Your browser does not support JavaScript!
 14 Sep 2019    18:00 WIB
Rahim Lemah Mudah Keguguran? Atasi Dengan Metode Ini!
Saat leher rahim seorang wanita lemah (kadangkala disebut dengan inkompeten serviks), maka ia pun memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur. Inkompeten serviks dapat disebabkan leher rahim atau serviks yang memendek atau terlalu cepat terbuka. Untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur atau keguguran, maka dokter biasanya menyarankan wanita yang memiliki rahim lemah untuk melakukan cervical cerclage atau mengikat leher rahim. Ikatan leher rahim digunakan untuk mencegah terjadinya perubahan dini pada leher rahim seorang wanita, yang akan mencegah terjadinya kelahiran prematur. Leher rahim yang ditutup ini dapat membantu bayi tetap berada di dalam rahim hingga usia kehamilan berusia 37-38 minggu.   Apa Itu Cervical Cerclage? Cervical cerclage atau ikatan leher rahim merupakan suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengatasi inkompeten serviks, di mana serviks atau leher rahim akan dijahit hingga tertutup selama masa kehamilan. Serviks merupakan bagian rahim paling bawah, yang menonjol ke dalam liang vagina.   Kapan Cervical Cerclage Dilakukan? Tindakan ini dilakukan bila serviks seorang wanita hamil beresiko untuk terbuka akibat tekanan dari bayi yang sedang berkembang di dalam rahim. Serviks dapat menjadi lemah atau inkompeten karena beberapa hal di bawah ini, yaitu: Pernah mengalami keguguran pada saat usia kehamilan memasuki trimester ke 2 Pernah melakukan tindakan LEEP atau biopsi cone Serviks mengalami kerusakan akibat tindakan aborsi Waktu terbaik untuk melakukan tindakan cervical cerclage ini adalah pada saat usia kehamilan memasuki bulan ke 3, yaitu antara minggu ke 12 sampai minggu ke 14. Akan tetapi, ada sejumlah kasus di mana seorang wanita hamil memerlukan pemasangan cerclage di usia kehamilan yang lebih tua, tindakan ini dikenal dengan nama cerclage emergensi. Tindakan ini biasanya dilakukan bila terjadi perubahan pada serviks, misalnya pembukaan atau pemendekkan serviks terjadi sebelum waktunya. Jika saat hamil seorang wanita memerlukan tindakan cerclage emergensi, maka pada kehamilan berikutnya pun wanita tersebut kemungkinan akan memerlukan tindakan cervical cerclage. Akan tetapi, jika perubahan pada serviks terlambat ditemukan atau bila serviks telah terbuka dengan cukup signifikan, maka istirahat total (bed rest) merupakan alternatif terbaik.   Apa Keuntungan Melakukan Cervical Cerclage? Cervibal cerclage membantu mencegah terjadinya keguguran atau kelahiran prematur akibat inkompeten serviks.   Mengapa Tidak Semua Wanita yang Pernah Melahirkan Prematur Memerlukan Tindakan Ini? Tindakan cervical cerclage hanya dibutuhkan oleh wanita yang memiliki serviks yang abnormal atau inkompeten. Walaupun demikian, masih ada berbagai masalah atau komplikasi lain yang membuat kelahiran prematur tetap dapat terjadi walaupun tindakan cervical cerclage telah dilakukan. Oleh karena itu, seorang wanita hamil yang telah dipasangi cerclage harus melakukan pemeriksaan secara teratur sehingga komplikasi seperti infeksi dan kelahiran prematur dapat diketahui sedini mungkin.   Baca juga: Berbagai Penyebab Keguguran dan Janin Tidak Berkembang…   Apa yang Perlu Diperhatikan Setelah Cervical Cerclage Dilakukan? Setelah seorang wanita melalui prosedur cervical cerclage, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: Ia mungkin harus tetap berada di rumah sakit selama beberapa jam atau 1 malam sehingga dokter dapat memonitor adanya tanda-tanda persalinan atau kontraksi rahim Setelah prosedur berhasil dilakukan, wanita hamil mungkin akan mengalami perdarahan ringan dan kram perut ringan, yang biasaya akan berhenti dalam waktu beberapa hari. Hal ini biasanya akan diikuti oleh peningkatan produksi cairan kental vagina, yang akan berlangsung di sepanjang kehamilan Ia mungkin akan diberikan obat untuk mencegah terjadinya infeksi atau kelahiran prematur Diharuskan beristirahat selama 2-3 hari setelah prosedur dan hindari melakukan berbagai aktivitas fisik yang tidak diperlukan Dilarang berhubungan intim seminggu sebelum dan setidaknya 1 minggu setelah prosedur dilakukan   Kapan Jahitan Cerclage Akan Dilepas? Jahitan cerclage biasanya akan dilepas pada saat usia kehamilan mencapai 37 minggu, tetapi jahitan ini juga dapat dilepaskan lebih awal bila ketuban telah pecah atau bila telah terjadi kontraksi rahim. Pelepasan jahitan mungkin akan menyebabkan terjadinya perdarahan ringan.   Apa Resiko Tindakan Cervical Cerclage? Kemungkinan terjadinya komplikasi saat menjalani tindakan cervical cerclage sangatlah kecil dan sebagian besar dokter merasa bahwa tindakan ini memiliki lebih banyak manfaat (dapat menyelamatkan nyawa bayi di dalam kandungan) dibandingkan resikonya. Beberapa resiko yang dapat terjadi adalah: Kontraksi prematur Distosia serviks, suatu keadaan di mana serviks tidak dapat melebar dengan normal saat proses persalinan berlangsung Membran robek Infeksi serviks Serviks dapat robek bila persalinan terjadi sebelum jahitan cerclage dilepaskan Resiko akibat penggunaan obat bius umum seperti mual dan muntah   Apa Saja Tanda-tanda Komplikasi yang Perlu Diwaspadai? Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini setelah menjalani prosedur cervical cerclage: Kontraksi rahim atau kram perut Nyeri perut bawah atau nyeri pinggang yang hilang timbul seperti sakit persalinan Perdarahan vagina Demam dengan suhu lebih dari 37.8 derajat celcius atau menggigil Mual dan muntah Keluarnya cairan berbau tidak sedap dari dalam vagina Ketuban pecah atau merembes   Bagaimana Dengan Kehamilan Berikutnya? Sebagian besar wanita yang memerlukan pemasangan cerclage di satu kehamilan akan memerlukan pemasangan cerclage kembali di kehamilan berikutnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: americanpregnancy
 31 Jan 2019    11:00 WIB
Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Haid!
Endometriosis merupakan penyakit kornik. Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim. Endometriosis dapat tumbuh pada indung telur, saluran telur, dinding luar rahim, usus, atau berbagai organ lain di dalam perut. Pada kasus yang jarang, endometriosis juga dapat menyebar hingga ke luar perut. Saat seorang wanita yang menderita endometriosis mengalami menstruasi, maka endometriosis juga akan mengalami pertumbuhan, kehancuran, dan perdarahan seperti halnya dinding rahim saat menstruasi. Keadaan inilah yang membuat penderita merasakan nyeri perut beberapa hari sebelum waktu menstruasi dan nyeri ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat menstruasi selesai. Akan tetapi, bila endometriosis tumbuh di area tubuh yang sensitif, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri konstan atau nyeri saat melakukan beberapa aktivitas seperti saat berhubungan intim, berolahraga, atau pergerakan usus. Beberapa orang wanita yang menderita endometriosis dapat tidak mengalami gejala apapun. Sementara sejumlah wanita lainnya mungkin akan mengalami gejala ringan hingga berat atau bahkan mengalami kemandulan. Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memprediksi apakah endometriosis akan semakin memburuk, membaik, atau tetap sama hingga seorang wanita memasuki masa menopause.   Gejala Endometriosis Sejumlah wanita yang menderita endometriosis dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, sejumlah wanita lainnya mungkin dapat mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala endometriosis yang biasa ditemukan adalah: Nyeri yang dapat berupa nyeri panggul, kram perut hebat saat menstruasi, nyeri pinggang 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai (atau lebih cepat), nyeri saat berhubungan intim, nyeri di daerah anus, dan nyeri perut saat ada pergerakan usus Gangguan kesuburan Perdarahan abnormal, seperti adanya darah di dalam air kemih atau tinja, perdarahan per vaginam di sebelum masa menstruasi dimulai, dan perdarahan per vaginam paska hubungan intim Berbagai gejala ini paling sering memburuk tepat sebelum dan selama masa menstruasi berlangsung. Gejala biasanya akan membaik saat masa menstruasi selesai. Akan tetapi, sejumlah wanita, khususnya para remaja, dapat mengalami nyeri di sepanjang waktu. Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama dengan endometriosis. Gangguan kesehatan lain tersebut adalah menstruasi yang memang nyeri, adenomiosis, dan mioma uteri.   Gangguan Kesuburan Sekitar 20-40% wanita yang mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan menderita endometriosis. Hingga kini para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa endometriosis dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Para ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh 2 hal, yaitu: Dapat terbentuk jaringan parut pada daerah tempat endometriosis tumbuh dan perubahan bentuk atau fungsi indung telur, saluran telur, atau rahim Endometriosis dapat mengubah susunan zat kimia dan hormon di dalam cairan yang mengelilingi organ di dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi atau mencegah terjadinya kehamilan   Gangguan Indung Telur Komplikasi yang paling sering ditemukan pada endometriosis adalah terbentuknya kista pada indung telur. Kista berisi darah ini biasanya disebut dengan kista endometrial. Ukuran kista ini dapat bervariasi mulai dari 1 mm hingga lebih dari 8 cm. gejala kista indung telur ini biasanya sama dengan gejala endometriosis. Selain itu, resiko terjadinya kanker indung telur sedikit lebih tinggi pada wanita yang menderita endometriosis. Kanker indung telur jenid ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia lebih dari 60 tahun.   Baca juga: 5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 20 Jan 2017    18:00 WIB
Dokter Mengangkat Kerangka Bayi Berusia 38 Tahun Dari Perut Wanita
Jyoti Kumar pergi ke dokter setelah ia mulai mengalami sakit secara terus menerus. Seorang dokter ahli menemukan penyebabnya ternyata terdapat kerangka bayi yang terdapat di dalam dirinya dalam kurun waktu 38 tahun. International Business Times melaporkan Kumar, wanita yang berusia 62 tahun ternyata pernah mengalami kehamilan ektopik yaitu kehamilan diluar kandungan, namun janinnya tidak mampu untuk bertahan hidup. Pada saat tertentu, " Dia tampaknya mengetahui bahwa bayi tersebut telah meninggal dan harus melakukan operasi untuk mengeluarkannya. Namun dia takut untuk melakukan operasi dan melarikan diri dari rumah sakit. Kumar lebih memilih untuk melakukan pengobatan di sebuah klinik kecil" kata dokter kepada Daily Mail. Ketika merasakan rasa sakit setelah beberapa dekade kemudian, ia membiarkan dokter untuk menlakukan pengangkatan kerangka bayi tersebut yang berada di dalam kantung perutnya. "Kami menemukan benjolan di sisi kanan bawah perut, dan takut itu adalah kanker. Dari hasil pemeriksaan CT scan kemudian menemukan bahwa benjolan itu terbuat dari bahan yang keras, materi kalsifikasi," salah satu dokter mengatakan. "Namun setelah pasien menjalani pemeriksaan MRI kami baru bisa melihat massa sebenarnya adalah kerangka bayi. Cairan ketuban yang melindungi janin dan jaringan lunak cair mungkin telah diserap dari waktu ke waktu, sehingga hanya tersisa tulang dengan beberapa cairan yang tersisa. Sekarang kerangka bayi tersebut sudah diangkat dari rahim, usus dan kandung kemih Kumar Dokter percaya ini adalah kehamilan ektopik terlama di dunia, sebelumnya ada kasus kehamilan ektopik terlama dimana seorang wanita Belgia memiliki kerangka bayi dalam tubuhnya selama 18 tahun. Sumber: foxnews
 16 Jan 2017    12:00 WIB
OMG! Wanita Ini Punya 2 Buah Vagina!!!
Cassandra Bankson merupakan seorang bintang YouTube. Ia sering memberikan berbagai tipskecantikan bagi banyak sekali penggemarnya. Akan tetapi, baru-baru ini ia memberikan sebuahkabar mengejutkan!Setelah terus-menerus mengalami nyeri ginjal, Cassandra pun memeriksakan dirinya ke seorangdokter tahun lalu dan justru menemukan bahwa dirinya mempunyai 2 buah vagina! Tidak hanyaitu, ia ternyata juga memiliki 2 buah rahim dan 2 leher rahim.Cassandra yang baru berusia 22 tahun ini mengatakan bahwa setelah memeriksakan dirinya, sangdokter memberitahunya bahwa ia hanya memiliki 1 buah ginjal dan justru memiliki 2 buahvagina.Dalam dunia kedokteran, keadaannya ini dikenal dengan nama uterus didelphys atau rahimganda. Hal ini dapat terjadi bila terjadi gangguan pada saat pembentukan rahim saat bayi masihberada di dalam kandungan ibunya.Pada dasarnya, sistem reproduksi wanita terbagi secara simetris, di mana seorang bayiperempuan biasanya akan memiliki 2 buah indung telur, 2 buah saluran telur, 2 buah rahim, 2buah serviks (leher rahim), dan 2 buah vagina. Pada perkembangannya, kedua buah rahim iniakan menyatu dan membentuk 1 buah rahim, 1 buah serviks, dan 1 buah vagina.Akan tetapi, kadangkala terjadi gangguan selama proses perkembangan ini dan menyebabkansang bayi perempuan memiliki 2 buah rahim, 2 buah serviks, dan 2 buah vagina.Gangguan pada proses penyatuan alat reproduksi wanita ini dapat menyebabkan gangguan yangbervariasi. Contohnya adalah seorang wanita dapat memiliki 2 buah vagina, tetapi hanyamemiliki 1 buah rahim dan 1 buah serviks. Selain itu, seorang wanita juga dapat menderita rahimunicorn, di mana ia tidak memiliki salah satu sisi sistem reproduksinya, jadi ia hanya memiliki 1buah indung telur.Baca juga: Vagina Anda Terasa Nyeri? Cari Tahu Penyebabnya! (Vagina Anda TerasaNyeri? Ini Dia Penyebabnya!)Akan tetapi, bagaimana mungkin seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya memiliki 2buah vagina??? Hal ini muungkin saja terjadi. Adanya 2 buah vagina biasanya tidak dapatdiketahui oleh sang wanita itu sendiri. Selain itu, seorang dokter spesialis kandungan pun dapatmelewatkannya.Saat seorang wanita memiliki 2 buah vagina, maka akan terdapat suatu lapisan yang memisahkanvaginanya menjadi 2 bagian, seperti pemisah lubang hidung. Seringkali, salah satu vagina tidakdisadari keberadaannya karena vagina yang lain telah menjadi "jalan masuk dominan" karenapenggunaan tampon dan seks, yang membuat lubang vagina lainnya tergeser ke samping.Bahkan saat seorang dokter spesialis kandungan memasukkan spekulum untuk memeriksabagian dalam vagina, spekulum biasanya akan lebih mudah masuk ke dalam lubang vagina yangdominan. Jadi bila sang dokter tidak memperhatikan dengan teliti, maka ia dapat dengan mudahmelewatkan kehadiran vagina ke 2.Wanita yang memiliki 2 sistem reproduksi biasanya mengalami menstruasi yang normal karenaindung telur akan memiliki siklus yang sama. Akan tetapi, mereka mungkin menyadari bahwatampon yang mereka gunakan tampaknya tidak terlalu efektif karena mereka hanyamenggunakannya pada salah satu vagina.Pada sebagian besar kasus, keadaan ini dapat diatasi. Jika seorang wanita memiliki vagina yangtepat terbagi dua, maka menyingkirkan jaringan yang membagi kedua buah vagina dapat denganmudah dilakukan dan hasilnya wanita tersebut pun hanya akan memiliki 1 buah vagina.Secara keseluruhan, uterus didelphus biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Sejumlahwanita mungkin akan mengalami nyeri saat berhubungan intim, akan tetapi biasanya tidak akanmenimbulkan masalah yang besar.Akan tetapi, wanita yang menderita uterus didelphys biasanya mengalami kesulitan untuk hamilhingga usia kehamilan mencapai usia 40 minggu. Hal ini dikarenakan rahimnya berukuran lebihkecil daripada rahim normal. Namun, penderita biasanya tetap dapat hamil.Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: womenshealthmag
 21 Oct 2016    15:00 WIB
Apakah Melakukan Hubungan Seks Saat Kehamilan Trimester Ketiga Aman?
Selama masa kehamilan trimester ketiga, saat ini janin di dalam kandungan Anda sudah cukup besar, Anda akan merasa mudah lelah. Biasanya gairah seks akan menurun seiring dengan berat janin yang bertambah. Selain itu perubahan fisik ini juga akan mudah menimbulkan rasa nyeri pada punggung, nyeri ulu hati dan pergelangan kaki yang bengkak. Semua keadaan ini merupakan keadaan yang normal dirasakan oleh ibu hamil, jangan merasa bersalah pada pasangan Anda bila Anda merasa sulit untuk melakukan hubungan seks. Namun bila Anda tetap ingin melakukan hubungan seks hal ini tidak menjadi masalah.   Sebenarnya melakukan hubungan seks pada trimester ketiga termasuk aman apabila kehamilan Anda normal dan tanpa komplikasi. Sebaiknya Anda dan pasangan mencari beberapa posisi yang membuat Anda nyaman.  Namun, berhubungan seks selama trimester ketiga mungkin tidak aman dalam situasi seperti:  Apabila Anda memiliki plasenta previa (semua atau sebagian dari leher rahim ditutupi oleh plasenta), maka tidak aman untuk melakukan hubungan seks. Selama melakukan hubungan seks apabila ada kontak antara penis dengan leher rahim atau ada kontraksi karena orgasme, kemungkinan akan terjadi trauma pada plasenta bahkan terjadi perdarahan yang akan berisiko pada kehamilan Anda.  Apabila Anda mengalami perdarahan dari vagina Apabila Anda memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya Apabila Anda memiliki kondisi yang disebut insufisiensi serviks atau leher rahim yang melebar  Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 26-30) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: newhealthguide