untuk mengatasi gangguan pergerakan dibutuhkan sekitar 1.600 IU alfa tokoferol setiap harinya. 3.  Untuk meningkatkan kesuburan pada pria dibutuhkan sekitar 200-600 IU vitamin E setiap harinya. 4.  Untuk memperlambat penurunan kemampuan daya ingat pada penderita Alzheimer dibutuhkan sekitar 2.000 IU vitamin E setiap harinya. Kombinasi donepezil 5 mg dan 1.000 IU vitamin E dapat memperlambat penurunan daya ingat pada penderita Alzheimer. 5.  Untuk mengurangi gejala steatohepatitis nonalkoholik dibutuhkan sekitar 800 IU vitamin E setiap harinya untuk orang dewasa dan 400-1.200 IU vitamin E setiap harinya untuk anak-anak. 6.  Untuk mengurangi gejala korea Huntington tahap awal dibutuhkan sekitar 3.000 IU alfa tokoferol setiap harinya. 7.  Untuk mengurangi nyeri akibat rematik sendi dibutuhkan sekitar 600 IU vitamin E dua kali sehari, setiap harinya. 8.  Untuk mencegah kerusakan saraf akibat cisplatin (obat kemoterapi) dibutuhkan sekitar 300 mg alfa tokoferol setiap harinya selama terapi berlangsung hingga 3 bulan setelah terapi dihentikan. 9.  Untuk meningkatkan kerja obat golongan nitrat (salah satu obat jantung) dibutuhkan sekitar 200 mg vitamin E 3 kali sehari. 10.  Untuk mengurangi jumlah protein di dalam air kemih pada anak yang mengalami gangguan ginjal (glomerulosklerosis fokal segmental) dibutuhkan sekitar 200 IU vitamin E . 11.  Untuk membantu mengatasi kekurangan G6PD dibutuhkan sekitar 800 IU vitamin E setiap harinya. 12.  Untuk membantu mengatasi sindrom premenstrual dibutuhkan sekitar 400 IU alfa tokoferol setiap harinya. 13.  Untuk mengurangi nyeri perut selama menstruasi dibutuhkan sekitar 200 IU vitamin E dua kali sehari atau 500 IU vitamin E setiap harinya, yang dimulai 2 hari sebelum masa menstruasi dimulai hingga 3 hari setelah masa menstruasi selesai. 14.  Untuk membantu proses penyembuhan mata setelah tindakan pembedahan (keratektomi) dibutuhkan sekitar 230 mg alfa tokoferol dan 25.000 unit vitamin A (retinol) selama 30 hari, 3 kali sehari, kemudian diturunkan menjadi 2 kali sehari selama 2 bulan. 15.  Untuk membantu mengatasi fibrosis akibat radiasi dibutuhkan sekitar 1.000 IU vitamin E yang dikombinasikan dengan 800 mg pentoksifilin. 16.  Untuk beta talasemia dibutuhkan sekitar 750 IU vitamin E setiap harinya. 17.  Untuk mencegah terjadinya luka bakar pada kulit akibat sinar matahari dibutuhkan sekitar 1.000 IU alfa tokoferol yang dikombinasikan dengan 2 gram asam askorbat (vitamin C). 18.  Untuk mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah selama kehamilan (preeklampsia) pada wanita dengan resiko tinggi dibutuhkan sekitar 400 IU vitamin E yang dikombinasikan dengan 1.000 mg vitamin C setiap harinya   Untuk memperoleh manfaat maksimal dari vitamin E, konsumsilah vitamin E alami (alfa tokoferol) bersamaan dengan makanan. Sumber: webmd
 28 Oct 2019    16:00 WIB
Gangguan Kulit Pada Reumatoid Artritis
Reumatoid artritis merupakan suatu penyakit primer pada sendi. Akan tetapi, penyakit dan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti peningkatan sensitivitas pada sinar matahari, ruam (bercak kemerahan) kulit, dan timbulnya suatu benjolan keras pada kulit.   Nodul Reumatoid Sekitar 20% penderita reumatoid artritis juga mengalami nodul reumatoid. Nodul ini merupakan suatu benjolan jaringan yang keras, berukuran seperti kacang, yang biasa timbul pada kulit di bagian atas tulang, seperti pada siku atau pergelangan kaki. Akan tetapi, benjolan ini juga dapat timbul pada organ dalam. Bagi beberapa orang, pemberian suntikan kortikosteroid dapat membantu mengurangi ukuran nodul. Bila nodul reumatoid mengalami infeksi atau terasa nyeri, maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat nodul. Jarang, nodul dapat menunjukkan adanya vaskulitis reumatoid (inflamasi pembuluh darah kecil dan sedang).   Ruam dan Luka Terbuka Pada Kulit Vaskulitis sering terjadi pada penderita reumatoid artritis. Pembuluh darah yang sering terkena adalah pembuluh darah arteri yang membawa darah bagi kulit, saraf, dan berbagai organ dalam. Jika pembuluh darah kecil yang membawa suplai darah ke kulit di sekitar ujung jari dan kuku terkena, maka dapat menyebabkan timbulnya lubang pada ujung jari atau luka kecil atau kulit tampak kemerahan di sekitar kuku. Jika pembuluh darah besar yang terkena, maka dapat menyebabkan timbulnya ruam kulit yang terasa nyeri, seringkali pada kaki. Pada keadaan yang berat, luka terbuka dapat timbul akibat terjadinya infeksi.   Efek Samping Obat Kulit Tampak Kemerahan Beberapa obat-obatan reumatoid artritis yang dapat menyebabkan timbulnya ruam pada kulit adalah: DMARDs (disease modifying anti rheumatoid drugs) seperti methotrexate, leflunomide, hidroksiklorokuin, sulfasalazine, dan minoksiklin. NSAID (obat anti inflamasi non steroid), seperti ibuprofen, naproxen, diklofenak, tolmetin, dan celecoxib. Ruam kulit dapat merupakan salah tanda alergi obat, oleh karena itu segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala tersebut. Tergantung pada jenis dan keparahan ruam yang timbul, dokter mungkin akan menurunkan dosis obat atau bahkan menghentikan penggunaan obat tersebut. Kadang diperlukan pemberian kortikosteroid atau antihistamin untuk mengatasi gejala ini. Mudah Memar Beberapa obat untuk reumatoid artritis dapat meningkatkan resiko terbentunya memar. Hal ini dapat disebabkan oleh penipisan kulit atau terganggunya proses pembekuan darah. Obat-obatan tersebut adalah kortikosteroid dan aspirin. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Sinar Matahari Beberapa obat-obatan reumatoid artritis yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit pada sinar matahari adalah: DMARD, seperti siklosporin dan methotrexate NSAID, seperti diklofenak, diflunisal, ketoprofen, naproxen, dan piroxicam Hindarilah paparan sinar matahari secara langsung saat menggunakan obat-obatan di atas, terutama pada pukul 10.00-14.00, serta hindari teknik penghitaman kulit (tanning). Gunakanlah pakaian berlengan panjang, celana panjang, topi lebar, dan krim pelindung sinar matahari dengan SPF 30 serta anti UVA dan UVB saat beraktivitas di luar ruangan.   Sumber: webmd
 26 Jul 2019    16:00 WIB
Dapatkah Makanan Mengurangi Gejala Rematik Sendi?
Jika anda menderita rematik sendi, anda mungkin pernah mendengar mengenai beberapa jenis makanan atau diet tertentu yang dapat mengurangi rasa nyeri, kekakuan, dan rasa lelah anda. Mengkonsumsi atau menghindari makanan tertentu dapat membantu mengurangi gejala rematik sendi yang anda alami. Jika anda menemukan bahwa beberapa jenis makanan membuat gejala anda memburuk dan jenis makanan lainnya membuat gejala anda membaik, maka mungkin anda perlu mempertimbangkan mengganti jenis makanan yang anda konsumsi. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai hal ini.   Diet Mediterania Diet Mediterania tradisional terdiri dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak olive, polong-polongan, dan ikan. Semua makanan ini mengandung banyak nutrisi penting yang baik bagi kesehatan anda. Walaupun makanan tertentu berpengaruh baik bagi kesehatan anda, tetapi makanan ini tidak dapat menyembuhkan rematik yang anda alami. Anda tetap harus mengkonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter anda bersamaan dengan diet sehat.   Diet Bebas Gluten Gluten merupakan suatu protein yang terdapat di dalam gandum, gandum hitam, dan barley. Selain itu, gluten juga dapat ditemukan pada berbagai makanan siap saji dan makanan di restoran. Saat penderita penyakit seliak mengkonsumsi gluten, maka tubuh akan bereaksi dengan menyerang usus halus dan menghambat penyerapan nutrisi dari makanan. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka dapat menyebabkan terjadinya anemia, osteoporosis, pertumbuhan terhambat, dan kanker usus halus. Hubungan antara rematik sendi dengan penyakit seliak adalah bahwa bila anda menderita suatu penyakit yang disebabkan oleh reaksi autoimun seperti rematik sendi, maka resiko anda menderita penyakit autoimun lainnya seperti penyakit seliak atau diabetes pun akan meningkat. Selain itu, sebuah penelitian menemukan bahwa penderita rematik sendi mengalami perbaikan gejala setelah mereka menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten. Akan tetapi, efek ini tidak ditemui pada semua penderita rematik sendi. Tidak seperti gandum dan produknya, makanan bebas gluten hanya mengandung sedikit serat dan jarang diperkaya oleh nutrisi lainnya, sehingga seringkali dapat menyebabkan terjadinya kekurangan berbagai vitamin dan mineral. Makanan bebas gluten juga biasanya mengandung lemak dan kalori yang lebih tinggi. Konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum anda melakukan diet apapaun.   Vitamin dan Mineral Penting Bagi Penderita Rematik Sendi Asam folat merupakan salah satu vitamin B yang berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah di dalam tubuh anda. Jika anda mengkonsumsi methotrexate sebagai salah satu terapi rematik, maka asam folat dapat membantu mencegah terjadinya efek samping obat ini. Mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D juga penting bagi kesehatan tulang anda, terutama bila anda mengkonsumsi obat kortikosteroid karena dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang yang berujung pada osteoporosis.   Asam Lemak Omega 3 Asam lemak omega 3 banyak ditemukan pada ikan, seperti salmon, tuna, trout; walnut, tahu dan produk kedelai lainnya, dan minyak kanola. Asam lemak ini dapat membantu mengatasi peradangan. Suplemen minyak ikan juga mengandung asam lemak omega 3. Beberapa penderita rematik sendi mengatakan bahwa rasa nyeri dan pembengkakan sendi berkurang setelah mengkonsumsi minyak ikan. Untuk mencapai efek ini diperlukan waktu selama beberapa minggu atau bulan. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun dan tanyakan mengenai dosis yang anda perlukan. Sumber: webmd
 25 Nov 2018    11:00 WIB
Perawatan Alami Untuk Radang Sendi
Nyeri sendi, nyeri pada kaki dan nyeri panggul dapat berakhir menjadi radang sendi. Radang sendi sebenarnya merupakan inflamasi dari sendi. Arthritis juga dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan sekitar sendi. Kebanyakan dokter akan mencoba mengobati nyeri sendi dengan meresepkan berbagai resep. Tetapi sebelum pergi ke dokter Anda bisa mencoba melakukan pengobatan alami yang dilakukan di rumah untuk mengobati radang sendi. Cuka ApelCuka apel kaya akan mineral, magnesium, kalsium dan potasium, sehingga dapat menyembuhkan nyeri sendi dan membuang toksin yang menumpuk di sendi. Tambahkan satu sendok teh cuka apel kedalam segelas air hangat, juga tambahkan madu dan minumlah campuran ini setiap pagi. Jahe Jahe kaya akan zat anti inflamasi. Giling enam sendok teh jahe, biji jinten dan tiga sendok teh lada. Aplikasikan campuran ini tiga kali sehari ke daerah yang mengalami nyeri sendi. Atau Anda bisa tambahkan sedikit parutan jahe ke makanan Anda. Pijat Menggunakan Minyak MustardMinyak mustard mempunyai bahan antiinflamasi yang dapat melegakan nyeri yang disebabkan nyeri sendi dan juga melancarkan aliran darah di sekitar daerah yang mengalami nyeri. Campurkan minyak mustard hangat dengan air perasan bawang dan pijatlah darah yang nyeri menggunakan campuran tersebut. Kemudian bungkus sendi tersebut dengan plastik kemudian tutup kembali dengan air hangat. Ulangi ritual ini setiap hari jika nyeri masih dirasakan. KunyitKunyit mengandung curcumin yang merupakan bahan antiinflamasi yang membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Penelitian juga sudah membuktikan jika kunyit dapat meredakan nyeri yang diakibatkan radang sendi. Campurkan dua sendok teh kunyit dengan segelas susu hangat dan minum setiap malam. Anda juga dapat mengganti kunyit dengan suplemen curcumin (500-1.000 mg). Kayu ManisKayu manis berisi berbagai antioksidan dan antiinflamatory. Dalam segelas air hangat tambahkan beberapa sendok teh kayu manis dan beberapa sendok teh madu. Minum campuran ini untuk meredakan nyeri karena radang sendi. Minyak IkanMinyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang merupakan sumber antioksidan dan antiinflamatory. Anda dapat mengkonsumsi suplemen minyak ikan dalam bentuk kapsul atau meminum beberapa sendok teh minyak ikan setiap harinya.Sumber: healthmeup
 17 Dec 2017    10:00 WIB
Manfaat Olahraga Bagi Penderita Rematik Sendi
Olahraga tetap merupakan salah satu hal yang baik bagi kesehatan tubuh anda, bahkan saat anda mengalami rematik sendi.   Manfaat Olahraga Beberpa manfaat olahraga bagi tubuh anda adalah: Olahraga membuat tubuh anda lebih lentur dan mengurangi kekakuan pada sendi Membuat otot anda lebih kuat sehingga mampu melindungi persendian anda Meningkatkan kepadatan tulang sehingga tulang tidak menjadi rapuh dan mudah patah Meningkatkan kesehatan jantung anda Memperbaiki mood anda Meningkatkan stamina Membuat tidur lebih nyenyak Membuat anda lebih percaya diri   Olahraga dan Rematik Sendi Bila anda menderita rematik sendi, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mulai melakukan olahraga apapun. Terdapat beberapa jenis olahraga yang bermanfaat bagi penderita rematik sendi, mulai dari olahraga untuk meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan stamina, aerobik, dan lainnya. Meningkatkan Fleksibilitas Olahraga yang membuat anda lebih lentur atau fleksibel dapat membantu kerja persendian anda. Olahraga ini juga dapat membuat anda merasa lebih rileks. Lakukanlah olahraga ini setiap harinya dan jangan memaksakan diri anda untuk berolahraga secara berlebihan. Meningkatkan Kekuatan Otot Olahraga angkat beban atau melakukan push up membuat otot anda harus bekerja lebih keras sehingga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot anda. Otot yang kuat lebih dapat melindungi persendian anda. Meningkatkan Stamina Untuk meningkatkan stamina, anda harus meningkatkan lama dan bentuk olahraga anda. Berolahraga secara teratur dan meningkatkannya setiap hari dapat membantu meningkatkan stamina anda. Aerobik Olahraga apapun yang membuat denyut jantung anda meningkat, seperti berjalan, dansa, bersepeda, berenang, dan berlari dapat disebut sebagai olahraga aerobik. Olahraga jenis ini baik bagi kesehatan jantung, paru-paru, tulang, dan menjaga berat badan anda. Selain itu, olahraga ini juga dapat menjadi salah satu pelepas stress dan memperbaiki mood anda. Berolahragalah secara teratur setiap harinya, setidaknya selama 30 menit. Olahraga Lainnya Olahraga lainnya yang juga dapat bermanfaat bagi anda adalah tai chi dan yoga yang melatih keseimbangan, postur tubuh, koordinasi, dan memberikan efek relaksasi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: webmd
 07 Oct 2017    18:00 WIB
Penyakit Jantung dan Rematik Sendi
  Menurut American College of Rheumatology, rematik sendi atau artritis reumatoid dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung hingga 2 kali lipat dalam waktu 10 tahun setelah terdiagnosa. Akan tetapi, gaya hidup sehat dan beberapa obat-obatan dapat membantu melindungi jantung anda. Adanya inflamasi atau peradangan merupakan hal utama pada artritis reumatoid dan juga berhubungan dengan penyakit jantung dan resiko terjadinya serangan jantung. Beberapa peneliti menduga bahwa inflamasi pada artritis reumatoid dapat meningkatkan proses peradangan di dalam tubuh, termasuk pada arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung. Beberapa jenis pengobatan artritis reumatoid juga meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, yaitu: Obat golongan NSAID (non steroidal anti inflammatory drugs) Obat golongan steroid   Bagaimana Cara Menurunkan Resiko Serangan Jantung? Terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menurunkan resiko terjadinya serangan jantung, yaitu: Jangan merokok Konsumsilah buah-buahan, sayuran, sumber protein rendah lemak (unggas, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak), dan gandum Hindari makanan kaya natrium, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol Perbanyaklah aktivitas fisik dan olahraga Lakukanlah pemeriksaan kesehatan secara teratur Periksalah tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol anda secara teratur Jaga berat badan anda karena obesitas meningkatkan resiko penyakit jantung   Sumber: webmd
 10 May 2017    12:00 WIB
Apakah penyebab Lupus ?
Penyebab Lupus Penyebab lupus tidak diketahui pasti, tetapi dicurigai bahwa ada sesuatu yang memicu system imunitas sehingga menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Inilah alasannya mengapa pengobatan utama dari Lupus adalah menekan system imunitas tubuh. Untuk menemukan penyebab utama dari Lupus diperlukan penelitian lebih lanjut. Hormon pada wanita dicurigai memiliki peranan penting karena lebih banyak wanita yang terserang Lupus dibanding pria. Terutama wanita pada usia produktif  ketika tingkat hormone pada tingkat tertinggi. Lupus juga memiliki kecenderungan untuk diturunkan. Sebesar 10% penderita lupus memiliki keluarga yang juga menderita Lupus. Lupus yang dicetuskan oleh obat dapat saja terjadi, pada pemakai obat seperti hydralazine atau procainamide. Gejala-gejala dapat muncul jika pemakaian obat dihentikan Bagaimana Lupus didiagnosa ? Lupus didiagnosa ketika seseorang memiliki beberapa tanda (mencakup gejala, pemeriksaan fisik, dan kelainan pada tes darah). The American Collage of Rheumatollogy mengeluarkan kriteria untuk membantu dokter menegakkan diagnose yang tepat untuk Lupus. Seseorang harus memiliki 11 kriteria untuk didagnosa sebagai lupus. Kriteria tersebut adalah : Ruam pipi, ruam kupu-kupu yang muncul di pipi Discoid rash, ruam merah, bersisik yang menimbulkan jaringan parut Photosensitivity, sensitive terhadap sinar matahari Luka terbuka di mulut Arthritis Kelainan ginjal seperti terdapat protein di urine atau sel darah merah di urine Kelaian saraf seperti psikosis, kejang Inflamasi di paru-paru (pleuritis) dan jantung (pericarditis) Kelainan darah, anemia, leukopenia, trombositopenia Gangguan imunitas Hasil lab darah tidak normal, Antinuclear antibody (ANA) positif Antinuclear antibody (ANA) adalah test skrining yang sensitive untuk mendeteksi adanya kelainan autoimun, termasuk lupus. Hasil positif pada pemeriksaan ANA bukan berarti anda menderita lupus. ANA positif pada kebanyakan penderita Lupus, tetapi juga dapat positif pada orang normal atau orang yang memiliki penyakit autoimun lainnya. Oleh karena itu hasil positif pada pemeriksaan ANA bukan bukti yang kuat untuk mendiagnosa Lupus. Harus diikiti minimal 3 gejala klinis dari 11 yang sudah dijabarkan diatas.   Sumber : webmd
 24 Dec 2016    11:00 WIB
Penyakit Radang Sendi Dapat Merusak Ginjal
Hasil studi mengatakan orang dengan radang sendi akan mengalami peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan memerlukan monitor ketat. Penelitian yang melibatkan 813 orang yang menderita penyakit radang sendi dan jumlah yang sama tanpa kondisi penyakit radang sendi. Selama 20 tahun, pasien dengan radang sendi mengalami peningkatan resiko sebesar 25% terkena penyakit ginjal kronis, dan bandingkan dengan peningkatan resiko sebesar 20% yang terjadi pada populasi umum. "Mungkin perbedaannya tidak terlihat mencolok, tetapi pada faktanya ada perbedaan yang sangat besar terhadap penanganan penyakit radang sendi" kata Dr. Eric Matteson, kapala dari rheumatology at the Mayo Clinic di Rochester, Minn. Faktor-faktor yang memberi kontribusi terhadap peningkatan penyakit ginjal pada pasien radang sendi termasuk inflamasi berat di tahun pertama terjadinya radang sendi, penggunaan kortikosteroid, tekanan darah tinggi, obesitas dan peningkatan kadar kolesterol. Studi ini kemudian diterbitkan dalam the American Journal of Kidney Diseases.Para peneliti merekomendasikan para dokter untuk memeriksa pasien dengan radang sendi secara periodik untuk mengetahui adanya tanda-tanda masalah ginjal. Pasien harus menjaga tekanan darahnya terkontrol dengan baik, menjalani diet rendah garam dan mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi obat yang dapat merugikan ginjal, termasuk obat anti inflamasi nonsteroid. Mendeteksi munculnya gangguan ginjal pada penderita radang sendi sangatlah mudah dan memakai metode yang sama dengan cara pemeriksaan pada populasi umum. Dan yang harus diingat pasien dengan radang sendi juga memiliki peningkatan resiko yang sangat besar untuk terkena penyakit jantung.Sumber: webmd