Your browser does not support JavaScript!
 23 Dec 2019    11:00 WIB
3 Cara Asik Mempersiapkan Sarapan Sehat
Seperti yang kita ketahui sarapan merupakan hal yang penting untuk memulai hari dengan baik. Namun menyiapkan sarapan yang sama setiap hari mungkin akan terasa membosankan. Untuk Anda yang mungkin bosan dengan sarapan yang biasa, Anda bisa mencoba tiga cara sederhana dan asik untuk menyiapkan sarapan: Menggiling Anda dapat menggunakan penggiling kopi Anda untuk menggiling biji-bijian dan kacang-kacangan. Kedua bahan tersebut akan memberikan protein, lemak baik dan antioksidan untuk tubuh Anda.  Anda bisa mencoba menggunakan kacang almond, almond mengandung riboflavin, vitamin B yang membantu metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.  Beri rempah-rempah Untuk meningkatkan rasa sarapan Anda, Anda dapat menambahkan beberapa rempah-rempah ataupun tanaman herbal lainnya. Taburkan kayu manis, ketumbar kedalam oatmeal atau yogurt Anda. Anda akan kagum karena adanya perbedaan rasa.  Selain itu Anda dapat membuat telur dadar yang dicampur dengan bubuk kari, atau beberapa rempah segar lainnya seperti ketumbar atau daun mint. Selain membuat rasanya menjadi lebih enak rempah-rempah tersebut memiliki kandungan gizi. Rempah-rempah biasanya mengandung antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas dan juga membantu menjaga sistem pencernaan. Namun sekali lagi tidak boleh terlalu berlebihan.  Memblender Anda dapat menggunakan blender Anda untuk membuat sup buah atau smoothie. Buatlah sarapan sehat Anda sendiri dengan sekreatif mungkin. Misalnya kacang yang dicampur dengan mentega. Atau buah strawberri yang dicampur dengan kacang almond. Anda dapat mengontrol seberapa banyak bahan yang Anda gunakan, sehingga Anda dapat menghindari makanan yang mengandung lemak trans tinggi.    Sumber: stackactive 
 03 May 2019    18:00 WIB
Berbagai Tanaman Herbal dan Rempah-rempah Pencegah Kanker
Jahe Jahe telah banyak digunakan sejak zaman dahulu untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari flu dan batuk hingga sembelit. Jahe dapat digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari jahe segar, bubuk jahe, atau permen jahe.  Selain itu, mengkonsumsi jahe atau permen jahe bersamaan dengan obat anti mual juga dapat membantu mengurangi rasa mual selama pengobatan kanker (kemoterapi).   Rosemary Rosemary merupakan salah satu jenis tanaman herbal berbentuk seperti jarum yang mengandung banyak antioksidan. Rosemary seringkali digunakan dalam berbagai jenis masakan, terutama masakan Mediterania dan Italia.  Rosemary dapat membantu proses detoksifikasi tubuh, mengatasi gangguan indra pengecap, mengatasi gangguan saluran pencernaan, perut kembung, hilangnya nafsu makan, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya. mengkonsumsi 3 gelas teh rosemary dapat membantu mengatasi berbagai gangguan di atas.   Kunyit Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang banyak digunakan dalam berbagai jenis masakan. Kunyit mengandung suatu bahan aktif yang disebut dengan curcumin yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti inflamasi (anti radang), yang membuatnya dapat mencegah perkembangan sel kanker. Saat ini, berbagai jenis suplemen yang mengandung ekstrak kunyit sedang banyak diteliti untuk mengetahui apakah suplemen tersebut dapat membantu mencegah dan mengobati beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker prostat, kanker payudara, dan kanker kulit.    Cabai Cabai mengandung capsaicin, suatu zat yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Saat dioleskan secara langsung pada kulit, capsaicin dapat menstimulasi pelepasan suatu zat kimia yang disebut dengan substansi P. Akan tetapi, bila digunakan dalam jangka waktu lama, kadar substansi P yang diproduksi pada daerah tersebut justru akan bekurang dan mengurangi rasa nyeri pada daerah tersebut. Hal ini bukan berarti Anda dapat mengoleskan cabai secara langsung pada kulit Anda untuk meredakan nyeri. Bila tidak digunakan secara hati-hati, cabai justru dapat membuat kulit Anda terbakar. Akan lebih baik bila Anda menggunakan salep anti nyeri yang mengandung zat capsaicin daripada mengoleskan cabai secara langsung pada kulit Anda. Selain memapu membantu mengurangi rasa nyeri, cabai ternyata juga dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi cabai rawit atau cabai merah dalam jumlah sedikit justru dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan.   Bawang Putih Bawang putih mengandung banyak sulfur, arginin, oligosakarida, flavonoid, dan selenium yang sangat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi bawang putih dapat menurunkan resiko terjadinya kanker lambung, kanker usus besar, kanker kerongkongan, kanker pankreas, dan kanker payudara.  Tampaknya bawang putih mampu mencegah terjadinya kanker melalui berbagai cara, yaitu dengan cara mencegah terjadinya infeksi dan pembentukan zat penyebab kanker, meningkatkan perbaikan DNA, dan menstimulasi kematian sel. Selain itu, bawang putih juga dapat membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan tekanan darah.   Pepermin Pepermin telah banyak digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan seperti membantu mengurangi perut kembung, diare, dan kram perut. Selain itu, pepermin juga dapat membantu mengurangi gejala irritable bowel syndrome dan keracunan makanan. Pepermin juga dapat membantu merilekskan otot lambung dan melancarkan aliran empedu, sehingga membuat makanan lebih cepat dicerna. Jika terapi kanker Anda membuat perut Anda terasa tidak nyaman, maka cobalah mengkonsumsi teh pepermin.  Pepermin juga dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan. Oleh karena itu, pepermin banyak digunakan untuk mengatasi sariawan akibat kemoterapi dan radiasi.   Camomile Camomile telah diketahui memiliki berbagai manfaat positif bagi keseahtan Anda dan telah banyak digunakan sejak zaman dahulu untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.  Camomile juga dapat membantu mengatasi berbagai gangguan tidur, terutama bila dikonsumsi beberapa saat sebelum tidur. Selain itu, teh camomile juga dapat digunakan dalam bentuk obat kumur untuk mencegah dan mengobati sariawan akibat kemoterapi dan radiasi.  Teh camomile juga dapat membantu mengatasi berbagai gangguan pencernaan, termasuk kram perut. Camomile tampaknya mampu merilekskan otot, terutama otot halus usus.     Sumber: dummies
 01 Jul 2016    12:00 WIB
Ingin Hidup Lebih Sehat? Gunakan Rempah-rempah Sebagai Pengganti Garam!
Mengkonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa menambahkan beberapa jenis rempah-rempah dapat menurunkan jumlah garam yang harus digunakan dalam suatu makanan. Para ahli menganjurkan agar anda membatasi konsumsi natrium (garam) anda setiap harinya, yaitu tidak lebih dari 2.300 mg setiap harinya untuk seseorang yang berusia lebih dari 2 tahun. Akan tetapi, tidak lebih dari 1.500 mg natrium setiap harinya bila anda berusia lebih 51 tahun, menderita tekanan darah tinggi, diabetes, aau penyakit kronik lainnya. Pada penelitian, para peneliti mengamati 55 sukarelawan, yang mengkonsumsi berbagai makanan dan minuman rendah natrium (garam) selama 4 minggu. Lebih dari 60% peserta menderita tekanan darah tinggi, 18% peserta menderita diabetes, dan semua peserta memiliki berat badan berlebih.Setelah 4 minggu, semua peserta penelitian berhasil mengurangi konsumsi natriumnya dari 3.450 mg setiap harinya menjadi 1.656 mg setiap harinya. Pada awal penelitian, peneliti memberikan makanan rendah natrium tersebut, akan tetapi karena hal ini tidak dapat dilakukan dalam waktu lama, maka peneliti mengajari sekitar setengah dari peserta penelitian mengenai bagaimana menggunakan rempah-rempah sebagai pengganti garam untuk memasak makanan. Pada penelitian tahap kedua, setengah peserta penelitian diberikan suatu brosur sederhana mengenai bagaimana cara mereka mengkonsumsi makanan rendah natrium di rumah, sedangkan setengah lainnya diminta untuk mengikuti program pelatihan selama 20 minggu, yang bertujuan untuk menurunkan konsumsi natrium harian mereka hingga 1.500 mg setiap harinya dengan menggunakan rempah-rempah sebagai gantinya. Para peserta yang mengikuti program pelatihan juga diberikan konseling mengenai bagaimana makan di restoran dan kembali menjaga konsumsi natrium setelah mengalami kegagalan sebelumnya.Secara keseluruhan, semua peserta penelitian kembali mengkonsumsi lebih banyak natrium pada tahap kedua penelitian dibandingkan pada penelitian tahap pertama. Akan tetapi, kelompok yang mengikuti program pelatihan mengalami lebih sedikit peningkatan konsumsi natrium dibandingkan dengan kelompok lainnya yang hanya diberi brosur.Sumber: foxnews