Your browser does not support JavaScript!
 04 Sep 2019    16:00 WIB
Tanda Terjadinya Menstruasi Pertama Pada Remaja
Siklus menstruasi merupakan suatu proses di mana tubuh Anda mengeluarkan darah dan jaringan yang tidak diperlukan. Menstruasi pertama yang terjadi pada seorang remaja perempuan disebut dengan menarke. Menarke menandakan bahwa tubuh seorang remaja perempuan sedang berkembang menjadi tubuh seorang wanita dan sedang mempersiapkan diri untuk kehadiran seorang bayi di masa mendatang. Sebenarnya tidak ada tanda pasti atau khusus yang menandakan bahwa Anda akan segera mengalami menstruasi pertama Anda. Setiap remaja perempuan mengalami gejala dan tanda yang berbeda-beda. Saat masa pubertas dimulai, tubuh Anda pun akan mulai berubah, baik dari dalam maupu dari luar. Pubertas terjadi akibat adanya suatu proses kimia di dalam tubuh yang mengirimkan sinyal dari dalam otak ke organ reproduksi Anda. Pubertas merupakan salah satu tanda menuju kedewasaan. Di bawah ini terdapat beberapa tanda telah dimulainya masa pubertas. Pembesaran Payudara Saat berusia sekitar 10 setengah tahun atau kurang, beberapa remaja perempuan biasanya mulai mengalami pembesara payudara. Biasanya saat proses ini dimulai, Anda dapat menemukan sebuah benjolan kecil di bawah puting susu pada salah satu atau kedua payudara. Hal ini merupakan tanda awal dimulainya masa pubertas. Rambut Kemaluan Tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak merupakan fase selanjutnya dalam masa pubertas. Pada awalnya, biasanya hanya terdapat beberapa helai rambut kemaluan, akan tetapi dalam waktu 6-12 bulan, sebagian besar rambut kemaluan biasanya telah tumbuh. Pada beberapa orang remaja perempuan, rambut kemaluan dapat tumbuh terlebih dahulu sebelum payudara membesar. Tanda Lainnya Tanda lainnya dari dimulainya masa pubertas dan akan segera datangnya menarke adalah mulai terbentuknya cairan vagina, yaitu suatu cairan kental berwarna putih yang keluar dari dalam vagina. Hal ini biasanya terjadi sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama terjadi. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami kram perut, nyeri kepala, perut membesar, dan berbagai gejala lainnya. Menstruasi Menstruasi pertama biasanya terjadi sekitar 2-2.5 tahun setelah payudara mulai membesar. Akan tetapi, hal ini bukanlah sesuatu hal yang pasti, melainkan hanya sebuah perkiraan kasar. Menstruasi Anda mungkin masih belum teratur pada beberapa bulan pertama, Anda mungkin tidak mendapat menstruasi selama 1-2 bulan. Hal ini merupakan hal yang normal pada masa awal menstruasi, kecuali bila Anda telah aktif secara seksual.  Baca juga: Berbagai Hal yang Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: ehow
 01 Jun 2019    11:00 WIB
Fakta Para Pengidap Anoreksia
Apa itu Anoreksia? Anoreksia adalah penyakit kronis ketiga paling umum yang terjadi pada remaja. Pada masa puber di saat inilah seorang remaja pada umumnya mulai menetapkan standar tubuh ideal mereka sendiri, biasanya langsing dan cenderung kurus. Anoreksia adalah gangguan makan dimana seseorang memiliki rasa takut yang berlebih akan kenaikan berat badan. Hal ini bukan sekedar masalah dengan makanan, karena cenderung membuat seseorang berpikir atau membatasi makanan yang akan dikonsumsi meskipun badan mereka sudah kurus. Anoreksia adalah suatu cara membiarkan diri yang dianggap untuk mengendalikan hidup dan untuk meredakan ketegangan, kemarahan dan kecemasan. Anoreksia dapat mempengaruhi semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin atau latar belakang etnis. Fakta tentang Anoreksia: Anoreksia adalah gangguan makan yang dihubungkan dengan penyakit mental karena seseorang yang mengidap anoreksia sering melakukan kebiasaan pola makan yang buruk  bahkan tidak biasa hanya untuk mengubah penampilan mereka. Hal ini dapat disebabkan oleh genetik atau masalah psikologis, masalah keluarga atau masalah sosial. Anoreksia telah dinilai 12 kali lipat lebih tinggi sebagai penyebab kematian dibanding penyebab lain pada perempuan berusia 15 hingga 24 tahun. Pola hidup yang tidak sehat dalam mengendalikan berat badan seperti merokok, tidak makan, puasa dan muntah atau mengambil obat pencahar telah ditemukan pada lebih dari 50 persen anak perempuan remaja dan sekitar 33 persen pada anak laki-laki remaja. Hampir 69 persen anak perempuan berusia 10 sampai 18 tahun mengkonfirmasi bahwa mereka terinspirasi oleh foto-foto model dan selebriti di majalah dan menginginkan untuk mencapai bentuk tubuh seperti itu. Beberapa tanda fisik anoreksia yaitu rambut yang menipis, kulit kering bersisik dan pecah-pecah atau kuku yang mudah patah. Anoreksia dapat menganggu kestabilan kerja sistem tubuh sehingga menyebabkan anemia, menurunkan tekanan darah, organ yang menyusut dan metabolisme yang lambat. Anoreksia juga dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis dan denyut jantung tidak teratur. Gangguan Makan juga telah dikaitkan dengan penyakit seperti tumor dan lesi di otak. Seseorang dengan anoreksia mungkin mengalami penurunan denyut jantung 60-100 denyut per menit lebih rendah dari 60 denyut per menit. Penanganan untuk penderita Anoreksia Apabila Anda mengetahui seorang penderita Anoreksia, pertama-tama berilah dorongan semangat kepada mereka untuk mengatur pola makan dengan benar dan beritahu akan bahaya Anoreksia. Namun apabila usaha Anda belum berhasil juga, Anda bisa membawa orang tersebut ke dokter. Untuk membantu penderita Anoreksia melawan penyakitnya. Sumber : medindia
 05 Jan 2019    11:00 WIB
Amankah Bila Seorang Anak Remaja Suka Minum Kopi ?
Saat Anda sedang berjalan, mungkin Anda menemui banyak anak remaja yang sekarang ini memiliki kebiasaan baru yaitu minum kopi. Atau mungkin anak Anda sendiri sangat suka minum kopi. Bila orang yang sudah tua, mungkin minum kopi dianggap wajar namun bila untuk anak remaja apakah hal ini aman atau tidak?   Pertama Kita akan membahas mengenai manfaat dari minum kopi untuk anak remaja, silahkan simak ulasan di bawah ini: 1.      "Alat Bantu" Saat Lelah dan Mengantuk Meski sulit untuk mempertimbangkan kopi sebagai zat bermanfaat bagi remaja, kualitasnya sebagai stimulan dapat memberi dampak positif pada mereka yang lelah berolahraga, menghadapi tugas sekolah yang banyak. Minum kopi dapat meredakan rasa kantuk, yang bisa berguna bagi remaja yang mungkin lelah setelah larut malam belajar untuk ujian atau jadwal sekolah, les privat yang padat dan aktivitas lain. 2.      "Alat Bantu" Interaksi Sosial Anak remaja memang suka berkumpul dan bercengkrama dengan teman, dalam kondisi ini bukan tidak mungkin mereka akan mulai bereksperimen dengan hal-hal yang berbahaya misal seperti merokok, konsumsi alkohol atau mencoba obat-obatan terlarang. Untuk menghindari hal tersebut maka sambil menikmati interaksi sosial dengan teman-teman lebih baik anak remaja meminum segelas kopi. Karena kopi masih lebih baik dibanding alkohol dan tembakau.  Minum kopi juga memungkinkan remaja untuk menyesuaikan diri dengan sekelompok teman sebaya, dan perasaan diterima selama masa remaja yang dapat meningkatkan harga diri. 3.      "Alat Bantu" Untuk Memperbaiki Daya Ingat Banyak anak remaja sering menghabiskan banyak waktu dalam mempelajari bahan untuk ujian, presentasi. Menurut sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam "Nature Neuroscience," minum secangkir kopi dapat memperbaiki ingatan Anda. Jika seorang siswa sedang berusaha menghafal pelajarannya maka minum kopi dapat membantu agar ingatannya tetap tajam hingga 24 jam atau bahkan lebih. Meskipun kopi untuk anak remaja dapat memiliki beberapa manfaat, namun harus juga memahami efek samping dari kafein sebelum membuat keputusan untuk mulai minum kopi. Kafein dapat menyebabkan sulit tidur dan cemas, selain itu susu dan gula yang ditambahkan ke kopi bisa dengan seiring waktu, menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini juga memungkinkan untuk mengalami ketergantungan pada kafein, yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala dan suasana hati yang mudah tersinggung. Selain itu, remaja yang tidak menemukan aroma kopi yang kuat tergoda untuk menambahkan gula dalam jumlah besar ke cangkir mereka.   Baca juga: Minum Kopi Saat Masih Menyusui, Amankah???   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: healthyeating.sfgate
 16 May 2018    13:00 WIB
Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Buruknya Nutrisi Pada Remaja
Para remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan akibat kekurangan nutrisi. Para remaja seringkali mengalami kekurangan nutrisi, walaupun bila mereka telah mengkonsumsi banyak kalori atau bahkan terlalu banyak. Selain obesitas, terdapat beberapa gangguan kesehatan lain akibat kekurangan nutrisi yang perlu diwaspadai oleh para remaja. Berbagai Gangguan Kesehatan Akibat Obesitas Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2012, anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas, yang berusia antara 2-19 tahun memiliki resiko tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol, penyakit jantung, diabetes, asma, gangguan pernapasan, dan sindrom tidur apneu yang lebih tinggi.Sebagian besar remaja laki-laki membutuhkan sektiar 2.000-3.200 kalori setiap harinya, sedangkan remaja perempuan membutuhkan sekitar 1.600-2.400 kalori setiap harinya. Anemia Defisiensi Besi Para remaja perempuan memiliki resiko anemia defisiensi besi yang tinggi. Anemia defisiensi besi membuat para remaja perempuan ini tampak lesu, mudah lelah, lemah, memperlambat perkembangan kognitifnya, menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh, dan menurunkan kemampuan belajar (prestasi sekolah). Para ahli menganjurkan agar para remaja laki-laki mengkonsumsi setidaknya 11 mg zat besi setiap harinya dan 15 mg zat besi setiap harinya bagi remaja perempuan. Berbagai jenis makanan sumber zat besi adalah daging merah tanpa lemak, daging unggas, ikan, seafood, kuning telur, kismis, bayam, poling-polongan, roti dan sereal yang telah diperkaya oleh zat besi. Protein di dalam daging dan vitamin C dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi. Tulang Rapuh dan Lemah Kalsium dapat menjaga kekuatan tulang selama masa kanak-kanak dan dewasa. Para remaja yang tidak mengkonsumsi cukup kalsium membuat tulangnya lebih rapuh sehingga lebih mudah mengalami patah tulang dan osteoporosis saat dewasa. Para ahli menganjurkan agar para remaja mengkonsumsi setidaknya 1.300 mg kalsium setiap harinya. Anda dapat memenuhi kebutuhan kalsium ini dengan cara mengkonsumsi sekitar 3 gelas susu setiap harinya. Berbagai makanan sumber kalsium adalah produk olahan susu, sayurang hijau, dan berbagai produk yang telah diperkaya oleh kalsium. Gigi Berlubang Gigi berlubang dapat terjadi pada para remaja yang tidak melakukan perawatan gigi dengan benar, memiliki kebiasaan menyikat gigi yang buruk, tidak menggunakan pasta gigi berfluoride, dan memiliki pola makan yang buruk. Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi diet tinggi gula dan mengalami berbagai defisiensi vitamin atau mineral dapat meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang. Peliharalah kesehatan gigi anda, konsumsi diet sehat, dan batasi konsumsi gula terutama dari minuman bersoda dapat membantu menurunkan resiko terjadinya gigi berlubang dan pembusukan gigi.   Sumber: healthyeating.sfgate
 14 Apr 2018    12:30 WIB
Mengapa Seorang Remaja Mengkonsumsi Minuman Beralkohol?
Faktor Resiko dan Penyebab Beberapa faktor resiko di dalam keluarga yang menyebabkan mengapa seorang remaja mengkonsumsi minuman beralkohol adalah: Kurangnya pengawasan atau komunikasi dengan orang tua Adanya permasalahan dalam keluarga Disiplin yang berubah-ubah atau justru terlalu berat Adanya anggota keluarga lain yang juga mengkonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang   Beberapa faktor resiko individual yang dapat menyebabkan seorang remaja mengkonsumsi minuman beralkohol adalah: Gangguan mengatur impuls Emosi tidak stabil Memiliki keinginan untuk selalu menantang bahaya Tidak memiliki pengetahuan yang cukup akan bahaya mengkonsumsi minuman beralkohol   Perempuan dan remaja yang mulai mengkonsumsi minuman beralkohol saat berusia kurang dari 14 tahun, dan seorang anak yang memiliki ibu yang juga mengalami kecanduan minuman beralkohol (alkoholisme) juga lebih beresiko mengalami alkoholisme. Resiko terjadinya alkoholisme pada remaja dapat berbeda-beda tergantung dari usianya, di mana seorang remaja berusia 16-18 tahun lebih jarang mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan bila mereka memiliki hubungan yang cukup dekat dengan ibunya. Sedangkan faktor resiko dari lingkungan adalah adanya dorongan dari teman-teman seumuran dan banyaknya iklan di media sosial yang mendorong para remaja untuk mulai mengkonsumsi minuman beralkohol.   Apa Saja Gejala Penyalahgunaan Minuman Beralkohol Pada Remaja? Beberapa gejala penyalahgunaan minuman beralkohol yang sering ditemukan pada remaja adalah: Sering berbohong dan membuat berbagai alasan Jarang keluar dari dalam kamar tidurnya Sering berkata-kata atau bertindak kasar pada orang lain Napas atau tubuh berbau alkohol Mencuri Mood yang berubah-ubah Perubahan pergaulan   Bagaimana Cara Orang Tua Mencegah Penyalahgunaan Alkohol Pada Remaja? Memiliki komunikasi yang terjalin dengan baik dan pengetahuan yang cukup mengenai apa saja dampak buruk alkohol bagi kesehatan dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyalahgunaan minuman beralkohol pada seorang remaja. Selain itu, pengawasan orang tua yang memadai juga dapat membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan alkohol. Akan lebih baik bila para orang tua juga mengajari anak-anaknya bagaimana caranya menghadapi kesulitan dan stress yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari dengan cara yang positif.     Sumber: medicinenet
 25 Jan 2018    08:00 WIB
Perbedaan Kebutuhan Nutrisi Antara Remaja Laki-laki dan Perempuan
Baik remaja laki-laki maupun perempuan membutuhkan nutrisi yang baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, serta untuk menjaga berat badannya. Kecuali kebutuhan kalori harian, nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja laki-laki dan perempuan kurang lebih sama (untuk yang berusia kurang dari 14 tahun). Akan tetapi, saat mereka memasuki usia 14 tahun atau lebih, maka mereka akan mulai bertumbuh menjadi wanita dan pria, yang membutuhkan nutrisi yang berbeda. Kebutuhan KaloriKarena remaja laki-laki memiliki tubuh yang lebih besar dan massa otot yang lebih besar, maka mereka membutuhkan kalori yang lebih banyak daripada remaja perempuan. The Dietary Guidelines for Americans 2010 memperkirakan bahwa remaja perempuan yang berusia antara 14-18 tahun biasanya membutuhkan 1.800-2.400 kalori setiap harinya. Sedankan remaja laki-laki pada usia yang sama membutuhkan sekitar 2.000-3.200 kalori setiap harinya. Semakin aktif remaja tersebut, maka semakin banyak kalori yang diperlukan untuk menjaga berat badannya. Kebutuhan ProteinAnak-anak yang berusia 9-13 tahun membutuhkan 34 gram protein setiap harinya, baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi, jumlah protein yang dibutuhkan oleh remaja laki-laki yang berusia 14-18 tahun lebih tinggi daripada yang dibutuhkan oleh remaja perempuan pada usia yang sama. Jumlah protein harian yang direkomendasikan adalah 52 gram untuk remaja laki-laki berusia 14-18 tahun, dan 46 gram untuk remaja perempuan dengan usia yang sama. Beberapa jenis makanan kaya protein adalah daging sapi tanpa lemak, daging unggas tanpa kulit, seafood, telur, kedelai dan produk olahannya, susu dan produk olahannya yang rendah lemak, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kebutuhan LemakRemaja laki-laki dan perempuan sama-sama harus mengkonsumsi lemak sekitar 25-35% dari jumlah kalori harian mereka. Akan tetapi, karena para remaja laki-laki membutuhkan lebih banyak kalori, mereka pun membutuhkan jumlah lemak (termasuk omega 3) yang lebih banyak daripada remaja perempuan.The Institute of Medicine merekomendasikan agar para remaja perempuan mengkonsumsi setidaknya 1.100 mg asam lemak omega 3 setiap harinya, sementara itu remaja pria membutuhkan sekitar 1.600 mg omega 3 setiap harinya, bagi perkembangan otaknya. Beberapa jenis makanan kaya lemak baik adalah minyak sayuran, minyak ikan, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, kedelai, dan olive. Kebutuhan Vitamin dan MineralSelain zat besi, para remaja laki-laki dan perempuan membutuhkan berbagai vitamin dan mineral dalam jumlah yang sama. Karena remaja perempuan mengalami kehilangan darah akibat menstruasi, maka mereka membutuhkan lebih banyak zat besi daripada remaja laki-laki. Kebutuhan zat besi harian bagi remaja laki-laki adalah sebesar 11 mg setiap ahrinya, sementara itu remaja perempuan yang berusia antara 14-18 tahun membutuhkan sekitar 15 mg zat besi setiap harinya, dan sekitar 27 mg zat besi setiap harinya bila hamil atau menyusui. Beberapa jenis makanan sumber zat besi adalah daging sapi tanpa lemak, daging unggas, polong-polongan, bayam, kismis, dan sereal yang telah diperkaya dengan zat besi.   Baca Juga: Penyebab Banyaknya Kehamilan Pranikah Pada Remaja Sumber: healthyeating.sfgate
 31 Oct 2016    15:00 WIB
Dampak Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Ibu dan Bayi
Kehamilan pada usia remaja merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kehidupan seorang remaja. Selain mempengaruhi ibu, kehamilan pada usia remaja juga dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan oleh ibu yang masih berusia remaja.  Sebuah lembaga kesehatan di Amerika menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang masih berusia remaja dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, serta mengalami berbagai gangguan kesehatan dan gangguan perilaku.   Gangguan Kesehatan Komplikasi atau gangguan kesehatan sering terjadi pada remaja yang hamil. Hal ini dikarenakan para remaja seringkali tidak mencari pertolongan medis untuk merawat kehamilannya. Beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang dapat ditemukan pada kehamilan remaja adalah anemia, toksemia, tekanan darah tinggi, plasenta previa, dan kelahiran prematur. Berbagai gangguan kesehatan ini tidak hanya membahayakan ibu tetapi juga bayi yang dikandungnya. Untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan ini, para remaja yang hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga kesehatannya dengan baik.    Krisis Emosional Seorang remaja yang hamil mungkin dapat mengalami krisis emosional. Krisis emosional ini dapat menyebabkan remaja tersebut melakukan tindakan yang ceroboh dan berbahaya seperti berusaha untuk menggugurkan bayi di dalam kandungannya atau bahkan mencoba bunuh diri.   Khawatir Akan Masa Depan Rasa khawatir akan masa depan pastinya dialami oleh para remaja yang hamil. Para remaja ini mungkin merasa bahwa dirinya belum siap menjadi seorang ibu dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjadi seorang ibu. Selain itu, ia juga mungkin merasa bahwa memiliki anak dapat mempengaruhi kehidupannya dan juga cita-citanya.   Terganggunya Pendidikan Pendidikan seorang anak remaja mungkin akan terganggu bila ia hamil. Beberapa anak remaja bahkan memutuskan untuk berhenti sekolah setelah mengetahui bahwa dirinya hamil. Beberapa anak remaja lainnya harus menunda keinginannya untuk kuliah karena kehamilannya tersebut. Beberapa lainnya mungkin memutuskan untuk menikah dan tidak melanjutkan pendidikan.   Merokok dan Penyalahgunaan Obat-obatan Remaja yang memiliki kebiasaan merokok atau menyalahgunakan obat-obatan dapat membahayakan kesehatan bayi yang dikandungnya bila tidak segera menghentikan kebiasaannya tersebut.   Merasa Depresi Rasa depresi dapat terjadi bila seorang remaja menemukan bahwa dirinya hamil. Hal ini terutama dikarenakan berbagai hal negatif yang dirasakan akibat kehamilannya tersebut, baik dari dirinya sendiri maupun dari teman atau keluarga atau orang-orang lain di sekitarnya. Selain itu, kadar hormon yang berubah-ubah selama kehamilan berlangsung juga dapat memicu terjadinya depresi.   Penelantaran Bayi Saat bayinya telah lahir, seorang remaja mungkin tidak dapat atau tidak memiliki keinginan untuk merawat anaknya tersebut. Ia pun mungkin akan merasa terganggu oleh kehadiran sang bayi yang membuatnya sulit atau tidak dapat berpergian dengan bebas bersama dengan teman-teman seumurannya.  Baca juga: Kehamilan Beresiko Tinggi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong
 22 Oct 2016    15:00 WIB
Apa Penyebab Terjadinya Kehamilan Pada Anak Remaja?
Kehamilan pada remaja merupakan suatu kehamilan yang tidak diinginkan, yang terjadi pada masa remaja. Mengapa hal ini dapat terjadi? Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko dari terjadinya kehamilan remaja ini.   Pergaulan Selama masa remaja, para remaja seringkali mengalami tekanan dari teman-temannya untuk membuatnya dapat diterima dalam suatu kelompok tertentu. Pada banyak kesempatan, para remaja ini seringkali terpengaruh oleh ajakan teman-temannya untuk berhubungan seksual walaupun mereka sebenarnya belum sepenuhnya mengerti apa konsekuensi yang akan mereka hadapi akibat tindakan mereka tersebut.  Banyak remaja mau melakukan hubungan seksual hanya agar terlihat keren dan gaul, akan tetapi banyak juga dari mereka yang tidak mengetahui bahwa akibat perbuatannya tersebut mereka dapat mengalami kehamilan.    Kurangnya Perhatian Orang Tua Para gadis remaja cenderung lebih sering hamil bila orang tua mereka tidak terlalu memperhatikan mereka karena berbagai kesibukan. Para remaja membutuhkan perhatian dan dukungan dari kedua orang tuanya untuk dapat membuat suatu keputusan yang baik dalam berbagai masalah, termasuk seks.  Bila seorang anak remaja tidak dapat berbicara mengenai seks pada orang tuanya karena mereka dilarang untuk berbicara mengenai seks, maka mereka pun akan beralih pada teman-temannya, yang seringkali justru membuat mereka memperoleh informasi yang salah dan menyebabkan terjadinya kehamilan.   Kurangnya Pengetahuan Para remaja yang hanya memiliki pengetahuan yang minim seputar seks cenderung lebih sering mengalami kehamilan yang tidak diinginkan pada masa remaja. Para remaja ini mungkin memperoleh informasi yang salah mengenai seks dari teman-temannya atau film.    Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Usia remaja merupakan suatu usia rentan di mana anak-anak biasanya masih berusaha untuk mencari jati diri dan mencoba berbagai hal, mulai dari minuman beralkohol hingga obat-obatan terlarang. Mengkonsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan kemampuan seorang remaja untuk mengendalikan impuls mereka, yang dapat menyebabkan terjadinya kehamilan akibat berhubungan seks pada saat mabuk.   Mengalami Kekerasan Seksual atau Diperkosa Selain berbagai faktor di atas, para remaja juga dapat mengalami kehamilan akibat mengalami suatu kekerasan seksual atau diperkosa, baik oleh teman-teman seumurannya ataupun oleh pria dewasa. Baca juga: Kekerasan Dalam Hubungan Asmara Anda Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: livestrong
 12 Aug 2016    12:00 WIB
Alkoholisme dan Dampaknya Pada Remaja
Apa Itu Alkoholisme?Alkoholisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai dampak negatif dari penggunaan alkohol yang menyebabkan terjadinya berbagai gangguan. Berbagai gangguan tersebut adalah:•  Harus mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih banyak untuk mabuk•  Adanya berbagai gangguan saat efek alkohol telah hilang•  Mengkonsumsi lebih banyak alkohol atau mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lebih lama daripada yang diinginkan•  Berbagai gangguan lainnya di dalam hidup akibat penggunaan alkohol Alkoholisme biasanya terjadi akibat berbagai faktor, baik individual, keluarga, genetika, maupun sosial. Walaupun genetika turut berperan dalam terjadinya alkoholisme, akan tetapi genetika bukanlah penyebab atau pemicu utama. Dampak Berbahaya Alkohol Pada RemajaBeberapa dampak berbahaya dari mengkonsumsi alkohol pada remaja adalah:•  Menurunkan kemampuan untuk memusatkan perhatian (berkonsentrasi)•  Mengganggu daya ingat•  Membuat otak remaja menjadi lebih kecil pada beberapa bagian otak tertentu•  Membuat remaja lebih sering membolos dan berhenti sekolah•  Mengalami kecanduan alkohol. Semakin muda seorang remaja mulai mengkonsumsi alkohol, maka semakin tinggi resiko kecanduan alkohol tersebut•  Menyetir dalam keadaan mabuk merupakan salah satu penyebab kematian utama pada orang yang berusia kurang dari 21 tahun•  Meningkatkan resiko keinginan untuk bunuh diri, terutama pada para remaja perempuan•  Meningkatkan resiko tertular penyakit menular seksual atau menjadi korban kekerasan seksual karena mabuk membuat anda kehilangan kemampuan untuk menilai sesuatu•  Menutupi berbagai gejala gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan cemas atau depresi•  Meningkatkan resiko penyalahgunaan obat-obatanSumber: medicinenet
 11 Aug 2016    18:00 WIB
Berapa Banyak Karbohidrat yang Dibutuhkan Oleh Para Remaja?
Sebagian besar remaja tidak mengalami masalah untuk memenuhi kebutuhan karbohidratnya. Sebagian besar malah mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah berlebihan dan bukan dari sumber makanan yang sehat. Mengganti sumber karbohidrat yang tidak sehat dengan sumber karbohidrat yang lebih sehat dapat membantu para remaja memenuhi kebutuhan karbohidratnya dan menjaga berat badan ideal.Jumlah Karbohidrat yang DibutuhkanThe Institute of Medicine menganjurkan agar para remaja mengkonsumsi setidaknya 130 gram karbohidrat setiap harinya. Akan tetapi, para remaja, khususnya atlet remaja membutuhkan karbohidrat tambahan. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat hariannya, para remaja harus mengkonsumsi 45-60% kalorinya dari karbohidrat. Jumlah Karbohidrat Untuk Atlet RemajaKarena karbohidrat merupakan sumber energi utama para atlet remaja, terutama selama melakukan aktivitas fisik, mereka membutuhkan lebih banyak karbohidrat daripada remaja lainnya yang bukan atlet.Tergantung pada lama kegiatan fisik yang dilakukan dan intensitas kegiatan tersebut, remaja tersebut mungkin membutuhkan sekitar 3-8 gram karbohidrat per kg berat badannya, yang setara dengan 1.4-3.6 gram karbohidrat per 500 gram berat badan setiap harinya. Oleh karena itu, seorang atlet remaja yang memiliki berat badan 75 kg mungkin membutuhkan sekitar 540 gram karbohidrat setiap harinya untuk memaksimalkan performanya.Apa Itu Karbohidrat Baik?Karbohidrat baik juga dipenuhi dengan berbagai nutrisi lain seperti serat, vitamin, dan mineral. Beberapa contoh makanan sumber karbohidrat baik adalah gandum, polong-polongan, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Susu dan yogurt rendah lemak juga merupakan sumber karbohidrat baik walaupun hanya mengandung sedikit serat, karena mengandung banyak protein dan kalsium. Keduanya merupakan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot bagi perkembangan para remaja.Batasi Konsumsi Karbohidrat AndaMengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan terjaidnya obesitas. Oleh karena itu, batasilah konsumsi karbohidrat yang berasal dari gula, minuman manis, permen, roti putih, dan nasi putih. Gantilah dengan berbagai makanan yang merupakan sumber karbohidrat baik.Sumber: healthyeating.sfgate