Your browser does not support JavaScript!
 04 Jan 2019    16:00 WIB
Mengapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan?
Rambut adalah mahkota untuk wanita. Seringkali wanita pasca melahirkan akan mempunyai masalah yaitu rambut rontok. Tentu saja hal ini akan membuat panik setiap wanita. Berikut adalah alasan mengapa rambut mudah rontok pasca melahirkan: Perubahan hormon Pada saat kehamilan, rambut dalam kondisi baik karena adanya hormon androgen. Rambut akan mulai rontok sekitar 3-4 bulan pasca melahirkan. Ini dikarenakan mulai terjadinya penurunan dari hormon androgen.  Siklus rambut Rambut rontok yang kurang dari 100 helai setiap hari masih dianggap normal Kurang tidur Hal ini juga akan mempengaruhi kondisi rambut Anda. Karena seorang wanita yang baru melahirkan akan mempunyai waktu tertidur yang terganggu Stress.  Untuk wanita yang baru menjadi ibu bisa mengalami stress saat sedang mengurus bayi. Dikarenakan ada perubahan pola hidup yang harus dijalani. Terutama untuk Anda wanita pekerja, selain bekerja Anda juga harus merawat bayi. Stress yang merupakan salah satu penyebab terjadinya rambut rontok.  Malnutrisi Sebagai ibu yang menyusui Anda akan memberikan nutrisi yang ada dalam tubuh Anda untuk bayi Anda, sehingga apabila Anda kurang mengkonsumsi makan-makanan yang sehat. Anda akan kehilangan rambut yang lebih banyak dari seharusnya  Kapan rambut rontok akan berkurang? Biasanya setelah 6 sampai 8 bulan pasca melahirkan. Karena siklus rambut Anda akan kembali seperti sebelum Anda hamil. Apa yang dapat Anda lakukan? Mengkonsumsi makanan yang bergizi Rawat rambut Anda dengan baik Hindari stress   Sumber: boldsky
 30 Jul 2018    16:00 WIB
Apa Penyebab Rambut Rontok Pada Pria?
Rambut sering dikatakan sebagai mahkota. Mempunyai rambut yang tebal, lebat dan sehat tidak hanya diidamkan wanita, namun juga seorang pria. Salah satu masalah mengenai rambut adalah kerontokan rambut. Kerontokan rambut pada seorang pria adalah hal yang umum terjadi.  Di masa lalu, kebotakan sering dilihat sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak diinginkan. Namun, untuk sekarang  setelah bertahun-tahun, kepala yang dicukur bersih biasanya dianggap baik modis dan lebih menarik. Apa yang menyebabkan kerontokan rambut pada laki-laki? Hal ini dapat disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap hormon seks pria (androgen) di bagian-bagian tertentu dari kulit kepala. Beberapa pria memiliki daerah pada kulit kepala yang sangat sensitif terhadap hormon seks pria yang beredar dalam darah pria. Hormon membuat folikel rambut  (dimana rambut tumbuh) menyusut. Ukuran folikel rambut yang semakin mengecil sehingga tidak mampu menggantikan rambut yang telah rontok. Folikel rambut tersebut masih hidup namun tidak lagi mampu melakukan tugas mereka. Kondisi ini biasanya dimulai pada pria berusia 20 sampai 30 tahun.   Pola kebotakan rambut pada pria Pertama, garis rambut mulai menipis, dan secara bertahap rambut di atas kepala juga mulai menipis. Terlihat sebagai kebotakan sebagian di beberapa area kulit kepala, beberapa pola kebotakan kecil di area kulit kepala yang semakin melebar. Akhirnya akan membentuk U di belakang dan sisi kepala. Rambut yang tersisa adalah lebih halus dan tidak tumbuh secepat dulu. Sumber: netdoctor  
 06 Feb 2018    08:00 WIB
3 Masalah Rambut Akibat Gangguan Medis
Banyak pria dan wanita menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki rambut mereka, dan banyak orang mengeluh bahwa rambut mereka tidak dapat diatur dengan baik. Bila Anda hanya mengalaminya sesekali maka tidak masalah namun bila terus menerus bisa jadi ada gangguan kesehatan yang mempengaruhi rambut Anda.  Gangguan kesehatan dapat mempengaruhi penampilan Anda seperti kulit dan gigi Anda, selain itu juga dapat menimbulkan malapetaka pada gaya rambut And. Berikut Masalah Rambut Yang Disebabkan Beberapa Gangguan Kesehatan: 1.      Rambut Rontok Rambut yang tebal tentu akan lebih menunjang penampilan, sehingga banyak orang merasa panik bila mengalami kerontokan rambut. Hormon tiroid sangat di butuhkan dalam memberikan suplai oksigen dan juga energi pada bagian rambut. Apabila terjadi gangguan hormon tiroid maka menyebabkan rambut kekurangan nutrisi yang membuat rambut menjadi rontok. Selain itu bukan hanya masalah gangguan hormon tiroid, infeksi dan stress juga dapat menyebabkan rambut rontok. Stres juga merupakan pemicu alopecia, suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel dan menyebabkan rambut rontok. 2.      Corkscrew Hair Apabila Anda tidak mengonsumsi vitamin C yang cukup dapat menyebabkan sariawan dan hal ini dapat terjadi pada kulit kepala Anda, sehingga menyebabkan terjadinya perdarahan pada disekitar folikel rambut. Menurut National Institutes of Health mengatakan bahwa konsumsi vitamin C kurang dari 10 miligram sehari selama sekitar satu bulan akan menyebabkan penyakit ini. Seseorang yang kekurangan vitamin C dapat mengalami gusi berdarah, gigi longgar, nyeri sendi, depresi dan perubahan warna kulit. 3.      Ketombe Bila ketombe itu mulai muncul di rambut dan bahu Anda, maka ada masalah pada kulit kepala Anda. Hal ini bisa karena kulit kepala kering atau bisa karena gangguan kesehatan yang disebut dermatitis seboroik, penyebab umum ketombe yang ditandai dengan kulit iritasi dan berminyak dan juga bisa mempengaruhi alis, sisi hidung dan belakang telinga, begitu pula dengan lainnya seperti daerah dengan kelenjar minyak seperti ketiak dan selangkangan. Ada juga jamur yang disebut malassezia yang bisa mengiritasi kulit kepala dan memacu pertumbuhan sel kulit. Penyakit neurologis seperti gangguan sistem kekebalan tubuh dan Parkinson seperti yang disebabkan oleh HIV meningkatkan risiko ketombe, meskipun tidak jelas mengapa. Semua kondisi diatas dapat menyebabkan masalah pada rambut Anda, sehingga bila Anda mengalaminya segera periksakan diri Anda untuk mendapatkan diagnosa sejak dini.   Baca juga: Kulit Super Kering? Makan Makanan Ini Yang Bisa Jadi Penyelamat Kulit Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: medicaldaily
 03 Sep 2016    08:00 WIB
5 Penyebab Rambut Rontok
Rambut rontok dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kekurangan nutrisi sampai stress. Kerontokan rambut dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Mengatasi berbagai penyebabnya dapat membantu anda mengurangi kerontokan rambut tersebut.   Kekurangan Nutrisi Nutrisi yang sehat dan cukup merupakan salah satu hal yang berperan penting bagi kesehatan tubuh anda, termasuk rambut anda. Oleh karena itu, cukupilah kebutuhan nutrisi anda, khususnya berbagai vitamin A,B, C, dan E yang sangat diperlukan oleh rambut. Kekurangan vitamin A dapat membuat rambut anda kering dan mudah rontok. Vitamin B6 berfungsi untuk membantu pertumbuhan rambut, sedangkan vitamin C dapat memperkuat rambut anda. Vitamin E berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah yang menuju ke kepala. Kekurangan berbagai vitamin tersebut dapat mengganggu pertumbuhan rambut dan mengakibatkan rambut mudah rontok. Oleh karena itu, konsumsilah berbagai sayur dan buah-buahan yang kaya dengan berbagai vitamin dan mineral. Bila perlu konsumsilah suplemen multivitamin.   Kehamilan Tahukah anda bahwa rambut anda memiliki penampilan terbaiknya selama kehamilan? Rambut mempunyai 3 tahap kehidupan, yaitu tumbuh memanjang, berhenti bertumbuh, dan kemudian rontok. Pada saat kehamilan, berbagai perubahan hormonal membuat rambut anda terus bertumbuh memanjang dan tidak rontok. Disarankan untuk menghindari pemakaian berbagai bahan kimia selama kehamilan, terutama pada trimester pertama kehamilan. Berbagai bahan kimia yang terkandung pada pewarna rambut, pelurus rambut, ataupun obat keriting ditakutkan dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan normal bayi anda. Anda tidak perlu mengganti shampo atau berbagai perawatan rambut harian anda, kecuali untuk beberapa shampo anti ketombe dan shampo yang mengandung kortikosteroid. Untuk pemakaian kedua shampo tersebut disarankan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda. Tiga sampai enam bulan setelah melahirkan, rambut anda akan mulai rontok. Kerontokan ini dapat sangat banyak atau hanya sedikit. Hal ini merupakan suatu hal yang normal terjadi pada ibu paska melahirkan. Jangan takut bahwa anda akan menjadi botak. Setelah melahirkan, siklus kehidupan rambut anda akan kembali normal kembali.   Stress Stress seringkali menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah rambut rontok. Beberapa hal yang dapat terjadi pada rambut anda saat anda mengalami stress berat adalah: Alopesia Areata Stress mungkin menyebabkan terjadinya alopesia areata (kebotakan). Hal ini disebabkan oleh saat anda stress, sel darah putih dapat menyerang folikel rambut anda, yang dapat membuat rambut berhenti bertumbuh dan kemudian rontok. Telogen Effluvium Merupakan suatu keadaan yang di mana sebagian besar rambut berhenti bertumbuh atau beristirahat. Hal ini dapat disebabkan oleh stress baik emosional maupun fisik. Beberapa bulan setelah rambut memasuki fase istirahat ini, maka rambut akan mulai rontok. Trikotilomania Trikotilomania merupakan suatu keinginan yang tidak dapat ditahan untuk mencabuti rambut, baik di kepala, alis mata, dan berbagai daerah lainnya. Perilaku ini dapat merupakan suatu reaksi terhadap tekanan yang dialami, seperti saat stress, cemas, tertekan, kesepian, kelelahan, atau saat frustasi. Kerontokan rambut yang terjadi akibat stress dapat teratasi bila anda juga mengatasi stress.   Genetik Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Bila salah satu atau kedua orang tua anda memiliki riwayat rambut rontok, maka anda pun akan mengalaminya.   Penyakit dan Obat-obatan Tertentu Demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan rambut rontok. Selain itu, berbagai jenis obat-obatan kemoterapi juga memiliki efek samping berupa rambut rontok. Mengobati penyakit dan penghentian obat dapat membantu mengurangi kerontokan yang terjadi. Baca juga: Cara Alami Atasi Rambut Rontok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  
 19 Jul 2016    18:00 WIB
Rambut Pendek? Siapa Takut
Kebanyakan wanita memang suka memiliki rambut panjang. Hal ini biasanya disebabkan wanita memiliki rambut panjang biasanya terlihat lebih manis, feminim dan keibuan. Namun apakah Anda harus terus memiliki gaya rambut panjang. Untuk Anda yang sedang ingin mencoba gaya rambut baru. Bisa juga mencoba gaya rambut pendek. Sebelum Anda memutuskan untuk mengganti gaya rambut Anda, simak terlebih dahulu ulasan dibawah ini mengapa Anda harus memotong pendek rambut Anda. Berikut adalah 5 alasan mengapa Anda harus memilih gaya rambut pendek: 1.      Berbeda dan percaya diri Gaya rambut pendek bisa menjadikan Anda "berbeda" dari wanita lainnya. Untuk mendapatkan perhatian dari si dia, jangan jadikan diri Anda sama dengan wanita lain. Namun jadilah berbeda. Selain itu seorang wanita berambut pendek dikatakan memiliki kepercayaan diri yang lebih dibanding wanita lainnya. Karena meski dia berambut pendek tetap dapat terlihat menarik. 2.      Terlihat lebih muda Bila Anda ingin terlihat lebih muda, maka potonglah rambut Anda. Dengan rambut pendek, bisa merubah penampilan secara dramatis. Cari gaya rambut yang sesuai dengan bentuk muka Anda dan dapatkan wajah muda Anda. Kalau rambutmu lurus, sebaiknya pilih model potongan yang tumpul biar terlihat lebih tebal dan penuh tanpa perlu pisahkan helai per-helai. Kalau rambutmu tebal, lebih baik kamu menonjolkan tekstur rambut itu sendiri. Biar gaya rambutmu seimbang dengan wajahmu. Bila perlu tambahkan poni, maka wajah Anda akan terlihat lebih imut dan lucu. 3.      Terlihat seksi Untuk Anda yang memiliki bentuk leher yang indah, dengan rambut pendek maka bentuk leher Anda terlihat lebih jelas. Anda bisa mencoba gaya rambut undercut, Anda bisa membentuknya dengan variasi dari yang liar hingga gaya rambut pendek wanita yang elegan. Model rambut undercut akan sangat cocok untuk mereka yang memiliki kulit lembut dan wajah bulat. 4.      Lebih mudah perawatannya Rambut panjang memang akan terlihat menarik, namun bila Anda tidak dapat merawatnya dengan baik maka rambut Anda akan mudah rusak dan tentu tidak enak untuk dilihat. Jadi bila Anda ingin melakukan perawatan dari awal Anda bisa mencoba gaya rambut pendek. Jadi Anda bisa terlihat bersih dan segar tanpa perawatan yang ribet dan mahal. 5.      Cocok untuk yang memiliki postur tubuh yang kecil Untuk Anda yang memiliki postur tubuh yang kecil, gaya rambut pendek bisa menjadi pilihan Anda. Sehingga Anda terlihat lebih tinggi. Apapun pilihan rambut yang Anda pilih, yang penting rambut Anda sehat, tidak lepek, tidak rontok dan bebas dari semua masalah rambut. Baca juga: Rambut Rontok? Coba Kiat Berikut Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
 17 Nov 2015    20:00 WIB
Ini Dia Fobia Aneh Terhadap Makanan!
Menurut the American Psychiatric Association, fobia merupakan suatu ketakutan yang berlebihan dan tidak wajar terhadap suatu benda atau situasi. Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai jenis fobia, misalnya fobia terhadap ketinggian atau terhadap binatang. Keduanya merupakan jenis fobia yang tidak akan membahayakan jiwa, walaupun akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Akan tetapi, salah satu jenis fobia, cibofobia atau fobia terhadap makanan, dapat sangat membatasi aktivitas fisik seseorang dan bahkan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Seseorang yang mengalami fobia terhadap makanan biasanya tidak menyukai atau takut pada bentuk, bau, dan rasa dari makanan tersebut. Mereka biasanya tidak akan mengkonsumsi makanan tersebut dan justru kabur setiap kali melihat makanan tersebut. Alektorofobia, merupakan salah satu jenis fobia makanan di mana penderitanya takut dengan ayam dan berbagai hal yang berkaitan dengannya seperti telur, bulu, bahkan bangkai ayam. Dalam beberapa kasus, mendengar kata ayam saja dapat membuat sang penderita sangat ketakutan. Selain ayam, ada juga orang yang menderita fobia terhadap beras atau nasi karena bentuknya yang kecil dan dirasa menggelikan. Penderita biasanya tidak pernah mengkonsumsi nasi dan lebih memilih berbagai jenis sumber karbohidrat lainnya seperti mie atau kentang. Akan tetapi, tidak semua penderita fobia makanan memiliki ketakutan yang sama akan suatu makanan. Beberapa orang penderita mungkin takut terhadap berbagai jenis makanan yang mudah rusak seperti mayonnaise, sedangkan yang lainnya mungkin akan merasa takut untuk mencoba berbagai jenis makanan baru. Penderita mungkin akan merasa mual atau bahkan muntah saat mencoba suatu makanan baru. Sementara itu, beberapa orang lainnya mungkin takut untuk memasak suatu makanan atau takut mengkonsumsi makanan yang tidak dimasak oleh dirinya sendiri karena takut diracuni. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis fobia makanan yang unik dan mungkin tidak disadari oleh sang penderita itu sendiri.   Takut Mencoba Makanan Baru Anak-anak kecil kadangkala memang memiliki ketakutan untuk mencoba berbagai jenis makanan baru. Akan tetapi, pada beberapa anak, ketakutan ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa sehingga mereka pun biasanya memiliki pola makan yang sangat ketat, di mana mereka biasanya hanya akan mengkonsumsi makanan yang sama setiap harinya.   Takut Memasak Megeirkofobia adalah ketakutan untuk memasak bagi orang lain. Penderita biasanya takut bahwa masakannya kurang menarik, kurang enak, atau kurang matang. Penderita lainnya mungkin takut memasak karena takut melukai dirinya sendiri saat memasak.   Takut Mual atau Muntah Beberapa orang merasa khawatir bahwa mereka akan merasa mual atau muntah bila mereka mengkonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Mereka mungkin hanya akan mengkonsumsi makanan lunak atau makanan yang telah mereka siapkan sendiri. Ketakutan ini dikarenakan mereka khawatir bahwa masakan yang disediakan tidak dimasak dengan baik, atau terlalu pedas, atau dapat mengganggu sistem pencernaannya. Penderita biasanya tidak  mau makan di luar atau bahkan tidak akan makan bila ada orang lain di sekitarnya. Ketakutan ini kadang akan membuat penderita tidak dapat menelan atau bahkan merasa ada suatu benjolan di tenggorokannya.   Baca Juga: 10 Jenis Fobia Ekstrim dan Aneh   Salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada seorang penderita fobia makanan adalah penderita biasanya cukup pemilih dalam hal makanan. Ia akan dengan teliti memeriksa komposisi suatu makanan untuk mengetahui bahan apa saja yang ada di dalam makanan tersebut. Beberapa gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah: Pusing Keringat berlebihan Mual Merasa sesak napas Berdebar-debar Gemetar Mengalami suatu serangan panik, seperti merasa mereka akan menjadi gila atau mati bila mengkonsumsi suatu jenis makanan   Seperti halnya fobia lainnya, fobia terhadap makanan juga dapat disembuhkan dengan melakukan terapi yang dibantu oleh seorang tenaga ahli seperti seorang psikolog atau psikiater. Salah satu terapi yang dianggap dapat sangat membantu seorang penderita fobia adalah dengan terapi paparan atau desensitisasi. Pada terapi ini, penderita biasanya akan diminta untuk menjelaskan apa sebenarnya ketakutan yang mereka rasakan saat melihat makanan yang tidak disukainya tersebut, di mana makanan tersebut akan diletakkan di hadapannya. Setelah itu, penderita biasanya akan diminta untuk berkonsultasi dengan seorang ahli gizi, di mana mereka akan diminta untuk mencoba makanan tersebut sendiri kemudian di rumah dan akhirnya di depan umum.   Apa Sebenarnya Bahaya dari Fobia Makanan? Agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka setiap orang perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Jadi, saat seseorang menghindari suatu jenis makanan tertentu, maka mereka pun secara tidak langsung akan mengeliminasi berbagai jenis nutrisi yang terdapat di dalam makanan tersebut, yang sebenarnya diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dapat membuat penderita mengalami berbagai gejala malnutrisi seperti merasa sangat lelah, pusing, dan mengalami penurunan berat badan. Bila malnutrisi terus berlangsung untuk waktu yang cukup lama, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya beberapa gejala lainnya seperti: Rambut rontok Anemia Tekanan darah rendah Tulang rapuh Gagal ginjal Berbagai gangguan kesehatan lainnya Pada anak-anak, malnutrisi dapat membuat seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: healthcentral
 08 Sep 2015    12:00 WIB
Atasi Masalah Rambut Bercabang Dengan Cara Alami Berikut Ini!
Bagi wanita, rambut adalah mahkota yang berharga yang perlu dijaga dengan baik. Rambut yang terawat dan sehat akan membuat seorang wanita tampak lebih cantik. Akan tetapi, karena banyaknya penggunaan berbagai bahan kimia seperti pewarna rambut, cairan keriting, dan sebagainya; maka saat ini banyak wanita yang mengalami berbagai masalah dengan rambutnya. Beberapa masalah yang sering dialami oleh rambut para wanita di zaman modern ini adalah rambut bercabang, berketombe, kering, dan rambut rontok. Untuk menjaga keindahan dan kemilau alami rambut Anda, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk memperbaiki kerusakan yang mungkin sudah terjadi pada rambut Anda tersebut.   Lidah Buaya Tahukah Anda bahwa lendir lidah buaya baik bagi kesehatan rambut Anda? Kandungan vitamin alami yang terdapat di dalam lidah buaya dapat membantu memulihkan kekuatan akar dan batang rambut sehingga kerontokan rambut pun dapat terhindarkan. Caranya adalah dengan mengoleskan lendir lidah buaya ini pada kulit kepala Anda, pijat, dan diamkan selama sekitar 15 menit, kemudian bilas dengan air bersih.   Minyak Alami Selain lidah buaya, Anda juga dapat menggunakan berbagai jenis minyak alami, misalnya minyak zaitun dan minyak kelapa yang dipanaskan untuk mengatasi rambut rontok. Caranya adalah dengan mengoleskan minyak ini pada kulit kepala, pijat kepala sebentar, kemudian tutup rambut dengan handuk atau shower cap selama sekitar 1 jam. Proses pemanasan minyak berguna untuk mengaktifkan kandungan vitamin di dalamnya sehingga menjadi lebih efektif untuk menjaga kekuatan rambut Anda.   Baca Juga: 6 Penyebab Rambut Rontok   Jangan Pakai Sisir Bergigi Rapat Untuk mencegah terjadinya kerusakan dan rambut rontok, hindarilah penggunaan sisir bergigi rapat, penggunaan alat pemanas seperti hair dryer atau alat catok pada rambut Anda. Selain itu, pastikan juga Anda tidak menggosok rambut Anda saat keramas atau setelah keramas. Gunakanlah jari tangan untuk merapikannya, kemudian biarkan rambut Anda kering secara alami. Gunakanlah sisir bergigi renggang. Pemakaian conditioner setelah keramas juga dapat membuat rambut menjadi lebih halus dan teratur. Terakhir; jauhilah stress, lakukan gaya hidup sehat, dan rajinlah berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: manfaatnyasehat
 04 Sep 2015    16:00 WIB
Bagian Tubuh Yang Bereaksi Saat "Putus"
Tahukah Anda bahwa patah hati atau mendengar kata “putus” tidak hanya membuat Anda merasa sedih tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa bagian tubuh manusia yang akan menanggung akibat buruk akibat sakit hati.   Perut Apakah perut Anda terasa mulas saat mendengar ajakan putus dari pasangan Anda? Hal ini dikarenakan rasa stress yang Anda rasakan memicu kenaikan asam lambung di dalam perut Anda. Selain itu, otak pun akan segera mengirimkan sinyal rasa kenyang sehingga Anda pun tidak lagi merasa lapar dan tidak nafsu makan.   Rambut Dalam perkembangannya, folikel rambut akan mengalami suatu fase istirahat di mana rambut akan berhenti bertumbuh untuk sementara. Saat stress, fase ini akan menjadi lebih panjang dan yang lebih parahnya lagi adalah Anda juga dapat mengalami rambut rontok.   Otak Pada saat Anda merasa stress karena diputuskan oleh sang kekasih, maka hal ini akan memicu suatu bagian somatosensorik di dalam otak, yang akan menyebabkan munculnya berbagai gejala tidak mengenakkan di dalam tubuh Anda seperti badan terasa pegal, nyeri otot, dan berbagai rasa tidak nyaman lainnya pada tubuh.   Hormon Saat stress, maka kadar hormon stress atau kortisol dan kadar hormon adrenalin pun akan meningkat. Hal ini tentu saja dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah, yang dapat berdampak buruk pada Anda yang memang telah menderita tekanan darah tinggi dan orang yang sudah berusia lanjut.   Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh Mendengar kata “putus” juga dapat memicu sistem kekebalan tubuh Anda untuk bekerja secara berlebihan, yang akan meningkatkan reaksi radang di seluruh tubuh. Selain itu, karena sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja dengan baik, maka Anda pun dapat mengalami demam dan meriang.   Nah, bagi Anda yang masih merasa sedih dan stress karena diputuskan pasangan, ayo segera kembalikan semangatmu dengan melakukan berbagai hal positif lainnya seperti melakukan hobi Anda atau menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan lain. Dengan demikian, kesehatan Anda pun akan lebih terjaga dan kesedihan Anda pun akan berlalu tanpa Anda sadari.   Baca Juga: 7 Cara Sederhana Untuk Menunjukkan Rasa Cinta Tanpa Mengatakannya   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: mbakbro
 12 Jul 2015    12:00 WIB
Rambut Rontok? Coba Kiat Berikut
Rambut rontok merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh semua orang. Rambut yang menipis karena rontok bisa disebabkan karena faktor penuaan atau faktor keturunan selain itu terjadinya penyebab lain termasuk ketidakseimbangan hormon, kekurangan gizi, alergi terhadap bahan tertentu, polusi, dan bahkan stres fisik atau emosional juga dapat menyebabkan rambut rontok. Berikut adalah cara untuk mendapatkan rambut yang tebal: Memijat kulit kepala Melakukan pemijatan kulit kepala dapat membantu merangsang folikel rambut sehingga rambut tumbuh lebih tebal. Anda bisa melakukan pemijatan kulit kepala dengan menggunakan bahan alami seperti lidah buaya, alpukat, minyak zaitun. Perawatan rambut Gunakan sampo, kondisioner yang diperuntukkan untuk rambut rontok. Perhatikan kandungan sampo dan kondisioner yang Anda gunakan, seperti kandungan sulfat laureth dan sodium laurel yang terkandung di dalam produk perawatan Anda dapat menyebabkan kerusakan pada rambut Anda. Hindari mencuci rambut setiap hari Mencuci rambut setiap hari dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala sehingga akan menyebabkan kerontokan. Sebaiknya Anda mencuci rambut dua atau tiga kali seminggu. Jangan menyisir rambut saat basah Sebaiknya menghindari menyisir rambut saat basah. Sisir rambut Anda dengan baik gunakan sisir dengan gigi lebar. Hindari bahan kimia dan polutan Apabila Anda sedang berada diluar usahakan untuk menggunakan memakai topi atau syal di atas kepala Anda agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Saat Anda berada di dalam kolam renang gunakan penutup kepala atau mencuci rambut Anda segera setelah habis berenang untuk melindungi rambut Anda dari bahan klorin yang dapat merusak rambut. Hindari menggunakan pemanas rambut Usahakan agar tidak terlalu sering menggunakan pemanas rambut, alat pelurus rambut dan pengeriting rambut. Karena hal ini akan menyebabkan rambut mudah rapuh. Gunakan perawatan penumbuh rambut Ada beberapa produk yang mampu merangsang pertumbuhan rambut Makan makanan yang sehat Diet yang sehat untuk rambut adalah dengan banyak mengkonsumsi protein seperti ayam, ikan dan daging. Selain itu banyak konsumsi vitamin salah satunya vitamin B yang terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Transplantasi Rambut Bila rambut Anda tetap sulit untuk tumbuh maka Anda bisa melakukan transplantasi rambut. Hal ini merupakan salah satu prosedur pembedahan. Konsultasikan dengan dokter untuk hal ini. Sumber: newhealthguide