Your browser does not support JavaScript!
 07 Oct 2019    18:00 WIB
Bagaimana Cara Mengatasi Mimpi Buruk Berulang ?
Mimpi Buruk Kronik atau Bukan ? Menurut para ahli, setiap orang pasti pernah mengalami mimpi buruk dalam hidupnya, yang biasanya hanya terjadi sesekali. Akan tetapi, sekitar 8% orang dewasa mengalami mimpi buruk berulang dalam jangka waktu lama, yang biasanya terjadi setidaknya 1 minggu sekali. Beberapa bahkan mengalami kesulitan tidur, merasa sangat lelah, dan mengalami gangguan emosi seperti depresi dan cemas akibat seringnya mengalami mimpi buruk ini. Mimpi buruk ini dapat mengenai banyak hal, tetapi mimpi buruk ini pasti menyebabkan timbulnya rasa takut, sedih, marah, malu, atau berbagai hal negatif lainnya. Mimpi buruk biasanya terjadi saat siklus tidur REM (rapid eye movement), yang biasa terjadi pada malam hari. Mimpi buruk lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja, akan tetapi orang dewasa pun dapat mengalaminya.   Penyebab Pada sebagian besar kasus, mimpi buruk biasanya dipicu oleh stress psikologis, misalnya pada sindrom stress paska trauma, gangguan kecemasan berat yang terjadi pada orang yang menyaksikan peperangan atau tentara, korban kekerasan, korban kecelakaan, korban akibat bencana alam, dan berbagai peristiwa mengerikan lainnya. Penyebab mimpi buruk lainnya adalah akibat penyalahgunaan alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan tidur, dan sindrom tidur apnea.   Cara Mengatasi Mimpi Buruk Anda Banyak orang beranggapan bahwa mimpi buruk berulang yang mereka alami merupakan suatu hal yang tidak dapat diobati, akan tetapi sebenarnya terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda mengatasi mimpi buruk anda. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan psikoterapi psikodinamik, di mana penderita berkonsultasi dengan seorang ahli terapi mengenai mimpi buruk yang mereka alami dan menemukan gangguan emosional apakah yang menyebabkan mimpi buruk tersebut. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan prazosin, suatu obat anti hipertensi yang pada dosis tertentu ternyata juga dapat mengatasi mimpi buruk akibat sindrom stress paska trauma. Cara lain yang dapat anda lakukan adalah dengan mengubah jalan cerita pada mimpi anda atau disebut juga imagery rehearsel therapy (IRT). Caranya adalah: Pikirkanlah mengenai mimpi buruk anda akhir-akhir ini, ingat bagaimana jalan ceritanya Lalu ubahlah jalan cerita mimpi buruk anda tersebut, anda dapat mengubah jalan cerita ini sesuka anda, biasanya menjadi suatu cerita yang membahagiakan anda Siapkan waktu selama beberapa menit setiap harinya untuk membayangkan jalan cerita yang telah anda rangkai Terapi ini mungkin tidak dapat menghilangkan sepenuhnya mimpi buruk yang anda alami, akan tetapi dapat membuat mimpi buruk anda lebih jarang terjadi dan membuat anda tidur lebih nyenyak.   Sumber: webmd    
 30 Oct 2018    18:00 WIB
Apa yang Terjadi Pada Tubuh Anda Saat Tidur?
Sebagian besar orang berpikir bahwa tidur merupakan salah satu cara tubuh anda beristirahat, akan tetapi tahukah anda bahwa saat anda tidur justru banyak proses rumit yang terjadi di dalam tubuh anda untuk membuat anda merasa lebih segar dan sehat keesokkan harinya? Para ahli membagi tidur menjadi 4 fase, di mana setiap fasenya membutuhkan sekitar 90 menit untuk menyelesaikan suatu tugas. Waktu yang diperlukan di setiap fase tidur ini dapat bervariasi tergantung pada siklus tidur anda, di mana tidur nyenyak dan dalam biasanya lebih sering terjadi pada awal waktu tidur anda dan anda biasanya mulai bermimpi pada pertengahan waktu tidur anda.Fase IFase I merupakan fase pertama dari tidur anda, di mana anda berada di antara tertidur dan bangun. Pada fase ini, anda mudah terbangun dari tidur, bahkan anda mungkin merasa tidak pernah tidur saat terbangun. Pada fase ini, mata anda akan bergerak-gerak dengan perlahan bersamaan dengan relaksasi otot anda. Anda juga dapat mengalami kejang otot ringan.Fase IIPada fase II anda tidak tidur terlalu nyenyak atau juga tidak mudah terbangun seperti pada fase I. Sebagian waktu tidur anda setiap malamnya berada pada fase ini. Saat anda memasuki fase II, anda mulai tidak mengetahui keadaan lingkungan sekitar anda dan suhu tubuh anda pun menurun. Gelombang otak melambat, begitu juga dengan denyut jantung dan tekanan darah anda. Hal ini berarti bahwa hampir sepanjang malam, jantung dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) anda beristirahat.Fase IIIFase ini merupakan saat tidur terdalam anda (tidur nyenyak). Pada fase ini, tekanan darah anda akan menurun, pernapasan melambat, aliran darah masuk ke dalam otot, dan terjadi berbagai perbaikan jaringan. Berbagai jenis hormon, salah satunya adalah hormon pertumbuhan juga dikeluarkan pada saat ini. Pada fase inilah berbagai gangguan tidur seperti berjalan saat tidur, berbicara atau makan saat tidur terjadi. Fase ini merupakan fase tidur terdalam yang membuat anda merasa segar dan bertenaga esok harinya dan merupakan saat di mana anda sulit dibangunkan. Sekitar 20% waktu tidur anda berada pada fase ini, terutama pada sebagian pertama waktu tidur anda (beberapa jam pertama setelah anda tertidur).Fase REM (Rapid Eye Movement)Anda dapat mengalami berbagai mimpi pada fase tidur lainnya, akan tetapi mimpi buruk atau mimpi penuh imajinasi biasanya terjadi pada fase REM ini. Pada fase ini, gelombang otak anda terlihat sama seperti saat anda terbangun walaupun anda masih tidur saat ini. Pada fase ini, mata anda bergerak-gerak dengan cepat, denyut jantung dan kecepatan pernapasan pun mulai berubah. Otot-otot tubuh anda akan menjadi lumpuh untuk mencegah anda melakukan gerakan apapun saat sedang bermimpi. Sesi pertama REM biasanya singkat dan terjadi pada akhir waktu tidur, dan akan semakin memanjang seiring dengan semakin dekatnya anda dengan waktu bangun. Fase REM biasanya terjadi pada setengah waktu tidur anda (dari tengah waktu tidur hingga sebelum terbangun). Fase REM juga hanya terjadi pada sekitar 20% waktu tidur anda seperti halnya fase III.Hal Lainnya yang Terjadi Saat Anda TidurHal lainnya yang terjadi saat anda tidur adalah regulasi atau pengaturan hormon yang mengatur nafsu makan. Tidur nyenyak di malam hari diduga dapat membantu menurunkan produksi hormon ghrelin dan leptin yang mengontrol nafsu makan anda. Tidur juga diduga berhubungan dengan pembentukan suatu jalur di dalam otak yang berfungsi untuk belajar dan ingatan. Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, aktivitas "sistem pembuangan" (sistem glimfatik) otak juga 10 kali lebih aktif saat anda tidur daripada saat anda bangun.Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa siklus tidur setiap orang dan bahkan setiap malam dapat berbeda-beda. Beberapa hal yang mempengaruhi siklus tidur anda seperti usia dan waktu tidur dapat membuat tubuh berada pada suatu fase lebih lama atau lebih singkat.Sumber: huffingtonpost
 07 Nov 2015    18:00 WIB
Berbagai Kelainan yang Terjadi Selama Tidur
Parasomnia merupakan gangguan yang terjadi selama seseorang tidur, baik saat anda tidur nyenyak atau saat setengah tertidur. Yang termasuk parasomnia adalah mimpi buruk, teror malam, berjalan saat tidur, bingung saat bangun, dan sebagainya.   Mimpi Buruk Mimpi buruk merupakan suatu kejadian menyeramkan di malam hari yang dapat menyebabkan anda merasa takut dan atau cemas. Biasanya saat seseorang mengalami mimpi buruk, maka ia dapat terbangung dari tidur nyenyaknya dan dapat mengingat setiap detail mimpinya. Anda biasanya akan sulit kembali tertidur setelah mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk dapat disebabkan oleh banyak hal seperti penyakit, kecemasan, kehilangan seseorang yang dicintai, atau akibat efek samping pengobatan. Hubungi dokter anda bila anda mengalami mimpi buruk lebih dari sekali dalam 1 minggu atau bila mimpi buruk membuat anda mengalami kesulitan tidur dalam waktu yang cukup lama.   Teror Malam Seseorang yang mengalami teror malam biasanya tiba-tiba terbangun dari tidurnya dalam keadaan takut, bingung, dan tidak dapat berkomunikasi. Mereka biasanya tidak bereaksi terhadap suara dan sulit dibangunkan sepenuhnya. Teror malam biasanya berlangsung selama 15 menit, kemudian orang tersebut akan kembali tertidur. Orang yang mengalami teror malam ini biasanya tidak ingat apa yang terjadi semalam. Teror malam mirip dengan mimpi buruk, akan tetapi teror malam biasanya terjadi saat seseorang tertidur sangat nyenyak dan dalam. Orang yang mengalami teror malam ini dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain akibat berbagai gerakan anggota geraknya (tangan dan kaki). Teror malam sering terjadi pada anak-anak, terutama pada anak yang berusia 3-5 tahun. Anak yang mengalami teror malam seringkali berbicara saat tidur atau berjalan saat tidur. Gangguan tidur ini dapat diturunkan dalam keluarga dan juga dapat terjadi pada orang dewasa. Tekanan emosional berat dan atau mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko terjadinya teror malam pada orang dewasa.   Berjalan Saat Tidur Berjalan saat tidur merupakan suatu keadaan di mana seseorang terlihat seperti telah bangun dari tidurnya dan beraktivitas akan tetapi orang tersebut sebenarnya masih tidur. Penderita biasanya tidak mengingat apa yang terjadi. Berjalan saat tidur biasanya terjadi saat seseorang baru saja tertidur di malam hari dan saat subuh. Kelainan ini paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 8-12 tahun, akan tetapi juga dapat terjadi pada anak yang berusia lebih muda, orang dewasa, dan lansia. Berjalan saat tidur tampaknya juga menurun dalam keluarga. Membangunkan seseorang yang berjalan saat tidurnya tidaklah berbahaya. Orang tersebut mungkin hanya akan merasa bingun atau mengalami disorientasi selama beberapa saat setelah dibangunkan. Bahaya dari berjalan saat tidur adalah karena penderita biasanya tidak menyadari keadaan sekitarnya sehingga dapat menyebabkannya terjatuh akibat tersandung suatu benda. Bila hal ini terjadi pada anak-anak, maka kelainan ini biasanya menghilang saat anak memasuki usia remaja.   Bingung Saat Bangun Anda tentunya pernah mengalami saat-saat di mana anda tidak mengingat bahwa anda pernah terbangun semalam dan bahkan berbicara atau melakukan apapun. Hal ini biasanya terjadi bila seseorang dibangunkan saat tidur dalam pada malam hari. Penderita biasanya memiliki reaksi yang lamban dan seringkali kesulitan mengerti pertanyaan yang diajukan padanya. Penderita biasanya tidak mengingat kejadian ini saat terbangun esok harinya.   Gangguan Gerakan Ritmik Kelainan ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 1 tahun. Anak yang mengalami kelainan ini mungkin akan tertidur terlentang, mengangkat kepala atau bagian atas tubuhnya, dan kemudian memukul-mukulkan kepalanya pada bantal. Selain kepala, kelainan ini juga dapat mengenai tangan dan lutut. Kelainan ini biasanya terjadi tepat sesaat sebelum anak tertidur.   Berbicara Saat Tidur Berbicara saat tidur merupakan suatu gangguan transisi antara tidur dan bangun. Walaupun tidak menyebabkan bahaya apapun, berbicara saat tidur dapat mengganggu pasangan atau anggota keluarga anda. Perkataan yang terjadi selama tidur dapat berupa kata-kata singkat atau bunyi-bunyian atau dapat pula berupa suatu kalimat panjang. Penderita biasanya tidak ingat apa yang dibicarakannya selama tidur. Berbicara saat tidur dapat disebabkan oleh berbagai gangguan lainnya seperti demam, stress emosional, atau gangguan tidur lainnya.   Kram Nokturnal Kram nokturnal merupakan suatu keadaan yang terjadi secara mendadak, tidak disadari, dan paling sering mengenai otot betis di malam hari atau saat beristirahat. Kram dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 10 menit, dan rasa nyeri akibat kram pun dapat bertahan cukup lama. Kram nokturnal lebih sering ditemukan pada orang paruh baya atau lansia, akan tetapi kelainan ini juga dapat mengenai semua usia. Penyebab kram nokturnal tidak diketahui. Beberapa kasus kram nokturnal dapat terjadi tanpa pemicu apapun, sementara yang lainnya dapat disebabkan oleh duduk terlalu lama, dehidrasi, penggunaan otot yang berlebihan, atau gangguan structural (misalnya pada orang dengan telapak kaki rata). Peregangan otot, olahraga, dan mengkonsumsi air putih dengan cukup dapat mencegah terjadinya kram ini.   Kelumpuhan Saat Tidur Penderita kelainan ini tidak dapat menggerakkan tubuh mereka atau anggota geraknya baik saat tertidur atau saat bangun tidur. Kelumpuhan total atau sebagian selama beberapa saat dapat terjadi selama kelainan ini. Kadangkala, kelainan ini dapat diturunkan dalam keluarga. Penyebab kelainan ini tidak diketahui. Kelainan ini tidak membahayakan, akan tetapi penderitanya biasanya merasa takut karena mereka tidak tahu kapan hal ini akan kembali terjadi. Kelumpuhan ini seringkali dapat dihentikan dengan suara atau sentuhan. dalam waktu beberapa menit, seseorang yang mengalami kelumpuhan dapat kembali bergerak. Kelainan ini dapat hanya terjadi satu kali atau berulang kali selama hidup anda.   Gangguan Ereksi Saat Tidur Kelainan ini merupakan suatu keadaan di mana seorang pria tidak dapat mempertahankan ereksinya selama tidur. Pria biasanya mengalami ereksi penis saat memasuki fase tidur REM (rapid eye movement). Kelainan ini dapat merupakan tanda terjadinya disfungsi ereksi.   Ereksi yang Nyeri Saat Tidur Ereksi normal terjadi saat pria memasuki fase REM dalam tidurnya. Pada beberapa kasus yang jarang, ereksi dapat menimbulkan nyeri dan membangunkan penderitanya. Pengobatannya adalah dengan menggunakan obat-obatan yang menghambat fase REM yaitu obat anti depresan.   Denyut Jantung Tidak Teratur Denyut jantung tidak teratur atau aritmia merupakan suatu kelainan denyut jantung atau gangguan dalam pengendalian kontraksi otot jantung. Penderita penyakit jantung koroner atau sindrom tidur apnea dapat mengalami aritmia pada fase REM saat tidur. Penggunaan selang oksigen dapat mengurangi resiko aritmia ini.   Gangguan Perilaku Pada Fase REM Penderita kelainan ini mengalami mimpi dramatis dan atau penuh dengan kekerasan selama berada pada fase REM dalam tidurnya. Penderita kelainan ini biasanya menggerakkan tubuh dan anggota geraknya selama bermimpi. Kelainan ini biasanya terjadi pada pria yang berusia 50 tahun atau lebih, akan tetapi kelainan ini juga dapat terjadi pada wanita dan pada orang berusia kurang dari 50 tahun. Penderita biasanya mudah dibangunkan dan dapat mengingat dengan jelas mimpi buruk yang dialaminya. Sebelum menentukan diagnosa kelainan ini, maka dokter harus menyingkirkan kemungkinan berbagai kelainan neurologis lainnya.   Bruxism Bruxism merupakan suatu gerakan menggeretakkan gigi selama tidur yang tidak disadari oleh penderitanya. Kelainan ini dapat terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya. Bruxism dapat menyebabkan berbagai gangguan pada gigi maupun rasa tidak nyaman pada otot rahang. Bruxism yang terjadi dapat bervariasi dari ringan hingga berat yang dapat menyebabkan cedera pada gigi anda. Pada beberapa kasus, gerakan menggeretakkan gigi ini dapat dicegah dengan menggunakan pelindung mulut.   Mengompol (Enuresis) Pada kelainan ini, penderita biasanya tidak dapat mengendalikan keinginan buang air kecilnya selama tidur. Terdapat dua macam enuresis yaitu primer dan sekunder. Pada enuresis primer, penderitanya tidak mampun mengendalikan keinginan buang air kecilnya sejak masa bayi. Kelainan ini diturunkan dalam keluarga. Pada enuresis sekunder, penderitanya  mengompol kembali setelah sebelumnya mampu mengendalikan keinginan buang air kecilnya. Enuresis dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes, infeksi saluran kemih, sindrom tidur apnea, dan berbagai gangguan jiwa.   Distonia Paroksismal Nokturnal Kelainan ini merupakan suatu keadaan di mana penderitanya mengalami kejang saat memasuki fase non REM selama tidur. Kelainan ini diduga merupakan salah satu jenis epilepsi dan biasanya dapat berulang selama beberapa kali setiap malamnya.   Sumber: webmd  
 10 Mar 2015    16:00 WIB
Bipolar dan Hubungannya Dengan Gangguan Tidur
Perubahan pola tidur yang terjadi selama lebih dari 2 minggu atau yang mengganggu aktivitas anda sehari-hari mungkin disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya. Banyak gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur, mulai dari gangguan fisik hingga gangguan psikologis, seperti gangguan bipolar. Gangguan bipolar merupakan suatu keadaan di mana penderitanya mengalami episode depresi dan mania secara bergantian. Mania merupakan suatu keadaan di mana seseorang merasa sangat bahagia atau marah atau tersinggung. Gangguan bipolar dapat mempengaruhi pola tidur anda, seperti: Menyebabkan terjadinya insomnia, di mana penderitanya tidak mampu atau kesulitan untuk memulai tidur atau sering terbangun dari tidur Gangguan irama sirkardian yang menyebabkan penderitanya kesulitan tidur di malam hari dan mengantuk di siang hari Kelainan tidur pada fase REM (rapid eye movement) yang menyebabkan terjadinya mimpi yang sangat menyeramkan atau aneh Saat berada pada fase depresi, maka anda dapat merasa putus asa, sedih, dan tidak berharga. Ketiga hal ini dapat mengganggu tidur anda. Saat berada pada fase mania, anda dapat merasa sangat bersemangat yang bahkan dapat membuat anda tetap terjaga selama beberapa hari tanpa merasa lelah. Pada sebagian besar penderita bipolar, gangguan tidur merupakan tanda dimulainya fase mania. Walaupun penderita bipolar tidak merasakan hal yang sama dengan orang normal lainnya akibat waktu tidur yang sedikit, tetap akan terjadi beberapa perubahan pada diri anda seperti: Mood berubah-ubah Merasa lelah, tidak enak badan, depresi, dan cemas Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan Meningkatkan resiko kematian mendadak Beberapa obat gangguan bipolar memiliki efek samping berupa gangguan tidur. Untuk mengatasinya, anda dapat mengubah pola tidur anda dengan memajukan jam tidur anda di malam hari dan bangun lebih awal keesokkan harinya. Lalu secara perlahan, mundurkanlah jam bangun anda setiap harinya secara perlahan hingga anda mencapai tujuan anda. Selain itu, anda juga dapat menggunakan terapi sinar atau terapi sulih hormon melatonin. Bila anda mengalami gangguan tidur akibat efek samping obat gangguan bipolar, maka segera hubungi dokter anda untuk mengubah jenis obat atau mengubah dosis obat yang anda gunakan, Jangan menghentikan atau merubah dosis obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anda. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu memperbaiki pola tidur anda adalah: Kurangi atau hindari mengkonsumsi alkohol dan kafein pada sore atau malam hari Matikan lampu kamar tidur anda dan ciptakan suasana yang tenang dengan suhu ruangan yang nyaman Berolahragalah, tetapi jangan terlalu malam Cobalah berbagai terapi dan olahraga relaksasi   Sumber: webmd