Your browser does not support JavaScript!
 15 Jul 2019    18:00 WIB
Mengapa Saya Selalu Merasa Lapar?
Jika Anda selalu stress, kurang tidur, atau sering nongkrong di bar; maka gaya hidup Andalah yang mungkin menjadi penyebab dari mengapa Anda terus merasa lapar. Selain berbagai iklan makanan yang menggoda, gaya hidup tidak sehat seperti sering mengkonsumsi minuman beralkohol, kurang tidur, dan menonton televisi dalam waktu lama dapat membuat seseorang mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang diperlukan oleh tubuh. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membuat nafsu makan Anda meningkat sehingga Anda pun makan secara berlebihan.   1.      Terlalu Banyak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol Menurut sebuah penelitian di Amerika, minuman beralkohol merupakan kontributor terbesar untuk makan secara berlebihan setelah menonton televisi. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar ghrelin, sejenis hormon yang berfungsi untuk membuat Anda merasa lapar. Jadi, jangan terkejut bila Anda menyadari bahwa Anda makan lebih banyak daripada biasanya saat mengkonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, mengkonsumsi minuman beralkohol saat makan juga dapat membuat Anda merasa lapar kembali setelah makan.   2.      Terlalu Lama Menonton Televisi Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang menonton televisi selama lebih dari 2 jam setiap harinya cenderung memiliki berat badan berlebih. Hal ini dikarenakan mereka biasanya mengkonsumsi lebih banyak makanan tinggi kalori dan minuman manis dibandingkan dengan orang yang menonton televisi kurang dari 1 jam setiap harinya.   3.      Kurang Tidur Saat seseorang kurang tidur, ia tidak hanya akan merasa sangat lelah di keesokkan harinya, tetapi juga makan lebih banyak. Menurut sebuah penelitian di Amerika, seseorang yang tidur selama 5.5 jam di malam hari akan mengkonsumsi 221 kalori lebih banyak di keesokkan harinya dibandingkan dengan orang yang tidur selama 8.5 jam. Dengan demikian, Anda dapat mengalami peningkatan berat badan sebanyak 500 gram setelah kurang tidur selama 2 minggu. Hal ini dikarenakan kurang tidur akan menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon leptin, sejenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu seseorang bahwa ia telah merasa kenyang; dan peningkatan kadar hormon ghrelin, sejenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu seseorang bahwa ia merasa lapar. Kombinasi ini tentu saja akan membuat nafsu makan Anda meningkat. Selain itu, kurang tidur juga dapat menstimulasi bagian otak tertentu yang berfungsi untuk menghubungkan antara rasa puas dengan makanan.   4.      Melihat Gambar Berbagai Jenis Makanan Melihat gambar berbagai jenis makanan tentunya akan membuat Anda ingin makan. Hal ini dikarenakan melihat berbagai jenis gambar makanan enak akan menstimulasi bagian otak yang berfungsi untuk mengatur "pemberian hadiah" dan membuat Anda makan secara berlebihan. Selain itu, melihat gambar berbagai jenis makanan juga akan menyebabkan peningkatan kadar hormon lapar, ghrelin, bahkan bila Anda baru selesai makan. Jika Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka Anda pun akan sangat mudah tergoda oleh gambar berbagai jenis makanan. Menurut sebuah penelitian, seseorang yang sedang berdiet akan mengkonsumsi 60 kalori lebih banyak setelah menonton program televisi yang menanyangkan tentang berbagai makanan manis. Sementara itu, orang yang tidak sedang berdiet biasanya akan mengkonsumsi jumlah kalori yang sama, baik ia sedang menonton televisi atau tidak.   5.      Pergi Makan Bersama Teman Saat Anda pergi makan bersama teman-teman Anda, maka Anda pun cenderung mengikuti perilaku teman Anda tersebut. Jadi bila teman Anda memesan steak, maka kemungkinan besar Anda pun akan melakukan hal yang sama dan melupakan program diet Anda. Apalagi bila Anda sedang berusaha untuk memberikan kesan baik pada pasangan kencan Anda.   6.      Tidak Sarapan Menurut sebuah penelitian di Amerika, orang yang tidak sarapan memiliki resiko 4.5 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami obesitas. Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan tidak sarapan dapat menyebabkan metabolisme tubuh Anda melambat, membuat Anda merasa lapar, membuat tubuh Anda menyimpan lemak sebagai cadangan energi, dan membuat Anda makan lebih banyak di siang atau malam hari. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa anak remaja yang mengkonsumsi sereal dan susu (sekitar 500 kalori) saat sarapan setiap harinya selama 3 minggu mengatakan bahwa mereka merasa tidak terlalu lapar di saat makan siang dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan.   7.      Makan Terlalu Cepat Makan terlalu cepat dapat membuat Anda merasa kurang atau bahkan tidak puas. Saat Anda makan terlalu cepat, maka lambung Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melepaskan berbagai jenis hormon yang berfungsi untuk memberitahu otak Anda bahwa Anda telah kenyang. Jadi, semakin lama Anda makan, maka semakin kenyanglah perut Anda nantinya.   8.      Membeli Cemilan Berukuran Kecil Membeli cemilan berukuran kecil mungkin dapat berpengaruh buruk bagi lingkar perut Anda, bahkan lebih buruk daripada dugaan Anda. Saat mengkonsumsi cemilan tinggi kalori yang berukuran kecil, maka seseorang cenderung makan lebih banyak daripada bila mereka mengkonsumsi cemilan tinggi kalori yang berukuran besar.   9.      Terlalu Lelah Bekerja Menurut sebuah penelitian di Amerika, atasan yang menyebalkan atau pekerjaan yang terlalu banyak ternyata juga dapat mempengaruhi pola makan seseorang. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 230 orang wanita yang merasa sangat kelelahan akibat pekerjaannya dan menemukan bahwa mereka cenderung lebih sering makan karena emosi atau makan secara tidak terkendali dibandingkan dengan wanita lainnya yang merasa puas dengan pekerjaannya.   10.  Kecanduan Diet Soda Walaupun tertulis kata "diet" pada kalengnya, minuman soda ini ternyata justru dapat membantu meningkatkan berat badan seseorang. Hal ini dikarenakan minuman tersebut mengandung pemanis buatan yang akan mengganggu kemampuan otak untuk mengendalikan porsi makan Anda.   Sumber: fitbie
 02 May 2019    16:00 WIB
Apakah Mengkonsumsi Kafein Dapat Menimbulkan Rasa Lapar ?
Mengkonsumsi berbagai jenis minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda dapat menimbulkan berbagai efek samping, tergantung pada jumlah kafein yang telah anda konsumsi.  Kafein tidak membuat anda merasa lapar, justru sebaliknya. Mengkonsumsi kafein dapat menurunkan nafsu makan anda untuk sementara waktu. Akan tetapi, bukan berarti bahwa mengkonsumsi kafein merupakan salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan. Para ahli belum menemukan bukti kuat bahwa mengkonsumsi kafein secara teratur dapat membantu menurunkan berat badan. Walaupun kemampuan kafein untuk menekan nafsu makan cukup menggoda, akan tetapi para ahli tidak menganjurkan agar anda mengkonsumsi lebih banyak kopi untuk mengurangi nafsu makan anda, terutama bila anda masih dalam masa pertumbuhan (anak-anak dan remaja). Jangan gantikan konsumsi air putih dan susu anda yang sehat dengan kopi yang tidak mengandung cukup banyak nutrisi. Mengkonsumsi kafein memang dapat menekan nafsu makan dan rasa lapar, akan tetapi konsumsi kafein juga memiliki berbagai efek samping. Kafein dapat membuat anda merasa gelisah atau cemas dan menyebabkan peningkatan denyut jantung.  Selain itu, kafein juga dapat membuat anda lebih sering buang air kecil dan kadang juga dapat menyebabkan rasa mual. Konsumsi minuman berkafein juga dapat mengganggu tidur anda, terutama bila anda mengkonsumsi minuman berkafein ini dekat dengan waktu tidur. Mengkonsumsi kafein dalam jumlah sedikit atau sedang dapat mencegah terjadinya berbagai efek samping yang tidak diinginkan, akan tetapi hal ini juga tergantung pada metabolisme tubuh anda dan toleransi anda terhadap stimulan.  Konsumsi kafein dalam jumlah sedang adalah sekitar 200-300 mg kafein setiap harinya, yaitu sama dengan 2-4 gelas kopi.   Sumber: healthyeating.sfgate
 20 Apr 2019    18:00 WIB
Membahas Seputar Kwashiorkor (Busung Lapar)
Hai sahabat! Tahukah kalian bahwa bencana Kelaparan tampaknya meningkat lagi setelah mengalami penurunan selama bertahun-tahun. Tetapi masih ada lebih sedikit orang yang kelaparan tahun lalu dari 900 juta yang kelaparan kronis pada tahun 2000. Di seluruh dunia, 815 juta orang secara teratur tidur kelaparan, menurut laporan dari badan makanan PBB. Itu sekitar 11 persen dari populasi dunia. Meskipun ada peningkatan keamanan pangan secara keseluruhan, beberapa wilayah di dunia masih tertinggal dalam menyediakan nutrisi yang memadai untuk pembangunan yang sehat, menurut The State of Insecurity and Nutrition in the World 2017, dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dunia. Program Pangan (WFP), dan Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian. Apakah kalian tahu bahwa ada lima urutan tempat terburuk untuk kelaparan, yaitu: Afrika Sub-Sahara: 22,7 persen. Karibia: 17,7 persen. Asia Selatan: 14,4 persen. Asia Tenggara: 11,5 persen. Asia Barat: 10,6 persen. Laporan itu mencatat bahwa "tantangan keamanan pangan terbesar secara keseluruhan tetap di Afrika sub-Sahara," di mana setiap hari lebih dari 1 dari 4 orang kekurangan makanan yang memadai. Namun, Asia memiliki jumlah individu kelaparan tertinggi: 525,6 juta orang. Wah…bukan main-main yah bencana kelaparan ini, karena ketika kita terserang bencana kelaparan, kita akan terserang penyakit yang bernama Kwashiorkor (busung lapar). Apa itu busung lapar? Kwashiorkor (busung lapar), juga dikenal sebagai "malnutrisi edematous" karena hubungannya dengan edema (retensi cairan), yaitu gangguan gizi yang paling sering terlihat di daerah yang mengalami kelaparan. Ini adalah bentuk kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan protein dalam makanan atau rendah protein. Ini juga dapat timbul karena infeksi, parasit, atau kondisi lain yang mengganggu penyerapan protein dari saluran pencernaan. Hal ini paling umum terjadi pada anak-anak yang tinggal di daerah yang dilanda kekeringan dan kelaparan, tetapi itu bisa terkait dengan perubahan pola makan karena alergi susu pada bayi, diet yang tidak sehat, pendidikan gizi yang buruk, atau kehidupan rumah yang kacau.   Kebanyakan orang yang terkena kwashiorkor pulih sepenuhnya jika mereka dirawat lebih awal. Perawatan melibatkan memasukkan kalori dan protein ekstra ke dalam makanan. Anak-anak yang mengembangkan kwashiorkor mungkin tidak tumbuh atau berkembang dengan baik dan mungkin tetap terhambat selama sisa hidup mereka. Mungkin ada komplikasi serius ketika pengobatan ditunda, termasuk koma, syok, dan cacat mental dan fisik permanen. Kwashiorkor bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani. Ini dapat menyebabkan kegagalan organ utama dan akhirnya kematian. Orang yang mengalami penyakit busung lapar mempunyai beberapa gejala seperti: kehilangan selera makan. perubahan warna rambut, di mana mungkin terlihat kuning atau oranye. Dehidrasi. pitting edema atau pembengkakan, biasanya pada tungkai dan kaki, ketika tanda jari tetap setelah kulit ditekan. kekurangan jaringan otot dan lemak. lesu dan lekas marah. dermatosis, atau lesi kulit yang retak dan tidak merata. infeksi yang sering pada lesi kulit. Karena kwashiorkor adalah penyakit kekurangan makanan, itu bisa dicegah dengan makan makanan yang seimbang. Namun, di banyak bagian dunia, orang terlalu miskin untuk memberi keluarga mereka makanan kaya protein, atau makanan semacam itu tidak tersedia. Upaya internasional untuk menyediakan makanan dan untuk mengajar orang-orang tentang menanam berbagai jenis makanan, makan makanan yang tepat, dan cara untuk membatasi ukuran keluarga sangat membantu dalam memerangi kekurangan gizi, tetapi tetap menjadi masalah yang sedang berlangsung di negara-negara berkembang. Meskipun tujuannya adalah untuk meningkatkan protein dalam makanan, peningkatan kalori dan protein yang cepat bisa berbahaya. Seringkali, kalori secara perlahan meningkat dengan menambahkan karbohidrat, gula, dan lemak ke dalam makanan. Selanjutnya, protein secara bertahap ditambahkan. Orang yang kekurangan gizi mungkin mengalami kesulitan mencerna laktosa dalam produk susu, sehingga enzim laktase dapat ditambahkan. Suplemen vitamin dan mineral juga dapat digunakan, juga Antibiotik untuk mengobati infeksi, Cairan intravena untuk memperbaiki ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, Suplemen vitamin dan mineral untuk mengobati kekurangan. Moga Negara tercinta kita tidak terserang bencana kelaparan, karena itu sahabat, mulai saatnya kita ikut peduli juga, jika di suatu daerah wilayah Indonesia ada yang terkena musibah bencana kelaparan karena bencana alam, dll. Kita bisa belajar memberikan suplaian makanan ataupun obat-obatan kepada mereka, hingga masyarakat Indonesia terhindar dari yang namanya penyakit busung lapar akibat bencana kelaparan.   Sumber : www.healthline.com, www.medicalnewstoday.com, www.humanillnesses.com, www.healthgrades.com
 07 Dec 2018    16:00 WIB
Sering Merasa Lapar, Apakah Normal ?
Negara Indonesia adalah salah satu negara kuliner terbesar di Asia. Banyak macam-macam makanan berat dan cemilan ringan yang bisa kita temui di berbagai ibu kota propinsi, terutama di Jakarta. Dan ini juga merupakan godaan besar bagi masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif. Maka itu tidak sedikit orang yang sudah makan berat pun masih bisa makan cemilan ringan, dan banyak orang yang malam hari waktunya tidur (beristirahat), mereka malah keluar mencari makan. Sahabat, kita semua pernah merasakan lapar bukan, sedang rasa lapar itu adalah hal yang wajar dan alami dari tubuh kita, dan pasti kita semua pernah punya pengalaman dong, ketika kita kelaparan, kita jadinya gagal fokus, susah untuk berkonsentrasi, mudah merasa kesal bahkan sakit kepala atau kena serangan maag. Anehnya, ketika kita sudah memenuhi rasa lapar kita, tidak lama kemudian masih merasa lapar. Kok bisa? Nah sahabat, ada beberapa penjelasan untuk hal ini, salah satu penyebabnya adalah mungkin karena kita kekurangan protein, lemak, serat, atau sedang stres atau kita sedang mengalami dehidrasi yang berlebihan. Berikut adalah beberapa hal yang membuat kita selalu merasa lapar? Kita tidak cukup mengkonsumsi protein. Mengkonsumsi protein yang cukup penting untuk mengendalikan nafsu makan. Karena Protein memiliki sifat pengurang rasa lapar yang dapat membantu kita secara otomatis mengkonsumsi lebih sedikit kalori pada siang hari. Ia bekerja dengan meningkatkan produksi hormon yang menandakan kepenuhan dan mengurangi tingkat hormon yang menstimulasi rasa lapar.   Selain itu, kelompok orang dengan asupan protein yang lebih tinggi menyatakan bahwa mereka masih merasa kenyang sepanjang hari dan lebih sedikit pikiran obsesif tentang makanan. Produk hewani, seperti daging, unggas, ikan dan telur, mengandung protein dalam jumlah besar. Hal ini juga ditemukan dalam beberapa produk susu, termasuk susu segar dan yogurt, serta beberapa makanan nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.   Kita tidak cukup tidur. Kurang tidur diketahui menyebabkan fluktuasi kadar hormon lapar kita dan dapat membuat kita merasa lebih sering lapar. Dalam sebuah penelitian, 15 orang yang kurang tidur dalam satu malam melaporkan secara signifikan merasa lebih lapar dan memilih ukuran porsi 14% lebih besar, dibandingkan dengan kelompok yang tidur selama delapan jam.   Kita terlalu banyak makan karbohidart olahan. Karbohidrat olahan telah mengalami banyak proses, maka itu serat alami, vitamin dan mineral yang dikandungnya berkurang.   Salah satu sumber yang paling populer dari karbohidrat olahan adalah tepung putih, yang ditemukan dalam banyak makanan berbasis biji-bijian seperti roti dan pasta. Makanan seperti soda, permen dan makanan yang dipanggang, yang dibuat dengan gula olahan, juga dianggap sebagai karbohidrat olahan.   Karena karbohidrat olahan kurang mengisi serat, tubuh kita mencernanya dengan sangat cepat, dan menyebabkan fluktuasi gula darah, ini menjadi penyebab utama, mengapa semakin banyak kita mengkonsumsi karbohidrat olahan, kita malah makin merasa lapar. Makanan kita rendah lemak. Itu karena lemak berperan dalam memperlambat pencernaan dan meningkatkan produksi hormon kenyang. Kita tidak minum cukup air. karena air memiliki sifat mengurangi nafsu makan. Selain itu, membawa perasaan lapar kita tergantikan dengan minum banyak air. Kurang mengkonsumsi makanan yang berserat. Kita terlalu aktif atau banyak bergerak. Penelitian telah menunjukkan bahwa kita yang berolahraga secara teratur, cenderung memiliki metabolisme yang lebih cepat, yang berarti kita membakar lebih banyak kalori, dan Individu yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi untuk jangka waktu lama cenderung memiliki selera makan yang lebih besar. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol. Mengalami stress. Stres yang berlebihan adalah alasan mengapa kita mungkin sering lapar, karena stress meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh. Mengkonsumsi obat-obatan. Obat-obatan tertentu bisa menyebabkan kita mengalami peningkatan nafsu makan, dan ini merupakan efek samping dari obat yang kita konsumsi. Cara makan yang terlalu cepat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakan cepat memiliki selera makan yang lebih besar dan kecenderungan untuk makan berlebihan, dibandingkan dengan pemakan lambat. Pemakan cepat juga lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, makan perlahan dan mengunyah secara menyeluruh memberi tubuh dan otak kita lebih banyak waktu untuk melepaskan hormon anti-lapar dan menyampaikan sinyal kepenuhan (kenyang). Kita memiliki kondisi medis. Sering lapar adalah tanda klasik diabetes. Ini terjadi sebagai akibat dari kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya disertai dengan gejala lain, termasuk rasa haus yang berlebihan, penurunan berat badan dan kelelahan.   Begitu pula dengan Hipertiroidisme, suatu kondisi yang ditandai oleh tiroid yang terlalu aktif, juga berhubungan dengan peningkatan rasa lapar.   Nah, sahabat, sekarang kita sudah tahu bukan alasan-alasan apa saja yang membuat kita sering merasa lapar. Dan jika ada beberapa kondisi yang kita miliki seperti hal-hal di atas, segera berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi di rumah sakit atau klinik terdekat.   Sumber : www.webmd.com
 22 Dec 2014    09:00 WIB
Apakah Anda Benar-benar Merasa Lapar?
Banyak orang mengira bahwa mengetahui apakah dirinya merasa lapar merupakan hal yang mudah, akan tetapi tahukah Anda bahwa sebenarnya terdapat banyak hal yang dapat membuat Anda salah mengartikan rasa lapar Anda? Banyak orang tidak dapat membedakan antara ingin makan dengan butuh makan. Seringkali kita menggunakan makanan untuk menghibur diri, mengalihkan perhatian, membuat diri merasa lebih nyaman dan tenang. Makan di saat Anda memang lapar secara fisik memang sangat bermanfaat bagi Anda. Anda pun akan makan lebih sedikit karena tubuh Anda akan mengirimkan sinyal rasa kenyang atau puas sehingga Anda pun akan berhenti makan. Selain itu, makan di saat Anda merasa lapar juga dapat membuat makanan terasa lebih enak dan membuat Anda merasa lebih puas. Di bawah ini terdapat beberapa cara yang dapat membantu Anda mengetahui apakah Anda benar-benar sedang merasa lapar atau tidak.  1.      Bertanyalah Pada Diri Anda Sendiri Saat Anda merasa ingin makan, maka berhentilah sejenak dan bertanyalah pada diri Anda, apakah saya merasa lapar. Pertanyaan ini bukan bertujuan untuk menentukan apakah Anda boleh makan atau tidak tetapi untuk menemukan mengapa sebenarnya Anda ingin makan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda fisik yang menunjukkan bahwa Anda memang benar-benar merasa lapar seperti: Perut keroncongan Sering menguap Badan terasa lemah atau kehilangan tenaga Kesulitan berkonsentrasi Sulit membuat suatu keputusan Kepala terasa ringan atau melayang Nyeri kepala ringan Gemetar Mudah marah  2.      Temukan Pemicunya Pada zaman sekarang ini, terdapat berbagai hal yang dapat memicu seseorang untuk makan berlebihan atau mengemil. Seseorang dapat merasa tergoda dengan hanya melihat suatu makanan tertentu atau saat melihat orang lain mengkonsumsi suatu makanan. Selain itu, menonton film atau televisi juga dapat membuat Anda ingin mengemil. Banyak orang mengkonsumsi suatu makanan atau mengemil untuk menghibur dirinya sendiri di saat merasa stress.     Sumber: womenshealthmag