Your browser does not support JavaScript!
 06 Aug 2016    12:00 WIB
Konsumsi Ganja Dapat Sebabkan Komplikasi Jantung dan Kematian
Orang muda dan dewasa yang mengkonsumsi ganja dapat meningkatkan terjadinya resiko komplikasi jantung dan pembuluh darah menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association. Menggunakan data tahun 2006-2010 dari the French Addictovigilance Network para peneliti mengidentifikasi 35 kasus jantung dan pembuluh darah yang terjadi karena penggunaan ganja. Para peneliti mengatakan bahwa kebanyakan pasien adalah laki-laki dengan rata-rata usia 34,3 tahun. Kasus ini mempresentasikan bahwa sebanyak 2% dari komplikasi penggunaan ganja termasuk 20 serangan jantung dan sembilan pasien meninggal. Menurut para peneliti, penggunaan ganja dan komplikasi kesehatan yang ditimbulkan kebanyakan tidak dilaporkan. Perancis memiliki 1,2 juta pengguna ganja teratur dan kebanyakan komplikasi tidak dilaporkan oleh the French Addictovigilance System. Publik umum berpikir jika ganja itu tidak berbahaya, tetapi informasi mengenai bahaya potensial yang ditimbulkan oleh ganja harus diungkapkan kepada publik. Para peneliti mencatat orang-orang yang sudah memiliki gejala kelemahan jantung merupakan kelompok yang paling mungkin terkena efek berbahaya dari ganja. Saat ini para peneliti masih mengumpulkan data-data mengenai efek ganja yang berhubungan dengan kerusakan jantung dan pembuluh darah terhadap orang muda. Penelitian ini mengingatkan para dokter, terutama para ahli jantung untuk berhati-hati dan mempertimbangkan kemungkinan penggunaan ganja sebagai penyebab gangguan jantung dan pembuluh darah.Sumber: foxnews
 01 Aug 2015    19:00 WIB
Berbagai Penyebab Terjadinya Depresi Pada Anak Remaja
Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada remaja karena masa remaja merupakan masa yang penuh dengan pergolakan dan sulit. Banyak remaja tidak tahu apa yang dapat mereka lakukan untuk membuat perasaan mereka lebih baik. Depresi merupakan suatu keadaan yang dapat diobati, oleh karena itu sangat penting agar para orang tua memperhatikan perubahan perilaku dan emosional pada anak-anaknya. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada para remaja.    •    Masalah Dalam PendidikanStress akibat masalah pendidikan merupakan salah satu penyebab tersering dari terjadinya depresi pada remaja. Hal ini diakibatkan semakin mahalnya biaya pendidikan sehingga mereka harus belajar dengan baik agar dapat memperoleh nilai yang tinggi dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Berbagai tekanan dalam pendidikan seorang anak dapat membuatnya merasa depresi.    •    Masalah Dalam PercintaanMasalah lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya depresi pada remaja adalah masalah dalam kehidupan percintaannya, yang dapat memberikan pengaruh besar pada keadaan emosional dan kehidupannya. Ajaklah anak Anda untuk berbicara dan cari tahulah apa yang membuatnya terganggu.    •    Perceraian Orang TuaPerceraian atau perpisahan orang tua dapat sangat mempengaruhi keadaan mental dan emosional seorang anak remaja. Perpisahan atau perceraian ini dapat membuat mereka merasa sangat sedih dan bahkan menimbulkan trauma. Bantulah anak Anda dalam menghadapi perpisahan ini dan bila perlu lakukan konseling bersama dengan anak Anda.    •    Kurangnya Perhatian Orang TuaBahkan jika anak Anda telah tumbuh dewasa, hal ini bukan berarti mereka tidak lagi membutuhkan perhatian atau dukungan atau bimbingan Anda. Kurangnya perhatian orang tua, baik secara fisik maupun emosional dapat membuat seorang anak remaja Anda merasa depresi. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda selalu ada bagi anak Anda dan tunjukkan bahwa Anda akan tetap mencintainya apapun yang terjadi. Dukunglah mereka dan bantulah mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan di dalam kehidupannya.    •    Kurang Percaya DiriRendahnya rasa percaya diri dapat menyebabkan terjadinya depresi, pada usia berapa pun, apalagi pada masa remaja. Masa remaja bukanlah masa yang mudah bagi seorang remaja. Terdapat begitu banyak rintangan yang harus dihadapi setiap harinya dan selalu ada hal baru yang harus dipelajari setiap harinya. Hadapilah berbagai kesulitan dengan perilaku yang sehat sehingga tidak mempengaruhi kebahagiaannya di masa depan.     •    Adanya Anggota Keluarga Lain yang Juga Menderita Depresi (Keturunan)Beberapa orang memang lebih rentan terhadap depresi karena adanya pengaruh faktor genetika. Jadi bila ada anggota keluarga Anda lainnya yang menderita depresi, maka anak Anda pun mungkin mengalami hal tersebut. Akan tetapi, hal ini bukan berarti anak Anda pasti mengalami depresi suatu saat dalam kehidupannya. Sekarang ini, terdapat berbagai hal yang telah dapat membantu anak Anda melawan berbagai gejala depresi dan membuat anak Anda dapat hidup lebih bahagia.    •    Lingkungan dan PergaulanKebutuhan untuk diterima oleh teman-teman seumurannya merupakan suatu hal yang sangat penting bagi sebagian besar remaja saat ini. Kadangkala, banyak anak remaja yang tidak ingin mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang terpaksa harus mengkonsumsinya juga karena tidak ingin dianggap kampungan oleh teman-teman seumurannya tersebut. Oleh karena itu, pastikan anak Anda memperoleh edukasi yang baik dan benar seputar alkohol, obat-obatan terlarang, dan seks. Sumber: allwomenstalkTags: remaja, depresi
 20 Mar 2015    16:00 WIB
Pada Usia Berapa Sebaiknya Anda Memperbolehkan Putri Anda Memiliki Pacar?
Apakah anak Anda sudah mulai memasuki masa remaja dan mulai merasakan adanya percikan-percikan cinta dengan lawan jenisnya? Bila ya, maka Anda juga harus mulai bersiap-siap untuk menghadapi hal ini. Para remaja perempuan telah dikenal mudah jatuh cinta, tetapi kapan sebenarnya merupakan saat yang tepat bagi putri Anda untuk mulai memiliki pacar? Karena zaman sekarang ini tidak seperti zaman Anda dahulu, maka sangatlah penting bagi Anda untuk tidak menyamakan kondisi putri Anda saat ini dengan kondisi Anda saat masih muda dulu, termasuk pada usia berapa Anda baru memiliki pacar pertama Anda. Masa remaja identik dengan terjadinya berbagai perubahan kadar hormonal, tekanan dari teman-teman sebaya, dan media sosial. Pada usia ini, para remaja perempuan biasanya masih kurang dapat mengawasi dirinya sendiri dan belum mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Sebelum memutuskan kapan saat yang tepat bagi putri Anda untuk mulai mencari belahan jiwanya, sangatlah penting bagi Anda untuk mengerti berbagai jenis kencan yang biasa dilakukan oleh para remaja putri sekarang ini. Terdapat 3 jenis kencan yang sekarang ini sering dilakukan oleh para remaja putri, yaitu kencan beramai-ramai, kencan online, dan kencan eksklusif. Pada kencan kelompok (kencan beramai-ramai), para remaja biasanya berpergian bersama dengan pasangan lainnya ke berbagai tempat umum seperti mal atau bioskop. Kencan jenis ini merupakan jenis kencan yang baik dilakukan, terutama bila kencan masih merupakan hal baru bagi putri Anda. Pada kencan online, para remaja yang memilih untuk melakukan kencan online mungkin merasa dirinya lebih aman, tetapi mungkin juga karena mereka merasa putus asa, depresi, dan merasakan adanya penolakan dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, jangan biarkan anak Anda melakukan kencan tipe ini karena kencan jenis ini masih akan menimbulkan sakit hati yang sama dan meningkatkan resiko anak Anda berhubungan dengan seorang predator. Pada kencan eksklusif, para remaja hanya berkencan berduaan dengan pasangannya. Jadi, kapan waktu yang tepat bagi seorang remaja putri untuk mulai memiliki pacar? Sebenarnya tidak ada waktu pasti mengenai kapan tepatnya seorang remaja putri boleh mulai mencari pangeran berkuda putihnya. Akan tetapi, saat seorang remaja putri berusia 14 atau 15 tahun, mereka biasanya telah siap untuk melakukan kencan kelompok, tetapi mungkin belum siap untuk kencan eksklusif. Anda mungkin harus meminta putri Anda untuk menunggu hingga mereka berusia 16 atau 17 tahun sebelum mereka dapat mulai melakukan kencan eksklusif. Hal ini juga tergantung pada kematangan putri Anda dan penilaian Anda terhadap pasangan putri Anda tersebut. Usia remaja sebenarnya merupakan saat bagi putri Anda untuk “mencoba” dan belajar apa saja yang diperlukan dalam suatu hubungan asmara. Masa remaja merupakan masa di mana putri Anda akan belajar bagaimana caranya memulai, menjalani, dan mengakhiri suatu hubungan asmara. Hal ini merupakan bekal bagi mereka saat mereka sudah mulai memasuki usia dewasa dan memiliki hubungan asmara yang lebih serius.   Sumber: sheknows
 13 Feb 2015    14:00 WIB
Memiliki Pacar Saat Remaja Sebabkan Turunnya Prestasi Sekolah, Benarkah?
Menurut sebuah penelitian, pelajar sekolah menengah yang memiliki pacar ternyata memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengkonsumsi minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang serta seringkali memiliki prestasi sekolah yang lebih buruk. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, para peneliti menemukan bahwa para remaja ini memiliki resiko 4 kali lipat lebih tinggi untuk berhenti sekolah setelah memiliki pasangan. Para penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 624 orang pelajar, mulai dari pelajar sekolah dasar (kelas 6 SD) hingga pelajar sekolah menengah atas (SMA 3) di 6 sekolah berbeda di Georgia. Setiap tahunnya, para peneliti meminta para pelajar untuk mengisi sebuah kuesioner mengenai bagaimana kehidupan pribadi mereka, sementara itu para peneliti akan meminta para guru untuk mengevaluasi bagaimana prestasi akademik dari para pelajar tersebut. Para guru akan menilai prestasi akademik anak melalui banyak faktor seperti bagaimana mereka mengerjakan tugas sekolah, bagaimana mereka mengerjakan tugas kelompok, apakah mereka menyelesaikan semua pekerjaan rumah yang diberikan, dan apakah mereka menyelesaikan tugas membaca yang diberikan. Sekitar 38% dari para pelajar yang telah memiliki pacar di SMA mengatakan bahwa mereka hampir selalu memiliki pacar saat penelitian berlangsung (7 tahun) dan sekitar 22% remaja peserta penelitian mulai berkencan dengan seseorang saat mereka masih di kelas 6 SD. Di sepanjang waktu penelitian, para guru mencatat bahwa anak yang memiliki prestasi akademik terbaik merupakan anak yang paling jarang berkencan dan anak yang paling sering berkencan jugalah yang memiliki prestasi akademik yang paling buruk. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang tidak mempunyai pacar memiliki prestasi akademik yang lebih baik secara keseluruhan dibandingkan dengan pelajar yang telah memiliki pacar, di mana mereka memiliki resiko 2 kali lebih tinggi untuk mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang saat mereka masih duduk di bangku SMA. Mengapa demikian? Hal ini mungkin dikarenakan berkencan di usia dini merupakan salah satu bagian dari perilaku beresiko tinggi. Selain itu, berbagai kesulitan emosional yang dialami saat memasuki masa remaja seperti depresi, penindasan, dan kecemasan juga membuat para pelajar beresiko lebih tinggi untuk memulai kebiasaan buruk seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang. Kadar hormon yang berfluktuasi dan adanya keinginan untuk mencari jati diri serta patah hati dapat membuat para remaja menggunakan cara yang salah untuk membantunya mengatasi rasa sakit hati dan stress yang dialaminya. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Kanada menemukan bahwa para remaja yang depresi memiliki resiko 13 kali lipat lebih tinggi untuk mulai merokok. Para peneliti menduga bahwa efek menenangkan dari rokok dapat membantu para remaja ini melewati berbagai kesulitan yang dialaminya.   Sumber: healthline
 25 Nov 2014    12:00 WIB
Fakta Aktivitas Seksual Remaja
Untuk seorang remaja sebaiknya menghindari seks bebas. Katakan TIDAK terhadap seks. Karena seks bebas memberikan dampak yang negatif untuk semua pihak terutama untuk remaja itu sendiri. Berikut adalah fakta aktivitas seksual remaja: Dilaporkan ada sekitar empat dari sepuluh perempuan yang melakukan hubungan pertama mereka pada usia 13 atau 14 tahun baik karena adanya pemaksaan atau tanpa paksaan Sekitar 13% persen dari remaja berusia 15 tahun sudah pernah melakukan hubungan seksual 7 dari 10 remaja yang berusia 19 tahun sudah melakukan hubungan seksual setidaknya sekali Remaja yang tidak menggunakan kondom mempunyai kemungkinan untuk hamil sekitar 90% Hampir sepertiga remaja yang hamil melakukan aborsi Di Amerika terdapat 214.750 aborsi pada remaja berusia 15-19 tahun Angka tertinggi kehamilan remaja di negara maju terjadi di negara Amerika Bayi yang lahir dari ibu yang masih remaja mempunyai risiko berat badan lahir rendah dan lebih cenderung kurang baik dalam pendidikan. Selain itu berisiko untuk menerima kekerasan dan ditelantarkan Kemungkinan anak yang lahir dari seorang ibu remaja berakhir di penjara 13% atau anak perempuan dari ibu yang masih remaja dapat hamil kembali di luar pernikahan sekitar 22% 18,9 juta kasus Penyakit Menular Seksual (sifilis, gonore, klamidia, trikomoniasis, infeksi HPV (Human papillomavirus) baru setiap tahunnya hampir 48% atau 9,1 juta terjadi di pada remaja berusia 15-24 tahun Sumber: medindia
 13 Oct 2014    12:00 WIB
Berbagai Faktor Resiko Penyebab Timbulnya Keinginan Bunuh Diri Pada Remaja
Pada zaman sekarang ini, banyak remaja dan orang dewasa muda yang mengalami stress berat dan berbagai masalah, termasuk masalah keluarga. Bila hal ini dikombinasikan dengan ketidakseimbangan hormonal, maka para remaja mungkin merasa berbagai masalah yang dihadapinya tersebut sangatlah sulit, beberapa bahkan berpikiran untuk bunuh diri. Pada kenyataannya, bunuh diri merupakan salah satu dari 3 penyebab kematian utama pada orang yang berusia antara 10-24 tahun, terutama pada pria. Hal ini bukan berarti lebih banyak pria yang ingin melakukan bunuh diri, akan tetapi karena usaha bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria biasanya lebih ekstrim, maka usaha mereka pun lebih banyak yang berhasil. Wanita sebenarnya mungkin lebih banyak melakukan usaha bunuh diri, tetapi gagal. Jika Anda pernah benar-benar berkeinginan untuk bunuh diri, di mana Anda benar-benar berusaha menyusun suatu rencana bunuh diri dan bukan hanya merasa sedih, maka Anda mungkin memerlukan pertolongan medis.  Di bawah ini terdapat beberapa faktor resiko bunuh diri yang patut diwaspadai seperti: Pernah mencoba bunuh diri sebelumnya Menderita gangguan psikologis atau gangguan mental misalnya seperti gangguan depresi dan berbagai gangguan mood lainnya, skizofrenia, dan gangguan cemas Penyalahgunaan zat dan atau minuman beralkohol Pernah mengalami kekerasan fisik maupun seksual Memiliki anggota keluarga yang pernah melakukan usaha bunuh diri Merasa putus asa Menderita suatu penyakit tertentu Memiliki perilaku impulsif atau agresif Mengalami kebangkrutan atau dipermalukan di depan umum Putus cinta Isolasi atau kurangnya dukungan dari orang lain Memiliki akses untuk melakukan tindakan bunuh diri Dekat dengan orang lain yang pernah melakukan usaha bunuh diri     Sumber: webmd